Hubungan yang mengharuskan hidup bersama begitu tiba-tiba membuat seorang gadis yang bernama Ariana jadi kalang kabut.Namun sebisa mungkin dia menyelesaikan satu persatu sekalipun berkejaran dengan waktu .
"Terlepas bagaimana awal cara kalian hidup bersama tapi Mama harap kamu tetap melakukan kewajiban mu pada suamimu nanti, kamu paham kan sayang "
Huh !!
Ana menghela napas pelan lalu melanjutkan kegiatan nya ,dia yang biasanya tahu beres kini mulai belajar mengurus semuanya serba sendiri bahkan bukan hanya mengurus diri nya tapi Kanz yang kini sudah menjadi suami nya.
" Apa sudah semua nya " Ana menatap pakaian dan keperluan sekolah Kanz , begitu juga dirinya " Setelah libur selama 3 hari ,besok hari pertama mereka kembali bersekolah dengan status sebagai suami istri.
Perasaan Ana begitu berat ,entahlah dia sendiri tidak tahu dengan perasaan nya. Hingga tepukan halus di kepalanya mengalihkan pandangan nya .
" Abang " Panggil nya pelan .
Cup
Ana mendelikan matanya pada pria itu ,namun dia tidak berani protes entah lah Ana sendiri bingung kenapa dia tidak bisa marah pada pria itu.
" Kamu sejak tadi sibuk " Tanya Kanz mendudukkan dirinya di sofa tepat di samping samping Ana lalu menarik wanita itu untuk duduk di samping nya .
" Makasih ya " Ujarnya tulus lalu memeluk Ana dari samping,awalnya Ana memberontak namun ucapan Kanz beberpa hari lalu terus berputar di kepalanya.
Kita sudah menikah Ariana jadi hal seperti ini wajar , aku tidak akan meminta hak ku padamu sampai kamu siap tapi jangan halangi aku jika melakukan hal-hal seperti ini , begitu juga sebaliknya .
Mungkin kamu belum terima dengan hubungan kita tapi tidak dengan ku ,sejak kejadian malam itu kamu sudah menjadi milikku tanpa ada nya pernikahan sekalipun.
" Nanti Abang periksa lagi keperluan nya " Ujar Ana pelan .
" Nanti kita pergi sekolah nya terpisah kan ? " Kanz mengaguk sebagai jawaban nya " Tapi kamu sama sopir " Jawab Kanz .
" Koh sama sopir " Protes Ana tidak suka .
" Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu sayang " Ana mencibirnya bibir nya kesal , Mulut pria itu semakin lancar memanggilnya dengan mesra .
" Padahal sebelum nya aku selalu membawa mobil sendiri " Gerutu Ana kesal .
" Itu sebelum kamu jadi istri ku, sekarang kamu sudah jadi istri ku " Jawab Kanz tenang .
" Kalau begitu tidak usah jadi istri saja " Kanz hanya menggeleng kepalanya,dia harus memiliki kesabaran yang banyak jika sudah menghadapi Ana mode anak yang tidak di izinkan membeli mainan.
" Mana bisa seperti itu " Kanz menarik hidung Ana dengan pelan tanpa menyakiti wanita itu .
" Kalau aku pakai sopir nanti banyak yang curiga Bang " Ujar Ana takut .
" Kamu pakai sopir baru, tidak perlu khawatir " Ujar Kanz mengerti dengan apa yang di takutkan istri nya itu .
Huh !!
" Kenapa ? " Ana menjatuhkan kepalanya di pundak Kanz " Tidak tahu tapi perasaan ku kaya tidak enak saja " Ana merasakan ke khawatiran yang begitu besar setelah hubungan keduanya resmi,awalnya Ana berpikir mungkin belum terbiasa saja tapi justru perasaan itu semakin kuat .
" Tidak perlu memikirkan apa pun ,kita jalanin saja seperti biasanya jika ada yang menggangu pikiran mu katakan sama Abang " Ujar Kanz pelan .
" Gimana kalau hubungan kita nanti di ketahui pihak sekolah ? " Tanya Ana lurus .
" Itu urusan Ayah dan Daddy " Jawab Kanz tenang .
" Tapi Abang .Huh !! " Lagi-lagi Ana menghela nafasnya berat " Tahu Ah " Ana memilih mengakhiri pembicaraan sebelum nantinya dia makin pusing.
Namun tingkah kecil itu membuat Kanz tersenyum lebar, pria itu baru menyadari sesuatu saat berkumpul dengan teman-teman nya jika semenjak mengenal Ana dia sering tersenyum dan dia akui itu .
" Ayo kita istirahat ,kamu tidak mungkin begadang kan ? " ajak Kanz pelan .
" Abang duluan saja ,aku belum mengantuk " Tolak Ana halus .
" Ayo " Kanz langsung menarik tangan Ana membuat wanita tidak bisa lagi menolak .
" Aku masuk sekolah nya lusa saja ya Bang, kalau kita masuk bersamaan nanti mereka tahu hubungan kita " Ana menatap Kanz mengiba .
" Ariana kita beda tingkat,dari sekian banyaknya orang di sekolah sana mereka tidak ada yang tahu tentang terjadi kemarin kecuali teman dekat kita dan kamu izin nya karena kurang enak badan sedangkan aku urusan keluarga di luar negeri kalaupun kita masuk bersamaan anggap saja itu suatu kebetulan karena kita tidak janjian untuk tidak hadir di sekolah " Terang Kanz panjang lebar .
" Terus kalau guru-guru....." Kanz menangkup wajah Ana gemas " Itu urusan Ayah dan Daddy dan mungkin juga Papa ikut serta ,jadi tidak perlu memikirkan apa pun cukup fokus pada sekolah mu dan Aku suami mu paham " Ana memanyunkan bibirnya kedepan membuat Kanz ingjn menggigit nya .
Huh !!
Kanz menghela napas panjang lalu di hembuskan dengan berat.
" Ayo kita istirahat" Kanz lebih dulu membuang tubuhnya di atas tempat tidur empuk nya sedangkan Ana masih duduk di atas tempat tidur.
Keduanya memilih tidur bersama tanpa ada drama kaya di film-film atau novel-novel lainnya, keduanya sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan yang sehat,toh sebelumnya juga hubungan mereka baik-baik saja .
" Tidur Ana ,aku butuh guling hidup ku " Ana menatap sinis suaminya lalu merebahkan tubuhnya di samping Kanz.
Awalnya Ana menolak karena itu terlalu intim untuk nya namun Kanz berjanji tidak akan melewati batasnya ,belum lagi petuah dari kedua orangtuanya dan juga kakek neneknya, dia harus mulai belajar dengan perlahan Kanz juga sudah berjanji tidak akan melewati batasnya.
" Kenapa Abang tidak beli boneka saja sih " Gerutu Ana kesal ,kini wajahnya sudah berhadapan dengan dada bidang Kanz .
" Kamu boneka nya " Ana hanya bisa mencibirkan bibir nya.
" Besok mau bawah mobil sendiri " Ucap Ana tak terbantah,namun Kanz hanya diam saja hingga Ana mengakat kepalanya menatap ke atas .
Cup
Ana melotot kan matanya tajam lalu memukul dada Kanz dengan pelan .
" Selalu nya " Ujarnya kembali menyembunyikan wajahnya di dada Kanz ,Ana meringis kecil tak kalah merasakan wajahnya terasa panas .
Baru 3 hari hidup bersama Kanz tapi sudah di buat seperti orang gila lalu bagaimana jika hidup dengan seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya mungkin Ana akan seperti orang gila sungguhan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung karya author yang baru ya gays
Like
Comment
vote
Jangan lupa hadiah bunga dan juga bintang ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ 💐😘😘😘
Kehadiran Ana kembali ke sekolah langsung di sambut baik kedua sahabatnya.
" Kangen " Hanum langsung merentangkan tangannya meminta Ana memeluk nya .
" Jangan lebay " Ana menyingkirkan tangan Hanum membuat wanita itu cemberut.
" Gimana ? " Tanya Tasya berbisik.
" Apa nya " Tanya balik Ana bingung .
" Itunya " Ujar nya menaikan kedua alisnya menggoda Ana .
" Tidak usah mikir yang aneh-aneh" Ana menyentil kening Tasya dengan pelan .
" Ana " Panggil Hanum tersenyum kuda .
" Apa ? Kesurupan dari tadi senyum-senyum" Balas Ana ketus .
" Kayanya dia lupa Sya " Tasya mengaguk tersenyum membuat Ana semakin penasaran " Apaan sih ? " Ujar Ana kesal .
Belum juga Hanum membuka suara tiba-tiba ada sebuah mobil yang melewati mereka .
" Suami lo " Bisik kedua nya lalu tertawa melihat wajah kesal Ana ,kapan lagi kan bisa mengejek wanita itu .
" Berisik " Ujar Ana kesal meninggalkan kedua sahabatnya.
" Hei, kenapa kamu meninggalkan kami " Ujar Hanum dan Tasya mengejar Ana .
" Salah sendiri " Jawab Ana di sela langkahnya.
" Koh kita yang salah " Ujar Tasya kebingungan.
" Jangan bahas itu di sini,jujur aku takut orang-orang akan tahu" Ana menghentikan langkahnya membuat kedua temannya pun ikut berhenti " Jadi aku mohon jangan bahas itu lagi " Lanjut nya mengeluarkan isi hatinya.
" Maafkan kami ,kami tidak bermaksud....." Ana menggaguk paham " Aku tahu tapi untuk kedepannya kita harus hati-hati" Ujarnya tersenyum pada Tasya dan Hanum.
" Kamu tidak marah " Ana menggelengkan kepalanya " Aku tidak bisa marah dengan kalian " Jawab Ana , Hanum dan Tasya langsung memeluk wanita itu .
" Ya karena hanya kami temanmu " Ujar Tasya lalu ketiga nya tertawa, namun tawa mereka terhenti begitu saja saat Kanz dan teman-teman nya lewat di samping mereka.
" Gila suami lo, cuek bangat " Bisk Hanum namun di tanggapi senyuman oleh Ana .
" Lebih baik kita ke ruangan , sebentar aku traktir di kantin" Ujar Ana membuat kedua sahabatnya bersorak senang .
🌹
🌹
" Kaku bangat depan istri " Ujar Radit pelan .
" Radit " Tegur Kanz menggelengkan kepalanya pelan .
" Ups ,sorry " Ujar Radit tertawa kecil .
" Lo sudah tahu belum tentang berita akhir-akhir ini " Tanya Faiz pelan .
" Tentang ? "
" Acara sekolah kemarin " Gumamnya pelan.
" Sudah " Jawab Kanz tenang.
" Berita itu masih hangat sampai sekarang, banyak yang mengaitkan dengan tidak kehadiran mu " Ujar Fauzi .
" Biarkan saja, selagi tidak menggangu Ana aku tidak masalah " Jawab Kanz sekenanya,namun justru membuat teman-teman nya menggoda nya .
" Kanz " Keempat pria itu langsung menatap ke sumber suara " Akhirnya kamu kembali masuk lagi " Ujar nya tersenyum hangat .
" Kenapa ? " Tanya Kanz
" Apa ada masalah di organisasi" Lanjut nya menatap Alena .Tapi kalaupun ada pasti ketiga sahabat nya langsung memberi tahu nya .
" Tidak ada,cuma kurang saja kalau tidak ada kamu" Jawab Alena jujur .
Faiz menyenggol lengan Kanz membuat pria itu menatap nya " Kenapa ? " Tanya Kanz .
" Kamu lupa ? " Ujar Faiz ambigu.
" Oh iya ,maaf Alena aku masih ada urusan " Tanpa menunggu jawaban Alena keempat nya langsung pergi begitu saja .
Huh !!
Alena menghentakkan kaki nya kesal " Baru juga masuk ,tapi tidak papa yang penting dia sudah kembali aktif lagi " Ujar Alena tersenyum kuda.
" Gugur satu timbul satu " Ujar Fauzi membuat Radit dan Faiz tertawa .
🌹
🌹
Waktu istirahat tiba sesuai janjinya Ana akan mentraktir kedua sahabatnya namun saat masuk ke kantin tidak sengaja bertemu dengan adiknya .
" Mas " Felan melihat kehadiran Ana langsung menghampiri wanita itu " Gimana keadaan Mba ? " Tanya Felan berbisik.
" Baik ,Gimana keadaan Mama sama Papa ,kalian sehat kan " Felan mengaguk tersenyum .
" Kami semua baik-baik saja " Jawab Felan.
" Syukurlah,mau makan bersama " Ajak Ana dan langsung di tolak Felan karena dia datang bersama teman-teman nya .
" Nanti Mba yang bayar " Felan menaikan jempol nya lalu meninggalkan Ana dengan teman-teman nya .
Ana dan kedua sahabatnya memilih tempat duduk bagian pojok biar mereka berbincang dengan nyaman.
Sambil menunggu pesanan mereka Hanum dan Tasya banyak bertanya tentang kehidupan Ana selama 3 hari ini ,dengan malasnya Ana menjawab pertanyaan mereka satu-persatu sekalipun pertanyaan mereka kadang membuat nya kesal,obrolan itu berhenti saat pesanan mereka tiba .
" Kamu tidak lupakan dengan janjimu " Ana mengakat kepalanya menatap Tasya.
" Dari tadi kalian membahas janji terus ,janji apa sih ? " Ujar Ana heran,karena memang dia benar-benar lupa .
" Kamu akan mengabulkan satu permintaan kami jika sampai kamu itu dengannya " jawab Hanum membuat Ana tersedak makanannya sendiri.
Uhuk ....uhuk ....uhuk ....
" Pelan-pelan Ana " Ujar Tasya menggeser gelas minuman pada Ana .
" Kapan aku mengatakan itu ? " Tanya Ana sedikit meninggikan suaranya.
" Katakan Tasya kapan dia mengatakan itu " Dengan gaya pelan Tasya mengeluarkan ponsel nya lalu mendekatkan kuping Ana biar hanya wanita itu yang mendengar nya .
" Cukup " Tasya menarik ponselnya lalu kembali memasukkan dalam saku rok nya. " Jadi Gimana ? " Ujarnya tersenyum jahil .
" Kenapa kalian menanggapi nya dengan serius padahal aku hanya bercanda " Ujar Ana kesal bahkan dia sampai membanting garpu nya karena kesal.
" Tapi sayang nya kita serius " Jawab Hanum di setujui Tasya .
" Memang apa yang kalian inginkan ? " Ujar Ana melemparkan tatapan tajam pada kedua sahabatnya .
" Liburan " Jawab kedua bersamaan.
" Jangan ...." Ucapan Ana terhenti saat seseorang menghampiri mereka .
" Boleh gabung " Tasya langsung menggeser tubuhnya saat tahu siapa yang mendekati mereka .
" Boleh kak " Jawabnya bahkan Tasya sampai membersihkan tempat duduk untuk Kanz .
" Tidak usah berlebihan" Cibir Ana kesal namun di tanggapi senyuman oleh Tasya .
" Kenapa duduk di sini ? Kan masih banyak yang kosong " Ana menatap sekeliling kantin dan sialnya tidak ada yang kosong.
" Meja ini terlalu luas untuk kalian bertiga " Jawab Kanz tenang .
" Tapi tidak juga harus di sini " Jawab Ana cemberut .
" Tenang saja Bu ketua semua aman ,di sini bukan hanya kalian tapi ada kita " Ujar Radit menenangkan.
Huh !!
" Sudah pesan makan belum ? " Tanya Ana pelan .
" Belum , pesan kan boleh ? " Ana mendengus kesal namun dia tetap berdiri .
" Sudah di pesan sama Faiz " Ujar Kanz tersenyum pada Ana .
" Suka betul bikin kesal " Ujar Ana kembali duduk.
" Enak ya kalau pacaran halal " Ujar Hanum menatap Kanz dan Ana bergantian.
" Iya bikin iri saja " Timpal Fauzi .
" kalau mau kalian tinggal ikuti cara mereka " Ujar Radit menatap kedua manusia yang duduk di depannya.
" Sembarangan" Jawab Hanum dan Fauzi bersamaan.
Ketenangan mereka tiba-tiba terganggu saat kehadiran seseorang yang tidak mereka harap kan terlebih Kanz dan teman-teman nya karena merusak momen.
" Boleh gabung tidak ? " Izinnya tersenyum ramah lalu menatap ke arah Kanz .
" Boleh Kak " izin Ana tidak keberatan .
" Makasih Ana " Jawab nya tersenyum.
" Maaf ,Faiz kamu bisa geser ada yang aku bicarakan sama Kanz tentang organisasi" Ujar Alena berdiri di samping Faiz .
" Ini kantin untuk makan bukan untuk bahas organisasi,kalau mau bahas ya nanti rapat " Diam-diam Kanz tersenyum mendengar ucapan sahabat nya .
" Di sini saja Kak " Ujar Ana tak enak ,namun cekalan tangan Kanz mengurungkan niat wanita itu .
" Duduk di situ saja, kosong" Tunjuk Faiz di sebelah Tasya .
" Iya kakak di sini saja " Tasya menggeser duduknya mempersilahkan Alena untuk duduk .
Mau tidak mau wanita itu duduk di samping Tasya tapi matanya sesekali mencuri pandangan ke arah Kanz .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebulan sudah Kanz dan Ana hidup bersama,sejauh ini kedua nya terlihat baik-baik saja bahkan hubungan keduanya semakin erat beda pertama nya tinggal bersama .
Ana tengah membereskan pakaian Kanz , tiba-tiba saja pria itu mengajaknya untuk menginap di rumah orang tuanya dan tentu saja Ana senang, setelah sekian purnama akhirnya Kanz mengajaknya untuk menginap di rumah orang tua nya .
Dia sudah merindukan penghuni rumah itu sekalipun setiap hari mereka melakukan panggilan video tapi itu tidak cukup untuk Ana.
Tok ....tok ....
" Mba " Panggil dari arah pintu.
" Masuk Dek " Ujar Ana sedikit berteriak.
Tidak berselang lama pintu kamar terbuka menampakkan adik iparnya tapi lucu nya hanya kepala saja .
" Masuk Dek " Ujar nya tersenyum,Zahra membuka lebar pintu kamar Kanz yang kini di tempati bersama Ana .
" Kata Abang ,kalian mau tidur di rumah Mama Aisyah " Zahra di minta oleh kedua orang tua Ana untuk memanggil mereka sama dengan Ana .
" Iya, Mba juga kaget " Ujar Ana bingung namun wajahnya terlihat begitu senang .
" Berarti Zahra sendiri dong ,lama tidak ke sana nya ? " Rengek nya ,Zahra yang sudah terbiasa bersama Ana merasa kosong jika tiba-tiba mereka pergi.
" Hm, kalau itu terserah Abang" Jawab Ana tersenyum.
" Semoga saja tidak lama " Cicit Zahra sambil menatap Ana yang sudah selesai menyusun pakaian yang akan mereka bawah .
🌹
🌹
🌹
" Kata Zahra jangan lama di sana ? " Kini Kanz dan Ana sudah di perjalanan menunju rumah orang tua nya.
" Hanya 2 malam saja ,tidak papa kan ? " Ana mengaguk, jangan kan dua malam 1 hari saja Ana sudah bersyukur. Karena biasanya dia hanya berkunjung saja itupun hanya sendiri dan pulang akan di jemput oleh Kanz jika pria itu sudah tidak sibuk.
" Mau singgah beli sesuatu dulu ? " Tawar Kanz menatap Ana.
" Langsung saja ,tadi juga Bunda sudah membungkus kan beberapa makanan untuk di bawah " Jawab Ana tersenyum.
" Sudah selesai tamu nya " Ana langsung menatap Kanz kaget " Sudah ,kenapa ? " Kanz menggelengkan kepalanya pelan matanya tetap fokus ke depan .
Awalnya Ana sudah mulai takut jika dia benar-benar hamil di mana sudah telat 3 hari, karena jujur dia belum siap terlebih statusnya seorang pelajar dia masih ingin fokus dulu menyelesaikan masa sekolah nya tanpa harus terhalang oleh kehamilan nya .
Apa aku harus melakukan lagi Batin Ana terus menatap Kanz .
Bukan nya Ana tidak tahu karena memang Mama Aisyah selalu memberikan wejangan pada nya ,namun Ana masih takut-takut untuk melakukan nya padahal mereka bisa melakukan dengan pengaman.
Ana memalingkan wajahnya ke arah luar , tiba-tiba saja perasaan nya tidak tenang , padahal Kanz hanya menanyakan tamu bulanan nya tapi kenapa dia jadi takut .
Astaga Ana batin Ana kesal .
" Kenapa ? " Ana menatap ke arah Kanz " Kamu terlihat gelisah,jika ada yang menggangu pikiran mu katakan saja " Nyata nya pria itu peka sekalipun mata nya fokus kedepan .
" Tidak Bang " Jawab Ana pelan .
🌹
🌹
🌹
Kehadiran keduanya langsung di sambut oleh Aisyah, melihat mobil menantu nya membuat senyum wanita itu semakin lebar .
" Kenapa lama sampai nya ? " Ujar Aisyah saat Ana dan Kanz sudah di depan nya .
" Macet Ma " Ujar Kanz mencium punggung tangan Aisyah lalu gantian dengan Ana.
" Dari Bunda " Aisyah menatap tangan Kanz " Astaga kenapa harus repot-repot segala sih " Ujarnya menerima bawaan yang di berikan Kanz .
" Nanti Mama hubungin Bundamu " Ujar Aisyah lalu meminta ke-dua nya untuk masuk .
" Sudah datang " Ana langsung memeluk nenek nya dengan erat setelah itu gantian pada kakek nya .
" Ana kangen " Rengek manja .
" Nek " Kanz mencium punggung tangan wanita yang sudah tidak muda itu lalu berjalan ke arah pria yang ada di samping nya .
" Gimana sehat kan ? " Tanya nya pelan .
" Sehat Kek, Kakek juga sehat kan ? " Tanya Kanz balik .
" Sehat Nak " Jawab nya sambil menepuk pundak Kanz .
" Papa sama Felan mana ? " Tanya Ana ,wanita itu masih berada dalam pelukan kakek nya .
" Adikmu seperti biasa main Game ,kalau Papa mu lagi mandi baru pulang dari main sama teman-teman nya " Jawab Aisyah tersenyum.
" Kalau gitu Ana sama Kanz ke kamar dulu ya " Izin Ana pelan .
" Ya ,nanti Mama panggil kalau sudah waktunya makan " Ana mengaguk tersenyum" Ayo bang " Kanz langsung mengikuti langkah Istri nya itu .
" Welcome " Ana membuka lebar pintu kamarnya mempersilahkan Kanz untuk masuk " Ini kamarku " Lanjut nya tersenyum.
" Jelek sekali kamarmu " Ujar Kanz tersenyum karena ini pertama kalinya dia masuk dalam kamar wanita itu .
"Sembarangan " Jawab ana cemberut,
" Abang istirahat saja dulu ,aku bereskan dulu pakaian Abang " Lanjut nya pelan .
" Kenapa kamu bawah banyak sekali " Tanya Kanz tanpa mengalihkan pandangannya dari Ana .
" Biar nanti kalau kita menginap lagi kita tidak bawah pakaian lagi " Jawab Ana mulai mengeluarkan pakaian Kanz dari tas nya .
" Abang istirahat saja ,nanti setelah ini aku mau bantu Mama di dapur " Ujar Ana .
" Abang mau selesai kan tugas saja " Ujarnya berjalan ke arah meja yang seperti nya meja belajar Ana ..
" Mau di buatkan jus tidak ? " Tawar Ana .
" Boleh " Jawab Kanz .
Setelah menyelesaikan urusannya dikamar Ana langsung meninggalkan Kanz sendirian di kamar .
" Mama " Panggil Ana pelan .
" Mau minum ? Kenapa tidak minta tolong sama bibi saja " Ujar Aisyah lembut.
" Mau buatkan jus untuk bang Kanz sekalian mau ngomong sesuatu sama Mama " Aisyah mengerutkan keningnya " Tentang ? " Tanya Aisyah penasaran.
" Aku buat dulu jus baru ngomong sama Mama " Aisyah semakin di buat penasaran " Ngomong saja Mba " Ujar Aisyah tak sabaran .
" Nanti saja ,kalau sudah selesai bikin jus biar enak ngobrol nya " Ujar Ana tersenyum geli karena tingkah Ibunya yang tidak sabaran.
" Tentang apa ? " Aisyah semakin tidak sabar membuat Ana tertawa keras .
" Nanti Mama " Ana meninggalkan Aisyah yang sibuk mengurus makan malam, sedangkan dia ke arah lemari pendingin.
" Kalau Mba belum mau cerita tidak usah ngomong lebkh awal " Ujar Aisyah kesal .
" Anakmu baru datang tapi kamu sudah memarahi nya " Kedua wanita itu menatap ke sumber suara .
" Papa " Ana langsung berdiri berlari ke arah Felix .
Hap
Felix dengan sigap menangkap tubuh Putri nya " Astaga kamu membuat Papa jantungan " Kelakar Felix membuat Ana tertawa .
" Ana kangen sama Papa " Ujarnya jujur.
" Papa lebih merindukan kamu sayang " Jawab Felix mengelus punggung Ana .
" Kalau Kanz melihat mu seperti itu pasti dia akan menyesal telah menikahimu, cepat sana buatkan jus nanti suamimu menunggu lama " Ujar Aisyah masih kesal .
" Kamu berulah lagi " Ana menggelengkan kepalanya lalu menatap Aisyah" Mama lagi kepo dengan urusan rumah tangga ku " Jawab nya tertawa kecil.
" Anak ini " Felix menurunkan tubuh Ana lalu mengacak rambut nya dengan pelan.
" Papa mau di buatkan juga jus ? " Tanya Ana lembut .
" Memang kamu bisa " Ana menggaguk tersenyum" Bunda Risna mengajari ku dengan baik Pa " Ujarnya sombong, namun itu membuat Felix senang.
" Boleh " Jawab Felix menarik kursi untuk duduk .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!