Indonesia
NovelToon NovelToon

Ku Kembalikan Suami Ku Ke Setelan Awal

01

Seorang wanita muda berusia 35 tahun, dia adalah Alvira dan kerap di sapa Vira. Dia adalah ibu dari sepasang anak kembar yang saat ini berusia 10 tahun. Vira saat ini sedang sibuk memasang pita pada rambut putri nya, Queenza.

Queenza Athalia dan Dimas Anggara adalah nama anak kembar nya Vira. Kedua nya sekarang menempuh pendidikan di salah satu sekolah elit yang ada di Ibu kota.

"Mama, Dimas sudah siap!" Dimas yang muncul di depan pintu kamar saudara kembar nya dengan seragam yang sudah rapi.

"Anak Mama pintar banget, udah bisa bersiap sendiri!" Vira memuji putra nya.

"Iya dong Ma, tidak seperti adek Queen. Manja banget, tiap hari minta di siapin sama Mama!" Dimas tampak menepuk dada nya dengan bangga.

"Aku juga bersiap sendiri, tidak di bantu Mama kok. Cuma Queen gak bisa buat masang pita sendiri!" Queen tampak kesal dengan ucaoan saudara kembar nya.

"Udah, udah, jangan berantem. Anak - anak Mama pada pintar semua kok. Yuk kita sarapan, Papa pasti udah nungguin di meja makan!" Vira menggandeng tangan kedua anak kembar nya di kiri dan kanan.

Seperti itu lah drama yang terjadi di rumah itu, kedua anak kembar itu memang sering bertengkar. Tapi sebentar kemudian mereka akan kembali akur lagi.

"Selamat pagi Papa!" Teriak si kembar secara bersamaan.

"Selamat pagi anak - anak Papa!" Bayu, suami dari Alvira sekaligus ayah kedua anak kembar itu menjawab salam dari kedua nya.

Dengan sigap Vira melayani kedua anak nya dan juga suami nya untuk sarapan, kehangatan begitu terasa di rumah itu setiap pagi nya.

"Pa, pagi ini Papa yang anterin kita sekolah ya!" Queen tiba- tiba saja meminta di antar sekolah oleh Papa nya.

"Papa gak bisa sayang, Papa ada meeting penting pagi ini. Kalian berangkat sekolah nya sama Mama saja ya!" Bayu menolak permintaan putri nya.

"Ya, Papa kok gitu. Padahal kan di sekolah ada yang nama nya Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah. Aku pengen seperti teman - teman yang di antar oleh Papa nya pergi ke Sekolah" Queen tampak cemberut karena penolakan sang Papa.

"Gak papa sayang, biar sekolah nya sama Mama aja. Kan Papa mau kerja!" Vira membujuk putri nya agar tidak lagi cemberut.

"Iya dek, nanti lain kali aja kita minta anterin sama Papa ke sekolah!" Dimas pun tampak ikut membujuk adik kembar nya.

"Papa berangkat duluan ya, Papa ada meeting penting pagi ini, Dah sayang!" Bayu yang sudah selesai sarapan bergegas meraih tas kerja nya dan melambai kan tangan pada kedua anak nya yang masih sarapan.

Vira pun mengantar kan suami nya hingga ke depan pintu, tidak lupa dia mencium tangan suami nya dengan takzim.

"Maaf kan Papa ya Ma, Papa gak bisa nurutin permintaan anak - anak. Papa punya meeting penting pagi ini!" Bayu menjelaskan alasan penolakan nya kepada istri nya.

"Gak papa mas, anak- anak pasti bisa ngerti kok!" Vira tersenyum pada suami nya.

"Ya udah, Papa berangkat duluan ya Ma!" Bayu pun bergegas naik ke dalam mobil nya dan melaju meninggal kan halaman rumah nya.

Vira segera kembali ke meja makan, dan anak - anak tampak sudah selesai sarapan.

"Sayang, ini bekal kalian!" Vira menyerah kan 2 kotak makan pada anak - anak nya.

Kotak makan dengna gambar tokoh kartun Frozen, si Elsa milik Queen, dan kotak dengan gambar Superman berwarna milik sang kakak, Dimas.

"Ayo sayang, kita berangkat sekarang!" Ketiga nya bergandengan tangan meninggal kan ruang makan dengna kerasan bahagia.

Vira melakukan mobil nya dengna kecepatan sedang menuju sekolah anak - anak nya, kedua anak kembar itu tampak sangat bahagia. Seperti nya Queen sudah lupa dengan keinginan nya untuk bisa di antar kan oleh sang ayah tadi.

"Sudah sampai!" Ujar Vira sambil menghentikan mobil di depan gerbang sekolahan anak nya.

Vira membuka pintu dan kedua anak kembar nya segera turun, Vira mencium kening kedua nya dan kedua nya mencium tangan Vira dengan hormat. Setelah itu mereka segera masuk ke dalam melalui pintu gerbang yang tampak terbuka lebar.

"Dah sayang!" Vira melambai kan tangan nya pada kedua sang anak yang sudah masuk ke dalam.

Setelah memastikan bahwa anak - anak nya sudah masuk ke dalam, Vira baru pergi dari tempat itu. Ketika melewati pedagang yang menjual bubur ayam, seketika Vira teringat dengan ibu mertua nya.

Bu Tuti, ibu nya Bayu sangat suka sekali sarapan dengan bubur ayam. Bira berniat untuk ma.pir di rumah mertua nya sambil membawa bubur ayam kesukaan nya.

"Udah cukup lama aku gak datang ke rumah ibu, sekarang aja aku mampir ke sana. Sekalian bawa sarapan untuk ibu dan Raya!" Guman Vira sambil menghentikan mobil nya tepat di depan penjual bubur ayam.

"Mang, bubur nya 2 ya, di bungkus!" Vira memesan 2 bungkus bubur ayam untuk ibu mertua nya dan juga ipar nya.

"Baik bu, tunggu sebentar ya!" Mamang penjual bubur ayam itu tersenyum ramah pada Vira.

Sementara menunggu Mamang nya membungkus pesanan Vira, Vira membeli beberpa kotak kue jajanan pasar untuk di bawa ke rumah ibu mertua nya. Kebetulan di dekat Mamang penjual bubur itu, ada orang yang menjual berbagai jenis kue tradisional dan jajanan pasar.

"Ini bu pesanan nya!" Mamang penjual bubur menyerah kan pesan Vira.

"Terima kasih Mang, kembalian nya buat Mamang saja!" Ujar Vira sambil tersenyum dan dia menyerah kan selembar uang pecahan seratus ribu pada Mamang penjual bubur itu.

"Makasih banyak bu, semoga rejeki nya lancar!" Mamang penjual bubur mendoakan Vira dengan tulus.

Vira kini melakukan mobil nya menuju ke rumah mertua nya, tidak lama kemudian Vira tiba di depan rumah mertua nya.

Tali ada hal aneh yang membuat Vira bingung, ada tenda seperti tenda pernikahan di depan rumah mertua nya.

"Ada acara apa di rumah ibu? Kenapa aku tidak tahu?" Vira tampak mengernyit kan kening nya.

Vira menepikan mobil nya di tanah lapang yang tidak jauh dari rumah bu Tuti, dia berjalan kaki menuju rumah mertua nya.

Ada janur kuning yang melengkung menandakan bahwa ada acara pernikahan di rumah mertua nya, tapi Vira tidak tahu acara pernikahan siapa.

"Apa mungkin pernikahan nya Raya? Kok ibu gak kasih tahu!" Vira heran sendiri.

Ketika memasuki halaman rumah ibu mertua nya, ada beberapa orang yang menyambut kedatangan nya, seperti nya mereka tidak mengenali Vira sebagai menantu nya bu Tuti.

"Maaf pak, ada acara apa ya?" Tanya Risa pada seorang laki - laki paruh baya yang seperti nya sedang menyambut tamu.

"Acara pernikahan anak nya bu Tuti bu!" Jawab laki - Laki itu singkat.

"Raya maksud nya?" Tanya Vira dengan penasaran.

"Bukan bu, putra nya bu Tuti yang menikah, Mas Bayu!" Ujar bapak itu menjelaskan lagi.

Seketika Vira langsung terkejut mendengar nya, Bayu sudah menikah dan memiliki anak, bagai mana dia bisa menikah lagi saat ini. Vira tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh bapak itu.

02

Vira tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh laki - laki paruh baya itu, dia bergegas melangkah kan kaki nya ke depan pintu rumah bu Tuti yang terbuka lebar.

Di dalam sana ada banyak orang, seperti acara akad nikah. Ketika Vira tiba di depan pintu, semua orang yang ada di dalam rumah tidak menyadari kehadiran Vira. Karena di dalam sana sedang ada acara akad nikah.

Suara lantang Bayu mengucap kan akad nikah atas nama wanita lain membuat Vira seketika tersentak kaget, benar apa yang di katakan oleh bapak yang ada di depan tadi. Orang yang menikah adalah Bayu, suami nya Vira.

"Sah!!"

"Sah!!"

"Sah!!"

Suara lantang saksi yang mengatakan Sah, bagai kan petir di siang hari bagi Vira. Dia depan mata nya sendiri Vira melihat suami nya menikahi wanita lain, seketika hati Vira hancur remuk redam.

Vira masih mematung di depan pintu rumah mertua nya, bu Tuti tampak sangat bahagia. Baik bu Tuti, maupun Bayu tidak menyadari kehadiran Vira di sana. Vira merasakan dunia nya runtuh seketika, laki - laki yang mengucap kan ijab qabul dengan nama nya 11 tahun yang lalu, kini kembali mengucapkan ijab qabul dengan nama wanita lain.

Tiba - tiba seseorang datang dan menarik Vira dari sana, Vira yang masih terkejut dan syok tidak bisa melakukan apapun kecuali hanya diam dan menurut saja. Vira di bawa keluar dari halaman rumah nya bu Tuti.

"Maaf bu Vira, jika saya lancang!" Laki - laki yang tadi menarik Vira pergi dari sana kini melepas kan tangan Vira setelah mereka menjauh dari area pernikahan itu.

"Kamu siapa?" Tanya Vira heran.

"Saya Tedi bu, saya adalah salah satu karyawan nya pak Bayu. Saya tahu pak Bayu sudah membohongi semua orang di kantor, tapi saya tidak bisa memberi tahu ibu selama ini karena saya tidak pernah mendapat kan kesempatan bertemu ibu sebelum nya. Sekarang saya tidak menyangka akan bertemu bu Vira di sini!" Laki - laki yang mengaku bernama Tedi itu menunduk kan kepala nya di hadapan Vira.

"Apa maksud mu mas Bayu sudah membohongi semua orang yang ada di kantor?" Tanya Vira dengan penasaran.

"Pak Bayu mengatakan pada semua orang, bahwa ibu sakit keras dan ibu lah yang meminta nya menikahi Miranda, sekretaris nya Pak Bayu!" Tedi menjelaskan kebohongan yang sudah di buat Bayu di kantor nya.

"Astagfirullah hal adzim, kenapa mas Bayu setega ini pada ku!" Vira menekan dada nya yang terasa sesak.

"Bu Vira, kembali lah ke kantor bu. Bu Miranda bersikap sesuka hati nya pada kami para karyawan rendahan ini bu, bahkan gaji kami sering di potong semenjak bu Miranda bekerja di kantor ini!" Tedi memohon pada Vira.

"Baik lah, terima kasih banyak Tedi. Silah kan kau pergi, aku akan kembali ke kantor secepat nya!" Vira menghapus air mata yang masih mengalir di pipi nya.

Setelah laki - laki yang bernama Tedi itu pergi, Vira segera kembali ke dalam mobil nya. Vira meraih kantong kresek yang berisi bubur ayam dan juga kue yang dia beli tadi, dia ingin membuang nya.

Tapi mendadak Vira mengurung kan niat nya, akan lebih baik dan berkah jika dia berikan pada orang yang membutuhkan saja. Vira pun akhir nya mengurung kan niat nya itu, dan dia segera melakukan mobil nya meninggal kan rumah ibu mertua nya.

Di dalam perjalanan Vira menemukan seorang pemulung yang sedang memungut sampah, dia berhenti dan mengambil bungkusan kue dan juga bubur yang tadi di beli nya.

"Pak, ini ada sedikit rejeki buat bapak. Di ambil ya!" Vira memberikan bungkusan itu pada pemulung itu.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak bu, anak dan istri saya belum makan!" Pemulung itu sangat senang menerima apa yang Vira berikan.

Setelah itu Vira bergegas kembali ke rumah nya, dia langsung menjatuhkan tubuh nya di atas kasur empuk nya. Dan dia menangis sejadi - jadi nya, menumpahkan semua kesedihan nya.

"Kenapa kau setega ini mas? Apa salah ku mas?" Vira menangisi nasib nya yang kini di duakan oleh suami nya.

Tiba - tiba Vira teringat dengan ucapan laki - laki yang bernama Tedi tadi, ternyata ini lah alasan Bayu yang sering pulang malam dengan alasan lembur.

"Mas Bayu, aku tidak akan menerima semua nya begitu saja. Perusahaan itu milik orang tua ku dan kau berani nya membawa gundik mu masuk ke dalam perusahaan orang tua ku. Tidak akan ku biar kan kalian hidup dengan tenang!" Vira bangkit dan menghapus air mata nya.

Vira segera mengganti pakaian nya dengan pakaian formal, sudah lebih dari 10 tahun dia meninggal kan pekerjaan nya sebagai wanita karir demi menjaga harga diri sang suami. Tapi kini suami nya malah mengkhianati nya, dia tidak akan diam saja.

Perusahaan yang saat ini di kelola oleh Bayu adalah perusahaan milik orang tua Vira, Vira adalah anak bungsu, dan dia memiliki seorang kakak yang tinggal di luar negeri. Sehingga perusahaan itu di serah pan pada Vira.

"Silahkan kau bersenang - senang dengan gundik mu mas, setelah ini akan ku kembalikan kau ke setelan awal mu sebelum menikah dengan ku!" Guman Vira dengan geram.

Setelah memoles wajah nya dengan make up tipis, Vira segera pergi ke kantor di mana selama ini di tangani oleh sang suami. Dia ingin mengambil alih kantor itu kembali, dia tidak rela harta orang tua nya di kuasai oleh Bayu dan juga gundik nya.

"Maaf bu Vira, Pak Bayu nya sedang tidak ada di tempat. Dia sedang meeting di luar!" Seorang resepsionis memberi tahu Vira.

"Aku datang bukan untuk bertemu dengan mas Bayu, jadi biar kan dia berada di luar!" Vira berkata dengan tegas pada resepsionis itu.

"Baik bu, silah kan!" Resepsionis itu menunduk kan kepala nya.

Vira segera naik menuju ke ruangan yang selama ini di tempati oleh Bayu, ketika memasuki ruangan itu seketika Vira kembali merasakan nyeri di Ulu hati nya. Ada foto Bayu yang sedang berpelukan mesra dengan sekretaris nya yang bernama Miranda itu di atas meja, dan ada barang- barang pribadi wanita jalang itu di dalam laci.

"Ternyata kalian sudah cukup lama bermain di belakang ku, tidak akan ku biar kan kalian mengambil sesuatu yang bukan milik kalian. Aku akan membalas semua perbuatan kalian tanpa ampun!" Guman Vira sambil mengepal kan tangan nya.

Vira segera memanggil cleaning service, dia meminta ruangan itu di bersih kan secara total dan membuang semua barang - berbagai pribadi milik jalang itu dari sana. Bahkan Vira mengeluarkan meja sekretaris yang selama ini di tempat kan oleh Bayu di dalam ruangan itu.

"Pembalasan ku di mulai mas, silahkan nikmati hari - hari terakhir kebahagian kalian!" Vira berguman sambil tersenyum sinis.

Vira sudah berjanji pada diri nya sendiri, dia tidak akan menerima semua itu begitu saja. Bayu dan Miranda akan segera mendapat kan balasan nya dalam waktu dekat ini.

03

Setelah selesai menata ulang ruangan nya, Vira kini memanggil direktur keuangan di kantor nya. Laki - laki yang sudah puluhan tahun mengabdi di perusahaan ini tampak gugup ketika berhadapan langsung dengan Vira.

"Pak Suparman, saya minta laporan keuangan perusahaan selama satu tahun terakhir ini!" Vira berkata dengan tegas.

"Tapi bu,,,,!" Pak Suparman tampak ragu dan tidak menerus kan ucapan nya.

"Tapi kenapa Pak? Apakah bapak terlibat dalam penyelewengan dana yang di lakukan oleh Mas Bayu? Saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum jika bapak tudak mau jujur!" Ancam Vira sambil menatap laki - laki yang seumuran ayah nya, yang saat ini sedang berada di hadapan nya.

"Maaf kan saya bu, saya dipaksa oleh pak Bayu. Jika saya tidak menuruti keinginan nya, Pak Bayu mengancam untuk memecat saya!" Pak Suparman menunduk kan kepala nya di hadapan Vira.

"Sekarang berikan laporan keuangan perusahaan selama satu tahun terakhir ini!" Kembali Vira berkata dengan tegas.

Pak Suparman dengna wajah gugup menyerah kan sebuah map pada Alvira, dan Alvira segera membuka map itu. Mata nya dengan teliti melihat setiap kata demi kata dan setiap angka - angka yang tertulis di sana.

"Sudah sejak kapan wanita bernama Miranda itu bekerja di sini?" Tanya Vira sambil mata nya masih fokus pada isi kertas yang ada di tangan nya.

"Sejak 10 bulan terakhir bu!" Jawab Pak Suparman dengan kepala tertunduk.

Vira melihat di dalam laporan itu ada beberpa kali aliran dana ke rekening atas nama Bayu dalam jumlah besar, dan ada juga aliran dana ke rekening nya Miranda. Bahkan ada laporan pembayaran DP pembelian rumah di kawasan Cempaka Putih, bulan lalu.

Selain itu, ada pembelian tiket pesawat untuk perjalanan ke Bali atas nama Bayu dan Miranda, lengkap dengan tiket hotel nya selama satu minggu. Bayu sangat licik, dia menggunakan uang perusahaan untuk bersenag - senang dengan gundik nya.

"Rupa nya kau ingin bermain - main dengan ku mas, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu dan gundik mu itu!" Batin Vira di dalam hati.

"Saya akan membatalkan tiket perjalanan untuk pak Bayi dan juga bu Miranda, beserta tiket hotel nya!" Pak Suparman berkata pada Vira.

"Untuk hari ini biar kan saja dulu pak, dia akan berangkat besok pagi. Biar kan pak Bayi dan bu Miranda pergi ke Bali. Tapi batal kan semua itu setelah mereka tiba di sana!" Ujar Vira sambil tersenyum puas.

"Akan ku buat kau dan gundik mu itu menjadi gembel di pulau Bali mas, aku tidak akan membiar kan kalian bersenang - senang dengan uang keluarga ku!" Batin Vira dengan geram.

"Pak Suparman, ikuti semua perintah saja. Jika bapak berani memihak pada Mas Bayu, aku pastikan bapak akan kekuar dari tempat ini tanpa pesangon sepeser pun!" Ancam Vira pada pak Suparman.

"Baik bu Vira!" Pak Suparman tidak punya pilihan lain, karena dia sendiri tahu siapa pemilik perusahaan ini sebenar nya.

Pak Suparman sudah bekerja di perusahaan ini jauh sebelum Bayu dan Vira menikah, tapi selama ini dia di ancam oleh Bayu dan Miranda agar menutupi semua kebusukan mereka. Sekarang pak Suparman bisa bernafas dengan lega, karena perusahaan sekarang sudah kembali ke tangan pemilik yang sesungguhnya.

"Kumpul kan semua tim direksi, sekarang juga kota adakan rapat!" Vira kembali memberi perintah pada pak Suparman.

"Baik bu, akan segera saya laksanakan!" 0ak Suparman pun pamit dari hadapan Vira.

Lima menit kemudian, Vira memasuki ruangan rapat. Semua peninggalan perusahaan sudah berkumpul di sana. Vira segera menuju ke arah kursi yang selama ini di duduki oleh Bayu ketika sedang rapat.

"Sekamat siang semua nya!" Tanpa basa bas Vira segera memulai rapat itu.

"Selamat pagi bu!" Jawab peserta rapat serentak.

"Hari ini kita berkumpul di sini, ada hal penting yang mau saya sampai kan! Mulai sekarang perusahaan ini saya yang akan memimpin nya, bukan nya pak Bayu. Yang tidak suka dengan keputusan ini, silahkan keluar dari ruangan ini sekarang juga!" Vira berkata dengan tegas.

Semua orang yang ada di sana terdiam, tidak ada satu pun di antara mereka berani menatap mata Vira. Termasuk orang - orang yang selama ini mendukung hubungan Bayu dan juga Miranda.

"Apapun itu hal yang berhubungan dengan perusahan ini, harus dengan persetujuan dari saya. Sekali lagi jika ada yang keberatan, silahkan serah kan surat pengunduran diri pada kepala HRD!" Vira kembali menegaskan.

Keadaan di dalam ruangan tetap hening, tidak ada yang berani untuk menentang nya. Karena mereka yang ada di sana tahu bahwa Vira adalah pemilik perusahaan itu, bukan Bayu.

"Kepala HRD, setelah rapat ini selesai tolong bawa kan data diri karyawan yang bernama Miranda ke dalam ruangan saya!" Perintah Vira kepada kepala HRD yang juga ada di dalam ruangan itu.

"Baik bu!" Jawab pak Agam yang menjabat sebagai kepala HRD.

"Jika tidak ada lagi yang mau di tanyakan, rapat ini selesai dan silahkan kembali bekerja seperti semula!" Vira memberikan perintah dengan tegas.

Vira segera keluar dari ruangan rapat dengan anggun dan elegant, walaupun sudah 11 tahun dia meninggal kan kantor ini. Tapi bukan berarti Vira bodoh dan tidak tahu cara mengurus perusahaan, selama ini dia tetap bekerja di belakang layar untuk membantu suami nya secara diam - diam.

"Permisi bu Vira, ini berkas yang di minta oleh ibu!" Pak Agam memberikan sebuah map pada Vira.

"Terima kasih pak!" Vira segera menerima map itu dan dia mulai membaca nya, di sana tertulis bahwa Miranda adalah lulusan D3 administrasi perkantoran.

"Rupa nya perempuan itu memang lulusan administrasi perkantoran, tapi sayang nya dia salah jalan dengan masuk ke dalam rumah tangga ku!" Batin Vira di dalam hati.

"Siapa yang merekomendasi kan Miranda sebagai sekretaris nya pak Bayu?" Tanya Vira pada pak Agam.

"Pak Bayu sendiri bu, dia yang membawa berkas nya bu Miranda setelah sekretaris nya yang lama resign setelah melahirkan!" Pak Agam menjelaskan pada Vira.

"Baik lah pak, terima kasih banyak. Bapak bisa pergi sekarang!" Perintah Vira pada pak Agam.

"Baik bu, saya Permisi!" Pak Agam pun segera meninggal kan ruangan nya Vira.

Setelah merasa hari ini cukup berada di kantor nya, Vira segera keluar untuk mengurus hal yang lain nya. Hal yang tidak kalah penting dan akan menjadi kejutan untuk Bayu dan juga Miranda.

Vira segera pergi ke kantor pemasaran di mana Bayu membeli rumah untuk Miranda, dia segera melunasi pembayaran nya dan mengganti sertifikat nya atas nama Mama nya Vira, agar nanti Bayu tidak bisa melakukan apapun untuk merebut rumah itu.

"Kita lihat mas, aku akan ikuti permainan mu. Aku juga akan memberikan kado pernikahan untuk mu dan juga gundik mu itu, kalian fikir bisa bersenag - senang dengan milik ku, tidak akan ku biar kan ferguso!" Guman Vira sambil tersenyum.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!