Indonesia
NovelToon NovelToon

Author Become Mother

pengenalan alur

Di sebuah kamar kontrakan kecil, sempit, berantakan dan minim oksigen. Seorang wanita terbaring bergelung selimut diatas kasur lantai, ada banyak buku berserakan dan laptop yang masih menyala.

Dari laptop itu terlihat sebuah platform novel digital yang terkunci. Sepertinya si wanita sempat membaca novel, tapi terpaksa berhenti karena belum top up koin untuk membaca lanjutan ceritanya.

Wanita itu bergerak, meregangkan tubuhnya dan mengerjapkan matanya. Terlihat seperti pengangguran atau pemalas, karena kondisi tempat tinggalnya yang sangat berantakan dan kotor.

"Aduuhh, ketiduran lagi nih gue." Gumamnya.

Wanita itu bangkit duduk, dia mengotak-atik laptopnya dan membeli koin. Setelah berhasil, dia membuka semua bab yang tergembok dan mengunduhnya.

"Oke sambil nunggu, gue mandi deh." Ujarnya pergi ke kamar mandi.

Wanita itu mandi sambil bersenandung merdu, terlihat senang tanpa beban meksipun hidupnya pas-pasan. Dia bahkan masih memiliki uang untuk top up koin, entah dia sebenarnya pekerja atau pengangguran.

Selesai mandi, wanita itu membuka semua jendela dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam kamar petaknya. Dia juga langsung membersihkan sampah-sampah ke dalam plastik, merapihkan segala kekacauan yang ada.

Setelah di bersihkan hingga di pel, kamar itu terlihat jauh lebih baik, bersih dan nyaman. Wanita itu duduk di depan meja rias dan mulai mengeringkan rambutnya.

Ting

Notifikasi pengunduhan selesai berbunyi, wanita itu buru-buru mengambil laptopnya dan membuka halaman demi halaman dengan senyum merekah.

"Harganya mahal juga ya, rating nya bagus banget bahkan viral di medsos. Gue jadi deg-deg an deh." Gumam wanita itu excited.

Bahkan sambil membaca, dirinya masih bisa membuat mie cup layaknya makanan anak kost di tanggal tua.

Assa Mellisa, seorang wanita yang hidup sebatang kara. Dia seorang penulis novel, tapi meksipun begitu dia sangat suka membaca novel orang lain yang sedang populer.

Gaji seorang penulis tidaklah menentu, karena itu sampai detik ini Assa baru bisa menabung sedikit. Dia juga terpaksa harus ngontrak di kamar sempit, demi menghemat uang. Meskipun dalam hatinya dia ingin sekali cepat membeli rumah dan membangun rumah tangga.

Di usia 22 tahun ini, Assa masih belum memiliki kekasih. Dia seorang interovert yang sangat nyaman di dalam kamar, dia bahkan bisa berhari-hari tidak keluar dari kamar. Sehari-hari dia hanya menulis dan makan mie, dia merasakan ketenangan dengan dunianya yang sepi ini.

Awal-awal mengontrak, banyak tetangga kost dan pemilik kost menggedor kamarnya. Mengira terjadi sesuatu padanya karena berhari-hari tidak pernah keluar dari kamar. Setelah hari itu Assa selalu menyalakan musik dengan keras dan membuka jendela, sebagai tanda jika dia baik-baik saja dan masih hidup.

Kembali pada Assa saat ini, ekspresinya saat membaca terlihat aneh. Alisnya di tekuk dalam dan terlihat kecewa, entah apa yang sedang dirinya rasakan saat ini.

"Kacau, udah gue beli mahal-mahal tapi isinya sampah begini." Gerutunya.

"Antagonis pria adalah seorang Badboy berhati dingin, dia suka makan permen dan tidak kuat asap rokok. Dari deskripsi ini aja udah aneh anjir." Assa berkomentar sambil membaca.

"Second male lead yang merupakan sahabat dari antagonis wanita. Seseorang yang kalem, tubuhnya indah dan tinggi, tatapannya teduh tapi dia perokok berat. Diam-diam menyukai sahabatnya sendiri, tapi sampai akhir dia hanya menjadi sadboy kecanduan narkoboy. Karena antagonis wanita sampai akhir tetap mengejar Protagonis Pria alias The main character." Assa menghela nafas lelah.

"Alurnya nol, ga ada konflik apapun kecuali ML (Male lead) yang ngejar FL (Female Lead). FL nya juga beban mampus, justru aura dari Second male lead jauh lebih dominan. Antagonis pria nya juga aneh, katanya badboy tapi ga kuat asap rokok." Assa mengomentari segalanya, menunjukan kekecewaannya terhadap alur cerita yang dia baca.

Buku yang dibaca oleh Assa adalah buku novel yang populer dan sedang viral di media sosial. Kebanyakan rating tinggi mengatakan jika alurnya sangat bagus, bahkan banyak fans ML dan FL, mereka juga sangat membenci antagonis wanita dalam cerita.

Melihat rating ulasan yang bagus, tentu saja Assa sangat tertarik. Berharap dia jadi memiliki inspirasi menulis setelah membacanya. Tapi apa? justru dia di kecewakan oleh ekspektasi nya sendiri.

"Matahari diujung Senja."

Itu adalah judul dari novel yang saat ini dibaca oleh Assa. Menceritakan percintaan anak sekolah yang lucu, aksi kejar-kejaran perasaan, salah paham, cemburu dan lain sebagainya.

Selayaknya cinta di masa muda, kebanyakan karakter masih sangat labil dan alay. Bahkan dialog pemeran utama laki-laki di novel ini sangat kaku, tidak pas dengan umurnya yang masih belasan tahun.

Menggunakan bahasa baku sebagai tanda jika dia pria yang dingin, tapi justru membuat karakter utama ini terlihat aneh dan konyol. Antagonis laki-laki yang jago berkelahi, tampan, saingan cinta pemeran utama pria. Dengan karakter yang seharusnya dibuat dominan, justru dia memiliki penyakit paru-paru dan tidak kuat asap rokok.

Second male lead (Protagonis Pria kedua) yang lebih dominan, justru dia jauh lebih cocok menjadi pemeran utama dibanding pemeran utama itu sendiri. Kelemahan dari Second male lead hanya cintanya ditolak, kehilangan sahabat dan depresi.

Antagonis wanita di buku ini juga pasaran, mengejar cinta pemeran utama hingga rela meninggalkan sahabat baiknya. Antagonis wanita bersahabat dengan second male lead, mereka sama-sama sebatang kara. Sayangnya mereka berakhir bermusuhan, karena cinta Antagonis wanita telah buta untuk pemeran utama pria.

Dengan karakter jahatnya, dia membuat FL dalam bahaya dan memicu amarah ML. Akhir dari seorang Antagonis tentu saja tidak pernah baik, dia dipenjara dan menelan pil pahit melihat pujaan hatinya menikah dengan wanita lain.

Hal yang paling membuat Assa kecewa adalah, alurnya sebatas berangkat sekolah lalu cekcok dan terus berulang seperti itu. Perkembangan karakternya kacau, Pemeran utama wanita (FL) sangat naif dan pick me. Kata-katanya sering menjadi salah paham, memicu kebencian ML untuk orang lain.

"JELEK!!! SAMPAH KAYA GINI YANG DI BILANG BAGUS?!! MIKIR KIDS!!." Teriak Assa kesal.

Huuufftthhh

Fyuhhhhh

"Sumpah ya, ini novel paling sampah yang pernah gue baca seumur hidup. Kalo gue masuk jadi karakter dalam novel ini, hal pertama yang bakal gue lakuin adalah banting si FL letoy, beban, pickme, naif dan kampungan itu." Ucap Assa, merasa geregetan.

"Ini Antagonis wanita nya juga tolol, di kejar calon greenflag malah milih yang redflag. Kalo gue ketemu sama si second male lead ini, bakal gue hamilin dan gue kurung telanjang." Ucap Assa, lupa jati diri.

"Deskripsinya aja ganteng begini, pasti burungnya gede kan. Aaaaa pengen punya pacar, dari pada jadi sadboy mending Lo jadi pacar gue aja bjirrr." Assa sangat kecewa dan tidak mood.

Kruyukkk

Kruukkk

"Aduh laper banget, hari ini makan rasa soto apa rendang ya?." Gumam Assa, siap masak mie lagi.

Assa berdiri membawa cup mie menatap ke luar jendela, dia menerawang jauh ke langit. Meskipun dia suka ketenangan, dia juga ingin merasakan cinta dan dicintai. Dia ingin di usahakan dan di bahagiakan oleh seorang pria, Assa sangat menanti dan menunggu saat itu tiba.

"Apa ada masa untukku bahagia, Tuhan?." Lirih Assa.

Slurrpp

Assa makan mie dengan lahap, lambungnya sudah bersahabat dengan mie instan. Meskipun dia tau makanan ini tidak baik untuk kesehatan, tapi dia harus hemat dan berjuang sendirian di dunia ini.

Ukhh...

Uhukk...

AAkkhhhhhhhh

Assa terbatuk dan merasakan sakit luar biasa di perutnya, Assa merasa seluruh tubuhnya merinding karena merasakan sakit tak tertahankan. Assa tau ini efek makan mie jangka panjang, dia berusaha keluar untuk meminta pertolongan. Tapi kakinya sudah lemas dan kepalanya sudah berkunang-kunang, Assa ambruk tak sadarkan diri tanpa sempat membuka pintu kamar kost nya.

masuk novel

Akhhhhhhh

Hoshhh

Hoshhh

Assa merasa jatuh dari ketinggian hingga dia membuka mata, dia terkejut karena dia bangun di tempat yang asing. Seperti kamar mandi hotel mewah pinterest, bahkan bau lavender semerbak menenangkan pikirannya.

"Waww.. surga VIP emang pake lantai granit begini ya, wangi juga lagi ngga apek kaya kamar kost gue." Gumam Assa merasa relax.

Syuutt

Assa menoleh ke samping, terkejut bukan main saat dia melihat pantulan wajah asing yang tersenyum. Bahkan saat Assa terkejut dia ikutan terkejut, Assa berdiri dan bayangan itu terus saja mengikuti.

"Siapa Lo!." Tunjuk Assa.

Bayangan itu terus saja mengikuti, sedetik kemudian Assa sadar. Jika pantulan di cermin adalah dirinya sendiri, tapi kenapa terlihat asing dan sama sekali bukan dirinya.

"Ngga mungkin, jangan bilang di surga semua arwah jadi glow up? ya kalo secantik ini sih gue seneng ya." Assa berpose centil, merasa puas dengan wajah barunya.

Nyuuttt

Nyutttt

Tiba-tiba Assa merasakan sakit kepala luar biasa, Assa berpikir dia sedang berhalusinasi dan mulai sadar karena itu merasakan sakit. Assa merasa lututnya lemas dan dia jatuh terduduk, membiarkan rasa sakit itu menusuk kepalanya dengan pasrah.

Huffthhh

Fyuhhhh

Assa menarik nafas dalam-dalam, berusaha tetap tenang dan tidak panik. Semua ingatan asing yang sialnya familiar masuk ke dalam kepala Assa.

"Sialan... kenapa harus Yola?." Gumam Assa frustasi.

Yolanda Vioni adalah nama Antagonis wanita di buku Matahari di ujung senja. Assa telah mengalami hal gila yaitu Transmigrasi jiwa ke dalam tubuh Yola.

"Bau banget alkohol, jangan bilang gue lagi mabuk-mabukan sampe mati?." Gumam Assa, baru merasa sempoyongan.

Assa membasuh wajahnya dan keluar dari kamar mandi, dia berjalan dengan sempoyongan meskipun sudah berusaha sadar. Assa masuk ke dalam kamar mewah, cahaya redup dan remang-remang dengan bau alkohol yang membuatnya mual.

"Yola."

Suara Boriton membuat Assa tersentak kaget, dia buru-buru menoleh dan melotot. Sekarang Assa teringat, dengan scene dimana Yola mabuk ditemani sahabat laki-lakinya. Yola sedang galau, karena pemeran utama lakilaki telah resmi berpacaran dengan pemeran utama perempuan.

"Wah pujaan hati gue, suaranya aja se indah ini apalagi goyangan burungnya." Batin Assa, merasa bersyukur.

"Yola? kanapa sih Lo?." Ucapnya lagi.

"Sky, lo pasti Sky!!." Panggil Assa dengan excited.

Klak_

"Apa sih? Lo ngapain lama banget di kamar mandi, jangan bilang Lo jadi gila sekarang." Ucap Sky menyalakan lampu (Second male lead dalam cerita).

Assa menutup matanya karena silau, kini dia bisa melihat betapa tampan sosok Sky. Wajahnya sangat rupawan, terlihat memerah karena mabuk, matanya sayu dan tubuhnya terlihat tinggi dengan otot perut yang menggoda. Tidak lupa dengan rokok di tangannya, pria yang mempesona begini harus mengalami akhir menyedihkan.

"Jangan bilang tuhan beneran kabulin doa gue? Akhirnya, gue bakal telanjangin dan kurung Lo di sini Sky!." Batin Assa mesum.

"Kenapa Lo senyum-senyum gitu?." Sky keheranan.

Assa tidak peduli, dia melangkah maju dengan sempoyongan. Dengan berani dia duduk di pangkuan Sky, Sky sendiri merasa kaget tapi dia tidak menolak.

Sky menatap wajah Assa dengan intens, keduanya saling pandang dengan diam. Mengira Assa sedang mabuk, Sky sibuk menyesap rokok dan menghembuskan asapnya dengan keren.

"Bukannya kamar gue pake AC ya? kok Lo ngrokok?." Ceplos Assa.

"Udah gue matiin, jendela nya juga gue buka." Jawab Sky.

"Sky, jawab gue jujur." Assa tiba-tiba serius.

"Apa?." Sky menaikan satu alisnya.

"Burung Lo gede ngga?." Tanya Assa frontal.

"Lo mabuk? sampe segini nya lo terpuruk gara-gara cowo gajelas." Sky terlihat marah.

"Gue emang mabuk, tapi gue tau lo Sky. Gue lagi ngga bahas cowo lain, gue tanya sama lo." Ucap Assa, menegaskan.

"Emang kalo burung gue gede kenapa? lo mau ngrasain burung gue?." Sky mengira Assa sedang bercanda.

"Boleh." Jawab Assa berbinar.

Sky tersentak kaget, dia bahkan sampai mematikan rokoknya dan menatap Assa dengan heran. Merasa ada yang aneh, mulai dari tatapan mata, cara bicara, nada suara hingga gerak-gerik Assa yang sangat berbeda dengan Yola asli.

"Kok Lo jadi gini sih." Ujar Sky.

"Gue harus bisa dapetin cowo ganteng ini, burung dia harus jadi milik gue. Rugi banget kalo sampe lepas." Batin Assa.

"Sky, sebenernya selama ini gue sembuyiin sesuatu dari lo." Ucap Assa.

"Apa?." Sky penasaran.

"Gue takut kalo mau jujur, gue takut persahabatan kita bakal berakhir. Gue bahkan rela ngejar-ngejar cowo demi bisa lupain perasaan gue, tapi sayangnya sampe akhir pun gue gabisa." Ucap Assa, mengarang cerita.

"Maksud lo apa sih?." Sky sulit mencerna.

"Maksud gue...... akkhh kayaknya gue gabisa jujur deh, udahlah lupain aja. Lagian lo juga ga bakal percaya sama gue." Ucap Assa, tarik ulur.

"Nggapapa, jujur aja." Ucap Sky, menatap dengan teduh.

"Tuh liat tatapan dia, dia bahkan mau dengerin ucapan orang gajelas kaya gue." Batin Assa salting.

"Gue takut lo bakal ketawa dan ngga percaya sama gue, nanti gue malu." Ucap Assa.

"Ya ngomong dulu lah, lagian ngga biasanya lo begini." Jujur Sky.

Assa yang merasa malu langsung menenggak bir kaleng, merasa jauh lebih baik bicara dalam keadaan mabuk berat. Sky yang melihat itu terkejut, jadi semakin penasaran dengan apa saja yang akan dikatakan oleh Assa (Yola) padanya.

"Gue tuh suka sama Lo Sky, tapi gue malu mau jujur. Selama ini perlakuan Lo ke gue lembut dan perhatian banget, gue baper tapi gue tau gue gaboleh punya perasaan lebih ke lo. Gue rela jadi pribadi yang lo gasuka, gue kejar dan kecintaan sama musuh lo sendiri. Gue berusaha biar perasaan gue ke lo itu ilang, perasaan ini nyiksa banget buat gue. Kalo gue jujur, persahabatan kita berakhir tapi kalo gue diem hati gue sakit." Assa bicara dengan penuh emosi.

"Hari ini musuh lo itu jadian sama cewe lain, gue ngga cemburu sama sekali. Gue marah karena setelah ini gue bingung harus ngejar siapa lagi, gue bingung Sky. Hati gue sesek banget rasanya setiap lo perhatian sama gue, bahkan alasan gue minta ditemenin minum sama lo itu modus. Gue cuma pengen bisa skinship sama lo dengan alasan mabuk, gue tau setelah ini kita bakal susah interaksi kaya sebelumnya. Tapi gue udah gabisa Pendem ini lagi, gue milih lepas semuanya." Assa mengarang cerita dengan dramatis.

"Lo pasti kaget dan jijik kan sama gue? gapapa kalo setelah ini kita musuhan atau jadi asing. Tapi bisa ngga lo peluk gue buat terakhir kalinya?." Assa meneteskan air mata, entah kenapa dia semudah itu menangis.

mengubah alur

(Mulai dari sini, Assa akan di panggil Yola).

Sky terdiam mematung, menatap Yola dengan intens. Tatapannya terkejut, bahkan dia sampai sedikit menganga. Melihat Yola sampai menangis dalam keadaan mabuk, terus mengucapkan kata jika dia menyukai Sky sejak lama.

"Yola." Panggil Sky.

"Ya? lo mau pergi?." Yola sudar teler.

"Ngga, gue cuma mau tanya satu hal." Ucap Sky.

"Apa? tanya aja, gue bakal jawab semuanya." Jawab Yola semangat.

"Sejak kapan lo suka sama gue?." Tanya Sky.

"Udah lama, sejak kita masuk SMA." Jawab Yola, itu ngarang.

Sky menatap Yola dengan rumit, dia memang menyukai Yola dalam diam. Tapi dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan ungkapan perasaan lebih dulu, dia pikir Yola membencinya dalam artian lawan jenis.

"Lo udah mabuk berat, mending lo tidur. Gue bakal balik sekarang, kita bahas ini besok setelah lo sadar." Ucap Sky.

"Ett lo mau kemana Sky, lo mau pergi kan? lo cari alasan buat kabur kan?. Oke deh kalo lo mau pergi, peluk gue untuk yang terakhir kalinya, gue bakal pura-pura ga kenal sama lo setelah ini." Ucap Yola, melantur.

"Lo ngomong apa sih, kita bakal bahas ini besok kalo lo udah sadar." Sky tau Yola sudah tidak bisa diajak bicara.

"Lo beneran gamau peluk gue dulu apa? sakit banget hati gue, gue rasanya pengen mati." Yola rebahan dengan dramatis.

"Jangan mikir yang ngga-ngga, gue bakal kesini lagi besok." Ucap Sky.

"Udahlah sana lo pergi aja brengsek, emang ngga ada yang mau sama gue." Yola galau.

"Oke, mau lo apa?." Sky berusaha pergi, tanpa membuat Yola kesal atau marah.

"Peluk gue, setelah ini nomor lo gue blok." Ucap Yola.

"Gue cuma mau pulang, besok gue dateng lagi." Ucap Sky, dia memeluk Yola sebentar.

Sebagai pria gentle dan manly, dia tidak akan mencari kesempatan dalam kesempitan. Dia tidak akan menyentuh Yola dalam keadaan mabuk, dia harus menanyakan lebih lanjut soal perasaan Yola padanya besok. Meskipun dia senang, dia tetap tidak bisa percaya begitu saja.

Sky membawa semua sampah dan botol bir yang mereka minum, ke dalam kantung kresek. Setelah menyelimuti Yola dan menutup jendela, Sky pergi keluar dari rumah membawa sampah makanan mereka.

Setelah Sky keluar, Yola membuka matanya dengan datar. Yola hanya pura-pura mabuk, dia tidak teler sama sekali. Yola terduduk dan bersandar pada kepala ranjang dengan lesu.

"Wahhh ternyata dia gentle banget ya. Liat gue teler bukannya langsung di grepe, malah milih pulang. Kayaknya gue harus pancing lebih dramatis lagi deh." Gumam Yola.

Yola turun dari ranjang dan ganti baju menggunakan daster satu tali. Dia cuci muka, duduk di meja belajar dan membuka ponselnya, hal pertama yang Yola lakukan adalah menghapus semua data milik Yola asli.

"Oke mari kita pikirkan secara tenang dan otak yang jernih, sesuai alur musuh Sky cuma dua yaitu ML dan antagonis pria. Apa ya yang bikin Sky benci sama si antagonis?." Gumam Yola mengingat-ingat alurnya.

"Haduhh semuanya berporos sama karakter utama, oke mending kita tulis dulu nama para karakter, sifat dan kelemahan mereka masing-masing. Sebagai penulis gue pasti bisa ganti alur cerita ini jadi lebih menarik." Gumam Yola Optimis.

Yola mengetik sesuatu di catatan ponselnya, menulis semua yang harus dirinya ingat. Karena membaca dengan malas, dia sedikit lupa-lupa ingat dengan alur dan nama para pemeran.

Isi catatan :

1. Male Lead (Pemeran utama pria)

Bernama Mahesa Birawa, ciri fisik tampan dan cuek. Tinggi 188cm, anak tunggal kaya raya.

2. Female Lead (Pemeran utama wanita).

Bernama Senja Lestari, ciri fisik pendek, pickme, sok imut, kampungan, caper, ngrepotin banyak orang, ga tau diri.

3. Male Villain (Antagonis utama pria).

Bernama Langit Cakra Bumi , ciri fisik tampan badboy pucat. Tinggi 190cm. Bibirnya hitam karena punya penyakit paru-paru, jago gelud, miskin, calon mayat.

4. Second Male Lead (Pemeran pria kedua).

Bernama Sky Alexander Luis, ciri fisik sangat tampan, kalem, tenang, dewasa, tinggi 198cm, sebatang kara tapi punya warisan. Perokok, jago gelud, calon sadboy.

5. Female Villain (Antagonis wanita).

Bernama Yolanda Vioni, ciri fisik cantik, tinggi 170cm, putih, judes, centil. Anak panti yang diadopsi orang kaya, sekarang sebatang kara tapi punya warisan dari orangtua angkat. Sifatnya tempramen dan labil, calon mayat.

Yola menuliskan semua karakter penting dalam cerita, setelah mengamati semua sifat dari karakter. Yola paling benci pada Mahesa dan Senja, mereka terlalu prik untuk menjadi pemeran utama.

Justru Yola merasa kasihan pada Langit dan Sky. Dua nama dengan arti yang sama, memiliki akhir menyedihkan, hanya saja latar belakang mereka berbeda.

"Bentar deh, Alasan Sky benci sama Langit itu apa?." Gumam Yola melupakan sesuatu.

"Alasannya sih gue lupa ya, tapi gue sempet baca kalo Sky itu benci banget sama karakter antagonis menyedihkan ini. Kayaknya bisa nih mancing Sky pake dia, kira-kira enaknya gimana ya?." Yola mulai membuat rencana.

"Si Langit ini kan miskin, punya penyakit paru-paru parah, bentar lagi bakal kecintaan sama si senja dan berujung mati. Kasihan juga kan? gimana kalo gue adopsi aja, kayaknya lucu deh. Gue bakal adopsi dia diem-diem, nanti kalo Sky tau pasti marah besar dan nentang keputusan gue. Tapi gue bakal bodoamat, kalo dia mau sama gue dia harus mau juga jadi Ayah sambung langit. Dengan gitu dua karakter kasihan ini aman, tinggal gimana caranya menenggelamkan Mahesa sama Senja." Gumam Yola, membulatkan rencana.

"Hohoho alur yang unik begini baru seru, bayangin musuh jadi anak sambung." Yola tertawa merasa tertarik.

Yola membuka akun sosmed nya, memblokir Sky agar tidak bisa menghubunginya. Drama tarik ulur dan kesalahpahaman seperti ini perlu, setelah Sky di blokir kini tinggal Yola mencari informasi tentang Langit.

"Oh ini sosmed si Langit? low profil banget ya, bahkan profilnya aja gambar langit senja. Bikin merinding aja deh, kenapa nama kalian harus secocok itu?." Yola bergidik.

"Dari cerita aslinya Langit tinggal di kost petak, dia kerja jual Hoodie dengan cara preman alias pemaksaan. Dia gitu karena butuh uang buat makan dan berobat, pura-pura jadi berandalan karena ngga mau dikasihani." Gumam Yola, merasa kasihan.

"Gimana kalo sekarang aja gue pergi ke kost petak dia? jam dua pagi bertamu itu gapapa kan?." Yola sudah gila karena mabuk.

Yola beranjak dan ganti baju lagi, memakai celana training dan Hoodie oversize. Memakai topi dan kupluk, dia juga membawa beberapa uang untuk jaga-jaga.

Yola keluar dari rumah dengan hati-hati, mengeluarkan mobil dari garasi dan pergi mencari kost petak tempat tinggal Langit saat ini.

"Kok gue bisa bawa mobil?." Batin Yola kaget sendiri.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!