Saat aku mengatakan aku mencintaimu, percayalah bahwa itu benar.
Saat aku berkata selamanya, ketahuilah aku tidak akan pernah meninggalkan mu.
Ketika aku mengucapkan selamat tinggal, berjanjilah bahwa kamu tidak akan menangis.
Karena hari aku akan mengatakan itu akan menjadi hari aku mati.
~ Paul Smith - Cinta Sejati ~
Angin berhembus kencang menusuk kulit yang di penuhi luka sayatan. Sebuah kaki panjang terus berlari menulusuri jalan yang gelap dan di penuhi dengan banyak pepohonan. Keinginan nya untuk hidup sangat kuat, dia berlari mengejar sebuah harapan yang mungkin tidak lebih dari satu persen kehidupan nya. Segalanya telah hancur bersama dengan hatinya yang remuk redam setelah mengetahui kebenaran yang begitu menyakitkan. Suami dan sepupu yang sangat dia percaya ternyata tidak lebih dari seorang iblis berkedok manusia.
Angelina Chloe Dominic terus berlari. Kakinya yang luka tidak terlalu menyakitkan jika di bandingkan dengan kebenaran yang menghantam kepalanya dan menusuk jantung nya. Cinta yang selalu terpancar berubah menjadi kebencian yang mendalam. Kehangatan dan senyuman berubah menjadi seringai seorang Iblis. Dia bersumpah tidak akan memaafkan mereka yang telah mengkhianati nya.
Clip
Lampu menyala menyorot seorang wanita yang berlari di tengah gelap nya malam. Dua pasang mata yang berada di dalam mobil tersenyum sinis dan saling pandang. Saat mobil yang tadinya melaju dengan kecepatan sedang berubah menjadi kencang mengarah pada sosok Angel. Tidak ada niatan untuk berhenti berlari meskipun kematian nya mengejar dirinya dari belakang.
Bruk
Tubuh Angel terpental beberapa kilometer dengan tubuh yang remuk redam, darah mengalir dan merembes membasahi aspal dan beberapa kerikil kecil yang ada disana. Dua orang manusia yang paling di percayai Angel turun dari mobil dengan senyuman sinis terpampang nyata di mata gadis yang mungkin sebentar lagi akan menjemput ajal nya. Pandangan Angel menjadi buram di sisa kesadaran nya yang tersisa sedikit.
"Apa dia sudah mati?" itu suara Suaminya, pria yang dia cintai. Malvin Putra Ar Shiva.
Wanita yang bergelayut manja di lengan Malvin perlahan melangkah, menendang tubuh Angel yang sudah tidak bernyawa. "Dia mati! Ck, padahal niat nya aku masih ingin bermain - main. Tapi dia malah mati dan membuat kesenangan ku menjadi berkurang. "
Tidak tau malu, Malvin memeluk selingkuhan nya yang merupakan sepupu dari Istrinya, Dania dari belakang. " Apa perlu kita hidupkan dia kembali, lalu membunuh nya lagi?"
Dania mengalungkan lengan nya di leher Malvin, senyum menggoda dia berikan."Memang nya bisa?"
"Hem, " Malvin berpikir sejenak menatap Istrinya dengan wajah datar. " Tentu saja tida bisa! Tapi aku punya cara lain untuk menyiksanya. " Malvin menaik turunkan alis nya, sebuah ide gila muncul memenuhi isi kepalanya.
~
"Ahh.. sshhhaaa oooggghhh. aahhhh! enak sekali, lub4ng nya masih sangat sempit. "
Dania menggelengkan kepalanya menatap sang kekasih dengan wajah polos. "Ini rencanamu?"
Malvin hanya mengendikkan bahunya tanpa rasa bersalah. "Dia memang sudah mati! Tapi jasad nya bisa kita pergunakan. Lihat bagaimana tuan muda Robenson menikmati tubuh wanita jalang itu. "
"Dia seorang psychopath! Bisa - bisanya menyetubuhi seorang mayat. " bisik Dania bergidik ngeri.
"Bukankah kita sama gilanya, " Balas Malvin tersenyum menyeringai lalu mencium Dania dengan sangat brutal. Jika di depan sana seorang pria yang sejak dulu tergila-gila dengan tubuh Angel sedang menyetubuhi nya dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara Malvin dan Dania berpesta Se*ks di samping tubuh Angel yang sedang bergoyang karena ulah pria di atas nya.
Tanpa mereka sadari jika seseorang sedang menatap pemandangan itu dengan dengki dan penuh kebencian. Raganya berada di depan arwah nya yang termangu menatap kosong semua iblis yang telah menghancurkan hidupnya. Bahkan raga nya pun tidak di biarkan untuk beristirahat dengan tenang.
"AKU MEMBENCI KALIAN SEMUA!!" kilatan penuh amarah. Petir menggelegar bukan pertanda hujan. Itu suara kemarahan dan keputusasaan yang menjadi satu. Tapi bagaikan tuli dua pasangan itu masih menikmati permainan mereka dengan penuh hasrat yang menggebu.
Satu tahun sudah berlalu semenjak kematian Angel. Tapi wanita itu tidak pernah meninggalkan dunia dimana orang - orang terkutuk itu berada. Dia menatap kosong ke arah gundukan tanah yang sudah menjadi lebat karena rumput yang menutupinya. Di depan nya seorang pria bersujud membersihkan makam itu setiap bulan nya.
Pria yang dia ketahui adalah musuh Malvin, Langit Al Ghassal. Dia datang hampir setiap bulan setelah mengetahui kabar kematian Angel. Bahkan pernah selama berhari - hari pria itu tidak pernah meninggalkan makam nya dan hanya memandang dengan tatapan kesedihan nya. Arwah Angel yang melihat itu selalu merasa bingung karena dia merasa hubungan nya dengan Langit tidak terlalu dekat. Bahkan dia sangat membenci pria itu. Dulunya Langit sempat meminta Angel untuk menjauhi Malvin karena pria itu bukan yang terbaik, Angel yang marah justru malah menghina Langit.
"Maafkan aku! Aku tau kamu pasti kedinginan berada di bawah sana. Seharusnya aku datang lebih cepat dan membawa kamu dari iblis itu. Seharusnya aku tidak melepaskan kamu meskipun kamu selalu saja menghina ku. Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah akan membalas mereka semua."
"Kamu dengar aku, Angel! Aku sangat mencintaimu meski aku tau perasaan ini tidak akan pernah terbalaskan. Tapi setidak nya aku bisa melihat mu tersenyum. Itu sudah menjadi obat sakit hatiku karena kamu lebih memilih Malvin. "
"Jadi dia mencintaiku, " Arwah Angel tersenyum getir, merasa di permainkan oleh takdir. "Pria yang aku cintai membunuh ku. Tapi pria yang sangat aku benci justru mencintaiku dengan tulus. "
Angel mengepalkan tangan nya dengan kuat, menatap gundukan tanah dengan nisan bertuliskan namanya. Pandangan nya beralih menatap Langit dengan sendu.
5 Tahun Kemudian...
"TIDAK! AKU TIDAK SALAH, LEPASKAN AKU. " Malvin terus memberontak saat aparat kepolisian menyergap dan menangkap nya di sebuah rumah yang sedang di adakan pesta seks.
"Lepaskan Saya, Saya tidak bersalah kenapa Saya juga di tangkap. " Dania yang masih setengah polos pun memberontak. Mereka di lempar ke dalam mobil. Semua yang ada di tempat itu pun di tangkap.
"Pak, Saya tidak bersalah, " Kekeh Dania sambil menggoyang - goyangkan besi sel tahanan. Sementara Malvin meremas rambut nya dengan frustasi. Bagaimana dia bisa berakhir di dalam sel penjara.
Langkah kaki menjadi alunan musik bagi sang punya. Merasa ada seseorang Malvin menengadahkan kepalanya dan matanya langsung melotot. "Langit?!" Lirih nya tidak percaya. Pria yang pergi selama bertahun-tahun muncul kembali menjadi sosok yang berbeda.
Langit dengan santainya memasukkan satu tangan di dalam sakunya. "Bagaimana? Kamu suka dengan rumah baru yang aku pilihkan?"
"Brengsek, " umpat Malvin, dia ingin menghajar pria di depan nya tapi terhalang oleh besi penjara. "Jadi ini semua perbuatan kau? Kau yang sudah menjebak ku, haa?" Hardik nya penuh kemarahan.
"Menjebak." Langit tertawa mendengar satu kata itu. Matanya berubah menjadi dingin. "Bukan nya aku pernah bilang sama kamu. Seharusnya kamu bahagiakan Angel bukan malah membuatnya menderita. Ingat apa yang dulu aku katakan saat memutuskan untuk pergi! Jaga dan lindungi dia atau aku akan merebutnya! Tapi saat aku kembali justru yang aku dengar adalah kematian nya. "
"Balasan ini tidak sebanding dengan semua yang sudah kau lakukan pada wanita ku. Jadi jalani lah hukuman mu. Lebih buruk dari yang kau lakukan pada Angel. "
"Bedebah sialan! Sebenarnya apa yang wanita itu lakukan sampai kamu tergila-gila haa. Cantik? Dia memang cantik tetapi murahan. Buka matamu baik - baik, dia hanyalah seorang wanita sundal yang tidak berharga"
Langit mengepalkan kedua tangan nya, matanya kembali menyorot penuh dendam. "Buka sel nya, "
Pak polisi yang ada disana mematuhi perintah Langit. Mereka saling berhadapan tanpa sesuatu yang menghalangi mereka sekarang. Tanpa terduga Langit melayangkan sebuah pukulan bertubi - tubi ke wajah Malvin. Tidak ada yang menghentikan nya. Tubuh Malvin yang sudah babak belur hanya bisa pasrah saat kaki Langit menendang nya.
Langit mencekik leher Malvin dengan kasar, pria itu hampir kehilangan oksigen nya. " Siapapun yang berani menghina Angel maka aku tidak akan segan - segan untuk menghancurkan orang itu. Aku akan membuatmu hidup seperti di neraka. Aku akan membuatmu memohon sampai nangis darah untuk membunuh mu. Aku akan membuat mu hidup segan dan mati pun tidak mau. Ini hukuman yang aku berikan. "
Pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup untuk Malvin dan Dania. Tidak ada yang bisa menyelamatkan keduanya bahkan orang tua Dania yang terlibat pun mendapatkan hukuman spesial dari Malvin. Satu per satu dari mereka yang membuat Angel menderita semasa hidupnya mendapatkan hukuman dari Langit.
Langit masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke sebuah tempat ternyaman untuk nya. Di samping nya, Arwah Angel tersenyum bahagia karena dendam nya sudah terbayarkan ketika melihat penderitaan dua orang yang sangat dia benci.
"Terima kasih, Langit. " Mobil berhenti di sebuah makam. Dengan lembut Langit mengusap gundukan tanah itu dengan air mata yang sudah banjir.
"Kamu bisa tenang sekarang Angel! Mereka sudah mendapatkan hukuman meskipun itu tidak setimpal dengan kematian mu. Tapi aku harap itu bisa meringankan beban yang kamu miliki disana. Sekarang sudah saat nya kita bertemu, aku sangat merindukan mu."
Arwah Angel yang mendengar itu jadi memiliki perasaan yang tidak enak. Dan perasaan itu terjawab saat Langit mengeluarkan sebuah pistol dari balik pakaian nya. Angel melotot saat melihat Langit menodongkan senjata itu ke arah kepalanya.
Angel mencoba menghentikan tapi setiap dia ingin menepis tangan Langit. Tubuh nya menembus dan tidak bisa menyentuh apapun. "Aku mohon jangan lakukan itu! Lanjutkan hidup mu, waktu mu masih panjang. Jangan sia - siakan itu demi diriku."
"Mereka yang menyakitimu sudah mendapatkan balasan nya. Sekarang saatnya kita untuk bertemu, Angel. Aku akan datang. "
DOR
Pelatuk di lepaskan, timah panas menembus kepala Langit menjadikan tubuh itu menjadi tidak bernyawa.
"TIDAAK! LANGIT!"
"Kenapa kamu lakukan ini? Kenapa kamu memilih untuk mati?" Angel mengulurkan tangan, dia ingin menyentuh kepala Langit yang sudah bolong karena timah panas. Tapi tangan itu hanya bisa menggapai udara.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu, Langit Al Ghassal. " cahaya muncul dalam diri keduanya. Sesuatu yang tidak terduga terjadi menyeret jiwa Angel pergi ke suatu tempat.
•
•
•
BERSAMBUNG
Ada kalanya samudra mendekatkan sebuah jarak. Yang tak lagi berbisik seperti sebuah angin lalu.
Jejak namamu yang masih tertanam dan mengutarakan keinginan yang kuat untuk memeluk.
Gelombang lautan menjadi pembatas antara kebahagiaan dan kesedihan.
Kematian menjadi sebuah tragedi yang menyadari kemana tempat untuk berpulang.
Kau masih disana, menunggu dalam diam, menanti dalam kesengsaraan. Saat dua tangan yang berbeda saling tersemat. Waktu akan membawa keduanya kembali ke tempat yang sama.
"LANGIT!!"
Angel membuka matanya. Tangan nya meremas dadanya yang terasa berdenyut. Tubuh nya gemetar menatap kosong ke arah depan. Dia memejamkan mata mencoba untuk menerima tapi bayangkan kematian Langit tepat di depan makam nya menjadi luka tersirat dalam hatinya. Kenapa dia melakukan nya? Kenapa dia tidak menghargai hidupnya demi wanita yang dulu tidak pernah melihat nya?
Angel menyesal baru menyadarinya sekarang, ternyata cinta sejatinya jatuh pada orang yang tidak pernah terlihat oleh nya. Ternyata selama ini dia menempatkan hatinya pada orang yang salah. Kembali mengingat bayangan saat Langit menekan pelatuk senjata api itu, dia seperti orang bodoh yang tidak bisa mencegah.
Angel menutupi wajah nya, menangis dalam diam. Kehilangan dalam kesepian. Saat dia mencoba menerima semuanya. Suara tertangkap pendengaran nya.
"Kamu sudah sadar, Angel?" Angel melepaskan tangan yang menutupi wajah nya, dia menelisik keberadaan sumber suara itu. Saat matanya menangkap sosok wanita yang tidak asing dia mematung.
"Syukurlah kamu sudah sadar, pada hari pertamanya menstruasi memang perut akan merasakan keram atau sedikit nyeri. Tadi Ibu sudah menyuntikan obat pereda nyeri jadi mungkin sekarang sakit nya sudah berkurang. Tapi kalo besok masih terasa sakit nanti Ibu akan memberikan obat lagi. "
"Bu Helen?"
"Ada apa?"
Mata Angel langsung terbelalak, kesadaran nya baru saja kembali ke dunia nyata. Angel menatap sekeliling sebuah tempat yang tidak asing untuk nya. Dia berada di UKS sekolah? Saat kepalanya menunduk dia baru sadar jika dia memakai seragam SMA. Dengan cepat Angel turun dari brangkar dan mencari keberadaan cermin, saat melihat dia berdiri di depan cermin itu. Dan matanya kembali melebar saat dia melihat penampilan nya waktu SMA.
"Bu Helen! Sekarang tahun berapa?" tanya Angel tanpa melihat yang di tanya. Karena dia fokus pada cermin di depan nya, matanya masih menunjukkan rasa kaget yang mendalam.
Bu Helen yang bertanggung jawab atas UKS mengernyit bingung tapi tetap menjawab. "Tahun 2020."
"TAHUN 2020!" tanpa sadar Angel menaikan suara volume nya sampai membuat Bu Helen tersentak kaget. Tapi Angel tidak memikirkan keterkejutan Bu Helen. Dia melihat sekeliling sampai matanya jatuh pada sebuah kalender. Angel melihat tanggal yang tertera disana, 15 Februari 2020.
"Aku kembali ke 10 tahun yang lalu.. Aku mati saat berusia 28 tahun dan kembali saat usiaku 18 tahun. Waktu mundur ke belakang. Itu artinya...?" Angel berlari keluar UKS, dia tidak mempedulikan teriakan Bu Helen yang menatap kepergian nya dengan kening berkerut.
Di sepanjang koridor sekolah Angel berlari, semua siswa menatap nya dengan aneh tapi Angel tidak peduli. Yang dia pikirkan saat ini adalah menemui Langit, Langit nya. Kali ini dia tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Kali ini dia akan menempatkan cintanya di tempat yang seharusnya. Dia akan mengulang sejarah tapi dengan alur yang berbeda.
MALVIN
MALVIN
MALVIN
LANGIT GO LANGIT.. KAMU PASTI BISA! I LOVE U.
LANGIT MY LOVERS, YUHUUUU.. AYO LANGIT.
Di sana sedang di adakan pertandingan basket antar kelas IPA dan IPS. Kebetulan kelas Langit melawan kelas Malvin. Malvin yang merupakan ketua tim basket nasional yang sudah banyak memenangkan kejuaraan basket antar sekolah bersikap santai menghadapi Langit yang menjadi captain tim lawan.
Bola basket di lempar ke atas bersamaan dengan pruit dari wasit. Permainan di mulai dengan basket yang berada di tangan tim Malvin. Saling melempar dan mengoper dengan teknik masing - masing. Satu goal berhasil di Terima oleh tim Malvin, Langit masih bersikap santai tanpa beban dia tersenyum menyeringai. Sekarang 15 poin sudah di dapatkan tim Malvin membuat pria itu semakin terbang ke awan melihat angka milik tim Langit yang masih 0.
"Sekarang saat nya!"sudah cukup permainan nya, Langit merebut bola dari tangan musuh. Dia melemparkan bola dari jarak 6 meter. Dan yes, bola masuk tepat sasaran.
Sekarang Langit tidak mau bermain - main lagi, sudah cukup dia memberikan kepuasan untuk Malvin dan sekarang lah waktunya dia membalas. Malvin melempar bola dari jarak 5 meter ke ring lawan. Tapi langsung di tangkap oleh satu tangan milik Langit. Sehingga membuat bola itu gagal masuk dan langi - lagi dari jarak jauh Langit melepaskan lemparan nya dan masuk begitu saja.
Jika di awal tim Malvin memimpin permainan sekarang skor mereka seri. Pertandingan tinggal satu menit lagi. Bola berada di tangan Malvin dan kali ini satu lawan satu antara Langit dan Malvin, tapi tidak semudah itu karena Langit menggunakan teknik Steal dengan cepat dan merebut bola. Malvin menggeram marah saat bola di rebut dari tangan nya. Langit men dribble bola basket seperti. Crosovver dribble ( silang tangan), between the legs ( Lewat sela kaki ) dan in and out Dribble untuk mengecoh lawan agar bolanya tidak di rebut.
Kemenangan sudah berdiri di depan Langit. Hari ini dia harus mengalahkan kesombongan Malvin. Langit bersiap untuk melompat dan melempar bola nya. Tapi tiba - tiba..
GREP
Tubuh Langit membeku, bola di tangan nya terjatuh ke bawah memantul di lapangan.Tapi tidak ada yang berniat mengambil nya karena mereka semua sangat terkejut hingga mata mereka melotot melihat apa yang terjadi di depan mereka. Bahkan sorak sorai penonton yang mendukung Langit dan Malvin berhenti menjadi sunyi senyap saat melihat pemandangan di depan mereka.
Seorang gadis berlari masuk ke area lapangan basket dan langsung memeluk tubuh Langit dengan erat. Dalam pelukan itu Langit bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang membasahi dadanya. Dia menangis, dengan perlahan Langit menguraikan pelukan itu dan menangkup wajah gadis yang selama ini selalu menghinanya. Tapi juga gadis yang sangat dia cintai.
"Angel?" ya, dia adalah Angel. Tapi kenapa dengan wanita itu? Matanya sembab karena menangis. Tapi... Kenapa dia menangis? Pikir Langit.
"Senang bisa bertemu lagi dengan mu.. Langit Al Ghassal!"
•
•
•
BERSAMBUNG
Malvin menatap datar dua orang yang sedang berpelukan di depan nya. Semua orang pun masih dengan keterkejutan yang ada, mereka jelas mengenal Angel sebagai gadis yang terus menerus mengejar - ngejar sosok Malvin. Tapi yang mereka lihat di depan mereka membuat mereka melongo karena setahu mereka Angel sangat membenci Langit. Bukan tanpa alasan tapi karena Langit adalah rival dari Malvin, itu juga yang menjadi penyebab Angel sangat menjauhi Langit dan bahkan sering kali menghina nya di hadapan semua murid.
"Tuh cewek Lo kenapa?" tanya salah satu sahabat dekat Malvin, Beno.
"Ck, cewek apanya. Sejak kapan seorang Malvin mengakui Angel sebagai pacarnya, yang ada Malvin muak kali sama tuh cewek yang terus ngintilin dia. " jawab teman nya yang lain bernama Mahesa.
"Kayanya dia lagi cari perhatian Lo deh, Vin. "
Malvin hanya diam, tidak bereaksi apapun karena dia pikir pasti Angel sedang mencari perhatian nya dengan mencoba membuatnya cemburu.
Prit..
Wasit yang tadi terdiam dengan keterkejutan nya membunyikan peluit meskipun sudah lewat dari jam pertandingan berakhir. Tanda pertandingan selesai dan poin nya seri. Akan ada pertandingan penentuan nanti.
~
Angel menyodorkan keleng minuman pada Langit, mereka sedang ada di ruang istirahat sehabis pertandingan basket tadi. Semua sahabat Langit yang memang tidak menyukai Angel menatap penuh arti. Bukan tanpa alasan hanya saja setiap kali Angel menghina Langit mereka juga seperti mereka terhina. Apa lagi Langit adalah sahabat mereka.
"Makasih."
Langit mematung saat Angel mengelap keringat nya dengan sapu tangan milik nya. Tatapan mata gadis di depan nya berbeda dari hari - hari sebelum nya yang menatap nya dengan jijik. Sekarang di mata itu ada pancaran sebuah perasaan yang sulit di jelaskan.
"Eh, kesambet apa tuh cewek.. Katanya dia habis pingsan di toilet sekolah, apa jangan - jangan otak nya konslet ya?" bisik Digo pada sahabat nya yang duduk di samping.
Lion mengendikkan bahu nya tidak tau. "Mungkin kali.. Atau dia sedang merencanakan sesuatu. "
Angel menatap ketiga sahabat Langit yang memandang nya dengan risih. Tatapan mata Angel kembali terarah pada Langit. "Pulang sekolah kamu ada waktu gak?
Langit berpikir sejenak sebelum mengangguk. " Ada, "
Angel tersenyum lebar. "Aku mau ngajak kamu makan di Cafe dekat sekolah, ada sesuatu yang mau aku omongin. "
"Jangan, Ngit.. Pasti tuh cewek lagi merencanakan sesuatu buat ngejebak Lo." seru Erlangga mengingat yang terdahulu dimana Angel pernah menjebak Langit atas perintah dari Malvin. Dan itu adalah hal paling bodoh yang pernah Angel lakukan.
Angel menghela nafas, cinta buta nya pada Malvin dulu benar-benar membuat nya menjadi wanita yang sangat bodoh. Tapi dia akan memperbaiki nya sekarang, dia tidak akan mengambil langkah yang salah dalam hidupnya. Setelah melihat semuanya dan pengorbanan Langit di kehidupan sebelum nya. Hati Angel merasa yakin bahwa Langit adalah pilihan terbaik nya. Dia akan memberikan cintanya hanya untuk pria itu.
"Kalo gitu aku akan bilang sekarang, " Langit masih terdiam menunggu kelanjutan Angel. "Aku suka sama kamu dan aku mau kamu jadi pacar aku."
Digo yang sedang minum sebotol kaleng soda menyemburkan air itu saking terkejut nya. Mahesa yang sedang makan cemilan menganga tidak percaya. Sementara Erlangga yang tadinya ingin ke kamar mandi justru terjatuh ke lantai. Kakinya melemas seperti tidak bertenaga setelah mendengar pengajuan dari Angel.
"Beneran konslet kepalanya kayanya..
"Jangan - jangan kesurupan lagi. Nggak ada angin nggak ada hujan langsung nembak, "
"Cinta nggak tuh?
"Aku tau selama ini aku sudah banyak menyakiti kamu dan aku sadar dengan semua yang aku lakukan. Aku juga tau aku salah karena berkali-kali mengikuti permainan Malvin yang buat kamu terluka. Aku sadar jika yang aku lakukan itu menyakiti kamu. Tapi aku ingin berhenti, mengejar sesuatu yang nggak ada harganya. Sekarang aku hanya akan fokus pada sesuatu yang penting dalam hidup aku dan itu adalah kamu, aku ingin mencintaimu sepenuh hatiku. Aku ingin menyimpan cinta ini di dalam sana. " Angel menyentuh dada Langit. Semua yang mendengar merasa tertegun. Mereka berpikir ada yang salah dengan otak Angel.
"Buktikan, "
"Apa?
"Jangan cuma lewat bibir, tapi juga tunjukkan pembuktian nya."
Setelah mengatakan itu Langit pergi di susul oleh ketiga sahabat nya. Angel mendesah pelan menatap kepergian mereka berempat dengan wajah sendu. Perjalanan nya kali ini tidak akan mudah dan mungkin dia harus berjuang untuk bisa mendapatkan Langit.
Angel keluar dari ruang itu, baru saja dia akan pergi tangan nya di tarik oleh seseorang dan membawanya pergi ke tempat yang sepi. Angel hanya menatap penuh permusuhan pada gadis yang menggenggam tangan nya. Angel menghempaskan tangan gadis itu dengan kasar.
"Apa - apaan sih?
Gadis itu berbalik dan menatap Angel dengan wajah yang sulit di tebak. "Kamu yang apa - apaan? Kenapa kamu bikin keributan dengan memeluk Langit? Kamu tau kan kalo Langit itu rival dari Malvin. Kamu mau Malvin membenci kamu karena dekat dengan rival nya?
Dia Dania, sepupu yang sama sekali tidak berguna dan hanya seonggok sampah untuk nya. Di kehidupan sebelum nya saat dia menjadi arwah. Dia tau alasan kenapa Dania terus menerus mencuci otak nya agar menjauhi Langit dan bahkan membenci Langit dan itu semua karena gadis di depan nya sudah lama menyukai Langit. Tapi Langit tidak pernah melihat nya.
Saat Langit kembali sehabis menemani makam Angel. Angel yang menjelma sebagai arwah justru melihat sesuatu yang membuatnya geram. Dania mencoba menggoda Langit tapi Langit justru memberikan tamparan yang menyakitkan membuat Dania mengadu pada Malvin sampai mereka berdua kembali beradu kekuatan.
"Arrrggggg.. Aku sudah melakukan semuanya agar Angel menjauh dari Langit tapi kenapa Langit sama sekali tidak pernah melihat ku. Dari dulu hanya Angel dan Angel yang ada di matanya. Aku sangat membencimu Angel, bahkan meskipun kamu sudah mati. "
Sejak mendengar itu Angel jadi tau jika sebenarnya pria yang di cintai Dania bukanlah Malvin melainkan Langit yang notabene nya adalah pria dingin meskipun Langit berasal dari kalangan bawah.
Angel bersedekap di dada, jika dulu dia begitu bodoh karena mudah terhasut oleh Dania. Sekarang tidak lagi. "Memang nya kenapa? Lagian Malvin juga bukan siapa - siapa aku. Jadi terserah aku dong mau dekat sama pria mana pun. "
Dania tertegun sejenak. "Tapi.. Tapi kamu suka kan sama Malvin? Kalo cara kamu begini itu sama saja kamu bisa buat Malvin membencimu. Apa kamu mau jika Malvin membenci mu dan menjadi milik wanita lain?
Dengan acuh Angel bersuara. " Dia mau sama siapapun itu bukan urusan ku."
Dania menggeleng tidak setuju. "Kamu nggak boleh menyerah.. Sebenarnya.. Sebenarnya Malvin itu suka sama kamu, iya suka sama kamu. Cuma dia mau lihat keseriusan kamu lebih dalam lagi. Jadi jangan kecewakan Malvin. "
Sumpah Demi apapun, Angel sangat ingin tertawa mendengarnya. Malvin mencintainya? Bulshit, jika Dania mengatakan itu dulu mungkin dia akan bahagia meskipun hanya kebohongan. Tapi mendengar langsung sekarang membuatnya merasa ingin muntah dan muak dengan sepupu nya itu.
"Tapi gimana ya.. Sekarang yang aku suka itu Langit, bukan nya Malvin. Kalo kamu suka sama Malvin, kamu bisa ambil. Kayanya dia juga suka deh sama kamu."
Setelah itu Angel pergi melengos meninggalkan Dania yang membeku di tempat. Dani menggeleng cepat. "Nggak mungkin! Aku tau kalo Angel sangat tergila-gila pada Malvin, aku yakin kalo dia pasti melakukan itu cuma untuk mengambil perhatian Malvin. Iya, mungkin itu alasan nya. " Dania menolak untuk percaya.
•
•
•
BERSAMBUNG
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!