Suasana sekolah di salah satu kota A tampak begitu ramai, karena hari ini tepat hari kelulusan murid murid kelas dua belas. Mereka semua tampak begitu senang dan bangga telah lulus di sekolah putih abu abu yang arti nya sebentar lagi akan menuju ke jenjang yang lebih tinggi.
Tak berbeda jauh dengan dua gadis yang saat ini sedang duduk di bangku belakang sekolah yang biasa di jadikan tempat mereka menghabiskan waktu bersama.
" Wahh selamat ya Lin, lo lulus dengan nilai terbaik di sekolah ini, bahkan si Gara kalah sama lo !". Ujar seorang gadis berambut sebahu yang kini duduk di kursi panjang.
" Makasih ya Din, selamat untuk kamu juga. Semoga nanti kita bisa bareng terus ya saat kuliah ". Jawab gadis cantik berambut panjang yang kini di kuncir kuda.
" Pasti dong, kita akan terus bareng. Tapi ngomong ngomong, mana nih si Gara, dari tadi gue kok gak lihat ya ?". Tanya Andin, mata nya celingukan menatap ke belakang, siapa tahu saja Gara ada di belakang, namun rupa nya teman nya itu tak ada, bahkan mereka berdua tak melihat sejak tadi.
Alina Maheswari, gadis cantik yang baru saja lulus dengan nilai terbaik itu sedang duduk bersama dengan sahabat nya, Andin gadis tomboy yang kini tampak celingukan mencari satu sahabat laki laki nya yang tak lain adalah Anggara Santoso, pemuda tampan yang menjadi ketua osis di sekolah mereka.
Anggara atau yang kerap di sapa Gara itu, satu satu nya sahabat Alina dan Andin berjenis kelamin laki laki, mereka bertiga kerap bersama, meski Gara sibuk dengan organisasi nya karena menjabat sebagai ketua osis namun Gara selalu menyempatkan waktu untuk dua gadis yang sudah menjadi sahabat nya sejak kelas satu SMA.
Gara juga sangat populer di sekolah nya, selain menjadi ketua OSIS, remaja itu juga memiliki wajah tampan juga otak yang cerdas, namun jika di bandingkan dengan Alina, Gara kalah karena saat ini Alina menduduki peringat pertama di sekolah nya dan Gara mendapatkan peringkat kedua.
Meski begitu, baik Gara maupun Alina keduanya saling mendukung dan tak pernah merasa iri dengan pencapaian yang mereka raih.
" Mungkin Gara sedang sibuk Din, dia kan ketua OSIS, jadi pasti banyak yang harus ia kerjakan !". Jawab Alina tersenyum tipis.
" Iya juga sih".
" Setelah ini kamu mau kemana Din ?".
" Gue belum ada rencana sih, tapi kayak nya gue mau ikut konvoi sama anak anak lain deh, kayak nya seru. Lo juga harus ikut ya Lin, biar makin rame. Nanti kita beli pilox buat coret coret seragam kita !".
" Aku kayak nya gak bisa ikut deh, aku harus pulang setelah ini, mau kasih tahu mama dan papa kalau aku lulus dengan nilai terbaik !". Jawab Alina tersenyum bangga.
Gadis itu membayangkan betapa bangga nya kedua orang tua nya saat tahu jika diri nya mendapatkan nilai terbaik di sekolah nya.
Pihak sekolah juga memberikan ia beasiswa untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas yang sudah lama ia incar.
" Ayolah Lin, kapan lagi kan kita nikmatin ini. Lagian kalau misal kita udah kuliah gak akan bisa lagi nikmatin masa putih abu abu, kita pasti akan sibuk dengan kegiatan kita di kampus! ". Bujuk Andin.
Alina tampak berpikir, apa yang di katakan sahabat nya memang ada benar nya, tapi apa tidak apa apa jika diri nya ikut konvoi seperti itu.
" Ayolah Lin, kali ini aja. Kamu ikut ya, ya ya! ".
" Oke deh, aku ikut. Tapi sebentar aja ya, aku harus pulang! ".
" Iya iya, gue janji hanya sebentar kok! ".
" Ya udah yuk lah gas! ". Kedua gadis itu akhir nya meninggalkan tempat itu dan bergabung dengan teman teman yang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wajah cemas Alina di gantikan senyum dan tawa lebar gadis itu setelah bergabung bersama teman teman nya yang lain untuk merayakan hari kelulusan.
Meski pihak sekolah tak mengizinkan mereka untuk konvoi di jalan raya, namun mereka semua memiliki cara sendiri untuk merayakan hari kelulusan mereka.
Yaitu dengan makan makan di kantin, dan mencoret coret seragam mereka dengan tulisan tulisan yang mereka buat seunik mungkin.
Tak lupa mereka mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama. Hal itu akan menjadi kenangan yang tak bisa di ulang di kemudian hari.
" Alina! ". Seru sebuah suara yang tak lain adalah Gara.
Alina yang sedang duduk sambil menikmati somay dan segelas es jeruk pun menoleh ke sumber suara, dan ternyata Gara sedang berdiri di sana sambil melambaikan tangan.
Gara berjalan mendekat dan duduk di sebelah Alina.
" Gue cariin dari tadi, rupa nya kalian ada disini ! ". Ucap Gara menatap dua sahabat nya bergantian.
" Ya lagian, lo sejak tadi gak kelihatan sih. Kayak upil di hidung gue aja! ". Celetuk Andin nyengir lebar.
" Rese banget lo, masa gue yang ganteng ini di samain upil sih! ". Dengus Gara menatap malas sahabat nya. Sementara Andin hanya cengengesan.
Alina hanya menggeleng kan kepala melihat dua sahabat nya yang suka ribut.
" Gue mau ngucapin selamat buat lo Lin, lo kembali menduduki peringkat satu di sekolah. Lo hebat banget! ". Kini atensi Gara tertuju pada gadis cantik yang fokus dengan somay di piring nya.
" Makasih ya Gara, selamat buat kamu juga. Kamu juga hebat kok! ". Jawab Alina tersenyum tipis.
" Kalian semua emang hebat, dan memiliki otak encer. Gue bingung deh, kenapa di antara kita bertiga gue yang gak dapat peringkat paralel ya. Apa sewaktu pembagian otak, gue datang paling akhir kali ya, jadi hanya kebagian sedikit? ". Tanya Andin absurd.
Alina dan Gara yang mendengar itu tentu saja terkekeh. Memang ada yang seperti itu.
" Meski pun kamu gak dapat rangking paralel. Tapi kamu juga hebat kok Din. Buktinya kamu dapat peringkat dua di kelas! ".
" Tapi tetap saja gak sehebat lo dan Gara! ".
" Udah gak usah ngambek, kita bisa belajar lagi nanti. Sekarang kita harus happy karena kita semua lulus dengan nilai terbaik. Gue traktir kalian makan sepuasnya di sini! ". Ujar Gara yang membuat senyum dua gadis itu lebar.
" Wah beneran lo mau traktir kita makan sepuasnya Gar? ".
" Ya, kalian pesen apa aja sepuasnya, nanti gue yang bayar! ".
" Asyik,, thanks ya Gar. Tahu aja lo kalau uang saku gue tinggal sepuluh ribu! ". Seru Andin girang.
" Gue udah hafal sama kalian berdua kali, emang gue baru sehari kenal lo dan Alina! ".
Alina dan Andin terkekeh mendengar ucapan Gara. Ini yang mereka suka dari Gara, remaja itu begitu royal pada mereka berdua.
" Makasih ya Gar, aku gak akan sungkan lagi kalau mau nambah kalau gini ". Ucap Alina nyengir lebar.
" Huh dasar kalian ya ". Gara tampak mengacak rambut Alina dengan gemas.
Untuk sesaat mata Gara terpaku pada wajah Alina yang saat ini sedang tersenyum cantik. Dan senyum itu pun akhirnya menular pada Gara.
Entah sejak kapan perasaan aneh itu muncul di hati Gara untuk Alina. Namun yang pasti Gara menyukai Alina sejak lama. Namun remaja tampan itu menyimpan perasaan nya sendiri, karena tak ingin membuat hubungan persahabatan mereka bertiga rusak karena perasaan nya terhadap Alina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alina sampai di rumah pukul lima sore, gadis itu baru saja menstandarkan motor nya dan berjalan dengan riang memasuki rumah berlantai dua yang menjadi tempat nya tinggal selama ini.
" Ma, aku pulang !". Ucap Alina dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantik nya.
Di sofa, tampak seorang wanita paruh baya yang sedang duduk sambil menyilangkan kaki. Tak ada senyum di wajah nya saat melihat putri nya baru saja pulang dengan pakaian yang penuh dengan coretan warna warni.
" Darimana saja kamu jam segini baru pulang?! ". Tanya suara dingin wanita yang di panggil Alina dengan sebutan mama.
Dini Maheswari, wanita paruh baya yang memiliki tiga orang putri tampak menatap Alina dengan tatapan datar. Tak ada raut wajah antusias ataupun cemas saat putri nya baru pulang.
Tak ada pula sambutan hangat khas seorang ibu yang menanti kepulangan putri nya yang hari ini menerima pengumuman kelulusan.
" Aku baru saja kumpul bersama teman-teman ma, merayakan kelulusan kami. Aku lulus dengan nilai terbaik dan mendapatkan rangking pertama tingkat paralel ma! ". Jawab Alina dengan antusias. Mata nya berbinar binar seolah apa yang ia sampaikan akan membuat sang mama merasa bangga atas pencapaian nya.
Namun sayang, Dini tampak cuek dan acuh. Bahkan tak ada senyum yang terlukis di bibir nya. Wanita itu masih berada di tempat nya, dengan kaki menyilang dan tangan yang sibuk membolak-balikan majalah yang sejak tadi ia pegang.
" Udah merasa bangga karena bisa lulus dengan nilai terbaik, dan pulang telat dengan baju penuh coretan seperti ini, iya?! ". Senyum yang tadi tampak di wajah Alina perlahan hilang saat mendengar apa yang di katakan sang ibu.
" Maaf ma, tadi teman teman ngajak aku..".
" Dan kamu bisa menolak nya kan ". Alina makin menunduk dalam mendengar apa yang di katakan mama nya.
Ini lah yang diri nya ragukan saat Andin mengajak nya kumpul kumpul bersama yang lain, pasti ibu nya tidak akan suka dan menganggap nya gadis nakal.
" Bersihkan diri mu, jangan buat mama malu karena malam ini akan ada tamu yang akan melamar kakak mu !".
" Iya ma ". Alina berjalan gontai masuk ke dalam kamar nya yang ada di lantai dua.
Dada nya terasa sesak saat mendapati respon sang mama yang tak sesuai harapan nya. Kertas kelulusan yang sejak tadi ia pegang dan akan di tunjukan pada sang ibu, kembali di simpan dan di bawa masuk ke kamar dengan raut wajah kekecewaan yang tak bisa di sembunyikan.
Sebenarnya, sudah menjadi makanan sehari hari bagi Alina, atas sifat sang ibu yang selalu cuek pada nya. Bahkan terkesan pilih kasih pada saudara saudara nya yang lain. Tapi Alina masih berharap suatu saat nanti ibu nya mau memperlakukan nya dengan baik sama seperti saat memperlakukan kedua saudara nya yang lain.
Alina memang tiga bersaudara, diri nya adalah anak bungsu dari pasangan Dini Maheswari dan Adam Maheswari. Jika kebanyakan di luar sana, anak bungsu akan menjadi kesayangan kedua orang tua dan juga menjadi kesayangan para kakak kakak nya, lain dengan Alina.
Jangan kan kasih sayang, bahkan mereka pun seolah enggan saat melihat diri nya, tak ada pelukan hangat, tak ada canda dan tawa antar saudara seperti keluarga di luar sana. Hanya ada tatapan dingin dan juga ucapan ketus yang selalu di layangkan saudara saudara nya yang lain, bahkan kedua orang tua nya pun tak ada yang membela nya saat kedua saudara nya berkata kasar pada nya.
Miris memang, tapi itulah yang terjadi dan hal itu menjadi makanan sehari hari untuk Alina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!