...0o0__0o0...
...tema musik romantis mengalun di seluruh ruangan berpadu dengan suara tamu yang saling berbisik tentang betapa serasinya pasangan yang baru saja mengikuti Janji Suci di altar....
...Lora duduk di deretan kursi paling depan mengenakan gaun berwarna krem yang dipilihkan langsung oleh mamahnya....
...Seharusnya ini adalah hari yang membahagiakan tapi di dalam hatinya ada sesuatu yang mengganjal. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata....
...Pandangan mata Lora sedari tadi terpaku menuju ke depan dia melihat pada sosok pria yang kini menggenggam tangan mamanya dengan erat....
..."Rico Fernando Surya" di balik namanya mengandung makna yang tersembunyi, dia kuat berwibawa namun menyembunyikan watak yang buruk....
...Pria itu tampan bahkan jauh lebih tampan di usianya yang sudah menginjak 40 tahun. Usia Rico memang lebih tua dari usia mamanya "Maya Lestari" ibu kandung dari Lora yang usianya masih menginjak 39 tahun....
...Aura maskulin dan pembawaannya yang tenang membuat Riko terlihat begitu berwibawa. Dengan jas hitam yang pas melekat di tubuh tegapnya, Papa tiri Lora tampak seperti pria sempurna yang di idamkan oleh banyak wanita....
...Lora menelan ludah kasar saat Rico menoleh dan tersenyum ke arahnya sebuah senyum Rama, hangat namun....tidak bisa dia Jelaskan oleh kata-kata mungkin karena senyum itu nampak terlalu hangat di matanya....
...Acara yang digelar termasuk cukup mewah banyak tamu undangan yang bersorak bahagia memenuhi gedung pernikahan itu. "Apalagi saat menyaksikan kedua mempelai memulai sesi Kissing"....
...Suara sorak dan tepuk tangan para tamu undangan menggema di digedung itu, seolah mereka ikut hanyut dan bahagia merayakan ciuman pengantin itu....
...Lora memandang pemandangan di depan itu dengan Tatapan yang sulit dijelaskan, dia ikut bahagia melihat Mama'nya menikah. Tapi perasaan di dalam hatinya tidak bisa dibohongi....
..."Kenapa perasaan aku seperti ini ?" Guman'nya pelan bertanya-tanya sendiri. Lora merasa resa dan juga ketakutan tidak mendasar....
...Mulai hari ini Maya dan Rico sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Semua tamu undangan ikut tersenyum bahagia beberapa bahkan ada yang meneteskan air matanya, mereka semua menjadi saksi atas kebahagian kedua mempelai di atas Altar....
...Lora hanya diam di tempat sambil memainkan jari-jarinya Sambil meremas gaun krim yang membungkus tubuh seksinya....
..."Kenapa aku merasa sangat gelisah ?" Guman'nya Lirih. Entah kenapa dia merasa dadanya begitu sesak seolah ada sesuatu yang mengganjal di sana....
...Dia ingin tersenyum dan dia ingin bertepuk tangan seperti para tamu undangan, Tapi hatinya menolak....
...Lora bertanya-tanya dalam hati, "apa ini rasa cemburu ?"....
..."Tentu saja jawaban nya bukan". itu konyol, kenapa dia harus cemburu ?...
...Ini pernikahan mama'nya seharusnya dia bahagia karena mamanya akhirnya menemukan seseorang yang bisa membuatnya merasa dicintai lagi dan menemani kesepian yang selama ini mamanya rasakan....
...Tapi entah mengapa setiap kali Lora melihat Papa Tirinya, Seperti ada sesuatu yang mengusik pikirannya....
..."Aku terlalu banyak berfikir", Guman'nya pelan sambil geleng-geleng kepala....
...Ketika mama dan Papanya berjalan menelusuri lorong setelah upacara selesai. Lora menahan nafas ketika Rico kembali melirik ke arahnya. Tidak lama hanya satu detik tapi itu cukup untuk membuat jantungnya berdegup lebih cepat....
..."Kenapa Dia menatap Ku begitu" Guman'nya membatin....
...Lora bisa merasakan tatapan itu terasa berbeda, seharusnya Rico hanya melihatnya sebagai anak dari istrinya. Seorang remaja biasa, tapi entah kenapa ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat Lora tidak nyaman....
...Tatapan itu seperti menelusuri, seakan-akan ingin membaca sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya....
...Lora buru-buru mengalihkan pandangannya berusaha mengusir pikiran aneh yang mulai memenuhi kepalanya....
...HAHHH..!...
...Lora mendesah kasar, "Ada apa dengan otak ku hari ini ?" Guman'nya bertanya-tanya frustasi....
...0o0__0o0...
...Beberapa jam kemudian, setelah acara resepsi yang di gelar dengan sangat megah. Saat ini Rico dan Maya berdiri di pelaminan, Menerima ucapan selamat dari para tamu undangan satu persatu yang naik ke atas pelaminan secara bergiliran....
...Lora duduk di pojok stan makanan sambil memainkan Garpu di atas piring berisi makanan yang hampir tak tersentuh....
..."Kamu kenapa Ra?" suara seorang wanita menyadarkan'nya dari lamunan'nya. Tante Anggi sahabat mamanya duduk di seberangnya....
..."Tidak apa-apa kok Tan" Saut'nya pelan dengan raut wajah lesu....
...Tante Anggi tersenyum kecil, "kamu pasti merasa canggung ya, sekarang ada Om Rico yang jadi Papa baru kamu". Tebak-nya seakan tau apa yang lagi Lora pikikan....
...Lora hanya mengangkat bahunya sejenak, Lora tidak tahu harus menjawab apa. Canggung ? ada lebih dari itu sesuatu yang Bahkan tidak bisa dia jelaskan....
..."Kamu beruntung loh", lanjut Tante Anggi. Tangannya mengelus lembut rambut Lora....
..."Papa Riko itu pria baik dan Mama kamu berhak mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari sebelumnya". Sambung'nya mencoba memberi pengertian kepada Lora....
...Mendengar itu Lora menelan ludahnya kasar, dia tahu semua orang menyukai Papa Tirinya. Pria itu sopan, penuh perhatian dan memiliki pesona yang sulit diabaikan, tapi justru itu yang membuat Lora semakin gelisah....
...Lora diam tak menjawab, Dia hanya memberikan senyuman tipis pada Tante Anggi....
...Anggi yang paham bahwa Lora butuh waktu untuk menerima semua itu "Kamu makan yang bener, jangan terlalu banyak berpikir. Ucapnya sambil menepuk pelan pundaknya....
...Anggi berdiri dari duduknya "Tante ke depan dulu, mau memberi selamat sama Mama dan Papa baru kamu" Pamitnya sambil tersenyum tipis....
...Lora hanya mengangguk singkat, setelah Tante Anggi pergi. Lora kembali tenggelam ke dalam lamunan'nya, Sampai dia mendengar suara Lelaki memanggil-nya....
...Lora..!...
...Suara berat seorang laki-laki memanggil namanya, Laura mendongak dan menemukan Papa Rico berdiri di samping'nya....
...Dia tidak tahu Sejak kapan Papa tirinya itu berdiri di sana dengan jarak yang begitu dekat. Lora bisa mencium aroma parfum maskulin yang lembut menguap dari tubuhnya....
..."Kenapa duduk sendirian di sini ?" tanya'nya Lembut. Rico duduk di samping samping Lora dengan senyuman lembut....
...Lora menelan ludah Kasar, dia mencoba menata nafasnya yang tiba-tiba terasa tak beraturan. "Aku hanya merasa sedikit capek aja Om", jawabnya....
...Rico hanya tersenyum, senyum itu begitu lembut begitu hangat tapi ada sesuatu di dalamnya yang sulit dipahami oleh Lora....
..."Kenapa masih panggil OM Hem ? Panggil Papa dong Ora". Ucapnya lembut namun mengandung kata tak ingin di banta....
...Lora melirik singkat ke arah Papanya dengan kedua alis terangkat tinggi. "Ora ?" Guman'nya bertanya-tanya dengan wajah bingung....
...Rico tersenyum singkat sambil menatap Lora, "Ya, itu nama panggilan kesayangan dari Papa untuk kamu. Yang sekarang menjadi Putri satu-satunya Papa yang akan selalu Papa sayangi". Jelasnya Lembut....
...Mendengar itu Lora hanya mengangguk kaku "Terimah kasih Papa" Balasnya sambil tersenyum tipis....
..."Sama-sama sayang" Sautnya tersenyum lembut....
..."Kalau kamu merasa capek, kamu bisa naik dulu ke atas, Papa tidak mau Putri kecil Papa ini merasa tidak nyaman". Sambung'nya Lagi....
..."Putri kecil..?" Ulang'nya dalam hati. Kata itu terasa aneh di telinga Lora bukan karena dia tidak pernah mendengar orang menyebutnya begitu....
...Tapi karena cara Rico mengatakan'nya terlewat lembut nyaris berbisik seolah ada makna tersembunyi di baliknya....
...Rico diam-diam mengamati ekspresi Lora "Dia sangat cantik, mengemas-kan seperti boneka hidup" Guman'nya membatin....
..."Aku masih mau di sini" Kata Lora pada akhirnya saat tersadar dari pikiran Buruknya....
...Papa Riko mengganggu pelan "Baiklah, tapi kalau kamu butuh sesuatu bilang ke Papa". Katanya dengan nada lembut....
...Lalu sebelum bangun dari duduknya Rico menepuk pelan punggung tangannya, Di sertai usapan lembut. Hanya sekilas tidak Samapi satu detik....
...Sampai akhirnya Rico pergi meninggalkan Lora yang tenggelam dalam lamunan'nya dan pikiran sendiri....
...Bukan sentuhan yang aneh, biasa saja seperti seorang Papa yang menunjukkan perhatian pada anak tirinya....
..."Kenapa aku merasa aneh dengan sentuhan Papa ?" Guman'nya bertanya-tanya dalam hati....
...Tapi entah kenapa sentuhan itu terasa berbeda bagi Lora, seperti ada sensasi hangat yang menjalar dari kulitnya dan Entah kenapa tubuhnya jadi menegang seketika....
...Lora menggigit bibirnya gelisah, Dia menatap punggung Papa'nya yang berjalan menjauh. "Apa-apa ini ?" Guman'nya Lora bingung sendiri....
...0o0__0o0...
..."Mansion Surya jam 11 malam"....
...Setelah acara resepsi selesai, mereka bertiga memasuki mansion mewah milik Rico....
...Mamanya tersenyum lebar, matanya berbinar penuh cinta saat menatap punggung suaminya yang lagi berjalan di depannya....
..."Akhirnya", desah mamanya Lega. "Mama nggak sendirian lagi merawat kamu Dan sekarang kita punya keluarga baru yang lengkap". Sambung'nya senang sambil memegang erat tangan Lora....
...Melihat mamanya penuh Binar kebahagiaan Lora mencoba menepis pikiran buruk yang ada di otaknya....
..."Semoga Mama selalu bahagia" Bisiknya lirih. Lora harap dengan pernikahan ini bisa menjadi awal baru untuk hidup lebih baik ke depan'nya....
..."Terimah kasih sayang" Jawab Mama Maya dengan senyum yang tidak luntur menghiasi bibirnya....
...Rico menghentikan langkahnya di depan pintu kamar"Ora, ini kamar buat putri kecil Papa" Ucapan'nya sambil mengusap lembut kepala Lora....
..."Kamu masuk, bersih-bersih dan istirahat. Di dalam Sana semua kebutuhan anak gadis Papa sudah terpenuhi dengan lengkap" Sambung'nya menjelaskan panjang lebar....
...Maya menatap haru ke arah Rico, "Terimah kasih Mas, kamu sudah mau menerima Lora" Ucap'nya penuh binar haru bercampur bahagia....
..."Di dalam keluarga tidak perlu ada rasa terima kasih, mulai sekarang Lora dan Kamu akan jadi tanggung jawab aku" Jawab'nya lembut sambil mengelus pundak Maya....
...Rico beralih menatap Lora yang berdiri kaku di samping Mamanya, "Selamat istirahat Putri Kecil Papa". Ucapnya lalu memeluk tubuh Lora lembut namun terasa erat buat Lora....
...Deg..!...
...Jantung Lora mulai berdetak tidak karuan, Rasa was-was mulai menghantui Otaknya lagi. "Terimah kasih Pa, Ora masuk dulu ya" Ucapnya buru-buru menarik diri, Lalu langsung memasuki kamarnya....
...Maya dan Rico hanya terkekeh ringan melihat tingkah Lora yang seperti orang ketakutan itu....
..."Maaf ya Mas, mungkin dia masih belum terbiasa". Ucap Maya merasa tidak enak hati....
..."It's ok hon..! Mas mengerti kok" Jawab'nya Lembut. Maya hanya tersenyum sambil mengangguk mengerti....
..."Sekarang kita harus ke kamar karena aku sudah tidak sabar mengambil jatahku". Bisiknya dengan suara rendah sambil mengecup singkat daun telinga Maya....
...Seketika muka Maya langsung merah padam, Apalagi saat Rico menggendong tubuhnya menuju kamar pengantin Keduanya....
...Jantung Maya berdetak kencang seperti gadis yang akan baru pertama kali melakukan malam pertama saja....
...Maya terdiam syok dalam pelukan Suami barunya itu, Sampai akhirnya mereka memasuki kamar pengantin yang sudah di hias sedemikian rupa....
...Rico mem-baringkan tubuh Maya di atas ranjang yang penuh dengan kelopak bunga mawar merah dan berbentuk Love. Yang ada di tengah-tengah ranjang....
..."Jangan gugup, Mas Akan bermain Pelan, Tapi durasinya yang akan jadi panjang". Bisiknya serak sambil mengukung tubuh Maya yang tergeletak di atas ranjang....
...Maya menahan Dada Rico kalah dia akan melahap Bibirnya. "Mas, Kita bersih-bersih dulu, Aku merasa sangat gerah dan lengket" Ucapnya gugup....
..."Baiklah" Ucap Rico mengalah lalu bangkit dari atas tubuh Maya. Dia langsung meng-gendong kembali Maya ke dalam kamar mandi....
...0o0__0o0...
...Di dalam kamarnya Lora berperang sama pikiran'nya sendiri, Sambil rebahan di atas ranjang king size-nya. Dia menatap ke atas langit-langit platform kamarnya yang nampak begitu indah. Namun pikiran nya berkeliaran kemana-mana....
...Hati Lora masih Gelisah, Perasaan ini tidak bisa dijelaskan. Dia tidak ingin merasakannya tapi semakin ia berusaha mengabaikan semakin kuat rasa itu menghantuinya....
..."Mungkin ini hanya masalah waktu" Guman'nya pelan sambil mengigit kuku jarinya....
..."Aku harap besok akan berjalan Normal" Sambung'nya penuh harap. Dia mencoba menenangkan hati dan pikirannya sendiri....
..."Seiring berjalan'nya Aku pasti akan terbiasa dengan kehadiran Papa Rico, Ya, semoga saja". Ucapnya sebelum menutup matanya menyelami alam mimpi....
...0o0__0o0...
...NOTE : "Perubahan ini tidak akan mengubah Siapa kamu, Kamu masih sama cantik, Masih sama pintar dan masih sangat berharga.Tergantung bagaimana kamu menyikapinya"....
...0o0__0o0...
...Sudah sebulan sejak pernikahan Mama dan Papa barunya, Tapi Lora masih belum bisa sepenuhnya menyesuaikan diri dengan kehadiran Papa tirinya itu....
...Lora masih merasa aneh dan tidak nyaman hidup satu rumah dengan Papa Tirinya dan kini dia memiliki sosok lain yang begitu dominan di dalam mansion ini....
...Setiap Hari Lora harus terbiasa melihat Rico duduk di meja makan, tangan memegang Tablet untuk ngecek pekerjaan'nya sambil menyeruput kopi....
...Lora juga harus terbiasa dengan aroma parfum-nya yang memenuhi udara setiap kali Rico melintas....
...Tapi Bukan itu yang membuat Lora Gelisah, Melainkan tatapan mata Rico yang terasa begitu mengganggu'nya. Tatapan mata yang berbeda setiap kali mengarah padanya....
...Entahlah itu sangat membuat Lora Tidak nyaman dan merasa selalu was-was setiap harinya....
...0o0__0o0...
...Hari Minggu Jam 7 pagi, Lora baru membuka kedua matanya sambil merentangkan kedua tangannya ke atas....
...Hoooamm..!...
...Lora menguap lebar sambil duduk bersandar di ranjang, Mengumpulkan nyawanya yang belum pulih 100%. Ia mencepol asal rambut panjangnya lalu turun dari atas tempat tidur menuju kamar mandi....
...10 menit kemudian, Lora keluar dari kamar mandi dengan wajah segar sehabis cuci muka dan gosok gigi....
...Lora berganti pakaian hot pants pendek dan kaos oblong kebesaran yang menutupi celana pendeknya dan menampilkan paha putih mulusnya....
...Di usia 17 tahun Lora nampak sangat cantik dan sexy, di dukung dengan kulit putih mulus dan body Goals yang membuat siapa saja menatapnya akan terpesona dan tergoda....
...Di balik kecantikan-nya Lora hanyalah remaja polos, bahkan di saat usianya masih remaja....
...Di sekolahnya Lora bahkan jadi Primadona, Banyak dari murid perempuan dan laki-laki yang mengagumi wajah cantik polosnya dan juga tubuh'nya yang menjadi banyak incaran kaum buaya....
...0o0__0o0...
...Tap..! Tap..! Tap..!...
...Suara langkah kaki Lora menuruni anak tangga, Dia membawa langkahnya menuju ke arah dapur. Karena perut mungil'nya sudah keroncong Perlu di isi....
...Saat sampai di dapur Lora terkejut, karena Rico sudah duduk tenang Ruang makan dengan berpakaian santai....
..."Selamat pagi anak gadis Papa", Sapa Rico Lembut dengan tatapan tidak beralih dari tablet yang ada di tangan'nya....
..."Eh, Pagi Juga Papa". Sautnya gugup karena dia merasa tidak enak dengan gaya pakaian yang terlalu minim....
...Tadinya Lora berpikir bahwa Papanya sudah berangkat ke kantor, Namun yang gadis itu dapati Rico malah ngejogrok di ruang makan dengan santai....
...Mata Lora bergerak liar mencari keberadaan sang Mama, Namun Ia tidak menemukan keberadaan-nya....
..."Mama ke mana, Pa ?" tanya Lora sambil berjalan menuju ke arah kulkas untuk mengambil air dingin....
..."Ke supermarket, Katanya mau belanja bahan makanan untuk nanti malam". Jawaban'nya santai....
...Lora hanya mengganggu singkat, Lalu duduk ke ruang makan dan meminum segelas susu. Ia bisa merasakan tatapan sang Papa yang mengarah kepadanya, tapi Ia berusaha untuk abai....
...Lora duduk gelisah sambil meminum susunya, Hingga akhirnya Ia tidak tahan untuk melirik sekilas ke arah Papa Tirinya yang sedang menatapnya....
...Rico menatap Lora bukan seperti tatapan seorang Papa yang melihat anak tirinya, Tapi tatapan itu lebih dalam dan lebih Menelisik....
...Bulu Kuduk Lora terasa berdiri semua, tanpa sadar ia meng-genggam erat gelas yang ada di tangan-nya seolah mencari kekuatan....
..."Papa, Apa ada yang salah ? Kenapa sedari tadi papa melihat ke arahku ?" Tanya Lora memberanikan diri....
...Rico hanya tersenyum tipis sambil menggeleng pelan, "Enggak, Papa hanya berpikir kamu sekarang sudah tumbuh besar ya ?"...
...Rico menatap Lora semakin dalam, "Rasanya baru kemarin pertama kali ketemu kamu dan sekarang kamu sudah tumbuh jadi gadis yang sangat cantik". Sambung'nya lagi....
...Lora terdiam membeku, Ada sesuatu yang Tersembunyi dalam cara Papanya memuji dirinya dan itu membuat nafasnya tercekat....
..."Cantik..!"...
...Kata yang tidak asing terdengar di telinga Lora setiap hari, Namun ketika Ia mendengar Papa Tirinya yang mengatakan. Rasanya begitu berbeda....
..."Papa bisa aja, Aku masih sama aja kok Pa". Ucap'nya pada akhirnya. Lora mencoba mengabaikan debaran aneh di dadanya....
...Rico hanya tersenyum Tipis, lalu melanjutkan ngecek kerjaannya yang ada di tablet....
..."Makan sarapan kamu dan habiskan" Ucapan'nya Lembut namun terdengar tegas di telinga Lora....
...Lora hanya mengangguk singkat tanpa ada niatan untuk menjawab langsung....
...Meskipun Rico sudah tidak menatap'nya lagi, namun Lora masih bisa merasakan bekas tatapan itu melekat di kulitnya. Dan entah kenapa ia tidak bisa menghilangkan perasaan aneh yang tidak boleh tumbuh di dalam dirinya....
...Lora memakan cepet sarapannya, Lalu segera kembali ke kamarnya tanpa sepatah kata seolah ia sedang dikejar-kejar hantu....
...Rico hanya menyeringai Tipis melihatnya dan ia membiarkan putrinya itu lepas dari tatapan mata'nya....
..."Untuk saat ini Aku akan melepaskan Mu Lora, Namun aku tidak bisa menjamin untuk hari Esok". Guman'nya Datar dengan tatapan penuh tanda tanya....
...0o0__0o0...
...Di dalam kamarnya, Lora berdiri di atas balkon. Ia menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, dada'nya masih terasa aneh sejak kejadian di ruang makan tadi....
...Banyak pertanyaan yang bersarang di otaknya, Lora menggelengkan kepalanya cepat, mencoba mengusir pikiran-pikiran aneh yang mulai muncul di otak kecilnya....
..."Mungkin aku hanya terlalu sensitif", bagaimanapun juga dia adalah suami mama jadi tidak mungkin pria itu memandang ku berbeda". Guman'nya mencoba meyakinkan dirinya walaupun ia sendiri ragu....
..."Tapi Kalau tidak ada yang aneh Kenapa sejak awal perasaan gelisah ini selalu menghantui ku". Ungkapnya kembali gelisah....
..."Bodoh amat Lah, Aku Benar-benar pusing terus-menerus memikirkan hal yang sama" Guman'nya geram, lalu masuk kembali ke dalam kamarnya....
...Lora pergi mandi untuk mendinginkan pikiran-nya. Setelahnya ia tetap diam di kamar tidak mau turun sampai sang Mama pulang berbelanja....
...0o0__0o0...
...Jam 1 siang, Lora baru turun dari kamarnya karena hari ini gadis itu ada jadwal les....
...Lora menghampiri sang mama ke dapur untuk mengantar-nya pergi les seperti biasa, namun kali ini Maya tidak bisa mengantar....
..."Ma, Terus aku pergi Les'nya gimana dong ?" Rengeknya sambil mengekori sang Mama yang lagi sibuk memasak di dapur bersama pelayan....
..."Kamu tidak usah khawatir Sayang, sementara biar Papa yang akan mengantar kamu. kebetulan Papa juga lagi free tuh". Balas Maya santai....
..."Tapi Ma, Lora tidak pernah pergi berdua bareng Papa dan Lora merasa tidak nyaman" Ungkapnya mencoba menjelaskan....
...Maya memutar tubuhnya menghadap ke arah Putrinya, "Mulai sekarang kamu harus belajar terbiasa sayang, Karena Mama tidak selalu bisa mengantar kamu" Ucapan'nya mencoba memberi pengertian....
...Sampai akhirnya Lora hanya bisa mendesah pasrah dan mengangguk singkat....
..."Baiklah Ma, Lora mengerti" Jawab'nya Lemas....
...Karena waktunya sudah mepet akhirnya Lora terpaksa mau di antar oleh Papa tirinya. Perasaan tidak nyaman mulai menghantui-nya, Namun gadis itu segerah menepisnya....
...0o0__0o0...
..."Sudah Siap ?" Tanya sang Papa yang sudah standby di samping mobil mewahnya....
...Lora hanya mengangguk singkat, Lalu langsung masuk ke dalam mobil tanpa sepatah kata....
...Mobil mulai melaju dengan tenang tapi suasana di dalamnya terasa begitu sunyi, Lora hanya menatap keluar jendela berpura-pura sibuk memperhatikan jalanan....
...Rico melirik sekilas ke arah Lora, "Apa kamu selalu pendiam seperti ini ?" Tanya'nya tiba-tiba....
...Karena Ini pertama kalinya Lora satu mobil berdua dengan papa tirinya. Biasanya gadis itu kemana-mana akan di antar oleh mamanya....
...Lora menoleh sekilas lalu mengangkat bahunya sekilas, "nggak juga", balasnya singkat....
..."Kamu masih canggung ya, sama papa ?" Tanyanya dengan suara lembut....
...Lora menggigit Bibir bawah'nya gelisah, "enggak..Aku cuma belum terbiasa aja". Cicitnya menjawab dengan suara pelan....
...Rico tertawa kecil mendengar itu, "wajar Ini baru pertama kali Kita pergi berdua"....
..."Maaf, ya Sayang ! Karena Papa sibuk kerja Jadi jarang punya waktu buat kamu" Sambung'nya Dengan raut wajah menyesal....
...Lora mengangguk "Tidak masalah, Lora mengerti kesibukan Papa". Meskipun dalam hatinya ia tahu bukan itu alasan utamanya....
...Mendadak Rico meng-hentikan mobilnya di sebuah lampu merah, Saat itulah Lora kembali merasakan tatapan itu....
...Tatapan yang sama seperti sebelum-sebelumnya yang gadis itu rasakan....
...Deg..!...
...Jantung Lora berdetak cepat....
...''Kenapa Pa ?" Tanya'nya gugup....
...Rico hanya tersenyum tipis, "Nggak apa-apa... Cuma kamu benar-benar sudah besar sekarang"....
...Lagi-lagi kalimat itu yang terlontar. Lora menggigit Bibir bawahnya kembali....
..."Papa sudah bilang itu tadi pagi". Ucapnya Lirih....
..."Tapi Papa baru sadar, Kamu benar-benar bukan anak kecil lagi". Balasnya Santai,...
..."Papa ingat pertama kali ketemu kamu dulu, Saat itu kamu masih pakai seragam SMP dengan rambut di kepang dua". Sambungnya sambil terkekeh ringan....
..."Papa tau aku sejak SMP, Kenapa dulu aku tidak pernah mengetahui-nya ?" Guman'nya bertanya-tanya dalam hati....
...Lora berdehem singkat, ia merasa dadanya semakin tidak karuan....
..."Sekarang aku sudah SMA" Ucap'nya cepat berharap percakapan ini segera berakhir....
..."Tepat sekali" Ucap Rico yang masih menatap ke arahnya. Lalu tiba-tiba.. Ia mengulurkan tangannya dan menyelipkan rambut Lora ke belakang telinganya....
...Gerakan itu begitu tiba-tiba, begitu sangat lembut. Tapi itu cukup membuat Lora terpaku di tempat dengan tubuh kaku....
...Lora meng-genggam sabuk pengaman-nya dengan sangat erat, Seolah menyalurkan rasa tegang yang saat ini ia rasakan....
...MeLihat ke terpakuan Lora, Rico hanya menyeringai dalam hati, Dia segera menarik kembali tangan'nya. Lalu melajukan mobilnya kala rambu lalu lintas sudah berubah hijau....
...Rico mengendarai mobilnya dengan santai seolah tidak ada yang terjadi. Tapi Lora masih bisa merasakan kulitnya panas, di tempat pria itu menyentuh daun telinganya....
..."Kenapa Rasanya seperti ini ? Kenapa Papa bisa bersikap seperti ini ? dan yang paling menakutkan Kenapa ia hanya diam tidak bisa melawan"....
...Guman Lora bertanya-tanya dalam hati....
...0o0__0o0...
...Malam Hari Di Mansion sudah dipenuhi oleh beberapa orang dari kerabat dekat Maya. Di sana juga ada para sepupu Lora yang ikut hadir untuk acara makan malam kecil yang di adakan oleh Mamanya....
...Saat acara berlangsung Lora mencoba menghindari tatapan dari Papa'nya sebisa mungkin....
...Lora menyibukkan dirinya dengan mengobrol bareng sepupunya, ia pura-pura sibuk makan apa saja Asal tidak perlu Bertatapan dengan sang Papa....
...kejadian siang tadi Masih Membekas di benak'nya, Lora merasa sangat tidak nyaman dengan itu semua....
...Namun...Lora hanya bisa memendam'nya sendiri. Lora ingin cerita sama Mama'nya namun gadis itu terlihat takut....
...Lora masih bisa merasakan tatapan itu bahkan saat Rico tidak melihatnya, ia tetap tahu bahwa sedang di perhatikan oleh Papa Tirinya....
...Setiap gerak-gerik Lora tidak pernah luput dari tatapan Elang Rico....
..."Kelinci kecilku yang penakut" Guman'nya membatin....
...Saat Lora berdiri untuk mengambil minuman, saat dia tertawa dengan lebar bareng sepupunya bahkan saat dia menunduk untuk mengambil sesuatu yang jatuh. Semua itu tidak lepas dari tatapan mata Elang Rico....
...Saat Lora melirik ke arah Papa'nya, Bahkan Rico tidak mengalihkan pandangan'nya. Seolah ia tahu bahwa Lora menyadarinya....
...Lora merasa sangat ketakutan, tubuhnya gemetar dan peluh membanjiri dahinya....
..."Kenapa Dia selalu nampak menyeramkan di mata ku ?" Guman'nya membatin....
...0o0__0o0...
...Jam 11 malam, akhirnya acara makan-makan dan kumpul-kumpul itu berakhir juga. Lora langsung lari ngibrit naik ke lantai atas menuju ke kamarnya. Ia merasa sangat tertekan tinggal di bawah terlalu lama....
...Tatapan itu berhasil membuat sekujur tubuh Lora merinding dan bergetar ketakutan....
...Di tempat tidur Lora menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran yang berkecamuk....
...Apa yang sedang terjadi selama sebulan tinggal bersama Papa Tirinya ?...
...Lora tahu, tidak seharusnya berpikir seperti ini. Tapi semakin mencoba mengabaikan-nya semakin kuat perasaan aneh itu menghantui-nya....
..."Huft...!"...
...Lora menghela nafas kasar, "Papa Rico adalah suami Mama, Aku terlalu berpikir berlebihan" Ungkapnya bingung sendiri....
..."Papa Rico seharusnya hanya menganggap Lora sebagai anak tiri tidak lebih, Tapi kenapa tatapan itu terasa begitu..intim ?" Guman'nya bertanya-tanya....
...Lora bergumam frustasi di atas tempat tidurnya, semakin di pikirkan maka semakin jelas terekam di otaknya....
...Lora mencoba menutup rapat-rapat kedua matanya, ia benci situasi ini dan ia benci Perasaan Ini....
...Tapi jauh di dalam Lubuk hatinya. Lora tahu bahwa malam ini adalah pertama kalinya ia mulai melihat Papa tirinya dengan cara yang berbeda....
...Dan itu berhasil membuat Lora Semakin Ketakutan sendiri. Dia terus tenggelam dalam pikiran buruknya....
...0o0__0o0...
...0o0__0o0...
...Hari-hari berlalu dan bulan-bulan berlalu, kini Lora mulai terbiasa dengan kehadiran Papa Tirinya. Kedekatan mereka mulai terasa berbeda tidak seperti sebelum-sebelumnya....
...Di ruang keluarga..! Jam 9 Malam. ...
...Lora sedang duduk di sofa sambil memeluk boneka-nya, ia menonton acara serial drama Korea favoritnya....
...Mama'nya sudah masuk duluan ke dalam kamar karena merasa kelelahan setelah seharian mengurus kantor Baru'nya....
...Kini di ruangan itu hanya ter-tinggal Lora dan Papa Tiri-nya yang duduk ber-sebelahan di atas sofa....
..."Apa yang kamu tonton ?" Tanya Rico tiba-tiba kalah melihat Raut wajah serius Lora....
...Lora menoleh dan mendapati sang papa lagi menyesap kopi Panas-nya dengan santai. ...
..."Drama Korea" Jawab-nya pelan....
...Rico mengangkat alis-nya ke atas penasaran "Drama Korea ?" Ulang-nya. "Memang-nya kamu mengerti sama bahasa-nya ?" Tanya'nya penasaran....
...Lora hanya terkekeh ringan mendengar pertanyaan dari Papa-nya. "Kan ada terjemahan-nya, Pa" Saut-nya dengan tatapan tak lepas dari HP yang ada di tangan-nya....
..."Oh, ya ? Papa baru tahu loh". Ucap'nya dengan raut wajah yang masih penasaran. ...
...Yang hanya di balas deheman singkat oleh Lora karena gadis itu fokus menonton serial drama-nya....
..."Terus Kamu suka nonton drama yang seperti apa ?" Sambung'nya bertanya namun di balik pertanyaan itu terselip niat yang tersembunyi....
..."Tentang serial drama romantis, seperti cinta beda usia". Jawab-nya Santai....
...Mendengar itu Rico menyeringai licik, ia mulai menggeser tubuh-nya lebih dekat. Hingga kini duduk ber-dempetan dengan Lora....
..."Hem..Jadi anak gadis Papa ini suka drama yang seperti itu" Bisik-nya di samping telinga Lora. Dengan suara sensual....
...Deg..!...
...Seketika tubuh Laura menegang kaku, ia merasa sekujur tubuh-nya mulai merinding mendengar bisikan dari Papa Tiri-nya. ...
...Nafas Rico menerpa hangat di telinga'nya dan itu membuat tubuh Lora seketika memanas....
...Lora menoleh ragu-ragu ke arah Papa Tirinya. Hingga kini jarak ke-dua'nya begitu dekat bahkan hidung-nya nyaris ber-sentuhan....
...Wajah Lora seketika memerah seperti tomat dan ia nampak sangat gugup saat di tatap begitu intens oleh Rico....
...Rico menyeringai dalam hati saat melihat raut wajah Anak Tiri-nya. "Mau Lanjut Nonton apa mau lanjut natap Papa Hem ?" Tanya'nya dengan suara rendah....
...Lora seketika mengerjap-kan mata Bulat'nya dengan wajah polos-nya, namun pikiran-nya berkecamuk liar. Menyimpan tanda tanya besar di otak-nya....
..."A_aku Ma_u Lan_jut No_nonton" Jawab-nya gagap....
..."Kalau begitu, lihat HP kamu jangan terus lihatin papa". Ucap'nya sambil memutar ke depan kepala Lora pakai tangan lebar'nya....
...Akibat Kejadian beberapa detik itu membuat suasana seketika jadi Canggung dan hening seketika. ...
...Lora fokus menunduk ke arah layar HP-nya, sedangkan Rico sibuk mem-perhatikan-nya dari samping....
...Hooaamm..!...
...1 jam kemudian, Lora menguap lebar dia berusaha menahan kantuk-nya, karena penasaran sama ending drama yang ia tonton. ...
...Hingga akhirnya rasa kantuk itu tidak bisa di tahan lagi. Lora tertidur sambil duduk bersandar di sofa dengan tangan memeluk boneka dan tangan satu-nya lagi memegang HP-nya yang masih menampilkan serial drama....
...Rico yang melihat Lora tertidur, mengambil hp yang ada di genggaman-nya, lalu mematikan ponsel-nya. Ia menatap lekat wajah cantik Lora sambil menyelip-kan anak rambut'nya ke belakang telinga'nya....
..."Lora, Kamu sungguh sangat cantik sayang, Bahkan mengalah-kan ke cantikan Mama kamu". Ucap'nya sambil menatap mulut Lora yang sedikit terbuka....
...Glek..!...
...Jakun Rico naik-turun menelan ludahnya. Bibir itu terlihat sangat menggoda imannya....
...Rico memandang lekat bibir merah alami Lora dengan jakun naik turun. ...
..."Sial..! bibir itu Rasa'nya memanggil ku untuk mencicipi-nya" Umpat'nya frustasi....
...Tangan Rico terangkat menyentuh bibir Lora yang terasa sangat kenyal dan lembut di ibu jari'nya. Tanpa bisa di tahan ia mendekat-kan wajah'nya ke arah Lora hingga jarak-nya setipis tisu....
...Sedikit lagi Rico bisa merasakan bibir merah ranum yang menggoda itu, namun....suara dari arah belakang menghentikan-nya....
..."Mas.."...
...Maya memanggil Rico dengan suara sedikit keras, ia berjalan dengan mata setengah terpejam karena rasa kantuk masih menguasai-nya....
...Panggilan dari sang istri membuat-nya langsung menarik mundur kepala-nya kembali. ...
..."Pengganggu" guman'nya dalam hati dengan geram....
..."Mas di sini Sayang" Saut-nya Lembut sambil duduk tenang di sofa. Setelah membetul-kan posisi tidur Lora di atas sofa dengan nyaman....
...Maya langsung membawa langkah-nya menuju ke arah suami'nya. Ia angsung duduk di atas pangkuan'nya dengan manja....
..."Kenapa kamu belum tidur Mas?" Tanya Maya dengan suara terendam di ceruk leher'nya dan tangan yang melingkar erat di sana....
...Riko mengelus lembut punggung Maya, "Mas tadi masih menemani Putri kita yang lagi asik menonton drakor" Jawab-nya Lembut....
..."Kamu terlalu memanjakan nya hingga terkadang aku merasa cemburu" Ucap'nya serak sambil terkekeh ringan....
..."Hahaha.."...
...Rico tertawa pelan karena dia tidak mau sampai mengganggu tidur Lora....
..."Kamu ini ada-ada saja sayang, masa kamu cemburu sama Putri kamu sendiri" Balas-nya tak habis fikir....
..."Bercanda, Mas, Aku justru senang karena kamu mau menyayangi Lora dengan sepenuh hati". Ucap Maya dengan tulus....
..."Aku sudah bilang berkali-kali, kamu dan Lora itu dua perempuan yang paling aku sayangi di dunia ini." Ujar'nya. ...
...Maya hanya mengangguk paham....
..."Jadi selagi Mas masih ada, aku akan memanjakan kalian berdua dengan penuh kasih sayang". Sambung-nya lembut, ...
...Namun mengandung arti tersembunyi di balik kata-kata manis-nya....
..."Terima kasih, Mas, Aku tidak salah memilih kamu sebagai suami ku. Aku sungguh sangat beruntung bisa memiliki kamu di hidup aku Dan Lora" Balas-nya dengan mengelus lembut dada bidang Rico....
...Rico memejamkan mata'nya menikmati usapan lembut dari tangan istrinya. "Sayang, kamu membuat Pusaka ku terbangun" Ucap'nya serak....
...Maya terkekeh geli mendengar-nya. "Pusaka kamu memang selalu baperan, Mas" Saut-nya ringan....
..."Sial..!". ...
...Rico mengumpat dalam hati. ...
...Pikirannya jadi liar mem-bayangkan jika yang ada di atas pangkuan-nya saat ini adalah Lora....
..."Sayang..! Mas sungguh tidak bisa menahan lagi" Bisik-nya serak di samping telinga Maya dengan tangan meremas pantat'nya....
..."Ah..!"...
...Rico mendesah lirih. ...
...Saat Maya mulai bergerak pelan di atas pangkuan-nya. Pusaka'nya semakin membengkak di bawah sana....
...Rico yang sudah di kuasai oleh napsu Langsung menarik kepala Maya. Ia menyesap bibir'nya dengan intens, Lembut, lalu berubah menuntut....
...Mmpt..! Mmpt..!...
...Maya membalas ciuman Rico tak kalah brutal-nya, Mereka menikmati perang bibir dan lidah seolah tidak ada yang mau mengalah....
...Suara decapan lidah ke-dua nya memenuhi ruang tengah itu. Maya meliuk-kan tubuh-nya di atas pangkuan Rico dengan tekanan kuat, sehingga mereka bisa merasakan inti tubuh-nya bergese-kan dari luar pakaian nya....
..."Aaaah..Mas Rico..."...
...Maya mendongak-kan kepala-nya ke atas di iringi dengan suara desahan Manja. Saat Rico menelusuri leher jenjang-nya dengan sapuan Lidah Liar-nya....
...Rico menghisap bahkan mengigit kuat leher Maya hingga tertinggal jejak merah di seluruh leher'nya....
..."Enggh..Mas, Ah.."...
...Maya semakin mengerang saat Rico mulai meremas payudara'nya dengan remasan kuat. Maya semakin blingsatan dl atas pangkuan'nya....
...Api gairah membakar tubuh ke-dua nya. ...
...Rico berbisik di telinga Maya dengan suaran rendah serak-nya. "Masuk-kan Dia ke dalam rumah'nya sayang". Di akhiri dengan jilatan sensual pada daun telinga Maya....
...Mendengar bisikan sensual dari Rico, tubuh Maya semakin meremang. Ia menarik ke samping celana dalam-nya sambil mengeluarkan Pusaka Rico dari balik boxer mahal'nya....
..."Ah, Masuk-kan Sayang" Desak Rico kalah Maya mulai mengurut lembut Pusaka'nya. Matanya terpejam dengan mulut mendesah pelan....
..."As you wish honey", Bisik-nya sensual sambil menggesekkan kepala Pusaka-nys pada bagian inti'nya yang sudah basah. Lalu..."...
...Jleb..!...
...Kedua inti tubuh ke-dua nya menyatu dengan sempurna dan Lora yang tertidur pulas menjadi saksi bisu kedua pasutri yang sedang di landa api gairah....
..."Erghhh..!"...
..."Ahhh..!"...
...Ke-dua nya mengerang dan mendesah bersama. ...
...Mereka berdua menikmati penyatuan-nya yang begitu dalam....
..."Ber___" Ucapan Rico terhenti seketika, kalah tiba-tiba mendengar suara Lora....
..."Mama, Papa kalian sedang apa ?" Tanya anak gadis-nya yang masih polos itu dengan wajah ke bingungan....
...0o0__0o0...
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!