.
.
" aku mencintaimu Kaisar .... " ucap Mei Lian seraya menangis bersimpuh di atas lantai dengan memegang kaki sang kaisar , wanita cantik itu menangis memohon meminta balasan cinta dari suami nya .
pria yang di panggil nya dengan sebutan Kaisar itu hanya diam menatap lurus ke depan .
" kasihani lah putri tuan .... dia sangat mencintai anda " ucap pelayan setia Mei Lian membantu nyonya nya itu
pria yang bernama Kaisar Liu Che itu menatap sekilas Mei Lian yang bersimpuh dibawah kakinya .
" jangan berharap Mei Lian .... Jika bukan karena perjodohan raja aku tidak ingin menikah dengan mu " ucap Liu Che dengan tatapan datarnya
Mei Lian mendongakkan kepalanya menatap suaminya itu dengan air mata yang terus mengalir di pipinya " aku akan belajar menjadi lebih baik dan berguna untuk mu Kaisar , aku akan menjadi wanita yang kau inginkan ..... " ucap Mei Lian bersungguh-sungguh
Kaisar Liu Che tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan oleh Mei Lian , ia berjongkok dihadapan wanita cantik itu , setelah nya ia menggenggam dagu Mei Lian dengan kasar , hingga membuat wanita cantik itu meringis kesakitan .
" dengar aku baik-baik Mei Lian .... sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai dirimu ... Kau ini pembunuh dan sejak dulu aku membenci dirimu .... Jika bukan karena raja aku sudah membunuh dirimu " ucap Liu Che dengan tegas , mata pria itu memerah menahan amarahnya
Mei Lian menggelengkan kepalanya seraya menangis , ia tidak tau pembunuhan apa yang sudah ia lakukan sehingga Liu Che sangat membenci dirinya .
Setelah nya Liu Che melepaskan tangannya dari dagu Mei Lian dengan kasar hingga membuat kepala Mei Lian menoleh kesamping .
" jangan keluar dari istana Kekaisaran ini sedikit pun ... dan jika kau melanggarnya maka kau akan tau akibatnya " ucap Liu Che seraya berdiri ia melap tangan nya layaknya seseorang yang baru saja memegang kotoran yang sangat menjijikan .
Setelah nya Liu Che melempar saputangan bekasnya itu kearah Mei Lian dan tepat mengenai wajah cantik nan mulus wanita itu , Liu Che melangkah pergi dari sana lalu menutup pintu kamar Mei Lian dengan sangat kasar .
Brak
Sang pelayan setia menghampiri nyonya nya itu yang menangis di atas lantai , saputangan yang di lemparkan Liu Che ke wajah nya ia genggam dengan erat .
" nyonya ... Sebaiknya nyonya istirahat " ucap Jia Li selaku pelayan setia Mei Lian
" tidak Jia Li aku harus mencari tau semua nya .... kenapa Liu Che membenci ku dan selalu mengatakan jika aku ini seorang pembunuh ,... Aku tidak pernah membunuh siapapun Jia Li ... tanga ku ini tidak pernah membunuh seseorang , orang tuaku mengajarkan aku menjadi wanita yang berperasaan bukan wanita yang tidak memiliki perasaan " jelas Mei Lian dengan menatap pelayan setia nya , wanita cantik itu menangis , Liu Che selalu menolak nya dan mengatakan jika ia sangatlah membencinya dan selalu mengatakan jika dirinya wanita pembunuh .
Jia Li ia memeluk nyonya nya itu , memberikan ketenangan kepada sang nyonya " Hiks ... Hiks ..... Apa salah ku Jia Li ... aku sangat mencintai nya ..... tapi apa balasan nya kepada ku dia selalu menyakiti ku baik secara pisik maupun mental ,... sudah satu tahun ini aku berada di kerajaan Yan dan aku seperti seorang istri yang di sembunyikan dari dunia, keluar dari istana nya selangkah pun, dia sangat marah dan menghukum ku " ucap Mei Lian kembali mengeluarkan semua unek-unek nya yang selama ini ia pendam
" hiks ... Hiks .... Sabar nyonya sabar . .. " ucap Jia Li , ia hanya bisa mengatakan itu kepada sang nyonya yang selalu menangis seperti ini.
Mei Lian ia melepaskan pelukan mereka dan menyeka air matanya " aku ingin keluar dari istana Kaisar ini Jia Li aku harus mencari tau semuanya malam ini juga " ucap Mei Lian
Jia Li menggelengkan kepalanya " jangan nyonya .... kaisar akan marah besar jika anda melanggar aturan nya " ucap Jia Li ia tidak ingin nyonya nya itu kembali mendapatkan hukuman cambuk dari sang kaisar .
Mei Lian ia berdiri dan menatap pintu kamar nya yang tertutup dengan rapat " aku harus keluar Jia Li , aku harus mengetahui apa penyebab kenapa Kaisar mengatakan jika aku ini pembunuh " ucap Mei Lian ia sudah lelah berdiam diri di dalam istana Kekaisaran ini selama satu tahun lama nya di kurung bagaikan seekor burung di dalam sangkar.
Mei Lian melangkah keluar dan tentu saja Jia Li segera menyusul nya dengan wajah ketakutan nya " jangan pergi nyonya , kaisar akan marah .... saya tidak ingin nyonya di hukum lagi " cegah Jia Li saat melihat nyonya nya itu membuka pintu kamar dengan lebar .
saat pintu sudah terbuka lebar angin malam yang dingin menerpa wajah cantik Mei Lian seakan angin malam itu menyapa dan kagum dengan kecantikan Mei Lian yang seperti dewi surga.
Mei Lian terus melangkah keluar , dan Jia Li menyusul nyonya nya itu dengan was-was takut ada yang melihat mereka .
" nyonya ... Sebaiknya kita kembali saja ... " ucap Jia Li
" aku tidak akan kembali Jia Li sebelum aku mengetahui kenapa kaisar sangat membenciku ... dan mengatakan jika aku ini seorang pembunuh " ucap Mei Lian , keputusan nya sudah bulat dan apapun konsekuensinya ia akan siap menerima semuanya .
tanpa mereka sadari jika salah satu pengawal setia Liu Che melihat mereka keluar dari istana Kaisar, itu berarti mereka melanggar aturan Kaisar .
bayangan hitam di kegelapan malam itu menghilang begitu saja untuk pergi melapor kepada tuan nya jika putri Mei Lian keluar dari istana .
Liu Che yang saat ini sedang mengatur strategi perang yang akan di lakukan dua hari lagi itu dikagetkan dengan salah satu pengawal setia nya menghampiri nya .
" maaf menganggu Kaisar ... putri Mei Lian melanggar aturan beliau keluar dari istana kekaisaran " lapor pria berpakaian serba hitam itu seraya menunduk hormat
Liu Che yang mendengar itu mengepalkan kedua tangannya dengan kuat tatapannya sangat tajam .
" diskusinya sampai disini .... Puyi ikut lah denganku " ucap Liu Che dengan wajah datarnya setelah nya ia melangkah keluar dari ruangan diskusi istana di ikuti oleh Puyi dan pria yang berpakaian serba hitam .
Mei Lian tersenyum senang saat ia berhasil keluar dari pagar istana Kekaisaran , ini pertama kalinya ia melangkah keluar lebih jauh dari istana itu setelah satu tahun ia hanya berkeliaran di sekitar kamarnya.
" lihat Jia Li , bunganya sangat lah cantik , aku akan mengambil nya dan menanamnya di depan kamarku , " ucap Mei Lian ingin memetik setangkai bunga mawar kuning yang sengaja di tanam di depan pagar istana Kekaisaran .
Jia Li terdiam seluruh tubuh wanita itu bergetar hebat saat ia melihat sosok Liu Che melangkah kearah mereka .
" nyonya le__"
" kau lihat Jia Li bunganya sangat lah cantik dibawa sinar rembulan malam " ucap Mei Lian saat ia sudah memetik setangkai bunga mawar kuning yang terlihat sangat cantik di bawa cahaya rembulan malam .
seketika wanita cantik itu melupakan tujuan nya untuk mencari penyebab kenapa Kaisar Liu Che membenci dirinya dan terus mengatakan jika dirinya wanita pembunuh .
" tangkap dia dan bawah masuk , " suara Liu Che mengangetkan Mei Lian yang tersenyum memegang setangkai bunga mawar kuning di tangan nya .
wanita cantik itu mengangkat wajahnya dan menatap Liu Che yang berdiri di hadapannya , Puyi ia mendekat dan menyeret paksa Mei Lian untuk kembali masuk kedalam istana kekaisaran .
" lepaskan ... Aku hanya ingin mencari tau penyebab nya kenapa kaisar Liu Che membenciku dan terus mengatakan aku ini seorang pembunuh " Mei Lian memberontak , berusaha lepas dari genggaman tangan Puyi yang sangat kuat .
" menurut lah Putri ... jangan sampai kaisar murka " bisik Puyi, sebenarnya ia tidak lah tega melakukan ini kepada Mei Lian yang malang tapi ini adalah perintah dari tuan nya jadi ia tidak bisa menolak .
Sesampainya di dalam kamar , Puyi segera keluar dan juga meminta Jia Li untuk keluar .
Setelah keduanya keluar kini hanya tinggal Mei Lian dan Liu Che yang berada di dalam kamar itu , tatapan Liu Che datar .
" kau tau apa hukuman nya jika melanggar aturan ku " ucap Liu Che tanpa ekspresi
Mei Lian menganggukkan kepalanya " cambukan seratus kali " jawab Mei Lian .
.
.
.
.
.
Liu Che tersenyum miring mendengar jawaban dari wanita itu
" kau melanggar dua langkah Mei Lian ... dan kau akan mendapatkan hukuman cambuk dua ratus kali " ucap Liu Che tanpa perasaan kasihan sedikitpun
Mei Lian mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap Liu Che yang menatap datar kepadanya , mata wanita cantik itu berkaca-kaca .
" dua ratus kali....? Liu Che apa kau tidak mempunyai perasaan kasihan sedikitpun kepadaku? " ucap Mei Lian meminta sedikit blas kasihan kepada Liu Che yang selama satu tahun ini selalu memperlakukan nya dengan buruk .
Liu Che justru tersenyum smirk mendengar apa yang di katakan oleh Mei Lian , perlahan ia mendekat kearah Mei Lian dengan tatapan nya yang sangat tajam .
Mei Lian ia memundurkan langkah nya dengan mata yang berkaca-kaca " aku lelah ... aku lelah Liu Che ... Aku lelah dengan semua perlakuan mu kepadaku ... aku bisa saja mengatakan kepada ibunda dan ayah handa ku tentang perlakuan buruk mu kepadaku selama satu tahun ini .. Tapi aku tidak melakukan itu karena aku .... Aku mencintaimu " ucap Mei Lian wanita itu berkata dengan bibir yang bergetar menahan isak tangis nya , dadah nya sangat lah sesak melihat orang yang selama ini ia cintai memperlakukan nya dengan buruk , bahkan tega mengurungnya di dalam istana kekaisaran selama satu tahun ini .
Mei Lian bagaikan burung dalam sangkar yang di beri makan tapi tidak di biarkan berkeliaran , meskipun ada acara penting di istana raja , Mei Lian tidak pernah di izinkan hadir .
Ia sudah lelah dengan perlakuan buruk Liu Che kepadanya dan kata-kata makian yang diberikan pria itu kepadanya , ia tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat sehingga Liu Che selalu mengatakan jika ia seorang pembunuh .
Liu Che terus menatap Mei Lian yang berjalan mundur hingga tubuh mungil wanita cantik itu membentur dinding , Mei Lian tidak bisa melakukan apapun lagi ia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan Liu Che selanjutnya , bahkan ia sudah siap menerima hukuman cambukan dua ratus kali dari pria itu .
Liu Che ia menggenggam dagu Mei Lian dengan kuat , Mei Lian mendongak menatap pria tampan yang menatap nya dengan tatapan tajam , tidak ada rasa kasihan sedikitpun dari tatapan mata Liu Che kepadanya hanya ada tatapan kebencian .
" dengar baik-baik Mei Lian ..... Sampai kapan pun bahkan sampai tetesan darah terakhir ku , aku tidak akan pernah mencintai wanita pembunuh seperti mu .... Lebih baik kau diam dan jalankan hukuman mu " ucap Liu Che dengan tegas setelah nya ia melepaskan genggaman tangan nya itu dengan kasar dan melangkah keluar dari kamar Mei Lian dengan langkah lebar nya
Mei Lian ia menjatuhkan dirinya di atas lantai ia menangis , Jia Li datang dengan menangis ia sangat sedih melihat nasib nyonya nya yang malang itu , Jia Li ia langsung memeluk Mei Lian , kedua wanita itu berpelukan seraya menangis .
" aku lelah Jia Li ... Aku lelah .... hiks ... Hiks . . " ucap Mei Lian dengan menangis
" sabar nyonya .... Apa nyonya ingin kembali ke kerajaan Cheng ... Saya akan mengirimkan pesan kepada raja dan ratu " ucap Jia Li , ia juga sudah tidak kuat melihat nyonya nya yang di perlukan seperti ini.
Mei Lian ia menggelengkan kepalanya dan peluka mereka terlepas " tidak Jia Li , jika aku kembali ke kerajaan Cheng dan mengatakan semua perlakuan buruk Kaisar kepada ayah handa dan ibundaku , maka mereka akan marah dan perang besar akan terjadi .... Aku tidak ingin kerjaan Cheng dan kerajaan Yan saling bermusuhan hanya karena hubungan ku dengan Kaisar " jelas Mei Lian , wanita itu menatap lurus ke depan , ia bisa saja melakukan ini semua tapi ia masih mempunyai pikiran jika ia melaporkan perlakuan buruk Liu Che kepada ayah handa dan ibunda nya tentu saja kedua orang tuanya akan marah besar .
Mengingat ia seorang putri raja dari kerjaan Cheng yang di Jodohkan dengan Liu Che putra ke dua dari kerajaan Yan , dan memegang tahta sebagai kaisar perang.
Perjodohan ini tidak bisa di tolak karena keputusan ini sudah di putuskan oleh raja sebelum nya tak lain adalah kakek mereka , dan ini sudah menjadi amanah besar yang harus kedua kerjaan itu lakukan .
" tapi nyonya ... Kaisar sud__"
" maaf Putri , kami di perintahkan oleh kaisar untuk membawa anda menjalankan hukuman " dua orang pria berpakaian serba hitam masuk kedalam kamar Mei Lian , mereka berdua menunduk hormat di hadapan Mei Lian , mengingat Mei Lian adalah istri dari tuan mereka dan juga putri dari kerajaan Cheng .
Mei Lian ia menyeka air matanya dengan tersenyum tipis perlahan ia beranjak berdiri , Jia Li yang melihat nyonya nya itu berdiri wajahnya memucat . " nyonya jangan pergi .... biar saya saja yang menggantikan nyonya " ucap Jia Li ia menarik kaki nyonya nya dan bersimpuh di bawa kaki Mei Lian , gadis pelayan itu menangis.
ia tidak lah kuat melihat Mei Lian di hukum cambuk seperti ini , dan hukuman ini bukan hanya satu kali atau dua kali saja tapi sudah berkali-kali .
Mei Lian yang ingin melangkah pergi itu menunduk ia melihat pelayan setianya bersimpuh di bawa kakinya dengan menangis .
Mei Lian tersenyum ia kembali berjongkok di hadapan Jia Li memegang kedua pundak Jia Li dengan tersenyum manis seperti seorang wanita yang memendam luka yang sangat dalam " aku tidak apa-apa Jia Li .... Aku sudah biasa menerima hukuman ini .... Dan aku minta kepada mu jangan sekalipun kau mengatakan ini kepada ayah handa dan ibundaku .... Aku akan menjalankan hukuman ini anggap saja hukuman cambuk dua ratus kali ini sebagai bukti cinta ku kepada Kaisar " jelas Mei Lian ucapan nya sangat tulus
" tidak nyonya .... hukuman ini bisa saja merenggut nyawa anda .... Saya akan menyalakan diri saya sendiri jika terjadi sesuatu kepada anda " jelas Jia Li menggelengkan kepalanya menatap nyonya nya itu
" aku akan baik-baik saja ...." setelah nya Mei Lian berdiri dan melangkah keluar dari kamarnya di ikuti oleh dua anak buah Liu Che yang mengikuti nya dari belakang .
" tidak nyonya ... " ucap Jia Li dan dengan cepat wanita pelayan itu berdiri ia harus mencari Liu Che dan memohon kepada tuan nya itu untuk tidak menghukum Mei Lian , ia harus menyelamatkan sang nyonya dari hukuman cambuk dua ratus kali ini .
sedangkan Mei Lian kini sudah berdiri di tengah istana Kekaisaran angin malam yang dingin terus berhembus menerpa kulit putih nya dan meniup rambut panjang nya di bawa rembulan malam yang bersinar terang di langit gelap yang di penuhi dengan bintang .
Alat yang biasa di gunakan anak buah Liu Che untuk menghukum nya sudah berada di hadapan nya . Senyuman Mei Lian kembali terukir di sudut bibir nya .
" berjongkok lah Putri " ucap salah satu dari anak buah Liu Che yang kini sudah memegang cambuk di tangan nya
Mei Lian menatap kearah bulan purnama yang bersinar terang , senyuman nya terukir indah " jika hukuman ini merenggut nyawaku maka aku akan terus mencintai Liu Che sampai napas terakhir ku " gumam Mei Lian .
.
.
.
.
.
Mei Lian perlahan berjongkok , melakukan apa yang biasa ia lakukan saat menjalankan hukuman dari Kaisar.
Plak
Satu cambukan mendarat di punggung Mei Lian hingga membuat wanita itu meringis kesakitan
Plak
cambukan kedua kembali mendarat , Mei Lian memejamkan matanya dengan air mata yang keluar dari mata cantik nya itu .
Jia Li ia menghampiri Liu Che yang kini sedang berada di kamarnya , " kau mau kemana. ? " Piyu selaku bayangan dari Liu Che itu menghentikan langkah Jia Li saat melihat gadis pelayan itu ingin masuk begitu saja ke dalam kamar pribadi tuan nya .
Jia Li menghentikan langkah nya ia menatap Piyu yang menatap nya dengan datar " saya ingin bertemu Kaisar .... Nyonya dia bisa tiada dengan hukuman cambuk dua ratus kali .... Izinkan saya menemui tuan " Jia Li ia memohon kepada Piyu supaya ia di izinkan bertemu dengan Liu Che , ia ingin meminta blas kasihan kepada tuan nya itu , supaya memudahkan hukuman Mei Lian .
" tuan sedang istirahat .... pergilah " ucap Piyu
" tidak ... saya tidak akan pergi .... Sebelum saya berbicara kepada tuan " ucap Jia Li , ia memberanikan diri menentang Piyu demi keselamatan nyonya nya itu
Piyu ia menghela napasnya dengan sabar menghadapi gadis pelayan yang sangat keras kepala itu . " TUAN ..... KASIHANILAH NYONYA DIA ... DIA BISA TIADA DENGAN HUKUMAN CAMBUK DUA RATUS KALI INI " Jia Li ia berteriak di depan kamar Liu Che karena Piyu tidak kunjung mengizinkan nya untuk masuk .
Piyu ia segera menarik lengan Jia Li untuk menjauh , " lepaskan ... saya ingin berbicara kepada tuan .... " Jia Li memberontak karena Piyu terus menyeretnya untuk menjauh
" percuma ... kaisar tidak akan mendengarkan mu ... pergilah dan rawat Putri dengan baik saat dia sudah selesai dengan hukumannya " ucap Piyu saat mereka sudah sedikit jauh dari depan kamar pribadi Liu Che .
Jia Li ia duduk di atas tanah seraya menangis di bawah kaki Piyu " hiks .... Hiks .... bicaralah kepada tuan .... Untuk mengubah keputusan nya dan memberikan hukuman yang tidak berat kepada nyonya .... Hiks ... Hiks .... Kasihani lah nyonya .... Dia sangat menderita selama satu tahun ini .... Hiks .... Hiks ... Hiks .... " Jia Li terus memohon demi keselamatan nyonya nya itu
Piyu ia kembali menghela napasnya dengan panjang " pergilah pelayan kecil .... Kaisar tidak akan mendengar apapun .... " ucap Piyu
" Hiks .... Hiks ... Kasihani lah nyonya .... dia bisa tiada dengan hukuman ini .... Hiks ... Hiks ... " Jia Li terus menangis meminta balas kasihan
Piyu ia menunduk menatap gadis pelayan itu dengan penuh iba , sebenarnya ia juga sangat kasihan kepada Mei Lian yang terus mendapatkan perlakuan kasar dari tuan nya , tapi ia juga tidak bisa berbuat apapun , kecuali hanya diam .
" pergi lah .... Putri membutuhkan mu " ucap Piyu setelah nya ia melangkah pergi meninggalkan Jia Li yang terus menangis meminta blas kasihan .
Mei Lian menerima cambukan demi cambukan dengan pasrah , darah sudah bercucuran keluar dari punggung nya , hingga membuat gaun yang di kenakan nya itu basah karena darah .
Plak
Plak
Plak
Mei Lian tidak kuat lagi berjongkok ia menjatuhkan tubuh lemah nya di atas tanah dengan pasrah .
" ayah handa ... Ibunda ... Putri mu merindukan kalian ... " gumam Mei Lian sebelum ia kehilangan kesadaran nya .
meskipun Mei Lian sudah tidak sadar lagi anak buah yang di perintahkan oleh Liu Che itu terus mencambuk tubuh yang sudah tidak berdaya itu .
Jia Li datang dan melihat nyonya nya terbaring diatas tanah dengan tengkurap tak sadarkan diri , Jia Li berlari menghampiri Mei Lian dengan menangis .
" hentikan ....hentikan ... Nyonya sudah tidak sadarkan diri lagi .... Dia bisa tiada " Jia Li meminta anak buah Liu Che berhenti mencambuk tubuh nyonya nya yang sudah tidak berdaya itu
Anak buah itu menghentikan kegiatan nya , setelah nya ia menunduk hormat dan melangkah pergi dari sana , meninggalkan Mei Lian yang sudah tidak sadar kan diri dengan darah yang bercucuran keluar dari punggung nya .
tidak ada niat sedikit pun dari mereka untuk menolong Mei Lian , Jia Li menangis histeris karen ia tidak tau harus melakukan apa saat ini .
" nyonya sadarlah nyonya " ucap Jia Li ia memangku kepala Mei Lian yang mengeluarkan keringat , bibir wanita cantik itu sudah memucat .
" siapapun .... tolong kami ... Hiks ... Hiks ... kasihani lah nyonya " ucap Jia Li ia berharap ada seseorang yang menolong nya dan membantu nya membawa tubuh Mei Lian yang sudah tidak sadarkan diri ini masuk kedalam kamar .
Piyu ia berlari kearah mereka dengan sangat buruh-buruh " menyingkir lah aku akan membawa putri masuk ke kamarnya " Piyu dengan hati-hati ia menggendong tubuh lemah Mei Lian dan segera membawa nya masuk kedalam kamar, Jia Li ia mengikuti nyonya nya itu yang sudah di gendong oleh Piyu .
Dan setelah sampai didalam kamar Piyu membaringkan tubuh lemah Mei Lian di atas ranjang wanita itu dengan sangat hati-hati , setelah nya ia meletakkan jari telunjuk nya di depan hidung Mei Lian , mengecek napas wanita itu .
Jia Li ia menyiapkan obat-obatan herbal untuk mengobati luka nyonya nya dengan gerakan cepat nya , tak lupa gadis pelayan itu terus menangis dan sesekali ia mengusap air matanya .
Piyu ia menatap penuh iba Mei Lian wanita yang malang yang harus mendapatkan penyiksaan kasar dari tuan nya , walaupun hanya kesalahan kecil yang di lakukan oleh Mei Lian .
" napasnya melemah .... cepat berikan perawatan kepadanya ... Aku tidak bisa lama ... Kaisar akan marah jika mengetahui aku datang kemari " ucap Piyu dan setelah nya ia segera pergi dan menghilang di kegelapan malam .
Jia Li tangannya gemetaran mendengar apa yang di katakan oleh Piyu , tapi meskipun begitu ia tetap meracik obat herbal untuk nyonya nya dengan cepat .
" bertahan lah nyonya .... " ucap Jia Li ia sesekali melihat Mei Lian yang terbaring tak berdaya itu .
Setelah selesai Jia Li menghampiri Mei Lian dengan mangkuk keramik di tangan nya , dengan gerakan yang sangat hati-hati Jia Li merobek gaun Mei Lian yang sudah berlumuran darah dengan sangat hati-hati .
Setelah gaun itu terbuka Jia Li semakin menangis ia membersihkan luka itu dengan tangan yang gemetaran , luka cambuk yang ada di punggung Mei Lian sangatlah parah , bahkan ada sebagian luka yang menganga .
" sungguh malang nasib mu nyonya " ucap Jia Li memeras kain yang ada di tangan nya .
setelah selesai membersihkan luka itu , Jia Li mengoleskan obat yang sudah ia racik kepada luka sang nyonya dengan gerakan yang sangat lembut dan hati-hati .
" bertahan lah nyonya .... demi raja dan ratu ... , jika mereka tau anda seperti ini mereka akan sangat marah .... " ucap Jia Li berbisik berharap Mei Lian mendengar ucapan nya itu
Jika bukan karena permintaan dari Mei Lian , Jia Li ia sudah mengatakan kepada raja dan ratu kerjaan Cheng jika Mei Lian mendapatkan perlakuan buruk dari Kaisar Liu Che .
.
.
.
bab berikut nya nyusul ya guyss 🙏 😊 .
jangan lupa Like , komen dan Vote nya 🥰🤗🤗
.
.
.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!