..." menuntut ilmu adalah...
...taqwa, menyampaikan ilmu...
...adalah ibadah. Mengulang ulang...
...ilmu adalah dzikir....
...Mencari ilmu adalah jihad"...
...(Imam Al - Ghazali)...
...----------------...
Perkenalkan nama ku Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, umur ku menginjak 24 tahun, aku belajar di Kairo Mesir al az-azhar mengambil jurusan ilmu Alquran.
Dulunya Khalisa di larang oleh umanya untuk menimba ilmu di luar negeri, karena ia anak perempuan satu satunya. nyai Maryam sangat khawatir dengan keadaan sang putri jika ia jauh dengan beliau. Ya. Khalisa adalah anak kedua ia mempunyai abang bernama muhammad Ali Sadikin biasa di sebut dengan gus ali, beliau berumur 28 tahun dan gus Ali juga masih betah sendiri alias single. (siapa yang mau daftar.. hihihi 🤭)
Dengan bujukan kyai Mustofa dan gus Ali, akhirnya nyai Maryam menyetujui untuk melepas putri nya menimbah ilmu di negeri Mesir.
Dan sekarang Khalisa kembali ke tanah air. Khalisa baru saja melaksanakan kelulusannya. Ia sekarang berada di bandara internasional Soekarno-Hatta.
Khalisa melangkah dengan anggun walaupun ia menggunakan abaya dan cadar Khalisa terlihat anggun dan cantik. ia sekarang menggunakan abaya Turki berwarna milo tak lupa juga dengan cadar yang berwarna milo kontras dengan kulit putihnya yang hanya terlihat telapak tangan dan matanya.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di tanah air, gak sabar ketemu abah dan uma" Gumam khalisa ia menggeret 2 koper di kedua tangan nya.
Uma nya sudah memberi pesan bahwa ia akan di jemput oleh supir dan Abdi ndlem bernama Rani dan satu seorang santri agar tidak menimbulkan fitnah. jadi dua laki laki dan satu perempuan yang akan menjemput putri dari kyai Mustofa dan nyai Maryam.
Khalisa yang sudah keluar dari pengambilan koper dan yang lainnya, mencari keberadaan orang yang di suruh untuk menjemput nya.
Khalisa melihat ada papan nama yang bertulisan namanya yang sedang di pegang oleh supir di sebelahnya ada seorang santri dan abdi ndalem Rani.
Khalisa menghampiri mereka dengan menggeret kedua kopernya.
"assalamu'alaikum" ucap salam lembut Khalisa. membuat ketiga orang tersebut melihat ke arahnya.
"masya allah suaranya sangat adem " ucap batin mereka
"Mmm maaf ning Khalisa? " tanya Rani dengan hati hati
Khalisa tersenyum di balik cadar ternyata mereka tidak mengenalinya. ya karena Khalisa sudah lama di Mesir, apalagi Khalisa menggunakan cadar mereka takut salah orang. Lalu Khalisa menganggukkan kepalanya.
"iya mbak. saya Khalisa" ucap Khalisa . Rani yang mengetahui nya langsung mencium tangan ning nya.
Sedangkan kepada supir dan santri Khalisa menutup telapak tangannya di dada tanda ia memberi salam di balas dengan anggukan yang sopan.
"sini ning koper nya, biar saya dan ucup yang bawa koper ke bagasi" ucap supir , ya nama santri yang ikut menjemput Khalisa bernama ucup.
"apa gak ngerepotin? " tanya Khalisa karena kedua koper yang di bawa Khalisa cukup besar.
"mbonten ning gak ngrepotin sama sekali " kata ucup menundukkan kepalanya.
"baiklah, Terima kasih kalau gitu" ucap Khalisa dengan lembut.
mereka keluar dari bandara menuju ke parkirran tempat mobil mereka yang di parkir. Khalisa dan Rani duduk di kursi belakang, sedangkan supir dan santri sedang memasukkan koper milik Khalisa ke dalam bagasi mobil. setelah selesai dengan koper, mereka akhirnya berangkat untuk menuju ke pondok pesantren. mereka membutuhkan waktu selama 3 jam di perjalanan. Dalam perjalanan Khalisa berbincang bersama Rani tentang kemajuan pondok selama ia menimba ilmu di luar.
Bersambung....
...kita punya do'a, Allah punya takdir,...
...kita punya ikhtiar, Allah punya hasil...
..."fa inna ma'al usri Yusra"...
...----------------...
Dalam di perjalanan Khalisa banyak berbincang bersama rani, di sana Khalisa mengetahui bahwa rani masih menduduki kelas Aliyah. perjalanan Khalisa lebih berwarna karena dari Mesir sampai Indonesia ia hanya diam dan kadang kadang membaca buku karena Khalisa pulangnya sendiri menuju tanah air.
Tidak terasa perjalanan yang di tempuh Khalisa menuju pondok hampir tiba, Khalisa melihat pamandangan luar ternyata masih sama sebelum Khalisa meninggalkan tanah air. selama menempuh ilmu dari awal sampai lulus, Khalisa hanya dua kali pulang ke sini, bukannya tidak kangen dengan keluarga nya menurut Khalisa sayang duitnya dan juga Khalisa selama berada di Mesir kerja menjadi staf bagian desain di salah satu perusahaan.
Ya. Khalisa memang menyukai tentang desain desain dari kecil. jadinya ia salurkan ketika berada di mesir. Alhamdulillah nya walaupun Khalisa sekarang pulang ke tanah air, pihak di sana masih bisa menerima Khalisa bekerja walaupun dari rumah. Awalnya ia ingin mengundurkan diri, namun pihak sana memberi pilihan tapi keputusan berada di tangan Khalisa .
Mobil yang di tumpangi oleh Khalisa memasuki gerbang pondok pesantren yang bernama "pondok pesantren al Ikhlas"
Khalisa bisa melihat para santri berlalu lalang di sekitaran sana karena sekarang sudah hampir waktu dhuhur. sedangkan para santriwati berada di sebelah yang hanya berbatasan gedung aula.
"akhirnya aku bisa menginjak di pondok pesantren ini lagi, rasanya kangen melihat suasana Damai seperti ini" batin Khalisa melihat di luar
Mobil melaju dengan sangat pelan karena sudah memasuki kawasan pondok, mobil berhenti di perkarangan cukup luas. Khalisa bisa melihat di depan sana rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga.
Rumah itu adalah rumah Khalisa dari kecil tumbuh sampai sekarang. ya.. rumah dari pemilik Pondok Pesantren ini berada di tengah tengah antara santri dan santriwati. kyai Mustofa dan nyai Maryam sudah menunggu putrinya di luar rumah untuk menyambut anaknya yang baru saja melaksanakan kelulusannya.
Jika kalian menanyakan tentang abang dari Khalisa yang tak lain gus Ali. kenapa beliau tidak menjemput adiknya atau menyambut adiknya di rumah alasannya ialah gus Ali sedang berada di luar kota untuk mengisi ceramah menggantikan abahnya.
khalisa keluar dari mobil dengan gerakan anggun. para santri dan santriwati yang kebetulan berada di dekat kediaman kyai berdecak kagum.
"masya allah ukhti "
"itu ning Khalisa kan? masya allah pesona nya sangat mengagumkan"
"hah! beneran itu ning Khalisa bukannya beliau menimba ilmu di Mesir? "
"ih ketinggalan berita. ning Khalisa sudah menyelesaikan sekolahnya. "
"lihat walaupun ning Khalisa menggunakan cadar, aura nya itu lohh! mahal banget"
Banyak lagi decakan kagum dari para santri maupun santriwati yang melihat ning nya sudah kembali ke pondok.
Balik lagi ke Khalisa. Khalisa berjalan anggun menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menyambut.
Khalisa mencium tangan kedua orang tuanya dengan takzim, nyai Maryam yang tidak bisa Membendung rasa bahagianya akhirnya anak perempuan nya sudah kembali ke tanah air langsung memeluknya dengan erat.
"alhamdulillah nak. kamu sudah kembali dengan selamat. sekarang uma gak akan khawatir lagi tentang keadaan mu yang jauh. " ucap nyai Maryam, sedangkan kyai Mustofa hanya melihat istri nya memeluk erat putri nya memang yang menentang Khalisa belajar di luar negeri ialah istri nya.
"pelukannya lanjut nantik uma, kita masuk ke dalam dulu kasian Khalisa pasti merasa capek dari perjalanan jauh " kata nyai Mustofa
Nyai Maryam yang mendengar penuturan suaminya langsung melepaskan pelukannya ia sampai lupa jika anaknya pasti merasa capek, karena saking senangnya melihat putri nya pulang. Nyai Maryam membawa anaknya untuk masuk ke dalam rumah di ikuti oleh kyai Mustofa.
Bersambung...
...Sesungguhnya kita hidup...
...di dunia ini hanya untuk...
...menunggu dua waktu, yaitu...
...waktu sholat dan waktu kematian...
...----------------...
Nyai Maryam yang mendengar penuturan suaminya langsung melepaskan pelukannya ia sampai lupa jika anaknya pasti merasa capek, karena saking senangnya melihat putri nya pulang. Nyai Maryam membawa anaknya untuk masuk ke dalam rumah di ikuti oleh kyai Mustofa.
Khalisa dan orang tuanya duduk kursi ruang tamu. dua kata yang ada dalam pikiran Khalisa 'tidak berubah' , semua sama terakhir khalisa pulang ke sini . khalisa tersenyum geli ia pikir akan ada perubahan dari salah satunya entah itu tempat kursi atau warna cat.
"kenapa senyum senyum sendiri nduk? " tanya aba Mustofa
khalisa yang ke gep oleh abanya membuat ia salah tingkah sendiri.
"hehehe Khalisa hanya merasa lucu, ternyata tidak ada yang berubah di rumah ini. sampai warna cat nya masih lama" kekeh Khalisa. aba Mustofa dan uma Maryam saling pandang dan ketawa kecil mendengar penuturan dari sang putri.
"memang di sengaja gak di rubah nduk, ini saja sudah cantik " ucap uma Maryam
Khalisa menganggukkan kepalanya, benar apa yang di ucapkan oleh uma nya rumah nya ini sudah kelihatan cantik dan asri.
Khalisa mengedarkan pandangan mencari seseorang yang belum ketemu dengannya waktu ia datang sampai sekarang.
"uma, bang Ali mana? apa ada di pondok? " tanya Khalisa dengan lembut.
"abang mu lagi berada di luar kota nduk, menggantikan abah mu ngisi ceramah " kata uma Maryam hanya di jawab anggukan oleh khalisa.
Tak berselang lama bunyi adzan berkumandang dari masjid di pondok, Khalisa menikmati suara adzan yang berkumandang ia rindu dengan suara dan suasana di sini.
"aba mau ke masjid dulu, jika Khalisa masih capek sholat di rumah saja dulu " ucap aba Mustofa
"iya bah. Khalisa memang capek, Khalisa sholat di kamar saja" tutur khalisa
kyai Mustofa langsung meninggalkan istri dan anak nya menuju ke masjid, nyai Maryam juga akan ke masjid sebelum itu ia mengambil wudhu agar di sana langsung memasuki masjid.
Sedangkan Khalisa langsung menuju ke lantai atas di mana kamar nya berada. rumah kyai Mustofa memang berlantai dua. lantai dua digunakan untuk kamar anak anak nya yang tak lain gus Ali dan ning Khalisa.
Ceklek
"assalamu'alaikum" ucap lirih Khalisa ketika membuka pintu kamarnya.
Lalu Khalisa mendorong koper nya yang berada di depan kamar nya untuk di masukkan ke dalam kamar. ia membuka satu koper dan mengambil baju gamisnya dan yang lainnya. Khalisa ingin mandi karena perjalanan yang dia tempuh cukup lama.
Setelah 20 menit Khalisa mandi membersihkan badan dan sudah rapi dengan baju gamisnya yang berwarna hitam. Khalisa juga mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat dhuhur. ia keluar dari dalam kamar mandi dan menggelar sejadah untuk melaksanakan sholat.
Setelah melaksanakan sholat Khalisa masih duduk untuk membaca al quran sebentar.
.
Sedangkan di posisi kota J tepatnya di sebuah mansion. seorang wanita paruh baya tapi masih kelihatan cantik dan awet muda berbincang bersama suaminya di ruang tengah.
"dad, daddy ingat gak sama sahabat mommy yang bernama Maryam waktu kuliah? " tanya wanita paruh baya yang bernama Yasmin Alvarendra
"ingat, yang anak nya ustad itu ya mom. emangnya kenapa? " tanya daddy suami dari Yasmin yang bernama alex alvarendra
"betul banget dad. Waktu dua minggu yang lalu sebelum mommy ikut ke luar kota sama daddy itu. Mommy kebetulan ketemu sama Maryam di supermarket kebetulan dia ke sini waktu nemenin suaminya mengisi ceramah. Mommy seneng banget tau dad, kan daddy tau kalau mommy hilang kontak sama dia karena HP mommy di rampok waktu di luar negeri. " mommy Yasmin bercerita sangat antusias kepada suaminya tentang pertemuan dia dan sahabat nya.
Bersambung...
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!