Cahaya pagi menyelinap perlahan melalui celah jendela, menari lembut di dinding kamar yang masih setia menyimpan sisa-sisa mimpi. Udara terasa segar, seakan membawa bisikan harapan yang baru saja lahir bersama matahari. Di balik selimut tipis, seorang gadis muda terbangun dengan tarikan napas pelan, matanya membuka perlahan, menyambut hari yang terbentang seperti halaman kosong menunggu untuk ditulisi cerita.
Ia bangkit dari tidurnya dengan langkah ringan, membiarkan sinar mentari menyentuh wajahnya yang masih polos oleh sisa kantuk yang masih tersisa. Rambutnya tergerai sederhana, namun memantulkan kilau pagi yang hangat. Ada senyum kecil terlukis di bibirnya, senyum yang lahir dari rasa syukur akan pagi yang begitu cerah, akan kesempatan baru yang kembali diberikan dunia untuk ia bisa menjalani hari-hari bermakna. Dunia di luar jendela tampak hidup, burung-burung bersahutan, dedaunan bergoyang perlahan, dan langit biru membentang tanpa ragu untuk menyongsong hari.
Dengan hati yang penuh semangat, ia bersiap memulai harinya, membawa mimpi-mimpi kecil yang disimpannya rapi di dalam dada. Pagi ini bukan sekadar awal di hari ini, melainkan awal dari harapan, keberanian, dan cerita baru yang siap ia jalani untuk hidup yang penuh arti. Gadis muda itu bernama Riley Qiana Adelbert, Gadis cantik yang selalu berpikiran positif dan ceria serta penuh percaya diri.
Langkah kakinya bergerak pasti menuruni anak tangga, menghampiri dua sosok yang sangat berarti di hidupnya “Mommy “ dia kecup pipi wanita bernama Xantara Tyrianne yang bergelar sebagai ibu yang sudah melahirkannya ke dunia ini
Seorang pria paruh baya menekuk wajahnya, berpura-pura sedih ketik melihat gadis yang akrab di panggil Riley itu mengecup pipi ibunya “hanya mommy yang di kecup “ sungut pria paruh baya itu dengan wajah sok sedihnya
“tentu saja tidak “ Riley langsung memeluk pria itu dari belakang dan tak lupa memberikan kecupan di pipi pria bernama lengkap Anes Adelbert, ayah kandung Riley sekaligus suami Anne sang ibu “Daddy pasti kebagian juga “ ucap Riley dengan riang
“duduk dulu, kita sarapan bersama “ titah Anne pada Riley agar segera duduk dan sarapan bersama
“oke mommy “ Riley langsung duduk di tempat yang biasa ia gunakan saat makan bersama di rumahnya
Ketiganya sarapan bersama dengan santai dan sesekali di selipi obrolan ringan “mommy dengar rencana resepsi pernikahan Gracelyn di tunda ya” Anne sempat dengar rumor resepsi pernikahan Gracelyn dan Kendrick di tunda
“iya mom, tapi sepertinya tidak akan lama juga” rencana tersebut memang sempat tertunda karena beberapa alasan dan tidak mungkin dirinya menceritakan kepada orang tuanya sebab itu adalah privasi sahabatnya
“semoga tetap lancar sampai hari H ya “ Anne tetap mendoakan yang terbaik untuk sahabat putrinya
“nanti ke kampus jam berapa sweety “ Anes ingin tahu jadwal putrinya
“agak siangan Dad” balas Riley
“semoga harimu lancar Sweety “ Anes selalu mendoakan hari-hari putrinya berjalan dengan lancar dan tanpa ada hambatan sama sekali
“Thanks Dad” balas Riley dengan senyum tipisnya
*
*
*
Riley memarkirkan mobilnya di parkiran yang biasa ia gunakan saat di kampus, turun dari mobilnya ia segera mencari keberadaan teman-temannya
“Ruby” Riley melambaikan tangannya ke arah Ruby yang nampak asyik memainkan ponselnya di area depan gedung perkuliahannya
Ruby menengok ke arah Riley dan ikut melambaikan tangannya ke arah Riley “kemari Riley “panggil Ruby dengan suara riangnya
Riley segera berlari ke arah Ruby dan memberikan pelukan singkat “yang lainnya mana “ Riley belum melihat ketiga sahabatnya yang lain
“mungkin bentar lagi mereka datang “dirinya juga belum melihat ketiga temannya yang lain
Dan benar saja tak lama kemudian, para sahabat Riley yang lain datang dan langsung menyapa Riley dan Ruby “kok baru sampai Gracelyn “wajar saja Riley bertanya kenapa Gracelyn baru datang karena biasanya Gracelyn lah yang datang paling awal ke kampus
“inginnya sih datang lebih awal “ Gracelyn melirik ke arah Kinsey “tapi adik iparku yang satu ini rada ngeselin dan lelet “ Gracelyn berkata sinis ke arah Kinsey yang nampak tak masalah sama sekali dengan ocehannya
“yang penting kan tidak telat “menurutnya tetap datang dan tidak terlambat saja, terlalu pagi datang juga buat apa
Riley menoleh ke arah Isla yang dari tadi memajukan bibirnya beberapa centi “itu kenapa mulut maju begitu, mau aku ikat apa “tawar Riley dengan membuat gerakan akan mengikat sesuatu
Isla merotasikan matanya dengan kesal “jangan bikin aku tambah kesal deh“ ketus Isla pada sahabat yang menambah kesal dirinya
“kenapa, kamu gak di bawakan mobil lagi sama orang tua kamu “ Riley cukup tahu kebiasaan Isla yang suka kesal jika tidak di izinkan membawa mobil sendiri ke kampus
“di izinin, tapi mobilku di bawa kakakku katanya mobilnya di bengkel “ kalau mobilnya di bawa kakaknya itu artinya ia harus pulang sendiri menggunakan taksi
“ya sudah sih Isla, kamu tinggal pulang bareng sama orang di antara kita “ ngapa juga pusing saat teman-temannya yang lain pada punya mobil semua
“iya juga “Isla langsung terkekeh “aku lupa kalau kalian punya mobil sendiri-sendiri “ ujar Isla dengan wajah polosnya
“kami sahabat kamu, jadi pasti akan selalu ada untukmu “ ucap Ruby
“ih senangnya “ Isla mengajak ketiga sahabatnya untuk berpelukan dan tentu ketiganya menerima dengan senang hati
“kenapa giliran berpelukan, aku selalu di tinggalkan” Kinsey kesal sendiri dengan teman-temannya yang selalu mengabaikan dirinya saat berpelukan bersama
Gracelyn menatap sinis ke arah Kinsey “jangan banyak tingkah ya Kinsey “ peringat Gracelyn dengan tegas
“iya sih “Kinsey jadi ngeri sendiri melihat tatapan mata Gracelyn " lama -lama kamu mirip kakakku " gumam Kinsey dengan suara lirih
“oh iya Gracelyn, nanti kamu pulangnya di jemput sopir rumah ya, aku harus ke kantor setelah kuliah nanti “ Kinsey ada rencana langsung ke kantor setelah dari kampus jadi tidak bisa mengantar Gracelyn pulang
“iya Kinsey “ Gracelyn tidak masalah juga jika harus di jemput sopir, orang jalan kaki saja dia masih bisa kalau-kalau tidak ada yang bisa menjemputnya ke kampus, kan rumahnya dekat dengan kampus
“kamu sekarang makin sibuk saja Kinsey “ Riley heran kenapa sekarang Kinsey jadi sibuk ke kantor hampir setiap hari
“kak Kendrick kan lagi sibuk di Belanda jadi untuk perusahaan yang di Kanada ya aku yang handel, dan kebetulan di kantor ada banyak pekerjaan “ risiko punya banyak perusahaan di beberapa wilayah negara ya seperti ini, terlalu banyak sampai kadang bingung harus mendahulukan yang mana, dan itu yang di rasakan oleh Kendrick yang harus sering bepergian ke beberapa negara untuk mengurus perusahaan keluarga
“eh eh eh...” Ruby mengode teman-temannya untuk fokus padanya “kok sekarang aku jarang lihat Theresia sih, bukannya waktu itu dia sering datang buat ganggu Gracelyn ya “ Ruby bertanya-tanya kemana Theresia sekarang, kenapa jadi jarang kelihatan
“iya juga “sahut Isla dengan cepat “apa dia sudah dapat pencerahan “ lebih ke bertanya pada dirinya sendiri sih ketimbang bertanya pada orang lain
“sudahlah jangan terlalu memikirkan orang tidak penting “Gracelyn tidak ingin membahas hal yang menurutnya tidak penting “tujuannya adalah mendapatkan suamiku dan aku tidak akan pernah membiarkan itu “ Gracelyn mengepalkan satu tangannya “suamiku sudah terlalu kuat aku genggam “cicit Gracelyn dengan tawa renyahnya
Usai perkuliahan selesai, kini tinggal Riley dan Isla saja yang tertinggal di kantin kampus, sedang untuk Gracelyn tentu saja dia sibuk di perpustakaan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, sedang Kinsey ya jelas ke kantor karena sudah cerita tadi, dan untuk Ruby, entahlah dia kemana, mereka berdua tidak tahu, sekarang-sekarang ini Ruby terlihat sibuk sendiri dan entah apa yang sedang di kerjakan olehnya
“Isla ..” Riley menepuk lengan Isla beberapa kali “nanti temenin aku sebentar ya “ pinta Riley dengan suara heboh
Isla masih nampak asyik menyeruput minumannya, tak begitu peduli dengan kehebohan temannya “kemana “ tanya Isla setengah malas
Riley menunjukkan layar ponselnya pada Isla “memergoki orang selingkuh” di layar ponsel Riley terpampang sebuah punggung seorang pria yang Isla yakini adalah kekasih baru Riley, sedang memeluk pinggang seorang wanita dengan begitu posesif
Isla menghela nafas panjang “ini sudah pacar yang ke berapa Riley “ heran sekali dengan sahabatnya yang berkali-kali pacaran dan berkali-kali putus juga
Riley nampak berpikir “aku susah ingatnya, yang aku ingat ini pacar ketigaku di bulan ini” jawab Riley dengan begitu santai
“ya ampun Riley “kaget sekali Isla dengarnya “kamu pacaran apa ajang koleksi pacar sih“ heran sekali dengan Riley yang begitu cepat berganti pacar, sudah seperti ganti baju saja
“inginnya sih punya pacaran yang beneran tapi bagaimana kalau dia tidak sesuai ekspektasiku ” Riley memang benar-benar berniatan pacaran yang serius, tapi entah kenapa selalu ada yang membuatnya tidak suka dan tidak puas dengan pacarnya jadi jalan satu-satunya ya putus dan agar tidak patah hati ya cari pacar lagi “aku juga tidak mau di selingkuhi atau di manfaatkan saja” ungkap Riley apa adanya
“terserah kamu saja Riley “percuma menasehati sahabatnya itu, sekarang bilang menyesal pacaran, tapi tahunya sudah punya pacar lagi besoknya
***
Riley dan Isla datang mengunjungi salah satu hotel ternama di Kanada “ini tidak salah kita ke sini Riley “Isla ngeri sendiri karena Riley mengajaknya main ke hotel, mana mereka berdua itu perempuan pula
“kan aku sudah bilang mau mempergoki orang selingkuh “ Riley menarik paksa tangan Isla untuk terus menemaninya karena jujur saja ia juga takut datang ke hotel seorang diri
Riley langsung bertanya pada resepsionis yang sudah ia bayar karena hotel itu memang milik suami sahabatnya, mengatasnamakan pemilik tentu membuat jalan Riley makin mudah untuk mendapat kunci kamar pacarnya yang katanya sedang bersama wanita yang entah siapa
“kamu tidak salah pakai nama Gracelyn untuk bisa dapat kunci kamar pacar kamu“ Isla heran sendiri dengan Riley yang bisa seenteng itu menggunakan nama Gracelyn untuk mendapatkan kunci kamar pacar Riley
“Gracelyn tidak akan marah pada kita kalau kita pakai namanya untuk kebaikan“ ujar Riley dengan santai
“Gracelyn memang gak akan marah tapi memang kamu gak takut sama suaminya” Gracelyn sih memang baik tapi suami Gracelyn, Isla tidak yakin, wajah Kendrick terlalu menyeramkan dan membuatnya ketakutan setiap melihatnya
“soal itu nanti saja kita pikirinnya “ Riley berjalan cepat ke arah lift dan menekan nomor lantai tempat kamar pacarnya berada
“pokoknya kamu yang tanggung Riley, aku gak mau di seret-seret akibat ulah kamu “ Isla tidak ingin menanggung perbuatan temannya jika sampai ketahuan suami Gracelyn nantinya
"iya, tenang saja" Riley juga cukup tahu diri untuk tidak melibatkan temannya untuk persoalan yang ia buat
*
*
*
Sampai di depan pintu Riley menghela nafas panjang dan langsung membuka pintu dengan kunci akses yang ia punya, dan benar saja ia langsung di suguhi dengan pemandangan 21++ yang begitu panas dan menjijikan
Isla yang kaget langsung berbalik dan menutup mata sedang Riley langsung menekan menu rekam video untuk merekam adegan tak senonoh kekasihnya, durasi yang di ambil hanya 30 detik saja, tapi itu sudah cukup mampu menangkap inti perselingkuhan kekasihnya
Di rasa cukup dengan bukti yang ia butuhkan, Riley langsung mengajak Isla untuk keluar, tak ingin mengganggu sesi percintaan panas orang lain yang bisa membuatnya mual dan tidak bisa makan karenanya “ayo pergi Isla “ajak Riley untuk segera keluar dari kamar pria yang akan jadi mantan kekasihnya
“kita keluar begitu saja “ pikir Isla, Riley akan memberikan drama mengamuk setelah di selingkuhi, makanya dia takut kena marah suami Gracelyn jika membuat keributan di hotel milik suami sahabatnya tapi ini kok cuma begini saja, tidak ada ajang ribut membuat segalanya terasa ada yang kurang
“malas amat ngamuk sama pria yang tidak berkelas “ Riley mengambil secarik kertas dan menuliskan pesan untuk kekasih yang mulai detik itu menjadi mantan kekasihnya “bukti sudah di dapat jadi tidak akan ada drama penyangkalan, aku juga memberikan pesan putus untuk Richard “ Riley dorong kertas yang ia tulis masuk ke dalam kamar Richard agar Richard bisa membacanya nanti saat akan keluar kamar
“Cuma begitu saja “ kenapa rasanya terlalu mudah jika tak ada keributan saat mendapati sang kekasih selingkuh
“aku bukan sekali dua kali berpacaran Isla, dan aku tidak mau membuang tenagaku untuk memarahinya, toh belum lama ini pacarannya, dan aku juga tidak sampai jauh berhubungan dengannya jadi ya sudahlah, anggap saja itu memori kurang enak untuk di ingat saja “Riley melenggang pergi dengan santai membuat Isla hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah absurd sahabatnya
Isla benar-benar takjub dengan sikap Riley “bisa sesantai itu ya hidupnya, itu pacarnya loh yang selingkuh “ kenapa bisa sesantai itu Riley menyikapi jalan hidupnya
Isla mengejar langkah Riley yang makin menjauh “kamu beneran tidak mau melabrak mereka “Isla mengambil ponselnya “sudah siap live di tok tok ini, kali saja aku aku makin banyak pengunjungnya dan uang jajanku bisa tambah “ ucap Isla dengan santainya
“ya ampun Isla “ Riley pukul kepala Isla membuat Isla mengaduh sakit “uang jajan kamu kurang apa, mau aku bantu minta sama kakak-kakakmu itu “ Riley menawarkan bantuan untuk meminta uang jajan tambahan
“tidak perlu “Isla jelas langsung menolak tawaran Riley “kakakku sudah cukup banyak kasih aku uang jajan, rekeningku sampai ada 4 karena orang tuaku juga sudah kasih rekening tersendiri untukku, dan aku harus menghafal hari apa saja untuk memakai kartu yang aku punya agar kakak-kakakku dan orang tuaku tidak ngambek karena merasa tidak di anggap jika aku tidak memakai uang jajan dari mereka “ Isla jarang banget pakai uang, secara setiap jalan seringnya di bayarin Gracelyn atau Riley jadi Isla harus memutar otak untuk memakai uang dari kakaknya
“ya sudah kita ke tempat karaoke ya “ Riley akan memanfaatkan kebaikan Isla kali ini “lumayan bisa minta kamu bayarin ke tempat karaoke “ ajakan Riley bukan seperti ajakan tapi lebih ke pemaksaan
“jangan ke tempat karaoke yang ada bar nya, kakakku bisa membunuhku “peringat Isla akan karaoke yang di pilih haruslah tempat karaoke yang aman untuk seorang wanita baik-baik seperti mereka
“oke” Riley juga tidak mau ambil risiko di marahi kakak-kakak Isla, yang mana itu bisa membuat kepalanya pening dengan suara dua kakak laki-laki Isla yang begitu protektif pada Isla
Jika Riley mendeklarasikan putus dari sang kekasih maka berbeda dengan sosok pria yang kini sedang merayakan hari jadi dengan sang kekasih di tempat yang akan di jadikan tempat sang kekasih menempuh pendidikannya selama beberapa tahun ke depan
“selamat hari jadi yang pertama kita Lusiana “ Prince memberikan buket bunga besar pada Lusiana, tak lupa juga hadiah mewah yang sudah Prince siapkan untuk merayakan hari jadi pertama mereka
Lusiana langsung memeluk Prince “terima kasih hadiahnya ya kak, dan maaf aku tidak bisa pulang sampai kakak yang harus bela-belain datang kemari “ ucap Lusiana penuh sesal
“tidak masalah Lusiana, kamu kan memang sedang menempuh pendidikan, nanti tinggal kamu ganti dengan masa liburanmu berikutnya “ Prince mencoba mengerti kesibukan Lusiana yang masih dalam masa penyesuaian diri di negara asing untuk menempuh pendidikan high school yang harus pindah karena impian Lusiana yang ingin jadi seorang Desainer mengharuskan ia memilih sekolah yang mendukung impiannya bisa lebih mudah tercapai
Prince melerai pelukannya “bagaimana dengan tempat tinggalmu, nyaman kan, atau mau kakak bantu pindah dan cari tempat yang lebih nyaman “ Prince ingin memastikan tempat sang kekasih nyaman untuk di tinggali biarpun ia tidak bisa selalu bersama Lusiana
“aku sudah cukup nyaman di tempat yang sekarang jadi santai saja kak “ Lusiana tidak ingin Prince repot dengannya, toh tempat yang di tinggali sekarang sudah cukup baik
Prince Neo Oliver adalah anak pertama dari pasangan Neva Paradina Kallandra dan Keano Neo Oliver yang kini sudah menginjak usia 25 tahun sedang merayakan hari jadi resminya hubungan pacaran yang pertama, kisah asmara yang ia usahakan kejar selama 3 bulan lamanya dan berujung manis dengan Lusiana menerima cintanya satu tahun lalu
Di awal kisah asmara mereka, semua berujung manis, sampai saat Lusiana mendapat rapot kenaikan kelasnya berbarengan dengan tawaran pertukaran siswa dan Lusiana yang memang cukup berprestasi tentu mendapatkan tawaran pertama dan Lusiana yang memang memiliki impian sebagai Desainer, langsung menerima tawaran tersebut karena sekolah yang dia ajak bekerja sama dengan sekolah Lusiana adalah sekolah elit di Paris yang mana itu bisa sangat membantunya mengejar impian
Prince di awal mendengar kabar kepindahan sekolah Lusiana tentu kaget tapi Prince juga tidak ingin menghalangi mimpi Lusiana sehingga Prince mengikhlaskan hubungan mereka berlangsung jarak jauh seperti sekarang, toh sekarang jaringan komunikasi cukup mudah di gunakan dan ia maupun Lusiana bisa bergantian untuk datang jika sedang rindu apalagi kedua keluarga mendukung hubungan mereka, definisi hubungan setara dan sangat mulus tanpa hambatan, pasangan setara, baik dari segi prestasi maupun paras
“tapi ingat janji kamu Lusiana, setelah kamu mulai berkuliah di tahun depan, kita akan bertunangan dan saat lulus nanti kita menikah “ Prince ingatkan kembali janji Lusiana ketika ia mengizinkan Lusiana untuk lanjut sekolah di Paris dan membuat mereka pacaran jarak jauh saat masih baru-barunya berpacaran
“tentu kak, aku pasti mengingatnya, aku kan cinta banget sama kamu “ balas Lusiana dengan senyum tipisnya, senyum yang membuat Prince jatuh hati pada sosok cantik Lusiana Adiwangsa yang saat itu tidak sengaja ia temui saat menjemput adiknya di tempat les yang sama dengan tempat les Lusiana
“oh iya Lusiana, besok kakak harus ke Kanada untuk bahas pekerjaan jadi mungkin kakak tidak akan bisa menemanimu sampai malam karena ada beberapa hal yang harus kakak persiapkan untuk membahas pekerjaan di sana “ beritahu Prince
“iya kak, aku mengerti kalau kakak sibuk “ Lusiana tentu cukup tahu pekerjaan kekasihnya yang bisa di bilang cukup sibuk karena Prince adalah seorang CEO dan penerus perusahaan ayah Prince yang ada di Indonesia, negara asal kedua orang tuanya
“terima kasih Lusiana” Prince kembali memeluk Lusiana dengan memberikan kecupan hangat di kening Lusiana
***
Sampai di hotel tempat Prince menginap, Prince benar-benar mengerjakan pekerjaan yang di amanatkan sang ayah untuk ia kerjakan di Kanada, kerja sama yang ia jalin dengan perusahaan milik keluarga Ontario Robert yang sekarang di pegang oleh Kendrick Neo Oliver sepupunya
Masih sibuk mengecek pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama salah satu sepupunya yaitu Kinsey “kenapa Kinsey nelpon aku “ rasanya tumben sekali sepupunya yang satu itu menelepon, dengan segera Prince mengangkat panggilan Kinsey
“halo Kinsey, ada apa “ tanya Prince saat mengangkat panggilan dari sepupunya itu
“halo Prince, ini aku tadi dapat telpon dari kak Kendrick kalau kamu katanya mau datang untuk bahas kerja sama dengan perusahaan kakekku ya “ Kinsey lasngung bertanya mengenai tujuan Prince yang akan datang ke Kanada
“iya, ada apa “ Prince heran kenapa Kinsey bertanya mengenai hal ini
“kakakku sedang ada pekerjaan di Belanda, makanya perusahaan yang di Kanada aku yang pegang untuk sekarang, kak Kendrick tugasin aku buat bahas kerja sama dari kamu jadi nanti bisa kirim email tentang proposal perusahaan kamu ke aku saja karena aku yang akan mengeceknya sebelum kita bahas pas kamu datang kemari“ jelas Kinsey akan maksudnya menelepon Prince
“wah sekarang sudah mulai turun langsung di perusahaan “Prince cukup kagum mendengar sepupunya sudah mulai terjun di perusahaan di usianya yang masih menginjak 18 tahun, padahal dirinya dulu mulai bekerja di perusahaan yang saat akan lulus yaitu usia 21 tahun
“ya mau bagaimana lagi, tujuan Daddy mengirim aku kuliah di sini ya untuk belajar bisnis karena perusahaan N.O Company jelas akan pindah ke tanganku, secara kak Kendrick sudah pegang perusahaan yang di Belanda dan Kanada, kedua kakakku yang lain maunya di kedokteran saja dan tidak mau turun ke dunia bisnis, terpaksa aku yang anak bungsu jadi korban “ risiko punya perusahaan banyak ya begitu, kakak pertama kewalahan maka adiknya ikut membantu dong
“ini proposalnya sedang aku cek lagi, takut ada yang kurang, nanti setelah selesai akan aku kirim padamu “ ucap Prince
“kasih tahu jadwal penerbanganmu Prince biar aku bisa minta orang untuk jemput kamu di bandara, kamu datang sendiri atau dengan Rasya asistenmu “ Kinsey ingin memastikan dengan siapa Prince datang agar Kinsey bisa mempersiapkan sambutannya dengan baik saat Prince sampai di Kanada
“kali ini aku datang sendiri karena aku menyempatkan mampir dulu ke Paris sebelum ke tempatmu, tapi nanti Rasya tetap menyusul setelah aku sampai di Kanada “ datangnya memang sendirian, tapi setelah Prince sampai nanti Rasya pasti akan menyusul dirinya ke Kanada
“oke kalau begitu , sampai jumpa di Kanada, Prince “ Kinsey segera mengakhiri panggilannyasetelah di rasa sudah membahas hal yang di perlukan
Rasanya begitu terkejut sepupunya sudah mulai memegang urusan penting perushaan di usia yang terbilang masih muda “aku kalah sama bocah itu “Prince terkekeh dan kembali melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan bisa ia kirimkan pada Kinsey untuk di periksa
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!