Abad 21, di sebuah kapal ruang angkasa.
Terdengar suara langkah kaki beberapa orang yang sedang berlari kecil menyelusuri setiap lorong kapal ruang angkasa,
"bagaimana dengan pemeriksaan seluruh area yang terjangkau sistem?" ucap Zee dengan nada panik.
"sudah. Tapi tetap tidak ditemukan." jawab bawahan Lee salah satu bawahan Zee.
Mendengar jawaban itu Zee mulai memutar otaknya,
"bagaimana dengan pencarian menggunakan jalur listrik, seluruh tempat di kapal angkasa ini tidak ada satupun tempat yang tidak terkena jalur listrik." ucap Zee
"Baik!" jawab tegas bawahan Lee
"Kapten bom yang diperkirakan skala ledakannya sangat besar berada di sisi Utara kapal!!" ucap salah satu bawahnya yang lain dengan sangat panik.
"kalian teruskan mencari bom-bom yang skala ledakannya kecil itu, aku, yang akan menangani bom dengan skala ledakan besar itu." ucap Zee,
"apakah Anda tidak apa-apa sendirian menangani bom yang berskala besar itu," ucap cemas bawahan Lee
"tidak perlu cemas, aku bisa menangani itu sendiri, yang ada akulah yang harusnya bertanya, apa kalian bertiga bisa menangani bom-bom skala kecil yang jumlahnya lebih dari 20 itu." ucap Zee
"tenang saja kapten, hanya 20 bom saja apalagi bom-bom itu skala ledakannya kecil, kami bisa menanganinya." ucap mereka bertiga.
Mereka pun berpencar, Zee pergi mencari bom dengan skala ledakan yang besar itu sedang ketiga bawahannya pergi mencari bom-bom dengan skala ledakannya kecil untuk dihentikan.
Suhu ruangan benar-benar terasa sangat berat serta mencengkam, disebabkan mereka harus bekerja sangat cepat, teliti serta ekstra hati-hati di tambah mereka juga harus berlomba dengan waktu, sebab jika mereka salah sedikit atau bahkan lambat sedikit saja maka nyawa mereka yang akan jadi taruhannya.
Bom-bom yang diselundupkan di kapal ruang angkasa mempunyai sistem mekanik yang unik, sehingga memerlukan banyak waktu bagi Zee serta para bawahannya untuk menjinakkannya.
Walaupun harus memakan waktu 35 menit akhirnya Zee serta para bawahannya berhasil untuk menjinakkan bom-bom yang diselundupkan itu, dan sekarang mereka bisa bernafas lega.
saat Zee ingin merayakan kerja kerasnya serta para bawahannya tiba-tiba saja ada salah satu dari bawahannya tertawa kecil dengan ekspresi dan gestur mencurigakan,
"kenapa kamu tertawa mencurigakan seperti itu?" tanya bawahan Lee dengan sedikit curiga.
"ha-ha-ha.. Kapten, apa kau pikir ini sudah berakhir.." ucapnya
"apa maksud ucapanmu itu!?" tanya Zee yang semakin curiga.
"Kapten Jika kau pikir ini adalah akhir, kau salah besar, bom-bom itu sebenarnya, adalah Awal dari KEHANCURAN MU!!" ucapnya sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya,
ekspresi Zee seketika langsung pucat, saat melihat sebuah remote control yang penghianat itu keluarkan dari dalam sakunya, Zee yang langsung mengetahui Remote apa yang dikeluarkan penghianat itu segera bergegas berlari ke arahnya, sambil berteriak ke bawahannya yang masih ada di pihaknya,
"Ambil Remote itu dari Tangannya!!!"
Mendengar perkataan itu 2 bawahan tersisa yang masih ada di pihak Zee langsung paham maksud dari perintah itu, mereka berdua ikut berlari untuk merebut remote yang ada di tangan penghianat itu,
Namun sayang, lari Zee serta para bawahannya tidak bisa lebih cepat dibandingkan gerakan jari penghianat itu menekan tombolnya, alhasil ledakan yang sangat besar pun terjadi, ledakan itu sangat besar hingga dapat menjangkau 100 meter dari titik ledakan.
Ledakan besar itu menewaskan Zee dan para bawahannya bahkan kapal ruang angkasanya pun ikut hancur berkeping-keping akibat ledakannya.
Disaat kematiannya Zee berada ditempat yang sangat gelap sekali, di detik itu juga Zee pun tersadar bahwa dirinya ternyata sudah mati, dirinya tidak dapat lagi melakukan penelitian yang sangat disukainya itu, disaat-saat terakhir itu Zee berpikir, "seandainya aku tahu hal ini akan terjadi, aku pasti akan cepat-cepat menyelesaikan proyek P.R.A13 lebih awal."
di tengah pikirannya itu, Zee tiba-tiba mendengar suara yang familiar dari dalam kegelapan, "Zee.. apa hanya itu penyesalan mu Zee?"
"suara ini... K... Ketua yayasan!? Apa itu benar-benar kamu ketua yayasan?" ucap Zee dengan penuh harap,
"hais anak ini.. Karena sifatmu inilah aku tidak bisa tenang bahkan saat kematian ku sekalipun." ucapnya
"apa maksudmu itu Ketua?" tanya Zee yang bingung,
"Nak jika kamu memiliki kesempatan sekali lagi untuk hidup, aku harap kamu akan mengambil jalan yang berbeda dari jalan yang kamu ambil sekarang, jangan hanya hidup untuk penelitian saja hiduplah untuk dirimu sendiri juga, cari kebahagiaan mu nak, agar kamu tidak kesepian seperti ini, aku tau kamu kesepian kan setelah kematian ku, karena itulah kamu mengubur dirimu dengan penelitian mu, hanya itu yang aku minta padamu nak, berjanjilah bahwa kamu akan menuruti permintaanku Zee." ucap ketua yayasan dengan penuh kasih sayang.
Zee ingin bertanya apa maksud ucapan ketua yayasannya itu tapi tiba-tiba saja kepada Zee sangat sakit sekali hingga dirinya pingsan, dan saat tersadar kembali sekitar Zee sudah tidak gelap gulita lagi, melainkan Zee sekarang terbangun di tempat asing yang tidak dia kenal sama sekali.
Zee terbangun ditempat yang sama sekali tidak ia kenal dengan pakaiannya yang juga sudah berubah menjadi pakaian seksi yang sama sekali tidak akan pernah dia lirik,
Saat Zee sedang bingung dengan pakaiannya yang tiba-tiba saja berubah menjadi pakaian seksi, Zee terpaku saat melihat ke samping dirinya dia langsung menghela nafas panjang sebab Zee melihat pantulan dirinya di cermin yang terlihat sangat berantakan serta sedikit berbeda dengannya.
dirinya yang ada dipantulkan cermin itu terlihat sangat berantakan mulai dari wajahnya yang terlihat lebih muda darinya, dengan wajah seperti remaja polos yang sedang memerah, penuh keringat dingin dengan ekspresi seperti binatang yang sedang birahi, bajunya yang sedikit berantakan karena tidak tahan dengan panas yang ada di tubuhnya itu, adalah sesuatu hal yang sebelumnya tidak akan pernah dialaminya.
tepat ditengah ketidak percayaan dengan apa yang dia lihat itu, sebuah ingatan pun muncul bagaikan air terjun yang akan melengkapi seluruh pazel pertanyaan Zee,
Sebuah ingatan tentang seorang gadis bernama Zoe Park, gadis itu berasal dari keluarga yang cukup terpandang, awalnya gadis itu hidup bahagia sampai, ibunya meninggal dunia saat dirinya berusia 8 tahun dan ayahnya membawa pulang cinta pertamanya yang juga sudah menjadi janda untuk dinikahi.
Gadis yang masih berusia 8 tahun itu sama sekali tidak dapat memahami situasi-nya saat itu, dirinya yang masih polos ditambah saat itu ia sedang dalam keadaan duka setelah ditinggalkan ibunya yang sangat dia sayangi, sehingga dia jadi sangat mudah dibujuk untuk mempunyai ibu tiri hanya dengan sedikit kasih sayang yang dirinya sendiri tidak tahu apakah itu kasih sayang yang tulus atau tidak.
Dan segalanya mulai terungkap saat wanita itu beserta anak perempuannya sudah memasuki rumahnya, dirinya yang berpikir akan mendapatkan seorang ibu yang dapat menggantikan kasih sayang ibunya serta saudari yang akan menyayangi nya, ternyata hanyalah omongan manis belaka para orang dewasa untuk memenuhi keinginan egois mereka tanpa memikirkan perasaan gadis kecil itu.
ibu tirinya beserta anaknya itu menjadi semakin berbuat semena-mena terhadapnya serta harta benda milik ibunya serta dirinya, mulai dari anak perempuannya mengambil alih kamarnya yang dihiasi sepenuh hati oleh ibunya, segala macam perhiasan serta baju yang di desain khusus untuknya oleh ibunya, semuanya perlahan demi perlahan semua yang dimiliki gadis kecil itu diambil oleh saudari tirinya,
Saat dirinya menolak untuk memberikannya ibu tirinya serta ayah kandungnya selalu akan mengatakan "kamu udah sering pakai, jadi mengalah lah, kasian kan saudari mu yang tidak pernah memakai sesuatu yang bagus seperti ini,"
Selalu-selalu saja perkataan seperti itu yang di keluarkan dan jika dia tetap menolak memberikan maka Omelan serta tamparan lah yang akan ia terima, sesuatu yang tidak pernah sekalipun dilayangkan oleh keluarganya kini menjadi sering dilayangkan padanya, bahkan ayahnya serta neneknya yang tidak pernah melayangkan tangan padanya kini malah jadi tidak ragu-ragu saat melayangkan tangannya padanya.
Setiap kali gadis kecil itu menderita karena siksaan itu, ibu serta saudari tirinya akan diam-diam tersenyum bahagia dibelakang, mereka sangat senang setiap kali melihatnya menderita hingga kehilangan semangat hidup dan mereka akan sangat jengkel serta benci setiap kali melihatnya bahagia bahkan sedikitpun mereka akan tetap membencinya.
Karena itulah mereka akan melakukan segala macam cara untuk menghancurkan segala hal yang menjadi kebahagiaanya, mereka tidak segan-segan menyakiti diri mereka sendiri hanya untuk mencemarkan nama baik gadis kecil itu serta membuat orang-orang jadi membencinya.
Kini publik mengenal ibu serta saudari tirinya sebagai orang yang sangat baik dan penuh kasih bahkan pada anak yang sudah berkali-kali menyakitinya, mereka selalu dibanjiri pujian orang-orang, sedangkan gadis kecil itu di kenal publik sebagai anak manja yang nakal dan kejam yang membuatnya dibanjiri segala macam makian dan kutukan orang-orang.
Disaat gadis kecil itu menangis karena perilaku keluarga serta orang-orang padanya, tiba-tiba saudari tirinya masuk kedalam kamarnya lalu membisikkan kata-kata yang sangat menyakitkan sekaligus menyadarkannya,
"Percuma kamu nangis tidak akan ada yang peduli padamu bahkan ayah serta nenekmu serta sahabatmu semuanya tidak ada yang akan peduli lagi padamu," ucap saudari tirinya sambil tersenyum licik,
"kamu pikir, sampai kapan kamu dan ibumu itu akan tetap aman seperti ini, suatu hari nanti saat wajah asli kalian ketahuan, ayah dan nenek kalian bakal diusir dari sini." ucap gadis kecil
"Pfft.. Hahahaha ayah dan nenek akan mengusir kami, hahaha, yang ada kamulah yang akan diusir dari sini kamu tahu kenapa? Itu karena ayah dan nenek tidak pernah sekalipun benar-benar menyayangimu, mereka hanya berpura-pura menyayangimu untuk mengambil hati ibumu saja agar dia tidak ragu mewariskan seluruh hartanya padanya itu saja, Kau tau dari dulu yang dicintai ayahmu itu hanyalah ibuku bukan ibumu." ucap saudari dirinya dengan penuh keangkuhan dan kesombongan tinggi.
Mendengar perkataan itu hati gadis itu menjadi semakin hancur akan kenyataan kejam yang tidak seharusnya diketahui oleh anak sekecil-nya, gadis kecil itu menangis semakin kencang mengetahui bahwa selama ini yang benar-benar mencintainya hanyalah ibunya dan yang benar-benar mencintai ibunya hanyalah dirinya saja, sedangkan cinta yang diberikan oleh ayah dan nenek yang gadis kecil sangat sayangi ternyata hanya cinta palsu yang dibuat untuk mendapatkan harta ibunya saja.
Setelah mengetahui yang direncanakan keluarganya, gadis kecil itu berusaha dengan segala hal yang diketahuinya untuk mempertahankan harta hasil kerja keras ibunya, entah ibunya memang mengetahui rencana ayahnya serta neneknya atau ini hanya kebetulan saja, ibunya sudah menulis surat wasiat yang menyatakan bahwa seluruh hartanya akan di wariskan kepada anak kandungnya seorang yaitu Zoe Park dan hanya menyisakan sekitar 10% dari sisa harta bersihnya untuk suaminya.
Mengetahui hal itu ayah, nenek serta ibu dan saudari tirinya berusaha mati-matian untuk mengubah surat wasiat itu, namun sayang usahanya semua gagal sebab ibu Zoe kecil telah memperkuat surat wasiat itu agar tidak dapat dipalsukan ataupun dihancurkan.
Mengetahui hal itu zoe kecil menggunakan kesempatan itu untuk mendapatkan izin dari pengacara ibunya, untuk diperbolehkan tinggal dirumah buyut dari pihak ibu yaitu neneknya ibunya dengan alasan dirinya masih terpukul atas kepergian ibunya, pengacara ibunya itupun memperbolehkannya karena ayah serta ibu tirinya tidak bisa melawan pengacara itu jadi mereka tidak dapat berbuat apa-apa tentang kepindahan Zoe kecil.
Namun sayangnya Zoe kecil hanya bisa tinggal di rumah buyutnya hingga ia berusia 17 tahun sesuai perjanjian yang dibuat pengacara itu serta ayahnya, walaupun segan karna tau apa yang menantikan nya dirumah itu, zoe mau tidak mau harus kembali sebab jika Zoe tidak mau pulang maka mereka akan melakukan segala cara untuk membuatnya pulang bahkan mereka akan tidak segan-segan memfitnah buyutnya seperti yang mereka lakukan padanya.
Akhirnya selama dia kembali ke rumah itu, Zoe selalu mendapatkan makian, kutukan orang-orang pada sesuatu yang tidak pernah dirinya lakukan, karena sifat penakutnya itu, Zoe tidak berani melawan keluarganya karena mereka mengancam akan melakukan sesuatu pada buyutnya jika dirinya berani melawan atau melakukan sesuatu yang tidak nurut.
Sampai sudah 2 tahun pun berlalu tepat saat perayaan kelulusannya, saudari tirinya ingin menjebak nya untuk menghancurkan nama baiknya serendah-rendahnya hingga pihak pengadilan menganggap Zoe bukan pewaris yang tepat untuk perusahaan Park,
Saudari tirinya mencampur bubuk perangsang didalam minuman Zoe saat perayaan kelulusan yang sedang diselenggarakan di hotel, Zoe yang malang setelah dia sadar apa yang telah diminumnya dan apa yang telah direncanakan saudari tirinya serta ibu tirinya itu, ia memilih untuk bunuh diri dari pada kehormatannya hancur dan rencana mereka berhasil.
Sebab itulah Zee sekarang berada di dalam tubuh Zoe yang sudah mati bunuh diri, untuk membalaskan dendam Zoe terhadap keluarga jahatnya itu, bersiaplah orang-orang jahat waktu kalian tertawa tidak akan lama lagi.
"untuk apa melakukan itu?" ucap Zee
"eh!?." author bingung
"kenapa aku harus mencampuri urusannya, bales dendam ya harus dengan tangannya sendiri kenapa jadi aku, Zoe mungkin memang punya dendam sama mereka tapi aku kan nggak, jadi untuk apa aku balas dendam." ucap Zee
"eh!? Ta..tapi.." ucap author
"Tapi beda ceritanya jika itu orang yang telah membiusku dengan obat perangsang ini, aku pasti akan memberinya pelajaran." ucap Zee dengan penuh api kemarahan.
"nah, bagus sekarang kita hanc," ucap author yang langsung di potong oleh zee
"Tapi sebelum itu, kita harus mengatasi panas ini dulu," ucap Zee dengan wajah yang semakin memerah,
Zee yang sudah hampir sepenuhnya dibutakan efek obat perangsang itu sekuat tenaga berusaha untuk tetap sadar sebab,
"ka.. Kata ketua yayasan jika ingin mencari pria one night stand harus, wajib yang tampan agar tidak ada penyesalan, karena jika punya anak juga anaknya akan tampan." ucap Zee setengah sadar sambil matanya terus menjadi pria yang tampan.
"hehh.." ucap author sambil melirik kearah ketua yayasan Zee,
"tidak, aku tidak pernah mengatakan itu, aku bilang jika mau cari pasangan yang ingin dinikahi cari yang tampan karna nanti kamu bisa dapat anak yang tampan dengan kecerdasan sepertinya, ini yang aku bilang bukan itu." jawab ketua yayasan Zee,
"hmm.." author sambil masih menatap tajam ke ketua yayasan lalu memberikan jempol.
Disaat author sedang mengintrogasi ketua yayasan karena ajaran pendidikannya, disaat itu juga Zee akhirnya menemukan pria tampan untuk diajak one night stand bersamanya,
Zee berjalan mendekat ke seorang pria yang sangat tampan yang sedang duduk di kursi roda, Zee menggebrak pelan pegangan kursi roda pria itu, lalu mengatakan dengan wajah memerah serta yang sudah setengah sadar, " hei tuan, wajah mu sangat tampan sekali, karena itulah aku akan memilihmu untuk jadi yang pertama aku tiduri."
Pria itu langsung memberi tatapan permusuhan pada Zee,
"kau pikir siapa dirimu, sampai berhak untuk meniduri ku Hah, dan lagi memangnya kamu mampu untuk meniduri ku" ucap pria itu.
Melihat tanggapan pria itu, Zee yang menganggap perkataan pria itu sebagai provokasi pun tersenyum dan langsung dengan mudahnya dia menggendong pria itu di bahunya dengan gendongan ala kuli bangunan yang sedang mengangkat karung di bahunya, kemudian Zee bilang "Kalo begitu kamu tinggal lihat bukan, apakah aku bisa atau tidak meniduri mu."
"Hah. Beraninya kamu bersikap tidak sopan padaku, apa kau tau siapa aku hah, aku ini Hiiikkk..." ucap pria itu sambil terus meronta-ronta yang terhenti, karena mendapatkan tamparan lembut serta penuh sayang dari Zee di bokong-nya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!