Indonesia
NovelToon NovelToon

Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Lalu Dimanja Oleh Semua Orang.

prolog

Yuexin gadis itu bersemangat merawat tanaman obat yang sengaja di tanam oleh mendiang nenek nya. Gadis itu tampak sangat ramah dan ceria meskipun ia sering di abaikan oleh keluarganya. Gadis itu mau melakukan apa saja agar keluarganya menyayanginya namun semua yang ia lakukan selalu salah di mata mereka.

"Berhenti melakukan yang tidak penting, lebih baik kau masak sana " ucap mama kandung Yuexin dengan ketus.

Saudara angkat nya menampilkan raut wajah mengejek bahkan bermanja - manja dengan mama kandung Yuexin.

"Mama aku ingin makan sup " rengek saudara angkat Yuexin.

"Cepat buatkan sup untuk adik mu ! ".

Yuexin mencuci kedua tangan nya yang kotor karena tanah, ia membuatkan sup untuk anak angkat kesayangan keluarganya.

"Andai saja nenek masih hidup dan andai aku memiliki keluarga yang menyayangiku " gumam nya sambil menghela nafas.

"Yuexin cepatlah ! apakah membuat sup harus begitu lama ! " teriak mama Yuexin.

Setelah matang Yuexin tidak di biarkan untuk makan bersama mereka, ia pun pergi untuk mengganti pakaian di kamar nya.

"Hahaha Yuexin, Yuexin, selamanya kau akan menjadi pelayan ku " ejek sang anak angkat.

"Kau ! " tunjuk Yuexin dengan marah.

"Kenapa ? kau mau marah ? semua yang aku katakan benar kan, orang tua itu lebih sayang aku dari pada kau putri kandung nya. kenapa kau tidak pergi menyusul nenek mu ? "

"Apa maksudmu ? " tanya Yuexin dengan geram.

"Lebih baik kau menyusul nenek mu dan pergi dari pandangan kami untuk selamanya " lanjut anak angkat berbisik. Kemudian tanpa bicara apa - apa anak angkat itu mendorong Yuexin dari tangga hingga membuat Yuexin kehilangan kesadaran.

Gelang yang di pakai Yuexin bersinar memancarkan cahaya terang berwarna putih.

...****************...

Di dunia lain seorang gadis dengan pakaian lusuh tersadar dari pingsan nya, matanya menatap ke sekeliling hutan yang di tumbuhi oleh pohon pohon besar dan juga bambu. Gadis itu memegang kepala nya yang terasa sakit akibat ingatan asing yang muncul dalam ingatan nya.

"Aku bertransmigrasi ? " gumam nya.

Yuexin gadis kecil yang bahkan warga sama sekali tidak melirik keberadaan nya, gadis itu tumbuh tanpa kedua orang tua. Kedua orang tuanya sudah tiada dan ia tidak memiliki siapa pun di dunia itu.

Kruuukk.

"Sial pantas saja dia mati, entah sudah berapa hari tubuh ini tidak di beri makan " gumam nya.

Tanpa sadar mata nya menangkap ke arah gelang giok peninggalan nenek nya.

"Gelang ini mengikuti ku ke zaman ini, apa jangan - jangan gelang ini ajaib ? Aku harus mencobanya ". Yuexin memejamkan matanya dan memusatkan pikiran nya ke dalam ruang dimensi seperti yang pernah ia baca dari buku novel.

Seketika tempat yang ia pijak pun berubah, di dalam ruangan itu terdapat kolam air yang air nya sangat jernih dan terdapat beberapa makanan serta bibit sayuran dan buah-buahan di dalam nya.

Yuexin yang merasa lapar pun meminum air dari kolam, di tepian kolam terdapat tulisan MATA AIR SURGA. Setelah meminum air tersebut tubuh nya terasa jauh lebih baik, air dari mata air surga mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan juga menambah tenaga. Yuexin memakan buah apel sampai ia merasa kenyang.

Yuexin keluar dari ruang dimensi kemudian ia lanjut menelusuri hutan, mengingat dari ingatan yang di berikan pemilik asli, saat ini ia berada di desa Daxia. Desa Daxia saat ini sedang mengalami kesulitan akibat gagal panen karena kemarau yang berkepanjangan.

Semua masyarakat di desa Daxia hanya mengandalkan sumberdaya hutan untuk mereka konsumsi, apa saja mereka makan demi bertahan hidup. Yuexin berjalan - jalan hingga tanpa sengaja ia melihat ada beberapa tanaman obat seperti ginseng dan juga jamur Lingzhi yang terkenal sangat berharga.

Yuexin membudidayakan tanaman obat itu di dalam ruang dimensi miliknya bahkan ia menyiram nya dengan mata air surgawi. Waktu di dalam ruang dimensi berbeda dengan di dunia luar satu jam di dunia luar sama dengan satu hari di ruang dimensi.

Yuexin mengambil beberapa tanaman obat dan juga satu buah ginseng yang ia letakkan ke dalam bakul keranjang miliknya. Mata tajam Yuexin menatap ke arah dua ekor kelinci gemuk, namun ia tidak tahu harus dengan apa mengambil kelinci - kelinci itu.

"Aku sudah berjalan jauh tapi aku tetap tidak menemukan apa pun untuk di makan selain sayuran liar ini " keluh seorang pria remaja yang sedikit lebih tua di banding Yuexin.

Yuexin memiliki ide agar kelinci itu bisa ia dapatkan dengan mudah. Yuexin berjalan mendekati pemuda itu.

"Hallo kakak " ucap Yuexin.

Pemuda itu menatap Yuexin dari atas hingga ke ujung kaki Yuexin seakan menilai.

"Disana ada dua ekor kelinci, aku tidak bisa menangkap nya sendiri ayo kita tangkap bersama "ajak Yuexin sambil menunjuk ke arah kelinci itu berada.

Mata pemuda itu berbinar ia pun menyiapkan beberapa alat perangkap untuk menangkap kelinci itu, setelah beberapa perjuangan akhirnya mereka mendapatkan kelinci itu.

"Kau pilih mau kelinci yang mana " ucap pemuda itu.

"Emm aku memilih yang betina, sepertinya kelinci betina ini hamil aku bisa memeliharanya " balas Yuexin.

"Kau mau memelihara kelinci ini ? Kau yang benar saja, saat ini desa kita sedang mengalami krisis pangan dan kau ingin memelihara kelinci ini sedangkan kau saja kurus seperti tidak pernah makan " ucap pemuda itu membuat Yuexin merasa tersentil.

"Ngomong - ngomong siapa nama kau ? "tanya pemuda itu kepada Yuexin.

"Yuexin, kalau kau ? "tanya Yuexin bergantian.

"Namaku Li Xiaoshun " jawab pria itu.

Pria itu bersiap untuk keluar dari hutan dan Yuexin yang tidak tahu jalan keluar pun mengikuti pria itu, Yuexin sendiri bingung ingin tinggal dimana karen ia sendiri tidak memiliki tempat tinggal.

"Hei kenapa kau mengikuti ku terus menerus " tanya Xiaoshun dengan alis yang terangkat.

"Itu ... Sebenarnya aku tidak memiliki tinggal apakah aku boleh ikut tinggal bersama kau ? Aku bisa melakukan apa saja bahkan aku bersedia membayar tempat tinggal tapi aku hutang dulu ".

"Aku tidak yakin membawa mu ke keluarga ku ".

"Ayolah tolong aku sampai aku mendapatkan tempat tinggal, aku hanya sebatang kara dan orang tua ku sudah tiada " ucap Yuexin membuat Xiaoshun merasa iba.

Sesampainya di rumah Xiaoshun, ayah dan ibu Xiaoshun menatap putra mereka dengan penuh tanda tanya karena kehadiran Yuexin.

"Aku bisa jelasin, dia Yuexin, aku bertemu dengan nya saat sedang mencari makanan di hutan. Dia sebatang kara dan dia berniat tinggal disini, dia bilang dia bisa melakukan apa saja " ucap Xiaoshun membuat kedua orang tua nya diam sambil mengamati Yuexin.

"Emm paman dan bibi maaf kalau merepotkan sekali, kalau kalian tidak bersedia juga tidak papa aku bisa mengerti. Maaf karena aku terlalu lancang untuk ikut Xiaoshun ".

"Kau bisa tinggal disini nak " ucap Chang sao ibu Xiaoshun.

bagian 1

"Kakak ayo antarkan aku ke pasar " ajak Yuexin kepada Xiaoshun yang sedang menyiapkan kayu bakar.

"Kau mau melakukan apa disana ? " Xiaoshun meletakkan kayu bakar di dekat perapian memasak.

"Aku mau menjual tanaman obat ini , lihatlah ".

Mata Xiaoshun terbelalak melihat satu buah ginseng dan juga jamur Lingzhi serta tanaman obat yang lain nya.

"I - ini ... cepat sembunyikan jangan sampai ada yang tahu kalau tidak kau akan berada dalam masalah nanti ". Yuexin menyembunyikan nya di bakul keranjang miliknya.

"Ayo temani aku ".

Sesampainya di pasar mereka masuk ke dalam toko obat.

"Paman apakah disini bisa menjual tanaman obat ? " tanya Yuexin.

"Tentu saja, aku menerima tanaman obat herbal asal dengan kualitas yang bagus " jawab pemilik toko.

Senyum lebar terpatri di wajah Yuexin, ia pun mengeluarkan jamur Lingzhi dan juga gingseng yang berhasil membuat sang pemilik toko kaget.

"Oh dewa, i .. Ini jamur Lingzhi yang langka itu ? Dan ini juga gingseng liar langka juga ? " pemilik toko memegang kedua tanaman obat itu ia memegang nya dengan sangat hati - hati.

"Luar biasa, kedua tanaman ini kualitasnya sangat - sangat baik, aku bisa memberikan harga tinggi untuk kedua benda ini " mendengar hal itu mata Yuexin berbinar.

"Berapa keping perak yang bisa kami dapatkan paman ? "tanya Li Xiaoshun dengan penasaran, dirinya sama sekali tidak tahu menahu dengan harga tanaman obat yang ia tahu jamur Lingzhi dan Ginseng itu sangat berharga.

"Aku akan memberikan harga 500 tael perak ! Seru pemilik toko membuat Xiaoshun hampir pingsan mendengarnya.

Yuexin sangat senang, setelah transaksi tersebut selesai Yuexin mengajak Li Xiaoshun untuk pergi membeli beberapa pakaian untuknya dan juga untuk keluarga Li.

"Xiaoshun " dua orang pemuda datang menghampiri mereka. Kedua nya menunjuk ke arah Yuexin seakan bertanya begitu juga dengan Yuexin yang penasaran dengan dua orang pemuda yang datang sambil membawa sebuah alat tulis.

"Yuexin ini kedua kakak ku, Li Yuxuan dan Li Shuo, mereka sedang menempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana." jelas Xiaoshun dan Yuexin mengangguk.

"Apakah dia kekasihmu ? " tanya Li Shuo penasaran.

"Bukan, dia Yuexin yang tinggal bersama kita untuk sementara waktu karna dia tidak memiliki rumah. Aku bertemu dia di hutan saat sedang berburu " jawab Li Xiaoshun.

Mereka semua mengikuti kemana pun perginya Yuexin, Xiaoshun menjelaskan uang yang di dapat oleh Yuexin. Sesampainya di rumah semua orang menatap Yuexin dengan pandangan tidak enak, Yuexin membeli banyak bahan makanan di saat mereka semua sedang mengalami krisis pangan.

"Kebahagiaan yang ku dapat harus ku bagi dengan kalian, terimakasih paman dan bibi sudah mau menampung ku di rumah kalian " ucap Yuexin sambil membungkuk dengan rasa hormat.

"Tidak perlu membungkuk nak, terimakasih sudah mau membantu kami, kau pembawa keberuntungan dirumah ini. panggil saja kami ayah dan ibu jika kau berkenan. Kebetulan aku menginginkan seorang putri " ucap nyonya Chang sao.

Nyonya Chang Sao sangat ingin memiliki seorang anak perempuan, namun karena suatu hal ia tidak di takdirkan untuk merasakan hal itu. Walaupun dirinya hanya memiliki tiga orang putra beruntung nya putra nya memiliki kepribadian yang baik dan penyayang.

Mereka pun makan malam bersama setelah itu kepala desa Li Xiulan dan juga nyonya Chang Sao izin masuk kamar terlebih dahulu.

"Aku dan Li Shuo libur selama beberapa hari jadi kami bisa membantu kalian untuk mencari sayur liar di hutan " ucap Li Yuxuan.

...----------------...

Pagi hari pun tiba, Yuexin memakai pakaian barunya yang di jahit oleh nyonya Chang Sao. Nyonya Chang Sao tersenyum melihat pakaian yang pas di gunakan oleh Yuexin.

Ketiga pemuda keluarga Li dan juga Yuexin pergi ke hutan untuk mencari hewan liar dan juga sayuran liar, mereka berpapasan dengan beberapa warga dan juga tuan Chen yang merupakan warga desa namun ia sangat tidak menyukai kepala desa Li Xiulan.

Kepala desa Li Xiulan dan juga tuan Chen Hu dulunya adalah seorang sahabat dekat, namun karna kebijaksanaan dan tanggung jawab yang penuh Li Xiulan di angkat menjadi kepala desa oleh warga. Namun sayang nya tuan Chen Hu merasa iri dengan pencapaian Li Xiulan sehingga ia selalu menganggap kepala desa Li Xiulan sebagai musuh.

Melihat Yuexin dan ketiga pemuda Li memakai pakaian baru, satu ide licik muncul di pikiran tuan Chen Hu.

"Kakak disana ada jamur Lingzhi lagi dan juga gingseng " ucap Yuexin membuat mereka menghampiri Yuexin.

Mereka mendapat ayam hutan dan juga beberapa sayuran liar dan tanaman obat yang siap di jual di pasar.

"Li Xiulan keluar kau ! "

"Iya keluar ! Dasar kau kepala desa tidak becus "

Suara ribut - ribut warga membuat kepala desa Li Xiulan dan juga nyonya Chang Sao keluar dari dalam rumah. Yuexin dan ketiga pemuda Li yang baru saja sampai di depan rumah melihat keributan pun berlari dengan panik.

"Tenang semuanya, ini ada apa tolong jelaskan dengan baik jangan berteriak seperti ini " ucap Li Yuxuan mencoba meleraikan.

"Li Xiulan kau sangat tidak manusiawi di saat susah begini kau malah memakai uang mu untuk di hambur hamburkan dengan membeli pakaian baru. Sedangkan kami bahkan sepotong roti harus kami bagi - bagi agar sekeluarga bisa mengganjal perut " ucap tuan Chen Hu.

"Benar ! Mana tanggung jawab anda sebagai pemimpin di desa ini ! " ucap warga lain.

"Tenang semuanya tenang, siapa yang menghambur - hamburkan uang. Pakaian yang kami pakai semua dari putri angkat kami Yuexin, dan .... ".

"Halah tidak usah berdalih kau Li Xiulan, kau tidak becus menjadi kepala desa lebih baik kau copot saja jabatan mu dan pergi dari desa ini ! " ucap tuan Chen Hu yang semakin memanasi keadaan.

"Kalian sangat tidak tahu diri ! semua yang mereka pakai itu dariku dan menggunakan uang ku. Apakah aku salah karena membalas budi baik dari mereka, mereka memberikan ku tempat untuk berteduh dan juga memberikan kehangatan keluarga yang tidak pernah aku dapatkan ". Semua orang terdiam mendengar perkataan Yuexin.

"Jika kalian tidak terima baiklah, biar ayah angkat ku mencopot jabatan nya dan kami akan pindah ke desa lain tapi kalian harus membayar kompensasi karena kami meninggalkan rumah dan juga tanah yang kami punya ".

"Baik kalau begitu ayo kita bertemu di pengadilan " ucap tuan Chen Hu sambil tersenyum, para warga seolah tutup mata dan telinga sehingga setiap perkataan tuan Chen Hu di setujui oleh mereka semua. Sesampainya di pengadilan keputusan pun di buat seadil - adil nya, kepala desa Li Xiulan mendapatkan kompensasi sebanyak 500 tael perak dan juga di pindahkan ke desa Tiansheng.

"Ayah, ibu , kakak maafkan aku karena aku .... ".

"Tidak ada yang perlu di salahkan nak, justru ayah merasa lega karena terbebas dari beban berat dan juga tanggung jawab yang berat " ucap Li Xiulan tanpa menyalahkan Yuexin.

Kepergian Li Xiulan bersama keluarganya membuat tuan Chen Hu tersenyum senang, karena ia di pilih menjadi kepala desa yang baru.

Author pasti up dan bakal lanjutin ceritanya kok ,,, tapi author sedikit sibuk maaf ya semuanya ...

bagian 2

Desa Tiansheng

Keluarga Li bersama dengan Yuexin telah sampai di desa Tiansheng, beberapa masyarakat menyambut kedatangan mereka dengan baik walaupun sedang di landa kesusahan yang sama. Yuexin meletakkan semua barang - barang yang di bawa ke halaman rumah. Rumah yang akan mereka huni tidak besar dan tidak kecil cukup untuk mereka tinggali.

Kepala desa Tiansheng berpamitan setelah mengantar mereka, mereka masuk ke dalam rumah. Rumah yang mereka tinggali cukup bersih dan layak untuk mereka tempati.

"Ibu aku akan mencari kayu bakar dan juga hewan buruan di hutan " ucap Li Yuxuan dan di sahuti oleh kedua saudara Li dan juga Yuexin.

Di sepanjang jalan menuju hutan para warga menyambut mereka dengan ramah bahkan ada yang bersedia membantu mereka dengan memberikan hasil pangan yang mereka cari di hutan.

Ketiga saudara Li tentunya menolak, sesampainya di hutan mereka berpencar ada yang mencari sayur liar dan ada juga yang mencari kayu bakar. Tidak sengaja kaki Yuexin menginjak tanaman merambat yang berisi kentang.

Banyak sayuran kentang dan juga ubi jalar namun tidak ada yang mengambil. Mata Yuexin langsung berbinar, ia memasukkan beberapa kentang untuk di tanam di ruang dimensi nya.

"Yuexin kau sedang apa ? " tanya Xiaoshun.

"Kakak ayo bantu aku untuk mengambil semua sayuran ini ". ucap nya dengan mata yang masih berbinar.

"Apakah ini bisa dimakan ? " tanya Li Shuo.

"Tentu saja ini akan menjadi makanan enak dan pastinya bisa memenuhi kebutuhan pangan kita " jawab Yuexin.

Mereka mengangguk dan menuruti perkataan Yuexin, mereka membawa tiga keranjang bakul yang penuh dengan kentang dan ubi jalar.

Melihat ke empat anak nya pulang nyonya Chang Sao bernafas dengan lega, mereka menurunkan keranjang bakul yang berisi kentang dan ubi jalar itu. Yuexin memilih kentang yang masih layak di konsumsi dan tidak layak, kentang yang telah bertunas dan terdapat warna hijau di sebagian nya sudah tidak layak dikonsumsi apabila dikonsumsi bisa menyebabkan keracunan.

Kentang yang bertunas akan di gunakan Yuexin untuk di tanam di ruang dimensi. Yuexin mengupas kentang lalu ia menggoreng kentang dengan membuat kentang tornado yang sudah di lumuri dengan bumbu khas dari dunia modern.

Tumis daging kelinci pedas dengan kentang goreng dan ubi jalar rebus tersedia di meja makan mereka. Wangi harum dari khas kentang membuat perut mereka lapar dan sudah tidak sabar untuk di nikmati. Seorang warga yang melintas di depan rumah mereka mencium aroma wangi yang menggugah selera. Ia pun bertanya - tanya makanan apa yang di buat oleh keluarga baru yang baru saja tiba di desa Tiansheng.

"Ayo ayah , ibu kalian coba makanan ini, ini ada kentang tornado goreng, ubi jalar rebus yang rasanya sangat manis ". ucap Yuexin sambil memakan makanan yang ia buat. Mereka pun dengan kompak memakan juga, mata mereka berbinar saat rasa gurih nya kentang menyapu indra perasa mereka.

"Ubi jalar ini manis sekali, rasanya luar biasa enak " ucap Li Yuxuan.

"Sebenarnya ubi jalar ini juga bisa dibuat menjadi beberapa hidangan yang lezat, aku akan membuat nya dan menjualnya nanti " seru Yuexin, para pemuda Li hanya tersenyum mendukung perbuatan Yuexin.

Mereka benar - benar menyayangi Yuexin dan menganggap Yuexin bagian dari keluarga mereka.

"Yuexin sebaiknya kita lapor hal baik ini kepada kepala desa Tiansheng ".

'Itu benar, warga desa di sini sangat baik dan memiliki jiwa yang bersih, sebaiknya aku mengajak mereka semua untuk menanam kentang dan ubi jalar selama musim panas ini. Kentang dan ubi jalar adalah solusi satu - satunya untuk membantu para warga desa yang kelaparan'. Batin Yuexin.

"Baik ayah ".

...----------------...

Para warga desa telah berkumpul di kediaman kepala desa Tiansheng, Yuexin dan keluarga nya juga sudah membawa ubi jalar rebus dan juga kentang rebus.

"Maaf menggangu waktu kalian semua, kami hanya ingin berbagi hal baik kepada kalian. Aku bersama kakak - kakak ku menemukan umbi - umbian yang bisa di makan ini, rasa dari umbi ini cukup enak dan dapat mengatasi masalah krisi pangan. ".

Para pemuda Li membagikan ubi jalar dan juga kentang kepada mereka, mereka memakan nya dengan ragu - ragu pada awalnya. Tapi setelah tahu makanan itu tidak berbahaya dan rasanya cukup enak membuat mereka tersenyum puas.

"Aku menemukan nya di tengah hutan, kita bisa mencoba menanam ubi jalar dan kentang ini sebagai penghasilan dari desa kita. Bayangkan satu pohon dari kentang dan ubi jalar ini bisa menghasilkan 4 sampai 5 buah ". ucap Yuexin membuat mereka semakin bersemangat.

"Tidak hanya itu, selain di rebus ubi jalar ini juga bisa di bakar atau di panggang agar rasanya lebih enak lagi "sambung nya membuat warga desa tidak sabar untuk mencobanya.

Kepala desa Tiansheng tersenyum dan sangat berterimakasih kepada keluarga Li, kini mereka bersama - sama untuk mengambil kentang dan juga ubi jalar di hutan. Yuexin memberitahu kentang mana yang bisa di konsumsi dan tidak bisa dikonsumsi.

semua hasil kentang dan ubi jalar di bagi rata bahkan mereka juga dapat bibit kentang dan ubi secara merata. Sesampainya di rumah Yuexin langsung duduk dan memejamkan matanya, ia sangat kelelahan sekali dan berniat untuk masuk ke dalam ruang dimensi nya.

Di dalam ruang dimensi ia meminum mata air surgawi yang membuat tubuhnya kembali fit dan bertenaga, kelinci dan induk ayam yang ia ternak sudah beranak Pinak. Kini ia tidak perlu pusing memikirkan bahan pangan yang perlu ia pikirkan sekarang bagaimana caranya agar ia menghasilkan uang yang banyak.

Yuexin keluar dari ruang dimensi ia memberi mata air surgawi kepada keluarga nya.

"Air apa ini, setelah meminum ini badanku sudah tidak capek dan tenaga ku kembali pulih bahkan terasa semakin sehat ". ucap Li Xiaoshun.

"Hanya air biasa " jawab Yuexin seadanya.

"Ayah berharap desa Tiansheng kita ini akan semakin makmur dan maju, warga desa sini sangat baik semoga kita semua selalu berada di dalam lindungan dewa " ucap Li Xiulan.

"Ayah , ibu sebentar lagi aku akan kembali ke kota untuk belajar akademik lagi karna ujian kekaisaran akan segera di mulai " ucap Li Yuxuan.

"Itu benar, aku hampir melupakan pendidikan ku " sambung Li Shuo.

"Semoga kakak lulus dengan nilai yang terbaik dan menjadi pejabat yang bermurah hati, selalu jujur dan mampu bersikap adil. " ucap Yuexin mendoakan yang terbaik untuk kakak - kakak nya.

"Ayah dan ibu juga akan mendoakan yang terbaik untuk kalian. "ucap Chang Sao.

Li Xiaoshun walaupun satu - satunya yang tidak mengejar pendidikan ia tidak pernah memiliki sifat itu terhadap kakak - Kakak nya. Ia tidak suka belajar seperti kedua kakaknya, walupun begitu ayah dan ibu tidak pernah membedakan semua anak - anaknya. Baginya anak - anak nya adalah anak yang baik dan juga hebat, semuanya memiliki kelebihan nya masing - masing.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!