Indonesia
NovelToon NovelToon

Ketika Cinta Bukan Sekedar Kata

BAB 1

Gubrak ..

" Masih pagi sudah ada aja " gerutu seorang gadis cantik berambut panjang . Dia berlari di koridor sekolah dengan nafas terengah-engah . Meskipun ini bukan kali pertamanya dia terlambat . Tak urung membuatnya jera . Bahkan hukuman sering dia dapatkan .

" Tunggu " teriak siswa yang merupakan anggota OSIS.

" Wah penjajah mulai beraksi " ucap Alesya .

Alesya Bavelary , anak yang ceria . Tapi siapa sangka jika dia juga menyimpan sesuatu . Hanya sahabatnya yang tahu dia seperti apa . Anak ke-2 dari Dion Bavelary dan Cintya Bavelary . Dan Alesya memiliki seorang kakak Darren Bavelary .

" Larinya kenceng juga " ucap Arshaka Mahendra. Dia merupakan anggota OSIS yang bertugas mendisiplinkan murid yang telat .

" Dia memang tidak kenal takut " ucap Raga Pratama . Dia adalah wakil ketua OSIS .

" Kejar dia " ucap Gama Zarkasyi . Dia adalah ketua OSIS di SMA tunggal jaya . Pria tampan dan pintar . Tak jarang para siswi di sekolah suka mencuri perhatian dari sang ketua OSIS . Dari yang memang sengaja terlambat supaya di hukum dan ketemu dengan sang ketos .

" Lah lo mau kemana?" teriak Shaka .

Gama hanya melambaikan tangannya .

" Sudah ayok " ajak Raga .

Kedua pria itu mengejar Alesya namun kehilangan jejak . Dan mencari di setiap sudut sekolah.

" Kita ke kelasnya " ucap Raga .

Shaka menyetujui ide Raga .

" Aku aman " ucap Alesya ketika melihat kedua anggota OSIS itu telah pergi dari sana .

" Akhirnya bisa lolos jug " ucapnya dengan senyum ceria .

" Siapa bilang " ucap Gama yang datang entah dari mana.

" Setan ! " Alesya terkejut hingga memundurkan tubuhnya . Dan hampir terjatuh . Gama lalu menarik tangan Alesya .

" Mana ada setan tampan " ucap Gama lalu menarik tangan Alesya untuk mengikutinya .

" Lepasin tangan lo dari gue " ucap Alesya .

" Sampai lo kabur gue aduin ke BK " ancam Gama .

" Iya . Nggak kabur " ucap Alesya .

Dan.....

Setelah Gama melepaskan tangannya . Alesya segera melarikan diri . Namun ..

Gubrak

Alesya menabrak guru yang di kenal killer di sana .

" Kamu kenapa Alesya ?" tanya bu wina yang berperawakan sedikit berisi mentega itu 🤭.

" Itu buk .. Anuu . Saya mau ke kelas bu " ucap Alesya .

" Apa kamu terlambat Alesya?" tanyanya .

" Tidak . Saya tadi bel sudah di sekolahan kok bu . Tapi saya mau masuk sekolah di gangguin sama dia bu " ucap Alesya .

" Alasan . Apa benar begitu Gama ?" tanya Bu Wina yang memang tak mempercayai Alesya .

" Dia telat bu " ucap Gama .

" Mana ada . Gue udah masuk sebelum gerbang di tutup . Tanya aja sama pak Agus " ucap Alesya tetap tidak mau kalah .

Pak Agus adalah satpam di sekolah .

" Jika saya tanya pak Agus . Dan kamu berbohong kamu akan di hukum dua kali lipat Alesya " tegas Bu Wina .

" Tidak papa bu " ucap Alesya yang memang benar adanya .

Dan benar Alesya memang sudah datang sebelum gerbang di tutup .

" Tuh kan bu . Saya tidak telat " ucap Alesya .

" Untuk kali ini oke Alesya . Tapi lain kali jangan sampai kamu terlambat lagi " ucap bu Wina .

" Baik bu . Terima kasih " ucap Alesya lalu berlalu dari sana dan mengacungkan jari tengahnya kepada Gama .

Gama yang melihat itu tak peduli .

" Kita sudah cari dimana-mana tapi dia tidak ketemu " ucap Shaka dan Raga dengan nafas ngos-ngosan .

" Dia udah ke kelas . Tadi ada bu Wina . Ayo ke ruang OSIS " ucap Gama .

" Gila hari ini semakin banyak gadis-gadis yang telat . Gue tahu gue tampan . Tapi harus merelakan diri supaya di hukum " ucap Shaka kepedean .

" Pede lo " Raga menoyor kepala Shaka .

Alesya lalu pergi ke kelasnya . Kedua sahabatnya sudah menunggu di sana .

" Lo telat lagi ?" tanya Kirana Larasati .

" Enggak " jawab Alesya lalu duduk disamping Kirana .

" Lo kok baru datang . Untuk gurunya belum datang " sahut Jeni Ayudia.

" Udah . Kasih gue minum dulu . Ntar gue ceritain " ucap Alesya .

Kirana lalu menyodorkan es yang tadi dia beli .

" Udah buruan cerita " ucap Jeni yang tak sabar .

" Selamat pagi anak-anak " sapa Pak guru yang baru saja masuk .

" Selamat pagi pak "

" Dasar ganggu " gerutu Jeni .

Bel sudah berbunyi . Siswa siswi berhamburan untuk istirahat . Ada yang ke kantin ada juga yang memilih untuk ke perpustakaan .

" Buruan cerita " ucap Jeni seraya membenahi make up nya .

" Ntar aja deh . Gue lapar " ucap Alesya .

" Lah bocah . Tapi makan sambil cerita juga lebih baik " ucap Kirana .

" Romeo datang " ucap Jeni melihat seorang siswa kelas 3 menghampiri teman kelas Alesya yang masih duduk 2 .

" Sayang makan bareng yukk " ucap Alesya sedikit keras dan bergelayut di lengan Kirana .

Mereka bertiga lalu tertawa bersama . Sedangkan kedua pasangan itu menjadi salah tingkah .

" Sirik aja lo " teriak Bowo .

" Nggak ada yang sirik sama lo Bowo . Nggak ada . Udah sana bawa permaisuri lo makan ntar pingsan lagi " ucap Alesya .

" Makanya pacaran modal dikit napa . Eh vina, kalau Bowo nggak mau traktir lo mending putus deh " ucap Jeni .

" Udah ayo , kita duluan ya " ucap Vina .

" Oke vin . Hati-hati ya . Ntar di apa-apain " ucap Alesya.

" Dih otak lo " Kirana menoyor kepala Alesya .

Jeni hanya tertawa .

Ketiga gadis cantik itu segera pergi ke kantin . Dan kantin sudah penuh dengan siswa siswi .

Gama dan sahabatnya sudah berada di meja nya . Dan ada dua siswi yang juga merupakan anggota OSIS ikut duduk bersama Gama . Dia memang sering mengikuti Gama . Hingga gosip mengatakan bahwa mereka berpacaran . Jika ada Dinda tidak ada siswi yang berani mendekatinya .

" Yah penuh " ucap Alesya seraya mencari bangku yang kosong .

" Ada di sana " ucap Jeni lalu merapikan seragam dan juga rambutnya yang terurai .

Alesya dan Kirana mengikuti arah pandang Jeni . Dan mereka tahu betul apa yang di maksud Jeni .

" Nggak usah kegatelan " ucap Alesya .

" Udah yang penting di sana ada kursi kosong " ucap Kirana .

Mereka lalu menuju meja di samping Gama yang memang kosong . Biasanya di samping Gama itu selalu penuh lebih dulu .

" Hai cantik "goda kakak kelas mereka .

" Iya kakak yang ganteng " jawab jeni namun di sertai gaya mau muntah .

" Huuuu " sorak teman-teman anak kelas tiga .

Raga dan Shaka kesal melihat Alesya . Gara-gara Alesya mereka berdua jadi olahraga pagi . Dan Alesya tidak mendapat hukuman dari mereka . Kali ini mungkin keberuntungan bagi Alesya .

" Tuh cewek memang rese . Cantik sih cantik tapi beuhh " ucap Shaka .

" Iya cantik . Tapi sering telat " ucap Raga .

Gama hanya melihat sepintas namun tak ikut berkomentar . Dinda yang melihat itu begitu kesal . Dinda mengira jika Gama juga ikut mengagumi Alesya . Alesya memang primadona sekolah . Namun Dinda tidak mau mengakui itu . Toh Dinda adalah anak pemilik yayasan .

BAB 2

Setelah selesai istirahat . Alesya memutuskan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu . Dan kedua sahabatnya lebih dulu ke kelas . Alesya menolak untuk di temani . Sebenarnya Alesya juga malas harus melewati anak kelas 3 . Tapi ya panggilan .

" Nulis aja kali ya di kotak saran . Pindahkan kamar mandi . Ide bagus " monolog Alesya .

" Si cantik lewat " goda anak kelas 3 .

" Sendiri aja nih neng . Dayang dayang nya kemana ? Mau aa temenin " goda yang lain .

Alesya tak menghiraukan gangguan tengil itu . Bagi Alesya hal seperti itu sudah biasa . Menghiraukan hal receh seperti itu akan membuang waktu .

" Aduh " Alesya hampir terjungkal karena ada kaki yang sengaja ingin membuat Alesya jatuh .

" Ups . Mau jatuh ya ? Kok nggak jatuh aja sih pasti seru" ucap nya .

Dinda sengaja melakukan itu karena kesal melihat Gama melirik Alesya . Gama bukan tipe laki-laki yang mudah terganggu dan tergoda oleh perempuan .

" Dasar stres " ucap Alesya tak ingin memperpanjang masalah . Dan dia juga sudah tidak lagi bisa menahan buang air kecil .

Dinda lalu menarik rambut Alesya . Bagi Dinda Alesya sudah berani kepadanya . Dan tidak ada yang berani kepadanya .

" Aw .. Lepas nggak " teriak Alesya

" Lo udah berani ya sama gue " ucap Dinda .

" Ya lo siapa yang mesti gue takutin . Udah deh nggak usah caper . Gue udah kebelet ini " ucap Alesya seraya menahan tangan Dinda yang semakin menarik rambut Alesya .

" Jangan harap gue mau lepasin ya . Sebelum lo sujud di kaki gue " ucap Dinda .

" Jangan halu deh . Ya kali gue suruh sujud di kaki bau lo " ucap Alesya yang memang nggak takut pada apapun .

" Sialan lo ya " Dinda dengan kuat menarik rambut Alesya .

Alesya yang sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Dinda . Segera menyiram Dinda dengan air yang ada di dekatnya .

" Omg . Baju gue basah " teriak Dinda tak terima dengan perlakuan Alesya .

" Gue bilang dari tadi gue pengen pipis . Ya lo nya aja yang cari gara-gara " Alesya lalu masuk ke dalam kamar mandi .

Cindy sahabat Dinda lalu membawakan baju ganti untuk Dinda . Dan tak lupa Cindy mengadukan kejadian tadi kepada Gama . Cindy dan Dinda juga merupakan anggota OSIS . Dan ini akan menjadi cara mereka untuk membalas perbuatan Alesya .

" Lo masih di sini ? Napa ? Nunggu gue iya ? Masih nggak terima ?" ucap Alesya melihat kedua anggota OSIS itu masih di kamar mandi .

" Alesya tolong dong jangan bully gue. Emang gue salah apa sama lo ?" tanya Dinda dengan wajah yang berbeda dari sebelum Alesya masuk ke kamar mandi .

Alesya mengerutkan keningnya . Melihat drama yang di buat Dinda . Membuat Alesya geram .

" Nggak usah banyak drama deh lo. Nggak usah ..

" Stop Alesya . Lo itu masih sekolah jangan jadi cewek arogan dong " ucap Raga .

Gama dan kedua sahabatnya sudah berada di luar . Setelah mendapat aduan dari Cindy .

" Lo " Alesya menunjuk ke arah dua siswi yang sedang memainkan drama . Dinda sudah mulai menangis dan di peluk Cindy .

" Wah bagus juga drama yang lo bikin " Alesya bertepuk tangan .

" Bagusnya lo tuh main sinetron tahu nggak " ucap Alesya semakin geram .

" Ikut gue " ucap Gama .

" Nggak ada ya . Lo percaya aja gitu sama drama yang dia buat . Ini nggak seperti yang dia ceritain ke kalian " ucap Alesya tetap menolak untuk ikut Gama .

" Ikut atau gue gendong " ucap Gama yang membuat mata Dinda membola .

" Enak aja lo . Mau cari kesempatan . Gue bisa jalan sendiri " Alesya lalu menyenggol ke tiga pria tampan di depannya . Memang tidak ada rasa takut sedikitpun .

" Dasar cewek arogan . Cantik sih tapi hiii " ucap Shaka bergidik ngeri .

Raga lalu memukul kepala Shaka dan mengikuti Gama dan Alesya jalan lebih dulu .

" Setan " teriak Shaka .

Alesya lalu duduk di ruang OSIS dan menyilangkan tangannya . Alesya benar-benar tak habis fikir dengan tindakan Dinda . Memang betul apa kata siswi-siswi di sekolah . Dinda memang mak lampir . Pinter Bikin drama yang menyalahkan orang lain .

" Apa ? Gue udah duduk di sini . Lo mau apa ?" ucap Alesya .

" Lari lapangan 20 kali habis itu bersihin kamar mandi " ucap Gama yang berdiri di depan Alesya .

" Gue nggak mau . Lagian ini juga bukan salah gue . Kalau lo mau hukum gue . Hukum juga tuh permaisuri gila lo " ucap Alesya .

" Njir permaisuri gila " ucap Shaka .

" Mau lakuin atau gue tambahin " ucap Gama .

Alesya lalu menginjak kaki Gama dengan kuat dan pergi keluar .

Gama semakin kesal dengan gadis satu itu . Sudah salah tak mau menerima hukuman . Apalagi sudah tahu jika Dinda anak pemilik yayasan . Bisa saja Alesya di keluarkan dari sekolah .

" Woy . Balik lagi lo " teriak Shaka .

" Kaki lo nggak papa ?" tanya Raga mendekati Gama .

Kaki Gama di injak cukup kuat oleh Alesya .

" Nggak " ucap Gama . Lalu duduk di kursinya .

Anggota OSIS yang lain hanya menjadi penonton . Dan mengagumi keberanian Alesya .

" Benar-benar wonder women " ucap salah satu anggota OSIS .

Alesya lalu duduk di pinggiran lapangan . Kedua sahabatnya segera berlari dan menghampiri Alesya . Kirana dan juga Jeni tak lupa membawa minuman untuk Alesya .

" Lo kok bisa di hukum sih ?" tanya Kirana lalu menyodorkan minum untuk Alesya .

Jeni lalu memberi kipas untuk Alesya .

" Lo ada masalah apa sama anggota penjajah itu. Lo bikin kesalahan ?" tanya Jeni .

Mereka termasuk murid yang pandai dan tertib meskipun Alesya sering telat . Dan mereka juga tidak memiliki masalah dengan siswi di sekolah .

" Tuh si nenek peyot bikin ulah " ucap Alesya .

" Nenek peyot ?" tanya Kirana dan Jeni bersamaan .

Alesya mengangguk lalu menghabiskan minumannya hingga tandas .

" Siapa ?" tanya Jeni .

" Dinda " ucap Alesya .

" Kenapa dia? Kok bisa dia bikin masalah sama lo ?" tanya Jeni

" Biasanya dia cuma bikin masalah sama pencinta Gama " ucap Kirana .

Alesya mengangkat kedua bahunya tak mengerti .

" Kalian bingung ?" tanya Alesya .

Kirana dan Jeni mengangguk .

" Tapi gue juga bingung . Dah yuk gue bau banget kayaknya . Gue mau ganti baju dulu " ucap Alesya .

" Kita ikut " ucap Kirana lalu menarik tangan Jeni .

Mereka tidak ingin jika ada masalah lagi .

" Lo nggak gangguin ketos kan ?" tanya Jeni .

" Nggaklah .Ngapain gue deketin tuh cowok rese " ucap Alesya .

" Jangan gitu . Ntar benci jadi cinta hlo " ucap Kirana .

" Lo aja gue enggak " ucap Alesya .

Alesya lalu segera membersihkan dirinya . Lalu berganti pakaian . Tak lupa juga memberi parfum supaya harum .

" Udah wangi belum ?" tanya Alesya .

" Sudah " jawab Kirana dan Jeni .

Ting

" Siapa ?" tanya Kirana . Karena raut wajah Alesya berubah murung .

" Mami " ucap Alesya .

" Dia pulang ?" tanya Kirana .

" Kita temenin ?" tanya Jeni .

" Nggak usah gue nggak papa " ucap Alesya .

BAB 3

Selama di perjalanan Pulang, Alesya hanya diam . Dia hanya fokus mengemudi .

" Al , lo nggak papa ?" tanya Jeni yang saat itu nebeng mobil Alesya . Mobil Jeni sedang berada di bengkel .

Alesya hanya diam dan bermain dengan pikirannya .

" Alesya Bavelary " teriak Jeni .

" Apa sih jeni blackpink teriak teriak " kesal Alesya .

" Lo yang apa ? Dari tadi gue panggil diam " ucap Jeni .

" Oh sorry " ucap Alesya nyengir kuda.

" Lo nggak papa ?" tanya Jeni lagi .

" Enggak jeni sayang . Gye nggak papa oke . Tenang aja " ucap Alesya meyakinkan sahabatnya itu .

" Kalau ada apa-apa lo bilang ya sama gue atau Karin . Kita selalu ada buat lo " ucap Jeni .

" Iya iya . Makasih ya " ucap Alesya .

" Dah turun " ucap Alesya .

" Lo ngusir gue ?" tanya Jeni tak terima .

" Hlah lo mau ikut ke rumah gue ?" tanya Alesya .

" Enggak " ucap Jeni .

" Ya udah . Ini di depan rumah lo . Dan lo udah sampai mau apa lagi ?" tanya Alesya .

" Oke gue yang salah . Tanks yaa Al . Mau mampir nggak ?" tanya Jeni .

" Enggak gue langsung balik aja ya " Alesya lalu mengendarai mobilnya .

" Hati-hati" teriak jeni padahal Alesya tidak akan dengar juga .

Alesya mengemudi dengan pelan . Sebenarnya kalau di minta untuk memilih , dia akan memilih untuk tidak pulang . Tapi karena Mami Cintya memintanya pulang cepat .

Alesya melihat orang yang di kenal sedang berada di sebuah cafe . Tapi Alesya tak ingin ikut campur dengan orang itu .

" Tahulah . Gue nggak peduli " ucap Alesya .

Mobil Alesya sudah terparkir di depan rumahnya .

" Lo bisa Al " ucap Alesya .

Alesya turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah . Namun Mami Cintya tidak ada di rumah . Sepi seperti biasa . Alesya kembali melangkahkan kakinya . Hingga deru suara mobil terdengar oleh Alesya . Yang di pastikan itu kedua orang tua Alesya .

Alesya tetap menuju ke kamarnya . Alesya segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri . Alesya memilih untuk berendam . Meredakan lelah yang dia rasakan hari ini . Bukan hukuman yang di berikan anggota penjajah itu . Namun lelah harus menghadapi kedua orangtuanya . Terlebih sang Mami .

Alesya memejamkan matanya perlahan . Merasakan wangi aroma vanila yang membuat tubuh Alesya menjadi rileks . Namun sebuah ketukan pintu membuyarkan semua harapan Alesya untuk beristirahat sejenak .

" Sya , Alesya " teriak Mami Cintya dari balik pintu .

" Buka pintunya . Mami tahu kamu ada di dalam " teriak Mami Cintya lagi .

" Ita mi . Sebentar " jawab Alesya segera meraih handuk .

ceklek

" Ada apa mi ?" tanya Alesya .

" Di sekolah kamu bikin ulah ya sama anak pak Herman ?" tanya Mami Cintya to the point .

" Dia yang mulai duluan mi . Bukan Alesya " jelas Alesya .

" Tapi Mami dapat laporan kalau kamu yang bikin ulah . Kamu itu harusnya lebih jaga sikap Alesya . Bagaimana jika kamu di keluarkan dari sekolah ? Bikin malu keluarga saja . Seharusnya kejadian yang menimpa kakak kamu . Kamu harus lebih jaga sikap Alesya " ucap Mami Cintya lalu meninggalkan kamar Alesya yang masih mematung .

Alesya terduduk lemas rasanya apapun yang di lakukan Alesya semua salah . Di mata Mami Cintya, Alesya tak pernah ada dan tak pernah benar . Meskipun Alesya selalu mendapatkan juara dan berbagai penghargaan . Semua itu tak terlihat oleh Mami Cintya . Seolah-olah semua yang di lakukan oleh Alesya tidak ada artinya .

Air mata Alesya terjatuh . Bibi yang merawat Alesya sedari kecil masuk dan membantu Alesya . Seakan tahu akan kejadian tadi .

" Al nggak papa bi " ucap Alesya lalu menghapus air matanya .

" Kalau non mau nangis nggak papa . Jangan di tahan . Ada bibi di sini " ucap bibi dengan penuh kasih sayang .

Alesya lalu memakai baju dan memilih untuk tidur . Mungkin hanya dengan ini Alesya tidak akan merasa sakit .

Bibi lalu menghubungi Kirana dan juga Jeni . Bibi memang di minta oleh kedua sahabat Alesya . Jika Alesya ada masalah . Bibi di minta menghubungi keduanya .

Kirana dan Jeni segera menuju rumah Alesya . Dan keduanya memang sudah bersiap . Seakan tahu hal yang akan terjadi . Kirana kini berada di rumah Jeni .

" Semua sudah siap . Kita berangkat " ucap Kirana .

" Lets go " ucap Jeni yang memang sudah tidak sabaran .

" Nyokap lo tuh baru pulang " ucap Kirana yang memang berpapasan dengan mobil maminya Jeni .

" Telpon aja . Tadi juga sudah telpon papi " ucap Jeni .

Kirana hanya mengangguk .

Sesampainya di rumah Alesya . Kirana langsung memasukkan mobilnya .Ya mereka akan menginap seperti biasa .

" Hai Kirana dan Jeni blackpink " sapa Papi Dion yang memang sudah akrab dengan sahabat sang putri.

" Hallo papi " teriak keduanya .

Lalu Jeni berjoget ala ala blackpink du du du .

" Gayaan lo " ucap Kirana.

" Oleh-olehnya sudah di siapkan " ucap Papi Dion .

" Dengan senang hati kami menerima " ucap Jeni .

" Alesya ada om ?" tanya Kirana .

" Iya dia di kamar . Mungkin masih tidur . Tadi Papi ke kamar dia masih kayak kebo " ucap Papi Dion .

" Y sudah pi kita ke kamar ya " ucap Jeni .

Mereka memang sudah sangat akrab . Sehingga sudah seperti keluarga .

Kirana dan Jeni lalu menaiki tangga . Keduanya lalu membuka pintu kamar Alesya . Dan benar saja Alesya sedang meringkuk di balik selimut tebalnya .

" Al lo tidur ?" ucap Jeni .

" Lah bocah . Udah jelas dia merem ya tidur " ucap Kirana di buat kesal dengan ucapan Jeni .

" Kita tunggu dia bangun . Jangan di ganggu . Dia capek habis lari tadi " ucap Kirana .

" Iya " ucap Jeni lalu menyalakan ponselnya .

" Laku lo ?" tanya Kirana .

" Ki, lo ngeledek gue . Ya jelas belumlah . Kata Mami belum boleh pacaran . Ingat jangan bandel . Tapi kalau cuma chat okelah . Pilih aja dulu . Siapa tahu ada yang nyantol " ucap Jeni .

" Geblek . Itu sama aja kali " ucap Kirana .

Cukup lama Alesya tertidur dan Kedua sahabat itu juga ikut tidur di samping Alesya . Hingga tak terasa matahari sudah berganti bulan .

" Ki , bangun . Sudah malam " ucap Jeni .

" Hemm " Kirana menggeliat masih memejamkan matanya ingin kembali tidur .

" Ayo bangun . Jangan tidur lagi " Jeni menggoyangkan tubuh Kirana .

" Iya Je bentar kenapa sih " kesal Kirana karena Jeni terlalu bawel melebihi Maminya .

Lalu Jeni menghidupkan lampu kamar . Dan berusaha membangunkan Alesya juga .

" Al bangun . Tunggu " Jeni menempelkan punggung tangannya ke kening Alesya . Dan Alesya ternyata demam. Tubuh Alesya panas .

" Al bangun lo demam . Ki ya ampun , Alesya demam Ki "ucap Jeni lalu bergantian membangunkan Kirana .

" Coba gue cek " ucap Kirana yang masih belum terkumpul nyawanya .

" Iya Je . Kita kompres dulu . Lo ambil obat di laci " ucap Kirana .

" Ok" jawab Jeni .

Mereka tidak bilang ke orang tua Alesya . Karena Alesya akan marah . Hadi mereka akan merawat Alesya terlebih dahulu . Biasanya Demam Alesya akan segera turun .

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!