Indonesia
NovelToon NovelToon

My Dangerous Wife (Istri Rahasiaku Ternyata Mafia)

Bab 1

Malam ini, di sebuah gedung megah milik perusahaan Anderson, telah digelar sebuah pesta ulang tahun perusahaan. Alunan musik klasik mengalun lembut, menemani para tamu undangan yang menikmati hidangan-hidangan mewah yang tersaji.

Hampir semua perhatian tamu undangan wanita tertuju pada Noah. Satu-satunya pewaris di perusahaan Anderson. Pria yang memiliki ukuran tinggi badan 185 itu terlihat nyaris sempurna. Pesonanya begitu kuat, dengan hidung mancung, mata elang yang tajam, dan rambut berwarna coklat yang tertata rapi. Banyak wanita yang mendambakannya.

Namun, kepribadian pria itu begitu dingin, sehingga banyak yang memanggilnya killer bos.

Noah duduk termenung, matanya terpaku pada sebuah foto. Foto seorang gadis kecil berkacamata.

Andai saja jika gadis kecil itu masih hidup, dia pasti akan tumbuh dewasa menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

Noah menghela napas dalam-dalam, dia harus menyembunyikan kesedihan yang dia rasakan. Dia segera menyimpan foto yang telah usang itu ke dalam saku kemeja yang dia kenakan.

Noah segera berdiri. Lalu mengangkat gelas berisikan minuman, dan berseru, "Untuk ulang tahun Anderson Group, mari kita bersulang!"

Semua orang serentak meneguk minuman mereka, diikuti tepuk tangan meriah. Namun, tiba-tiba Noah merasakan pusing yang aneh menyerang kepalanya. Dunia di sekelilingnya terasa berputar.

'Ada apa denganku?' gumamnya dengan pelan.

Lalu seorang wanita datang menghampiri, "Pak Noah, Anda kenapa?"

Wanita itu adalah Sera, dia adalah sekretarisnya Naoh.

Noah menghindari Sera yang akan memegang tangannya, "Aku tidak apa-apa. Tolong urus pesta ini sampai selesai. Aku harus pergi."

Sera terlihat sangat kesal, padahal dia sengaja memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Noah, agar dia bisa memilikinya. Tapi ternyata Noah malah menghindarinya.

...****************...

Saat ini Noah sedang berada di dalam mobil. Dia sedang menyetir mobilnya dengan perasaan gelisah. Dia tidak mengerti, mengapa tiba-tiba tubuhnya sangat terasa panas dan terus mengeluarkan keringat dingin.

Noah segera menelepon saudara sepupunya, Edgar Alvarez. "Edgar, tolong bantu aku. Sepertinya ada seseorang yang sengaja memasukkan obat perangsang ke dalam minumanku. Cepat carikan wanita malam untukku sekarang juga!"

Tidak ada pilihan lain, Noah sangat membutuhkan seorang wanita untuk lampiaskan hasratnya.

Edgar yang sedang berada di seberang sana, sangat terkejut mendengarnya. "Apa? Obat perangsang"

Edgar melanjutkan perkataannya, "Oke, baiklah. Nanti kamu kabari aku aja, kamu berada di hotel mana dan di kamar nomor berapa. Aku akan memesan wanita malam untukmu."

"Siap."

Klik!

Noah segera mematikan ponselnya. Dengan napas bergemuruh dia segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Hotel Samanta.

...****************...

Sementara itu, di salah satu sudut kota Jakarta, terlihat seorang gadis cantik yang sedang mengarahkan pistol di atas gedung yang tinggi.

Rupanya, dia sedang mengincarnya seorang pejabat yang telah terbukti melakukan perdagangan manusia, dengan menjual gadis-gadis remaja ke luar negeri, dan menjual organ tubuh manusia.

Karena kekuasaannya, pejabat itu kebal hukum. Hal ini membuat gadis itu muak. Terlalu banyak nyawa yang menjadi korban kebiadabannya, sementara polisi tak berdaya untuk menjeratnya.

Dengan tenang, gadis berusia 24 tahun itu segera menarik pelatuk.

DOR!

Sebuah peluru melesat dengan cepat mengenai kepala Halim, seorang pejabat yang telah menjadi targetnya saat ini.

Halim, yang sedang berpidato di panggung terbuka, terhuyung dengan mata melotot. Darah mengalir deras dari pelipisnya yang berlubang.

BRUK!

Tubuh pria paruh baya itu pun ambruk di atas panggung.

"Aaaaah!"

Semua orang menjerit histeris, berhamburan pergi dari sana.

Yuna yang tengah memakai masker, dia tersenyum kecut, dia menekan earpiece yang terpasang di telinganya, untuk memberikan laporan pada sang tetua, "Misi berhasil, Tetua!"

Namun, Yuna sangat terkejut saat melihat ada seorang polisi menujuk ke arahnya dari bawah gedung, "Dia pembunuhnya! Cepat tangkap dia!"

Yuna segera berlari, melompat ke atap gedung lain untuk melarikan diri. Dia tidak boleh tertangkap. Jangan sampai identitasnya diketahui oleh siapapun.

Yuna harus membuktikan bahwa dirinya kuat, agar sang tetua mau memberitahu siapa orang yang sudah membunuh keluarganya.

Dengan menggunakan tali, Yuna turun, lalu melompat masuk ke sebuah hotel melalui jendela.

Rupanya dia telah memasuki sebuah kamar hotel. Dia segera mengubah penampilannya. Dia yang awalnya begitu misterius, dengan menggunakan pakaian dan topi berwarna hitam, serta memakai masker. Kini dia menjelma menjadi gadis cantik dan anggun dalam balutan gaun yang berwarna merah.

Yuna pun mengeluh, saat menyadari gaun yang dia kenakan cukup seksi, "Hhh... sepertinya aku salah memasukkan pakaian."

Yuna memutuskan untuk segera keluar. Namun, dia menghentikan langkahnya, karena dikejutkan dengan kehadiran seorang pria tampan yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Pria itu hanya mengenakan handuk yang melilit pada pinggangnya, membuat Yuna segera memalingkan wajahnya. Meskipun dia seorang mafia, tapi dia masih polos.

Pria itu adalah Noah Anderson, dia sedang berusaha untuk menghilangkan semua hasrat yang ada di dalam dirinya dengan cara mandi. Tapi tidak berhasil.

Noah memandangi Yuna dari ujung kepala ke ujung kaki. Dia pikir wanita itu adalah wanita malam yang telah disewa oleh Edgar untuknya.

Sangat cantik. Walaupun Noah tidak mengerti, mengapa wanita secantik itu mau menjadi pelacur.

"Rupanya kau sudah datang. Gaya apa yang kamu kuasai?" tanya Noah dengan napas tersengal-sengal, menahan hasrat. Tapi dia tetap memperlihatkan sikap dinginnya.

"Hm?" Yuna nampak terkejut mendengar pertanyaan dari Noah.

Gaya?

Apakah mungkinkah pria itu tahu bahwa dirinya telah menguasai berbagai macam gaya dalam teknik ilmu beladiri?

Bab 2

"Ahhh... Sial!" Sera mengumpat. Dia sangat kesal karena telah gagal menjadikan Noah sebagai miliknya.

Wanita mana yang tidak terpikat dengan ketampanan pria berusia 26 tahun itu? Bukan hanya parasnya yang rupawan, Noah juga adalah seorang calon pewaris perusahaan Anderson Group. Banyak wanita yang sangat menginginkan pria itu, termasuk dirinya.

Padahal dia sudah membayangkan malam ini dia akan berada di bawah kungkungan pria itu. Menghabiskan malam yang indah dengannya. Tapi rencananya berantakan. Sungguh membuatnya kesal.

"Bagaimana? Apa rencana kita berhasil?" tanya Amanda kepada putrinya, saat melihat Sera pulang ke rumah dengan raut wajahnya yang terlihat masam.

"Berhasil bagaimana, Ma? Dia malah pergi begitu saja. Mungkin saja malam ini dia malah mencari wanita lain buat pelampiasan," jawab Sera sambil menjatuhkan diri di sofa.

Tapi bagi Sera, dia sama sekali tidak peduli malam ini Noah akan tidur dengan siapa pun. Yang penting pada akhirnya Noah akan menjadi miliknya.

Selama di kantor atau di tempat umum, dia memang harus bersikap profesional dengan memanggil Noah dengan sebutan "Pak Noah", meskipun dia telah dijodohkan dengan Noah. Bahkan demi bisa dekat dengan Noah, dia rela menjadi asistennya.

"Kamu tenang saja, kita masih punya rencana lain untuk mengikat Noah. Apalagi kamu dan Noah sudah dijodohkan. Kita bisa meminta keluarga Anderson untuk mempercepat pernikahan kalian," usul Amanda.

"Tapi kan Noah selalu menolak dijodohkan dengan aku, Ma," keluh Sera.

Selama ini dia sudah berusaha keras untuk membuat Noah jatuh cinta padanya, tapi usahanya selalu gagal. Sikap Noah sangat dingin, bahkan selalu menjaga jarak dengannya.

Amanda mencoba untuk menengkan putrinya, "Kamu harus percaya pada Mama. Mama pasti bisa membuat kamu cepat menikah dengan Noah. Dan Noah tidak bisa menolak perjodohan itu."

Dari dulu peraturan di keluarga Anderson tetap sama, jika ingin menjadi pemimpin perusahaan harus segera menikah.

Apalagi, kedua orang tuanya Noah merasa khawatir, sampai kini mereka tidak pernah melihat Noah berkencan dengan wanita manapun. Mereka khawatir putranya tidak normal, sehingga mereka berinisiatif menjodohkan Noah.

...****************...

Sementara itu, di sebuah kamar hotel, Noah sedang berusaha keras untuk meredakan obat perangsang yang terus mengusai tubuhnya dengan cara mandi dengan air dingin, tapi sayangnya tidak berhasil. Tubuhnya masih terasa panas dan menggebu-gebu. Dia benar-benar membutuhkan seorang wanita untuk melampiaskan hasratnya.

Begitu dia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, Noah terkejut saat melihat kehadiran wanita cantik di dekat jendela.

Dia pikir wanita itu adalah seorang wanita malam yang telah disewa oleh Edgar untuknya.

"Rupanya kau sudah datang. Gaya apa yang kamu kuasai?" tanya Noah dengan napas tersengal-sengal, menahan hasrat. Tapi dia tetap memperlihatkan sikap dinginnya.

"Hm?" Yuna yang hendak keluar dari kamar hotel, dia nampak terkejut saat mendengar pertanyaan dari Noah. Dia memilih kamar itu sebagai tempat persembunyian karena mengira tidak ada orang di sana.

Gaya?

Apakah mungkinkah pria itu tahu bahwa dirinya telah menguasai berbagai macam gaya dalam teknik ilmu beladiri?

"Gaya? Gaya apa maksudnya?" tanya Yuna dengan nada dingin.

"Apa mungkin dia tahu kalau aku ini seorang mafia?" gumam hati Yuna, dia harus berhati-hati.

Noah tersenyum sinis, dia merasa wanita itu sok polos. Memangnya ada seorang pelacur yang masih polos?

Dia pun segera berjalan mendekat, "Aku tidak punya banyak waktu. Terserah kamu mau memakai gaya apa saja. Mau gaya ayam panggang, gaya kodok, gaya helikopter, atau gaya cicak kawin. Yang penting, malam ini kamu harus memuaskan aku."

Noah pura-pura tahu tentang banyak gaya, agar dikira memiliki jam terbang yang cukup tinggi dalam mengusai gaya bercinta.

Yuna segera berjalan mundur. Dia mendesis kesal saat menyadari apa yang dimaksud oleh pria itu. Rupa dia telah berurusan dengan seorang pria mesum.

Tanpa basa basi, Yuna segera memasang kuda-kuda. Dia tahu cara memberikan pelajaran kepada seorang pria mesum dihadapannya itu.

Dengan penuh keangkuhan, Noah berkata, "Seharusnya kamu merasa bangga, karena banyak wanita yang ingin berada di bawah..."

Namun, Noah berhenti bicara, pada saat gadis itu tiba-tiba melayangkan tendangan keras. Tepat mengenai icibosnya.

"Dasar pria mesum!"

Dugh!

Bab 3

Wiuw...

Wiuw...

Wiuw...

Suara ambulan memekakkan telinga, begitu memasuki area rumah sakit. Banyak perawat dan beberapa dokter segera berlarian mendekati ambulan. Mereka harus memberikan pelayanan yang terbaik pada cucu dari pemilik rumah sakit.

Kabarnya, mereka mendengar sang tuan muda jatuh pingsan di kamar hotel. Karena itu hari ini adalah hari yang sangat menegangkan bagi mereka. Jangan sampai mereka membuat kesalahan sedikitpun, jika tidak ingin kehilangan pekerjaan mereka.

Setelah satu jam menjalani perawatan intensif, Noah terbangun, dia mengerjapkan mata, memperhatikan ke sekelilingnya dengan perasaan bingung. Dia melihat disampingnya ada Edgar yang sedang asik bermain game.

Edgar sengaja tidak memberitahu orang tuanya Noah, karena dia tidak ingin Noah kena omel kalau sampai ketahuan akan menyewa seorang pelacur di kamar hotel. Bahkan dia menyuruh semua staf rumah sakit untuk tutup mulut, jika ingin pekerjaan mereka aman.

"Oh, Noah. Akhirnya kamu sadar!" seru Edgar sambil meletakkan ponselnya di atas nakas.

Noah masih terdiam, mencoba mengingat apa yang terjadi hingga dia bisa berada di rumah sakit. Kemudian, dia mendesis kesal saat mengingat icibosnya telah ditendang oleh seorang gadis di kamar hotel.

Tendangan gadis itu sangat keras, hingga membuatnya pingsan. Rasa ngilunya masih terasa. Noah merasa harga dirinya runtuh oleh ulah gadis itu.

"Sebenarnya wanita macam apa yang kamu sewa untukku? Dia hampir saja membuat aku mati dalam keadaan perjaka! Bagaimana jika aku menjadi arwah penasaran?" gerutu Noah dengan nada kesal.

Mati dalam keadaan perjaka tentu saja sangat menyesakkan, karena setidaknya dia harus tahu dulu apa itu yang dinamakan surga dunia.

Edgar mengerutkan kening. "Kamu ini bicara apa? Justru aku ingin bertanya, siapa yang sudah membuat kamu pingsan? Saat itu aku datang ke kamar hotel bersama dengan seorang wanita yang aku sewa untukmu. Tapi begitu sampai disana, kami melihat kamu terkapar di lantai."

Noah nampak terkejut mendengarnya. Jika wanita yang akan dia sewa masih bersama dengan Edgar, lalu siapa gadis cantik yang berada di kamarnya? Bahkan gadis itu telah melukai aset masa depannya.

"Sial! Jadi siapa sebenarnya gadis itu?" ucap Noah dengan nada kesal. "Aku pasti akan mencarinya dan tidak akan pernah melepaskannya. Berani sekali dia mencari gara-gara denganku!"

Edgar hanya bisa menahan tawa melihat tingkah saudara sepupunya itu, "Oh iya, tadi aku tidak sengaja menemukan foto ini di dalam saku kemaja kamu," ucapnya sambil menyerahkan sebuah foto pada Noah.

Noah segera meraih foto tersebut dari tangan Edgar. Kemudian dia terdiam, memandangi foto tersebut.

"Bukankah itu foto gadis kecil yang dulu pernah menyelamatkan kamu?" tanya Edgar.

...****************...

Yuna telah sampai di Markas Wolves. Meskipun markas tersebut terdiri dari empat lantai dan tampak megah, Yuna lebih memilih tinggal sendirian di sebuah paviliun yang terletak di belakang bangunan utama.

Hal yang pertama kali dia lakukan adalah segera membersihkan diri. Hari ini cukup melelahkan baginya. Karena ini adalah pertama kalinya dia menjalankan misi yang paling berat, yaitu harus membunuh seorang pejabat di depan umum. Sehingga dia harus dikejar-kejar oleh polisi.

Tapi, nasibnya semakin sial, karena dia harus bertemu dengan seorang pria mesum di sebuah kamar hotel tempat dia bersembunyi.

"Hhh... Mimpi apa aku semalam, tiba-tiba berurusan dengan seorang pria mesum. Lebih baik aku berhadapan dengan 10 orang preman dari pada harus berhadapan dengan pria mesum seperti itu. Semoga saja aku tidak bertemu dengannya lagi," gerutu Yuna sambil melilitkan bathrobe pada tubuhnya. Kemudian, dia segera masuk ke dalam kamar.

Saat hendak melepaskan bathrobe, Yuna tidak sengaja menyenggol sebuah album foto di atas nakas, hingga album itu terjatuh ke lantai.

Brak!

Yuna mendesis kesal, dia segera membungkukkan badan dan membereskan album foto itu.

Namun, rupanya ada satu lembar foto yang ketinggalan di lantai. Yuna segera mengambilnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Yuna memandangi foto itu. Seorang gadis kecil berkacamata. Itu adalah foto dirinya di masa lalu.

...****************...

Karena ada yang meminta visual, saya kabulkan. Dan saya juga ucapkan terimakasih atas rekomendasi visualnya kepada reader yang sudah mau membantu saya 🙏😁

Noah Anderson

Yuna Calista

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!