Indonesia
NovelToon NovelToon

Aku Bukan Simpanan, Tapi Istri Yang Disembunyikan

Inikah Alasanmu Pergi?

Sudah tiga bulan, Daisy Elmira tinggal sendirian di rumah besar mahar pernikahan dari sang suami. Wanita berparas ayu khas perempuan Jawa dengan kulit kuning langsat itu mendesah berat saat kesepian lagi-lagi membelenggu hari-harinya. Daisy sendiri adalah seorang guru TK, di sebuah desa yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Sang suami, Adnan Baskara pamit pulang ke kota untuk membujuk kedua orang tuanya atas restu yang tak pernah mereka dapatkan. Padahal usia pernikahan mereka sudah menginjak 3 tahun, meskipun sampai saat ini masih berstatus siri. Meskipun begitu Daisy punya bukti kuat atas pernikahan siri mereka di atas kertas putih bermaterai.

Awalnya Daisy menolak tegas dinikahi secara siri oleh sang kekasih. Tapi kejadian yang tak terduga membuatnya pasrah dengan keputusan Adnan.

Daisy adalah seorang yatim piatu yang tinggal sendirian di sebuah rumah warisan milik orang tuanya. Sedangkan Adnan dia adalah pendatang dari Jakarta yang waktu itu ada tugas dari tempatnya bekerja.

Witing trisno jalaran soko kulino, itu yang tepat untuk pasangan yang saling jatuh cinta karena seringnya bertemu hampir setiap hari. Karena Adnan tinggal di tempat kost di samping rumah Daisy. Dari pembicaraan ringan sampai hal yang lebih intim mereka nyambung. Mungkin karena umur mereka yang hanya terpaut 3 tahun saja.

Daisy dan Adnan menjalin hubungan 2 tahun sebelum menikah, tapi pernikahan itu tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua Adnan.

Daisy terpaksa menerima dinikahi siri karena saat itu sudah terlanjur menyerahkan mahkotanya karena suatu tragedi. Mau disesali pun tidak ada gunanya lagi, toh sampai sekarang dia juga tidak kunjung hamil.

"Seperti seorang gadis tapi tidak perawan, nasibku begini amat ya." Gumam Daisy yang sudah siap pergi mengajar setelah membuat sarapan.

Ya, Daisy setiap hari membawa bekal karena tidak terbiasa jajan. Almarhum orang tuanya mengajarkan, daripada uang buat jajan yang belum tentu kenyang apalagi sehat lebih baik masak sendiri untuk bekal.

Daisy heran, kenapa dirinya tak kunjung hamil meskipun selama ini hubungan ranjang mereka terbilang hangat dan rutin dilakukan setiap malam. Dia juga sudah memeriksakan diri ke Dokter dan dinyatakan sehat, tapi masalahnya sang suami tidak pernah mau ikut periksa juga.

"Aku juga subur, sudah ya jangan diambil pusing." Ucap Adnan.

Beruntung di lingkungan tempat tinggalnya tidak ada tetangga yang julid. Karena keluarga besar Daisy sangat disegani sejak dulu hingga sekarang meskipun tinggal Daisy saja keturunannya.

Tapi entah dengan kedua mertuanya, karena mereka tidak pernah komunikasi. Adnan tidak pernah mempertemukan Daisy dengan orang tua atau keluarganya. Selalu saja ada alasan menolak.

Dengan mengendarai sepeda motor pemberian Adnan sebulan sebelum kepergiannya. Daisy berangkat ke Sekolahan TK yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Sebelumnya, Daisy sudah punya sepeda motor sendiri tapi sudah jelek. Dan Adnan punya inisiatif sendiri untuk membelikannya sesuai pilihan Daisy. Seperti biasa, kedatangannya disambut hangat anak didiknya serta orang tuanya.

Kebanyakan Ibu-ibu muda itu mengantar dan menunggui anak mereka. Sambil menonton TV yang ada di area kantin milik Sekolahan yang memang disediakan supaya wali murid tidak bosan saat menunggu.

Dan saat Istirahat, biasanya Daisy pun ikut nimbrung bersama mereka. Kebanyakan emak-emak suka acara gosip yang tayang tiap pagi.

Tapi, acara hari ini justru membuat ruang terbuka itu panas. Karena yang mereka lihat adalah berita orang yang mereka kenal.

"Bukankah itu suaminya Bu Daisy?" Bisik-bisik orang di Sekolahan TK Kampung Pinus Buntu itu.

Ya, memang semua orang tahu jika Adnan adalah suami Daisy, terlepas pernikahan mereka hanya siri.

Karena merasa tidak enak hati, pemilik kantin hendak mematikan layar televisi itu tapi Daisy mencegahnya.

"Biarkan dulu Bu, aku mau lihat sampai selesai." Ucap Daisy.

Sedangkan semua wali murid yang tadi haha hihi seketika diam. Ikut merasakan sakit yang sedang guru tersabar di TK itu rasakan saat melihat tayangan TV.

Bahkan satu persatu wali murid itu berdiri lalu mendekati Daisy.

"Sabar, tapi jangan mau kalah meskipun kita hanya perempuan desa. Bu Daisy wajib tanya ke suami apa maksud pemberitaan ini. Jika Pak Adnan hendak berkilah, kita seluruh wali murid TK Kampung Pinus Buntu siap mengawal." Ucap salah seorang wali murid.

Bola mata indah itu berkaca-kaca, ketika sosok pria yang menikahinya 3 tahun lalu ada di layar televisi sedang mengadakan resepsi pernikahan super mewah dengan seorang aktris bernama Sasha Abigail.

"Jadi, ini alasan kepergianmu 3 bulan lalu? Kamu pergi bukan untuk meyakinkan keluargamu, tapi justru kamu menikah lagi." Gumam Daisy.

Daisy ingat saat Adnan pamit, pria tampan yang selalu bertutur kata lembut dengan binar cinta. Tiba-tiba berkata ingin kembali pulang ke rumah orang tuanya. Karena mendapat panggilan dari orang tuanya, termasuk seluruh keluarga besarnya. Padahal selama 3 tahun ini, Adnan memang tinggal dan bekerja dari rumahnya bersama sang Istri.

Adnan bukan pemilik perusahaan besar, tapi dia adalah kepala proyek. Itulah pengakuan Adnan pada Daisy. Dan Daisy percaya karena suaminya tidak terlihat seperti seorang CEO. Tapi sekarang setelah melihat suaminya menikah dengan seorang aktris ternama. Daisy mulai berfikir ada banyak rahasia yang disembunyikan oleh Adnan tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

"Apa aku yang terlalu bodoh? Atau sebenarnya kamu seorang pemain? Yang pasti, aku tidak butuh suami pengkhianat bermulut racun sepertimu. Jika dia pilihanmu, maka kamu harus melepaskanku di hadapan banyak orang supaya istri keduamu tahu jika dia hanya seorang PELAKOR! Kita lihat Adnan sebesar apa nyalimu menyakiti aku." Ucap Daisy.

Hari itu juga setelah mengajar, dengan tekat yang sangat kuat. Daisy mulai menyusun barang bukti, pernikahan sirinya dengan Adnan yang terjadi 3 tahun yang lalu. Memang benar, tidak ada kekuatan hukum atas status pernikahannya itu. Tapi Daisy punya video lengkap, saat Adnan mengucapkan ijab kabul sampai menyerahkan mahar berupa rumah.

Penghulu, dan para saksi pernikahan akan Daisy temui untuk menguatkan pernyataan jika bukti yang dia punya adalah valid bukan rekayasa. Daisy tidak berharap Adnan kembali, setidaknya status jandanya harus jelas.

Dan Daisy tidak ingin jika perceraiannya hanya dia yang tahu. Tapi seluruh dunia harus tahu, jika dia mantan Istri Adnan.

"Tapi, aku tidak tahu harus menemui Adnan di mana?" Gumamnya. Karena semenjak pergi dari rumah, nomer ponsel Andan susah dihubungi. Dan Daisy tidak pernah tahu rumah kedua orang tua Adnan. Sedangkan KTP Adnan tertulis alamat yang sama dengan Daisy tinggal.

"Sepertinya aku harus menjadi seorang petualang untuk mendapatkan status jandaku."

Menjual Rumah Mahar

Daisy duduk termenung di teras belakang rumah sambil memandangi aneka bunga yang sudah mulai bermekaran. Ironis, di saat cintanya layu bahkan mungkin sebentar lagi mati.

Di rumah ini, Daisy dan Adnan berbagi hari, suka duka dan peluh selama 3 tahun. Tapi hancur hanya dalam hitungan bulan tanpa alasan yang jelas.

Padahal selama pernikahan, Adnan tidak pernah menunjukkan sikap buruk terhadapnya. Justru Adnan selalu menebar cinta dan kasih sayang yang terlihat tulus hanya untuk Daisy seorang. Tapi bak petir menyambar tanpa hujan, berita pernikahan Adnan bersama Sasha meluluh lantahkan hati Daisy. Antara tak percaya, tapi bukti nyata terlihat oleh seluruh dunia.

"Apa kurangnya aku, Adnan? Apa karena aku hanya gadis kampung? Andai waktu bisa berputar aku tidak akan mau terjerat kebusukanmu." Ingatan Daisy kembali pada tragedi yang menimpanya, penyebab pernikahan siri itu terpaksa terjadi malam itu.

Flashback On

Malam itu seperti hari biasa, sejak hubungannya dengan Adnan lebih dari seorang teman.

Daisy setiap hari memasak untuk mereka berdua, meskipun tidak serumah. Dan malam itu, hujan turun dengan lebat sejak sore hari.

Setelah masakan matang, Daisy menelpon Adnan untuk datang ke rumahnya. Mereka akan makan malam berdua, dan rutinitas itu sudah biasa. Orang-orang tidak pernah mempermasalahkan karena mereka makan di teras.

Tapi, karena hari itu hujan. Terpaksa mereka makan di dalam, dengan pintu yang dibiarkan terbuka. Setelah selesai acara makan malam, Daisy membereskan piring bekas makan. Tapi, tiba-tiba mati lampu. Daisy yang punya trauma gelap pun menjerit histeris sampai piring yang dipegang tidak sengaja terlempar.

Prannggg...

Suara pecahan piring terdengar.

Adnan panik lalu ingin menyalakan lampu dari ponselnya, tapi tidak bisa karena ternyata baterai lowbatt.

Adnan membawa Daisy ke dalam pelukannya, tujuannya hanya ingin menenangkan. Tapi karena keadaan gelap, dingin dan sepi, setan menghasut mereka. Dan terjadilah malam terlarang itu. Di saat itu pula beberapa warga tetangga datang membawa obor.

Mereka mendengar teriakan Daisy dan suara dari piring yang pecah. Warga khawatir terjadi hal buruk terhadap Daisy yang sedang sendirian. Tapi yang mereka lihat, justru ada dua orang yang saling tindih di sofa ruang tamu. Saking asyiknya berbagi peluh, erangan dan desahan itu tidak berhenti meskipun ada warga yang menyaksikannya.

Warga membiarkan mereka menyelesaikan dosanya, tapi sebagian orang sudah pergi memanggil penghulu dan juga saksi. Setelah merasa puas dengan penyatuannya, Adnan dan Daisy baru sadar jika ada banyak orang di sana sedang memegang obor menatap dengan tatapan rumit dan dalam.

"Kami tidak akan menghakimi, tapi kami akan menikahkan kalian berdua."

Awalnya Daisy tidak mau, tapi ucapan sebagian warga membuatnya sadar.

"Tolong jangan membuat nama kamu jelek hanya karena kejadian ini. Kami tahu kalian saling mencintai dan mungkin sedang merencanakan pernikahan. Karena kalian juga sudah terlanjur melakukan hubungan terlarang, maka kami akan membantu kalian untuk menikah. Sementara siri dulu tidak apa."

"Sayang, benar kata para warga. Tapi tenang, setelah hari ini aku akan mengesahkan pernikahan kita. Dan kebetulan rumah di ujung jalan itu sepertinya akan dijual, aku akan menjadikannya sebagai mahar." Ucap Adnan, dan langsung dibantu warga untuk bertemu pemilik rumah. Hujan gerimis menjadi saksi pernikahan Daisy dan Adnan.

Flashback Off

"Aku menyesal Adnan." Ucap Daisy sambil terus menangis tergugu sendirian.

Dengan langkah tegas tapi tenang, hari ini kebetulan sekolah libur. Daisy pun pergi membawa barang-barangnya kembali ke rumah miliknya sendiri, rumah warisan orang tuanya. Daisy sengaja menyewa truk dan sopirnya adalah tetangga yang dulu ikut menikahkan dia dan Adnan.

"Aku sudah mendengar berita tentang Adnan, maaf dulu menjadi orang yang lantang menikahkan kalian berdua. Sebagai permintaan maaf, kamu tidak perlu membayar ongkos sewa truk. Aku juga akan membantu memindahkan semua barang-barang milikmu ke rumah almarhum Abah dan Umi." Panggilan untuk kedua orang tua Daisy yang memang seorang Haji.

"Terima kasih, kalau begitu aku tinggal saja ya Kang Rudi. Aku akan menemui Pak Penghulu dan juga Pak RT RW, untuk meminta mereka menegaskan bahwa pernikahan siri yang pernah Adnan lakukan terhadapku adalah nyata adanya." Ucap Daisy pergi setelah pamit dengan Kang Rudi, sopir truk.

"Semoga penghulunya ada di rumah."

Daisy butuh klarifikasi ulang pernikahannya, supaya tidak dianggap sebuah kehaluan. Dunia harus tahu, jika sebelum menikahi Sasha Adnan sudah beristri.

Setelah menempuh perjalanan tidak jauh, karena rumah penghulu bernama Pak Hasan ada di kampung sebelah. Begitu dipersilahkan masuk, Daisy langsung saja mengutarakan tujuannya datang menemui pria yang dihormati warga itu.

"Mungkin Pak Hasan sudah mendengar berita dari tayangan di televisi jika suami saya menikah lagi. Saya tidak akan menuntutnya karena itu memang tidak bisa dilakukan. Tapi saya akan mencari keberadaanya, supaya Adnan mau menjatuhkan talaknya. Saya butuh status yang jelas. Tolong buatkan pernyataan tentang pernikahan saya dan Adnan pernah terjadi."

Daisy mengumpulkan banyak pernyataan dari warga tentang keabsahan pernikahan sirinya.

"Jika kamu masih tidak mengakui, maka aku pastikan video pernikahan kita 3 tahun yang lalu akan tersebar di dunia maya. Tentu saja aku sebagai istri pertama berhak menuntut pengakuan darimu. Tapi bukan untuk kembali menjadi Istri dari pria beracun sepertimu."

Dendam di hati Daisy membara, yang akan menjadi modal untuk membakar habis hidup seorang Adnan. Selama ini, dia disembunyikan dari keluarga Adnan yang di Jakarta. Maka, Daisy akan menunjukkan diri bukan sebagai pengemis kata cinta. Tapi justru menuntut kata talak.

Setelah semua terkumpul, Daisy membuat surat pengunduran diri dari sekolahan.

Karena dia tidak yakin, jika hanya mengambil cuti waktunya cukup. Jakarta luas, dan Daisy tidak tahu harus mulai pencarian keberadaan Adnan dan keluarganya dari mana. Mengundurkan diri adalah pilihan terbaik yang bisa dia ambil sekarang.

"Abah... Umi...maafkan Daisy yang sudah lalai dan membuat nama keluarga tercoreng karena kegagalan pernikahanku."

Rumah mahar itu sudah terjual, sebagian uangnya dia berikan pada warga yang membantunya sejak kemarin. Dengan tekat yang bulat, Daisy meninggalkan kampung halamannya menuju Jakarta.

Perjalanan yang tidak hanya panjang, tapi juga awal dari petualangan Daisy demi mencari keadilannya sendiri. Daisy menangis ketika bus mulai berjalan meninggalkan Kampung Pinus Buntu.

Sementara itu di kamar hotel, Adnan duduk dengan tatapan kosong. Berulang kali menghela nafas panjang. Pernikahan mewah ini bukan keinginannya, tapi tuntutan dari keluarga besarnya. Karena Sasha sudah terlanjur hamil, anak yang telah dia nantikan. Katakanlah Adnan memang sebrengsek itu, dia menghamili wanita lain di saat Istri pertamanya menunggu kepulangannya.

Mendengar Gosip Panas

Udara panas yang terasa asing dihirup Daisy untuk pertama kalinya. Daisy sudah tiba di Jakarta, terminal Bus menjadi saksi kehadirannya.

"Dari sini, aku harus ke mana?" Gumam Daisy bingung menentukan arah dia akan tinggal di mana selama ada di Jakarta.

"Mungkin aku cari penginapan, setidaknya aku butuh mandi dan istirahat."

Wanita berparas ayu dengan postur tubuh tidak terlalu tinggi, berambut hitam panjang dikuncir kuda berjalan keluar terminal untuk mencari Taxi. Tas selempangnya hanya berisi uang seadanya, karena dia paham Jakarta rawan copet apalagi jika tahu dirinya hanya seorang wanita pendatang. Daisy menyetop sebuah mobil Taxi, dan memintanya diantar ke perkampungan.

"Pak, bisa antar saya ke tempat yang banyak rumah kontrakan." Pinta Daisy saat berada di dalam Taxi yang melaju pelan.

"Mbaknya pendatang baru? Tidak ada keluarga?" Tanya sang Sopir Taxi.

"Iya, saya baru datang dari Jawa Tengah untuk mencari suami saya yang 3 bulan tidak pernah pulang." Jawab Daisy jujur.

"Ooo gitu, suaminya kerja di mana? Mungkin saya bisa antarkan ke tempatnya bekerja." Saran Sopir.

Daisy menggigit bibir bawahnya, rasanya memang dia tak mengenal Adnan. Semua tentangnya menjadi abu-abu, dan itulah kebodohannya sebagai perempuan. Hanya karena cinta mudah dikelabui.

"Saya juga tidak tahu, Pak." Jawaban Daisy membuat Sopir terenyuh.

"Kalau begitu saya carikan daerah pemukiman yang aman saja ya. Maksudnya bebas banjir, dan banyak pendatangnya juga." Ucap Sopir Taxi.

"Terima kasih banyak ya Pak." Ucap Daisy tulus merasa lega.

Daisy percaya pertolongan Tuhan selalu ada, karena pada dasarnya dia adalah seorang Istri yang terzalimi.

"Semoga suaminya cepat ketemu ya."

Sementara itu di rumah mewah dua orang paruh baya sedang berbincang serius di meja makan.

"Syukurlah, akhirnya Adnan bisa kita pisahkan dari gadis kampung itu." Ucap pria tua dengan postur tubuh gagah, mirip Adnan wajahnya. Dia adalah Aksa Baskara, Papa kandung Adnan seorang pemilik perusahaan.

"Iya, dan semua karena Mama."

Wanita tua dengan make up tebal, dan penampilan glamor ala sosialita menimpali dengan wajah angkuhnya. Namanya Diana Safitri, Mamanya Adnan.

"Dan Mama harus memastikan jika Adnan tidak akan kembali menemuinya. Apa Mama sudah buang ponsel Adnan?" Tanya Tuan Aksa arogan.

"Mama jual, lumayan uangnya untuk jajan." Jawab enteng Nyonya Diana.

"Setelah ini, kamu harus bisa membuat Sasha mengalihkan saham miliknya yang ada di Perusahan keluarganya untuk Adnan." Ucap Tuan Aksa.

"Gampang itu, Sasha sudah terjerat pesona putra kita. Lagian dia sudah hamil cucu kandung kita. Pasti akan mudah untuk mengendalikannya. Asal semua akses menuju Kampung itu harus Papa blokir permanen."

"Kalau perlu, singkirkan wanita bernama Daisy itu dari dunia ini." Ucap Nyonya Diana terdengar mengerikan.

"Tentu, aku akan suruh orang untuk ke Desa itu lagi. Wanita itu harus segera dilenyapkan, terlalu bahaya jika Adnan masih ingin mempertahankannya. Hanya Sasha yang pantas, karena bisa membuat Perusahaanku semakin berkembang." Ucap Tuan Aksa.

Sementara Adnan masih berada di kamar Apartemen bersama Istri keduanya. Jujur sebagai seorang laki-laki, dia mengagumi kemolekan tubuh Sasha. Selain bertubuh sexy, Sasha juga sangat dominan di atas Ranjang. Tidak seperti Daisy yang masih saja malu-malu dan terkesan pasif, padahal pernikahan mereka sudah berumur 3 tahun membuatnya bosan.

Saat ini, Sasha masih di kamar mandi untuk berganti pakaian. Mereka baru pulang dari Mall, banyak barang mewah yang diborong oleh Istri kedua Adnan itu. Terutama lingerie dengan aneka warna.

"Hai... Sayang... Aku sudah siap." Ucap Sasha berjalan berlenggang lenggok menggoda dengan lingerie warna hitamnya.

"Kamu sangat cantik." Ucap Adnan.

Kehamilan Sasha berusia 3 bulan, dan perutnya sudah terlihat membuncit. Tapi saat pernikahan kemarin bisa ditutupi dengan gaun bermodel mengembang.

"Ayo Sayang... Aku sudah tidak sabar." Ucap Sasha menubruk tubuh Adnan hingga terjerembab di kasur.

"Sayang... Jangan begini, kasihan anak kita di dalam sana tertindih dengan tubuhmu." Ucap Adnan mengingatkan.

"Ahhh... Ya... Maaf." Jawab Sasha.

Kemudian suami Istri SAH itu saling memangut satu sama lain, mencari kepuasan dan kenikmatan yang terus terasa kurang padahal hanya sebentar saja mereka melepaskan diri.

Adnan terbang melayang, ketika Sasha terus memanjakan miliknya dengan liar. Bahkan wanita bertubuh sexy itu seolah tidak pernah merasa lelah.

Pertemuan pertama Adnan dan Sasha memang sudah menjadi skenario keluarganya. Bahkan Nyonya Diana sendiri yang memberi perang sang pada anaknya. Membuat Adnan lupa diri dan akhirnya kecanduan dengan permainan Sasha. Saat ingat tujuannya pulang ke Ibu Kota adalah untuk meminta restu atas pernikannya dengan Daisy. Semua terlambat karena kelakuannya sendiri.

Sasha sudah berbadan dua, dia menuntut untuk dinikahi secara mewah. Dan imbalan dari pernikahan itu adalah kerja sama dua Perusahaan. Di mana Perusahaan milik keluarga Sasha di atas keluarga Adnan. Penyatuan Adnan dan Sasha akan memperkuat bisnis kedua keluarga itu. Apalagi, keduanya sudah menjalin hubungan baik sejak Adnan masih kecil.

Bisa dikatakan jika Sasha dan Adnan adalah teman masa kecil. Sasha yang sejak dulu tergila-gila terhadap Adnan tapi diabaikan. Tapi setelah kejadian malam itu, lihatlah Adnan tidak pernah bisa melepaskan Sasha lebih dari setengah hari karena rasa candu itu. Bagi Adnan saat ini, Sasha adalah dunianya, tapi bukan cintanya.

Sementara Daisy sudah berada di perkampungan untuk mencari rumah kontrakan. Tempat yang nyaman karena masuk gang, tapi bukan lingkungan kumuh. Daisy menyewa satu rumah utuh bukan yang berbentuk petak-petak. Meskipun hanya tinggal sendirian saja, rasanya kalau terlalu sempit pun Daisy merasa tidak betah tinggal. Sedangkan dia butuh waktu lama.

"Bismillahirrahmanirrahim, semoga dari tempat baru ini aku bisa menemukan tujuanku. Tapi kalau hanya mengandalkan uang jual rumah untuk biaya hidup, rasanya sebentar lagi uangnya habis. Mending aku pakai modal usaha. Tapi usaha apa yang menjanjikan? Aku juga harus belanja perabot, karena rumah ini kosong melompong." Gumam Daisy sambil merapikan barangnya.

Sore harinya, Daisy pergi ke Mall tujuannya bukan sekedar berbelanja. Tapi dia juga ingin tahu kehidupan orang kota seperti apa. Tak ingin dikatakan wanita udik, Daisy pun pergi ke Salon untuk perawatan dan merubah penampilannya. Daisy ingin memberi kesan berbeda, dia tak ingin kalah dari PELAKOR yang hanya modal makeup.

Kebetulan saat berada di Salon, Daisy mendengar para pekerja sedang bergosip tentang pernikahan seorang artis.

"Katanya si Sasha hamil duluan, bahkan kehamilannya sudah berumur 3 bulan." Ucap seorang pegawai Salon.

Deg

Jantung Daisy serasa diremas, 3 bulan artinya saat Adnan pergi untuk meng gauli Sasha. Spekulasi buruk mengganggu pikiran Daisy.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!