Suara rintihan tertahan bercampur dengusan nafas memburu itu telah berulang kali keluar dari mulut perempuan muda itu yang sedang telanjang bulat dan berada dibawah tindihan tubuh kekar seorang lelaki setengah baya. bahkan setelah beberapa saat kemudian, tanpa sanggup ditahannya lagi dia malah menjerit keras sehingga terdengar sampai keluar pintu kamar penginapan.
Dengan tubuh gemetaran bermandi keringat, wanita muda itupun terkulai lemas. meskipun begitu bibirnya jelas terlihat menyunggingkan senyuman puas. ''Ssu., sungguh tidak kku., kusangka. kau yang nampak sudah berumur sep., seperti ini ternyata mampu membuat diriku puas. bba., bahkan nyaris saja aak., aku tadi menangis saking kewalahan..''
''Sudah lama sekali diriku tidak merasakan gairah kepuasan seperti ini. Chuih., kalau aku bandingkan kehebatanmu dengan suamiku soal permainan diatas ranjang, dia sungguh tidak masuk hitungan. biarpun nafsunya besar tapi tenaganya cepat habis. padahal umurnya masih terhitung muda..'' gerutunya mencibir hina.
Wanita muda bertubuh sedikit gemuk namun singsat berumur tiga puluhan itu perlahan membuka matanya. pandangannya sayu dan pancarkan kegenitan bercampur nafsu birahi saat menatap batangan tombak kekar berurat dibagian bawah perut si lelaki tua yang masih nampak gagah itu. ''Baguslah jika kau merasa puas..''
Hanya itu saja kata yang terucap dari mulut sang lelaki tua. karena sekali saja tangannya bergerak, leher si wanita muda telah berada dalam cengkeraman. tanpa perduli tubuh lawan jenisnya yang kelojotan menahan sakit, dengan raut muka sadis dia remukkan tulang lehernya hingga kepalanya terkulai patah.
Meskipun tulang leher perempuan mesum itu telah dipatahkan, namun nyawanya masih belum terlepas. terbukti dari raganya yang mengejang- ngejang dengan mata mendelik seolah sedang merasakan kesakitan yang sangat menyiksa. tanpa ada sedikitpun belas kasihan, tangan kanan lelaki tua yang baru saja mengenakan jubah putihnya itu kembali bergerak.
Kali ini telapak tangannya seakan berubah jadi putih berkilauan laksana perak. dengan bagian tepiannya yang tajam, telapak tangan itu sudah menyerupai sebilah pisau. lelaki tua ini pandangi telapak pisaunya seolah dia teringat sesuatu di masa lalu. ''Aish., rasanya., sudah lama sekali diriku tidak menggunakan tanganku untuk membunuh..''
Telapak tangan perlahan dia letakkan di perut si perempuan bugil yang sekarat di atas ranjang. dengan menggurat perlahan, dia membuat robekan pada perut si wanita cabul, tepat dibagian hati. hebatnya biarpun darah segar mulai meleleh dari luka yang menganga namun tidak setitikpun mengotori jubahnya, seakan ada kekuatan gaib yang melindungi.
Gerakan tangannya begitu luwes. perlahan dia memotong beberapa otot- urat serta usus yang melilit. tidak ketinggalan juga batangan tulang iga juga dada si wanita. terakhir orang ini dengan tenang memotong saluran usus terakhir yang terhubung dengan bagian hati. seluruh gerakannya seumpama seorang ahli bedah tubuh yang berpengalaman puluhan tahun.
Nyawa wanita itu baru terputus saat hatinya dicabut keluar dari dalam perut. tangan si lelaki tua yang mungkin sudah berumur tujuh puluh tahunan tetapi masih terlihat gagah ini dibasahi oleh darah. ''Huhm., warna hatimu juga hitam seperti hati semua wanita hina yang gemar mengkhianati pasangannya..''
Dengan pandangan mata penuh kebencian dan dendam orang tua ini bergumam. ''Dasar perempuan tidak punya rasa syukur. rupanya dirimu sudah lupa dengan asalmu yang cuma seorang pelayan rendahan di rumah juragan Atmajana.! setelah istrinya meninggal kau mulai merayu majikanmu hingga dia terpikat. hanya sebab merasa kurang puas dengan kejantanan suamimu kaupun beberapa kali melakukan hubungan gelap dengan lelaki lain..''
''Bahkan aku yang selama ini bersembunyi dari kejaran para musuhku dengan menyamar sebagai kusir kuda dan guru silat bagi anak gadis juragan Atmajana dari mendiang istri pertamanya juga tidak luput dari incaran nafsu gilamu. Heish., sebenarnya aku sudah ingin hidup tenang. tapi apa boleh buat, kelakuanmu membuat gairah membunuhku yang lama terpendam kembali bangkit..''
Onggokan hati manusia yang masih segar berlepotan darah ditangannya itu seperti mengeluarkan asap tipis. beberapa saat kemudian timbul kobaran api dari telapak tangan si lelaki tua yang langsung membakar habis organ hati si perempuan cabul lantas dia remas hancur hingga tinggal serpihan arang hitam yang berserakan di lantai.
Meskipun mungkin bukanlah hal yang luar biasa tapi mampu membakar habis anggota tubuh manusia semacam ini jelas tidak dapat dilakukan oleh sembarangan orang. karena hanya manusia berilmu kesaktian tinggi saja yang mampu melakukannya. jelaslah kalau si lelaki tua memiliki suatu ilmu kedigdayaan.
Lelaki yang baru melakukan 'Operasi Bedah Hati' ini mengusap telapak tangannya yang putih keperakan berlepotan darah. secara aneh tangan pisau bedah itu kembali seperti semula. si lelaki tua termenung menghela nafas. belasan tahun lalu untuk pertama kalinya dia melakukan pembunuhan yang serupa ini.
Korbannya justru adalah istrinya sendiri yang saat itu tanpa sengaja dia pergoki sedang berselingkuh dengan saudara sepupunya. mungkin dirinya juga bersalah karena sudah terlalu lama mengembara di dunia luar untuk memperdalam ilmu kesaktiannya sehingga melupakan istrinya. saat ilmu sakti yang dia inginkan berhasil dikuasai, barulah dirinya pulang.
Namun sayangnya yang dia dapat hanyalah pengkhianatan sang istri. dengan gelap mata dia menghabisi pasangan mesum itu dengan ilmu kesaktian yang baru dikuasainya. jika sang sepupu dibuat pecah kepalanya, maka istrinya dengan sangat kejam dia ambil organ hatinya. mungkin karena jiwanya begitu terpukul atau memang punya sifat kejam, orang ini malah seperti ketagihan membunuh.
Tentu saja sasarannya adalah para wanita yang gemar melakukan zina ataupun berlaku serong dengan pria selain suaminya. ciri- cirinya dalam membunuhpun selalu sama. bagian hati sang perempuan cabul dia ambil lalu dibuatnya terbakar musnah. maka sejak saat itulah nama si 'Pembunuh Tanpa Hati' mulai terdengar di dunia persilatan.
Sudah seringkali kaum persilatan golongan putih dan pihak kerajaan memburunya tapi orang ini selalu saja berhasil meloloskan diri dengan meninggalkan mayat korban yang telanjang bulat dan sudah kehilangan bagian hatinya. semua itu selain dikarenakan berilmu silat tinggi, kabarnya dia juga cukup pandai dalam menyamar. hingga suatu ketika dirinya ketiban sial karena masuk perangkap para pesilat yang sengaja memancingnya dengan umpan wanita cantik yang berpura- pura selingkuh.
Biarpun terluka cukup parah bahkan hampir mampus, orang ini masih dapat lolos dari kepungan. dalam keadaan pingsan di jalanan tepi hutan, tanpa sengaja rombongan juragan Atmajana yang baru pulang dari perjalanan berdagang di luar kadipaten menemukannya lalu membawanya pulang untuk mendapat pengobatan.
Saat sadar dan mulai sembuh dari luka- lukanya, dia mengarang cerita palsu kalau saat itu telah bertemu dengan gerombolan penjahat yang hendak berniat merampok sebuah kampung. sebagai seorang pendekar aliran lurus, dia tentu harus mencegahnya. maka terjadilah pertarungan sengit. meskipun para perampok itu berhasil dia habisi namun dirinya juga mengalami luka yang parah.
Dalam perjalanannya mencari pertolongan diapun pingsan lalu bertemu rombongan juragan Atmajana yang menyelamatkannya. mendengar dirinya adalah seorang pendekar, juragan kaya inipun menawarinya untuk tinggal di rumahnya. sejak saat itulah dia tinggal di dalam keluarga Atmajana dan menjadi perawat kuda- kuda sekaligus guru silat bagi putri semata wayang sang juragan kaya yang memang gemar mempelajari ilmu kanuragan.
Hari telah larut malam. mayat wanita tanpa hati juga mulai berubah kaku dan dingin. bau anyir darah yang memuakkan memenuhi ruangan kamar tidur penginapan. mungkin karena lelaki tua itu sudah sangat lama tidak mencium aroma darah manusia, perutnya mulai merasa mual. jendela kamar tidurpun dibukanya agar ada udara yang berganti masuk.
Namun tubuhnya seolah tersengat binatang berbisa saat dari kejauhan luar jendela ruang kamar, menyambar sebatang anak panah yang langsung menancap di bagian kusen jendela kamar. ''Kurang ajar., siapa bangsat yang berani mati mencari perkara dengan diriku.!'' umpatnya geram. matanya sempat melihat satu bayangan berkelebat cepat di kejauhan sebelum lenyap dibalik kegelapan.
Sekali lihat si Pembunuh Tanpa Hati paham kalau siapapun orangnya, dia pasti memiliki tingkatan ilmu meringankan tubuh sangat tinggi. tidak mau timbul masalah di kemudian hari, orang tua inipun berniat mengejar. tapi saat hendak melakukan pengejaran, sudut matanya sempat melihat adanya gulungan kecil daun lontar yang terikat di bagian tengah batang anak panah.
Kamar penginapan itu berada di lantai dua. tidak mudah untuk mengincar kusen jendela dengan anak panah dari jarak sejauh puluhan tombak, dalam suasana gelap malam seperti ini. setelah memastikan tidak ada orang lain disekitar yang melihat kejadian itu, diapun mencabut batang panah dan menutup jendela kamarnya.
Gulungan daun lontar telah dilepas dari ikatan panah. setelah dibuka terdapat tulisan. 'Aku tahu siapa dirimu sebenarnya. tepat tengah malam tujuh hari kemudian, segera temui diriku diutara reruntuhan kuil kecil yang ada di daerah tenggara kadipaten Gadingrejo ini.!'. cuma itu saja tulisan yang terdapat di sana, tanpa adanya nama si penulis surat rahasia.
Si Pembunuh Tanpa Hati mendengus geram. tapi raut wajahnya langsung berubah hebat saat melihat gambar seekor kelelawar besar yang sedang terbang merentangkan sayap, dengan kedua kakinya mencengkram sebilah pedang hitam yang terlukis di bawah surat. ''Aah., bukankah ini lambang dari 'Serikat Kalong Hitam.!'' desisnya dengan suara tercekat kaget.
.............
Asalamualaikum Wrb.
Selamat menyambut tahun baru 2026 buat para reader pembaca novel" kami. semoga kita semua sehat sejahtera selalu. Amin🤲.
Menyambut tahun baru 2026, Author persembahkan novel silat baru juga. semoga novel 'Setan Jagal, Malaikat Samber Nyawa' ini berkenan di hati Anda semuanya😊🙏.
Silahkan untuk menuliskan Komentar🗣️ Anda, juga kritik- saran dan Like👍 jika suka. 👌😊☝⭐🌹☕👏💪👆🤲Terima kasih. Wasalamualaikum Wrb.
Malam yang gelap- pekat tanpa ada cahaya rembulan atau bintang itu sepertinya tidak membuat orang yang berlarian menerobos lebatnya hutan itu kesulitan menentukan arah tujuannya. biarpun dibahu kirinya terpanggul sebuah buntelan karung besar yang nampak penuh isi dan berat, namun manusia berjubah hitam ini seolah tidak menanggung apapun.
Meskipun sejak peristiwa peperangan besar- besaran antara golongan jahat yang dipimpin partai silat aliran hitam terkuat 'Gapura Iblis' dengan persekutuan kaum persilatan dari aliran putih di wilayah 'Kota Hantu Pagi' yang terjadi beberapa tahun lalu telah membuat banyak sekali tokoh persilatan dari tingkatan rendahan sampai yang terkenal tewas, tetapi sering waktu bermunculan juga para pesilat baru yang tidak kalah hebatnya.
Selain banyak yang menjadi korban di dalam peperangan besar itu, tentu ada juga pesilat yang berhasil bertahan hidup. malah mungkin jumlah mereka juga cukup banyak. salah satu dari golongan pesilat terkenal yang lolos dari peperangan ini adalah sosok bayangan hitam yang sedang berkelebat secepat setan itu.
Berjubah dan bercaping hitam dengan tubuh kurus bungkuk. walaupun dengan tampilan yang seperti itu juga karena gelapnya malam membuat kita menjadi cukup kesulitan untuk dapat memperkirakan siapa orang ini, tapi dari keadaannya dia pastilah seorang lelaki setengah umur yang punya ilmu meringankan tubuh sangat tinggi.
Tetapi akan menjadi lebih mudah untuk bisa mengenalinya kalau orang melihat keadaan jari- jari tangan manusia ini. kesepuluh jemari tangannya yang terlihat hampir dua kali lebih panjang dan besar dari jemari orang lain pada umumnya itu, nampak samar memancarkan sinar disertai kabut gelap menggidikkan hati.
Dilihat dari keadaannya yang berlarian tanpa mau berhenti seolah melarikan sedang diri, juga karung besar yang mungkin berisi benda berharga, hampir pasti kalau orang ini adalah seorang pencuri. pada jaman ini selain para anggota tingkatan atas dari perkumpulan silat 'Maling Kilat' tidak banyak lagi kaum tangan panjang yang punya ilmu kesaktian tinggi seperti si jubah hitam bungkuk itu.
''Huhm., tidak kusangka semuanya berjalan sangat lancar. dengan sedikit tipuan saja, aku sudah dapat mengecoh orang- orang tolol itu hingga mereka kehilangan jejakku dan tidak lagi sanggup mengejar..'' dengus si bungkuk berjubah hitam mendengus hina. ''Tapi., aku tetap saja merasa ada yang aneh. segalanya malah terlalu lancar..''
''Aah., sialan.! bahkan karung dibahuku ini juga terasa semakin bertambahnya berat saja. apakah ini semua adalah suatu rencana untuk menjebak diriku.?'' gumamnya seakan tersentak lantas hentikan larinya. perlahan dia menurunkan buntelan karung besar dari atas bahunya. dengan pusatkan tenaga dalam dan perhatiannya ke sekeliling, si bungkuk jubah hitam mencoba mencari tahu adanya musuh yang mungkin mengincarnya.
Bertahun- tahun lamanya malang- melintang di dunia hitam persilatan hingga membuat dirinya menjadi salah satu dari rajanya kaum pencuri, nalurinya akan bahaya tentu jauh lebih peka dari pesilat kawakan sekalipun. walaupun dalam hatinya merasakan curiga akan bahaya yang mengancam, tapi melihat tidak ada suatu apapun menyerangnya, orang bercaping dan berjubah hitam ini perlahan hembuskan nafas lega.
Tapi baru beberapa langkah saja dia berjalan, dari atas lebatnya pepohonan hutan serta pekatnya malam terdengar suara tawa keras yang saling bersahutan hingga memecahkan keheningan malam. bahkan aliran darah si bungkuk sempat tersendat kacau pertanda gema tawa itu dilambari tenaga dalam tinggi.
''Bangsat pengecut., jangan cuma bisanya bermain- main seperti bocah. cepat keluarlah dari tempat persembunyianmu.!'' bentak si bungkuk gusar. ''Haa., haa., ha., sungguh tidak disangka, nama si 'Raja Pencoleng Berjari Hantu' yang katanya selalu berhasil lolos dari kejaran siapapun, malam ini bakalan dapat kita ringkus berikut barang curiannya..''
Si bungkuk berjubah hitam terkesiap kaget saat mendengar pihak lawan mengenali siapa dirinya. dari suara yang terdengar menggema hingga tidak dapat dipastikan berasal dari arah mana, bisa diperkirakan kalau selain jumlahnya lebih dari dua orang, mereka juga pasti mempunyai ilmu kesaktian yang tinggi.
Saat suara gelak tawa masih berkumandang, dari atas udara muncul tebaran jaring sangat besar yang langsung turun hendak menjebak sekaligus menutup jalan pelarian si bungkuk dibawah sana. meskipun malam sangat gelap tapi dengan dengan sepasang matanya yang sangat tajam, orang ini masih sanggup untuk melihat bentuk dari jaring besar yang hendak menjerat dirinya.
''Keparat., rupanya ini adalah 'Jaring Hitam Sisik Naga.!" teriak si bungkuk bercaping hitam marah bercampur panik. terpaksa dia turunkan karung besar dari panggulannya. karena sudah tidak mungkin lagi untuk dapat melarikan diri dari jaring yang besarnya seolah menutupi langit itu, orang ini nekad langsung menghantam.!
Si bungkuk ini rupanya tahu betul kekuatan senjata jaring raksasa milik lawan yang kini menyebar turun hendak menjeratnya. konon kabarnya selain terbuat dari nyaman bening- benang baja hitam, terdapat pula ratusan mata pisau- pisau kecil yang terpasang pada jaring, dengan maksud dapat mencabik tubuh lawan jika mereka masih berusaha kabur meskipun sudah terjerat jaring.
Di luar semuanya, senjata Jaring Hitam Sisik Naga adalah buatan seorang Empu sakti di jaman akhir kerajaan Majapahit yang pastinya memiliki daya kesaktian hingga tidak mudah putus meski ditebas dengan menggunakan senjata pusaka. mungkin sebab itulah si bungkuk lebih memilih untuk menggempur orang- orang yang mengendalikan jaring dibandingkan berusaha menghancurkan jaringnya.
'Bheeett., whuuuuss., whuuuuss., whuuuttt.!'
'Dhuuuaarr., blaaaarr., blaaarr., blaaaamm.!'
''Aaah., awas menyingkir.! setan tua keparat ini menghantam kita dengan jurus 'Sepuluh Sambaran Jari Hantu.!'' teriak seseorang memberi peringatan. ''Mampuslah kalian semuanya bangsat.!'' umpat si bungkuk mengamuk. orang ini sengaja hantamkan pukulan saktinya secara menyebar karena dia tahu kalau lawan- lawannya pasti berada di empat penjuru untuk mengendalikan jaring.
Terdengar suara ledakan keras disertai beberapa sosok tubuh yang berjatuhan turun dari atas pepohonan. jika dihitung jumlah mereka ada enam orang. walaupun dua diantaranya telah tewas terhantam pukulan sakti si bungkuk dan seorang lagi terluka cukup parah, namun kedua tangan mereka tetap tidak terlepas dari tepian jaring hitam.
''Terus bertahan dan tarik sekuatnya. maling tua ini sudah terkurung. tubuhnya akan tercekik lantas tercabik hancur oleh pisau- pisau tajam yang terpasang di Jaring Hitam Sisik Naga. sekalian juga untuk membalas kematian dua kawan kita.!'' seru orang yang paling cepat berdiri sembari menarik tali kendali jaringnya.
Walaupun salah satu diantar empat orang pengendali jaring raksasa itu sedang terluka parah, namun dia tetap mengerahkan seluruh sisa tenaganya untuk ikut menarik jaring baja hingga tubuh si bungkuk terjerat erat lalu terbanting jatuh ke tanah. bukan saja jubah hitamnya terkoyak- koyak, tapi nyaris sekujur tubuhnya tersayat pisau kucurkan darah kehitaman tanda keracunan.
''Aaakh., uagh., kep., keparat.! akk., aku tidak punya seng., sengketa dengan kaa., kalian. seb., sebenarnya sii., siapa kalian ini.? paling tti., tidak berikan jawaban aag. agar aku tidak mati penasaran.! Aaahk., akh., baj., bajingan kalian semuanya.! Aakh., aakh., uuagh.!'' jerit kesakitan si bungkuk begitu menggidikkan.
''Huhm., kami adalah para pemburu hadiah yang disewa kerajaan untuk meringkusmu. sebagai pencuri sakti kawakan, seharusnya dirimu menyadari kalau sejak awal datang menyatroni rumah juragan kaya di Wonorejo tadi. bukankah., pencurianmu terasa sangat lancar.? padahal semua itu hanyalah jebakan untuk membuatmu lengah.
"Kami sengaja hanya menempatkan beberapa orang rekan pesilat untuk berjaga di depan rumah juragan kaya itu juga diruang rahasia tempatnya menyimpan hartanya. seperti yang kami perkirakan, setelah melumpuhkan para penjaga kaupun menguras hampir seluruh harta- pusaka disana lalu melarikan diri.."
Orang yang rupanya menjadi pimpinan para pemburu hadiah itu sunggingan senyuman mengejek lawan baru lanjutkan omongannya. "Padahal tanpa kau ketahui, disetiap harta- benda yang berada di dalam ruangan itu termasuk kepingan uang emas, perak hingga perhiasan telah kami lapisi racun pelemas tenaga yang cara kerjanya cukup lambat.."
"Bukankah., engkau merasakan kalau beban di karungmu itu seolah jadi makin bertambah. bahkan sekarang ini, aku yakin tenagamu juga telah banyak berkurang.? Haa., ha., itulah tanda racun telah bekerja dan menyebar ke dalam tubuhmu. kami tahu tidak akan dapat menjebakmu di tempat kau mencuri sebab selain ilmu kesaktianmu sangat tinggi, kau juga cukup ahli dalam membongkar- pasang bermacam peralatan rahasia.."
"Aakh., jja., jahanam kal., kalian sem., semua.!" kutuk si bungkuk penuh kebencian. dia terus meronta dalam jeratan jaring. tapi semakin keras tubuhnya bergerak, makin erat jeratan jaring lawan mengikat raganya hingga luka- lukanya bertambah parah. semua yang terjadi malam ini sangat membuat dirinya terhina.
Padahal dalam dunia persilatan saat ini, hampir semua orang pernah mendengar gelaran 'Raja Pencoleng Berjari Hantu' yang dengan mudahnya sanggup keluar- masuk ruangan harta kerajaan, sekalipun ruangan itu dipenuhi dengan jebakan maut seakan dia memasuki kamar tidur di rumahnya sendiri, lantas kabur menghilang begitu saja dengan harta curiannya.
Malahan ada orang yang mengatakan kalau tingkatannya dalam ilmu pencurian juga kesaktian meringankan tubuhnya, sudah dapat disejajarkan dengan si tuan besar 'Malaikat Copet' sang pimpinan tertinggi dari 'Maling Kilat' yang menjadi perkumpulan silatnya kaum pencuri di rimba persilatan.
.............
Silahkan menuliskan 🗣️komentar Anda.😊🙏👍👌👆⭐🌹☕💪☝🤝👏🤲😁.Terima kasih.
Si 'Raja Pencoleng Berjari Hantu' hanya dapat mengumbar segala sumpah- serapahnya. sementara pihak lawan malah semakin keras menyemburkan gelak tawa penuh ejekan padanya. ''Bang., bangsat pengecut. ka., kalau diriku dapat sel., selamat dari sem., semua ini. akk., aku ber., bersumpah aak., akan mem., membantai kalian dde. dengan cara yang pa., paling kejam..!''
''Chuih.! teruslah saja bermimpi mumpung nyawamu masih tersisa. karena sebentar lagi kepalamu akan kupenggal untuk diserahkan pada kerajaan dan pihak- pihak lain yang telah bersepakat memburumu. sementara seluruh isi karung hasil jarahanmu pastinya bakalan menjadi milik kami.!'' cibir pimpinan lawan.
''Haa., ha. rasanya tidak percuma kalau kita 'Enam Rubah Pemburu Angin' sampai harus bersusah- payah membeli senjata pusaka 'Jaring Hitam Sisik Naga' di pasar gelap dengan harga yang sangat mahal. sebab jika dihitung dengan hadiah dari pihak pemberi kerja juga hasil jarahan pencuri tua ini, kurasa sangat sepadan..'' timpal salah satu dari orang- orang berpakaian hitam ketat dengan penutup wajah kain hitam itu.
''Ssi., sial.! celaka., habislah sudah..'' keluh si Raja Pencoleng Berjari Hantu makin lemas. jika awalnya dia masih merasa ragu sedang berhadapan dengan siapa. maka saat nama Enam Rubah Pemburu Angin disebutkan, dirinya langsung sadar kalau tidak mungkin lagi selamat. karena dikalangan para pesilat pemburu hadiah, mereka berenam termasuk yang terbaik.
Sudah seringkali mereka disewa oleh pihak kerajaan untuk memburu buronan penjahat kelas kakap berharga tinggi. di dalam 'Balai Pemburu Jiwa' sebagai tempat berkumpulnya para pesilat pemburu hadiah mencari berita tentang calon sasarannya, mereka berenam ini termasuk langganan lama yang sudah diakui kehebatannya.
Tahu kalau dirinya hampir pasti mati, justru malah membuatnya hilang rasa ketakutan. ''Hee., he., rup. rupanya kal., kalian inilah para pem., pemburu hadiah ter., terkenal itu. tta., tapi kenapa yang kku., kulihat cuma ada em., empat orang saja. bah., bahkan yang satunya ssu., sudah set., setengah mam., mampus.!''
''Keparat., rupanya kau memang ingin mati lebih cepat.!'' bentak si pemimpin dari Enam Rubah Pemburu Angin yang kini anggotanya tinggal empat orang saja itu. sekali tangannya menarik keras tali pengikat jaring, teriakan menyayat hati kembali terdengar dari mulut si Raja Pencoleng Berjari Hantu. ''Aaaakh., aakh., uuuaagkh., set., setan alas jah., jahanam.!''
Sebenarnya jubah hitam yang dikenakan oleh si bungkuk sebenarnya dibuat dari kain tebal berlapis kulit binatang yang sudah direndam kedalam cairan khusus hingga tidak mudah terkoyak meskipun disabet senjata tajam. namun sekarang terlihat penuh robekan dan noda darah merah yang merembes keluar dari puluhan luka- luka ditubuhnya.
''Rasakanlah siksaan kematianmu bedebah.!'' maki si pemimpin bengis. ''Huhm., kau bayar nyawa kedua kawanku.!'' dengus yang lainnya penuh dendam. semakin tali penjerat jaring ditariknya, makin erat pula membelit tubuh lawan. ''Aaakh., baj., bajingan.!'' teriak si Raja Pencoleng Berjari Hantu mengumpat gusar.
''Mampuslah kau sekarang, dasar anjing tua.!'' bentak si pimpinan bermaksud menyudahi siksaannya. jika tangan kanan menarik keras tali jaring penjeratnya sekuat tenaga, sebelah tangan kirinya lepaskan satu ilmu kesaktian. selarik sinar kuning panas sepanjang jari telunjuk berbentuk paku tajam melesat ke depan.
''Ajian 'Paku Kala Kuning.!'' seru si bungkuk dengan suara tercekat pasrah mengenali jurus lawannya. dia sudah pernah mendengar kalau untuk melontarkan pukulan sakti ini harus disalurkan melalui sebuah paku yang mengandung racun kalajengking kuning sehingga kekuatan daya bunuhnya menjadi berlipat ganda.
Jeritan kematian terdengar memecah hening malam. tapi bukan berasal dari mulut si Raja Pencoleng Berjari Hantu melainkan justru tersembur keluar dari tenggorokan dua orang yang berlainan. ''Bangsat dari mana yang ikut campur urusan Enam Rubah Pemburu Angin. cepat tunjukkan batang hidungmu keparat.!''
Namun sayangnya si pemimpin bukan saja tidak mendapatkan jawaban. melainkan dua sambaran sinar keperakan yang menyambar bagaikan panah menghunjam dirinya berikut seorang lagi rekannya yang sudah terluka. biarpun keduanya sudah berusaha untuk menghindar sambil balas lepaskan pukulan sakti, tapi kekuatan ajian lawan sepertinya setingkat lebih hebat.
Jika jurus Paku Kala Kuning dibuat mental di tengah jalan, justru cahaya keperakan dari ilmu kedigdayaan lawan malah terus datang melabrak.! kini tinggal si pimpinan dari Enam Rubah Pemburu Angin yang masih bertahan hidup meskipun dengan tangan kanan remuk setengah hangus terhantam ajian lawannya.
Dengan meraung buas menahan kesakitan juga amarah dia nekad melontarkan kembali jurus Paku Kala Kuning dengan tangan kiri lantas disusul dengan dua buah tendangan mengarah bawah perut serta pinggang kanan lawan yang baru berkelebat turun dari atas udara. tapi dengan gerakan secepat kelelawar terbang, tubuh orang ini mampu berputar dan melayang ringan untuk menghindari serangan si pemimpin.
Jubah mantel hitamnya yang tebal dan lebar turut menghempas timbulkan sambaran angin setajam pedang. hampir bersamaan sepasang cakar berwarna perak bergerak menghunjam dan mencabik. tanpa dapat dihindari lagi tengkuk serta bahu kiri lawan terhantam remuk bahkan jebol sampai ke bagian dada. orang terakhir inipun roboh dengan tubuh bersimbah darah.
Hanya terjadi pertarungan singkat. mungkin tidak sampai lima jurus kalah menang telah ditentukan. kini di tengah kalangan telah berdiri seorang lelaki berjubah mantel hitam. dengan keluarkan suara mendengus penuh penghinaan dia kibaskan kedua tangannya yang berbentuk cakar keperakan berlepotan darah. seketika sepasang cakar peraknya kembali bersih.
Dengan tenaga tersisa si Raja Pencoleng Berjari Hantu berusaha berguling agar dapat melihat si pendatang. bersamaan wajahnya terangkat, orang berjubah mantel hitam yang berdiri beberapa langkah darinya juga sudah membuka tudung penutup kepalanya. kini terlihat seraut wajah bengis seorang lelaki tua berambut riap- riap putih keperakan.
Yang menarik adalah bagian telinga orang tua berumur tujuh- delapan puluh tahunan itu terlihat besar- lebar dan berbentuk meruncing ke atas. biarpun malam gelap di tengah hutan begitu rupa tapi Raja Pencoleng Berjari Hantu masih dapat melihat segalanya. dia seperti pernah mengenal orang ini tapi tidak dapat mengingat siapa dirinya.
Si jubah mantel hitam hanya menatapnya dengan pandangan dingin. dari balik jubahnya dia mencabut sebilah pedang panjang. sekali bergerak pedang bersinar keperakan itu menebas putus jaring yang menjerat tubuh Raja Pencoleng Berjari Hantu hingga orang inipun terbebas. dua butiran obat pemulih tenaga dan luka dilemparkan ke depannya.
''Ssi., siapa engkau sobat. aku merasa per., pernah melihatmu seb., sebelumnya. ter., terima kas., kasih atas ppe., pertolonganmu..'' ucap si pencoleng tua sembari berusaha bangkit. ''Huhm., hentikan saja segala omong kosongmu. aku tidak punya banyak waktu untuk mendengarkannya. cepat engkau telan obat itu lalu selekasnya pulihkan dirimu.!''
Meskipun merasa penasaran dan agak kesal dengan sikap angkuh orang tua itu, tetapi karena dialah yang telah menyelamatkan nyawanya, terpaksa si bungkuk hanya bisa menahan diri. walau sempat sesaat merasa ragu tapi pada akhirnya kedua butir obat itu ditelannya juga. setelah bersila mengatur pernafasan dan jalan darahnya, lebih separuh luka dalam juga luarnya telah pulih. tanpa sadar si bungkuk merasa terkejut dengan kekuatan pemulihan luka dari obat itu.
''Dua hari lagi tepat tengah malam, kau temui aku di sebuah reruntuhan kuil kecil yang ada disebelah tenggara kadipaten Gadingrejo. segala sesuatunya akan kujelaskan disana.." hanya itu saja yang ucapan yang terlontar dari mulut si tua bermantel hitam sebelum dia membalikkan tubuhnya hendak berlalu pergi.
"Meskipun kau telah menolong jiwaku tapi bagaimana jika aku memilih tidak pergi ke tempat yang kau minta.?" tantang si Raja Pencoleng Berjari Hantu. "Memangnya kau berani melakukannya.! Chuih., apa dirimu yakin kalau butiran yang sudah kau telan itu memang obat atau malah racun.? Haa., ha.!" diiringi suara tawa licik, orang tua berjubah mantel hitam itupun berkelebat lenyap di kegelapan.
"Bajingan keparat., rupanya dia telah menipu diriku.! tapi rasanya itu tidak mungkin. selain luka ditubuh juga tenagaku telah mulai pulih, aku juga tidak merasakan adanya kelainan. siapa bedebah tua berjubah mantel hitam dengan rambut panjang putih keperakan dan bentuk telinganya yang meruncing aneh itu.?"
"Sialan.! aku juga merasa pernah bertemu dengan lelaki tua bangka itu entah dimana suatu ketika dulu.." batin si Raja Pencoleng Berjari Hantu penasaran. sejurus kemudian raut mukanya berubah hebat "Aah., bukankah dia adalah Ki Jebat Kalongan alias 'Kelelawar Dari Akhirat'. ketua pertama dari perkumpulan pembunuh bayaran 'Serikat Kalong Hitam.!"
............
Jangan lupa untuk menuliskan 🗣️komentar Anda yah🙏😊, 👍👌⭐🌹☕👆💪☝🤝👏🤲😁. kalau bisa tolong kasih penilaian⭐ bintangnya juga. Author hanya ingin tahu saja, novel ini baik atau buruk.?🤔 Suwun. Terima kasih.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!