Mobil BMW hitam berdiri di depan mesjid. Di dalam mobil itu ada Arcilla dan juga Lulu yang duduk di kursi pengemudi. Cilla tampak gelisah terlihat cantik menggunakan gamis berwarna putih senada dengan hijabnya.
"Cilla!" Lulu memegang tangan Cilla ketika wanita penuh dengan kegelisahan dan rasa panik itu ingin membuka pintu mobil.
"Kamu yakin?" tanya Lulu.
"Aku tidak tahu? Apa ini bener-bener petunjuk dari Allah," jawab Cilla dengan air mata yang jatuh.
Lulu kesulitan menelan ludah, bisa melihat bagaimana kekhawatiran di wajah sepupunya itu.
"Mungkin ini sudah menjadi takdir. Tetapi aku hanya ingin memastikan rasa kekhawatiranku, meski ini akan berakhir dengan sangat sakit," ucap Cilla mengumpulkan semua keberaniannya dan kemudian membuka pintu mobil itu.
"Cilla!" panggil Lulu.
Lulu juga buru-buru membuka sabuk pengamannya dan menyusul sepupunya yang berlari menaiki anak tangga menuju pintu masjid.
Suara yang tidak asing itu terdengar dari microphone membuat debaran jantung Cilla semakin tidak menentu.
"Saya nikahkan engkau Rasyid Arya Winata dengan Metta Kasandra dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai!"
Ternyata Rasyid sedang duduk di depan penghulu, memakai setelan putih yang berjabat tangan dengan penghulu dan Metta duduk di sampingnya, dihadiri dengan beberapa orang pada acara pernikahan itu.
"Saya terima nikahnya Metta binti Laksamana dengan mas kawin....
Brukkk.
Pintu masjid dibuka yang membuat semua orang kaget dan melihat ke arah pintu. Air mata Cilla semakin mengalir deras saat kenyataan di depannya, bahwa benar suaminya menikah lagi.
"Cilla..." lirih Rasyid dengan mata berkaca-kaca.
Tubuh Cilla mendadak begitu lemas dengan lutut yang bergetar tidak mampu melihat bagaimana Rasyid bersanding dengan seorang wanita yang dia kenal dan akan menjadi istri dari suaminya.
Orang-orang yang hadir di hari pernikahan itu saling melihat satu sama lain dengan bertanya-tanya.
"Ketika sudah mengambil keputusan, maka lanjutkan pernikahan ini!" ucap Adimayu.
Rasyidi melepaskan jabatan tangan tersebut dari penghulu, berdiri dari tempat duduknya dan kemudian melangkah menghampiri Cilla.
"Rasyid!" panggil Metta.
"Cilla!" Rasyid belum sempat memegang pundak Cilla. Namun sudah ditepis Cilla.
"Apa-apaan ini hah! Jadi kamu benar-benar akan menikah dengan dia?" tanya Cilla dengan nada suaranya tertahan yang tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.
"Maafkan aku Cilla! Aku tidak punya pilihan lain dan harus bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan," jawab Rasyid.
"Lalu bagaimana dengan aku Rasyid. Aku juga istrimu dan saat ini mengandung anakmu. Kamu bisa-bisanya memutuskan menikah dengan dia tanpa berdiskusi dulu denganku daripada untuk mencari tahu kebenarannya," ucap Cilla semakin tidak bisa mengendalikan diri dengan menunjuk dada Rasyid.
"Aku tahu ini berat untuk kamu. Ini hanya sekedar tanggung jawab dan cintaku kepadamu tidak akan pernah berkurang sedikitpun...."
"Cukup!" sentak Cilla.
"Ternyata benar, Allah akan mengujiku dari apa yang paling aku cintai dan sama seperti apa yang terjadi saat ini, bagaimana secara diam-diam suamiku menikah dengan wanita lain. Pantas saja Rasyid belakangan ini aku terus gelisah, aku terus diberikan mimpi yang penuh dengan kecurigaan dan ternyata itu petunjuk dari Allah!"
"Kamu menipuku! Kamu mengatakan sedang menjalani ibadah umroh bersama ibu kamu dan ternyata kamu menikahi wanita itu di sini. Kamu mengatakan cinta kepada wanita yang hatinya benar-benar kamu hancurkan!"
"Cilla tidak akan ada yang berubah.
"Cilla tidak akan ada yang berubah. Kamu tahu saat ini jika aku terpaksa melakukan semua ini dan karena Metta mengandung," ucap Rasyid.
Cilla geleng-geleng kepala dengan air mata yang tidak berhenti mengalir sejak tadi.
"Jahat!"
"Kau benar-benar jahat, seharusnya selesaikan hubunganmu denganku dan baru menikahi dia!" tegas Cilla.
"Aku tidak akan pernah menyelesaikan hubungan kita, aku tidak akan menceraikanmu," ucap Rasyid.
Plakkk
Cilla ternyata tidak bisa menahan dirinya dan harus melayangkan tangan pada pria yang telah menyakiti hatinya itu. Rasyid menerima kemarahan istrinya atas pernikahan yang dia lakukan secara diam-diam.
"Rasyid!" Metta menghampiri Rasyid dengan memegang tangan Rasyid.
Cilla sampai tidak bisa berkata-kata bagaimana tangan suaminya disentuh wanita lain yang membuat hatinya benar-benar semakin sakit, seperti tertusuk tombak tajam, terlihat kekhawatiran di wajah Rasyid.
Rasyid melepaskan tangan itu dari Metta. Bagaimanapun wanita itu belum sah dia nikahi.
"Kenapa kamu begitu egois Cilla," sahut Metta dengan seenaknya menyalahkan Cilla.
"Kamu bilang apa? Aku egois?" tanya Cilla dengan tersenyum getir.
"Kamu yakin egois, kalian berdua adalah orang yang sangat jahat dan egois yang pernah aku temui. Kamu melakukan beribu cara agar hari ini terjadi. Kamu menjebak suamiku, kamu terus berusaha untuk menghancurkan rumah tangga kami di saat aku sedang mengandung anaknya!" tegas Cilla dengan berteriak.
"Tetapi aku juga saat ini sedang mengandung anak Rasyid," sahut Metta dengan bangganya dan bahkan membuat mata Cilla melihat ke arah perut yang sama seperti dirinya sudah mulai membesar.
"Cilla aku dan Rasyid sudah mengenal sejak kecil, kami dijodohkan dan hubungan kami dekat, sebelum dia menikah denganmu. Kau hanya datang mengambilnya dariku. Aku diam saja karena aku tidak mengetahui bahwa aku hamil. Kau jangan seenaknya mengatakan aku egois. Kau yang telah merebut Rasyid dariku dan kau pikir aku akan mengalah dan akan membesarkan anak ini sendirian, jangan lupa jika janin yang ada di dalam kandunganku juga darah daging Rasyid dan sama seperti dirimu!" tegas Metta.
"Diam kau kurang ajar!" teriak Cilla bisa-bisa bertambah gila mendengar pernyataan dari Metta.
"Jadi berhenti mengatakan bahwa aku egois. Wanita egois itu adalah dirimu! Kau sudah mengambil orang yang seharusnya bersamaku dan sekarang kau tidak ingin berbagi bersamaku, kau hanya ingin anak yang kau kandung di pertanggungjawaban oleh Rasyid dan sementara aku tidak. Itu sama saja kau membuat anak yang tidak berdosa akan hidup tanpa seorang ayah!" tegas Metta
"Diamlah Metta!" tegas Rasyid yang mencoba untuk menghentikan Metta agar tidak semakin melukai istrinya.
"Rasyid semua bukti sudah jelas bahwa anak ini adalah anak kamu dan kamu seharusnya menekankan kepada wanita ini agar dia berhenti bersikap seperti anak kecil seperti ini. Apa yang dia lakukan saat ini hanya mempermalukan suaminya, membuka aib suaminya dan ini yang kamu katakan sebagai istri soleha dan ternyata wanita ini hanya mejadi istri durhaka!" ucap Metta.
"Aku bilang cukup!" bentak Rasyid.
"Kamu jangan membuat masalah semakin banyak! Tolong hentikan semuanya!" tegas Rasyid menekan suaranya.
"Rasyid aku hanya ingin mengingatkan satu hal kepadamu. Kedatangan wanita ini di hari pernikahan kita, tidak akan mengubah apapun. Kau harus ingat tanggung jawabmu kepada Tuhan akan sangat besar saat kamu biarkan anak ini mati!" ucap Metta.
"Kau menggunakan anak itu untuk mengancam Rasyid," sahut Cilla.
"Aku juga butuh keadilan Cilla! Bukan hanya kamu saja hati-hati kebahagiaan dan sementara aku tidak," tegas Metta saling menatap tajam dengan Cilla.
Tatapan mata Cilla langsung beralih melihat ke arah Rasyid.
"Ini kesempatan terakhir untukmu, kau menghentikan semua pernikahan ini dan aku akan memaafkanmu atau kau lanjutkan pernikahan ini dan hubungan kita akan selesai saat ini juga!" ucap Cilla tidak segan-segan memberi pilihan kepada suaminya.
Bersambung....
...Sebelum membaca Novel ini kalian wajib untuk membaca Novel Mendadak Menikahi Pengawal Kakek. Mungkin Ending Masih gantung dan tidak ada kejelasan dan dalam novel ini akan di lanjutkan dengan cerita yang lebih menarik lagi. ...
...Jangan lupa untuk selalu berikan dukungan, like, komen, vote dan subscribe. Terus dukung dengan membaca dari bab 1 sampai bab akhir tanpa ada menabung bab. ...
...Terima kasih para pembaca.........
"Cilla...."
"Pilihlah Rasyid, wanita ini atau aku?" Cilla tidak membutuhkan penjelasan dan hanya jawaban satu kata dari suaminya.
"Rasyid aku tidak akan memaksamu, tetapi kau seorang pria yang tahu agama dan kau akan mempertanggungjawabkan perbuatanmu atas apa yang kau lakukan kepadaku dan juga anak ini yang pada akhirnya mati di tanganmu," sahut Metta tidak kalah memberi ancaman.
Rasyid memejamkan mata dan melihat ke arah istrinya. Rasyid tiba-tiba saja berlutut di depan Cilla.
"Maafkan aku Cilla! Aku harus menikah dengan Metta. Aku tidak ingin melakukan dosa semakin banyak. Cilla aku sangat mencintaimu dan sampai kapanpun perasaan itu tidak akan pernah berubah," ucap Rasyid ternyata kali ini tidak bisa berpihak kepada istrinya
Cilla benar-benar kaget mendengar jawaban itu dengan air mata semakin mengalir dan bahkan perlahan langkahnya mundur, kondisi dirinya benar-benar tidak baik-baik saja, kaget, cemas dan penuh ketakutan bercampur aduh lebih tidak percaya lagi jika Rasyid benar-benar mengambil keputusan seperti itu.
"Cilla ini hanya sebuah pernikahan dan tanggung jawab, aku tidak akan melakukan apapun seperti aku lakukan kepada kamu, sebagai suami dan memperlakukan kamu seperti istri. Hal itu tidak akan terjadi kepada Metta. Metta hanya membutuhkan tanggung jawab untuk anaknya dan bukan pada dirinya! Aku mohon Cilla tolong untuk kali ini saja kamu mengerti! Aku mohon!" pinta Rasyid.
Cilla geleng-geleng kepala yang benar-benar tidak percaya. Tatapan matanya seketika menjadi kosong.
Cilla tidak mampu berbicara apapun dan membalikkan tubuh perlahan yang lebih baik meninggalkan suaminya daripada semakin hancur saat itu juga.
"Cilla!" panggil Rasyid langsung berdiri dan mengejar Cilla yang menahan tangan itu dan Cilla masih memiliki tenaga untuk melepaskan dengan sangat kuat dengan berbalik badan, mata mereka saling menatap tajam.
Tatapan penuh cinta sekarang benar-benar hilang dengan penuh kebencian dan rasa kecewa kepada Rasyid.
"Aku tidak menyangka jika orang yang paling aku cintai akan berakhir menjadi orang yang paling menyakitiku!" tegas Cilla menekan suaranya.
"Kau benar-benar egois Rasyid, jika kau ingin menikahinya dan seharusnya kau ceraikan aku dan bukan menginginkan keduanya!" tegas Cilla.
"Tidak akan Cilla!" ucap Rasyid.
"Cukup semuanya! Aku benar-benar sangat membencimu Rasyid. Aku hanya meminta satu kepada Allah untuk membalaskan semua rasa sakit hatiku akibat perbuatan kamu dan juga dia!" tegas Cilla.
"Aku akan benar-benar pergi dalam hidupmu, aku tidak akan pernah melihat dirimu lagi, aku hanya meminta kepada Allah untuk mengambil semua ingatanku tentang dirimu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengingat dirimu yang pernah masuk ke dalam hidupku, tidak akan ada sedikitpun tersisa ingatan cinta tentang dirimu Rasyid,"
"Rasa sakit hatiku akan sembuh dengan hilangnya dirimu dari dalam hidupku dan juga hatiku. Keputusan yang kau ambil sudah menjadi akhir pernikahan kita! Menceraikanku atau tidak tetap bukan istrimu lagi!" tegas Cilla.
"Kau menikah dengan wanita lain dan untuk menyelamatkan anak yang ada di dalam kandungan itu dan itu artinya kau sudah siap kehilanganku dan juga anak yang ada di dalam kandunganku!" tegas Cilla.
"Kamu tidak akan pernah bahagia Rasyid, kamu akan terus merasa bersalah, merasa kesepian dan sama sepertimu, meski kau mendapatkan apa yang kau mau, tetapi sampai akhir hidupmu kau tidak akan pernah bisa memilikinya, kau akan terus merasa hampa dan tetap merasa bersalah dengan apa yang sudah kau lakukan!" tegas Cilla tidak lupa melibatkan Metta dengan menunjuk tepat di wajah Metta.
"Kalian berdua adalah orang yang telah menyakitiku dan kalian berdua juga akan menjadi orang pertama yang tidak akan tersisa di dalam ingatanku sampai kapanpun itu!" ucap Cilla.
Air mata Rasyid jatuh mendengar semua sumpah serapah Cilla dipenuhi dengan rasa kekecewaan akibat keputusan suaminya.
Cilla sudah merasa tidak ada gunanya berada di sana dan setelah mengeluarkan semua isi hatinya walau semua itu tidak membuatnya lega atau sembuh begitu saja. Cilla kembali berlalu.
"Cilla!" panggil Rasyid dan bahkan ingin mengejar Cilla. Namun Metta menghentikan dengan memegang tangan Rasyid.
"Rasyid mari melanjutkan pernikahan, dia hanya marah sesaat dan semuanya akan kembali seperti semula, aku mencoba untuk mengerti bagaimana perasaannya yang tidak mungkin bisa menerima semua ini, tetapi percayalah setelah ini dia akan mengerti, setelah pernikahan kamu bisa kembali menemuinya dan buatlah dia mengerti. Aku tidak sejahat itu Rasyid yang ingin menghancurkan hubungan kalian dan seperti yang aku katakan. Aku hanya ingin anak ini lahir dengan adanya seorang ayah!" tegas Metta.
Rasyid ternyata tidak mampu untuk mengejar istrinya
Cilla berlari menuruni anak tangga dengan air matanya yang masih saja jatuh, rasa sakit hati dan kekecewaan yang tidak akan pernah ada obatnya, kondisi dirinya benar-benar tidak baik-baik saja sampai tubuhnya terlihat tidak mampu untuk melangkah dan membuatnya sampai terduduk di tangga.
"Cilla!" Lulu menaiki anak tangga itu dan mengejar sepupunya. Melihat bagaimana hancurnya Cilla.
"Lulu ternyata benar dia menikah, dia sudah tidak mencintaiku, dia melepaskanku dan memilih wanita itu," ucap Cilla terisak-isak mengadukan semua perasaannya kepada Lulu.
Lulu ikut meneteskan air mata dan membawa Cilla kedalam pelukannya.
"Saya terima nikahnya Metta Laksamana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.." suara microphone bagaimana Rasyid ternyata tetap melanjutkan pernikahannya membuat Cilla semakin gila yang tidak bisa mengendalikan diri dan Lulu langsung menutup kedua telinga Cilla menggunakan tangannya
Dia tidak menginginkan bagaimana Cilla mendengarkan ijab kabul tersebut.
"Ya Allah ini bener-bener sungguh sakit, apa hamba egois yang tidak menginginkan suami hamba berpoligami dan walau itu adalah hal yang engkau setujui, engkau halalkan tetapi ini sangat sakit dan haram untuk hamba terima!"
"Yaallah hamba mengalah atas semua yang telah hamba dapatkan, mungkin cinta hamba terlalu besar kepadanya sampai hamba mengurangi rasa cinta hamba kepadamu. Ini sangat sakit ya Allah, hilangnya semua perasaan cinta yang begitu besar kepadanya ya Allah, hilangkan seluruh namanya dan semua kenangan yang pernah terjadi dalam hidup kami,"
"Hamba meminta ampun karena mencintai manusia melebihi mencintai dirimu!" Cilla hanya sejak tadi berbicara di dalam hatinya yang benar-benar tidak tahu harus mengadukan semua perasaannya kepada siapa kecuali kepada sang pencipta.
Lulu sejak tadi hanya berusaha untuk menenangkan bagaimana Cilla walau dia tidak tahu harus berbuat apa-apa. Hanya Cilla yang mengetahui bagaimana rasa sakit hatinya.
"Rasyid aku pikir kamu benar-benar mencintai Cilla melebihi apapun dan ternyata, kamu justru orang yang sangat menyakitinya. Kamu terlalu mudah terpengaruh oleh wanita itu sampai kamu harus membuat istrimu seperti ini. Rasyid kau tidak tahu saat ini bagaimana kehancuran Cilla akibat perbuatanmu dan juga dia," batin Lulu.
Lulu melepaskan pelukan itu dan juga tangannya dari telinga Cilla, sudah tidak terdengar suara Rasyid lagi dan mungkin acara pernikahan itu sudah selesai.
"Kita pulang ya, kamu jangan menyiksa diri kamu sendiri dengan seperti ini. Cilla kamu wanita terkuat yang pernah aku temui, aku yakin kamu bisa menghadapi semua ini dan hidup tanpa Rasyid. Kamu masih mempunyai anak yang harus tetap bertahan, hanya dia satu-satunya yang kamu miliki," ucap Lulu mencoba untuk menenangkan Cilla.
Cilla ternyata menurut dengan menganggukkan cepat kepalanya. Lulu kemudian langsung membawa Cilla berdiri.
Bersambung.....
...Sebelum membaca Novel ini kalian wajib untuk membaca Novel Mendadak Menikahi Pengawal Kakek. Mungkin Ending Masih gantung dan tidak ada kejelasan dan dalam novel ini akan di lanjutkan dengan cerita yang lebih menarik lagi....
...Jangan lupa untuk selalu berikan dukungan, like, komen, vote dan subscribe. Terus dukung dengan membaca dari bab 1 sampai bab akhir tanpa ada menabung bab....
...Terima kasih para pembaca.........
Masih dengan pakaiannya saat didapati istrinya telah menikah dengan wanita lain. Rasyid keluar dari mobil yang berhenti di rumah mereka dan kemudian langsung memasuki rumah dengan sangat buru-buru.
"Cilla!"
"Cilla!"
Rasyid menaiki anak tangga dengan langkahnya yang sangat cepat dan kemudian memasuki kamar mereka.
Foto pernikahan yang begitu besar akhirnya hancur pecah sudah tidak tersisa apapun lagi, bukan hanya bingkai kaca yang pecah tetapi juga foto itu sudah dibakar oleh Cilla.
"Cilla!"
"Cilla kamu di mana!"
"Cilla!"
Rasyid membuka lemari dan ternyata pakaian istrinya sudah kosong di sana. Baru saja 1 jam dan ternyata Cilla benar-benar sudah meninggalkan Rasyid yang sudah tidak bisa hidup bersama pria yang sudah menyakitinya berkali-kali.
"Tidak Cilla! Kamu tidak bisa pergi. Tidak Cilla!" Rasyid mencoba untuk kembali menenangkan diri dan mengambil ponselnya yang menghubungi istrinya dan apa daya ternyata dengan cepat Cilla langsung memblok nomor suaminya sehingga tidak bisa terhubung sama sekali.
Rasyid seperti orang kebingungan, tidak tahu harus bertindak apa yang membuatnya terlihat frustasi mengacak rambutnya kasar dan bahkan sampai meremasnya.
"Tidakkkkk!" teriak Rasyid semakin tidak bisa mengendalikan diri.
"Aku mencintaimu Cilla, kamu tidak bisa pergi begitu saja Cilla. Kamu sudah berjanji hidup bersamaku, kamu tidak bisa meninggalkanku Cilla," ucap Rasyid yang tidak mampu mengendalikan dirinya.
Rasyid di dalam kamar tersebut berlutut seperti orang gila, tidak henti nama sang istri disebutnya, air matanya mengalir dan suaranya terus saja berteriak kencang. Segala usahanya sekarang sudah tidak ada gunanya lagi.
Rasa kecewa Cilla akhirnya menghancurkan pernikahan mereka dan keputusan yang diambil Rasyid tanpa dia sadari justru menyakiti wanita yang paling dia cintai.
******
Bandara.
Cilla tampak tersenyum dengan menenteng dua kopernya berdiri di hadapan Miska, Arbil Kakek, Lulu, Robby dan Ramos.
"Kakek terima kasih sudah memberi kepercayaan kepada Cilla untuk melanjutkan semua tugas Kakek. Cilla mendapat pengalaman baru, Cilla benar-benar sangat beruntung bisa bertanggung jawab atas semua itu," ucap Cilla.
"Kakek yang berterima kasih kepada kamu, kamu sudah ikhlas melakukannya dan meninggalkan semua hobi kamu, megorbankan banyak untuk tugas yang kakek berikan," ucap Mizwar.
"Om Ramos, maafkan Cilla. Karena tugas ini sudah membuat kesalahpahaman antara Om dan juga Kakek. Percayalah Kakek juga sangat percaya kepada Om," ucap Cilla.
"Iya Cilla! semua yang terjadi dan semua usaha yang kamu lakukan membuat saya paham, mengapa papa lebih memilih kamu untuk bertanggung jawab atas semua ini dibandingkan saya. Karena jika saya berada di posisi itu makan saya akan bertindak gegabah dan tidak setenang kamu. Papa tidak pernah salah memilih kamu, kamu menyelesaikannya dengan sangat baik, karena kamu mau belajar dan penuh keikhlasan," ucap Ramos.
"Dari semua itu, saya juga mendapatkan pelajaran yang banyak dan kesempatan yang begitu besar, serta amanah yang harus di pegang," lanjut Ramos.
"Cilla benar-benar berterima kasih kepada kalian semua. Cilla sekali lagi meminta maaf sudah mengganggu kehidupan kalian dengan kembalinya Cilla ke Indonesian, membuat kesal Kak Robby," sahut Cilla.
"Kalau begitu jangan semakin membuatku kesal. Jadi tetaplah berada di sini dan bergabung dengan Perusahaan," sahut Robby dengan datar walau sebenarnya terlihat bahwa dia juga sedih harus merelakan sepupunya itu untuk pergi Kembali ke Luar Negeri. Namanya juga Robby penuh gengsi.
Cilla hanya tersenyum mendengar permintaan Robby.
"Cilla merasa nyaman tinggal di Luar Negeri. Cilla akan memulai hidup baru di sana bersama anak Cilla. Cilla tetap meminta doa kalian semua dan jaga Kakek dengan baik," ucap Cilla.
"Cilla kamu jangan pernah mengkhawatirkan apapun. Papa akan baik-baik saja. Jika memang ini keputusan kamu dan sudah tidak bisa diubah lagi. Maka harus berjanji kepada kami semua, jika kamu akan bahagia setelah ini, kamu akan menjalani hidup dengan baik, ceria kembali," ucap Miska.
"Past Tante! Cilla akan melanjutkan kembali hidup Cilla! Semuanya akan baik-baik saja," jawab Cilla membuat air mata itu kembali jatuh namun langsung dihapusnya.
Bagaimanapun dia tidak ingin sedih di depan keluarga yang sangat mencintainya.
Lulu terlihat begitu mewek dan langsung memeluk Cilla.
"Kamu harus terus mengabariku dan juga kabari bagaimana perkembangan calon keponakanku, jangan sendirian memendam masalah," ucap Lulu.
"Iya, kamu juga harus lebih dewasa, jangan suka marah-marah," ucap Cilla.
Lulu mengganggukan kepala dengan keduanya saling melepas pelukan itu.
"Kamu hati-hati Cilla!" ucap Arbil.
"Iya. Untuk semuanya terima kasih atas kebaikan kalian, semangat dan ketulusan hati kalian untuk Cilla. Cilla pamit. Asalamualaikum!" ucapnya dengan menundukkan kepala dan kemudian melambaikan tangannya menyeret kedua kopernya dengan membalikkan tubuhnya dan berjalan melangkah meninggalkan keluarganya yang berada di Indonesia.
Raut wajah mereka terlihat begitu sedih yang juga melambaikan tangan. Ini adalah keputusan yang harus di ambil Cilla dan apa daya orang-orang yang ada di sana tidak mungkin bisa mencegah kepergian Cilla.
Mobil Rasyid berhenti di Bandara dengan Rasyid yang keluar buru-buru dari mobil. Rasyid menatap langit ternyata baru saja ada pesawat yang take off.
"Cilla...." ucapnya semakin terlihat begitu khawatir dan langsung berlari memasuki Bandara.
Rasyid mencari-cari keberadaan istrinya di tengah keramaian dan sampai akhirnya keluarga Cilla yang sudah berjalan ingin keluar dari Bandara tersebut harus bertemu dengan Rasyid dan Rasyid langsung menghampiri keluarga istrinya itu.
"Kakek di mana Cilla?" tanya Rasyid yang langsung berjongkok untuk mengetahui keberadaan istrinya dan tidak dijawab sama sekali oleh Mizwar yang juga terlihat begitu sangat kecewa dengan Rasyid.
Arbil langsung bertindak dengan menarik kerah baju Rasyid dan kemudian langsung melayangkan pukulan kepadanya yang membuat Rasyid sampai tergeletak di lantai.
"Untuk apa kau menanyakan wanita yang sudah kau hancurkan hidupnya demi wanita yang ingin kau selamatkan hidupnya!" ucap Arbil menekan suaranya.
"Kau benar-benar laki-laki pengecut Rasyid. Kau hanya memanfaatkan kelemahannya, kau tahu betapa dia sangat mencintai dirimu dan kau menjadi pengkhianatinya dengan menikah dengan wanita lain. Kau pikir siapa dirimu yang harus melakukan semua ini kepada Cilla!" tegas Arbil juga tidak mampu mengendalikan dirinya dan bahkan tidak ada yang menghentikannya untuk memberi pelajaran kepada Rasyid.
"Dia anak yatim piatu yang dari kecil sudah kehilangan orang tuanya, dia hidup mandiri dan mencari jati diri sendiri menjadi wanita yang tumbuh dengan agama tanpa campur tangan siapapun. Dalam hidupnya hanya jatuh cinta kepadamu dan kau justru menghancurkan dirinya untuk menyelamatkan wanita lain!"
"Dengan kau menyebut namanya sudah membuat kami semua benar-benar sangat jijik kepadamu. Kami pikir kau bisa menjadi pengganti kami untuk melindunginya selanjutnya, mencintainya penuh kasih sayang dan ternyata kau justru menyakitinya!" tegas Arbil tidak henti-hentinya mengeluarkan amarahnya.
"Sudahlah Kak Arbil tidak ada gunanya berbicara kepada orang sepertinya yang sangat serakah. Sudah diberikan wanita yang benar-benar sempurna dan memilih wanita seperti itu," ucap Lulu.
"Ayo kita sebaiknya pulang, kita tidak punya urusan apapun dengan dia," sahut Ramos mengambil tindakan dan tidak peduli sama sekali dengan Rasyid.
Mereka semua akhirnya meninggalkan tempat itu.
"Cilla!" Rasyid kembali mengeluarkan air mata yang sudah terduduk seperti orang gila.
"Maafkan aku Cilla!" teriak Rasyid.
Tidak ada gunanya teriakannya, Cilla sudah berada di dalam pesawat yang sedang mengudara melihat awan yang begitu indah dari kaca jendela pesawat.
"Nak, tetaplah bersama Mama untuk menjadi penguat Mama. Kita berdua akan tetap hidup tanpa seseorang yang berkata bertanggung jawab dan justru bertanggung jawab kepada orang lain. Mama akan selalu menjaga kamu," batin Cilla mengusap air mata yang tidak akan pernah berhenti jatuh.
Bersambung.....
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!