Indonesia
NovelToon NovelToon

Beautiful Secret

satu

🎶 “Oh..oh..oh...

Aku pernah menjadi

yang paling keras jatuh hati

perjuangankan cinta tanpa henti

namun tak semua yang ku ingini

bisa ku miliki

meski patah hati ini.....Meiska(keras kepala)

Hembusan angin semilir disertai teriakan para siswa-siswi yang sedang berkumpul di pinggir lapangan basket..

"Bara!Bara!"teriakan yang didominasi kaum hawa itu terus menggema disepanjang pertandingan.

Hari ini ada pertandingan antar kelas.sebentar lagi adalah HUT SMA Nusantara.makanya SMA Nusantara mengadakan berbagai lomba untuk memeriahkan hari jadinya—diantaranya lomba basket ini.

"Ra,Lo mau kemana?kelas kita main tuh."kata Amel menghentikan sejenak langkah Aira .

"Gue gak minat."jawab Aira cuek sambil terus berlalu meninggalkan lapangan basket.

"Kenapa tuh orang."gumam Amel bingung dengan sikap Aira beberapa hari ini.

"Lagi PMS kali..udah biarin aja.lagi seru nih...nanti kita susul-in."sahut Rea masih tetap fokus menonton pertandingan.

Aira Maulida Khanza_cewek cantik dengan rambut coklat sebahu yang selalu dikuncir cemol dengan poninya menambah kesan cute dan imut.terlihat cantik yang gak mboseni,ada manis-manisnya gitu.tapi sikapnya yang cuek dan judesnya membuat kecantikannya tertutup.padahal kalau Aira mau memoles sedikit saja wajahnya.Beut...aura kecantikan gadis itu akan keluar..yakin dah.

Pertandingan semakin seru dari kelas 12-IPA melawan 12-IPS ...skor tipis mengakhiri pertandingan membuat kelas 12-IPA menjadi pemenangnya—dimana itu kelas Bara and geng.

"Gak apa-apa sayang.kamu tetep hebat kok."Queen menghampiri Arbi,sang kekasih sembari mengulurkan sebotol air minum padanya.

Arbian Naresdra_cowok ganteng dari kelas 12-IPS yang baru saja dikalahkan oleh Bara, sang kapten basket SMA Nusantara.cowok yang tak kalah ganteng dari Bara—nyatanya pernah digilai cewek-cewek SMA Nusantara juga.mungkin karena udah ada pawangnya jadi cewek-cewek sekarang lebih mengincar Bara.penampilan Arbi panggilan akrabnya yang terkesan begajulan dan tengil kalau disekolah sih tapi ada pesona lain yang membuat Queen tergila-gila dengan sosok Arbi yang sekarang jadi pacarnya.tak banyak yang tau kalau sebenarnya Bara dan Arbi adalah saudara sepupu.

Bara Yudatama_most wanted SMA Nusantara ini juga seorang kapten basket.pesonanya tak kaleng-kaleng.wajahnya jangan ditanya lagi,ganteng maksimal dengan postur tinggi 180 cm.bentuk badan yang perfect,sikapnya yang humble,murah senyum dan ditambah lagi statusnya yang masih jomblo membuat cewek-cewek SMA Nusantara berebut mendekatinya.tapi entah kenapa sampai sekarang dia masih memilih tak menanggapi cewek-cewek yang mendekatinya.dan sampai detik ini belum ada yang ia jadikan pacar.

"Main Lo makin oke,Ar."ucap Bara menghampiri Arbi yang masih ditemani sang kekasih,Queen.

"Thanks."jawab Arbi singkat sambil meneguk tandas minuman yang dikasih sang kekasih tadi.

Quuenza_cewek cantik,anak dari keluarga kaya raya.ayahnya seorang pengusaha terkenal di Indonesia.kalau Bara most wanted SMA Nusantara...Queen ini bidadarinya SMA Nusantara.kecantikanya sungguh menyilaukan mata.dengan body gold-nya . membuat cowok-cowok dimabuk kepayang,tapi seribu sayang bidadari SMA Nusantara ini sudah ada yang punya.yaitu Arbian naresdra.

Banyak yang selalu membandingkan Arbi dan Bara dari segala sisi.mulai dari penampilan sampai akademi mereka jadi bahan perbandingan oleh para fans mereka.

Banyak yang bertanya kenapa Queen gak memilih Bara yang sama-sama most wanted seperti dirinya.kenapa malah memilih Arbi yang mereka anggap kualitasnya jauh di dibawa Bara.Ya, walaupun Arbi juga gak kalah ganteng,hanya saja mungkin ganteng Arbi ditutupin oleh penampilannya yang terkesan biasa malah kek gak rapi dan urakan.

Di Kantin sekolah sudah mulai rame siswa-siswi yang ingin mengisi perut mereka setelah tadi menyaksikan beberapa pertandingan yang diadakan sekolah termasuk pertandingan basket barusan selesai.

"Dicariin juga dari tadi."celetuk Rea sambil mendudukkan bokongnya dikursi depan Aira.

Aira hanya menoleh sesaat melihat kedatangan dua sahabatnya itu.

"Lo berdua udah pesen makanan?."tanyanya,sambil menyedot minumannya dengan santai.

"Udah tadi sebelum kesini."timpal Amel menyeret kursi disebelah Rea.

"Sumpah hari ini panas bener."keluh Amel sambil mengibas-baskan tangannya ke udara.

"Iya nih..ungkep banget anjir..mungkin matahari lagi marahan kali ya sama angin."gurau Rea,receh.

"Lha gak sekalian aja marahan sama bulan,re?."sahut Amel menimpali gurauan Rea.

Aira hanya tersenyum garing mendengar obrolan absurd kedua sahabatnya itu.dia lebih fokus melihat beberapa pesan yang masuk di ponselnya.dan ada satu pesan dari seseorang yang membuat Aira mengerutkan keningnya.

{Aku tunggu di taman belakang}

Begitu isi pesan dari seseorang yang baru Aira baca.

"Gue cabut dulu.ada urusan bentar."Aira bergegas pergi setelah mendapatkan pesan itu tanpa menunggu jawaban dari kedua temennya.

"Wah.. benar-benar tuh temen Lo...kita udah cari-cari dia dari tadi,pas ketemu minggat lagi tuh orang."gerutu Amel dibuat bingung dengan sahabatnya yang satu itu.hari ini main kejar-kejaran kayaknya aira.dideketin lari mulu.

Rea hanya mengangkat bahunya tanda dia sendiri juga bingung dengan sikap Aira akhir-akhir ini gampang ngilang gak jelas.

Haii guys...ini novel keduaku ya semoga kalian suka

Ditunggu kritik dan sarannya ya guys.suwun.

To be continued...

dua

 “Episode paling menakutkan adalah saat kamu tidak tahu,kamu benar-benar dicintai atau hanya dijadikan persinggahan ”

  Angin berhembus perlahan menerpa pepohonan yang berdiri kokoh diatas tanah.tampak seorang cowok berdiri menghadap ke arah sebuah kolam kecil yang berada dibelakang sekolah.dengan keringat yang masih membasahi tubuh atletisnya—memejamkan matanya seolah menikmati tiupan angin semilir yang menerpa wajah tampannya.

  "Ada apa?."suara seseorang dari belakang membuyarkan lamunannya.

  Reflek kepala cowok itu menoleh kebelakang.sudut bibirnya sedit terangkat kala melihat seseorang yang barusan ia ajak janji bertemu di sini.

  "Aku nanti akan keluar dengan Rahel.jangan hubungi aku dulu sebelum aku menghubungmu terlebih dahulu."kata Bara, santai menatap kearah Aira yang berdiri didepannya.

 Ya cowok itu adalah Bara dan orang yang dia hubungi tadi adalah Aira.

  Aira hanya tersenyum kecut mendengar omongan Bara yang terdengar seperti minta izin padanya.

  Orang gila mana yang mau keluar sama cewek lain minta izin sama pacarnya??Ya,plot twist-nya mereka adalah sepasang kekasih tapi malah tampak seperti orang asing.entah apa yang terjadi pada hubungan mereka?yang pasti hubungan ini mereka rahasia.

 "Gue mau putus!."ucap Aira,lantang.

 Wajah Bara berubah serius saat mendengar permintaan Aira.ini bukan pertama kalinya Bara mendengar kata "Putus" terlontar dari bibir mungil gadis cantik itu.

Bara mulai melangkah maju mendekati Aira dan berhenti tepat di wajah cantik sang kekasih.perlahan ia mendekatkan wajah ke Aira dan...

Cup!

Kecupan manis Bara sematkan ke kening mulus Aira membuat si empunya berjingkat kaget.meski begitu Aira tak memberontak, reflek matanya terpejam seolah menikmati momen ini.

Aira tak munafik,ada rasa rindu pada sosok yang sedang berdiri didepannya ini dan mengusik relung hatinya

 "Aku gak akan bakalan lama...nanti aku telpon."kata Bara lembut mengalihkan perhatian gadis itu dan tak menanggapi permintaan Aira,lalu pergi begitu saja meninggalkan Aira sendiri disana.

  "Brengsek!."umpat Aira menahan sesak di dadanya.

  Tanpa mereka tau ada sepasang mata yang dari tadi melihat ke mereka dari kejauhan.

***

  TETTTTT....TETTTTT...TETTTTTT

  Suara bel pulang sekolah pun berbunyi.dikarenakan ada acara lomba-lomba menyambut ulang tahun SMA Nusantara jadi tidak ada pelajaran sekolah untuk beberapa hari ke depan.

  "Eh,ada kafe baru lho.kita kesana yuk."ajak Rea pada dua sahabatnya,Amel dan Aira.

 "Boleh juga tuh nongkrong-nongkrong bentar lah kita."sahut Amel,setuju.lagian udah lama juga mereka gak nongkrong bareng.

 "Lo ikut kan,Ra?."tanya Rea pada Aira.

Aira melirik jam ditanganya sebelum menjawab. "Oke deh,gue ikut tapi bentar dong ya...biasa harus masuk kerja gue."ucapnya, setuju.masih ada 2 jam untuk dia bisa hangout bareng dua sahabatnya itu.

 Aira memang bekerja part time di salah satu minimarket dekat tempat rumahnya.

Sebenarnya Aira bukan dari keluarga yang gak mampu.ayahnya seorang dosen disalah satu perguruan tinggi ternama di kota ini.tapi karena sang ayah sudah menikah lagi dan punya keluarga baru jadi Aira tinggal terpisah dengan ayahnya.

Semenjak sang ibu meninggal dunia 3 tahun yang lalu dan setahun setelahnya,sang ayah memutuskan menikahi rekan kerjanya di kampus tempat ayahnya mengajar.

kini Aira tinggal di rumah peninggalan sang ibu bersama adik cowoknya yang masih duduk di bangku SMP.namanya Aldo.meski mereka hidup terpisah,ayahnya masih lancar membiayai kebutuhannya dan Aldo dan sesekali ayahnya datang menjenguk mereka.

Tapi semua sedikit berubah karena kejadian beberapa waktu yang lalu.pertengkaran dengan ibu sambungannya membuat ayahnya marah dan belakangan malah menstop uang kiriman untuknya dan sang adik.

Setelah kejadian itu Aira memilih untuk mencari kerja part time dan tak mengandalkan uang kiriman dari ayahnya.kebetulan waktu itu minimarket milik kang Asep sedang mencari karyawan dan Aira melamar pekerjaan disana dan langsung diterima.

Beberapa saat kemudian.

Akhirnya ketiga gadis itu sampai juga di parkiran kafe yang tadi dibicarakan oleh Rea.

Sesampainya disana,Amel bergegas memarkirkan mobilnya.diikuti Aira yang masih mencari tempat untuk memarkirkan motor bebeknya.

"Wah rame juga ya."gumam Aira yang baru aja memarkirkan motornya—menyusul Amel dan Rea yang udah jalan dulu beberapa langkah didepan.

"Dari depan kayaknya Oke sih nih kafe."timpal Rea ikut mengomentari.

Mereka bertiga memperhatikan sekeliling kafe yang baru buka beberapa hari lalu itu.lalu mereka berjalan masuk kedalam.

Didalam udah rame pengunjung yang rata-rata anak sekolah seperti mereka.kafe yang bernuansa warna coklat itu memang cukup menarik pelanggan dari kalangan anak muda.tempatnya pun cukup strategis dekat dengan sekolah dan berada pinggir jalan besar.dekorasinya pun berbau coklat gitu sesuai dengan nama kafe tersebut "Kafe Newoklat".menu yang disajikan pun kebanyakan menu yang berbahan dasar dari coklat tapi ada juga tambah menu lain yang tak kalah menariknya.cukup enak dibuat tempat nongkrong-nongkrong santai bareng teman-teman kalian guys😁

Saat menunggu pesanan mereka datang tak sengaja mata Rea menangkap sosok yang mirip kapten basket SMA Nusantara,Bara.

"Itu Bars bukan sih?."Rea mengarahkan jari telunjuknya ke meja yang berjarak dua meja dari tempat mereka berada.

Kepala Aira yang tadinya menunduk sontak menoleh ke arah yang dimaksud Rea.

Siirrr..

Seperti ada yang teriris dalam hatinya saat melihat sosok yang udah hampir dua tahun belakangan ini menjadi pacar rahasianya—sedang bermesraan dengan cewek lain tepat didepan matanya.

Kenapa Rea dan Amel biasa saja mengetahui pacar sang sahabat jalan sama cewek lain? jawabnya,karena tidak ada yang tahu kalau Aira dan Bara sedang menjalani hubungan.selama ini mereka backstreet.

Dan Bara-lah yang menginginkan hubungan mereka tak di expose ke publik,dengan alasan agar mereka lebih fokus belajar dan tak mengganggu sekolah mereka,,aneh gak tuh??🤔

"Kalau dari postur tubuh si cewek kayak Rahel gak sih?."Ujar Amel beralih melihat ke arah cewek yang duduk manis di samping Bara.

"Hu.uh kayaknya.. kelihatan banget tuh gelagatnya si uler keket...sok imut tau gak?eneg gue."sinis Rea menatap jengah kearah dua sejoli yang tengah bermesraan itu.

Bara yang menoleh kebelakang,niatnya mau manggil pelayan kafe malah matanya bersirobok dengan mata hitam Aira.

Hanya sekian detik mata mereka saling bertemu sampai akhirnya Aira memilih memalingkan pandangannya.

"Sebenernya Lo anggep gue apa, brengsek?."batin Aira,sesak.

Udah beberapa bulan ini hubungan Aira dan Bara merenggang.Bara sendiri mulai sering ilang-ilangan tanpa kabar tak jelas.kalau disekolah pun mereka jarang bertemu.komunikasi mereka juga sudah tak selancar dulu.membuat Aira makin bimbang dan sering kali meminta kejelasan ke Bara.

Setiap kali Aira meminta kejelasan soal hubungan mereka,Bara selalu berkelit dan berujung pertengkaran diantara mereka.

Karena makin lama hubungan mereka makin hambar tak jelas.akhirnya beberapa waktu yang lalu,Aira minta putus ke Bara.alih-alih mendapatkan respon dari cowok itu—Bara malah menggantung hubungan mereka sampai sekarang.

Entah apa yang terjadi pada cowok itu yang jelas Bara sudah banyak berubah sekarang.mungkin saja dulu Bara mendekatinya karena merasa penasaran atau memang benar cowok itu punya rasa kepadanya.entahlah yang tahu hanya Bara dan juga tuhan.yang pasti kini Aira merasa muak dengan hubungan mereka ini..Aira benar-benar capek dengan hubungan yang hanya dia yang merasa mencintai sendirian.

"Dari tadi Lo kok diam aja sih,ra..sariawan Lo?."Tanya Rea yang merasakan perubahan dari sikap Aira yang belakangan ini cosplay jadi cewek pendiam.

"Lo sebenarnya kenapa sih Ra?belakang ini kelihatan murung banget Lo..Lo ada masalah?."Amel ikut menimpali dan dia juga merasakan perubahan sikap Aira.

"Perasaan Lo berdua aja kali.. gue oke-oke aja."jawab Aira,mencoba bersikap seperti biasanya.

"Biasaan apaan..muka Lo murung terus enge ..fix sih,ada yang Lo sembunyiin dari kita-kita."ucap Amel tak percaya dengan jawaban sahabatnya itu.

Mereka sahabatnya udah dari SMP...Ya kali mereka gak tahu perubahan yang terjadi pada sahabat mereka sendiri.

Aira mencebikkan bibirnya. "lebay Lo berdua."

Aira mengerti kekhawatiran yang dirasakan oleh para sahabatnya tapi Aira tak ingin kedua sahabatnya itu tahu mengenai persoalannya dengan Bara.

Karena tak ingin makin diintrogasi oleh kedua sahabatnya,Aira bergegas pamit dan memang kebetulan waktunya ia harus kerja.

"Gue cabut dulu ya..udah hampir jam 5 nih..nanti gue telat lagi."pamitnya sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.

"Cih..mau kabur Lo."sindir Rea yang tahu Aira sedang menghindar.

"Kabur apaan..orang,gue mau kerja."bantahnya sambil tersenyum kecil.

"Sumpah..gue makin curiga banget sama Lo,Ra."seloroh Amel menatap penuh curiga ke Aira.

"Udah..gak usah ngeliatin gue kayak gitu..hari ini gue yang traktir deh.. kebetulan kemarin gue gajian."hibur Aira agar kedua temennya gak makin resek.

"Waw ..kalau jurus sogokannya udah keluar...gue udah gak bisa apa-apa nih."

"Berasa kere banget gue.. anjir,Lo bayarin mulu."

Aira terkekeh geli mendengar celotehan konyol kedua temennya.

"Ya udah kalau gak mau."Aira pun balas menggoda dua sahabatnya itu.

"Eit..kalau udah diomongi gak boleh ditarik lagi...lo mau mata Lo bintitan ,hah?."sahut Amel.

"Katanya tadi gak mau dibilang kere."sindir Aira,lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya.

"kita kan dikasih bukan minta iya kan Mel."timpal Rea sambil nyengir kuda.

Aira hanya geleng-geleng kepala dan memilih tak meladeni lagi ucapan kedua temennya itu.

"Gue cabut dulu...Lo berdua gak usah buru-buru balik.. nikmatin aja makannya."pamit Aira perlahan meninggalkan kedua temennya,melangkah menuju kasir untuk membayar pesanan mereka.

Bara yang mengetahui kepergian Aira —hanya bisa menatap nanar punggung gadis yang sudah dua tahun ini ia pacari.

To Be Continued..

ketiga

  Pukul 23.00 WIB

  Aira sudah bersiap-siap mau pulang.dia meregangkan sedikit otot-ototnya yang terasa pegal.hari ini minimarket tempatnya bekerja lumayan rame membuat Aira cukup kewalahan.

  "Kamu pulang bareng aku aja, Ra...motormu biar disini..aman kok."kata kang Asep,bosnya.pemilik minimarket tempat Aira bekerja.

  "Gak usah kang...besok bingung aku mau nganter Aldo dan pergi ke sekolah."tolak Aira yang gak mau ribet,nantinya harus bolak balik.

  "Ini udah malem...sekarang banyak begal."kata kang Asep,khawatir kalau terjadi apa-apa dengan Aira di tengah jalan.

  "Insyaallah gak ada apa-apa kang...dari sini ke rumah kan cuma 10 menit."kekeh Aira menolak tawaran Asep. "udah,kang Asep tenang aja.gak usah khawatir."ucapnya mencoba menenangkan sang bos.

  "Ya udah gini aja..rumah kita kan searah tuh...aku akan ngikutin kamu dari belakang."usul Asep tapi malah terdengar seperti keputusan sepihak.kang Asep tetap tak tega kalau membiarkan Aira pulang sendirian.

  "Oke deh..terserah kang Asep aja...makasih ya kang."karena tak ingin memperpanjang perdebatan dengan sang bos akhirnya Aira menurut dan mengikuti keinginan bosnya itu.

Kemudian motor bebek Aira mulai melaju meninggalkan pelataran minimarket disusul motor Asep dari belakang.

Asep mengenal sosok Aira sebagai gadis pekerja keras.setahu Asep,Aira bukan anak orang miskin tapi dari keluarga yang cukup mampu.entah apa yang sebenarnya terjadi antara gadis itu dan keluarganya sampai memilih melamar kerja ditokonya.dan memang kebetulan waktu itu dia sedang mencari karyawan.akhirnya ia pun menerima Aira sebagai karyawannya sampai sekarang.

Selain Aira.Asep punya dua karyawan lagi, bernama Melly dan Bobby.berhubung si Melly dan Bobby udah lulus sekolah jadi Asep menempatkan mereka di shift pagi sedangkan Aira yang notabene masih pelajar,maka Aira dapat slot shift sore.kecuali libur sekolah Aira dapat shift pagi.

Sesampainya didepan rumah Aira

TIIN..

Asep membunyikan klakson motor sebagai tanda pamit ke Aira.dan Aira pun membalas dengan acungan jempol 👍.

Setelah motor Asep hilang di belokan tikungan komplek rumahnya,Aira membalikkan tubuhnya dan perlahan menuntun motornya masuk ke garasi lalu bergegas masuk kedalam rumahnya.

Saat masuk kedalam rumah,hanya kegelapan dan kesunyian yang menyambut kedatangannya.satu lampu neon yang terpasang di dapur terlihat remang-remang , menuntunnya menyusuri setiap ruangan di rumah minimalis berlantai dua itu.

Sampai di undakan tangga lantai dua, ayunan kaki Aira berhenti sejenak.kini sorot matanya menatap pintu kayu yang ada disebelah kanan kamarnya.yaitu kamar sang adik,Aldo.

Ada helaan berat keluar dari mulut mungil itu berharap sedikit mengurangi beban yang tengah ia rasakan.perlahan langkah kakinya terayun kesana.

KRIKET !

Gagang pintu ia putar,dan pemandangan lelapnya tidur adik laki-laki itu membuatnya merasa sedih.

Setelah kepergian ibu mereka,Aldo yang kala itu baru mulai beranjak remaja malah dituntut menjadi mandiri dan dewasa.tak hanya dirinya yang kehilangan kasih sayang orang tua tapi adiknya lah yang juga lebih merasakan kehilangan itu.meski Aldo tak pernah menampakkannya.

Aira cukup bangga pada adiknya itu,karena Aldo tipe anak yang nurut dan gak neko-neko.Aldo sendiri juga cukup berprestasi di sekolah.Aira merasa beruntung bisa mempunyai adik seperti Aldo.

Setelah puas melihat keadaan sang adik.Aira pun melanjutkan kakinya menuju kamarnya. sendiri.

Setelah ritual membersihkan dirinya rampung,Aira pun merebahkan tubuhnya diatas kasur.seperti inilah rutinitas Aira setiap hari.pulang malam dan pagi-pagi sekali harus bangun mengurusi dirinya dan sang adik.

Aira merogoh tasnya yang ada diatas meja.dia mencari ponselnya yang sedari tadi sore tidak dia sentuh sama sekali.

Belum ada beberapa detik menyentuh benda pipih itu—brondongan notifikasi dari mulai WhatsApp,media sosial,dan panggilan masuk pun memenuhi layar ponsel itu.

Dan atensinya terfokus pada puluhan chat dan panggilan tak terjawab dari cowok yang ingin sekali ia hindari sekarang.siapa lagi kalau bukan pacar rahasianya,Bara.

Beberapa saat Aira hanya menatap layar ponselnya itu dan tak berniat untuk membalas chat dari Bara.tentu karena Aira masih jengkel dengan cowok itu.

Karena merasa tubuhnya butuh istirahat, akhirnya Aira mematikan ponselnya dan meletakkan bedah pipih itu ke atas meja nakasnya.tak butuh waktu lama..mata gadis itu terpejam sempurna.

Keesokan harinya..

Aira rapi dengan seragam sekolahnya.kini dia ada didapur sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Aldo, adiknya.menu haru ini cukup simpel,roti panggang dan susu hangat menjadi pilihannya.selain simpel cara membuatnya juga cepet.kebetulan hanya ada bahan ini di dapurnya.stok bahan makanannya sudah menipis.

Sebenarnya kemarin setelah pulang sekolah Aira berniat mau lanjut belanja ke pasar tapi malah diajak nongkrong sama kedua temennya jadi gak jadi deh.mau nolak juga gak enak sama Amel dan Rea,karena dia sudah sering menolak ajak mereka.Ya, sekali-sekali lah rileks dikit—melepas penat.

Niatnya mau nongkrong santai.Eh..malah dapet tontonan nyesek dari pacar sendiri.mau marah tapi kayak udah males aja.mau gimana lagi,semua sudah terlanjur dan kini Aira memilih untuk menjalani hubungan rahasianya dengan Bara,seperti air mengalir...udah pasrah banget lah intinya.

"Mbak,boleh gak aku ikut kerja ditempatnya pak lek Harno?."tanya Aldo membuka obrolan.

Alis Aira sedikit mengeryit. "Ngapain kamu kerja ikut pak lek?uang jajan yang kakak kasih emang kurang?."

Aldo yang ditodong pertanyaan seperti itu oleh sang kakak sedikit gelagapan. "Cukup kok mbak..aku cuma pingin bantuin mbak Aira aja cari uang."ucapnya.jujur.

".. lagian kerjanya cuma bantu potong-in tahu dong mbak..boleh ya mbak?."lanjutnya berharap kakaknya memberi izin untuk ikut bantu-bantu di tempat pamannya.

"Kamu masih kecil fokus sekolah aja.biar mbak yang kerja."ucap Aira yang kurang setuju dengan permintaan Aldo.

"...nanti sekolah kamu keteteran kalau kamu ikut kerja juga.udah fokus sekolah aja.mbak masih mampu kok biayain kebutuhan kita dan sekolah kamu."Aira tetap kekeh tak membolehkan adiknya ikut bantu-bantu ditempat pembuatan tahu,adik dari almarhumah sang ibu.

Mendengar penolakan dari sang kakak,wajah remaja ganteng itu berubah masam.

"Yaa.mbak Aira mah gitu...gak asik."terdengar gerutuan dari mulut Aldo membuat Aira sedikit tak tega.

Huft..

Aira pun menghembuskan nafasnya pelan.melihat wajah cemberut sang adik membuat dia jadi merasa kasihan juga .

"Yaudah kamu boleh bantu-bantu dirumah pak lek Harso tapi.."jedanya. "kalau sampai itu mempengaruhi nilai sekolah kami..mbak gak akan tolerir."ucapnya diselipi ancaman.

"Yes."wajah Aldo langsung sumringah dapet izin dari Aira.

"Tenang aja mbak..gak bakal ganggu sekolahku kok."janjinya pada sang kakak.

Setelah mereka menyelesaikan sarapannya , Aira pun mengantarkan Aldo pergi ke sekolah terlebih dahulu.sebelum dia berangkat ke sekolahnya.

"Belajar yang bener.inget pesen mbak tadi!."ucap Aira memberi wejangan kepada sang adik.

Aldo memanyunkan bibirnya,agak kesel.menurutnya makin lama sang kakak makin cerewet.

"Iya mbak..denger kok.. aku gak budek."jawab Aldo sembari menyalami tangan Aira lalu mulai melangkah menjauh,meninggalkan kakaknya.

"Dasar."Aira menggelengkan kepalanya menatap punggung adeknya itu yang makin menjauh.

Ada rasa syukur yang Aira rasakan setiap kali melihat Aldo tumbuh menjadi remaja yang baik.selain penurut dan tak neko-neko.Aldo juga gak pernah meminta sesuatu yang berlebihan padanya.remaja itu punya perasaan yang cukup peka terhadap kondisi keadaan keluarga mereka.jadi dia lebih bijak dalam bertindak dan meminta sesuatu.dan sekarang Aldo duduk dibangku SMP kelas 8.

Bersambung...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!