Indonesia
NovelToon NovelToon

Pewaris Dewa Terkuat

Eps.01

Sebelum mulai membaca, tolong baca dan pahami ini. Agar sebelum benar benar jauh melangkah, kita semua sudah benar benar sepakat, bahwa ini hanyalah FIKSi.

...

Peringatan Konten (17+)

‎Novel ini mengandung adegan pertarungan intens dan aksi keras sesuai genre Fantasi Timur (Wuxia). Segala isi di dalamnya adalah fiksi murni untuk kebutuhan alur cerita dan bukan untuk ditiru.

‎Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi setiap kejadian.

Penulis tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan isi cerita di dunia nyata.

‎HIMBAUAN:

Jika muncul iklan yang tidak pantas (seperti Judol, Situs Dewasa, dll), mohon langsung REPORT agar iklan tersebut tidak memiliki tempat di sini dan kenyamanan pembaca lain tetap terjaga.

Terima kasih.

...

...

Zain Oliver.

Pemuda yang terlahir dari kedua pasangan yang berasal dari keluarga sederhana yang membuat nya cukup di kucilkan oleh teman sekolah nya.

Namun meski begitu Zain tidak menjadi pemuda cupu yang hanya diam saat di ganggu oleh para teman sekolahnya.

Justru Zain tidak segan untuk melawan siapapun yang merendahkan nya apalagi jika ada yang berani menghina kedua orang tuanya.

Maka di saat itulah sifat kejam nya akan muncul dari dirinya membuat para pengganggunya itupun harus berfikir ribuan kali untuk membuat masalah dengan nya.

Saah satu dari sekian banyak orang yang menjadi musuh Zain di sekolah itu adalah Rian dan kelompok nya, yang memang terkenal dengan aksi aksi gilanya dalam menjalankan aksinya untuk menindas murid murid di sekolah itu.

Hal itu didukung dengan latar belakang keluarganya yang masuk ke dalam daftar orang terkaya di negara tersebut membuat nya semakin merasa di atas angin karena bahkan kepala sekolah pun tidak berani menegur aksinya itu karena takut pada kekuatan yang ada di belakang nya.

Tapi itu bukan berarti tidak ada sosok yang berani menghentikan bahkan menghukum kelompok Rian itu. Selain Zain adalagi satu sosok yang berani menghukum kelompok Rian itu di sekolah yaitu Rina Alexander.

Seorang guru muda yang terkenal dengan ketegasannya, yang juga di dukung oleh latar belakang keluarganya yang bahkan lebih mengerikan lagi dari pada apa yang di miliki oleh keluarga Rian.

Itulah mengapa Rian dan kelompoknya bisa di taklukkan oleh sosok Rina Alexander karena orang tua dari Rian pun sudah mewanti-wanti putranya itu agar tidak memprovokasi nya.

...

Ruangan guru.

Saat ini terlihat seorang pemuda tampan terlihat tengah duduk saling berhadapan dengan sesosok wanita cantik yang memiliki usia beberapa tahun di atasnya.

Mereka berdua adalah Zain Oliver dan Rina Alexander.

Yang sebelumnya Zain di panggil oleh Rina untuk menemuinya setelah Zain kembali terdengar memukuli Rian dan kelompok nya sebelum nya.

"Apakah kamu tidak takut dengan apa yang akan Rian lakukan terhadap mu setelah apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Rina pada Zain membuka percakapan.

"Tidak Bu. Karena selama aku benar maka aku tidak akan takut dengan apapun yang akan mendatangiku nantinya." jawab Zain dengan sorot mata tegas nya.

Membuat Rina hanya bisa menghela nafas nya karena anak murid nya itu selalu saja akan menjawab seperti itu jika ia menanyakan pernyataan serupa jika terjadi hal seperti ini sebelum nya.

"Keluarlah! Ibu akan mengurus masalah ini untukmu." ucap Rina pada akhirnya.

Membuat Zain hanya bisa berterimakasih pada Rina karena selama ia sekolah di sini hanya Rina lah yang membelanya di kala semua orang memusuhi nya.

"Terimakasih Bu. Permisi." setelah mengatakan itu Zain pun langsung meninggal kan Rina di sana.

....

Hari berikutnya...

Terlihat Rina tengah berbicara dengan salah satu siswa yang satu kelas dengan Zain untuk menanyakan pada siswa itu perihal ketidak hadiran Zain di sekolah saat ini.

Namun beberapa siswa yang Rina tanyai itu tidak ada satupun dari mereka yang tahu kemana sosok Zain saat ini hingga tidak masuk ke sekolah.

Hal itu tentu saja membuat Rina langsung khawatir dengan muridnya itu, pasalnya kemarin murid nya itu telah menyinggung salah satu putra dari orang penting di negara ini, takut nya ini berhubungan dengan hal tersebut.

.

.

.

....

Satu hari lagi kembali berlalu dan Zain pun masih belum terlihat masuk ke sekolah membuat Rina langsung menghubungi nomor yang ada di ponsel nya untuk mencari tahu keberadaan murid nya itu.

Dengan bantuan orang orang ayahnya itu, Rina berharap bisa secepatnya mendapat kabar dari Zain.

1 Jam kemudian...

Ponsel Rina terlihat mendapatkan pesan masuk dari orang yang sebelum nya ia telpon itu.

Dan sesuatu yang ada di dalam pesan tersebut langsung membuat Rina termangu di tempat nya, sebab apa yang di informasikan oleh orang sebelumnya itu sungguh tidak pernah ia bayangkan sebelum nya, dimana Informasi itu adalah....

.

.

.

....

Di tempat lain.

Di dalam rumah sederhana terlihat seorang pemuda tengah bersimpuh di antara dua peti mati yang ada di samping kiri dan kanannya.

Pemuda itu tak lain dan tak bukan adalah Zain Olivier yang sejak 2 hari yang lalu tidak sedikitpun beranjak dari tempat nya dengan ke adaan tertunduk menatap lantai.

Karena di dalam peti mati tersebut saat ini sudah terbaring kedua orang tuanya yang sebelum nya Zain temukan tergelatak tak bernyawa di dalam rumah nya, saat ia baru saja pulang berkerja di malam itu.

Bahkan terdapat beberapa kalimat yang tertulis di dinding rumahnya itu yang sengaja di tinggal kan oleh pelaku pembunuhan kedua orang tuannya itu untuknya.

Membuat Zain langsung tahu siapa dalang dari bencana yang menimpa kedua orang tuanya itu.

"Ayah, Ibu, beristirahatlah dengan tenang. Maaf karena kalian harus mengalami nasib seperti ini karena ulah ku." ucap lirih Zain yang akhirnya mengangkat kepalanya setelah sekian lama menunduk di antara kedua peti orang tuanya itu.

Kemudian terlihat sorot mata Zain langsung berubah menjadi dingin seraya mengepalkan kedua tangannya hingga kuku kuku di tangannya itu menancap dengan sempurna di kulitnya membuat kedua tangan nya itu mengeluarkan darah.

"Aku berjanji pada kalian, sebelum para bajing*n itu mati maka aku tidak kembali ke tempat ini."

Setelah mengatakan itu, Zain langsung berdiri dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil kartu bank yang berisikan semua tabungan nya.

Setelah nya dengan menggunakan jaket hitam dan masker di wajahnya, sosok Zain terlihat seperti terburu buru keluar dari rumah nya itu untuk menuju ke suatu tempat dengan membawa kartu di tangan nya itu.

...

Di saat yang sama namun di tempat yang berbeda.

"Hahaha, pasti anak miskin itu kini sudah depresi karena kehilangan kedua orang tua nya." ucap pemuda tampan yang kini tengah berkumpul dengan teman temannya.

Pemuda itu siapa lagi kalau buka Rian, dalang di balik kematian kedua orang tua Zain sebelum nya.

Terlihat kini Rian dan teman temannya nampak tertawa puas seraya menenggak minuman beralkohol yang berada di tangan mereka masing masing, bahkan terlihat saat ini mereka masih menggunakan seragam sekolah nya.

"Kamu benar benar kejam bos, tapi kami suka itu."

"Hahaha"

Jawab salah satu pemuda lainnya yang kemudian di ikuti oleh tawa mereka semua.

...

Malam harinya...

Terlihat Zain baru saja kembali ke rumahnya dengan membawa beberapa tas besar bersama nya, entah apa yang ia beli sebelumnya nya mengunakan seluruh tabungan nya itu.

Eps.02

Di depan rumah milik Zain.

Kini terlihat di sana ada satu mobil sport mewah yang terparkir di tempat itu, dimana itu adalah mobil milik Rina yang baru saja tiba di sana.

Zain yang mendapati Rina datang kerumahnya pun langsung buru buru keluar untuk menemui nya agar gurunya itu tidak sampai masuk dalam kerumahnya.

"Bu maaf ak....."

"Grep!"

Belum sempat Zain menyelesaikan ucapan nya yang berniat meminta maaf pada Rina karena sudah bolos beberapa hari itupun di buat terkejut dan bingung dengan apa yang di lakukan Rina itu.

Sebab saat ini Rina malah memegang pundaknya dengan kedua matanya yang terlihat sangat khawatir itu menatap lurus ke matanya.

Alhasil Zain yang tidak tahu harus bereaksi seperti apa dengan tindakan tiba tiba dari Rina itu.

Alhasil karenanya, keduanya hanya terdiam dengan pikiran nya masing masing membuat tempat itu hening seketika.

Tak tahan dengan itu, Zain pun akhirnya membuka percakapan.

"Apakah ibu tidak ada kelas hari ini?" tanya Zain sekenanya.

"Ada, nanti jam kedua." jawab Rina seadanya juga membuat Zain bingung untuk mencari topik lainnya untuk ia bicarakan saat ini.

"Yasudah Ibu pergi dulu. Beristirahat beberapa hari lagi di rumah, masalah sekolah biar ibu yang mengurusnya." ucap Rina kemudian.

Setelah nya Rina pun langsung pergi meninggalkan Zain tanpa menunggu Zain menjawab ucapan nya itu.

Setelah kepergian Rina, Zain masih diam di tempat nya berusaha mencerna ucapan Rina sebelum nya.

Mengapa Rina menyuruh nya beristirahat beberapa hari lagi di rumah padahal ia tidak sakit apapun saat ini, lalu pikiran Zain tertuju pada masalah nya saat ini.

'Apakah Bu Rina tahu dengan apa yang terjadi pada kedua orang tuaku. Sepertinya memang begitu, apa yang bisa di sembunyikan dari keluarga Alexander,'

Pikir Zain seraya mendudukkan dirinya di kursi yang ada di dekat nya.

Sementara di tempat lain, kini Rina nampak termenung di dalam mobilnya yang kini terparkir di pinggiran jalan yang tak jauh dari rumah Zain.

Kini Rina tengah galau dengan keputusan apa yang akan ia ambil mengenai masalah yang menimpa Zain itu.

Apakah ia harus turun tangan untuk membalas apa yang terjadi pada kedua orang tua dari muridnya itu atau tidak.

Karena Rina sudah tahu apa sebenarnya yang menimpa keluarga Zain sebelum nya, dimana itu ia peroleh dari anak buah ayah nya yang ia perintahkan untuk mencari informasi mengenai Zain sebelum nya.

Itulah mengapa sebelum nya Rina dengan tiba tiba memeluk Zain begitu saja, karena ia sangat kasihan dengan apa yang menimpa murid kesayangan nya itu.

Cukup lama Rina berdiam diri di dalam mobilnya itu sebelum akhir nya ia memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanan nya itu menuju sekolah.

.

.

.

Malam harinya...

Terlihat Zain kini menggunakan pakaian serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, sehingga membuat nya sangat sulit dikenali saat ini, apalagi dengan ke adaan yang sudah malam seperti ini.

Terlihat juga satu tas di punggung nya saat ini yang kini ia bawa keluar dari rumah nya.

Dalam kegelapan malam seperti ini, Zain pun terus bergerak menyusuri jalan dengan tas di punggung nya.

Cukup lama Zain melakukan itu hingga akhirnya langkahnya terhenti di sekitar kawasan perumahan elite di kota itu.

Pertama tama Zain terlihat mengeluarkan apa yang ada di tas yang ada di punggung nya itu.

Dimana itu ternyata berisikan berbagai macam peledak dan juga pistol yang sudah di lengkapi dengan peredam di moncong nya.

Benda benda itu Zain dapatkan di pasar gelap beberapa waktu lalu dengan menguras semua tabungan miliknya, hal itu Zain lakukan demi keberhasilan misi nya kali ini, yaitu untuk membalas apa yang terjadi pada kedua orang tuanya itu.

Kemudian dengan hati hati Zain mulai meletakkan peledak peledak itu di setiap penjuru rumah mewah yang ia datangi saat ini, tanpa di sadari oleh para petugas keamanan yang tengah berjaga di sana.

Setelah semua nya selesai, Zain pun mengatur waktu ledakan dari peledak yang ia taruh sebelum nya dengan waktu 10 menit dari sekarang.

Yang artinya Zain memiliki waktu hanya 10 menit dari sekarang untuk menyusup ke dalam dan membunuh targetnya, sebelum kemudian bom bom itu meledak dan menghancurkan rumah megah tersebut.

"Anggap saja rumah ini sebagai kompensasi atas kalian yang tak bisa mendidik putra kalian."

Setelah mengatakan itu Zain pun langsung menyusup ke dalam rumah mewah itu dengan hati-hati. Bukan karena takut ketahuan oleh penghuni rumah, melainkan pada petugas keamanan yang berjaga di luar.

Sementara untuk penghuninya, tak perlu ia di pikirkan.

Karena sebelumnya Zain sudah mendapatkan informasi jika di rumah megah itu hanya ada Rian seoarang.

Sementara kedua orang tuanya tengah berada di luar, sedangkan para art nya memang tak pernah tinggal di sana jika malam.

.

.

.

Setelah berhasil masuk Zain pun mulai mencari kamar milik Rian, karena hanya dia targetnya.

Tak lama waktu yang Zain butuhkan untuk menemukan kamar itu, karena kebetulan dilantai paling atas dari rumah besar itu hanya ada dua kamar di sana.

Dan itu sudah tentu saja merupakan milik Rian dan kedua orang tuanya.

Jadi Zain hanya perlu memeriksa nya satu persatu di antara kedua kamar itu.

Kamar pertama yang Zain buka, milik kedua orang tua Rian.

Dimana itu Zain ketahui dari foto yang ada di dinding kamar mewah itu.

Sementara pemiliknya entah kemana, karena kini kamar tersebut tengah dalam keadaan kosong.

Setelah itu, Zain langsung bergerak ke kamar selanjutnya.

Dan benar saja di kamar itulah terdapat sosok Rian kini tengah tertidur dengan nyenyak di sana dengan ke adaan kamar tersebut cukup berantakan dengan banyaknya bungkus snack yang berserakan di lantai kamar tersebut.

Melihat itu Zain langsung merubah tatapan nya dalam sekejap menjadi penuh dengan hawa membunuh pada sosok Rian yang tangah tertidur itu.

Kemudian dengan langkah yang senyap Zain pun mulai menaiki tempat tidur itu dan mulai mendekati sosok Rian yang tertidur itu, kemudian langsung menempelkan moncong senjatanya ke pelipis nya.

Tanpa basa basi Zain pun langsung menekan pelatuk senjatanya.

Dor!

Setelah itu Zain pun langsung keluar dari kamar itu untuk pergi dari sana sesegera mungkin. Karena tugasnya telah selesai.

Setelah selesai dengan itu, Zain pun langsung bergegas keluar dari sana karena waktu yang ia miliki di dalam rumah itu hanya tersisa beberapa menit lagi sebelum peledak itu mulai terpicu dan mulai menghancurkan rumah ini.

"Aku tahu ini salah. Tapi aku tetap harus melakukannya. Karena kau sendiri yang telah memaksaku ke titik ini"

.

.

.

Setelah keluar dari rumah itu tanpa terdeteksi oleh para penjaga penjaga disana Zain pun langsung meninggal kan tempat itu tanpa menunggu bom bom itu meledakkan rumah itu.

Setelah ini, Zain berencana untuk juga melakukannya pada semua orang yang terlibat terlibat dalam pembunuhan orang tuanya itu.

Eps.03

Menjelang pagi hari.

Zain pun sudah muncul kembali di pintu rumahnya dengan hanya membawa satu benda kecil di tangan nya tanpa ada lagi peralatan sebelum nya.

Kemudian setelah ia sampai di dalam rumah nya, Zain pun mengeluarkan satu peti mati lagi dan di letakkan nya di tengah tengah peti mati kedua orang tuanya itu.

Selesai dengan itu secara mengejutkan rupanya Zain malah masuk ke dalam peti mati tersebut dan menguncinya dari dalam.

Setelah itu Zain pun nampak mengeluarkan ponsel nya untuk mengirimkan pesan pada seseorang kemudian terlihat senyum kepuasan di bibir nya saat ini sebelum kemudian Zain menekan benda pipih yang ada di tangan nya saat ini dan ....

"BOOOOM!!!!!"

Ledakan memekikkan telinga tiba tiba terjadi di rumah itu yang mana itu adalah ledakan dari bom bom yang Zain tanam di setiap sudut rumahnya dan juga di ketiga peti yang ada di dalam rumah nya itu.

Sehingga kini rumah itu menjadi puing-puing dengan kobaran api yang terus melahap setiap bagian dari rumah itu, sementara untuk ketiga tubuh yang ada di dalam peti itu jangan di tanya lagi.

Karena saat ini ketiganya sudah hancur menjadi serpihan kecil akibat ledakan bom yang tertanam di dalam peti tersebut.

Dan inilah pilihan yang di ambil Zain.

Pilihan yang sudah dia rencanakan sejak ia memutuskan untuk mengambil langkah besar sebelumnya.

Keputusan yang seharusnya tak perlu ia ambil.

Karena masih ada banyak hal baik yang bisa ia lakukan jika tidak mengambil jalan ini.

...

Pagi harinya.

Kota itu di hebohkan dengan terbunuhnya beberapa sosok dalam waktu yang hampir bersamaan.

Dan yang paling menggemparkan adalah, salah satu dari korban itu adalah anggota keluarga William.

Rian William.

Yang bukan hanya menjadi korban biasa seperti lainnya, melainkan juga terkubur dengan rumah megahnya.

Banyak polisi dan berbagai media yang datang ke tempat kejadian untuk memberitakan hal tersebut membuat kejadian itu tersebar ke seluruh penjuru negri.

.

.

.

Mansion keluarga Alexander.

Rina yang baru saja terbangun dari tidurnya itupun terlihat terpaku di tempat nya setelah membaca pesan yang masuk ke ponsel nya.

Dimana pesan itu berbunyi

'Terimakasih untuk semua nya, saya sangat bersyukur bisa mengenal sosok sepertimu di kehidupan ini.

Tapi sayang sekali saya tidak bisa membalas apa yang Ibu berikan dan lakukan untuk saya selama ini, karena setelah ini aku akan menemani kedua orang tuaku.

Tolong maafkan saya Bu, karena pergi tanpa pamit secara langsung padamu.

Saya tahu, seharusnya saya tak boleh melakukan hal ini, dah saya pun sadar jika ini bukanlah pilihan baik untuk saya lakukan.

Tapi, inilah pilihanku.

Selamat tinggal Bu, Terimakasih.

Setelah membaca pesan tersebut Rina semakin mematung di tempatnya untuk beberapa saat, sebelum kemudian sosoknya jatuh tak sadarkan diri.

Dan saat keadaannya itu di ketahui oleh kedua orang tuanya, hal tersebut langsung membuat mereka panik.

Dengan sigap ayah Rina langsung memeluk putrinya seraya memeriksa keadaannya. Sementara Ibu dari dari Rina hanya bisa menangis di samping sang suami yang tengah memeluk putrinya itu.

Yang kemudian raut wajah mereka mulai membaik setelah mengetahui jika putri mereka itu hanyalah pingsan.

Sehingga dengan itu, mereka pun hanya bisa menunggu di sana.

Menunggu Rina sadar untuk menanyakan apa sebenarnya yang telah terjadi.

Satu jam kemudian.

Rina akhirnya sadar.

Beberapa waktu setelahnya, setelah Rina mereka rasa sudah sadar sepenuhnya, keduanya mulai mengajak Rina berbicara.

Namun sayangnya, tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut gadis cantik itu.

Dan itu terjadi seharian penuh, sebelum kemudian tubuh Rina perlahan melemah dan jatuh pingsan kembali akibat tidak makan ataupun meminum sesuatu sebelumnya.

Sehingga setelahnya, dia pun langsung di larikan ke rumah sakit oleh kedua orang tuannya.

Beberapa waktu kemudian, kedua orang tua Rina akhirnya mulai sedikit memahami mengenai apa yang terjadi sebenarnya. Setelah sebelumnya mereka memutuskan untuk memeriksa ponsel Rina yang tergeletak di tempat tidurnya.

Kemudian ayah Rina pun meminta anak buahnya untuk memeriksa Iokasi dari sinyal terakhir yang menjadi pengirim pesan pada ponsel itu.

Yang tak lamakemudian, mereka mendapatkan informasi jika lokasi sinyal itu berada kini sudah menjadi reruntuhan dengan asap pekat yang masih muncul.

Membuat Ayah Rina pun akhirnya mulai paham dengan apa yang terjadi pada putrinya itu.

Di rumah sakit.

"Bisakah ayah mengantarkan aku ke suatu tempat,"

ucap Rina membuka mulut nya secara mengejutkan setelah sebelum nya hanya diam saja.

Membuat ayah dan ibunya langsung tersenyum senang dengan hal itu.

"Kamu mau ayah antarkan kemana sayang?" tanya David Alexander ayah dari Rina.

Tidak menjawab itu, Rina yang masih terlihat lemah itupun hanya menunjukkan alamat yang tertera di ponsel nya itu pada David.

Membuat David hanya bisa mematung di tempat nya saat melihat alamat yang di tunjukkan oleh putrinya itu.

"Sayang, apakah kamu benar benar ingin kesana?" tanya David dengan hati hati.

"Ayah, ada apa?" tanya Rina dengan suara lemah nya pada David.

"Tidak sayang, ayo Ayah akan membawa kamu ke tempat itu."

Tidak tahu harus menjawab seperti apa, akhir nya mau tak mau David pun yang bisa membawa Rina ketempat tersebut meski saat ini ia tengah di tatap dengan penuh intimidasi oleh sang istri yang tidak mau terjadi apa apa pada putrinya itu.

Mengingat saat ini ke adaan Rina sangatlah lemah untuk melakukan perjalan keluar dari rumah sakit.

"Bu, aku mohon," ucap Rina pada sang ibu yang nampak tidak memberikan izin untuk ia melakukan hal itu.

"Baiklah sayang, tapi kamu harus bersama dokter selama perjalanan tersebut dan kamu tidak boleh membuka selang infus yang ada di tangan kamu ini." jawab Ibu Rina pada akhirnya mengalah.

Kemudian setelah itu, Rina dan keluarganya pun keluar dari rumah sakit itu menggunakan mobil mewah milik David yang memiliki ruang yang cukup besar untuk menampung mereka semua di tambah alat alat medis yang melekat di tubuh Rina saat ini.

Se sampainya di lokasi yang mereka tuju, Rina hanya bisa mematung di dalam mobilnya setelah melihat rumah yang sangat ia kenali itu kini sudah tak berbentuk menjadi puing puing.

Akibat nya kesehatannya pun langsung turun drastis seketika dan membuatnya kembali tak sadarkan diri setelahnya.

Membuat David dan istrinya langsung panik dengan itu dan langsung buru buru memutuskan untuk kembali ke rumah sakit.

Tapi sayang, di dalam perjalanan itu ternyata Rina mengembuskan nafas terakhirnya.

Membuat David dan istrinya langsung pingsan seketika, syok dengan apa yang terjadi pada putri tercinta mereka itu.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!