Indonesia
NovelToon NovelToon

Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Bab 1 - Melarikan Diri

"ROSSA !!" pekik Bastian seketika terkejut saat ia masuk ke dalam kamar mandi dan melihat tubuh seorang P S K yang dikenalnya dalam kondisi tergeletak di lantai dan bersimbah da_rah.

Kepala Rossa terlihat berlumuran da_rah diduga karena pukulan sebuah benda. Tak jauh dari tubuh Rossa terdapat botol bir yang pecah menjadi dua bagian dan beberapa pecahan kecil.

Bastian merasa tak asing dengan botol bir tersebut. Seperti botol bir yang sama dengan yang dipegang dan diminumnya semalam.

"Astaga, apa yang terjadi? Apa ada yang membunuhnya?" batin Bastian mendadak kalut melihat kondisi yang terjadi.

Perlahan jari-jemari Bastian menyentuh tangan Rossa untuk mengecek denyut nadi sang P S K.

Deg...

"Ya Tuhan, kenapa nadinya udah gak ada?" gumam Bastian dengan bibir bergetar.

Tak menampik, Bastian mulai dilanda panik di hatinya. Jantungnya pun seketika berdegup kencang.

Bastian memastikan Rossa telah tewas. Selain denyut nadi sudah tak ada, detak jantung dan nafas pun sudah tak ditemukan dalam tubuh wanita itu.

Kepala Bastian rasanya berdentum pusing tak karuan. Efek alkohol semalam yang diminumnya masih sangat terasa hingga pagi ini. Ditambah kematian misterius P S K di depannya ini, menambah daftar kepusingannya.

Beberapa saat yang lalu, dirinya terbangun dari tidurnya. Pakaian Bastian masih lengkap karena memang ia ingat betul bahwa semalam tidak melakukan one night stand dengan siapapun, termasuk Rossa.

Bastian masih memakai pakaian yang sama seperti semalam. Sebab ma_buk berat, ia tak sempat berganti baju dan langsung rebah di atas ranjang.

Bastian hanya melihat sepi di sekelilingnya. Kamar hotel yang sama, di mana sudah ia tempati selama tiga hari di sini.

Namun nasib sial pada hari ketiga. Saat kakinya melangkah ke kamar mandi hendak membersihkan diri, ia justru terkejut menemukan Rossa tewas mengenaskan di kamar mandi pribadi yang ada di dalam kamar inapnya.

Otaknya sedang buntu. Bastian berusaha mengingat kejadian apa saja yang terjadi semalam secara detail, tapi masih tak mampu. Ia benar-benar lupa.

Akan tetapi, satu hal yang pasti dia tidak membunuh Rossa. Memukul atau menampar wanita saja tak pernah dilakukannya apalagi sampai membunuh.

Bastian Fernando Malik (30 tahun) adalah seorang pengusaha sekaligus pengacara cukup ternama. Ada beberapa bidang usaha yang digelutinya baik di Jakarta maupun Surabaya.

Beberapa hari yang lalu, dirinya sedang patas hati hingga membuatnya cukup down. Bastian sengaja tak mengurusi apapun baik hal pribadi, keluarga maupun pekerjaannya.

Selama tiga hari ini, ia hanya istirahat di kamar hotel dan banyak melamun. Malam hari, ia pergi ke klub langganannya untuk melepaskan segala rasa kecewa dan sakit hatinya karena Kirana memilih rujuk kembali bersama Aldo.

Bastian tipe pria yang tak mudah jatuh hati pada seorang wanita. Pria blasteran Indo-Jerman-Spanyol ini pernah punya hubungan pacaran cukup lama yakni selama empat tahun saat masih kuliah di Australia dengan seorang wanita bernama Maura Hadinata.

Hubungan mereka berdua kandas. Alasan utama yang mendasari, karena Bastian tak kunjung memberi kejelasan kapan hubungan mereka selanjutnya hendak diresmikan ke tahap pernikahan.

Akhirnya mereka memilih jalan berpisah dengan fokus pada karir masing-masing. Tanpa Maura atau siapa pun yang tau bahwa kala itu Bastian masih enggan menikah karena bayang-bayang masa lalu pernikahan kedua orang tuanya yang buruk. Trauma masa lalu.

Namun entah mengapa saat bertemu Kirana yang notabene seorang janda dan sudah punya anak, Bastian langsung kepincut alias terpesona. Bahkan ia sampai rela jadi pebin0r secara diam-diam agar Kirana bercerai dari Aldo.

Jatuh cinta atau obsesi ?

Entahlah. Hanya Bastian yang tau isi hatinya sendiri terhadap Kirana.

☘️☘️

"Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan?" keluh Bastian mulai resah.

Akhirnya, ia keluar dari kamar mandi dan segera menghubungi asisten pribadinya bernama Alex. Asistennya tersebut sehari-hari berada di Jakarta untuk membantu dirinya mengurus kantornya yang bergerak di bidang properti dan kelapa sawit.

Perusahaan tersebut adalah warisan dari ayah kandung Bastian yang bernama Suryawan Malik. Ayah kandung Bastian masih hidup dan sudah memliki keluarga baru.

Ya, kedua orang tua Bastian bercerai. Perceraian itu terjadi saat Bastian masih berusia lima belas tahun.

Ibu kandung Bastian bernama Elsa Lopez. Sejak bercerai hingga detik ini, Elsa masih berstatus janda dan belum menikah lagi. Ia memutuskan menjadi single mom dengan bekerja dan mengembangkan usahanya sendiri serta membesarkan Bastian, putra semata wayangnya.

Elsa punya sebuah butik pakaian cukup ternama di Jakarta. Selama ini Elsa hidup dan menetap di Jakarta. Hubungan Bastian dan Elsa sangat dekat.

Namun sebaliknya, hubungan Bastian dengan sang ayah, kurang harmonis. Terlebih sejak ayahnya menikah lagi.

"Halo, Lex. Aku butuh bantuan," ucap Bastian tanpa basa-basi saat Alex mengangkat panggilannya.

"Bantuan apa, Tuan?" sahut Alex di seberang sana.

Bastian pun menceritakan pada Alex bahwa dirinya sedang berada di kamar hotel X, Surabaya. Saat bangun tidur, langsung kaget melihat Rossa seorang P S K tewas di dalam kamar mandinya.

"Aku gak tau apa-apa, Lex. Bukan aku yang ngebu_nuh dia. Apa yang harus aku lakukan, Lex?"

"Tenanglah, Tuan."

"Tenang-tenang, pala Lu peyang!" bentak Bastian yang terus diger0goti kecemasan akut.

"Saya akan terbang ke Surabaya secepatnya,"

"Detik ini juga kamu berangkat, Lex! Ini perintah!" tegas Bastian.

"Baik, Tuan."

"Oh ya, jangan sampai mamaku tau hal ini!" tegasnya.

"Tuan tidak perlu khawatir. Tapi, ibu Anda sempat menghubungi saya dua hari yang lalu_" ucapan Alex seketika terpotong.

"Ada apa mama hubungi kamu?" potong Bastian.

"Beliau hanya tanya, kenapa Anda belum membalas chat W A nya sampai sekarang?"

Bastian rasanya ingin memukul kepalanya sendiri. Akibat rasa patah hatinya, ia sampai mengabaikan pesan ibunya yang bertanya kabar beberapa hari lalu ke ponselnya.

"Cepat kau bereskan masalah ini!"

"Siap, Tuan."

☘️☘️

Satu jam kemudian.

Bastian yang sedang menunggu kedatangan Alex, memutuskan untuk keluar kamar. Ia berniat menunggu Alex di area lobi hotel. Alangkah terkejutnya justru Bastian melihat rombongan polisi datang ke hotel tempat dia menginap.

"Pak Bastian," panggil salah seorang polisi setengah berteriak dari kejauhan dan menatap ke arah Bastian berdiri.

Bastian yang melihat area sekelilingnya tampak aneh dan mencurigakan, sontak tanpa pikir panjang ia memutuskan untuk melarikan diri alias kabur secepat mungkin melalui pintu darurat hotel. Para polisi itu pun segera mengejar Bastian.

"TANGKAP DIA !!"

"Bener-bener sial! Kenapa mereka mau menangkap ku? Apa mereka tau kasus pembunuhan Rossa di kamarku?" batin Bastian bertanya-tanya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Assalammualaikum...

Apa kabar Sobat Safira?

Semoga sehat selalu di mana pun kalian berada.

*Jumpa kembali dengan karya terbaru Safira. Kalian pasti ingat kan kisah Bastian yang sangat get0l banget ingin Kirana menjanda. Hehe...

Jadi novel yang sekarang ini adalah kisah cinta dan perjalanan hidup Bastian setelah patah hati dari Kirana dan Aldo.

*Simak kisahnya dan mohon dukungannya. Jangan lupa like dan komen.💋💋

*Bagi pembaca baru, silahkan bisa baca novel induknya agar mudah memahami yakni di judul : Maafkan Mama, Pa

Bab 2 - Seruni

Singkat cerita,

Bastian sudah berada di atas kapal yang membawanya entah ke mana.

Dari hotel, ia berlari ke area parkiran di mana mobilnya berada. Saat menunggu di lobi hotel, Bastian hanya mengantongi dompet dan kunci mobilnya.

Kesialannya adalah ia terlupa dengan ponselnya yang masih tertinggal di laci sebelah ranjang kamar hotel.

Tak tau arah dan tujuan di tengah pikiran kalutnya, mobil Bastian berhenti di area parkir pelabuhan. Bastian akhirnya terpaksa berpura-pura membantu seorang ibu-ibu tua yang hendak masuk ke kapal.

Ya, Bastian menyamar menjadi kuli panggul barang ke atas kapal.

Seketika hidup seorang Bastian Fernando Malik pun jungkir balik. Dari seorang konglo menjadi kuli.

Setelah tiba di atas kapal, Bastian dengan cepat bersembunyi.

Ya, ia terpaksa menjadi penumpang gelap. Kapal pun akhirnya berlayar meninggalkan area Pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya menuju salah satu pelabuhan di pulau besar lainnya yang berjarak cukup jauh dari Pulau Jawa.

Menempuh perjalanan di lautan selama 1-2 hari atau kurang lebih 36 jam, akhirnya Bastian tiba di Balikpapan. Setibanya di sana, Bastian turun menyelinap dan berjalan ke arah kapal lain yang tanpa sengaja punya tujuan semakin jauh.

Bastian tak peduli ke mana kapal tersebut membawa dirinya. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanya ingin pergi jauh dan tak mau dipenjara atas kesalahan yang tak pernah diperbuatnya.

Selama ini dirinya sebagai pengacara yang membela klien dari segala kasus, baik pidana maupun perdata. Sekarang nasib Bastian begitu ironi. Dirinya terjerat kasus pembunuhan Rossa, wanita yang bekerja malam sebagai P S K.

Setelah beberapa hari menempuh perjalanan baik di laut dan darat, Bastian tiba di sebuah tempat yang begitu sepi dan asing baginya. Baru saja ia turun dari sebuah angkutan yang biasa di sebut omprengan.

"Astaga, desa atau kota apa ini?" batin Bastian seraya menatap di sekelilingnya yang banyak hutan dan lahan ditumbuhi pohon lebat.

Tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat beberapa orang berkumpul untuk berjualan sayur dan bahan-bahan kebutuhan dapur lainnya. Semacam pasar tradisional tanpa nama dan sepertinya musiman.

Tak berselang lama, telinga Bastian mendengar sayup-sayup pembicaraan dua perempuan yang tak dikenalnya tengah bergosip.

"Eh, Acil tau ndak kabar Seruni yang hendak kawin besok?"

"Iya tau. Kan awak juga diundang sama Apaknya Seruni. Memangnya kenapa?"

"Pernikahan Seruni besok kabarnya batal,"

"Hah, kok bisa?"

"Bisa, Cil. Laki nya alias calon suami Seruni kabarnya meninggal,"

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,"

"Meninggal kenapa?"

"Barusan aku denger, busnya kecelakaan. Semua orang di dalam bus, mati nak kebakar. Jadi besok pagi Seruni otomatis gagal kawin lagi,"

"Ya ampun, kasihan Seruni."

"Seruni udah dua kali gagal kawin. Acil tak lupa kan samo aturan di desa kita,"

Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi wanita tersebut.

Jika pun akhirnya ada pemuda yang mau menikahi gadis itu, maka setelah menikah mereka wajib tinggal di rumah pengasingan selama setahun. Demi membuang sial yang dikhawatirkan berdampak pada masyarakat desa setempat.

☘️☘️

Bastian yang mendengar hal itu, mendadak ada rasa iba menyeruak tanpa permisi di hatinya terhadap wanita yang tak dikenalnya itu.

"Seruni," batin Bastian menyebut nama wanita asing yang dibicarakan oleh dua wanita tadi.

Namun, akal Bastian kembali pada otaknya. Ia sedang memikirkan cara agar lepas dari kejaran pihak berwajib untuk sementara ini. Bastian menyimpulkan bahwa sepertinya ia harus tinggal di desa ini sampai situasi benar-benar aman terkendali.

Akan tetapi, ia tak kenal orang-orang di sini. Desa terpencil yang sejak tadi dirinya tak melihat bank atau mesin ATM. Toko modern, mall bahkan ia tak melihat orang-orang yang berlalu-lalang pakai ponsel.

Sepertinya ia sedang berada di dunia antah berantah yang hidupnya serba kuno alias jadul. Benar-benar desa pelosok.

Bastian punya otak yang cukup cerdas. Alhasil ia sudah menentukan langkah apa yang harus segera diambilnya saat ini.

Bastian pun berjalan ke sudut jalan dan sempat bertanya pada seorang pria tak jauh dari sana agar dirinya dibantu ke rumah Seruni.

"Oh, Seruni anak Pak Kades?" tanya pria yang diperkirakan sudah berusia lima puluh tahun nan pada Bastian.

"Iya, Pak."

"Abang ini siapa? Apa keluarga jauh Pak Kades?"

"Oh, bukan Pak. Saya kenalan Pak Kades dari Balikpapan," jawab Bastian terpaksa berbohong.

"Ya ampun jauh sekali. Naik apa ke sini?"

"Naik kapal dan kendaraan juga di darat," jawab Bastian yang bingung dengan berbagai kendaraan di darat yang sudah dilakoninya hingga sampai di titik wilayah tersebut.

"Oh, omprengan mungkin yang anak maksud."

"I_ya, Pak. Maaf sa_ya tak begitu mengerti di sini," jawab Bastian terbata.

Bapak tersebut memberikan senyum penuh pemakluman pada Bastian.

"Mari saya antar ke tempat Pak Kades,"

"Makasih banyak, Pak."

"Sama-sama,"

Akhirnya Bastian dibonceng oleh bapak tersebut naik motornya. Hampir dua jam perjalanan, mereka pun tiba di depan rumah ayah kandung Seruni yang menjabat sebagai kepala desa.

Bastian melihat suasana persiapan pesta pernikahan cukup meriah sudah tergambar jelas di kediaman menurutnya paling besar di desa tersebut.

Akan tetapi, sayup-sayup telinga Bastian masih mendengar gosip yang sama tentang batalnya pernikahan Seruni dengan pemuda dari kota yang tewas kecelakaan. Terdengar juga suara menangis entah dari beberapa kerabat atau tetangga dekat.

Dikarenakan suasana di kediaman Seruni tengah ramai, Bastian meminta bertemu pak kades di halaman belakang. Si bapak tadi menyampaikan pesan pada Pak Tono, ayah kandung Seruni.

Entah dorongan dari mana di hatinya, setelah mendapat pesan tertutup dari salah satu pekerja di rumahnya, Pak Tono memutuskan untuk menemui pria asing yakni Bastian.

"Siapa kamu? Ada perlu apa bertemu saya di sini?" cecar Pak Tono ketika kedua mata senja nya tengah menatap punggung seorang pria dewasa yang berdiri di bawah pohon rambutan di halaman belakang rumahnya.

Bastian langsung membalikkan tubuhnya untuk menatap Pak Tono.

"Apa dia ayah kandung Seruni?" batin Bastian tengah menebak-nebak.

Di mana Bastian memang belum pernah tau wajah atau foto Pak Tono. Bahkan mereka berdua juga belum pernah bertemu. Jadi, ini adalah momen perdana mereka bertatap muka.

Bastian pun melangkah dan memberikan telapak tangannya dengan hormat pada Pak Tono.

"Perkenalkan saya-Bastian. Saya ingin mempersunting putri kandung bapak yakni Seruni," ucap Bastian dengan penuh keyakinan dan tanpa basa-basi di depan Pak Tono.

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Bab 3 - Terpaksa Menikah

"SAH..."

Satu kata terucap dari bibir para saksi menandakan kini Bastian Fernando Malik telah resmi menjadi suami dari Seruni.

Ya, pagi ini telah dilangsungkan pernikahan antara Bastian dengan Seruni di kediaman orang tua mempelai wanita.

Sungguh Bastian tak menyangka dalam sekejap dirinya yang beberapa hari lalu baru saja patah hati dari Kirana, kini sudah bergelar suami dari seorang wanita yang konon katanya sebagai kembang desa di sini.

Pak Tono tak kuasa menahan haru hingga kedua mata senjanya berkaca-kaca dan menangis lirih. Ia tak menyangka jika akan mengambil keputusan seperti ini.

Ya, Pak Tono terpaksa menerima pinangan mendadak dari pria asing bernama Bastian. Sebab, Pak Tono tak ingin Seruni dicap sebagai perawan tua yang tak akan pernah laku seumur hidupnya kelak akibat dua kali gagal menikah.

Setahun yang lalu Seruni sudah pernah gagal menikah dengan pemuda di kampung sebelah bernama Ardi. Pemuda itu pernah menjadi senior Seruni di sekolah saat mereka masih SMP.

Keluarga Ardi terbilang cukup mampu di kampungnya. Ayahnya sebagai kepala sekolah SMP negeri ternama di sana.

Seruni dan Ardi sudah bertunangan. Tinggal beberapa bulan akan melangsungkan pernikahan, tapi gagal karena Seruni mendapati Ardi melakukan hubungan in_tim dengan Rasti, adik tiri Seruni.

Yang kedua, karena kecelakaan menimpa calon mempelai pria dan keluarganya. Bus terbakar hebat dan semua tewas di TKP.

Di wilayah tempat mereka tinggal, kepercayaan masyarakat ala tradisional masih sangat kental dan dijunjung. Para orang tua yang punya anak laki-laki tak akan sudi meminang Seruni yang sudah mengalami dua kali gagal menuju jenjang pernikahan. Khawatir ketiban sial.

Tak ada pesta meriah karena semua dilakukan secara sederhana. Lagi-lagi karena aturan di desa tersebut. Alhasil segala gegap gempita yang sudah dipersiapkan Pak Tono harus batal.

Undangan hanya terbatas untuk tetangga sekitar rumah dan warga desa saja. Tak ada acara pesta tiga hari tiga malam dengan berbagai tari hingga atraksi tradisional seperti rencana semula.

Pernikahan pun dilakukan secara siri terlebih dahulu. Pak Tono sudah menyuruh orang untuk melegalkan pernikahan Bastian dan Seruni secara negara. Namun butuh waktu satu bulan, buku nikah mereka baru bisa tercetak.

Pak Tono menggunakan jalur cepat dalam pengurusannya dengan menggunakan kuasanya sebagai kepala desa karena Bastian hanya membawa KTP saja. Bahkan ia rela membayar sejumlah uang pada pihak-pihak terkait demi melegalkan pernikahan Seruni dengan Bastian.

Semua dilakukan Pak Tono demi menebus rasa bersalahnya pada Seruni selama ini. Sebagai ayah, ia memang kurang perhatian pada putrinya itu sejak kecil.

Seruni sendiri tak menolak pernikahan ini. Walaupun ia tak mengenal sosok calon suaminya. Seruni adalah sosok anak penurut.

Pak Tono sudah memberitahukannya bahwa dirinya tetap menikah, namun calon suaminya berubah. Gadis desa yang polos dan lugu itu hanya mampu menganggukkan kepalanya untuk menyetujui perintah sang ayah.

Seruni yakin ayahnya melakukan hal ini demi masa depannya dan kebahagiaannya.

Walaupun hubungan antara dirinya dengan sang ayah pernah renggang, tapi Seruni tetap patuh dan berbakti pada Pak Tono. Bahkan ia tetap menaruh hormat pada Dewi selaku ibu tirinya.

☘️☘️

"Putrimu itu menikah, Pak. Kenapa ditangisi?" desis Bu Dewi yakni ibu tiri Seruni. Ia duduk di samping sang suami. Pak Tono pun segera menyeka air matanya.

"Anak nikah ditangisi. Harusnya Apak tuh senyum, bahagia gitu. Kecuali anakmu mau berangkat ke medan perang. Nah, baru cocok ditangisi!" cibirnya.

Pak Tono memilih diam dan tak menanggapi ocehan istrinya itu.

"Alhamdulillah..." gumam Pak Tono seraya bernafas lega karena telah menikahkan Seruni.

Pak Tono hanya berharap bahwa Seruni bisa bahagia bersama Bastian. Walaupun ia belum mengenal betul siapa sosok Bastian dan karakter pria itu.

Akan tetapi sebagai sesama pria, Pak Tono yakin bahwa Bastian adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Hal itu ia baca dari sorot mata Bastian saat berbicara dengannya di halaman belakang rumah kemarin sore.

Di seberang sana tak jauh dari meja ijab qobul, Rasti menatap kesal ke arah Seruni dan Bastian.

"Beruntung banget Seruni dapat laki tampan jadi suaminya! Kayaknya tuh cowok campuran deh, bukan pribumi asli. Gagah banget," batin Rasti memuji Bastian.

Mendadak wanita muda ini terlupa dengan pria yang duduk di sampingnya yakni Ardi, calon suami hasil menikung kakak tirinya sendiri.

Sekarang Seruni telah menikah dengan pria asing yakni Bastian. Rasti terpesona akan ketampanan dan kharisma bule blasteran Indo-Jerman-Spanyol itu.

"Dia pasti udah pro banget di ranjang. Aduh, aku jadi pengin punya laki bule kayak dia." Batin Rasti menggatal.

"Siapa ya laki-laki itu?" batin Ardi didera penasaran dengan sosok Bastian yang mendadak hadir di kehidupan Seruni.

Sejujurnya, di hati Ardi masih sangat mencintai Seruni. Akan tetapi karena naf_su dan kebodohannya, maka ia harus terjebak dalam hubungan percintaan dengan Rasti.

Ardi dan Rasti akan melangsungkan pernikahan sekitar satu tahun lagi setelah Seruni menikah. Sesuai aturan di sana, dalam satu rumah dilarang melakukan pernikahan di tahun yang sama.

Pak Tono tak ingin Rasti melangkahi Seruni. Alhasil Seruni dahulu yang menikah, baru setahun kemudian Rasti menyusul.

Perlahan langkah mempelai wanita yakni Seruni keluar dari tempat menunggunya sejak tadi di dalam ruangan yang tak jauh dari area ijab qobul.

Tap...tap...tap...

Seruni hari ini tampil cantik memakai gamis putih dengan beberapa hiasan bunga melati di atas hijabnya. Tak ada make up atau riasan berlebihan di wajah cantik Seruni. Hanya polesan tipis bedak serta lipstik saja.

Hal ini sudah membuat wajah Seruni jadi pangling dan cantik. Dikarenakan sehari-hari Seruni jarang sekali, bahkan tak pernah merias wajahnya dengan dem_pulan make up kecuali ada undangan hajatan pernikahan alias kondangan.

Langkah kaki Seruni perlahan mendekati tempat Bastian dan Pak Tono berada.

Bastian melihat Seruni dari jauh, ia begitu terpukau akan kecantikan wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Ini pertama kalinya Bastian melihat sosok wanita yang menjadi kembang desa di sana. Kini wanita itu telah bergelar sebagai istrinya.

"Cantik," batin Bastian memuji Seruni tanpa disadarinya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!