Indonesia
NovelToon NovelToon

Ilove 100 Kg

Bagian 1 Pengagum rahasia

" Ka! "

Tokk.. Tokk.. Tokk

Kedua mata aura, terbuka mengerjap sekeliling nya. Pandangan yang buram seketika jernih, ia dengan bersusah payah, bangkit dari tidurnya wanita berbadan besar tersebut. Menuruni kakinya satu per satu, ia menghela napas panjang baru saja. Bangkit ia langsung ngos-ngosan,

"Ka! " Panggilan tersebut diiringi dengan. Ketukan aura membuka pintu, kamarnya terlihat seorang gadis berbalut seragam sekolah menengah pertama. Berdiri di depan pintu kamarnya, " Ada apa, aira? "Tanya Aura dengan suara malas.

" Ka, aku sama mama mau pergi ke mall spa dan lain-lain nya. Mau ikut atau ngga? " Tawar Aira "ngga sekolah? " Tanya aura melihat adiknya. Yang sudah pakai seragam tapi kenapa malah, ke mall? " Hmm, kan habis sekolah ka!.. Mau ikut?. Kaka bukannya lagi libur? " Sahut aira tersenyum lembut ke arah sang kaka.

Aura mengibas tangannya, " Ngga mau, kaka mau nonton anime. Sambil makan hari ini lumayan kan, lagi libur! " Tolak aura membuat sang adik berdecak sebal. " Ka, kerjaan lo itu makan nonton anime dan tidur, Hati-hati jadi sapi! " Cebik aira sembari melangkah pergi dari kamar sang kaka. " Dasar adik, durjana! "

Aura, menghampas bobot tubuh nya ia mengambil ponselnya yang berada. Di dekat nakas tempat tidurnya, ia tersenyum kala menyalakan ponselnya. Kala melihat wallpaper dirinya dan sang kekasih aura. Mencari kontak "my future" Lalu mengirimnya beberapa pesan,

My Future

𝘉𝘦𝘣!

𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨?

𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘭𝘪𝘣𝘶𝘳 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘪𝘵𝘶?

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢, 𝘣𝘢𝘣𝘺 !

𝘈𝘬𝘶, 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯

𝘚𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪 𝘛𝘰𝘬𝘰 𝘬𝘶𝘦𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘰𝘳𝘳𝘺 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘺𝘢 𝘳𝘢!

𝘖𝘩, 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘰𝘬!.

𝘚𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘯𝘵𝘦 𝘢𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘺𝘢!

𝘠𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘰𝘳𝘳𝘺 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪!

𝘠𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢!

***

"Dewa!, kamu ngapain lagi sih nak? " Tanya seorang wanita berdecak sebal melihat. Sang anak yang tiada hari tanpa Gym, " Habis Gym, ma kenapa sih? "Sahut dewa seraya menarik kursi makan. Memberikan celah untuk tubuhnya, lalu ia menghampas bobot tubuhnya ke dalam kursi tersebut. " Kemarin, kamu habis Gym sekarang lagi? " Ujar hana dengan suara tidak percaya.

"Ya, ma kenapa?.. Biar tubuh dewa bagus!. Kan mama juga yang enak! " Sahut dewa seraya, memakan apel buah kesukaan nya yang berada di meja makan tersebut. "Usia kamu baru delapan belas tahun dewa!. Jangan habiskan waktu muda kamu dengan Gym, tidak terlalu baik Gym setiap hari! " Nasihat hana mencak-mencak melihat sang anak yang begitu. Mirip dengan suaminya itu,

"Ma, papa mana? " Tanya Dewa sembari menaruh gelas yang sudah, ke meja "papamu, kerja lah masa kemana! " Sahut Hana

Dewa, bangkit dari duduknya " Ma, Dewa ke kamar dulu ya!. " Pamit dewa langsung diangguki oleh Hana. Dewa menutup pintu kamarnya ia tersenyum, kala melihat ponselnya yang berada di nakas.

Ia bergegas menyalakan ponselnya, lalu membuka salah satu platform membaca. Dewa sangat suka membaca novel, ia tersenyum ketika melihat sebuah novel. Yang ia gemari sudah up.

"Gila sih, ini kenapa bagus banget ya novelnya? " Tanya dewa pada dirinya sendiri, ketika membaca setiap. Halaman pada bab 120,yang sudah ia baca ia tersenyum - senyum kala membaca novel tersebut.

"Gue, rasanya mau Tahu deh.. Siapa yang nulis novel ini? " Gumam dewa dengan suara penuh keingin tahuan nya, " Hmm.. Gimana kalau gue cari di Instagram nya, ini dicantumkan instagram nya! " Ujar dewa dirinya mengotak-ngatik ponselnya. Mencari cari Instagram milik Penulis novel kegemarannya tersebut,

Namun, keinginan nya seketika menguap bagaikan sebuah angin kala. Ia menemukan Instagram milik Penulis idola nya, yang ia dapat malah nihil tidak ada postingan dari akun tersebut, "ahh, andai gue tau siapa.. Penulis asli ini!, gue udah lama banget suka sama tulisan dia. Apa gue dm aja? " Ungkap dewa bimbang, ia menggeleng kan kepalanya

"Siapa sih, di balik nama pena Lonely Girls? " Monolog nya,

Bagian 2 Kaka kelas nyebelin

Dengan langkah, berat aura berusaha menyesuaikan langkahnya dengan badannya. Yang besar sekali berlebihan lemak, napasnya tersengal kala. Menyelusuri setiap Koridor Sekolah menengah atas, semua mata mengarah ke wanita yang berat badannya 100kg tersebut. Aura hanya menundukkan kepalanya ia sangat tahu dirinya, memang sangat gendut membuat para siswa siswi. Menertawakannya, melihat rok dan Baju seragamnya yang oversize.

"Aaa.. Ka dewa! "

"Ka dewaa! "

"Akhh!!.. Ka dewa!! "

"Ka dewa liat sini dong! "

"Ka dewaa! "

Gaungan suara tersebut, terdengar Beriringan dengan suara sepatu. Yang menggema di seluruh gedung sekolah favorit Tirta jaya, Dewa mempercepat langkahnya, saat dirinya di kepung banyak siswi sekolahan tersebut. Yap, dewa salah satu ketua OSIS populer Selain karena ketua OSIS. Dewa juga kapten basket di sekolahan tersebut, Dan ketampanan nya jangan di tanya. Ia sangat tampan sekali,

"Anjir, kenapa sih.. Tuh, cewek-cewek nyebelin. Banget sih! " Keluh Dewa sembari, mempercepat langkahnya karena. Langkahnya di ikuti oleh beberapa siswi yang kesetanan, melihatnya bahkan ada yang kayang. Melihat osis dengan badan atletis dan prestasinya yang segudang itu, berjalan di koridor.

"Awas! "

"Akh! "

Bruk!

Aura menutup matanya, ketika merasakan sebuah badan menabrak dirinya. Ia perlahan-lahan membuka mata ia tersentak kaget, melihat seorang lelaki tampan Mengungkung nya dengan badan nya. Yang berada di atas badan aura dan kedua tangannya, berada di lantai aura dan dewa sama -sama terdiam memandang satu sama lain.

"Cie.. Ciee! " Sorakan dari para siswa - siswi membuat dewa segera. bangun dari tubuh aura yang kebetulan posisinya, Dewa menibani tubuh gendut. Aura dewa langsung menatap sinis ke aura, yang kesusahan bangkit. " Kalau, jalan tuh pakai mata! "Bentaknya membuat aura. Yang berusaha sedang bangkit karena tubuhnya yang sangat besar sekali, " Maaf ka! "Sahut aura pelan sekarang ia menjadi pusat perhatian banyak siswa - siswi. Dewa berdecak sebal melihat gadis yang baru saja, menabraknya

"Ck!, cewek gendut kaya lo mending pergi deh!. Males banget gue liatnya! " Ketus dewa langsung pergi menjauh dari aura, siswi yang mengejar dewa pun. Mengikuti dewa seraya melemparkan tatapan sinis ke aura,

"Ck!, kaka kelas nyebelin! " Gerutu aura sembari mengayunkan langkah. Masuk ke dalam kelas XI IPS 3 , ia menghampas bobot tubuh nya. Yang berat tersebut ke kursi yang terbuat dari besi, kenapa ngga terbuat dari kayu? Dulu aura sempat lima kali ganti. Kursi kayu, karena berat badannya yang melampau membuat kursi kayu tidak bisa. Berfungsi dengan baik!, makanya diganti jadi bangku besi.

"Aura, lo ngga minta untuk kecilkan badan lo yang. Berlebihan banget ngga tuh? " Kata cinta penuh sindiran ketika. Melihat lemak yang bertumbuk di bagian perut aura, " Cinta.. Cinta, mana mungkin sih. Aura sadar kalau badan nya gede segede sumo! " Sindir tami

"Hahahaha! "

Aura, hanya bisa menutup telinganya ketika tawa itu terngiang-ngiang di telinganya. Aura menghela napas berat, ia segera mengambil ponselnya lalu menyalakannya. Ia membuka salah satu Aplikasi notes di ponselnya, lalu ia mengetik segala imajinasi nya. Di dalamnya,

Tring!

Suasana, hati dewa yang tadinya suram kini kembali. Bersinar kala melihat Novel yang paling ia sukai, up kembali ia segera membaca setiap kata yang di tulis. Penulis kesayangannya,

"Dewa! " Panggil alex sang teman kecilnya. Dewa segera menoleh ke alex, yang berjalan beriringan dengan irsyad sambil membawa jus mangga tiga. Irsyad dan alex manaruh bobot tubuhnya di kursi panjang yang di Sedia kan di kantin,

" Lo baca apa? "Tanya irsyad seraya menyedot. Jus mangga miliknya dewa mematikan ponselnya, lalu menaruhnya di meja kantin, " Baca novel! "

"Tentang apa? " Tanya irsyad penasaran

"Introvert girl's! " Sahut dewa sembari menusuk. Jus nya dengan sedotan alex dan irsyad sama-sama terkekeh. Mendengarnya " Ngga usah hina!, tuh yang buat penulis kesukaan gue! " Cebik dewa

"Ya deh, si paling novel! " Seru alex

"Bang! " Panggilan tersebut. Membuat irsyad menoleh kepada, dua gadis cantik yang satu di kuncir kuda. Yang satunya di gerai biasa, keduanya langsung duduk di dekat ketiga cowok tampan tersebut, " Eh, bunga, ilona, Agatha mana? "Tanya alex langsung di jawab angkatan bahu oleh gadis di kuncir kuda yaitu bunga. " Mana gue tahu! "

"Bukannya, kalian sahabat tapi kenapa ngga bareng agatha? " Tanya irsyad. Bunga menatap sendu semuanya, " Agatha udah, beda tau ah gue males. Bahas dia ya kan na! " Sahut bunga tampak enggan, membahas sang sahabatnya. " Gimana Anak IPA? "Cetus ilona

" Jadi anak IPA tuh, ogah banget sumpah gue na!. Tapi apalah daya ini, bokap yang Suruh! " Timpal dewa. Bunga langsung menyedot jus mangga milik irsyad "bagi ya! " Pinta nya

"Ck!, kaya orang miskin lo nga jelas - jelas nih sma punya lo kenapa ngga. Beli aja sih! " Cebik alex " Seterah gue dong! "

"Oh ya ngomong-ngomong, nanti malem jadi balapan? " Cetus irsyad langsung diangguki oleh dewa " Jadi lah, bro! "

" Ok! "

Bagian 3 Arena balap

"Ra, tolong belikan. Mama sushi di Resto mall yang biasa mama beli dong! " Pinta rianti kala membuka pintu kamar sang anak, membuat aura yang sedang menikmati. Sore nya dengan menonton anime membuat, nya mendengkus sebal "ma, tapi kan aku lagi nonton kenapa ngga aira aja ma? " Tawar aura

Mama berdecak pinggang, lalu menghela napas panjang. Mendengarnya "aura!, adik kamu sedang belajar kamu yang lagi. Free kenapa ngga bisa?, sayang tolong lah! " Jelas rianti penuh harap matanya memelas, membuat aura memutar kedua bola. Matanya malas, " Nanti, mama kasih uang jajan tambahan 100 ribu? Mau? " Tawar sang mama membuat. Gadis tersebut tersenyum senang. "Okay!, sushi aja kan ma? " Sahut aura dengan sebuah lengkungan di bibirnya sempurna.

"Ya! " Lalu rianti berlalu begitu saja,

Aura segera, mengambil jaket miliknya lalu memakai nya. Ia segera turun dari lantai dua kamarnya terletak, ia tersenyum kala melihat rianti. Yang sedang asik nonton sinetron sembari memakan apel, " Hanya, sushi ya ra! " Rianti memberikan, beberapa lembar uang beberapa lembar seratus ribu. " Okay!, beli berapa ma? .. Satu dua tiga? "Tanya auara tangan nya mengambil, uang dari tangan rianti " Dua pack aja!, sisanya. Untuk kamu, kamu naik taksi aja ya! " Ujar rianti

"Sip ma! "

Brmm. Brmm

Ilona, gadis di gerai sebahu tersebut. itu berlarian di arena balapan motor, ia melangkah kan kakinya ke arah motor sport milik, irsyad ia tersenyum manis kala. Melihat lelaki berparas tampan, berbalut jaket kulit berwarna coklat sungguh tampan sekali. Apalagi saat helm full face menutupi wajahnya, " bang Irsyad! " Seru bunga membuat ilona menoleh begitupun dengan irsyad, gadis berparas jelita dengan berbalut jaket kulit berwarna hitam. Dengan celana kargo berwarna cream,

Gadis, cantik tersebut melangkah bersama alex ke arah ilona dan irsyad yang sedang duduk di motor sportnya. " Bang Dewa, belum dateng? "Tanya bunga ketika tidak mendapati. Lelaki tersebut, " Belum" Sahut irsyad matanya tidak lepas dari gadis cantik. Berkulit putih tersebut, " Oh, gue telefon ya! " Alex menjauh sedikit lalu menghubungi dewa. Namun tidak diangkat,

"Mungkin, dia lagi di jalan makanya.. Ngga angkat telefon lo lex! " Sahut irsyad sembari melepas. Helm full facenya, mendekati alex yang berdiri bersisian oleh bunga. " Lo, mau ikut balapan juga, nga? "Tanya irsyad menatap bunga " Ya jelas, tuh si girls udah siap untuk. Bertanding malam. Ini" Tunjuk bunga kepada motor sport berwarna putih hitam miliknya, di dekat sana " Gila!, nga lo emang keren banget!! " Sorak ilona si paling heboh,

"Ya gue dong! " Serunya

Brmm!.. Brm!

"Bang dewa! " Jerit bunga sembari, berlari ke arah dewa. Yang sedang memarkir motor sport nya " Hai, nga! " Sapa dewa sembari tersenyum manis " Hai! " Sambut bunga

Irsyad, hanya menghela. Napas melihat kedekatan dewa dan bunga alex menepuk bahunya membuat nya. Agak tersentak kaget

"Dewa, sama bunga itu cocok banget ya? " Cakap alex sebuah lengkungan. Terlihat di bibirnya membuat irsyad, menatap sendu " Ya banget! " Timpal ilona.

Tepat jam setengah sepuluh, suara - suara bising telah terdengar di arena balapan. Dewa memakai helm full face nya, ia sempat melirik irsyad dan alex dengan ekor matanya. Mereka sedang menggas, motor mereka masing-masing. Ilona maju ke tengah-tengah mereka membawa Sebuah bendera merah. Ia nanti akan tanding dengan bunga, Agatha setelah tiga cowok itu tanding.

" Ready! " Teriak ilona menggantung di udara malam hari yang dingin. Ketiga lelaki tersebut sudah menggas, kereta mereka masing-masing. " Go! " Pekik ilona sembari, mengangkat bendera tersebut.

Bush!

Brmm!. Brmm

"Dewa! "

"Irsyad! "

"Alex! "

"Alex! "

"Bang dewa! "

"Ka Irsyad! "

Dewa, melesat lebih jauh di banding irsyad yang masih di belakang alex. Irsyad segera menggas untuk menyusul dewa yang sudah, berada di tikungan. Alex tidak mau kalah ia langsung mengangkat tubuhnya dari kendaraannya, berlaga seolah dia lah yang paling tangguh. Sementara irsyad hanya menyetir menggunakan satu tangan namun posisinya sekarang sudah melewati dewa

"Gue, bakal menang by! " Pekik irsyad menggantung di udara. Sembari memacu kendaraan nya, " Anjing lo syad! " Umpat alex yang langsung, mengejar lelaki tersebut.

Dewa sudah, putar balik begitupun dengan irsyad. Untung malam ini jalanan sedang sepi, mereka bisa untuk melakukan balapan liar, tetiba muncul seorang wanita berbobot besar. Menghalangi jalan dewa, pupil dewa melebar melihatnya.

Akh!

Brak!

Brugh!

Dewa mau tidak, mau banting stang ke kanan hingga akhirnya. Motornya menabrak ke arah pohon palem, dan badannya terseret hingga ke jalanan sana. Sementara wanita berbobot besar tersebut bergeming lututnya bagaikan jelly lama kelamaan tubuhnya, runtuh ke jalanan tidak jauh dari dewa jatuh.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!