Kurosawa Ren (1)
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
[Panel]
Nama: Kurosawa Ren
Usia: 8 tahun
Kekuatan tempur: 10
Kemampuan: Fisik Saiyan, pelatihan Qi
{Tidak! Sistem, kembali, kumohon...!} Karena kesalahan sistem memilih untuk pergi dan memberikan hadiah yang seharusnya seseorang ber-transmigrasi ke dunia Dragon Ball.
Sebagai penggemar Naruto dan Dragon Ball, Ren tahu apa yang akan terjadi. Kini dia hanya mempunyai fisik seorang Saiyan yang bukan murni seorang Saiyan yang mempunyai ekor seperti Son Goku.
{Sial, benar-benar salah. Bagaimana aku sekarang tidak bisa belajar chakra, hanya mendapatkan pelatihan Qi saja? Apa aku akan masuk ke dunia Naruto tapi belajar Qi?} Ren bergumam dan berpikir untuk menemukan solusi.
{Paling tidak aku bisa lebih kuat dari Guy, kan?} Tidak menyesal dengan apa yang didapatkan, berlatih dengan giat di lapangan dekat hutan, berlatih seni beladiri yang pernah dia tonton di sosmed.
Setelah melakukan push-up 100 kali dan sit-up 100, Ren pun mulai berlari keliling desa Konoha.
Biaya hidup Ren sendiri tidak berbeda dari Naruto, menjadi yatim piatu dan tunjangan hidup sampai dia bisa hidup mandiri.
{Luar biasa sekali anak muda!} Guy yang berlari di samping Ren, Guy memberi jempol dan memamerkan senyuman khasnya.
Belum lama ini Guy menemukan anak berbakat bernama Rock Lee, dan kini menemukan lagi seorang anak yang mempunyai fisik yang cocok untuk belajar Taijutsu.
Mereka bersama-sama lari keliling Konoha, dan cukup mengejutkan napas Ren masih sangat stabil sampai membuat Guy terharu dengan semangat anak muda ini.
{Anak muda, jangan menyerah, kau sama seperti Lee, kau punya pondasi yang baik dan aku sangat yakin saat melihatmu sangat cocok dalam Taijutsu!} Guy mengepalkan tangannya sambil menitikkan air mata.
Guy memberikan semangat walau Ren mempunyai chakra yang begitu samar-samar, tidak berbeda dari Rock Lee calon murid.
{Jangan patah semangat anak muda, semangat muda!} tegas Guy.
Ren tak menyangka dengan kekuatan tempur 10 sudah bisa dibilang tidak normal seperti fisik orang dewasa walaupun dia masih anak-anak.
{Kalau kekuatan tempur bisa meningkat lebih jauh, bukanlah mustahil asal aku terus melatih fisikku!} pikirnya penuh semangat dan saat melihat kekuatan tempur Guy sebanyak 50, kekuatan penuh fisik murni. Ren sangat yakin dengan fisiknya akan bisa sama seperti Guy.
Di dunia ninja sendiri kekuatan fisik Guy unggul dari orang biasa, dan Ren penasaran apakah dia bisa melewati batas normal untuk di dunia ini.
Jika bisa menerobos melewati batasan dunia, membayangkannya saja itu akan sangat luar biasa. Contoh saja sampai level kekuatan fisik Yamcha dalam Anime Dragon Ball, sudah menjadi sosok yang mengerikan jika di dunia Naruto.
{Menghancurkan Susano'o sempurna dalam satu tinju, sungguh luar biasa, bukan?} Ren tersenyum puas hanya dengan menghayal untuk masa depan.
{Nak, aku belum tahu siapa namamu?} tanya Guy.
{Salam kenal, nama saya Kurosawa Ren.}
{Oh, Ren, nama yang bagus sekali. Bagaimana, apa kau bercita-cita menjadi ninja ahli Taijutsu?}
{Eh, itu ya, aku ingin sekali belajar Taijutsu...} Guy mengepalkan tangannya dan kembali menitikkan air mata bahagia.
Bibir Ren berkedut, dia canggung melihat tingkah berlebihan pria di depannya ini.
{Bagus sekali Ren, aku sangat terharu dengan semangat mudamu! Ayo kita keliling Konoha 1000 putaran!} Semangat Guy berapi-api.
Ren mengangguk dan mengikuti arahan Guy setiap kali mereka berlari bersama, banyak orang-orang melihat penampilan Guy berpakaian hijau ketat.
Ren juga penasaran dengan batas fisiknya sendiri yang masih belum kehabisan napas saat berlari sampai sejauh ini.
Kurosawa Ren (2)
Setiap pukulan dan tendangan Ren membuat serangannya semakin mantap, dan Guy menyaksikan dengan puas. Meskipun Ren belum masuk Akademi ninja, ia jelas sangat berbakat.
Bagi seseorang yang hanya mengandalkan keterampilan fisik, kecuali mereka sangat berbakat dan menerima pelatihan formal seperti Rock Lee, sulit untuk mencapai banyak hal.
{Anak muda, teruslah berjuang! Tetaplah muda dan bersemangat!} gumam Guy.
Sementara itu, di kantor Hokage, Sarutobi Hiruzen merokok sambil menonton sesi latihan melalui bola kaca.
{Anak ini sungguh ulet, sayang sekali dia hanya tahu taijutsu...}
Dalam laporannya, Guy meminta Ren untuk menjadi muridnya di masa depan, sementara Hiruzen, merenungkan untuk melihat seberapa besar Ren telah berkembang.
Hiruzen hanya dapat menyimpulkan bahwa anak ini harus memahami Kehendak Api dan menjadi teladan bagi semua rakyat jelata, sehingga mereka semua bisa menjadi seperti anak ini.
Ketika beralih pada pertumbuhan Naruto, meskipun Naruto masih sangat nakal dan sering pergi memancing di sungai, Hiruzen mengangguk puas karena Naruto sangat penurut.
Naruto akan menjadi pilar Desa Konoha dan sosok yang dapat diandalkan di bawah Hiruzen.
{Minato, kau berutang segalanya sampai sejauh ini karena aku telah membesarkannya hingga seperti sekarang...} katanya dengan bangga.
Dalam pandangannya, semua yang dilakukannya sangatlah baik, dan sudah sepantasnya ia mewarisi warisan Minato untuk membesarkan Naruto.
Beralih kembali ke Ren, yang duduk bersila, melanjutkan pemahaman mendalamnya dalam mengolah Qi.
Ren merasa beruntung karena Qi berbeda dari cakra.
Anehnya hanya dia yang bisa merasakan aliran Qi, sementara orang lain tidak, tetapi dia menganggapnya sebagai manfaat.
Meskipun kekuatan tempurnya baru 10, ia terus berlatih dengan giat.
Ren bisa merasakan bahwa ia semakin kuat sedikit demi sedikit, berharap dapat menembus batasnya.
Ingat bagaimana Goku menyeimbangkan latihan dan istirahat; ini kunci terobosan. Latihan berlebihan juga bisa membebani tubuhnya.
Saat berjalan-jalan di tepi sungai, Ren melihat Naruto menangkap ikan dengan pancingnya dan senyum mengembang di wajahnya.
Ren pun pergi sambil tersenyum, dan Naruto memperhatikan kepergiannya.
Naruto ingin menyapa, tetapi akhirnya memilih untuk tetap diam.
Naruto tahu banyak penduduk desa tidak menyukainya.
Naruto masih berharap punya banyak teman.
Ren tidak membenci Naruto, karena dia tahu, beberapa anggota ANBU mengawasinya dari kejauhan, Ren hanya bisa menjaga jarak dari Naruto untuk saat ini.
Sarutobi Hiruzen, seorang kakek yang tampak baik hati tetapi sebenarnya sangat korup, dan Shimura Danzo, sosok kejam dan serakah yang membenci klan Uchiha sampai ke akar-akarnya.
(Kedua bajingan tua itu berbahaya. Sebaiknya aku lebih tekun melatih diri agar sesuatu yang buruk tidak terjadi padaku tanpa kusadari...) gumam Ren dalam hati sambil memasukkan tangannya ke dalam saku.
Saat Ren melewati dua gadis seusianya, ia berjalan melewati mereka tanpa melirik sedikit pun.
Ren mengenal mereka adalah Haruno Sakura, dan Yamanaka Ino
Ino melirik Ren, lalu melanjutkan berjalan bersama Sakura.
{Kau baru saja melihatnya? Dia terlihat sangat tampan,} tanya Ino pada Sakura.
{Siapa?} tanya Sakura, bingung dengan pertanyaan Ino.
{Oh, kau tidak melihatnya...}
Ren mulai berlari, sementara Kakashi menonton dari kejauhan, masih bersama dengan Anbu.
{Anak itu benar-benar hebat di bawah bimbingan Guy, dia sudah jauh lebih kuat...}
Setelah kembali ke rumah, Ren segera mandi, kemudian melanjutkan meditasinya sambil beristirahat dan bersantai.
Kurosawa Ren (3)
Push up 100 kali hanya dengan tangan kiri, kemudian berganti dengan tangan kanan.
Meskipun lelah, Ren puas dengan hasil yang didapatkan.
Tak pernah diduga, kini dia melihat Naruto yang sedang mengintip dari balik pohon dengan tatapan mata berbinar-binar.
{Hebat, kau bisa push up sampai 100 kali!} seru Naruto sambil keluar dari tempat ia mengintip.
{Naruto...} Ren tersenyum. Tidak ada gunanya lagi menjaga jarak.
{Hei...} sapa Naruto dengan niat kuat ingin berteman. {Kau mengenalku? Kupikir kau tidak tahu siapa aku hehe~}
{Semua orang mengenalmu,} jawabnya.
Naruto melihat tidak ada permusuhan dari sikap Ren, membuatnya tersenyum sumringah.
{Apa aku boleh ikut? Aku juga ingin menjadi lebih kuat! Aku bercita-cita menjadi Hokage di masa depan!}
Ren tersenyum. {Cita-cita yang luar biasa. Selama kau berusaha, pasti bisa tercapai.}
{Hehe, begitu ya...} Naruto merasa canggung.
Ren yang membicarakan Taijutsu membuat Naruto tertarik.
Naruto mengikuti bagaimana cara Ren berlatih dan merasa kewalahan karena semua latihan fisik itu sangat menguras tenaga.
Naruto menerima sebotol air dan mengucapkan terima kasih.
{Kau tidak masuk Akademi Ninja?} tanya Naruto, penasaran kenapa Ren belum mendaftar.
{Aku hanya berbakat dalam latihan fisik. Untuk Ninjutsu dan Genjutsu, aku tidak terlalu berbakat,} jawab Ren sambil menggaruk belakang kepalanya.
Naruto mendapatkan surat undangan untuk mendaftar di Akademi, sedangkan Ren tidak mendapatkannya.
Ren tidak yakin dirinya akan diterima.
Di balik pohon, dua gadis sedang mengintip.
Mereka adalah Hyuuga Hinata dari keluarga utama, dan di sampingnya berdiri pengawal dari keluarga cabang, Hyuuga Ayane.
Author: (Hyuuga Ayane adalah karakter OC)
Hyuuga Ayane menatap dengan wajah tanpa ekspresi, melihat Hinata yang malu-malu. Dalam hatinya, Ayane merasa sedikit geli dan heran kenapa Hinata bisa bersikap seperti itu.
Saat ulang tahunnya yang keempat, Hyuuga Ayane mendapatkan “Caged Bird Seal” di dahinya, dan sejak saat itu ia menjadi pengawal keluarga utama.
{Naruto-kun…} Pipi Hinata merona kemerahan.
Ayane juga sangat berbakat seperti Neji, namun mereka berada dalam takdir yang sama sebagai keluarga cabang.
Ayane tidak mengerti mengapa mereka harus mengintip seperti penguntit.
Namun, dia tidak punya pilihan lain sebagai pengawal, dia tidak bisa berkomentar mengenai semua yang dilakukan oleh Nona muda ini, terutama saat mereka sedang mengawasi anak rubah iblis yang terkenal di desa, apalagi di sana juga ada anak sipil yang bukan berasal dari klan.
Ayane mengerutkan kening saat melihat Ren yang masih berlatih keras dalam Taijutsu.
Klan Hyuuga adalah yang paling unggul dalam Taijutsu, terutama dengan teknik Juken yang terkenal, belum lagi Byakugan yang menjadi kebanggaan mereka.
{Nona, apa kita akan terus melihat mereka seperti ini? Kenapa tidak langsung menemui mereka?} tanya Ayane dengan datar.
{Tidak-tidak... kita tetap di sini saja. Aku ingin melihat Naruto-kun...} jawab Hinata cepat, tanpa berpikir panjang.
Naruto mengusap keringat di dahinya sambil tersenyum riang, lalu mengajak Ren pergi ke kedai ramen.
{Aku punya banyak kupon makan gratis, Ren! Aku akan mentraktirmu~} ucapnya dengan semangat sambil memperlihatkan sepuluh lembar kupon.
Ren heran bagaimana Naruto bisa mengumpulkan sebanyak itu.
Setelah Naruto menjelaskan asal-usulnya, Ren mulai menebak bahwa kupon-kupon tersebut mungkin berasal dari para pelanggan Ichiraku Ramen.
(Tidak mungkin tidak ada yang mengenal siapa Naruto sebenarnya. Pasti ini pemberian orang-orang yang pernah dekat dengannya. Mungkin mereka tidak bisa berinteraksi langsung, tapi dengan cara ini mereka tetap merawatnya. Bisa saja Kakashi termasuk salah satu dari mereka…) batin Ren.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!