Gubrak ..
" Masih pagi sudah ada aja " gerutu seorang gadis cantik berambut panjang . Dia berlari di koridor sekolah dengan nafas terengah-engah . Meskipun ini bukan kali pertamanya dia terlambat . Tak urung membuatnya jera . Bahkan hukuman sering dia dapatkan .
" Tunggu " teriak siswa yang merupakan anggota OSIS.
" Wah penjajah mulai beraksi " ucap Alesya .
Alesya Bavelary , anak yang ceria . Tapi siapa sangka jika dia juga menyimpan sesuatu . Hanya sahabatnya yang tahu dia seperti apa . Anak ke-2 dari Dion Bavelary dan Cintya Bavelary . Dan Alesya memiliki seorang kakak Darren Bavelary .
" Larinya kenceng juga " ucap Arshaka Mahendra. Dia merupakan anggota OSIS yang bertugas mendisiplinkan murid yang telat .
" Dia memang tidak kenal takut " ucap Raga Pratama . Dia adalah wakil ketua OSIS .
" Kejar dia " ucap Gama Zarkasyi . Dia adalah ketua OSIS di SMA tunggal jaya . Pria tampan dan pintar . Tak jarang para siswi di sekolah suka mencuri perhatian dari sang ketua OSIS . Dari yang memang sengaja terlambat supaya di hukum dan ketemu dengan sang ketos .
" Lah lo mau kemana?" teriak Shaka .
Gama hanya melambaikan tangannya .
" Sudah ayok " ajak Raga .
Kedua pria itu mengejar Alesya namun kehilangan jejak . Dan mencari di setiap sudut sekolah.
" Kita ke kelasnya " ucap Raga .
Shaka menyetujui ide Raga .
" Aku aman " ucap Alesya ketika melihat kedua anggota OSIS itu telah pergi dari sana .
" Akhirnya bisa lolos jug " ucapnya dengan senyum ceria .
" Siapa bilang " ucap Gama yang datang entah dari mana.
" Setan ! " Alesya terkejut hingga memundurkan tubuhnya . Dan hampir terjatuh . Gama lalu menarik tangan Alesya .
" Mana ada setan tampan " ucap Gama lalu menarik tangan Alesya untuk mengikutinya .
" Lepasin tangan lo dari gue " ucap Alesya .
" Sampai lo kabur gue aduin ke BK " ancam Gama .
" Iya . Nggak kabur " ucap Alesya .
Dan.....
Setelah Gama melepaskan tangannya . Alesya segera melarikan diri . Namun ..
Gubrak
Alesya menabrak guru yang di kenal killer di sana .
" Kamu kenapa Alesya ?" tanya bu wina yang berperawakan sedikit berisi mentega itu 🤭.
" Itu buk .. Anuu . Saya mau ke kelas bu " ucap Alesya .
" Apa kamu terlambat Alesya?" tanyanya .
" Tidak . Saya tadi bel sudah di sekolahan kok bu . Tapi saya mau masuk sekolah di gangguin sama dia bu " ucap Alesya .
" Alasan . Apa benar begitu Gama ?" tanya Bu Wina yang memang tak mempercayai Alesya .
" Dia telat bu " ucap Gama .
" Mana ada . Gue udah masuk sebelum gerbang di tutup . Tanya aja sama pak Agus " ucap Alesya tetap tidak mau kalah .
Pak Agus adalah satpam di sekolah .
" Jika saya tanya pak Agus . Dan kamu berbohong kamu akan di hukum dua kali lipat Alesya " tegas Bu Wina .
" Tidak papa bu " ucap Alesya yang memang benar adanya .
Dan benar Alesya memang sudah datang sebelum gerbang di tutup .
" Tuh kan bu . Saya tidak telat " ucap Alesya .
" Untuk kali ini oke Alesya . Tapi lain kali jangan sampai kamu terlambat lagi " ucap bu Wina .
" Baik bu . Terima kasih " ucap Alesya lalu berlalu dari sana dan mengacungkan jari tengahnya kepada Gama .
Gama yang melihat itu tak peduli .
" Kita sudah cari dimana-mana tapi dia tidak ketemu " ucap Shaka dan Raga dengan nafas ngos-ngosan .
" Dia udah ke kelas . Tadi ada bu Wina . Ayo ke ruang OSIS " ucap Gama .
" Gila hari ini semakin banyak gadis-gadis yang telat . Gue tahu gue tampan . Tapi harus merelakan diri supaya di hukum " ucap Shaka kepedean .
" Pede lo " Raga menoyor kepala Shaka .
Alesya lalu pergi ke kelasnya . Kedua sahabatnya sudah menunggu di sana .
" Lo telat lagi ?" tanya Kirana Larasati .
" Enggak " jawab Alesya lalu duduk disamping Kirana .
" Lo kok baru datang . Untuk gurunya belum datang " sahut Jeni Ayudia.
" Udah . Kasih gue minum dulu . Ntar gue ceritain " ucap Alesya .
Kirana lalu menyodorkan es yang tadi dia beli .
" Udah buruan cerita " ucap Jeni yang tak sabar .
" Selamat pagi anak-anak " sapa Pak guru yang baru saja masuk .
" Selamat pagi pak "
" Dasar ganggu " gerutu Jeni .
Bel sudah berbunyi . Siswa siswi berhamburan untuk istirahat . Ada yang ke kantin ada juga yang memilih untuk ke perpustakaan .
" Buruan cerita " ucap Jeni seraya membenahi make up nya .
" Ntar aja deh . Gue lapar " ucap Alesya .
" Lah bocah . Tapi makan sambil cerita juga lebih baik " ucap Kirana .
" Romeo datang " ucap Jeni melihat seorang siswa kelas 3 menghampiri teman kelas Alesya yang masih duduk 2 .
" Sayang makan bareng yukk " ucap Alesya sedikit keras dan bergelayut di lengan Kirana .
Mereka bertiga lalu tertawa bersama . Sedangkan kedua pasangan itu menjadi salah tingkah .
" Sirik aja lo " teriak Bowo .
" Nggak ada yang sirik sama lo Bowo . Nggak ada . Udah sana bawa permaisuri lo makan ntar pingsan lagi " ucap Alesya .
" Makanya pacaran modal dikit napa . Eh vina, kalau Bowo nggak mau traktir lo mending putus deh " ucap Jeni .
" Udah ayo , kita duluan ya " ucap Vina .
" Oke vin . Hati-hati ya . Ntar di apa-apain " ucap Alesya.
" Dih otak lo " Kirana menoyor kepala Alesya .
Jeni hanya tertawa .
Ketiga gadis cantik itu segera pergi ke kantin . Dan kantin sudah penuh dengan siswa siswi .
Gama dan sahabatnya sudah berada di meja nya . Dan ada dua siswi yang juga merupakan anggota OSIS ikut duduk bersama Gama . Dia memang sering mengikuti Gama . Hingga gosip mengatakan bahwa mereka berpacaran . Jika ada Dinda tidak ada siswi yang berani mendekatinya .
" Yah penuh " ucap Alesya seraya mencari bangku yang kosong .
" Ada di sana " ucap Jeni lalu merapikan seragam dan juga rambutnya yang terurai .
Alesya dan Kirana mengikuti arah pandang Jeni . Dan mereka tahu betul apa yang di maksud Jeni .
" Nggak usah kegatelan " ucap Alesya .
" Udah yang penting di sana ada kursi kosong " ucap Kirana .
Mereka lalu menuju meja di samping Gama yang memang kosong . Biasanya di samping Gama itu selalu penuh lebih dulu .
" Hai cantik "goda kakak kelas mereka .
" Iya kakak yang ganteng " jawab jeni namun di sertai gaya mau muntah .
" Huuuu " sorak teman-teman anak kelas tiga .
Raga dan Shaka kesal melihat Alesya . Gara-gara Alesya mereka berdua jadi olahraga pagi . Dan Alesya tidak mendapat hukuman dari mereka . Kali ini mungkin keberuntungan bagi Alesya .
" Tuh cewek memang rese . Cantik sih cantik tapi beuhh " ucap Shaka .
" Iya cantik . Tapi sering telat " ucap Raga .
Gama hanya melihat sepintas namun tak ikut berkomentar . Dinda yang melihat itu begitu kesal . Dinda mengira jika Gama juga ikut mengagumi Alesya . Alesya memang primadona sekolah . Namun Dinda tidak mau mengakui itu . Toh Dinda adalah anak pemilik yayasan .
Setelah selesai istirahat . Alesya memutuskan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu . Dan kedua sahabatnya lebih dulu ke kelas . Alesya menolak untuk di temani . Sebenarnya Alesya juga malas harus melewati anak kelas 3 . Tapi ya panggilan .
" Nulis aja kali ya di kotak saran . Pindahkan kamar mandi . Ide bagus " monolog Alesya .
" Si cantik lewat " goda anak kelas 3 .
" Sendiri aja nih neng . Dayang dayang nya kemana ? Mau aa temenin " goda yang lain .
Alesya tak menghiraukan gangguan tengil itu . Bagi Alesya hal seperti itu sudah biasa . Menghiraukan hal receh seperti itu akan membuang waktu .
" Aduh " Alesya hampir terjungkal karena ada kaki yang sengaja ingin membuat Alesya jatuh .
" Ups . Mau jatuh ya ? Kok nggak jatuh aja sih pasti seru" ucap nya .
Dinda sengaja melakukan itu karena kesal melihat Gama melirik Alesya . Gama bukan tipe laki-laki yang mudah terganggu dan tergoda oleh perempuan .
" Dasar stres " ucap Alesya tak ingin memperpanjang masalah . Dan dia juga sudah tidak lagi bisa menahan buang air kecil .
Dinda lalu menarik rambut Alesya . Bagi Dinda Alesya sudah berani kepadanya . Dan tidak ada yang berani kepadanya .
" Aw .. Lepas nggak " teriak Alesya
" Lo udah berani ya sama gue " ucap Dinda .
" Ya lo siapa yang mesti gue takutin . Udah deh nggak usah caper . Gue udah kebelet ini " ucap Alesya seraya menahan tangan Dinda yang semakin menarik rambut Alesya .
" Jangan harap gue mau lepasin ya . Sebelum lo sujud di kaki gue " ucap Dinda .
" Jangan halu deh . Ya kali gue suruh sujud di kaki bau lo " ucap Alesya yang memang nggak takut pada apapun .
" Sialan lo ya " Dinda dengan kuat menarik rambut Alesya .
Alesya yang sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Dinda . Segera menyiram Dinda dengan air yang ada di dekatnya .
" Omg . Baju gue basah " teriak Dinda tak terima dengan perlakuan Alesya .
" Gue bilang dari tadi gue pengen pipis . Ya lo nya aja yang cari gara-gara " Alesya lalu masuk ke dalam kamar mandi .
Cindy sahabat Dinda lalu membawakan baju ganti untuk Dinda . Dan tak lupa Cindy mengadukan kejadian tadi kepada Gama . Cindy dan Dinda juga merupakan anggota OSIS . Dan ini akan menjadi cara mereka untuk membalas perbuatan Alesya .
" Lo masih di sini ? Napa ? Nunggu gue iya ? Masih nggak terima ?" ucap Alesya melihat kedua anggota OSIS itu masih di kamar mandi .
" Alesya tolong dong jangan bully gue. Emang gue salah apa sama lo ?" tanya Dinda dengan wajah yang berbeda dari sebelum Alesya masuk ke kamar mandi .
Alesya mengerutkan keningnya . Melihat drama yang di buat Dinda . Membuat Alesya geram .
" Nggak usah banyak drama deh lo. Nggak usah ..
" Stop Alesya . Lo itu masih sekolah jangan jadi cewek arogan dong " ucap Raga .
Gama dan kedua sahabatnya sudah berada di luar . Setelah mendapat aduan dari Cindy .
" Lo " Alesya menunjuk ke arah dua siswi yang sedang memainkan drama . Dinda sudah mulai menangis dan di peluk Cindy .
" Wah bagus juga drama yang lo bikin " Alesya bertepuk tangan .
" Bagusnya lo tuh main sinetron tahu nggak " ucap Alesya semakin geram .
" Ikut gue " ucap Gama .
" Nggak ada ya . Lo percaya aja gitu sama drama yang dia buat . Ini nggak seperti yang dia ceritain ke kalian " ucap Alesya tetap menolak untuk ikut Gama .
" Ikut atau gue gendong " ucap Gama yang membuat mata Dinda membola .
" Enak aja lo . Mau cari kesempatan . Gue bisa jalan sendiri " Alesya lalu menyenggol ke tiga pria tampan di depannya . Memang tidak ada rasa takut sedikitpun .
" Dasar cewek arogan . Cantik sih tapi hiii " ucap Shaka bergidik ngeri .
Raga lalu memukul kepala Shaka dan mengikuti Gama dan Alesya jalan lebih dulu .
" Setan " teriak Shaka .
Alesya lalu duduk di ruang OSIS dan menyilangkan tangannya . Alesya benar-benar tak habis fikir dengan tindakan Dinda . Memang betul apa kata siswi-siswi di sekolah . Dinda memang mak lampir . Pinter Bikin drama yang menyalahkan orang lain .
" Apa ? Gue udah duduk di sini . Lo mau apa ?" ucap Alesya .
" Lari lapangan 20 kali habis itu bersihin kamar mandi " ucap Gama yang berdiri di depan Alesya .
" Gue nggak mau . Lagian ini juga bukan salah gue . Kalau lo mau hukum gue . Hukum juga tuh permaisuri gila lo " ucap Alesya .
" Njir permaisuri gila " ucap Shaka .
" Mau lakuin atau gue tambahin " ucap Gama .
Alesya lalu menginjak kaki Gama dengan kuat dan pergi keluar .
Gama semakin kesal dengan gadis satu itu . Sudah salah tak mau menerima hukuman . Apalagi sudah tahu jika Dinda anak pemilik yayasan . Bisa saja Alesya di keluarkan dari sekolah .
" Woy . Balik lagi lo " teriak Shaka .
" Kaki lo nggak papa ?" tanya Raga mendekati Gama .
Kaki Gama di injak cukup kuat oleh Alesya .
" Nggak " ucap Gama . Lalu duduk di kursinya .
Anggota OSIS yang lain hanya menjadi penonton . Dan mengagumi keberanian Alesya .
" Benar-benar wonder women " ucap salah satu anggota OSIS .
Alesya lalu duduk di pinggiran lapangan . Kedua sahabatnya segera berlari dan menghampiri Alesya . Kirana dan juga Jeni tak lupa membawa minuman untuk Alesya .
" Lo kok bisa di hukum sih ?" tanya Kirana lalu menyodorkan minum untuk Alesya .
Jeni lalu memberi kipas untuk Alesya .
" Lo ada masalah apa sama anggota penjajah itu. Lo bikin kesalahan ?" tanya Jeni .
Mereka termasuk murid yang pandai dan tertib meskipun Alesya sering telat . Dan mereka juga tidak memiliki masalah dengan siswi di sekolah .
" Tuh si nenek peyot bikin ulah " ucap Alesya .
" Nenek peyot ?" tanya Kirana dan Jeni bersamaan .
Alesya mengangguk lalu menghabiskan minumannya hingga tandas .
" Siapa ?" tanya Jeni .
" Dinda " ucap Alesya .
" Kenapa dia? Kok bisa dia bikin masalah sama lo ?" tanya Jeni
" Biasanya dia cuma bikin masalah sama pencinta Gama " ucap Kirana .
Alesya mengangkat kedua bahunya tak mengerti .
" Kalian bingung ?" tanya Alesya .
Kirana dan Jeni mengangguk .
" Tapi gue juga bingung . Dah yuk gue bau banget kayaknya . Gue mau ganti baju dulu " ucap Alesya .
" Kita ikut " ucap Kirana lalu menarik tangan Jeni .
Mereka tidak ingin jika ada masalah lagi .
" Lo nggak gangguin ketos kan ?" tanya Jeni .
" Nggaklah .Ngapain gue deketin tuh cowok rese " ucap Alesya .
" Jangan gitu . Ntar benci jadi cinta hlo " ucap Kirana .
" Lo aja gue enggak " ucap Alesya .
Alesya lalu segera membersihkan dirinya . Lalu berganti pakaian . Tak lupa juga memberi parfum supaya harum .
" Udah wangi belum ?" tanya Alesya .
" Sudah " jawab Kirana dan Jeni .
Ting
" Siapa ?" tanya Kirana . Karena raut wajah Alesya berubah murung .
" Mami " ucap Alesya .
" Dia pulang ?" tanya Kirana .
" Kita temenin ?" tanya Jeni .
" Nggak usah gue nggak papa " ucap Alesya .
Selama di perjalanan Pulang, Alesya hanya diam . Dia hanya fokus mengemudi .
" Al , lo nggak papa ?" tanya Jeni yang saat itu nebeng mobil Alesya . Mobil Jeni sedang berada di bengkel .
Alesya hanya diam dan bermain dengan pikirannya .
" Alesya Bavelary " teriak Jeni .
" Apa sih jeni blackpink teriak teriak " kesal Alesya .
" Lo yang apa ? Dari tadi gue panggil diam " ucap Jeni .
" Oh sorry " ucap Alesya nyengir kuda.
" Lo nggak papa ?" tanya Jeni lagi .
" Enggak jeni sayang . Gye nggak papa oke . Tenang aja " ucap Alesya meyakinkan sahabatnya itu .
" Kalau ada apa-apa lo bilang ya sama gue atau Karin . Kita selalu ada buat lo " ucap Jeni .
" Iya iya . Makasih ya " ucap Alesya .
" Dah turun " ucap Alesya .
" Lo ngusir gue ?" tanya Jeni tak terima .
" Hlah lo mau ikut ke rumah gue ?" tanya Alesya .
" Enggak " ucap Jeni .
" Ya udah . Ini di depan rumah lo . Dan lo udah sampai mau apa lagi ?" tanya Alesya .
" Oke gue yang salah . Tanks yaa Al . Mau mampir nggak ?" tanya Jeni .
" Enggak gue langsung balik aja ya " Alesya lalu mengendarai mobilnya .
" Hati-hati" teriak jeni padahal Alesya tidak akan dengar juga .
Alesya mengemudi dengan pelan . Sebenarnya kalau di minta untuk memilih , dia akan memilih untuk tidak pulang . Tapi karena Mami Cintya memintanya pulang cepat .
Alesya melihat orang yang di kenal sedang berada di sebuah cafe . Tapi Alesya tak ingin ikut campur dengan orang itu .
" Tahulah . Gue nggak peduli " ucap Alesya .
Mobil Alesya sudah terparkir di depan rumahnya .
" Lo bisa Al " ucap Alesya .
Alesya turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah . Namun Mami Cintya tidak ada di rumah . Sepi seperti biasa . Alesya kembali melangkahkan kakinya . Hingga deru suara mobil terdengar oleh Alesya . Yang di pastikan itu kedua orang tua Alesya .
Alesya tetap menuju ke kamarnya . Alesya segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri . Alesya memilih untuk berendam . Meredakan lelah yang dia rasakan hari ini . Bukan hukuman yang di berikan anggota penjajah itu . Namun lelah harus menghadapi kedua orangtuanya . Terlebih sang Mami .
Alesya memejamkan matanya perlahan . Merasakan wangi aroma vanila yang membuat tubuh Alesya menjadi rileks . Namun sebuah ketukan pintu membuyarkan semua harapan Alesya untuk beristirahat sejenak .
" Sya , Alesya " teriak Mami Cintya dari balik pintu .
" Buka pintunya . Mami tahu kamu ada di dalam " teriak Mami Cintya lagi .
" Ita mi . Sebentar " jawab Alesya segera meraih handuk .
ceklek
" Ada apa mi ?" tanya Alesya .
" Di sekolah kamu bikin ulah ya sama anak pak Herman ?" tanya Mami Cintya to the point .
" Dia yang mulai duluan mi . Bukan Alesya " jelas Alesya .
" Tapi Mami dapat laporan kalau kamu yang bikin ulah . Kamu itu harusnya lebih jaga sikap Alesya . Bagaimana jika kamu di keluarkan dari sekolah ? Bikin malu keluarga saja . Seharusnya kejadian yang menimpa kakak kamu . Kamu harus lebih jaga sikap Alesya " ucap Mami Cintya lalu meninggalkan kamar Alesya yang masih mematung .
Alesya terduduk lemas rasanya apapun yang di lakukan Alesya semua salah . Di mata Mami Cintya, Alesya tak pernah ada dan tak pernah benar . Meskipun Alesya selalu mendapatkan juara dan berbagai penghargaan . Semua itu tak terlihat oleh Mami Cintya . Seolah-olah semua yang di lakukan oleh Alesya tidak ada artinya .
Air mata Alesya terjatuh . Bibi yang merawat Alesya sedari kecil masuk dan membantu Alesya . Seakan tahu akan kejadian tadi .
" Al nggak papa bi " ucap Alesya lalu menghapus air matanya .
" Kalau non mau nangis nggak papa . Jangan di tahan . Ada bibi di sini " ucap bibi dengan penuh kasih sayang .
Alesya lalu memakai baju dan memilih untuk tidur . Mungkin hanya dengan ini Alesya tidak akan merasa sakit .
Bibi lalu menghubungi Kirana dan juga Jeni . Bibi memang di minta oleh kedua sahabat Alesya . Jika Alesya ada masalah . Bibi di minta menghubungi keduanya .
Kirana dan Jeni segera menuju rumah Alesya . Dan keduanya memang sudah bersiap . Seakan tahu hal yang akan terjadi . Kirana kini berada di rumah Jeni .
" Semua sudah siap . Kita berangkat " ucap Kirana .
" Lets go " ucap Jeni yang memang sudah tidak sabaran .
" Nyokap lo tuh baru pulang " ucap Kirana yang memang berpapasan dengan mobil maminya Jeni .
" Telpon aja . Tadi juga sudah telpon papi " ucap Jeni .
Kirana hanya mengangguk .
Sesampainya di rumah Alesya . Kirana langsung memasukkan mobilnya .Ya mereka akan menginap seperti biasa .
" Hai Kirana dan Jeni blackpink " sapa Papi Dion yang memang sudah akrab dengan sahabat sang putri.
" Hallo papi " teriak keduanya .
Lalu Jeni berjoget ala ala blackpink du du du .
" Gayaan lo " ucap Kirana.
" Oleh-olehnya sudah di siapkan " ucap Papi Dion .
" Dengan senang hati kami menerima " ucap Jeni .
" Alesya ada om ?" tanya Kirana .
" Iya dia di kamar . Mungkin masih tidur . Tadi Papi ke kamar dia masih kayak kebo " ucap Papi Dion .
" Y sudah pi kita ke kamar ya " ucap Jeni .
Mereka memang sudah sangat akrab . Sehingga sudah seperti keluarga .
Kirana dan Jeni lalu menaiki tangga . Keduanya lalu membuka pintu kamar Alesya . Dan benar saja Alesya sedang meringkuk di balik selimut tebalnya .
" Al lo tidur ?" ucap Jeni .
" Lah bocah . Udah jelas dia merem ya tidur " ucap Kirana di buat kesal dengan ucapan Jeni .
" Kita tunggu dia bangun . Jangan di ganggu . Dia capek habis lari tadi " ucap Kirana .
" Iya " ucap Jeni lalu menyalakan ponselnya .
" Laku lo ?" tanya Kirana .
" Ki, lo ngeledek gue . Ya jelas belumlah . Kata Mami belum boleh pacaran . Ingat jangan bandel . Tapi kalau cuma chat okelah . Pilih aja dulu . Siapa tahu ada yang nyantol " ucap Jeni .
" Geblek . Itu sama aja kali " ucap Kirana .
Cukup lama Alesya tertidur dan Kedua sahabat itu juga ikut tidur di samping Alesya . Hingga tak terasa matahari sudah berganti bulan .
" Ki , bangun . Sudah malam " ucap Jeni .
" Hemm " Kirana menggeliat masih memejamkan matanya ingin kembali tidur .
" Ayo bangun . Jangan tidur lagi " Jeni menggoyangkan tubuh Kirana .
" Iya Je bentar kenapa sih " kesal Kirana karena Jeni terlalu bawel melebihi Maminya .
Lalu Jeni menghidupkan lampu kamar . Dan berusaha membangunkan Alesya juga .
" Al bangun . Tunggu " Jeni menempelkan punggung tangannya ke kening Alesya . Dan Alesya ternyata demam. Tubuh Alesya panas .
" Al bangun lo demam . Ki ya ampun , Alesya demam Ki "ucap Jeni lalu bergantian membangunkan Kirana .
" Coba gue cek " ucap Kirana yang masih belum terkumpul nyawanya .
" Iya Je . Kita kompres dulu . Lo ambil obat di laci " ucap Kirana .
" Ok" jawab Jeni .
Mereka tidak bilang ke orang tua Alesya . Karena Alesya akan marah . Hadi mereka akan merawat Alesya terlebih dahulu . Biasanya Demam Alesya akan segera turun .
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!