Indonesia
NovelToon NovelToon

Pernikahan Rahasia Dengan Mantan

Bab 1.

Suara dentuman musik mengalun didalam sebuah klab malam besar di pinggiran kota. Banyak pemuda pemudi tengah asik menikmati hidup bebas mereka dengan ditemani para wanita sebagai hiburan.

Disisi lain, seorang gadis memberontak didalam kamar karena aksi bejad seorang pria yang memaksanya. "Lepaskan aku!!" Serena Laurent berteriak dibawah kungkungan pria itu.

"Malam ini kamu harus jadi milikku, cantik! Aku sudah lama mengincar mu!" Pria itu tersenyum smirk dengan bagian bawahnya yang sudah terbuka.

Sedangkan Serena, masih mengenakan dress-nya lengkap, namun sudah berantakan akibat pemberontakannya serta pemaksaan pria itu.

Mengerahkan seluruh tenaganya sekuat mungkin, ia menendang milik pria itu yang telah tegak menantangnya sedari tadi. "Rasain itu!" Serena kemudian mendorongnya sampai terjengkang jatuh dibawah ranjang.

"Akkhhhh!!!" Pria itu berteriak kesakitan sembari memegang aset masa depannya. Serena segera berdiri dan turun dari ranjang, bersamaan pintu kamar yang terbuka dari luar.

"Serena!" Pemilik club serta teman dekat Serena masuk kedalam. Sanes berjalan cepat lalu memeluk temannya. "Kau baik-baik saja? Ya ampun, aku sangat khawatir padamu! Pria itu sudah..."

"Tidak! Aku baik-baik saja, pria bajingann itu belum sempat menyentuhku!"

"Serena, sayangku! Untung saja Sanes segera memberitahu Mami kalau kamu menghilang, jadi kami langsung cek Cctv!" Ucap wanita cantik yang gayanya sangat hedon itu, pemilik Club malam bersama suaminya. "Dasar pria tidak tau diuntung! Memangnya kau bayar berapa sampai mau meniduri anak kesayanganku, hah?" Bentak Mami Starla.

Pria hidung belang yang perutnya buncit seperti hamil tujuh bulan itu menggeram kesal, antara sakit dan marah lantaran aksinya gagal.

"Lihat saja, aku pasti bisa mendapatkan gadis itu!" Pria itu berdiri dengan sombongnya, namun saat melangkah miliknya terasa ngilu dan nyeri. Memakai celananya dengan as. "Aku akan balas dendam!"

Setelah pria itu berhasil keluar dari kamar, Serena merasa lega. Untung saja dia berhasil melepaskan diri, kalau tidak?

"Kau sungguh baik-baik saja, kan?" Tanya Sanes memastikan. Serena mengangguk pelan.

"Sanes, antar Serena kekamar untuk menenangkan diri! Jam sembilan malam kalian keluar untuk melayani tamu!"

Rasa trauma Serena belum memudar, namun dia harus kembali bekerja seperti biasa. Serena bukan kupu-kupu malam, namun dia wanita malam yang menemani para pria berdompet tebal untuk minum dan berkencan didalam club. Hanya orang-orang tertentu saja, karena tarifnya yang mahal padahal hanya untuk sekedar minum dan duduk bersama saja.

Lima tahun yang lalu, ia terpaksa bekerja di Rosse Club karena dijebak ayahnya sendiri, sebagai alat tebus hutang sebesar lima miliar. Sampai sekarang, Serena masih terjebak disana dan sulit keluar. Seandainya dulu ia tidak kekota Jare, mungkin semuanya tidak akan terjadi.

Ditempat lain, disebuah hotel ternama yang besar, seorang pria berjalan dengan langkah lebarnya menyusuri lorong hotel. Pakaian yang rapi dengan kaca mata hitam dan pengawal ketat. Wajahnya tampan dengan tatapan mata setajam elang, alis hidung bibir semuanya tersusun rapi seolah sudah menjadi garis takdirnya mendapatkan wajah rupawan. Dia adalah tuan muda Logan Winston yang terkenal kejam dan jenius di kota Arcadia.

"Tuan, tiga hari lagi agenda meeting sudah selesai. Malam ini kita ada undangan dari tuan Hansel!" Max, asisten pribadinya membuka suara.

"Hmmm!" Hanya suara deheman, sebelum pria itu akhirnya masuk kedalam kamar Presidential suite.

.....

"Tuan Logan, anda pasti akan suka bersenang-senang disini! Setiap malam, aku selalu kemari untuk melepaskan lelah." Tuan Hansel membuka suara begitu mereka duduk disebuah kursi sofa.

Logan adalah pria bebas yang butuh hiburan, hal semacam ini sudah biasa untuknya, melihat wanita-wanita liar dengan suguhan minuman berkelas dunia.

Tiga tahun yang lalu, dia menikah dengan seorang anak pengusaha pertambangan emas yang menjadi sahabat karib orang tuanya. Dia dijodohkan dengan Elena Karamoy, dan selama tiga tahun menikah, hanya beberapa kali saja Logan pulang kerumah.

"Selamat datang, tuan-tuan! Ada yang bisa saya bantu?" Mami Starla muncul dengan senyum ramah, mencium bau-bau dompet tebal, bisa dipastikan kalau mereka memang konglomerat.

"Berikan minuman termahal, oh ya... Panggilkan juga, Serena! Dimana dia, kenapa aku tidak melihatnya?" Tanya Hansel. Dia salah satu tamu yang mengidolakan Serena.

Serena? Mendengar nama itu disebut, seketika Logan dan Max tersentak. Mereka seperti tidak asing dengan nama Serena. Apa hanya kebetulan, karena nama Serena ada banyak.

Lima tahun yang lalu, Logan mencintai seorang Aktris muda yang cantik. Namanya Serena Laurent, mereka saling jatuh cinta sebelum akhirnya Serena mengkhianati Logan dengan pria lain, bukan hanya itu.

Serena juga menjadi kupu-kupu malam saat Logan keluar negeri, begitu kembali Logan membongkar semuanya sampai karir Serena hancur dan diboikot dari kota Arcadia. Sampai sekarang, kebencian Logan tidak pernah pudar, namun dia tidak pernah tau dimana Serena sekarang.

"Hari ini ada sedikit masalah yang terjadi, jadi Mami menyuruh Serena istirahat sebentar. Tapi jangan khawatir, Serena akan segera keluar!" Jawab Mami Starla.

Hansel tersenyum tipis dengan anggukan pelan, pria itu begitu mengagumi kecantikan gadis berusia 27 tahun itu. Bukan hanya Hansel, tapi Serena menjadi idaman banyak pria karena kecantikannya, dan juga tidak sembarang pria bisa menyentuh dan mendekatinya.

Menunggu pemilik nama Serena keluar, Logan ada sedikit perasaan tidak sabar ingin tau seperti apa wajah Serena, mungkinkah dia berharap Serena yang sama atau berharap tidak!

Mami Starla menoleh, secara kebetulan Serena dan Sanes muncul. Wanita itu tersenyum lalu berujar. "Sayangku, kemarilah! Tuan Hansel sudah menunggu! Kemari!"

Sanes tersenyum, Serena beralih mengambil alih tugas pelayan yang hendak mengantar minuman favorit Hansel lalu berjalan menuju meja. "Silahkan!" Begitu tangannya yang lentik seputih kapas meletakkan beberapa botol diatas meja, Serena berdiri, namun tiba-tiba saja kornea hazelnya bersirobok dengan pemilik mata setajam elang itu, jantung Serena seakan berhenti berdetak.

Bab 2.

Brak!! Nampan yang ia pegang jatuh kebawah hingga membuat orang-orang didekatnya terkejut.

"Serena!" Mami Starla menegur. Mami Starla memanggil pelayan untuk mengambilnya, sebelum Serena mengambil nampan tersebut.

Serena tersadar, ia memejamkan matanya pelan dan membukanya lagi untuk memastikan bahwa pria didepannya bukanlah pria yang sama.

"Layani tamu-tamu penting kita dengan baik! Mami mau kesana!" Wanita itu mengusap Lengan Serena lalu pergi meninggalkan Serena dan Sanes bersama tamu-tamu pentingnya.

Serena merasa sesak berada dimeja Hansel, tidak disangka dia akan bertemu kembali dengan pria yang terus menatapnya setelah lima tahun berlalu.

"Aku... Mau izin ke toilet sebentar!"

"Jangan lama-lama, Serena. Aku mau kamu disini!" Sahut Hansel sembari mengedipkan sebelah matanya, Serena tersenyum paksa kemudian berlalu pergi dengan cepat.

Setelah Serena pergi, Logan berdiri sembari melonggarkan dasinya. "Aku mau ke toilet!"

"Apa perlu saya antar tuan?" Tawar Sanes.

"Tidak perlu!" Pria itu kemudian membawa langkahnya pergi menuju toilet. Max menatap tuan mudanya, seakan tau kalau pasti tuan mudanya bukan ke toilet melainkan menyusul masa lalu.

Didalam toilet, Serena menutup pintu lalu menatap pantulan dirinya didalam kaca wastafel, matanya terpejam sesaat lalu terbuka.

Lima tahun yang lalu.

Semuanya berjalan dengan normal dan baik, namun di hari itu, Logan mengirimnya pesan untuk datang ke hotel Amerce.

"Aku akan tiba dua jam lagi. Kamu tunggu saja dihotel, sayang. Aku akan datang begitu sampai di Arcadia!"

Serena sejujurnya kurang percaya kalau Logan menyuruhnya datang ke hotel, selama menjalani hubungan, mereka saling menjaga. Logan juga menjaganya baik-baik dan tidak pernah menyentuhnya, karena menghargai keinginan Serena yang tidak ingin disentuh sebelum mereka menikah.

Tapi begitu sampai dihotel, bukan Logan melainkan Tiga pria asing yang datang. Serena dipaksa untuk melayani mereka, mereka menganggap Serena sebagai kupu-kupu malam yang mereka pesan untuk bergilir.

Lalu para media datang, bersama Logan dan teman satu managernya. Hidup Serena hancur, karirnya, percintaannya, dan keluarga Winston yang memiliki pengaruh kuat di Arcadia, mengusir Serena dari sana. Ia dibenci semua orang dan mereka memandang Serena dengan jijik.

Masalah keluarganya juga terungkap, kalau ayahnya seorang pejudi online, semua aset mereka habis dan akhirnya ibunya dijerumuskan kelembah hitam sebagai kupu-kupu malam.

Sampai detik ini, Serena tidak pernah melupakan kejahatan Logan yang telah menjebaknya. Karena Logan, karirnya hancur, sekarang dia terjebak di tempat malam yang dimana para pria haus belaian.

"Seumur hidupku, aku akan selalu membencimu, Logan Winston! Kamu satu-satunya orang yang bersalah! Mengapa kamu muncul lagi, hah?" Bentak Serena, ia menggebrak meja karena emosinya naik melihat wajah tampan yang paling mengerikan Logan muncul lagi.

Serena menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan, perasaannya mulai tenang lagi. Ia harus bisa bersikap pura-pura tidak mengenal Logan, demi Mami Starla. "Kamu bisa Serena! Lawan pria itu!"

Setelah lebih tenang, Serena memastikan dress selutut merah menyala yang terlihat seksi ditubuh moleknya, terlihat sempurna lagi. Bekas tanda menjijikan yang ditinggalkan pria asing tadi juga ia tutupi dengan foundation dan bedak, jadi tidak kelihatan dileher jenjangnya yang putih mulus.

Ceklek!

Pintu ditarik, namun tiba-tiba saja Serena didorong mundur oleh seseorang yang memiliki postur tubuh tinggi kekar dengan balutan kemeja hitam dan celana hitam senada. "Apa yang kau lakukan!" Pekik Serena marah sekaligus terkejut. Namun begitu mendongakkan kepala untuk tau siapa pria itu, Serena syok.

"Kauuu!!!" Emosinya seperti kembali ingin meledak. Ia sungguh membenci Logan dan sikap semena-menan pria itu padanya. Kesalahan terbesarnya dulu adalah ia yang jatuh cinta pada Logan, padahal hubungan mereka sudah berjalan tiga tahun namun berakhir tragis karena Logan menjebaknya.

Logan mengurung Serena yang akan melepaskan diri, Serena sudah mepet dinding toilet sehingga tidak ada celah untuk melarikan diri. Dengan satu kaki menendang kebelakang, pintu kamar mandi tertutup rapat.

"Lepaskan aku! Kau mau apa, hah?" Bentak Serena, ia tidak berhenti untuk berusaha mencari jalan keluar. Tapi Logan tidak mau memberikan jalan dan melepaskannya.

"Lima tahun kita tidak bertemu, apa kau tidak merindukanku? Dulu kau selalu rindu bahkan satu hari saja aku meninggalkanmu!" Bisik Logan dengan pelan.

Rindu? Rindu pria yang sudah menghancurkan hidupnya tentu saja Serena enggan, ia tidak pernah rindu Logan sama sekali. Justru hanya ada kebencian dan dendam yang menyala-nyala sekarang.

"Hentikan omong kosongmu! Biarkan aku pergi!" Serena melangkah kesamping namun lagi dan lagi Logan memutuskan akses jalannya. "Lepaskan aku atau aku teriak sekarang!" Ancam Serena, mata hazelnya menatap dengan tajam, namun justru bagi Logan terlihat cantik dan menantang.

Apalagi sikap tegas dan arogansi dari Serena menambah kecantikannya berkali-kali lipat. Serena terlihat tambah dewasa dan mempesona, pantas saja dulu saat menjadi aktris banyak yang mengidolakannya.

"Teriak saja! Sikapmu yang seperti ini, justru membuatmu semakin cantik, sayang... Kau semakin cantik dan dewasa!" Logan membelai wajah cantik itu dengan lembut, Serena langsung melengos dan menepis tangannya.

"Jangan berani-beraninya menyentuhku! Kau mau apa lagi, hah? Lepaskan aku! Apa masih kurang puas yang kau lakukan padaku lima tahun yang lalu! Seumur hidupku, aku tidak akan pernah lupa bagaimana kau menghancurkan hidupku! Aku... Bukan lagi Serena yang dulu cinta padamu! Di mataku, kau adalah penghianat dan penjahat yang paling kejam, diantara orang-orang yang pernah menyakitiku!" Ucap Serena dengan tegas, mengutarakan isi hatinya yang dipendam.

Pria itu tiba-tiba saja diam, saat Logan tengah lengah, Serena menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari kurungannya.

Setelah Serena pergi, pria itu mengepalkan tangannya kuat-kuat lalu meninju dinding kamar mandi sebagai luapan emosinya. Entah kenapa mendengar kata-kata Serena, Logan tidak terima, apalagi melihat kecantikan Serena yang dinikmati banyak pria!

Bab 3.

Serena kembali kemeja dimana Sanes dan Hansel berada, karena ada Logan dan asisten pribadinya diantara mereka, Serena kali ini lebih agresif. Dia duduk disamping Hansel, menuangkan minuman kedalam gelas lalu memberikannya untuk pria itu.

"Beberapa hari kau tidak kesini, Hansel. Kamu baik-baik saja, kan?" Tanya Serena dengan nada setengah menggoda, ia bersandar dibahu pria tampan itu.

Tidak lama, Logan muncul dengan menahan kekesalan didalam hatinya. Entah kenapa melihat Serena menggoda pria lain, hati Logan seperti terbakar, apalagi kalau membayangkan berapa kali Serena dan Hansel bersama.

Apa mungkin mereka juga sudah tidur bersama? Logan yakin kalah Serena bukan hanya tidur dengan Hansel, tapi juga banyak pria, karena saat berada didekat Serena tadi didalam kamar mandi, meskipun tidak terlihat jelas tapi Logan yakin ada bekas tanda-tanda merah yang ditutupi bedak.

Logan duduk dan berusaha tetap tenang, ia tidak boleh terpancing oleh Serena lagi. Wanita penghianat seperti Serena tidak pantas untuk ia cemburui, apalagi Serena bukan gadis suci. Serena lebih memilih hidup sebagai kupu-kupu malam dari pada menjadi aktris terkenal, ataupun menikah dengannya.

"Aku sangat sibuk, baby. Bahkan besok aku juga harus lembur sampai malam! Jangan khawatir, saat ada waktu aku selalu kesini!" Hansel menjawab sembari meneguk minuman beralkohol itu.

Sebenarnya Serena lebih senang kalau Hansel tidak pernah datang ke klub, atau bahkan para pria yang mencarinya. Serena merasa tidak nyaman dan terpaksa menemani mereka, kalau bukan karena Mami Starla yang memaksanya, ia tidak akan pernah mau bekerja disana.

Logan terus menatap Serena dengan tatapan gelapnya, sembari ditangannya terdapat gelas minuman yang sudah beberapa kali dituang Sanes. Logan seperti terus mengingat bagaimana Serena mengacuhkannya malam ini, berbeda jauh dengan Serena lima tahun lalu yang sangat mencintainya.

Malam yang begitu larut, Serena belum bisa memejamkan mata didalam kamarnya. Pikirannya melayang-layang, masih teringat saat ia bertemu lagi dengan pria yang mati-matian ia lupakan dalam hidupnya.

"Kenapa pria itu muncul lagi, sih? Kenapa kembali membuat kacau hidupku!" Serena masih tidak bisa lupa bagaimana Logan Winston membuatnya menderita, sampai terjerumus ke Mami Starla, seandainya ia tidak ke kota Jare ia tidak akan ditangkap ayahnya lalu dijadikan alat penebusan hutang.

Sekarang sudah jam 3 dini hari, Serena kembali kekamar lebih awal karena alasan ia masih trauma dengan kejadian tadi yang hampir dilecehkan pria hidung belang itu.

"Jangan khawatir Serena, pria itu tidak akan lama disini! Beberapa hari pasti dia akan pergi seperti kata Hansel!" Serena berusaha tenang. Seharusnya ia tidak perlu khawatir lagi karena semuanya akan baik-baik saja, Logan akan segera pergi dari kota Jare.

Disisi lain, dibalkon kamar hotel tempat menginap Presdir dari perusahaan besar grup Winston di kota Arcadia, Logan berdiri sembari menyesap putung rokokk terakhir kemudian melemparkannya ketempat sampah. Dia bukan pria yang aktif merokok, hanya saat pikirannya sedang tidak tenang saja seperti malam ini.

Bayangan saat Serena muncul di klab malam sebagai wanita penghibur, Logan merasa tidak suka. Tapi melihat Serena lagi, ia juga tidak bisa terima saat wanita tersebut mengkhianati dirinya.

Seolah wanita yang terlihat polos dan suci seperti Serena, bisa melakukan hal diluar batas dengan menjual dirinya pada pria hidung belang yang kekurangan belaian. Oke, Logan akui kalau dia juga bukan pria suci dan bersih, Logan juga beberapa kali berganti pasangan, bahkan meskipun dia sudah menikah Logan lebih memilih menyalurkan hasratnya pada wanita diluaran dari pada dengan istrinya.

Tapi sebelum Serena mengkhianatinya, Logan selalu menahan dirinya dan menjaga dirinya dengan baik. Karena itu saat tau Serena menjadi wanita malam sebagai sampingan, Logan tidak terima ia mendapatkan barang bekas banyak pria lain.

Dulu dia sangat membenci Serena, atau mungkin sampai sekarang masih tersimpan dendam dihatinya, namun melihat Serena lagi dengan pribadi yang berbeda, lebih anggun, semakin cantik dan dewasa, meskipun sebagai wanita penghibur, Logan merasa Serena jauh lebih menarik.

Logan tidak tau kenapa sekarang ia ingin melihat wajah cantik itu, tapi tidak mungkin juga karena Serena sekarang sudah kotor. Apalagi ia juga sudah menikah dengan Elena Karamoy meskipun tidak pernah sedikitpun Logan mencintainya.

"Huffttt!!!" Pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Sepertinya aku sudah gila lagi karena Serena!" wajahnya disapu menggunakan telapak tangan dengan kasar, pria itu memutuskan untuk masuk kedalam kamar saja.

Pagi yang sangat cerah, Max sudah menunggu didepan pintu kamar tuan mudanya.

Logan membuka pintu kamar lalu mereka berjalan bersama sembari membahas pekerjaan.

"Oh, satu lagi. Aku ingin kau selidiki tentang Serena! Aku ingin informasinya hari ini!"

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!