Indonesia
NovelToon NovelToon

Sekretaris Dingin Vs Boss Tengil

Bab 1

"Selamat pagi boss" ucap seorang satpam seraya membuka pintu mobil mewah.

"Pagi pak Anton". Jawab Skylar ramah. Ia memang dikenal sebagai boss besar yang tidak sombong, selalu ramah terhadap karyawannya. itulah sebabnya hampir semua karyawan menyukainya. Selain wajahnya yang tampan, kekayaannya juga merupakan impian kaum hawa.

Skylar melangkahkan kaki menuju lift khusus petinggi perusahaan. Diusianya yang menginjak 29 tahun, ia berhasil membangun dan mengembangkan perusahaan keluarganya sehingga menjadi perusahaan property terbesar di ibu kota.

"Boss, Ameer group ingin memajukan pertemuan hari ini, apa boss bersedia?" Tanya Revandra asisten pribadi Skylar. "Kau atur aja ndra, kebetulan hari ini jadwalku tidak terlalu padat" jawab Skylar. "beres boss"

Setibanya di lantai 20, Skylar langsung menghampiri meja sekretarisnya. "Pantesan aja di luar mendung dra, mataharinya ada di sini" ujar Skylar tiba tiba. Revandra hanya bisa menepuk jidat melihat kekonyolan boss nya itu. "Selamat pagi pak Skylar" ujar Axillia tersenyum datar. "Axil kamu gak capek tiap hari cantik dan mempesona tiap saat?" Tanya Skylar lagi. Axillia yang memang sudah terbiasa dengan kelakuan boss besarnya itu hanya bisa tersenyum tipis.

"Simpan gombalan anda tuan, nona Cindy dan ibu anda sudah menunggu di ruang tunggu, maaf saya tidak berani mengizinkan mereka masuk ke ruangan anda tanpa izin anda" jawab Axillia. Skylar mengerutkan keningnya. Mau apa ibunya datang bersama putri Salah satu teman arisannya. Semenjak mengambil alih perusahaan keluarga, Skylar memutuskan tinggal di apartment yang dekat dengan perusahaannya.

"Baiklah cantik aku akan menemui mereka, buatkan aku jus seperti biasa" ucap Skylar sambil mengedipkan sebelah matanya. "Baik tuan" jawab Axillia singkat. Revandra menghampiri Axillia, "kamu beneran gak tertarik sama si boss?" tanyanya heran. Karena dia Tau banyak wanita yang ingin bersama boss nya itu bahkan rela melakukan banyak cara licik agar bisa menjadi nyonya Skylar. "Gak minat sama sekali, cuma buang waktu" jawab Axillia. Revandra menghela nafas panjang. Benar benar combo sempurna, yang satu picicilan minta ampun yang satu dinginnya ngalahin kutub Es.

Axillia beranjak meninggalkan Revandra dan langsung membuat jus sesuai pesanan boss nya itu. Memang setiap pagi Skylar mewajibkannya membuat jus sehat untuknya. Sementara Skylar langsung menemui ibunya di ruang tamu khusus. "Mommy ngapain ke sini pagi pagi tanpa ngabarin? Kalo aku gk ada di tempat gimana mom?" Tanya Skylar seraya mencium tangan ibunya. Sementara wanita bernama Cindy terlihat tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap Skylar.

"Mommy sekalian lewat mau ada acara, oya kamu Masih ingat kan ini Cindy anaknya tante Vina, kebetulan tadi mommy ketemu di depan" ujar nyonya Erika. Mendengar namanya disebut, Cindy langsung mengulurkan tangannya kepada Skylar. "Hai apa kabar Skylar? kita ketemu diacara baksos 2 minggu lalu" ujarnya dengan percaya diri. "Saya baik Nona Cindy, anda sendiri?" jawab Skylar menyambut jabatan tangan Cindy. "Saya sangat baik, apalagi bisa ketemu lagi sama kamu" jawab Cindy sambil tertawa. Skylar hanya tersenyum menanggapinya. Ia sangat tahu gadis di depannya ini tertarik kepadanya, tapi dia sama sekali bukan type Skylar. Cindy menggunakan baju yang sangat sexy dan make up yang sangat tebal, Skylar tidak menyukai Hal seperti itu.

Tak berapa lama kemudian pintu ruang tamu diketuk. Axillia datang dengan 3 gelas jus ditangannya. Skylar menatap gadis itu intens, hal itu tidak luput dari pandangan nyonya Erika. Ia pun tersenyum melihat putranya, tak bisa dipungkiri bahwa ia juga sangat menyukai sekretasi anaknya tersebut. "Silahkan tuan, nyonya, dan Nona" ujar Axillia. "Terima kasih Axil" jawab Skylar. Cindy Tampak tidak menyukai itu. "Oya Skylar, sekretaris kamu ini gak ngizinin kami masuk keruangan kamu, aku rasa gk sopan karena tante Erika adalah ibu kamu" ujar Cindy.

Skylar mengerutkan keningnya. "Itu memang perintahku, mommy sendiri tidak keberatan dengan aturan yang aku buat" Jawab Skylar tampak tidak senang. "iya tapi kan ini beda?" keukeuh Cindy. Axillia Masih berdiri di tempatnya, ia dengan tenang menyaksikan drama yang dibuat oleh fans boss nya itu. "Lho tadikan tante udah bilang sama kamu Cindy ini memang aturan yg Skylar buat, tante gk keberatan justru bagus demi keamanan" jawab Nyonya Erika menambahkan. "Kamu kembali ke ruangan kamu Xil" ujar Skylar lembut kepada sekretarisnya itu. "Baik saya permisi dulu" Jawab Axillia langsung pergi meninggalkan ruangan.

Entah kenapa Cindy tidak senang melihat Axillia, sekretaris Skylar tersebut terlampau cantik dan tenang. Ada aura tersendiri yang mungkin membutnya insecure. Skylar melihat itu Dan tersenyum tipis. "Cantik ya mom, tapi sayang aku belum bisa dapetinnya" ujar Skylar sengaja membuat Cindy tidak suka. Nyonya Erika tertawa melihat kelakuan putranya itu. Karena sebenarnya ia juga tidak begitu suka kepada Cindy. "Hahaha.. Usaha dong masa seorang Skylar Wijaya ditolak cewek, apa kata Dunia" ujar nyonya Erika mengimbangi permainan anaknya tersebut. "Tenang mom, cinta ditolak dukun bertindak Masih berlaku" ujar Skylar enteng.

Plakk..

"aww. sakiit mom, sembarangan mukul aja kebiasaan deh mommy". Gerutu Skylar.

Nyonya Erika memukul putranya. "Enak aja main dukun, tikung di sepertiga malam biar berkah". Cindy yang mendengar percakapan ibu anak tersebut terlihat tidak suka. "Tante saya permisi duluan ya, jadwal pemotretan saya sebentar lagi". Ujarnya dengan memaksakan senyum. "oh iya Makasih udah nemenin tante ke sini" jawab nyonya Erika tersenyum. "sama sama tante, aku harap kita bisa lebih sering ketemu Skylar". "tentu saja" jawab Skylar singkat. Cindy pun meninggalkan ruangan. Di depan meja Axillia dia berhenti. "Jangan bermimpi menjadi wanitanya Skylar. Dia akan menjadi milikku" ujarnya.

Axillia menatap datar wanita di depannya tersebut. "Bermimpi hanya membuang waktuku dan aku tidak suka melakukannya" jawab Axillia menatap tajam kearah wanita di depannya itu. mendapat tatapan mengerikan dari Axillia, Cindy bergegas pergi.

"Mommy kok bisa sih barengan ondel ondel lampu merah gitu?" Tanya Skylar kepada ibunya. "Gk boleh ngomong gitu, dia gitu gitu juga model lho Sky" jawab nyonya Erika. "Model apaan kaya gitu? Majalah dewasa?". Nyonya Erika menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra semata wayangnya tersebut.

"Oya mommy ke sini mau ngabarin kamu kalo minggu ini kakek sama nenek kamu datang dari Korea kemungkinan tinggal di sini untuk waktu yang lama" ujar nyonya Erika. "Wah bagus dong mom, kasian mereka di sana pasti kesepian, soalnya om Chris sama tante Anna juga udah sering ke luar negeri" jawab Skylar. "iya makanya kamu pulang ya minggu ini, kita kumpul keluarga". "Okay mom aku pasti pulang"

"Yaudah mommy juga mau pergi dulu, acara mommy bentar lagi mulai. Kamu gk usah nganter mommy" ujar Nyonya Erika. "Iya, mommy hati hati ya" jawab Skylar. "Ok. Assalamualaikum". "Waalaikumsalam mom" jawab Skylar. Nyonya Erika meninggalkan ruang tamu khusus tersebut. Di mejanya Axillia terlihat sedang serius mengerjakan pekerjaannya.

"Axillia, kamu sibuk bgt kayanya" ujar nyonya Erika. Gadis itu langsung menghentikan pekerjaannya Dan berdiri sambil tersenyum kepada ibu bossnya tersebut. "Maaf nyonya saya tidak melihat anda datang" ujar Axillia tidak enak hati. "Gk apa apa, oh iya jangan manggil nyonya, panggil tante aja ya" ujar nyonya Erika lagi.

Axillia tersenyum canggung. "Baik Nyo.. Eh tante" jawabnya. "Nah gitu dong. Oya kalo kamu senggang sabtu nanti tante minta bantuan kamu ya, orang tua tante datang dari Korea, rencananya tante mau bikin acara, kalo kamu ada waktu Dan gak keberatanan tante mau ngerepotin kamu, bantuin tante persiapan ya" kata nyonya Erika sambil tersenyum berharap. Axillia heran tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan wanita paruh baya di hadapanya ini.

"Baik tante, saya bersedia" jawabnya sambil tersenyum. Nyonya Erika tertegun melihat senyum gadis dihadapannya ini. Ia teringat seseorang di masa lalu nya. Tapi ia segera menepisnya, mungkin hanya kebetulan sama. Mendengar itu nyonya Erika langsung memeluk Axillia. "Makasih sayang mau bantuin tante" ucapnya. Sejenak Axillia mematung, sudah lama ia tidak merasakan dipeluk seorang ibu. Semenjak kejadian itu yang menyebabkan ibunya pergi untuk selamanya. Kejadian yang tidak akan pernah ia lupakan dan ia berjanji akan membalas semuanya.

Axillia langsung mengendalikan emosinya. "sama sama tante, saya senang bisa membantu" jawabnya. "Yaudah nanti kamu datang sama anak tante ya, tidak ada penolakan". Lanjut nyonya Erika lagi. "baik tante". Skylar yang menyaksikan kejadian tersebut tersenyum puas. Mommy nya Tau apa yang ia inginkan.

BAB 2

Pukul 5 sore, Axillia bersiap untuk pulang. Skylar pun sudah keluar ruangannya yang diikuti oleh Revandra. "Kok belum pulang? pasti kamu nungguin calon suamimu yang tampan ini kan Xill?" Tanya Skylar dengan penuh rasa percaya diri. Axillia yang mendengarnya hanya bisa menghembuskan nafas panjang.

"Jangan membuat pernyataan yang bisa menimbulkan gossip tuan" jawabnya dengan ekspresi datar. "Dan mungkin anda lupa kalau saya sudah punya calon suami" sambungnya lagi. Ya Axillia memang telah mempunyai calon suami. Kekasihnya merupakan kakak kelasnya sewaktu sekolah. Pria itu bernama Devano Mahendra, seorang pengusaha. Ia merupakan direktur utama Mahendra group yang tak lain adalah putra tertua dari tuan Randy Mahendra dan Nyonya Tiasa, pemilik Mahendra group. Meski tak sebesar perusaan Skylar tapi ya cukup oke lah.

"Baru calon suami belum tentu jodoh, selama belum ijab kabul sama penghulu berarti Masih ready" jawab Skylar dengan santainya.

"Dengan tunangan saya aja belum tentu Jodoh apalagi dengan anda tuan muda Skylar yang terhormat" jawab Axillia.

"kalau saya mah pengecualian ya, saya yakin kamu itu jodoh saya". Axillia mulai jengah dengan tingkah laku boss nya ini, tapi Skylar terlihat sangat menikmati ketika menggoda gadis dingin dihadapannya ini. Gadis itu langsung pergi meninggalkan kedua pria tersebut.

"Boss gak cape?" Tanya Revan. "Capek kenapa?" Skylar balik bertanya. "Ditolak sama dicuekin terus" jawab Revan enteng. "Gak lah, lagian gue pastiin dia jadi bakal jadi milik gue, si Devan Devan itu cuma laki laki bejad yang gak pantes buat Axillia". Jawab Skylar yang terdengar sangat serius dengan ucapannya. "Gue doain berhasil bro" kata Revan. Di Kantor mereka adalah atasan dan bawahan, tapi di luar Kantor mereka adalah sahabat, itu lah sebabnya Revan tidak segan kepada Skylar.

Axillia memasuki gerbang rumahnya. Bagi sebagian orang rumah adalah tempat ternyaman untuk beristirahat melepaskan semua beban dan lelah. Tapi tidak dengan Axillia, rumahnya terasa bagai neraka semenjak ibunya meninggal dan ayahnya membawa ibu tiri serta saudara tiri untuknya.

"Wah wah tuan putri kita sudah datang" ucap Rosaline saudara tiri Axillia. Dari dulu ia memang tidak suka dengan Axillia, gadis itu selalu unggul dalam segala hal. Dia lebih cantik, lebih pintar dan banyak orang yang menyukainya. Rasa iri di hari Rosaline semakin tumbuh, gadis itu melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan Axillia tapi tidak pernah berhasil.

"Minggir jangan halangi jalanku" ucap Axillia tenang. "Jangan kurang ajar kau, aku bisa saja membuatmu pergi dari rumah ini" ancam Rosaline. "coba saja kalau kau bisa" jawab Axillia. "Kau....". Rosaline bersiap menampar Axillia tapi ia melihat ayah tirinya datang dan langsung memulai dramanya. Rosaline menjatuhkan dirinya di hadapan Axillia.

"Maafkan aku Axill, aku tidak bermaksud membuatmu marah" ucap Rosaline. Axillia mengerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan saudara tirinya itu. "Ada apa ini?" Tanya Heru Saputra, ayah Axillia. Ternyata ini maksud drama Rosaline. Axillia tersenyum sinis melihat tingkah menjijikan Rosaline.

"Papa jangan salahkan Axillia, aku yakin dia tidak bermaksud melukaiku, tadi dia hanya terbawa emosi karena aku menyinggung soal pertunangannya dengan Devan". ujar Rosaline dengan kebohongannya. Axillia tambah heran kenapa nama tunangannya dibawa bawa.

"Benar itu Axillia?" Tanya Tuan Heru menatap tajam anak gadisnya itu. "Kalau aku bilang tidak apa papa percaya? Aku rasa tidak, jadi jangan berharap jawaban apa apa dariku, aku permisi" jawab Axillia. "Kurang ajar kamu, berani beraninya melukai anakku" tambah Larasati ibu tiri Axillia yang langsung hendak menampar Axillia, namun gadis itu berhasil menangkap tangan Larasati sebelum berhasil mengenai pipinya.

"Jangan berani berani menyentuhku atau kau akan menyesal". Rosaline yang melihat drama tersebut tersenyum puas. "Jaga bicaramu Axillia, dia adalah ibumu" Teriak Heru tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu. "Jangan mengusikku tuan Heru, jalani hidup kita masing masing, ingat aku Masih di sini karena ini adalah rumah peninggalan ibu kandungku" jawab Axillia tersenyum sinis.

"Kurang ajar kau, anak tidak tahu diuntung" Heru mengangkat tangannya bersiap menampar Axillia, tapi tangannya dipegang oleh seseorang. "Drama kalian murahan, dasar tidak tahu diri" ucap seorang pemuda yang Masih menggunakan seragam SMA. "Ayo kak, jangan ladeni manusia manusia ini" ujarnya lagi yang langsung menarik tangan gadis itu pergi.

Dia adalah Reinaldy Saputra, putra bungsu Laras dan Heru. Entah mengapa pemuda berusia 17 tahun itu mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan kedua orang tua dan saudaranya. Kadang Axillia berfikir adiknya itu tertukar saat di rumah sakit.

"Kakak gk apa apa?" Tanya Rei. Axillia tersenyum lembut kepada adiknya itu. "Kakak okay kok. Makasih ya kamu selalu belain kakak Rei" ucap Axillia tulus. "Gak usah terima kasih kak, udah kewajiban aku, lagian itu manusia manusia gak tau diri, hidup dari harta peninggalan almarhumah ibu kakak tapi gk bersyukur" ujar Reinaldy geram dengan tingkah ke 3 orang tersebut. Axillia tertawa mendengar penuturan adiknya tersebut.

"Hush.. Gk boleh ngomong gitu, mereka itu orang tua sama kakak kamu kalo kamu lupa". Kata Axillia. "Aku bakal pura pura lupa aja deh kak kalo gitu. Hahaha.." keduanya tertawa seolah kejadian tadi tidak berarti apa apa. Rei memang sangat dekat dan sangat menyayangi kakaknya tersebut. Tidak heran Rei selalu membela Axillia dari orang tuanua dan juga Rosaline.

Bab 3

Setelah menghadapi drama yang diciptakan oleh Rosaline cs, Axillia segera membersihkan dirinya dan langsung beristirahat. untungnya tadi di jalan dia sempat makan dulu jadi ia tidak harus turun makan malam dan bertemu dengan sekumpulan orang yang harusnya bisa ia panggil keluarga, tapi nyatanya hanya Rei dan ART di rumahnya yang peduli dengan keadaannya.

axillia segera merebahkan dirinya dan mengecek gawainya. Ada beberapa pesan yang belum terbaca, Salah satunya pesan dari tunangannya yg tak lain adalah Devano.

"Kamu sudah di rumah sayang?" bunyi pesan Devano. Axillia tersenyum membaca pesan tersebut. "Aku udah di rumah kok, kamu udah beres kerjaannya?" Tanya Axillia. "Aku pulang sebentar lagi tanggung" jawab Devano. Tanpa Axillia ketahui makna dari kata "tanggung" itu. "Ya udah kamu beresin dulu kerjaan kamu, langsung pulang istirahat". Sambung Axillia. "Okay sayang. I love you"

"I love you too" balas Axillia.

"Uughh.. You're so hot babe. Faster..!" Yups.. Devano rupanya sedang melakukan kegiatan panas dengan sekretarisnya. "Kau suka puas sayang?" Tanya wanita yg bernama Ranti. "Kau memang selalu bisa diandalkan sayang" jawab Devano. "Aku ingin lebih dari sekedar teman ranjangmu Dev" ujar Ranti. Devano menatap tajam Ranti. "Kau tau pasti apa jawabanku kan?" Tanya Devano. "Ya aku Tau kau tidak mungkin menikahiku secara sah. Setelah kau menikahi tunanganmu kau bisa menikahiku secara siri, tidak perlu ada yang tahu kecuali orang tua ku" Jawab Ranti tersenyum manis.

Devano menimbang perkataan Ranti. Dia sangat mencintai Axillia tapi tidak ingin meninggalkan Ranti. Selama memegang perusahaan Kantor cabang perusahaannya yang berada di luar kota, Ranti lah yang menghangatkan ranjangnya walaupun ia juga sering jajan di luar. Devano tidak bisa menyentuh Axillia karena gadis itu tidak bersedia di sentuh sebelum menikah. Pria itu setuju karena sejatinya ia juga ingin mempunyai seorang istri wanita baik baik. Hal itu membuat Devano memilih wanita diluaran sana untuk menuntaskan hasratnya.

Tok.. Tok.. Tok..

"Masuk aja gak di kunci" ujar Axillia.

"Kakak gk makan malam?" Rupanya Rei yang mengetuk pintu kamar kakaknya.

"Kaka udah makan Rei. Kamu aja sana makan dulu" jawab Axil.

"Aku gk lapar kak. Oya by the way gimana rencana pernikahan kakak?" Tanyanya lagi.

"Inshallah kalo gak ada halangan taun depan kak Dev ngelamar kakak. Doain aja semoga lancar ya" jawab Axillia tersenyum menatap adiknya tersebut.

"Aamiin.. Pasti aku doain kak. Tapi sorry to say ya kak, are you sure about him?" Axillia menatap heran adiknya tersebut, tidak biasanya Rei bicara seperti itu. "Kenapa kamu nanya gitu Rei?" Tanya Axillia

"Entah lah kak, semoga cuma perasaan aku aja ya" jawab Rei.

"Jangan khawatir Rei, kakak selalu berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kakak, apapun itu. Kalau emang kak Dev bukan yang terbaik, semoga Allah segera memberi petunjuk tapi kalau sebalikanya, semoga Allah mempermudah jalannya" terang Axillia kepada adiknya tersebut. Rei mengangguk mendengar penjelasan kakaknya tersebut.

Bukan tanpa alasan remaja tersebut bertanya seperti itu. Pada saat Rei study tour di sekolahnya ia tidak sengaja melihat Devano sedang berjalan sambil menggandeng lengan seorang wanita. Rei tidak memberitahukan Hal itu kepada Axillia karena ia pun takut salah mengenali seseorang walaupun ia yakin 90 persen itu adalah tunangan kakaknya. Axillia dan Devano sudah LDR sekitar satu tahun. Rencananya kalau mereka sudah menikah Devano akan membawa Axillia tinggal bersamanya di luar kota.

Di tempat lain, Rosaline sedang memikirkan rencana untuk menghancurkan Axillia. Dari awal ia selalu iri dengan apa yang didapatkan gadis itu. Rosaline selalu berusaha merebut apa yang menjadi milik Axillia. Kali ini pun demikian, ia berencana untuk merebut Dev dari tangan Axillia. Berbagai rencana telah ia susun, ia yakin bisa dengan mudah merebut Dev dari tangan Axillia.

Sementara itu, Skylar memutuskan untuk pulang ke rumah nya. Menjelang kedatangan kakek dan neneknya ia berencana menginap di rumah utamanya. Disamping itu jadwalnya tidak terlalu padat untuk seminggu kedepan jadi tidak masalah untuk pergi dari kediaman orang tuanya.

"Assalamualaikum" ucap Skylar dengan suara yang cukup nyaring.

"Waalaikumsalam, bisa biasa aja gk sih bang kalo ngucap Salam, dikiranya kita budeg apa?" omel seorang gadis muda yang merupakan sepupu Skylar.

"Eh tumben lu bocah ada di sini, kapan datang?" Tanya Skylar sambil menyodorkan tangannya menyuruh Arsyila salam kepadanya. Gadis itu pun menyalami tangan Skylar dan meletakkannya di keningnya.

"Nah gitu bener, cium tangan sungkem sama kakak sepupumu yang ganteng paripurna ini" ujar Skylar tertawa melihat reaksi Arsyilla.

"Nih giti binir ciim tingin singkim yeyeyeye" omel Arsyilla kepada kakak sepupunya.

"Awas ya gk gue kasih jajan lu berani ledekin gue"

"Ih abang mah gitu ngancamnya duit gak seru ah" protes Arsyilla.

"Kalian kalo ketemu ada aja yang diributin, kapan akurnya sih heran mommy?" ujar nyonya Erika yang baru keluar dari dapur.

"Kita cuma becanda doang kok mi, iya kan bang?" ujar Arsyilla kepada kakak sepupunya itu.

"Bener mi kita mah cuma becanda doang, mendingan becanda daripada ribut ngerebutin harta. Bener gk cil?"

"Setuju banget" jawab Arsyilla mantap.

"Halah mikirnya kejauhan banget, keseringan baca novel sama nonton drama cina kayanya kalian ini" omel nyonya Erika. Skylar dan Arsyilla tertawa mendengar omelan nyonya Erika.

Arsyilla adalah sepupu Skylar, anak dari tante nya Erina yang merupakan adik nyonya Erika. Karena tidak mempunyai saudara lagi, Skylar sangat senang menjahili Arsyilla.

"Oya mom kemaren ngobrol apa sama Axill?" Tanya Skylar penasaran.

"Mommy minta bantuin buat acara kepulangan kakek sama nenek kamu" jawab nyonya Erika. Skylar yang mendengarnya langsung penasaran mendengar penuturan ibunya tersebut.

"Terus dia mau?" tanyanya lagi.

"Bang ih malu, keliatan banget kecintaannya" ujar Arsyilla meledek kakaknya.

"Kalo ceweknya Axill mah abang gadein deh rasa malu abang" ucap Skylar enteng. Arsyilla dan Nyonya Erika tertawa mendengar penuturan Skylar.

"Alhamdulillah dia mau kok, nah pake tuh kesempatan buat PDKT, udah mommy bantu buka jalan". Skylar menghembuskan nafas panjang mendengar penuturan sang ibunda tercinta.

"Agak susah mi, orang dia udah punya tunangan, walaupun tunangannya brengsek. Kalaupun dia putus sama tunangannya, pasti bakalan lebih susah buat dapetinnya" ucap Skylar.

"Bang please masa iya seorang Skylar yang pesona nya unlimited, dikagumin segala jenis makhluk, baik yang ghoib maupun yang nyata pesimis gitu buat dapetin kak Axill, semangat dong. Mommy udah buka jalan masa gk bersyukur, heran" omel Arsyilla.

"Eh lu mah gak Tau apa apa cil, Axillia mah orangnya dingin banget, untouchable, sometimes she's way too far from my reach." ucap Skylar mendramatisir.

"Idih idih najong banget liat tuh muka, gak pantes tau bang buat abang yang pecicilan" ujar Arsyilla. Mommy Erika tertawa melihat perdebatan anak dan keponakannya tersebut. Baginya itu merupakan hiburan tersendiri.

"Tapi bener lho kata kakak kamu. Eh bukannya silla juga pernah ikut mommy ke Kantor Skylar dan udah ketemu sama Axillia ya?"

"Emang udah mi, Kak Axill emang keliatan dingin banget tapi aku bisa liat ada sesuatu dibalik itu semua, entah apa penyababnya yang bikin dia kaya gitu, aku yakin kok dibalik sifatnya yang dingin sebenernya kak Axill itu orangnya hangat cuma mungkin itu cara dia membentengi diri agar tidak terluka, gk ada yang mustahil bagi Allah bang, makanya abang tikung di sepertiga malam, kalo jalur darat macet, tambah jalur langit dong" ujar Arsyilla panjang lebar.

"Wah bocil gue udah dewasa banget ternyata pemikirannya. Inshallah bakal abang lakuin" ucap Skylar mantap.

"Nah gitu dong, itu baru namanya anak mommy Erika. tetep semangat, kita bantu doa ya Sil?"

"Iya kak kita bantuin doa, aku setuju bgt kalo sama kak Axillia daripada sama cewek cewek gk jelas diluaran sana" ujar Arsyilla.

"Cewek yang mana emang?" Tanya Skylar.

"Itu yang ngaku ngaku pacar pacar kamu" ujar mommy Erika.

"Astagfirulloh mom, itu mah mereka nya aja yang kepedean, aku gk pernah lho pacaran sama mereka" kata Skylar sewot.

"iya mommy percaya sama kamu. Yaudah skrg mending kamu mandi, kita makan malem bareng, daddy kamu juga bentar lagi pulang" ujar nyonya Erika. Skylar pun langsung beranjak pergi ke kamarya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!