Indonesia
NovelToon NovelToon

Time Travel Fotografer Tengil

Episode 1 : Fotografer Yang Terdampar

[Bukan Novel Terjemahan]

[Tidak ada hubungan nya dengan sejarah]

.

Di sebuah Kediaman Jenderal Wushian, terletak di Barat, negara bagian Gozuang yang dikelilingi oleh perbukitan.

Seorang gadis pelayan berlari dengan tergesa. Rambut nya yang dikucir kuda melambai lambai di udara. Ia menggenggam kunci perak di tangan kiri nya.

Langkah gadis itu akhir nya terhenti di depan sebuah gudang kumuh yang digembok. Ia segera memasukan kunci di tangan kiri nya ke dalam gembok dan memutarnya perlahan.

Gadis itu berteriak setelah melihat majikan nya tertidur di tumpukan jerami kotor di dalam gudang.

" Nona!!!" Pekik gadis bernama Xue itu. Mata nya melotot dan kaki nya bergerak secepat kilat menghampiri tubuh majikan yang tertidur di atas jerami. Wajah sang majikan pucat pasi, membuat Xue kembali berteriak panik. "Nona!!!" Teriak nya tepat di telinga Xu Qinqin.

Xu Qinqin merasa terusik. Ia membuka kelopak mata nya yang berwarna emas. wanita itu bangun dari tempat nya dan terduduk malas.

Xu Qinqin meregangkan tubuh dan berkata dengan nada mengancam. "Dasar pria aneh! Berani nya meneriakiku!" Ujar nya yang masih belum sadar. Terakhir kali, ia tak sengaja memotret seorang pria lumayan tampan yang mengenakan jubah kuno. Qinqin pikir pria itu adalah cosplayer. Tapi tak disangka, tubuh nya tiba-tiba mual dan pusing.

Qinqin pikir ia masih di tempat yang sama seperti terakhir kali melihat pria jubah kuno itu, di sebuah taman modern dengan akses serba cepat.

Namun, ketika mata nya menatap sekitar, pemandangan pertama yang ia dapat justru gudang pengap disertai gadis berpakaian kuno.

"Oh, jadi kalian para cosplayer bersekongkol untuk menyewa jasaku tanpa membayar yah!" Geram Qinqin kesal. "Ingat ya, tidak ada yang gratis, enak saja!" Celoteh wanita itu lagi.

"Apa-apaan ini, bahkan kalian membuatku memakai pakaian aneh ini!"

"Apa maksud Nona?" Kata Xue tak mengerti.

"Nona Anda adalah istri Jenderal Wu Lian. Saya harap nona tak melupakan itu karena belakangan hukuman dari ibu dari Jenderal membuat anda linglung." Cemas Xue sembari memegang tangan majikan nya. Gadis itu merasa cemas.

Tiba-tiba saja , kepala Qinqin dihantam ingatan tak masuk akal. Ia meremas kepala nya erat, seakan mau pecah. Sebuah ingatan asing menyerang nya dengan paksa.

Xu Qinqin, 21 tahun, seorang istri dari jenderal dingin. Disiksa oleh ibu dari suami nya dan dipaksa bekerja oleh mertua nya itu.

Orang tua kandung Xu Qinqin berasal dari Timur negara bagian Gozuang~seorang menteri perdagangan. Jika ayah kandung tau putri nya diperlakukan tidak adil, mereka mungkin akan marah besar. Namun, Xu Qinqin yang polos diancam oleh mertua nya agar tidak membocorkan perlakuan dari semua orang di kediaman Jenderal atau dia akan membunuh seluruh keluarga Xu Qinqin. Alhasil, wanita polos dan bodoh itu terus tunduk dan melayani. Mengabdi pada suami yang dingin dan mengikuti perintah mertua yang kasar. Meski terkadang Qinqin mencoba curi-curi kesempatan untuk menulis surat, namun entah bagaimana tak pernah ada balasan. Dugaan sementara, surat nya tertahan oleh seseorang atau tak pernah sampai ke ayah kandung nya.

Dan sekarang, Qinqin dihukum karena kurang bersih saat mencuci piring. Ia dikurung di gudang kecil dan kumuh selama lima jam tanpa makan.

"Ingatan siapa itu. Tunggu, aku tidak bodoh. Aku sering membaca novel populer dengan genre seperti time travel. Jangan-jangan..." Ia menjeda , menatap gadis berusia enam belas tahun di depan nya. "Kau...apa kau Xue? Pelayan ku yang baru?" Tanya nya.

Xue mengangguk berulang kali. Syukurlah akhir nya majikan nya itu mengingat. Pikir Xue lega.

"Mari hamba bantu, Nona. Kita harus makan sebelum Nyonya pulang." Terang Xue lembut.

"Hahaha...aneh banget. Tiba tiba jadi istri Jenderal. Apa dosaku..." Ujar Qinqin disertai tawa sumbang.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen (Kritik Saran boleh)

● Subscribe

● Ikuti Penulis Noveltoon ANWi

Terimakasih ^_^ ❤️

Episode 2 : Mertua

​Baru saja Qinqin hendak berdiri untuk mengikuti Xue, pintu gudang yang reot itu ditendang kasar dari luar. BRAKK!

​Seorang wanita paruh baya dengan pakaian sutra yang terlalu mencolok dan tusuk konde emas yang tampak berat di kepalanya, masuk dengan wajah angkuh. Dia adalah Nyonya Besar Wu, ibu mertua yang dalam ingatan Qinqin adalah "Iblis Berkonde".

​"Berani-beraninya kau mau keluar sebelum aku mengizinkan!" bentak Nyonya Wu. Ia menatap jijik ke arah jerami kotor. "Xue! Siapa yang memberimu izin membuka gembok ini?"

​Xue gemetar hebat, ia langsung berlutut hingga dahinya menyentuh lantai dingin. "Maafkan hamba, Nyonya Besar. Nona Muda sudah pingsan, hamba hanya..."

​"Alasan! Dasar pelayan tidak berguna!" Nyonya Wu mengangkat tangannya, siap melayangkan tamparan ke wajah Xue.

​Namun, tangan itu tidak pernah sampai. Sebuah tangan ramping namun kuat mencengkeram pergelangan tangan Nyonya Wu di udara.

​Nyonya Wu melotot. "Xu Qinqin! Kau berani melawanku?"

​Qinqin, yang tadinya masih merasa agak pusing, kini berdiri tegak dengan satu tangan di pinggang---pose andalannya saat sedang mengarahkan model yang bebal. Ia menatap Nyonya Wu dari atas ke bawah dengan tatapan menilai, seolah sedang melihat objek foto dengan pencahayaan yang buruk.

​"Ck, ck, ck... Nyonya, postur tubuhmu itu jelek sekali kalau sedang marah. Garis keriput di dahi makin kelihatan, lho. Mau difoto pakai kamera 100 megapixel pun, kalau aura evil-nya begini, susah dieditnya," cerocos Qinqin tanpa dosa.

​Nyonya Wu tertegun. "Apa itu megapixel? Apa itu edit? Kau bicara sampah apa!"

​Qinqin melepaskan tangan mertuanya dengan sekali hentakan kuat, membuat wanita tua itu sedikit terhuyung. "Maksudku, Nyonya Tua...daripada marah-marah bikin cepat tua, mending kasih aku makan. Aku ini menantumu, bukan pajangan di gudang pengap ini. Lighting di sini buruk buat kulitku, tahu tidak?"

​"Kau...kau benar-benar sudah gila setelah dikurung!" Nyonya Wu berteriak histeris. "Pengawal! Seret wanita tidak tahu diri ini ke halaman belakang! Berikan dia sepuluh cambukan agar otaknya kembali waras!"

​Dua pengawal bertubuh besar masuk ke gudang. Xue menangis histeris memohon ampun, tapi Qinqin malah menyipitkan mata. Ia melihat salah satu pengawal membawa tongkat kayu.

​Wah, beneran mau main fisik nih? batin Qinqin.

​Saat salah satu pengawal hendak menangkap lengan Qinqin, dengan gerakan lincah---refleks seorang fotografer yang biasa menghindari kerumunan saat memotret---Qinqin menghindar ke samping. Ia menyambar sebuah kuali kecil berkarat yang ada di pojok gudang.

​"Eits! Jangan sentuh! Kostum ini sudah cukup gatal, jangan ditambah sentuhan tangan kasar kalian!" Qinqin mengacungkan kuali itu seperti senjata.

​"Tangkap dia!" perintah Nyonya Wu dengan wajah memerah padam.

​"Duh, berisik banget sih!" Sungut Qinqin. Ia menoleh ke arah Xue yang masih menangis. "Xue, hapus air matamu. Jelek tahu kalau difoto pas lagi ingusan. Ayo ikut aku, kita cari dapur. Aku lapar!"

​Dengan gerakan tak terduga, Qinqin melemparkan kuali itu tepat ke arah kaki pengawal yang mendekat, lalu ia menarik tangan Xue dan berlari keluar gudang melewati Nyonya Wu yang masih mematung karena syok melihat menantunya yang biasanya pendiam tiba-tiba jadi sangat berani.

​"XU QINQIN! KAU MAU KEMANA?!"

​"Ke dapur! Mau cari nasi! Bye-bye, Nyonya Keriput!" teriak Qinqin sambil melambaikan tangan tanpa menoleh ke belakang.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen (Kritik saran boleh)

● Subscribe

● Ikuti Penulis Noveltoon ANWi

Terimakasih ^_^ ❤️

Episode 3 : Dapur

Qinqin menarik Xue lari melintasi lorong-lorong kediaman Jenderal yang begitu luas. Sambil berlari, matanya yang tajam bak lensa prime itu sibuk mengamati sekitar.

​"Gila, ini set propertinya niat banget. Pilar kayunya asli, ukirannya rapi, pencahayaan alaminya juga oke. Kalau bawa kamera full frame, pasti cakep banget nih buat konten pre-wedding," gumam Qinqin sambil terus menyeret Xue yang napasnya sudah tersengal sengal.

​"Nona... Hamba mohon...pelan-pelan," rintih Xue ketakutan. "Kita akan habis kalau tertangkap!"

​"Halah, cupu banget! Tenang aja, perut kenyang hati senang. Kalau perut lapar, aku nggak bisa mikir jernih," balas Qinqin santai.

​Begitu sampai di dapur luas kediaman Wu, Qinqin langsung disambut oleh tatapan sinis para pelayan dapur dan seorang kepala koki bertubuh tambun yang sedang memegang sutil besar.

​"Mau apa kau ke sini, Istri Sampah?" tanya si kepala koki tanpa rasa hormat sedikit pun. "Nyonya Besar bilang kau tidak boleh makan hari ini!"

​Qinqin berhenti tepat di depan meja besar yang penuh dengan bahan makanan. Ia mengambil sebuah apel merah yang mengkilap, memutarnya di tangan, lalu menggigitnya dengan bunyi KRAUK yang keras.

​"Siapa yang kau panggil sampah, Gendut?" tanya Qinqin dengan mulut penuh apel. Matanya menatap tajam ke arah koki itu. "Dengar ya, komposisi tubuhmu itu terlalu banyak lemak, nggak estetik kalau masuk kamera. Dan lagi, masakanmu ini baunya hambar!"

​"Kau! Berani sekali!" Koki itu hendak merebut apel dari tangan Qinqin, tapi dengan gerakan kilat, Qinqin memukul pergelangan tangan si koki menggunakan gagang pisau dapur yang tergeletak di meja.

​"Aduh!" Koki itu meringis.

​"Sstt..diam. Aku lagi pengen makan enak." Qinqin mulai beraksi. Dengan cekatan, ia menyalakan tungku, memotong daging dengan presisi tinggi---Qinqin termasuk orang yang perfeksionis---ia lalu mencampurkan bumbu-bumbu yang ada di sana. Kemudian menumis nya pelan pelan.

​Xue dan para pelayan lain melongo. Sejak kapan nona mereka yang penakut ini terampil main pisau dan berani melawan koki utama.

​Saat aroma wangi masakan mulai menyerbak, tiba-tiba suasana dapur menjadi senyap. Suhu udara seolah turun beberapa derajat. Para pelayan langsung berlutut serempak dengan wajah pucat.

​"Hormat kepada Jenderal!"

​Seorang pria bertubuh tegap, mengenakan jubah hitam dengan sulaman naga perak, melangkah masuk. Wajahnya dingin seperti es, matanya tajam menusuk, dan auranya sangat menekan. Dialah Wu Lian, suami dingin dari Xu Qinqin.

​Qinqin yang sedang mencicipi kuah masakannya, menoleh pelan. Ia mengerjapkan matanya, menatap pria itu dari bawah ke atas.

​Eh, ini kan pria aneh yang kupotret di taman tadi? batin Qinqin. Tapi versi ini lebih sangar dan... wah, gila, tulang rahangnya tegas banget! Angle 45 derajat dari kiri pasti perfect banget buat foto profil majalah pria dewasa!

​"Apa yang kau lakukan di sini, Xu Qinqin?" suara Wu Lian berat dan dalam, terdengar sangat tidak bersahabat.

​Bukannya takut atau bersujud seperti yang lain, Qinqin malah mengangkat sutilnya ke arah wajah sang Jenderal.

​"Oh, hai Mr. Jenderal. Pas banget datengnya," ujar Qinqin dengan senyum tengil yang membuat Xue hampir pingsan karena jantungan. "Sini duduk, cobain masakan istri sahmu ini. Daripada muka ditekuk terus kayak kertas origami, mending makan. Lumayan lho, buat nambah energi sebelum kamu lanjut mengabaikanku lagi."

​Wu Lian menyipitkan mata. Ia merasa ada yang salah dengan istrinya. Rahang nya mengeras karena kesal.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis Noveltoon ANWi

Terimakasih ^_^ ❤️

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!