Dua orang gadis remaja sedang bersembunyi di bawah meja di dalam sebuah gudang yang terbengkelai, keduanya saling bertatapan dan lintang meletakan jarinya di bibirnya menyuruh Arin sahabatnya untuk tidak bersuara.
Tak lama pintu gudang terbuka lebar dan sebuah angin dingin berhembus kencang, dan sebuah sosok putih berambut panjang melayang masuk kedalam gudang, sosok itu melayang mendekati meja di mana Lintang dan Arin bersembunyi.
Lintang dan Arin Melihat kaki yang menggelantung di depan mata mereka, jantung mereka berdetak kencang, keduanya saling berpandangan, tak lama kaki itu menjauh dari keduanya dan akhirnya menghilang.
Keduanya bernafas lega dan kemudian saling bertatapan.
Arin menarik nafas kesal.
" Kamu ini malam-melam begini mengajak aku keluar, aku pikir kamu akan mengajakku cari makan malam, malah ngajak ke ruko yang terbengkelai, kalau ketahuan Om Dio aku bakal di kurung bersama si Wolfin junior " ucap Arin kesal, yang merasa di tipu oleh Lintang.
" Ssssttttt....jangan keras-keras, dia belum pergi " ucap Anin pelan.
Arin langsung terdiam dan matanya langsung melihat sekeliling.
tiba-tiba Angin dingin menyapu kulit mereka dan ...
Arhhhhggg.....keduanya berteriak dan langsung membalikkan meja itu bersamaan dengan spontan saat melihat sebuah rambut yang menggelantung di depan mata mereka dan terlihat juga wajah buruk rupa yang berlumuran darah di depan mereka.
" Dasar makhluk jelek " ucap Lintang dan langsung menarik tangan Arin dan berlari ke arah pintu ke luar.
Dengan cepat makhluk yang di sebuah kuntilanak itu menutup Pintunya sehingga Lintang dan Arin tidak bisa keluar.
Lintang berbalik ke arah Kuntilanak yang melayang perlahan ke arah mereka.
" Berhenti " seru Lintang.
dan seketika kuntilanak itu berhenti dan kemudian mendongak kan kepala sehingga terlihat wajah jelek yang berdarah darah.
" Kenapa kalian mengusikku " ucap Kuntilanak kuntilanak itu.
" Aku tak mengusikmu, aku hanya ingin tahu kenapa kamu suka sekali mengusili para Abang ojek on line, kasihan mereka, mereka sedang berjuang mencari nafkah untuk keluarganya " ucap Lintang.
" itu bukan urusanmu hai manusia" ucap makhluk itu dan menyeringai menakutkan agar kedua gadis itu takut padanya.
" Ini akan menjadi urusanku hantu jelek, Aku tak takut padamu, hanya geli saja melihat mukamu yang jelek itu, rubah lah mukamu dengan mukamu yang asli, aku tahu kamu bukan hantu yang jahat, kamu hanya suka usil saja " ucap Lintang.
Kuntilanak itu langsung merubah wajahnya dan terlihat wajah yang cantik tapi pucat.
" Siapa kalian, kenapa kalian tidak takut padaku ?" tanya Kuntilanak itu.
" Namaku lintang Arum dan ini Arin saudaraku, siapa namamu dan kenapa kamu suka menganggu para abang ojek On line " tanya Lintang.
" Namaku Misya, aku kesepian di sini sendiri, aku hanya ingin mencari teman tapi mereka semua takut padaku, tapi kenapa kalian tidak takut sama aku ya?" ucap mbak kunti yang bernama Misya itu, terlihat heran pada kedua remaja itu.
" Temanmu bukan manusia, seharusnya kamu sudah ada di alam baka, kenapa kamu masih berkeliaran di sini " ucap Arin yang berdiri di samping Lintang dan terus mengenggam tangan Lintang.
Arin sebenarnya tak memiliki kekuatan seperti Lintang, tapi saat Lintang menyentuh Arin, maka Arin akan secara langsung dapat melihat apa yang di lihat oleh Lintang.
" Katakan apa yang terjadi padamu, siapa tahu aku bisa membantumu, untuk kembali ke alam baka dengan tenang " ucap Lintang.
Lintang tahu hantu yang di hadapi saat ini adalah Hantu yang tak jahat, hantu Misya ini hanya tersesat dan tak bisa pergi ke alam baka, Lintang datang ke ruko ini karena ia sering mendengar cerita para ojol yang sering mendapat orderan atau mengantar seorang perempuan ke ruko ini dan saat di tunggu malah mereka mendengar suara cekikikan kuntilanak dan terkadang kuntilanak itu menunjukkan bentuknya yang membuat para ojol pergi ketakutan.
Misya menarik Kursi yang jauh darinya dengan kibasan tangannya agar dekat dengannya, setelah kursi itu sudah ada di bawahnya, Hanti Misya langsung duduk di kursi itu.
" Aku duduk dulu, capek berdiri terus, kalian duduklah kalau ingin mendengar ceritaku" ucap hantu Misya.
Lintang dan Arin menghela nafas panjang.
" Capek dari mananya, sejak tadi kakimu melayang tidak menyentuh lantai, bahkan kakimu tak melangkah sama sekali " ucap Lintang kesal.
" Butuh kekuatan yang ekstra agar aku bisa menunjukan bentukku pada manusia, jadi saat ini aku capek karena itu " ucap hantu Misya.
" Siapa yang suruh.." gerutu Arin.
" Kalian yang datang ke sini mengangguku, hingga aku harus menunjukkan wujudku " ucap hantu Misya yang juga terlihat kesal.
" Sudahlah cepat cerita ini sudah malam, aku harus pulang sebelum jam 10 " ucap Lintang.
" Bagaimana jika aku ikut kamu pulang saja, nanti aku ceritain di rumahmu, soalnya ceritaku panjang sekali seperti sinetron, aku janji tidak akan menakuti keluarga mu " ucap hantu Misya dengan mata yang berbinar karena merasa ia menemukan seorang teman.
" janji hantu itu tidak ada yang bisa di percaya" ucap Lintang.
" Ck...tidak semua hantu seperti itu " sahut hantu Misya.
" cerita apa tidak? kalau nggak mau cerita aku tinggal pulang nih, tapi kalau sampai aku dengar kamu menganggu para ojol, aku musnahkan kamu jadi abu " ucap Lintang.
" Jahat sekali, ya Sudah duduklah aku akan cerita, kalian ini manusia nggak ada takut takutnya sama hantu " gerutu hantu Misya.
" Aku sebenarnya bukan dari sini, aku datang ke kota ini untuk mencari tunanganku, tapi aku terjebak di sini karena perbuatan manusia-manusia jahat " ucap hantu misya mengawali ceritanya.
" Aku datang ke kota ini untuk mencari tunanganku, sebulan lagi kami akan menikah tapi tidak ada kabar lagi dari tunanganku, aku sudah berusaha menghubunginya tapi tak ada hasilnya, hingga aku memutuskan untuk mencarinya ke kota, tapi naas sekali nasibku, saat aku di dalam bis aku bertemu dengan seorang pemuda yang katanya tahu tempat yang aku tuju , aku senang sekali aku tak perlu lagi kebingungan karena aku tak pernah pergi ke kota ini, tapi sayangnya nasibku sangatlah buruk, aku tidak di bawa oleh orang itu ke tempat tujuanku tapi aku malah di ajak ke ruko kosong ini, dan saat kami tiba di sini, sudah ada tiga orang pria lagi yang menunggu di ruko ini, dan ketiganya langsung merudapaksa aku secara bergantian dan aku juga melihat seseorang yang melihat semua ini, tapi ia hanya diam saja melihat teman-temanya merudapaksa aku ....." ucapan hantu Misya berhenti, ia meneteskan air matanya dan menatap ke arah Lintang dan Arum.
" Setelah mereka merudapaksa aku sampai pagi, mereka membunuh dan menguburku di sana " ucap hantu Misya dan tangannya menunjuk ke arah dapur dari ruko itu.
" Setelah mereka menguburku, mereka menutup lantainya dengan keramik lagi " ucap hantu Misya.
Lintang dan Arin menatap ke arah dapur dan melihat ke arah keramik yang berada di bawah meja makan.
" Aku akan membantumu agar kamu bisa tenang di alam baka, tapi untuk saat ini jangan lagi menganggu para ojol ya, aku akan berusaha membantumu, tetap lah di sini, aku akan kembali lagi nanti, sekarang aku harus pulang " ucap Lintang.
" Benarkah " ucap hantu Misya yang terlihat senang.
" Hemm....tapi ingat jangan usil lagi " ucap Lintang.
" Siiaap....tapi ..bagaimana caranya membantuku?" tanya hantu Misya.
####
Assalamualaikum readers kita ketemu lagi di karya baru Author.
kali ini Author ingin membawakan cerita romantis horor misteri semoga bisa menghibur para readers, salam sehat selalu untuk seluruh readers yang sudah setia mendukung karya Author.
Lintang arum dan Arin mengendap-endap naik ke lantai tiga, mereka tidak menggunakan lift dan menaiki tangga satu persatu dengan langkah kaki yang pelan.
" Kalau sampai papamu tahu , kita bisa di suruh ngebersihan kandang wolfin, pokoknya aku nggak mau ya Lintang kalau sampai ke tahuan kamu yang tanggung jawab " ucap Arin.
" sssttt...mangkanya jangan berisik..." ucap Lintang.
" iya tapi ini gelap sekali Lintang, lagian juga, walau kita mengendap -endap percuma, la wong penjaga rumah mu tahu kita pulang jam berapa, kalau mereka di tanya juga pasti akan ngomong juga " gerutu Arin.
" dari tadi kamu seperti emak-emak gerutu mulu, diamlah sebentar lagi kita sampai di kamarku, setidaknya malam ini kita aman dan bisa tidur nyenyak " ucap Lintang.
Lintang menghela nafas pelan saat sampai di ujung tangga teratas, Lintang tersenyum tipis dan meneruskan langkahnya menuju ke kamarnya dan arin terus mengekor di belakangnya.
tapi saat ia berbelok dan hendak menuju ke kamarnya, tubuh lintang menabrak sesuatu yang besar hingga tubuh lintang sedikit mundur kebelakang dan menabrak tubuh Arin, keduanya terjatuh pelan ke lantai.
Blammm...
tiba-tiba lampu menyala dan berdirilah sosok yang di takuti Arin berdiri di hadapan mereka.
" Oo...om Dio "
" Papa..."
Ucap Keduanya bersamaan dan menatap Pria yang berdiri dengan di depan mereka dengan menyilangkan tangannya di dadanya.
Dio menatap tajam ke arah dua gadis yang terduduk di lantai.
" Ternyata kalian nggak kapok-kapok ya, apa kalian ingin tidur dengan si wolfin " ucap Dio dengan sedikit nada tinggi.
" Lintang Arum...apa lagi yang kamu perbuat, jangan bilang kamu kembali bergelut dengan hantu " ucap Dio yang sedikit darah tinggi melihat pola tingkah anak perempuannya yang suka sekali bermain-main dengan hal-hal ghoib.
" Mereka yang duluan pa yang nantangin Lintang...Lintang hanya..."
" Cukup....masuk ke kamarmu " seru Dio dengan memijat keningnya.
" Lintang hanya ingin menolong saja pa..." gumam Lintang sambil berdiri dari duduknya dan kemudian tangannya meraih tangan Arin dan menariknya untuk berdiri juga.
" Lintang Arum itu bukan kewajibanmu, kewajibanmu sekarang adalah belajar yang rajin, mengerti, dan kamu Arin...."
" Arin di paksa sama Lintang Om, tadi Arin sudah kasih tahu Lintang om...tapi lintang nggak dengerin , malah bilang santai saja, kalau papa marah biar Lintang yang urus, beneran Om, Arin nggak bohong " ucap Arin sambil mengangkat dua jarinya.
Dio langsung menatap tajam ke arah putrinya.
" Dasar teman gak setia kawan, ayo kita ke kamar " ucap Lintang sambil merangkul pundak Arin dan membawanya ke kamarnya.
Dio hanya menghela nafas panjang dan menatap punggung putrinya.
" Besok pagi kalian bersihkan kandang si Belang dan mandikan si wolfin junior " seru Dio pada kedua gadis kesayangannya itu.
" tuh ...benerkan Arum, kita bakal berjibaku dengan para peliharaan papamu, alamat aku bakal nggak dapat uang jajan lagi dari papiku, huaaahuaa...Lintang Arum kamu benar-benar teman gak ada akhlak...teman sesat..." seru Arin sambil pura-pura menangis.
" Diamlah...dan tenang saja masih ada necan.." bisik Lintang sambil membuka pintu kamarnya dan kemudian masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya rapat-rapat.
Dio yang melihat pintu kamar putrinya tertutup hanya bisa menghela nafas panjang melihat ke randoman kedua gadis itu.
" Seharusnya kalian menikmati masa muda kalian seperti gadis-gadis pada umumnya, pergi ke mall, ke Cafe, ke salon atau nongkrong dengan teman-teman yang lainnya, ini setiap malam malah berburu hantu, berteman dengan hantu, nongkrong sama hantu, ahh...Kepalaku rasanya mau pecah " gumam Dio.
*******
Seorang pria tampan yang duduk di sebuah club malam di kursi VIP tengah menyaksikan orang-orang yang sedang berjoget di lantai dengan hentakan musik yang keras, pria itu menyesap rokoknya yang tinggal sedikit dan kemudian membuang sisanya di asbak di depannya.
Pria itu memperhatikan seorang gadis yang memakai gaun mini ketat berwarna merah darah dan tanpa lengan.
Wanita itu menari dengan lincah, tubuhnya yang indah dan seksi meliuk-liuk di tengah-tengah para pria yang menatapnya dengan tatapan ingin memakan gadis itu.
Wanita itu menari bersama para teman-temannya , gelak tawanya terlihat oleh pria yang duduk di kursi VIP.
" Mon..kamu nggak ajak kekasihmu turun sekalian, kasihan dia sendirian di sana " ucap temannya yang berada di dekat wanita yang bernama Monica itu.
" Dia nggak suka bergoyang, biarkan saja " sahut Monica dan kemudian menatap ke arah pria yang duduk di kursi VIP itu dan kemudian Monica memberikan ciuman jauh pada pria itu.
" Tapi kalau di goyang suka kan " ucap temen cewek Monica.
" Yaa jelaslah siapa juga yang menolak kalau yang menggoyang adalah si Monica si goyangan Maut dan si seksi " sahut teman yang lainnya.
" Apa kamu sudah pernah mengoyangnya Mon..." tanya teman yang tadi.
Monica tak menjawab pertanyaan temannya tapi ia tersenyum tipis dan menatap ke arah Pria tadi.
" Seandainya aku sudah melakukan itu, maka aku akan memegang kendali hidupnya dan aku akan masuk ke dalam keluarganya yang sangat kaya raya itu, sayangnya pria itu sangat dingin sekali, bahkan menciumnya saja aku ke susahan, apalagi menggoyangnya, tapi aku pastikan itu secepatnya akan terjadi dan kamu akan menjadi milikku selamanya RAYYANDRA MANGGALA " ucap Monica dalam hati.
Iya pria itu adalah Rain saudara kembar Zayyandra Manggala ( yang belum baca kisah Zayn langsung meluncur di karya author yang berjudul " PESONA PENJUAL KERIPIK PISANG " ya ).
" Apa benar kamu sudah menggoyangnya Mon, bukankah hubungan kalian masih baru beberapa bulan, jangan lihat kan lah ke murahanmu Mon, jaga imaje sedikit, dia kan putra konglomerat, jangan sampai dia ilfeel duluan " ucap sahabatnya lagi.
Oh iya Monica datang bersama dengan dua temannya yang bernama tari dan siwi.
" Tapi aku dengar ia seorang playboy lo Mon, kamu yakin kamu bisa bersama dia terus " tanya siwi.
" Kita lihat saja, tidak akan ada yang bisa keluar dari jerit cintanya seorang Monica " ucap Monica.
" Wah ...kamu memang selalu yang terbaik Mon...tapi bagaimana dengan Yovan Mon...aku lihat ia terus mendatangi tempat kerja kita, dia selalu mencari mu Mon, kasian sekali dia Mon, dia begitu cinta mati sama kamu lo " kata Tari.
" Yovan, sudah menjadi masa lalu, kini aku sudah mendapatkan tangkapan ikan yang besar, jelas yang kecil aku lepaslah " ucap Monica.
" Benar sekali kasian si Yovan Mon " sahut siwi.
" Kalau kamu kasihkan ambil saja sana, aku ikhlaskan buat kalian " ucap Monica dan kemudian ia tergelak.
" Sialan kita dapat bekas si Monica Tar " gerutu siwi.
" Tapi kalau tampangnya seperti Yovan mah, nggak masalah buatku, yang penting dia bisa membuatku Happy " seru tari.
" Sudahlah, sana temani cowokmu, kita mau cari mangsa yang segar, agar kita besok bisa shopping, yuk wi .." seru Tari.
Dan kedua temannya Monica langsung berbaur kembali dengan para pria dan wanita yang ada di lantai dansa.
$######$
Monica berjalan ke arah kursi VIP.
" Sayang kamu yakin nggak ingin turun ke sana, menyenangkan sekali lo di sana, ayo kita turun " ucap Monica sambil duduk di samping Rain.
" Apa kamu masih lama ? " tanya Rain.
" Emang kenapa, apa kamu sudah ingin pergi " tanya Monica.
" Hemm.." sahut Rain.
" Tapi ini masih sore sayang, baru pukul 11 lebih sedikit, kita turun dulu ya, sebentar saja " kata Monica sambil bergelanyut manja di lengan Rain.
" Pulanglah dengan temanmu, aku akan pulang duluan " sahut Rain.
Rain berdiri dari duduknya dan melepaskan pelukan Monica yang ada di lengannya.
" Sayang tunggu dulu...baiklah kita pulang, tapi tunggu aku mau minum itu dulu " kata Monica yang langsung meraih gelas yang berisi minuman beralkohol.
" Kamu tidak minum ini sayang ?" tanya Monica saat melihat Rain tidak meminum minuman yang di pesankan oleh nya dan malah terlihat gelas mocktail di meja nya.
" Besok pagi aku ada rapat penting di pagi hari, aku tak ingin semuanya kacau, sekarang aku mau pulang, jika kamu masih mau di sini silahkan aku akan pulang duluan " ucap Rain sambil melangkahkan kakinya.
" Tunggu dulu sayang, aku ikut pulang " ucap Monica dan setelah itu ia menenggak minumanya yang tersisa di meja dan kemudian mengejar langkah Rain.
######
Rain menghentikan mobilnya di sebuah rumah yang tak begitu besar tapi cukup bagus.
" Apa kamu nggak ingin masuk sayang " ucap Monica mengusap paha Rain, dan menempelkan dadanya yang sedikit terbuka pada lengan Rain, Monica mencoba menggoda Rain agar mau menyentuh nya.
Sudah hampir tiga bulan lebih dirinya dan Rain menjalin hubungan, tapi tak pernah sekalipun Rain menyentuh dirinya, berciuman pun hanya sebatas cipika-Cipiki dan tak pernah lebih dari itu.
pernah sekali Monica mencoba mencium bibir Rain dan spontan Rain langsung mendorong tubuhnya hingga ia terjatuh.
kali ini Monica berusaha mengajak Rain ke diskotik dan mencoba merayunya di sana tapi gagal Rain tetap gigih tak tergoda, padahal Monica sudah memakai pakaian yang seksi yang menunjukkan semua aset kesukaan para pria.
kali ini di mobil Monica mencoba merayu Rain kembali, Monica bertekad untuk mengikat Rain, agar bisa menjadi miliknya, dan menikahinya, Monica tak ingin kehilangan tambang emasnya.
Walaupun Rain terlihat dingin tapi ia tak pernah pelit, dari itulah Monica suka dan ingin mengikat Rain dengan sebuah pernikahan.
" Sayang, ayo kita masuk, ayo kita bersenang-senang di dalam, orang tuaku sedang liburan bersama ke bali, rumah ku kosong sayang " ucap Monica dengan suara yang menggoda dengan tangan yang terus meraba paha Rain.
Rain langsung memegang tangan Monica yang hendak memegang Boanya yang ada di sela-sela pahanya.
Rain memindahkan tangan Monica ke pahanya Monica sendiri.
" turunlah, ini sudah malam, aku harus bekerja besok pagi " ucap Rain datar.
Monica yang nampak kesal langsung menarik tubuhnya yang menempel di bahu Rain dengan wajah yang terlihat kesal.
Dengan rasa kesal Monica keluar dari mobil Rain dan menutupnya keras dan kemudian melangkah melewati depan mobil Rain.
Rain membuka kaca mobilnya dan melihat Monica yang sudah berdiri di depan gerbang rumahnya.
" Monica " panggil Rain.
mendengar namanya di panggil Monica langsung menghentikan langkahnya dan tersenyum tipis.
" sudah ku pastikan tidak akan ada yang bisa menolak pesona monica " ucap Monica dalam hati.
Dengan senyum yang di buat secantik mungkin, Monica berbalik ke arah Mobil Rain, ia melihat kaca mobil Rain yang terbuka, Monica mendekati mobil Rain kembali.
" Ada apa Rain, apa kamu berubah pikiran?" ucap Monica.
" Iya... maaf, malam ini kita putus " ucap Rain dan langsung menutup kaca mobilnya dan melajukan mobilnya di kegelapan malam, meninggalkan Monica yang masih terpaku di tempatnya dan terdiam karena keterkejutannya.
Setelah beberapa menit ia baru tersadar dan langsung menoleh ke arah mobil Rain yang sudah menjauh.
" Apa maksud Rain tadi, dia memutuskan aku..." gumam Monica.
" Tidak...ini tidak boleh terjadi, aku tak mau putus, Rain milikku dan hanya akan menjadi milikku " ucap Monica.
" Kamu milikku Rain " gumam Monica sambil menatap mobil sport Rain yang melaju di kegelapan malam.
Di dalam mobil Rain mengusap pahanya yang tadi di pegang Monica.
" Hampir saja si Boa ternoda, tenang saja Boa kamu masih aman, aku akan menjagamu dengan segenap hatiku " ucap Rain sambil menatap sejenak ke pangkal pahanya.
*****
Di sebuah universitas ternama, dua orang gadis duduk di dalam kelasnya, sedangkan teman yang lainnya sudah pada keluar karena mata kuliah sudah selesai.
" Minggu depan kita akan praktik ke rumah sakit lagi, apa kamu akan mangkir lagi Lin?" tanya Arin.
Lintang menghela nafasnya, Ia paling tidak suka jika berada di rumah sakit karena di situ banyak sekali penampakan yang tak ingin di lihat oleh Lintang, maka dari itu setiap ada praktek lapangan ke rumah sakit ia langsung mangkir dan tidak ikut praktik ke rumah sakit.
Dio sampai pusing melihat kelakuan putrinya itu, karena Dosennya selalu menghubungi nya perihal Lintang yang tak pernah mau ikut ke rumah sakit untuk pelajaran praktik.
Padahal jurusan Lintang memerlukan banyak praktik.
Lintang Arum kuliah di jurusan KedoKteran dan mengambil jurusan bedah toraks umum, dari itu ia harus belajar sering praktik bedah.
" Entahlah Rin, aku males kalau ke rumah sakit, mereka selalu mengikuti kemanapun aku pergi,.aku jadi merasa risih " ucap Lintang sambil meletakkan kepalanya di atas meja dengan berbantalkan lengannya.
" Kan sudah aku bilang, pura-puralah tidak melihat mereka, jangan urusin mereka, dunia kita sudah berbeda " ucap Arin.
" Baiklah mulai hari ini aku akan pura-pura tidak melihat mereka " gumam Lintang.
" sudah berapa kali kamu bilang seperti itu Lintang Arum, ujung-ujungnya kamu interaksi lagi dengan mereka " ucap Arin.
" Aku hanya ingin menolong mereka Rin, sudahlah...nanti habis kuliah kita ketemu Misya."
Arin menghela nafasnya, baru juga di bilang untuk menutup mata untuk mereka kini dia mulai lagi.
" Yo wis karepmu la Lin, ngelu dasku mikir awakmu ( ya sudah lah Rin terserah kamu, kepalaku pusing mikir kamu ) selalu saja membuat aku kena omelan om Dio, ayo kita ke kantin perutku sudah lapar" ucap Arin.
" Aku ngantuk, aku mau tidur sebentar, kamu pergi saja sendiri, atau kamu makan bekalku, tuh ada di tasku " ucap Lintang dengan mata tertutup.
" Dia pasti begadang lagi, terkadang kelebihannya membuatnya kesusahan " gumam Arin.
*****
Selepas maghrib Lintang dan Arin berkendara menuju ruko di mana Misya berada.
" Kita akan membantu Misya kembali ke tempatnya, agar dia tidak gentayang lagi " ucap Lintang.
" Bagaimana caranya Lin, apa kita harus datang ke kantor polisi dan melaporkan kalau kita menemukan kerangka di ruko kosong itu, nanti kita yang akan kerepotan, di jadikan saksi, di tanya kesana kesini, dan bisa-bisa kita yang jadi tersangkanya, kamu tahu sendiri bagaimana hukum di negara kita, yang salah bisa bebas berkeliaran sedangkan yang tidak bersalah bisa-bisa yang jadi di bui " gerutu Arin.
" Apa berani mereka menjadikan kita tersangka, bisa hancur kantor polisi mereka di ratakan sama papa " ucap Anin.
" Kamu punya papa yang berkuasa, la..aku "
" Kamu kan juga anaknya papa "
" iya...tapi pikir lagi dulu deh caranya bagaimana menolong Misya tanpa melibatkan Polisi." sambung Arin .
Ciittt....
Tiba-tiba Lintang menghentikan mobilnya saat melihat seseorang berlari mendekati mobilnya dengan teriakan meminta tolong.
" Ada apa Lin, kenapa kamu menghentikan mobilnya " tanya Arin.
" Tuh lihatlah, dia pasti berulah lagi " ucap Lintang sambil menunjuk ke depan mobil.
Arin Melihat seorang pria yang berlari mendekati mereka dan mengetuk kaca mereka.
Lintang membuka kaca jendela.
" Bapak kenapa, kenapa bapak berlari di sini " tanya Arin.
" ning mau kemana, cepat balik ning jangan lewat sana ,di sana ada hantu yang mengerikan, ayo putar ning, di sana berbahaya " ucap Bapak itu Dengan nada panik.
" Memang ada apa pak, kenapa tidak aman, apa ada begal di sana?"
" tidak ada begal di sana nak, tapi ada hantu muka hancur "
######
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!