Indonesia
NovelToon NovelToon

Be The Antagonist'S Wife

Dongeng yang nyata

Di sebuah kamar yang begitu luas, seorang gadis terbaring pulas di atas ranjang megah. Cahaya matahari yang menembus tirai tipis perlahan membuat kelopak matanya bergetar. Dengan malas, ia membuka mata, membiarkan cahaya itu masuk dan menusuk retinanya.

Kasur empuk yang menopang tubuhnya terasa asing. Terasa nyaman. Gadis itu mengerutkan dahi.

"Sejak kapan kasurku senyaman ini?”

Biasanya, setiap bangun tidur ia harus menahan pegal di punggung karena kasurnya tipis dan sudah usang. Tapi kali ini berbeda.

Pelan-pelan ia bangun, lalu memandang sekeliling. Kamar luas dengan dinding bercat putih elegan, perabotan mewah berkilau, dan aroma harum samar yang menenangkan. Jelas sekali, ini bukan kamarnya. Kamar aslinya hanya berisi kasur sederhana.

Gadis itu bernama, Selin. dari keluarga sederhana. Ibunya bekerja banting tulang di rumah makan, sementara ayahnya meninggalkan mereka demi menikahi wanita lain. Setelah tamat sekolah, ibunya berkali-kali memintanya kuliah, tapi Selin memilih bekerja. Ia tak tega melihat ibunya sendirian menanggung beban.

Kini, di ruangan asing ini, pandangannya jatuh pada sebuah foto di atas meja. Seorang wanita cantik nan anggun tersenyum dari balik bingkai. Saking cantiknya, Selin yang sesama perempuan saja sempat terpesona.

“Apa ini pemilik kamar ini? Tapibkenapa aku ada di sini?”

Ingatannya kembali pada malam sebelumnya, ia sedang membaca novel sebelum akhirnya terjatuh saat ingin mengambil minum, lalu pingsan. Namun, ketika membuka mata, ia terjebak di sini.

“Mungkin aku mimpi?”

Selin mencubit lengannya.

“Awh!” serunya lirih. Kulit putihnya memerah.

“Sakit, berarti ini bukan mimpi.”

Tunggu, sejak kapan kulitnya bisa semulus ini? Tangannya terlihat lentik, kukunya rapi berkilau. Panik, ia berlari ke cermin besar di sudut kamar. Sosok yang terpantul di sana membuatnya terdiam.

Seorang wanita cantik berwajah menawan, tubuh langsing, benar-benar bak seorang model. Bayangan itu bergerak persis mengikuti geraknya.

“Ini... perempuan di foto tadi? Aku masuk ke tubuhnya? Yang benar saja?”

Jantung Selin berdegup kencang. Ia pikir hal seperti ini hanya ada di novel. Tapi nyatanya, ia sedang mengalaminya.

Tangannya bergetar saat mengambil ponsel di nakas. Untungnya layar terbuka dengan sidik jari. Wallpaper-nya menampilkan si pemilik tubuh bersama seorang pria tampan dengan senyum bahagia.

“Jadi... ini pacarnya?” gumam Selin.

Ia membuka galeri, penuh dengan foto wanita itu, dan sebuah album bertuliskan “My Love” isinya foto pria yang sama. Gadis ini jelas bucin.

Selin lalu membuka aplikasi pesan. Chat yang dipin tertera nama lelaki tadi. Pesan-pesannya dipenuhi kata rindu yang lebay menurut Selin, yang bahkan belum pernah merasakan cinta.

Tapi yang lebih mengejutkan adalah pesan dari... Mama.

"Sayang, mama mau bayar cicilan rumah sama mobil"

"Mama juga harus bayar arisan"

"Kenapa kamu belum ngirim mama uang?"

"Sekarang udah lewat dari tanggalnya."

"San..."

"Sandra?"

"Cassandra!!!"

"Kamu kemana haaa?!"

"Anak sialan!"

"Pokoknya uang itu harus dikirim hari ini! Kalau nggak, mama nggak akan restuin kamu sama pemuda kere itu!"

Selin tercekat. Ia mengusap dadanya, merasa sesak membaca kata-kata kasar itu. Jadi nama pemilik tubuh ini adalah Cassandra.

Nama itu... terdengar familiar. Selin merenung, lalu terbelalak.

“Cassandra?! Bukannya itu nama istri antagonis di novel yang aku baca semalam?!”gumamnya.

Ia menggeleng cepat. “Nggak mungkin, pasti cuma kebetulan. Nama Cassandra kan banyak.”

Tiba-tiba, sebuah notifikasi masuk. Sebuah bukti transfer?

Mata Selin membesar. Nominalnya luar biasa. bahkan cukup untuk membeli rumah dan mobil sekaligus.

“Siapa yang kirim uang sebanyak ini?”

Darah Selin terasa membeku saat melihat nama pengirimnya. Georgio Cassano? Ia kenal nama itu. Georgio adalah tokoh antagonis di novel MINE.

“Tidak mungkin, ini bukan kebetulan lagi.”

Dengan panik, ia membuka media sosial dan mencari nama lain Jordan Garfield Immanuel.

Muncul foto pria tegap, berwajah tegas namun menawan. protagonis utama novel itu. Di sisinya, seorang wanita lembut nan anggun, Annabella Veronica. Mereka tampak sempurna bersama.

Selin menelan ludah. Kata-katanya semalam terngiang-ngiang.

"Cassandra bodoh banget sih. Udah dapet suami ganteng, tajir, eh malah selingkuh. Kalau aku jadi dia, aku bakal bikin Georgio cinta sama aku, sampai dia lupa sama Annabella!"

Ia terdiam, tubuhnya gemetar. Ucapannya itu kini menjadi kenyataan. Kenapa harus begini? Rasanya Selin belum bisa percaya dengan semua ini. Selin memilih tidur kembali, mana tau dia kembali lagi ke dunia asalnya.

Novel Mine

Annabella adalah gadis manis, ceria, dan penuh pesona. Kehadirannya selalu menjadi cahaya di manapun ia berada. Pada pesta ulang tahun perusahaan besar milik Adrian Immanuel, Annabella hadir sebagai tamu undangan. Malam itu pula, Jordan Immanuel putra sulung Adrian, jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya.

Namun, hatinya tercekat ketika Georgio, saudara tiri sekaligus rival lamanya, memperkenalkan Annabella sebagai kekasihnya.

Sejak kecil, Jordan memendam kebencian pada Georgio. Bukan semata karena iri, tetapi karena luka yang diwariskan keluarganya. Jordan selalu merasa ibunya tersingkir oleh ibu Georgio, perempuan yang dianggap merebut kasih sayang ayahnya. Ayahnya, Adrian, lebih sering menghabiskan waktu dengan keluarga barunya daripada bersamanya. Luka itu tumbuh menjadi iri, lalu berubah menjadi kebencian pada Georgio yang selalu tampak bahagia di sisi sang ayah.

Ketika akhirnya Jordan pindah ke rumah besar keluarga Immanuel, ia tidak pernah benar-benar menerima Georgio. Diam-diam, ia menghasut ayahnya, membuat Georgio terlihat buruk di mata keluarga. Bagi Jordan, cukup sudah Georgio menikmati kasih sayang yang harusnya menjadi miliknya.

Saat sekolah menengah atas, tekanan itu membuat Georgio tak tahan lagi. Ia memilih meninggalkan rumah dan hidup mandiri. Ia bahkan menanggalkan nama "Immanuel" dari dirinya, dan memilih memakai marga ibunya. Dari sanalah ia membangun hidupnya sendiri, jauh dari bayang-bayang ayahnya.

Di kampus, ia bertemu Annabella, junior yang manis, polos, dan penuh kebaikan hati. Georgio jatuh cinta padanya, dan hubungan mereka tumbuh tulus tanpa campur tangan siapa pun. Dua tahun kebersamaan membuat Georgio yakin, Annabella adalah rumahnya.

Namun, kehadiran Annabella justru membuat api kebencian Jordan semakin menyala. Ia tak bisa menerima kenyataan bahwa Georgio, yang selama ini dibencinya, mendapatkan gadis yang juga menjadi incarannya.

Jordan pun mulai menyusun rencana. Baginya, Annabella bukan sekadar cinta, ia adalah lambang kemenangan, sekaligus cara paling kejam untuk menghancurkan Georgio.

Dengan kekuasaan keluarga Immanuel di tangannya, Jordan mengancam Annabella, jika ia menolak menikah dengannya, perusahaan kecil milik keluarga Annabella akan hancur dalam sekejap.

Annabella terpaksa mengakhiri hubungannya dengan Georgio. Hatinya hancur, namun ia tak bisa melawan kekuasaan Jordan. Tidak lama, Annabella akhirnya menikah dengan Jordan.

Kabar itu membuat Georgio terpukul. Amarahnya semakin menjadi ketika ia tahu ayahnya, Adrian, lebih membela Jordan daripada dirinya. Bahkan, Adrian mengatur pernikahannya dengan Cassandra, seorang wanita dari keluarga sedikit berpengaruh, ayah adalah pengusaha sukses. Semua itu atas saran Jordan, yang takut Georgio akan kembali merebut Annabella.

Georgio mencoba menolak, ia memohon, namun ayahnya mengacuhkannya. Rasa sakit itu berubah menjadi tekad, jika cinta dan kebahagiaannya direnggut, maka ia akan mengambil alih segalanya.

Dari nol, Georgio mulai membangun perusahaannya sendiri. Ia bekerja keras, menggali kekuatan dari sakit hati yang tak pernah sembuh. Perlahan, ia bangkit, menjadi sosok yang disegani di dunia bisnis.

Namun, di balik ambisinya, ada dendam yang terus membara.

Georgio hanya menunggu waktu untuk mengembalikan semua luka yang pernah ia terima, kepada ayahnya, kepada Jordan, dan kepada keluarga Immanuel.

Dan ketika waktunya tiba, satu per satu topeng akan jatuh. Termasuk milik Jordan, yang cintanya pada Annabella ternyata bukan cinta sejati, melainkan obsesi beracun yang perlahan melukai gadis itu.

...★★★...

Suara ketukan pintu terdengar pelan. Selin atau tepatnya Cassandra, terperanjat. Jantungnya berdegup kencang ketika pintu kamar terbuka, menampakkan sosok pria tinggi dengan wajah tegas.

Dengan setelan jas yang masih melekat rapi, ia tampak gagah sekaligus dingin. Tatapannya tajam, tapi ketika jatuh ke arah Cassandra, ada semburat kelembutan yang samar, atau mungkin Selin hanya berhalusinasi.

“Sudah bangun?” suaranya berat, rendah, dan entah kenapa membuat dada Selin berdebar.

Selin berusaha tetap tenang. “I-ya.”

Georgio menatapnya sejenak, lalu masuk tanpa permisi lebih lanjut. Ia meletakkan tas kerjanya di sofa, lalu melepas dasi dengan gerakan yang santai, seolah ruangan itu sepenuhnya miliknya.

Selin mematung, bingung harus berkata apa.

Lalu Georgio berbicara. “Mama kamu telepon lagi? Wajahmu kelihatan muram.”

Nada suaranya terdengar peduli?

Selin menelan ludah. “Ya, aku lelah.”

Georgio mendekat, dan tanpa diduga ia menyentuh dagu Cassandra dengan lembut, mengangkat wajahnya agar mata mereka bertemu. “Kalau lelah, berhentilah memikirkan hal yang tidak penting.”

Panas menjalari pipi Selin. Ia buru-buru menepis tangan Georgio. Bukan karena terbawa perasaan, Selin tentu kaget pertama kali bertemu seorang Georgio yang ternyata sangat diluar ekspektasi nya. Dia sangat tampan melebihi songkang, aktor korea kesukaan nya. Oke itu lebay.

“Aku bisa urus diriku sendiri.”

Sekilas, kilatan emosi melintas di mata Georgio. Namun ia hanya tersenyum tipis. Senyum yang dingin “Seperti biasanya. Kamu memang keras kepala.”

Selin menggertakkan gigi, mencoba mengimbangi peran Cassandra yang ia tahu dari novel, wanita yang sering bersikap sinis pada suaminya meski jelas-jelas ia bergantung pada kemewahan yang diberi Georgio.

“Kalau aku keras kepala, itu karena aku tidak suka di atur,” ucap Selin ketus.

Georgio tertawa kecil, hampir terdengar mengejek. Ia lalu duduk di tepi ranjang, jarak mereka hanya sejengkal. “Sayangnya, Cassandra, kamu sudah lama bukan hanya hidup untuk dirimu sendiri. Dan kamu tau itu.”

Selin tercekat. Kata-kata itu terasa menusuk, seolah Georgio sedang berbicara pada Cassandra asli, yang mungkin memang menikah demi uang, demi status, demi ibunya yang tamak. Tapi Selin rasa juga tidak. Bukannya ayah Cassandra orang kaya?

Namun, di mata pelayan yang kebetulan melintas di depan kamar, pasangan itu tampak begitu intim. Sang suami duduk dekat istrinya, berbicara dengan nada rendah, seakan penuh perhatian. Sang istri tampak menunduk malu-malu. Gambaran sempurna rumah tangga bahagia.

Padahal, di balik pintu, ada perang dingin yang tak terlihat.

Georgio tiba-tiba berdiri, meraih jasnya kembali. “Aku ada rapat. Jangan tidur terlalu larut. Wajahmu pucat.”

Sebelum pergi, ia berhenti sejenak di depan pintu. Suaranya terdengar berat, hampir seperti bisikan.

“Kamu tau kan, Cassandra, aku tidak akan pernah melepaskan mu.”Ucapnya lalu menghilang bersama dengan pintu yang tertutup rapat.

Selin terdiam, tubuhnya gemetar. Ia tak tahu, apakah itu ancaman… atau pengakuan cinta? Untuk pengakuan cinta, Selin merasa itu tidak mungkin. Jelas di dalam novel, Georgio masih mencintai Annabella, mantan pacarnya.

Lalu, apa maksud dari tindakan suami Cassandra ini?

Istri yang berbeda

Georgio Cassano berdiri dengan jas hitamnya, tatapannya dingin seperti biasa. Setiap kali dia pulang, Cassandra biasanya sibuk dengan dunianya sendiri. pesta, perhiasan, atau diam-diam menemui pria lain. Itulah sebabnya, Georgio jarang menaruh perhatian pada istrinya.

Namun malam itu berbeda. Cassandra yang dilihatnya sekarang menatapnya penuh kelembutan, tidak seperti biasanya.

“Kenapa menatapku begitu?” Georgio membuka suara.

Cassanda tersenyum tipis. “Karena aku tau kamu lelah kan?"

Sejenak, sorot mata pria itu goyah. Biasanya, Cassandra akan mengomel atau menyindirnya setiap kali ia pulang larut malam. Tapi kali ini, tidak ada celaan.

“Lelah?” Georgio menyipitkan mata. “Kamu tidak pernah peduli sebelumnya. Apa ini permainan baru?”

Selin menghela napas. Dalam hati ia sadar, reputasi Cassandra memang buruk. Baginya, itu kesempatan untuk membuktikan perubahan. Ia mendekat, lalu tanpa banyak kata, menyodorkan segelas air putih yang sebelumnya ia siapkan.

“Minumlah dulu,” ucapnya pelan. “Kamu butuh istirahat. Aku akan menunggu jika kamu ingin bercerita.”

Georgio menatap lama gelas itu, lalu wajah istrinya. Ada sesuatu yang aneh. Cassandra yang ia kenal tak pernah seperti ini. Namun, rasa haus dan lelah mengalahkan kecurigaannya. Ia menerima gelas itu, meneguknya perlahan.

Hening sejenak.

Tiba-tiba ponsel Georgio berdering. Nama yang muncul di layar membuat rahangnya menegang jordan Immanuel, saudara tiri sekaligus rival bisnisnya, orang yang merebut cinta pertamanya.

Georgio menjawab dengan suara dingin.

“Apa maumu?”

Suara di seberang penuh ejekan.

“Kudengar saham perusahaanmu turun. Jangan bilang Cassano Corp sebentar lagi ambruk. Kalau begitu, kamu bisa saja datang padaku. Siapa tau aku masih berbaik hati menolong.”

Tangannya mengepal. Sorot matanya penuh api kebencian. Namun sebelum Georgio bisa membalas, Cassandra berbicara.

“Georgio,” panggilnya lembut. Georgio menoleh.“Kamu tidak sendiri. Jangan biarkan dia menginjak-injakmu. Aku bersamamu.”

Ucapan itu menghantam Georgio seperti palu. Cassandra, mendukungnya? Bukannya menertawakan atau meremehkan?

Di dalam hati Selin bertekad “Aku akan membuktikan bahwa dia tidak ditakdirkan untuk berakhir tragis. Selama aku ada di sisinya, Georgio akan tau rasanya dicintai.”

Namun Selin juga sadar, perubahan kecil ini pasti akan mengguncang alur asli cerita. Dan setiap perubahan akan membawa konsekuensi baru yang tak terduga.

...★★★...

Selin diam-diam menyelinap ke ruang kerja Georgio. Ia tahu risikonya besar, tapi rasa penasarannya jauh lebih besar. Lagian Georgio sudah pergi ke perusahaan nya sejak pagi tadi.

Ruangan itu rapi, tidak ada kertas berserakan, hanya aroma kopi pahit yang masih menggantung di udara.

Selin membuka laci meja, tangannya sedikit gemetar. Beberapa dokumen perusahaan, paspor, dan sebuah foto.

Foto seorang gadis muda, cantik, dengan senyum lembut.

Di belakangnya ada tulisan kecil dengan tinta hitam, Annabella.

Selin menahan napas. Hatinya tercekat.

“Jadi benar, dia masih menyimpannya.”

Ada rasa kesal saat dia melihat foto itu. Rasa kesal itu bukan untuknya, tapi untuk Cassandra, bagai mana perasaan nya kalau tau suaminya masih mencintai perempuan lain. Ya meski Cassandra sendiri lebih bucin ke selingkuhnya.

Sore harinya, Selin memberanikan diri menanyakan sesuatu pada salah satu pelayan lama, Naya, yang sudah bekerja sejak Georgio baru menikah. Naya juga sering bekerja bolak balik ke rumah besar milik orang tuak Georgio. Untuk itu Naya pasti cukup tau tentang Georgio.

“Kamu Naya?” Naya mengangguk. Selin ingat dia saat Georgio pernah memanggilnya didekat Cassandra. Naya yang terlihat masih berkepala dua itu kebetulan lewat di hadapannya saat menuruni tangga.“kamu kenal Annabella?”

Pelayan itu terdiam sesaat, jelas ragu menjawab.

“Kenapa ibu bertanya?”

Selin tersenyum tipis, meniru gaya Cassandra yang biasanya penuh gengsi. “Hanya penasaran. Kudengar dia sempat dekat dengan suamiku sebelum aku datang.”

Naya menunduk, lalu bicara pelan.

“Bukan sekadar dekat, bu. Tuan muda Georgio sangat mencintai nona Anna. Semua orang tau. Maaf bu, bahkan, ada yang bilang sampai sekarang, hati tuan muda belum bisa benar-benar melepaskannya.”

Cassandra hanya mengangguk, setelah itu langsung melenggang pergi tanpa sepatah kata pun, persis seperti sifat asli Cassandra. Jadi pelayan disana sudah paham seperti apa tabiat Cassandra.

Tidak terasa hari sudah menunjukkan jam delapan malam. Selin duduk termenung di kamar. Ia menggenggam erat selimut sambil menatap kosong.

“Kalau Georgio masih mencintai Annabella, lalu Cassandra? hanya boneka dalam pernikahan ini.”tapi kalau dipikir-pikir Cassandra itu hebat juga, dia pasti tau suaminya masih mengejar mantannya, maka dari itu dia juga selingkuh dibelakang suaminya.

Selin meremas selimut lebih erat.

Ia harus tahu di mana Annabella sekarang. Ia harus tahu seberapa jauh hubungan Georgio dengan gadis itu. Karena hanya dengan begitu, Selin bisa menyiapkan diri entah untuk melawan, atau, untuk bertahan.

Juga dalam hatinya, ada rasa aneh yang muncul.

Bukan sekadar takut kehilangan, tapi rasa tidak rela.

Selin ingin Cassandra diterima oleh Georgio, bagaimana dari awal sebelum masuk ke novel ini, Selin ingin Cassandra mengambil hati Georgio, bukan malah selingkuh yang akhirnya pasti akan berimbas pada dirinya.

Bagaimana pun caranya, Selin harus bisa meluluhkan hati Georgio tanpa gugup. Selin harus berani, seperti Cassandra asli.

Tentang Annabella dan Jordan mereka adalah peran utamanya, jadi Selin harus berusaha membuat cerita ini menjadi happy ending, bukan sad ending.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!