Indonesia
NovelToon NovelToon

Reingkarnasi Gengster Di Tubuh Istri Gendut

Bab 1 . Penghianatan

HAPPY READING!!!

.

.

.

Suasana panggung begitu meriah. Sorak-sorai penonton memenuhi udara, menyambut kemunculan artis baru yang tengah naik daun, Lyra Wren. Ia dikenal memiliki suara emas, karismatik, vokal stabil, dan mampu menjangkau nada-nada tinggi yang jarang bisa dicapai penyanyi lain.

Bukan hanya suaranya yang memukau, wajah Lyra bagaikan dewi. Kulit putih bersih seperti salju, tinggi 165 cm dengan kaki jenjang, tubuh ramping, hidung mancung, serta mata indah berbalut bulu mata lentik membuat setiap wanita mengaguminya.

Malam ini, Lyra menggelar konser di Kota Darsen. Sebagai artis pendatang baru, ia menjadi anak emas di agensi Lumina Star Entertainment. Keberhasilannya membuat perusahaan itu melesat pesat. Wajah Lyra terpampang di mana-mana majalah, billboard, hingga menjadi brand ambassador berbagai produk.

Ia membawakan lagu yang tengah hits, “Golden – Huntr/x”. Lagu dengan tantangan nada tinggi itu ia bawakan seolah tanpa kesulitan sedikit pun.

We're goin' up, up, up

It's our moment

You know together we're glowing

Gonna be, gonna be goldеn

Oh, up, up, up

With our voices

Yeong-wonhi kkaejil su еobsneun

Gonna be, gonna be golden

Oh, I'm done hidin' now I'm shinin'

Like I'm born to be

Oh, our time, no fear, no lies

That's who we're born to be

Penonton bersorak histeris ketika nada tinggi itu berhasil ia capai. Namun, tak seorang pun sadar bahwa suara yang mereka puja bukanlah milik Lyra.

Di balik panggung, seorang wanita bertubuh besar dengan wajah penuh jerawat tengah terengah-engah, berusaha mengatur napas setelah menyanyikan lagu itu sepenuh hati. Dialah pemilik suara emas sesungguhnya—Seraphine Almera.

Seraphine, atau Sera, tidak memiliki paras yang mendukung untuk tampil di panggung. Karena itu, sebuah perjanjian dibuat Lyra tampil di atas panggung sebagai wajah publik, sementara Sera bernyanyi di balik layar. Kepopuleran Lyra berdiri di atas suara Sera.

Puk… puk… puk…

Seorang pria tampan berkulit eksotis mendekati Sera. Tubuh tegap dengan otot terbentuk sempurna membuatnya memancarkan karisma kuat. Ia adalah Kael Danovan CEO Lumina Stars Entertainment sekaligus suami Sera.

"Sayang suara kamu sangat luar biasa, lihat para penonton bersorak gembira di luaran sana. mereka semua memuji kamu." ucap Kael merangkul Sera ke sofa.

"Mereka semua memuji lyra bukan aku." ucao Sera cemberut.

"Jangan seperti itu sayang, mereka hanya tidak tau jika suara itu miliki kamu." Kael mengeluarkan sesuatu dari paperbag. "Lihat aku membawakan makanan kesukaanmu." Ia mengeluarkan es krim satu ember kecil dan beberapa camilan besar.

Mata Sera langsung berbinar. Ia lupa akan kekesalannya dan meraih camilan itu penuh semangat.

Saat Lyra menyingkap tirai belakang panggung setelah konser selesai, langkahnya terhenti ketika mendapati Kael dan Sera duduk bersama. Rasa tak suka tampak jelas di wajahnya.

"Makasi suamiku. muach." ucap Sera mengecup pipi Kael.

Lyra mengepal rahang. Adegan itu membuat hatinya panas melihat Sera berani mencium Kael tepat di depan matanya.

Kael hanya tersenyum, mengelap sisa kecupan Sera dengan lembut.

Lyra mendatangi mereka dengan wajah masam.

"Aku bicara dengan Lyra dulu ya, kamu bisa menunggu di sini menghabiskan cemilan yang aku belikan." ucap Kael lalu berdiri, berjalan bersama Lyra menuju ruang make-up.

Saat melewati Sera, Lyra menatapnya dari ujung kepala hingga kaki. Sera yang tengah makan dengan lahap, wajah belepotan es krim dan serpihan keripik di bajunya, menjadi pemandangan yang tampak memalukan di mata Lyra. Tatapan mereka bertemu, membuat Sera gelisah dan buru-buru membersihkan mulutnya.

"Dia begitu menjijikkan." ucap Lyra setelah beberapa langkah, namun cukup keras sehingga Sera mendengarnya.

"Sudahlah biarkan saja." jawab Kael, tanpa menyadari Sera mendengarnya.

Camilan favorit di tangannya seketika tak terasa menggoda lagi. Sera menatap pantulan dirinya di cermin besar di depannya—tubuh gendut, wajah berjerawat, penampilan jauh dari kesempurnaan. Ia sadar, bisa menikah dengan Kael saja adalah keajaiban yang membawanya keluar dari kehidupan buruk bersama ibu tiri yang kejam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di ruang make- up ....

Di ruang make-up, Kael meminta seluruh staf keluar karena ia ingin berbicara dengan Lyra secara pribadi. Ia mencoba meraih tangan Lyra yang sejak tadi terus menepisnya, wajahnya jelas menunjukkan rasa kesal.

"Lyra sayang ada apa, kenapa kamu menatap aku seperti itu? Apa kamu marah?" ucap Kael dengan manja.

"Tentu saja Kael, kamu berciuman dengan Sera tepat di hadapanku. Menerima fakta jika kamu sudah menjadi suami Sera saja sudah membuatku patah hati apalagi sekarang aku melihat kalian berdua berciuman."

"Aku bahkan belum bisa menerima jika sekarang kamu adalah suami Sera meski sudah enam bulan berlalu kamu menikahinya."

Kael berusaha menenangkan Lyra.

"Sayang... kamu kan tahu aku melakukan itu semua untuk kamu. Lihat sekarang kamu menjadi dewi berkat suara Sera, sayang..."

"Jika aku tidak menikahinya dia tidak akan mau menjadi penyanyi bayanganmu." ucap Kael lagi.

Dulu, saat Kael menawarkan kontrak sebagai penyanyi bayangan untuk Lyra, Sera menolak. Yang ia inginkan hanyalah bebas dari ibu tirinya yang kejam.Namun karna ambisinya Kael mendekati Sera memperlakukannya dengan baik dan berpura- pura mencintai Sera hingga akirnya mereka menikah. Mereka menggelar pernikahan yang megah semua orang tau jika Sera adalah istri dari CEO Lumina star entertainment. Selama enam bulan pernikahan mereka, nama Lyra meroket, dan agensi Lumina Star menjadi lebih unggul dari yang lain berkat suara Sera.

"Aku sangat membenci dia, dia merebut kamu dari aku." ucap Lyra penuh emosi.

"Tidak sayang, dia tidak pernah merebut aku dari kamu. Yang aku cintai hanya kamu." Kael memeluk pinggang Lyra dan mengecup lehernya lembut.

Lyra mendorongnya pelan.

"Aku marah dengan kamu, Kael."

Kael justru tersenyum kecil.

"Biarkan saja, justru wajahmu bertambah cantik jika kau terlihat marah seperti ini." Ia mengangkat Lyra dan mendudukkannya di atas meja rias.

Lyra memukul dada Kael pelan, bibirnya masih manyun.

"Jangan menggoda aku seperti itu."

Kael menatap mata Lyra dalam-dalam.

"Kamu satu-satunya wanita yang sangat aku cintai, Lyra. Setelah kamu berhasil menguasai vokalmu aku akan membuang Sera seperti sampah dan setelah itu kita bisa menikah dan bahagia bersama." Ia mengecup tangan Lyra.

"Kamu berjanji?"

"Tentu saja, aku tidak ingin kehilangan dewi sepertimu."

Lyra tersenyum. Ujung sepatunya naik menyusuri kaki Kael, membuat pria itu terdiam dan menegang. Tatapan mereka saling terikat, senyum getir membaur di bibir keduanya.

"Kamu sungguh tidak akan melepaskan aku, kan?" ucap Lyra, melingkarkan tangannya di leher Kael.

"Tentu sayangku."

Kael merapatkan tubuhnya lalu mengikat bibir Lyra dengan bibirnya. hawa panas begitu terasa ciuman pans penuh hasrat terus di lakukan oleh Kael seolah ia menemukan obat dari semua rasa lelah atas semua pencapainnya.

Aahh...

Lyra mendesah begitu tangan kael menelusup masuk kedalam lapisan dress pendeknya mengitari lipatan kulit perut bagian bawah. Lyra mendongak begitu bibir Kael mengecup lehernya menyisirinya meninggalkan kecupan merah di sana.

"KAEL!"

Teriakan itu memecahkan suasana.

Kael dan Lyra sontak menoleh. Sera berdiri di ambang pintu air mata mengalir membasahi pipinya. Ia menyaksikan secara langsung pengkhianatan suaminya.

.

.

.

...💐💐💐Bersambung💐💐💐...

Kael brengsek banget, dia memanfaatkan Sera demi kesuksesan selingkuhannya.

Malah selingkuhannya Nggak tau diri lagi.

Nulis ini pengen banget nonjokin Kael, malah pengeb banget lagi ngaretin mulut si lyra. kesel banget.

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

Bab 2.Kecelakaan

“Lyra! Lyra! Lyra!”

Teriakan penonton kembali menggema di luar. Mereka semua menuntut kehadiran Lyra untuk membawakan lagu penutup konser.

Kru mulai panik karena Lyra tak kunjung keluar.

“Sera! Apa yang kamu lakukan?! Kamu nggak dengar penonton memanggil Lyra sejak tadi? Kamu malah enak-enakan seperti gajah di sini!” bentak seorang kru sambil mendekat.

Sera terhenti ,Ia meletakkan es krim yang tinggal setengah itu di atas sofa.

“Tapi… Lyra sedang di ruang make-up…”

“Iya saya tahu! Nggak perlu kamu kasih tahu! Makanya panggil dia cepat! Badan doang yang besar tapi otaknya nggak ada!” hardiknya lagi.

Sera menelan sakit itu tanpa bisa membalas. Kata-kata seperti itu sudah biasa ia dengar. Ia tetap menjadi yang paling diremehkan .Menjadi budak bagi agensi ini setiap konser Lyra digelar. Mereka tau jika Sera adalah istri Kael namun seperti tidak di hargai karna bentukannya yang tidak pantas membuat Sera selalu di pandang remeh terlebih Lyra juga berkuasa di sana sebagai artis papan atas meskipun kru di sana tau jika yang menyanyi adalah Sera tapi bagi mereka Sera tetap lah Dewi berkat kecantikannya.

“Ba… baik…”

Ia meletakkan cemilannya dan bergegas berlari menuju ruang make-up.

Ceklek

Kael merapatkan tubuhnya lalu mengikat bibir Lyra dengan bibirnya. hawa panas begitu terasa ciuman pans penuh hasrat terus di lakukan oleh Kael seolah ia menemukan obat dari semua rasa lelah atas semua pencapainnya.

Aahh...

Lyra mendesah begitu tangan kael menelusup masuk kedalam lapisan dress pendeknya mengitari lipatan kulit perut bagian bawah. Lyra mendongak begitu bibir Kael mengecup lehernya menyisirinya meninggalkan kecupan merah di sana.

Sontak Sera terdiam dadanya terasa begitu sesak, air matanya seketika berjatuhan melihat apa yang ia saksikan antara Kael dan Lyra. Padahal selama ini Kael bersikap begitu peduli dan mencintainya tapi sekarang ia justru melihat secara langsung bagaimana prilaku Laki - laki itu di belakangnya.

"KAEL!!!. "Teriak Sera dengan suara bergetar menahan isak tangis yang pecah.

Kael dan Lyra sontak terkejut dan langsung melihat ke asal suara. Mata mereka membulat bersamaan begitu melihat Sera berdiri di ambang pintu.

Sera menggeleng, ia menutup mulutnya tangisnya pecah.

"Sera dengarkan dulu ini tidak seperti yang kamu lihat. Ini hanya kebutuhan foto. "ucap Kael cepat memberi alasan melepaskan pelukannya dari Lyra dan mendekati sera pelan -pelan .

"Kebutuhan Foto?... " ucapnya mengulangi "Kamu mau membodohi aku dengan alasan bodoh seperti itu dan berharap aku percaya Kael. " ucap Sera .

"Bukan seperti itu ... ini_ "Kael terbata , ia menggaruk tengkuknya berusaha untuk mencari alasan.

Lyra berdecak, "Sudah lah Kael katakan saja yang sebenarnya. " Lyra turun dari meja rias lalu mendekati Sera.

Sera melihat ke arah Sera, ia masih berdiri di sana tanpa mampu untuk melangkah.

"Apa yang kamu lihat memang benar, aku dan Kael memang berselingkuh. " ucapnya menatap Sera. "Lagipula mana mungkin Kael mau menikah dengan kamu." ucap Lyra menatapnya dengan jijik "Kalau saja bukan karna suara kamu Kael tidak akan mau menikahi induk gajah seperti kamu Sera. " Lyra mendorong kepala Sera.

"Sadar Sera, bentukan kamu saja tidak menggambarkan seperti manusia sedikitpun. "ucap Lyra memandangi Sera dari ujung kaki hingga kepala .Apalagi saat ini baju Sera di penuhi remahan keripik dan wajahnya belepotan eskrim coklat.

Sera melihat ke arah Kael yang hanya diam tanpa membela sedikitpun. Hatinya semakin hancur ia segera berlari menjauh dari sana dengan tangis yang tak sanggup lagi ia tahan.

Sera keluar dari area konser berlari kejalanan , terlepas dari kesakitan yang ia rasakan bersama ibu tirinya ternyata menikah dan hidup terpisah pun sama saja ia bahkan merasakan kesakitan yang jauh lebih besar lagi.

"kenapa seperti ini, apa aku tidak di izinkan untuk bahagia. "ucap Sera menepis air matanya sambil terus berlari di bahu jalan tanpa arah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di pusat kota Darsen seorang ketua gangster tengah menelusuri kota bersama dua anak buahnya ,Davian dan Rayhan menggunakan mobil. Dia adalah Serageline Fros ketua gangster yang di takuti banyak orang. Satu- satunya perempuan yang mampu menguasai banyak wilayah dengan otak cerdik dan liciknya.

Serageline biasa di panggil Sera oleh kakeknya adalah seorang wanita berusia empat puluh lima tahun, bertubuh ramping dengan kulit putih bersih. Hidungnya mancung, tatapan matanya tajam seperti elang sehingga membuatnya terlihat sangar; meski tak bersuara, pandangannya cukup mengintimidasi setiap orang. Julukan Queen of Blood melekat padanya karena kesadisan dan taktik logisnya dalam menyelesaikan setiap kasus. Penguasaannya atas daerah kekuasaan membuat anggota gengnya berkembang pesat di kota Darsen sejak kakeknya meminta Sera memimpin geng itu saat ia lulus SMA. Sera merupakan ketua gangster termuda sekaligus terkaya di kota Darsen. Sera sering di panggil Queen oleh para anak buahnya, karna ia benar- benar menggambarkan ratu dari dunia gelap yang bahkan tak banyak dari pria tak mampu untuk menguasai dunia yang di jalani Sera.

Begitu mereka tiba di pusat kota, mata Sera langsung tertuju pada deretan poster dan baliho besar yang menampilkan wajah para artis terkenal. Setiap sudut gedung dan jalanan seakan dipenuhi oleh pesona dunia hiburan yang berkilauan, kontras sekali dengan kehidupan gelap yang selama ini ia jalani.

Rayhan menghentikan mobil tepat di depan lampu merah. Di hadapan mereka berdiri sebuah baliho raksasa bergambar seorang penyanyi muda dari agensi ternama.

“Artis itu sedang naik daun sekarang, Queen,” ujar Davian sambil menatap baliho itu. “Selain parasnya yang cantik, suaranya luar biasa. Dia juga pandai menari dan memikat penonton. Jujur saja, andai dulu kamu tidak terjun ke dunia gelap ini, kamu pasti sudah jadi artis besar sepertinya.”

Sera tersenyum tipis, tatapannya tak lepas dari wajah di baliho itu. “Sudahlah… mungkin ini memang sudah takdirku,” ucapnya pelan. Ada nada getir dalam suaranya.

Ia terdiam lama, membiarkan kenangan masa lalunya menelusup masuk. Dulu, saat masih di SMA, ia dikenal sebagai gadis berbakat suara merdunya memukau siapa pun yang mendengar. Ia memenangkan banyak lomba menyanyi, bahkan sering diminta tampil di berbagai acara sekolah. Tapi sejak kakeknya menyerahkan tampuk kepemimpinan geng kepadanya, dunia yang indah itu terkubur dalam-dalam bersama masa mudanya.

Mobil kembali melaju perlahan. Namun tiba-tiba, sebuah hentakan keras membuat tubuh Sera terlonjak ke depan hingga kepalanya membentur sandaran kursi pengemudi.

Seorang wanita gendut tiba - tiba melintas tepat di hadapan mobil Sera membuat Rayhan yang mengemudi tidak mampu menghindarinya. Gerakan yang cepat dari perempuan itu membuatnya tidak bisa menghindar dan menabraknya.

“Akh…” rintihnya sambil memegang kepala.

“Maaf, Queen! Tapi sepertinya aku menabrak seseorang!” seru Rayhan panik.

“Apa?!”Sera terperanjat, matanya membulat.

“Tenang, aku akan memeriksanya,” ujar Davian cepat sambil membuka pintu.

“Biarkan aku ikut,” ucap Sera seraya menyusul keluar dari mobil.

Namun belum sempat langkahnya menjangkau bagian depan mobil, suara deru mesin kencang memecah suasana. Sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan langsung menabrak Sera tanpa ampun. Tubuh perempuan itu terpental jauh, menghantam aspal dengan keras.

“QUEEN!!!” teriak Davian dan Rayhan bersamaan, panik, berlari ke arah tubuh Sera yang tergeletak di jalan dengan darah mulai merembes di sisi kepalanya.

.

.

.

...💐💐💐Bersambung💐💐💐...

Penasar lanjut next bab guys :)

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

Bab 3. Bertukar Nyawa

HAPPY READING!!!

.

.

.

"Apa aku sudah mati?" Sera memegangi kepalanya yang berdenyut tajam. Rasa sakit itu menusuk sampai ke tengkuk, membuatnya sulit bangun. Ketika ia berusaha duduk, tubuhnya terasa begitu berat ,berbeda, asing, dan tak mau diajak kompromi.

"Kenapa ini… kenapa tubuh ini terasa sangat berat?" Ia membuka matanya lebar–lebar, menatap pergelangan tangannya yang membengkak oleh lemak.

"Ha…?" Suaranya tercekat. Lipatan–lipatan lengan yang tebal dan lunak membuatnya ingin berteriak. Perut yang membuncit, pinggang yang hilang entah ke mana, kulit putih yang dulu mulus kini tampak kusam seperti tak pernah dirawat. Lipatan kulit itu menyatu dengan kotoran yang menempel, memberi kesan yang membuat Sera ingin memuntahkan perasaannya.

Dengan panik ia meraba wajahnya. Wajah bulat. Pipi menonjol. Rahang yang lenyap entah ke mana.

"Tidak… tidak! Kemana perginya wajah tirusku? Apa mereka melakukan operasi tanpa persetujuanku? Yang benar saja… apa sebenarnya ini?" batin Sera semakin kacau, nyaris tak sanggup bernapas.

"DAVIAN!!"

"RAYHAN!!"

Ia berteriak memanggil anak buahnya, namun tak ada satu pun yang muncul.

"Tunggu… Aaa… Aaa…" Sera terdiam. Suaranya berbeda. Serak, gemuk, terdengar asing di telinganya.

"Aaaaa!!" Ia kembali menjerit, lalu buru-buru menutup mulutnya. "Tidak mungkin. Bagaimana bisa suaraku berubah seperti ini?"

Dengan gemetar ia menekan tombol darurat di sisi ranjang.

Tak lama kemudian, dokter dan suster masuk terburu-buru.

Sera menatap mereka penuh kemarahan dan ketakutan. "Apa–apan ini? Kenapa tubuhku seperti ini? Dan… ada apa dengan suaraku? Apa kalian melakukan operasi plastik tanpa persetujuanku?!"

"Tenang dulu, nona. Saya akan memeriksa keadaan anda," ucap dokter muda itu lembut.

"Nona?" Sera mengulang, wajahnya menegang. "Apa kamu sedang mencoba menggoda wanita tua sepertiku?!"

Dokter dan suster itu saling pandang, tak paham apa yang sedang terjadi.

"Yaa… aku akui wajahku memang awet muda dan cantik," lanjut Sera percaya diri, "tapi tidak seharusnya kau menggoda orang yang jauh lebih tua darimu."

Suster menahan tawa canggung, dokter hanya bisa menghela napas.

"Apa kamu merasakan ada yang salah dengan kepalamu?" tanya dokter sambil membuat gerakan menunjuk pelipisnya.

"Ya… kepalaku sakit, tapi masih bisa kutahan. Ini tidak ada apa–apanya dibandingkan saat kepalaku dihantam pukulan keras," jawab Sera santai.

"Bisa tolong ambilkan kaca? Aku merasa wajahku sangat berubah. Membengkak seperti ini… apa mungkin ini efek kecelakaan itu?" Ia berbicara cepat, nyaris seperti seseorang yang kehilangan pegangan.

Suster memberikan cermin. Sera memegangnya dengan tangan bergetar.

Dan dunia runtuh tepat di depan matanya.

"AAAAAAA!!"

Suster dan dokter itu tersentak ketakutan.

Sera menunjuk cermin. "Siapa yang ada di dalam itu?!"

"Tentu saja itu Anda, nona," jawab suster hati-hati.

"Ti… tidak mungkin! Aku wanita 45 tahun! Walaupun aku sudah tua, wajahku masih awet muda dan cantik! Tubuhku ramping! Wajahku tirus! Terawat!" suaranya pecah.

Ia meremas lemak di lengannya, jijik.

"Tidak gendut penuh jerawat dan lemak seperti ini!"

Dokter menghela napas panjang. "Tapi nona, Anda adalah perempuan berusia 25 tahun. Dan tubuh serta wajah Anda memang seperti ini sejak Anda dibawa dua hari lalu ke rumah sakit."

"Wanita yang berusia 45 tahun,oh ...apa kamu mengatakan wanita yang meninggal dengan banyak anggota gangster itu. Ciri-cirinya persisi seperti yang kamu katakan ."ucap Dokter tersebut .

"Men… meninggal?" suara Sera bergetar. Napasnya memburu.

"Ti… tidak mungkin. Aku masih hidup! AKU DI SINI!"

Sera bangkit panik. "Panggil anak buahku! Mereka pasti mengenaliku! "

"RAYHAN! "

"DAVIAN!"

Teriakannya menggema. Suster mencoba menahannya dokter pun juga ikut menenangkan.

Tiba-tiba, pintu terbuka keras. Seorang pria muda berjas rapi masuk dengan wajah penuh kepanikan.

"Sera! Syukurlah kamu selamat. Aku sangat khawatir!" ucap pria itu sambil langsung memeluknya.

Sera membelalak, mendorongnya keras sampai pria itu tersungkur. "Apa yang kamu lakukan?!"

"Sera... " ucap Kael.

"Maaf tuan sepertinya pasien mengalami amnesia akibat kecelakaan, serta trauma ringan. " jelas dokter yang masih berdiri di sana.

Kael menelan senyum kecil yang nyaris tak terlihat lalu berdiri dan menatap Sera, "Sera kamu tidak mengingatku, aku suamimu. " Kael menunjukkan cincin pernikahannya "Lihat kamu juga memilikinya. " ucap Kael menunjuk cincin yang juga di gunakan Sera di jari manisnya.

"Apa -apa ini, siapa sebenarnya wanita ini? apa yang sebenarnya terjadi denganku. " batin Sera yang begitu kebingungan saat ini.

Kael kembali mengenggam tangan Sera, "Jika kamu memang tidak mengingatku, tidak apa - apa aku bisa membantumu. " ucapnya tersenyum manis di hadapan Sera.

"Sera.. Sera kenapa laki - laki ini tau nama asliku?." batin Sera.

"Siapa sebenarnya nama wanita ini?. "ucap Sera memandangi semua orang di sana.

"Wanita ini maksudmu, kamu? " tanya Kael memastikan.Kael mengibaskan tangannya ke arah dokter dan perawat yang masih berdiri di sana takut jika Sera berkata yang tidak- tidak tentang dirinya.

"Iya, siapa nama lengkap perempuan ini? "

"Sera kenapa kamu menunjuk dirimu sendiri seperti orang lain?. "

"Katakan saja cepat!! "tegasnya.

"Seraphine Almera. "

"Seraphine sedangkan namaku Serageline. aku dan dia memiliki awalan nama yang sama. " gumam Sera terdengar seperti bisikan.

"Sera ada apa?. "ucap Kael lagi memegang tangan Sera.

"Tidak apa - apa .Aku tidak butuh bantuanmu, menyingkirlah!!. Aku rasa aku perlu kembali mengistirahatkan otak dan tubuhku ." ucap Sera menepis tangan Kael lalu meringsut menarik selimutnya dan tidur membelakangi Kael.

 " Sepertinya kecelakaan itu bukan hanya menghantam tubuhku tapi juga mengirimku ke dunia lain . " gumamnya berusaha kembali terlelap dengan harapan semua ini hanyalah sebuah mimpi belaka.

Kael berdiri terdiam di sisi ranjang Kael terus melihat ke arah Sera yang mulai tertidur , senyumannya mengembang. " Baguslah jika dia benar - benar amnesia. aku harap ingatanmu tidak pernah kembali Sera. "

Sera mulai terlelap, kelopak matanya terasa begitu berat seolah ada sesuatu yang menariknya menuju tempat lain tempat yang mungkin menyimpan jawaban atas seluruh pertanyaannya. Ketika matanya kembali terbuka, ia mendapati dirinya berdiri sebagai dirinya yang dulu. Tubuh rampingnya, wajah tirusnya, kulit mulusnya… semuanya kembali. Namun tempat itu asing, dipenuhi kabut putih yang menyilaukan.

“Ya… sudah kuduga aku memang bermimpi,” gumam Sera sambil menatap tubuhnya sendiri dengan senyum lega.

Tapi kegembiraannya berhenti seketika. Dari balik kabut yang berkilau, muncul siluet seseorang. Cahaya itu begitu terang hingga Sera menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas.Dari balik kabut itu muncul gadis gendut yang sama persis seperti yang ia lihat di cermin saat ia sadar sebelumnya .

"Kamu... "ucap Sera menunjuknya.

" Ya...Aku gadis yang bertukar nyawa denganmu . " ucapnya

"Ha...? "ucap Sera kebingungan. " bertukar nyawa apa maksudmu, apa kamu tidak lihat aku di tubuhku sekarang. Kejadian barusan hanya sebuah mimpi aneh yang mengerikan. "ucap Sera bergidik.

"Itu semua bukan mimpi justru itu nyata. Kamu bertukar nyawa denganku. " ucap Sera bertubuh gendut.

Sera terkejut jantungnya seketika berdebar lebih cepat, "Apa maksudmu, jika... yang tadi itu bukan mimpi lalu sekarang ini apa?. "

"Justru ini lah mimpi. Yang kamu alami barusan adalah kehidupan yang akan kamu lalui. Jadi tolong lanjutkan hidupku , biar aku yang menggantikan kematianmu. " ucapnya perlahan menjauh.

"Tidak, tidak... tunggu!. "ucap Sera berusaha untuk menahan perempuan itu namun seberapa kuat pun ia mengejar perempuan itu tak terkejar, ia lenyap dalam kabut putih yang menyilaukan tanpa menunggu Sera mencerna semuanya.

"TIDAK ... TUNGGU! " Teriak Sera terbangun dan langsung terduduk dengan peluh yang bergeliciran di keningnya.

.

.

.

...💐 BERSAMBUNG 💐...

Apa jadi yang di lalu ahjumma sekarang adalah kehidupan nyata. Ahjumma Sera benar- benar berada di tubuh Sera dan Sera meminta untuk melanjutkan kehidupannya dan memilih menggantikan kematian ahjumma.

Gimana ini, apa ahjumma bisa melanjutkan kehidupan Sera?

Penasar lanjut next bab guys :)

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!