Indonesia
NovelToon NovelToon

Istri Kedua Mafia Bos

Bab 1 Musuh Bebuyutan

Di Itali ada dua klan mafia yang terkenal tidak pernah akur apalagi bersahabat. mereka sama-sama berbahaya. memiliki bisnis besar dan pengaruh di dunia politik Itali. bebas berkeliaran membaur dengan masyarakat biasa. target mereka bukan orang-orang di jalanan yang lemah dan tidak mengerti apa-apa, target para mafia itu adalah juga mafia yang menjadi musuh mereka. terkadang juga mereka meneror pejabat yang menyebalkan dan seenaknya menentukan peraturan sehingga membuat rakyatnya kesusahan.

Salah satu klan mafia itu adalah Cruise Family. di pimpin oleh Gilian Cruise yang memiliki dua orang anak lelaki, si sulung berusia tiga puluh tahun bernama Marvel. lalu Piere ia putra kedua atau si bungsu keluarga Cruise berusia dua puluh empat tahun.

Musuh mereka dari klan Calogero, ia memilik dua anak Frederick dan Isabella Calogero. Frederick membantu ayahnya terlibat dunia hitam sementara Isabella ia adalah calon dokter bermasa depan cerah. Ia tidak terlibat dengan dunia mafia seperti ayah dan kakaknya.

Kedua klan mafia itu di kenal tidak pernah akur, meski bisnis Calogero tidak sekuat dan sebesar Cruise tapi ia juga menguasai dunia bawah tanah dengan hasil pabrik mereka .

Di malam yang menggemparkan Italia, Cruise menyerang markas Calogero dengan mendadak dan berhasil menghancurkan mereka. banyak anak buah Calogero yang mati dan pimpinan mereka terluka parah. di tengah kekacauan itu Isabella yang merupakan putri Calegaro lenyap entah kemana.

***

Marvel membuka kemejanya, darah segar nampak mengalir dari lengan atas sebelah kanan. ia terkena tembakan tadi ketika menyerbu markas musuh. tenaga medis sedang mengobati luka Marvel.

dokter Luca, ia adalah dokter yang menjadi andalan di keluarga Cruise bisa di bilang ia adalah dokter pribadi keluarga itu.

"Kau akan baik-baik saja dalam waktu tiga hari" kata dokter Luca pada Marvel.

Marvel hanya terdiam datar, tidak kesakitan tidak juga mengeluh. luka macam itu sudah sangat biasa bagi dirinya.

"Matteo bagaimana ayahku apa dia baik-baik saja?" tanya Marvel pada asistennya Matteo yang berdiri tidak jauh darinya.

"Tuan besar baik-baik saja tuan"

"Baiklah aku pergi" kata dokter Luca setelah selesai mengobati luka di tubuh Marvel.

Setelah dokter Luca pergi, Matteo mendekati bosnya dan berkata sesuatu.

"Bos bagaimana dengan gadis itu?".

Marvel terkejut ia berbalik menatap asistennya.

"Gadis apa?"

"Anak buah kita membawa salah satu putri keluarga Calogero, ia jadi tawanan dan berada di markas sekarang"

"Nanti aku akan melihatnya" kata Marvel tidak berminat.

Matteo segera pergi ketika seorang wanita memasuki kamar Marvel, ia adalah Vivian istri Marvel. Wanita cantik itu duduk di tepi ranjang mengamati luka di lengan Marvel.

"Untung kau tidak mati" kata Vivian enteng.

"Tutup mulut mu!" kata Marvel kesal.

Vivian tertawa ia memeluk Marvel sejenak lalu berdiri meraih kemeja Marvel yang penuh darah. ia meminta maid untuk menyingkirkan kemeja itu.

"Kapan kau kembali dari liburan mu?" tanya Marvel sembari meraih sebatang rokok dan menyulutnya.

"Baru saja lalu aku mendengar kau terluka jadi aku segera melihat mu, aku mencemaskan mu kau tahu?" kata Vivian sembari tersenyum lebar.

Marvel dan Vivian memang menikah dan berstatus suami istri, tapi mereka tidak saling mencintai. keduanya menikah karena ikatan bisnis dan politik. ayah Vivian adalah pejabat penting di Itali jadi untuk meraih kedudukan itu ia di bantu Gilian yaitu ayah Marvel. sementara itu ayah Vivian membantu melancarkan bisnis keluarga Cruise dengan memudahkan izin import keluar negeri. sebagai perjanjian agar tidak saling mengkhianati lalu mereka menikahkan Marvel dan Vivian sebagai jaminan.

Marvel sendiri ia adalah sahabat kecil Vivian. ia tau semua tentang wanita itu termasuk pria mana yang di cintai Vivian. Marvel tidak pernah menyentuh Vivian ia juga tidak melarang Vivian menjalin hubungan dengan pria yang di cintainya. tahun ini Marvel dan Vivian berencana mengakhiri pernikahan mereka tapi Vivian ingin Marvel mendapat ganti dirinya, paling tidak Vivian ingin melihat Marvel jatuh cinta dengan seorang gadis dan berbahagia nantinya.

Bab 2 Gadis bermata Indah

Marvel berjalan menyusuri markas di kawal Matteo, beberapa anak buah yang terlihat sedang bersantai langsung berdiri dari duduknya dan bersiaga karena bos datang. mereka menunduk ketika Marvel berjalan di depan mereka.

"Silahkan tuan, dia ada di dalam" kata Matteo yang membuka kunci pintu sebuah kamar yang terletak di lantai tiga mansion yang menjadi markas mafia Cruise.

Pintu terbuka, Marvel berdiri menatap seorang gadis yang duduk bersandar dinding menekuk kedua kakinya. sepasang mata menatap Marvel dengan polos. mata yang indah, sejenak pikiran Marvel tidak fokus karena gadis di hadapannya.

Marvel berjalan perlahan mendekati gadis itu, ia berjongkok dengan kasar meraih dagu gadis itu. wajah cantik itu menatap Marvel dengan ketakutan.

"Hmm menarik sekali siapa namamu?".

Gadis itu terdiam tidak mau menjawab pertanyaan Marvel.

"Bebaskan aku dari sini! aku tidak mau berada bersama penjahat kejam seperti kalian!" kata si gadis ketus.

Marvel terkekeh geli,

"Sepertinya kau lupa jika ayah mu juga penjahat" kata Marvel.

"Jangan berani menyamakan ayah ku dengan mu!"

Marvel terdiam melihat gadis itu mengamuk dan memakinya. ia bukannya marah tapi justru terpesona dengan kecantikan bidadari di hadapannya. Marvel bukannya tidak pernah melihat wanita yang lebih cantik dari gadis di hadapannya itu tapi ada sesuatu yang berbeda, mata indah dan kepolosan gadis itu seperti menghipnotis Marvel.

"Sekali lagi aku bertanya, ayah mu memberi mu nama siapa?"

Gadis itu terdiam menatap Marvel lalu memalingkan wajahnya dengan kesal.

"Isabella!"

Nama yang indah, sama seperti orangnya...

Marvel tersenyum samar, ia lalu berdiri dan berjalan pergi begitu saja meninggalkan Isabella yang tetap menjadi tawanan dan di kurung di kamar itu.

"Biarkan dia, jangan ada yang mengganggunya!" kata Marvel memperingatkan Matteo.

"Baik tuan"

Marvel berjalan menuju lantai utama, ia berdiri di dekat kolam ikan memberi makan peliharaan kesayangannya. ikan-ikan koi mahal yang di impor dari China. jika ada ikan itu mati satu ekor saja maka Marvel dengan kejamnya akan menembak satu anak buahnya karena tidak becus menjaga peliharaan kesayangan bos.

"Tuan, sejak satu Minggu lalu tuan Piere belum pulang. tuan besar meminta anda mencarinya" kata Matteo.

"Apa dia anak bayi sampai aku harus mencarinya?! memangnya membuat ulah apa lagi dia?"

"Tuan Piere membawa banyak uang hasil impor barang kita. ia menggunakannya untuk berju*i lalu kalah"

Marvel terdiam, dengan tenang ia masih memberi makan ikan-ikannya. sementara Matteo terlihat cemas. bisa saja Marvel kali ini akan menghabisi adiknya sendiri. hubungan kakak beradik itu memang tidak berjalan baik. Marvel sebagai putra sulung mengemban tanggung jawab besar dari ayahnya sementara Piere di biarkan hura-hura tidak jelas tanpa tanggung jawab apapun pada anggota mereka atau bisnis keluarga mereka.

"Seret dia dan bawa padaku" kata Marvel dingin.

Matteo mengangguk samar, mengerti perintah bosnya dan bergegas melaksanakannya.

***

Marvel duduk menikmati minuman di bar ruang bawah tanah. tidak berapa lama terdengar kegaduhan. Marvel sudah hapal betul suara siapa yang membuat kegaduhan itu. jelas itu adalah Piere.

Brugh!

Matteo menghentak tubuh Piere hingga terjatuh di hadapan Marvel.

"Kakak macam apa kau ini? kenapa kau meminta mereka memukuli ku seperti ini?!" kata Piere tidak terima dirinya di pukuli anak buah kakaknya.

"Berhentilah menjadi sampah dan pulanglah, ayah mencari mu".

"Siapa yang kau bilang sampah?! kau sendiri pecundang!" Piere masih saja berani membangkang pada kakaknya.

Marvel yang tersinggung mengeluarkan senpi yang terselip di pinggangnya. ia menempelkan ujung senpi itu tepat di kening Piere.

"Tuan jangan lakukan" kata Matteo menyadarkan kewarasan Marvel.

"Kenapa? kau ingin menghabisi ku Marvel? apa perkataan ku salah? kau itu pecundang yang mau-maunya diatur oleh ayah! lihatlah kau menikahi Vivian tapi kau tidak mencintainya dan dia dengan berani berhubungan dengan pria lain di belakang mu!"

Marvel memejamkan matanya menahan seluruh emosi yang bergejolak di dadanya karena mendengar ucapan Piere yang sebenarnya adalah fakta.

"Tolong Marvel, jangan jadikan aku pecundang seperti mu"

Marvel habis kesabaran ia memang tidak menembak kepala Piere tapi ia menghajar adiknya itu dengan membabi buta hingga Piere babak belur dan berdarah di bagian wajahnya.

Bab 3 Isabella

Marvel sedang berada di rumah bersama Vivian, sejak menikah ia tidak tinggal di mansion. ia memiliki kediaman pribadi dengan istrinya alasannya agar privasinya terjaga. lagipula Vivian tidak mau tinggal di mansion mewah tapi anak buah Marvel berkeliaran bebas di sana, ia risih.

"Luka mu sudah sembuh?" tanya Vivian yang langsung nyelonong masuk ke kamar Marvel.

"Luka kecil saja"

"Besok ada makan malam keluarga kita, jangan lupa datang dan pakai stelan ini" Vivian meletakkan stelan jas berwarna hitam lengkap dengan kemeja dan celana yang juga berwarna hitam.

"Bisakah aku tidak datang?" tanya Marvel jengah. ia sudah muak berpura-pura di depan seluruh keluarga jika pernikahannya dengan Vivian bahagia. nyatanya itu tidak pernah terjadi.

"Jangan macam-macam Marvel, kau harus ada di acara itu"

Vivian mendekati Marvel membuka perban di lengan suaminya itu dan menggantinya dengan perban baru.

Cukup mengejutkan memang jika diantara kedua orang itu tidak pernah ada cinta. mereka dekat sejak kecil, Marvel pria tampan kaya dan mapan. Vivian juga gadis cantik dari kalangan atas dan berpendidikan tinggi. Marvel pernah menyukai Vivian secara diam-diam tapi ia menyadari jika Vivian tidak pernah menyukai dirinya.

Ponsel Marvel berbunyi, ia melirik nama Matteo yang tertera di layar ponselnya.

"Ada apa?"

Wajah Marvel langsung menegang begitu menerima telepon dari Matteo. ia mengabaikan Vivian yang belum selesai membebat luka di lengan nya. Marvel bergegas menyambar kemejanya dan berjalan cepat meninggalkan kamar.

"Marvel!"

Vivian mengejar langkah Marvel, tapi suaminya itu tidak perduli padanya. Sudah biasa bagi Vivian melihat tingkah Marvel yang selalu saja pergi dengan terburu-buru setelah mendapat telepon dari anak buahnya.

"Dasar mafia" gumam Vivian sembari menutup pintu rumah.

Marvel mengentikan mobilnya di depan mansion. ia setengah berlari menuju ruang bawah tanah. disana terdengar suara sorak Sorai dan tawa keras.

"Kenapa kau biarkan ini terjadi?!" Marvel mencengkram kerah kemeja Matteo.

"Maaf tuan, saya sedang di pabrik dan baru kembali ke mansion" kata Matteo cemas.

Marvel berjalan cepat ia menendang bahu Piere yang hampir memeluk Isabella. gadis itu gemetar ketakutan, dahi dan sudut bibirnya berdarah. pasti Piere memukuli Isabella karena ia memberontak . Terlihat dress yang di kenakan Isabella robek dan acak-acakan.

"Brengsek! jangan berani menyentuhnya!" Marvel menendang perut Piere.

semua terdiam tidak ada yang berani membela Piere. mereka melihat Marvel begitu marah. jika Matteo tidak menarik Piere pergi mungkin saja Marvel sudah membunuh adiknya yang menyebalkan itu.

Marvel mengangkat tubuh Isabella yang gemetar. ia membawanya ke kamar pribadi Marvel yang ada di mansion itu. Marvel membaringkan Isabella di ranjang, ia meraih handuk kecil yang dibasahi air. Marvel membuka jasnya dan mendekati Isabella. ia menyentuh perlahan luka di wajah Isabella dengan handuk basah tapi Isabella melawan. ia menepis tangan Marvel dengan kasar.

Marvel masih sabar mencoba untuk menyeka luka di sudut bibir Isabella. tapi gadis itu menepis tangan Marvel dengan kasar dan menatapnya ketus. habis sudah kesabaran Marvel yang setipis rambut. ia melempar handuk itu tepat mengenai wajah Bella.

"Kau itu anak mafia atau bukan?! kenapa seperti kucing takut air? kau tidak pernah diajari ayah mu membela diri? tidak pernah memegang senjata?" bentak Marvel.

Bella tertunduk menahan tangis selama ini tidak ada yang berani bicara sekeras dan sekasar itu padanya, ia meraih handuk basah itu dan menyeka perlahan luka di wajahnya yang terasa perih.

Bella tidak menghiraukan amarah Marvel padanya. keluarga Cruise sama saja mereka itu penjahat bengis. tidak ayah mereka tidak juga kedua anaknya.

Bella melirik Marvel yang berdiri membelakanginya.

"Bebaskan aku dari sini! jika kakakku tahu dia akan membunuh mu" kata Bella.

Marvel tersenyum sinis dengan ancaman Bella.

"Wow aku takut sekali dengan keluargamu, sangat takut! aku sembunyi saja. sebaiknya aku sembunyi di mana?" ejek Marvel dengan ekspresi wajah berlebihan membuat Bella semakin kesal.

Marvel menarik lengan Bella dengan kasar hingga wajah Bella membentur dada Marvel. pria itu menatap lekat sepasang mata Bella yang indah dengan bola mata berwarna coklat muda terkesan teduh, tajam tapi juga polos. Sekian detik Marvel terpesona hingga ia hampir mendekatkan bibirnya pada bibir Bella.

"Minggir!" Bella mendorong dada Marvel dengan sisa tenaganya.

"Bersihkan dirimu, kau pikir aku tertarik dengan mu?" cemooh Marvel melihat penampilan Bella.

"Jangan coba-coba melarikan diri dari tempat ini atau kau hanya tinggal nama saja. diamlah disini aku akan membuat perhitungan dengan ayah dan juga kakak kesayangan mu itu"

"Tidak, jangan sentuh ayah dan kakakku!" Bella menarik lengan Marvel mencoba menahan pria kejam itu.

Marvel hanya tertawa kecil lalu menghempaskan tubuh Bella hingga terjatuh ke lantai.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!