Indonesia
NovelToon NovelToon

Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Episode 1 : Bilioner Wanita Shen Kuo Yu

[Bukan Novel Terjemahan]

[Original Karya Penulis]

Happy Reading 🤗

.

.

.

Malam hari,

Salju di malam natal itu turun di tengah pemakaman seorang bilioner terkenal bernama Shen Kuo Yu. Ia meninggal di puncak kejayaan nya ketika berusia 45 tahun.

" Sayang sekali ya, hiks, aku tak pernah menyangka orang hebat dan penuh dedikasi dalam hidup nya , bisa pergi secepat ini, hiks." Ujar sekretaris Jang sembari mengusap kelopak mata bentul nya dengan tisu.

Paman dari Shen Kuo Yu menyelingak dan menimpali pelan. " Meski begitu, Shen Kuo Yu sudah banyak berjasa di kota X ini. Ia mendirikan yayasan amal dan panti asuhan serta panti jompo dengan uang perusahaan nya. Semoga jiwa Shen Kuo Yu bisa diberi ketenangan." Paman Shen Kuo Yu bernama Ping menaruh bunga mawar terakhir.

Ia kembali mengingat ketika ia susah, Shen Kuo Yu lah yang membantu nya. Andai Ping---Paman Shen Kuo Yu tau jika wanita itu mengalami masalah jantung bocor yang serius. Ping rela mentransplantasi jantung nya untuk Shen Kuo Yu.

Namun, semua terlambat. Shen Kuo Yu menyembunyikan semua nya , seakan tugas nya di dunia benar benar usai.

Dengan berat hati, paman Ping merogoh saku celana nya dan mengeluarkan sebuah kristal biru. " Shen Kuo Yu ku tersayang, terimakasih atas semua bantuan mu. Aku hanya bisa memberi mu ini. Kristal warisan dari almarhumah nenek mu." Ujar Ping sembari tersedu pelan.

Sontak kristal biru itu mengeluarkan sinar yang terang sekali.

***

Terimakasih 🤗 semoga suka

Mohon Dukungan Untuk

Like

Komen

Subscribe

Ikuti Penulis

Terimakasih🤗

Episode 2 : Transmigrasi

" ...Nona."

" ....sadarlah kumohon, Mao tidak ingin kehilangan nona hiks."

" ...Nona Xiao Xiao."

Perlahan, kelopak mata itu bergetar.

Rasa dingin lebih dulu menyentuh kulit sebelum kesadaran benar-benar kembali. Bau obat yang pahit dan menusuk hidung membuat alisnya mengernyit lemah. Suara isak tangis yang tertahan, terputus-putus, terdengar sangat dekat—seakan berasal dari sisi ranjangnya sendiri.

Kesadaran Xiao Xiao kembali. Ia membuka mata nya yang sendu dan menatap lama ke arah Mao.

" Siapa?" Ujar Xiao Xiao penuh keraguan.

Apa ini ruang operasi? Pikir nya.

Setelah berpikir begitu. Tiba tiba ingatan asing muncul memenuhi isi kepala nya seperti kaset kusut.

Ia memegang kepala nya yang mau pecah. Sembaru dibantu Mao yanh terus berteriak panik.

" A-ada apa , Nona." Gadis berkepang itu mengguncang tubuh Xiao Xiao hingga ia merasa ingin muntah.

Ingatan asing, kamar asing, dan orang asing. Xiao Xiao yang cerdas langsung menganalisa kejadian satu per satu.

" Ah , aku paham. Apa kau Mao?" Tanya Xiao Xiao seraya bangun dari lantai dingin. Ia masih memegangi dahi nya karena rasa sakit belum juga berkurang.

Sementara itu, Mao mengangguk. " Benar Nona." Ujar nya.

" Aku...Liu Xiao xiao."

Mao mengangguk berulang. " Nona, duduk tepi ranjang dulu. Nona pingsan tadi setelah selesai dihukum di pemandian air dingin oleh Nyonya Liu Yu."

Pantas saja badan ku terasa kebas. Batin Xiao Xiao tenang.

Dengan rasa dingin dan sakit seperti itu, Xiao xiao begitu tenang. Mungkin jika orang lain yang merasakan, mereka akan terus berteriak kedinginan dan minta dikompres air hangat.

" Mao, aku ingin memastikan, apa benar Liu Yu dan Jenderal Liu adalah orang tua angkat dariku?"

Mao mengiyakan, lalu berkata. " Benar , Nona adalah anak dari petani, karena dulu Jenderal dan Nyonya Liu tidak memiliki anak, mereka pun mengadopsi Nona. Namun, setelah beberapa tahun ke depan, akhir nya Nyonya Liu mengandung dan akhir nya memiliki seorang anak." Terang Mao sembari tersenyum. Ia sampai lupa mengkompres Nona nya.

" Astaga--- saya akan segera bawakan air hangat untuk nona." Lontar Mao yang teringat. Ia bergegas keluar kamar Xiao xiao yang sempit.

Dibalik hanfu biru langit nya, tubuh Xiao xiao penuh lebam dan bekas luka. Bibir nya sudah memutih. Hukuman tak masuk akal yang diberikan ibu angkat nya benar benar kejam.

Ia direndam di pemandian air dingin di malam hari tepat ketika musim dingin karena menolak menggantikan saudari angkat nya yang bernama Liu Xiu untuk menikah dengan Pangeran ke empat yang terkenal buruk rupa.

Xiao Xiao kembali memegang kepala nya. Ingatan lain muncul lagi , kali ini bertubi tubi. Kasih sayang, penyiksaan, kekejaman, hinaan. Pemilik tubuh benar benar disayang sebelum anak kandung Jenderal Liu dan Nyonya Liu lahir.

Saat anak kandung mereka lahir, kasih sayang berpindah secepat kilat ke Liu Xiu.

" Malang nya. Orang tua kandung membuang Xiao xiao karena tidak memiliki cukup uang, sementara orang tua angkat mengabaikan xiao xiao setelah mendapatkan anak kandung." Gumam Xiao xiao prihatin.

"...dan harus menggantikan menikah dengan Pangeran ke empat. Masuk ke dalam istana yang penuh intrik, tentu saja jenderal Liu tidak akan membiarkan anak kandung kesayangan nya masuk ke istana. Apalagi menikah dengan pangeran buruk rupa." Ia tiba tiba menggigik setelah menyebut pangeran buruk rupa. Seakan ada yang mengawasi.

***

Happy Reading 🤗 semoga suka ya

Mohon Dukungan untuk

Like

Komen

Subscribe

Ikuti Penulis

Terimakasih 🥰

Episode 3 : Anak Angkat

Episode 3: Anak Angkat

Happy Reading 🤗

.

.

.

Suara derit pintu kayu yang sudah tua mengejutkan Xiao Xiao dari lamunannya. Mao kembali dengan membawa baskom berisi air hangat yang uapnya mengepul tipis, kontras dengan suhu udara kamar yang menusuk tulang.

"Nona, mari saya bersihkan luka-lukanya," bisik Mao dengan mata sembap. Jemarinya yang gemetar memeras kain, lalu perlahan menyentuh bahu Xiao Xiao yang membiru.

Xiao Xiao meringis kecil. Rasa perih itu nyata. Ini bukan mimpi. Ia benar-benar berada di tubuh seorang gadis malang yang hanya dianggap sebagai 'ban serep' oleh keluarga Jenderal Liu.

"Mao," panggil Xiao Xiao tenang, matanya menatap lurus ke arah jendela yang tertutup salju. "Kapan pernikahan itu akan dilaksanakan?"

Tangan Mao terhenti. Ia menunduk dalam, butiran air mata jatuh ke dalam baskom. "Tiga hari lagi, Nona. Nyonya Besar sudah memesan gaun merah yang indah... tapi semua orang tahu, gaun itu adalah jerat leher bagi Anda. Pangeran Keempat, Pangeran Wang Zhi Chen, konon wajahnya rusak akibat kutukan dan perang. Tabiatnya pun kabarnya sangat kejam."

"Biarkan saja," gumam Xiao Xiao. "Lebih baik menikah dengan pangeran yang dianggap monster daripada tetap tinggal di rumah yang penuh dengan iblis berwajah malaikat."

Tiba-tiba, pintu kamar ditendang terbuka dengan kasar.

BRAK!

Seorang wanita paruh baya dengan pakaian sutra mewah dan konde emas yang mencolok melangkah masuk. Di belakangnya, seorang gadis cantik dengan wajah angkuh---Liu Xiu---mengekor sambil menutup hidung dengan sapu tangan sutra, seolah udara di kamar Xiao Xiao sangat busuk.

"Baguslah kau sudah sadar, Anak Tak Tahu Untung!" seru Nyonya Liu Yu dengan suara tinggi.

Xiao Xiao tidak bergeming. Ia hanya melirik dingin ke arah ibu angkatnya itu. Tatapan matanya yang tajam dan berwibawa---membuat Nyonya Liu sempat tertegun sejenak. Xiao Xiao yang lama biasanya akan langsung bersujud memohon ampun, tapi gadis di depannya ini terlihat sangat berbeda.

"Ibu," sahut Xiao Xiao pendek.

"Jangan panggil aku Ibu dengan mulut kotor itu!" bentak Nyonya Liu.

"Dengar, Xiao Xiao. Kau harus bersyukur. Meski kau hanya anak petani yang kami pungut dari selokan, kami masih memberimu kehormatan untuk menjadi istri seorang Pangeran. Kau akan menjadi Putri, posisi yang bahkan tidak pernah diimpikan oleh leluhurmu!"

Liu Xiu melangkah maju, menatap Xiao Xiao dengan pandangan menghina. "Benar, Kakak. Pangeran Wang Zhi Chen mungkin sedikit... berbeda. Tapi setidaknya kau tidak akan kelaparan. Lagipula, wajahmu yang membosankan itu sangat cocok bersanding dengan wajah rusaknya. Kalian pasangan yang serasi."

Xiao Xiao bangkit berdiri perlahan. Meski tubuhnya masih lemas, ia berdiri tegak dengan dagu terangkat. Ia berjalan mendekati Liu Xiu hingga jarak mereka hanya beberapa senti.

"Jika posisi itu begitu terhormat, mengapa kau tidak mengambilnya sendiri, Adikku yang cantik?" tanya Xiao Xiao dengan nada rendah yang mengintimidasi.

Liu Xiu tersentak mundur, wajahnya memucat karena terkejut melihat keberanian Xiao Xiao. "K-kau! Beraninya kau melawan!"

"Cukup!" Nyonya Liu menampar meja kayu di dekatnya. "Keputusan sudah bulat. Kau akan masuk tandu pengantin tiga hari lagi. Jika kau mencoba melarikan diri atau merusak rencana ini, nyawa pelayan kecilmu ini yang akan menjadi taruhannya!"

Nyonya Liu menunjuk Mao yang langsung bersujud ketakutan di lantai.

Setelah melemparkan ancaman itu, kedua wanita tersebut pergi dengan langkah angkuh. Kamar kembali hening, menyisakan Xiao Xiao yang mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Paman Ping...kenapa aku bisa disini?"Ia menuntut penjelasan. Menatap langit langit kamar yang penuh jaring laba-laba.

Xiao Xiao beralih ke telapak tangannya. Di sana, samar-samar muncul tanda lahir berbentuk garis biru kecil yang bercahaya redup lalu menghilang. Ia tahu, mulai saat ini, ia bukan lagi Xiao Xiao yang lemah. Ia adalah Shen Kuo Yu yang pernah memimpin bisnis bernilai milyaran.

"Pangeran Buruk Rupa, ya?" Xiao Xiao menyeringai.

***

Happy Reading 🤗

Mohon Dukungan untuk:

 ● Like

 ● Komen

● Subscribe

 ● Ikuti Penulis

Terimakasih 🥰

Kalo banyak yang suka, lanjut sampe tamat. komen ya...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!