Ismi Azis wanita remaja yang sudah menjadi dokter spesialis bedah terbaik di Jepang. dia seorang anak pasangan pengusaha sukses, ibu Ismi bernama Iris Wati. mommy Iris Wati asli orang Indonesia, menikah dengan lelaki tampan dan gagah dari Jepang yang bernama Hiroshi
Pasangan beda negara itu di karuniai tiga orang anak, yang pertama Ichiro dan kedua Akihiko dan anak ketiga Ismi Azis. kedua kakak nya memiliki bisnis yang luar biasa terkenal di beberapa negara. Ismi adik kesayangannya kedua kakaknya
Ismi memacu motornya, dia tidak sadar bila ada mobil yang mengikuti nya. seseorang yang menatap penuh kebencian
"Harusnya kau itu masih sekolah dasar... tapi kau menunjukkan pada orang bila kau begitu hebat, Aku akan membuat mu mati di hadapan ku" gumam nya sambil mencengkram erat setir mobil milik nya itu
Saat sampai tikungan Tajam mobil itu melaju begitu cepat sampai membuat motor Ismi menabrak pohon beringin
BRAK
Tubuh Ismi terlempar Kedinding bukti di sana. dada Ismi menabrak batu besar
"Uhukkkk.... A apa aku akan mati? Mommy Appa maaf kan aku" ucap lirih Ismi dan matanya tertutup saat melihat seorang wanita turun dari mobil yang menabrak nya
"Kau memang harus mati, karena kau semua para dewan di rumah sakit selalu memuji mu" bisik wanita yang menatap penuh kebencian pada Ismi. Dia tidak tahu bila Ismi mengirim Vidio kecelakaan nya itu ke pada sang kakak kedua, gelang kayu yang di berikan oleh nenek moyang sang Appa pun terang benderang
...----------------...
"Uh... dimana ini? aduh tubuh ku kok sakit sekali" gumam Ismi sambil melihat sekeliling nya kedua mata Ismi berputar saat tiba-tiba bayangan yang muncul di kepala nya
BRAK
"Dasar wanita bo*oh... dia menyiksa kedua anak tiri dan mengabaikan suaminya, Ya tuhan.. salah apa gue bisa menclok dimari, emang kurang ajar Author dableg... kenapa ngga biarin gue menclok di tubuh istri Kim Taehyung sih" teriak Ismi sambil memukul ranjang yang dia duduki
Wanita yang di tempati Ismi bernama Annchi dia dipaksa menikah dengan suami sepupu nya. Sepupu Annchi kabur dengan lelaki lain saat tahu mata suaminya tak bisa melihat dengan jelas, Bao-yo lelaki tampan yang gagah dan seorang pemburu. matanya terkena sari bunga aster. bunga itu memang terkenal dengan khasiatnya, bila sarinya memasuki mata akan membuat kita buram. mau coba? sok di coba kalau ngga Caya mah 🏃
"Hanya karena suaminya, tak bisa melihat dengan jelas wanita yang menjadi sepupunya ini kabur? ck ck ck... cinta mu hanya sebesar belek ayam ternyata, dan keluarga nya dengan tidak tahu malu mengorbankan wanita ini? baiklah jangan sebut gue Ismi Azis, kalau tak bisa membuat lelaki yang menjadi suami pemilik ini sembuh, oke kita cari bunga kitolod... tapi apa disini ada? baiklah nanti kita akan pergi ke hutan besok pagi" gumam Ismi. sekarang kita ganti jadi Annchi ya.. biar author teu riet nulis nya
Sedangkan kedua anak Bao-yo mengintip Annchi dari tadi, apa lagi mereka terkejut saat Annchi, memukul ranjang
"Gege apa yang teljadi? apa ibu Annchi atan malah lagi pada An'er?" tanya bocah perempuan yang berumur umur empat tahun
"Husss... jangan berisik, kamu tau bukan ibu Annchi, kalau marah seperti serigala" bisik Bai putra pertama Bao-yo dan mantan istri nya
"An'el ngga belicit.... An'el juga ingin tahu Gege" bisik An
Sedangkan Bao-yo dia hanya bisa diam di depan rumah nya, waktu sore istrinya itu terpeleset karena menjauhkan dia dari lubang, tapi malah Annchi sendiri yang terjatuh. walau pun Annchi kejam dan kasar, tapi dia tak pernah memukul kedua anak nya hanya wajah nya terlihat masam dan nada bicara selalu tinggi
"Aku harus nya yang terjatuh, semoga saat dia terbangun tidak mengomel sepanjang hari" gumam Bao-yo. dia sudah menolak untuk menikah dengan Annchi, tapi kedua anaknya butuh seseorang yang merawat mereka. tapi Annchi juga tak pernah merawat hanya sesekali memberikan makanan sisa, itu pun bila dia masih menyisakan nya. bila tidak kedua anak itu hanya minum dan makan dari tetangga yang merasa kasihan padanya
Keluarga Bao-yo juga berada di desa sebelah, semenjak penglihatan dia berkurang Keluarga kandung nya tak pernah datang ke rumah nya, hanya ibu nya yang sesekali menitipkan makanan untuk cucunya. ibu Bao-yo tidak berani kesana karena di larang oleh ayah Bao-yo. Ayah Bao-yo lebih pro kepada adik bungsu nya yang menjadi menteri termuda di kota You itu
Sebenar nya Bao-yo itu pintar dari kecil. tapi karena sang ayah tak pernah menyekolahkan dia jadi Bao-yo hanya mampu sekolah Dasar saja, setelah itu dia sering berburu. hasil buruan nya sering di jual oleh kakek dan nenek nya, tapi hasil penjualan nya untuk. biaya kehidupan dia di rumah. ayah nya juga lebih memilih menyimpan beberapa koin untuk pendidikan sang adik
Bao-yo yang tak bisa menolak Keluarga intinya hanya bisa menurut, itu juga saat menikah dengan ibu kedua anak nya itu. sebenarnya nasib Bao-yo dan Annchi hampir sama, mereka berdua selalu diabaikan oleh keluarga nya, Annchi yang pintar bertani hanya di jadikan sapi perah oleh keluarga dari ayahnya, ibu Annchi juga tak kalah kasar. keluarga. Mereka lebih condong ke anak laki-laki, kakak pertama Annchi sudah menikah dan memiliki anak, untuk kakak kedua nya masih lajang dan dia berkerja menjadi akuntansi di salah satu restoran besar di kota You. kakak kedua Annchi sangat menyayangi Annchi, karena Annchi adik perempuan satu-satunya. saat pernikahan Annchi begitu di paksa hanya An Long yang menentang, bahkan setiap gaji dia lebih mengirim pada sang Annchi dari pada keluarga nya, bahkan sampai sekarang dia tak pernah pulang ke kediaman keluarga nya. dia juga hanya mengirim sedikit gajinya kepada ayah dan ibu egoinya itu
Adik bungsu Annchi masih berusia sepuluh tahun, dia anak laki-laki yang begitu di manja oleh seluruh keluarga. hanya An Long dan Annchi yang tidak dekat dengan keluarga ayahnya itu
...----------------...
Matahari pun keluar dengan malu-malu. Annchi pun bangun dari tidur nya
"Sudah pagi? huuu walau aku tidur di atas kasur tipis ini, tapi baru kali ini aku tidur nyenyak. oh tuhan.... aku lupa, aku harus mencari bunga kitolod sekarang" ucap Annchi segara bangun dan merapikan tempat tidur dan dia pun segera mandi, saat ini Bao-yo berdiri di depan kamar Annchi ingin melihat keadaan istri nya
BRUK
Annchi tidak melihat kedepan jadi dia berlari dan menabrak Bao-yo, mereka pun terjatuh dan mereka Annchi menimpah tubuh Bao-yo dari atas
DEG
Jantung Annchi berdetak kencang saat melihat lelaki tampan yang berada dibawah nya itu, tidak ini lebih tampan. dia belum pernah melihat lelaki tampan sekaligus cantik
"I istri... bi bisa kah kamu menyingkir dari atas tubuhku" ucap gugup Bao-yo dengan wajah memerah, Annchi yang. menyadari nya pun langsung bangun tapi sayang karena terburu-buru dia menekan benda kenyal dan padat yang berada di bawah sana
"Uh... J jangan di tekan" ucap lirih Bao-yo
"Eh...
TBC
...----------------...
Assalamualaikum.... hai para pembaca kesayangan author, Alhamdulillah kita bertemu lagi di cerita baru author ya.... bila kalian menyukai cerita ini tolong tinggalkan jejak like kalian dan beri kesan yang baik ya...
Wajah Annchi memerah saat mengetahui bila tangan nya sudah memegang benda keramat sang suami, dia benar-benar malu. tanpa berbicara lagi Annchi pun pergi ke dapur dan berniat ingin membuat kan makanan setelah itu dia akan kehutan di belakang kediaman Bao-yo, ya memang Benar Bao-yo sudah memisahkan diri saat menikah, dia tinggal dekat hutan yang biasa dia berburu. desa itu hanya di isi lima puluh kepala keluarga saja
"Ini sarapan kalian, aku akan pergi kehutan untuk mencari sayur liar" ucap Annchi. sambil meletakkan semua makanan yang dia masak, hanya ada bubur encer dan telur rebus. karena Annchi belum belanja kebutuhan dapur, lebih. tepat nya Annchi dulu tak pernah belanja. uang pemberian sang kakak pun sering di simpan dan membeli lahan di dekat bukit, karena rencana nya untuk bertani
"Kau akan kehutan sendirian?" tanya Bao-yo
"Ya aku sendirian... kamu diam dirumah temani anak-anak, takut mereka kenapa-napa" ucap Annchi sambil memasukkan parang dan pisau kecil ke dalam keranjang. Bao-yo menatap Annchi dari belakang, dia merasa Annchi tak seperti biasanya
"Kau tidak berteriak?" tanya Bao-yo. Annchi mengerutkan keningnya untuk mengingat apa maksud dari pertanyaan Bao-yo
"Aku tak ingin Vita suara ku Sember, jadi akan ku coba berbicara kecil" jawab Annchi
"Itu lebih baik dan lebih bagus" jawab Bao-yo dia masih menatap Annchi dari belakang. walau pun pandangan nya buram tapi samar-samar dia melihat punggung kecil sang istri
"Hmm... aku pergi dulu, mungkin akan kembali sore hari" ucap Annchi sambil berjalan ke arah pintu
"Hati-hati cepat kembali... aku menantikan mu kembali" ucap Bao-yo dengan lirih tanpa terdengar oleh Annchi
"Ayah.. apa ibu sudah pergi?" tanya Bai
"Ya... ibumu akan kehutan, mungkin kembali sore" jawab Bao-yo sambil mengambil tongkat nya, Bai pun membantu ayahnya untuk bangkit dari kursi makan dan mereka duduk di bawah pohon sakura
"Apa ibu nda atan pelgi cepelti ibu Yeong? An'el tatut ibu Annchi pelgi juga, nanti An'el punya ibu yang jahat lagi" ucap An sambil menatap sang ayah
"Ibu Annchi tak jahat. dia hanya belum bisa menerima saja dengan pernikahan yang mendadak ini, apa lagi ayah tak bisa mencari hewan buruan dan mencari koin, kalian tahu bukan ibu Annchi dulu itu banyak disukai karena kelembutan dan juga keramahan dia, sekarang dia harus mengurus ayah yang buta ini dan kedua anak kecil ayah" ucap lembut Bao-yo dia masih memberikan pengertian kepada sang putri, pernikahan ini memang baru tiga bulan. tapi pasti akan menyiksa untuk Annchi
"Ayah benar mei mei.... walau ibu Annchi pelit dan suka marah-marah tapi dia tak pernah memukul kita" ucap Bai. Bao-yo terkekeh geli mendengar ucapan sang putra, putra nya ini ingin membela Annchi atau ingin menjatuhkan lagi nama Annchi di hati adik nya itu
"HM... bijitu, baitlah An'el Atan coba belbicala selembut salju" jawab An
"Haha... sudah sudah, kalian makan lah. ibu Annchi sudah menyiapkan sarapan di atas meja" ucap Bao-yo
"Apa ayah serius? ibu Annchi menyiapkan sarapan untuk kami? tunggu ada racun nya tidak?" tanya Bai. mata Bao-yo melotot mendengar pertanyaan konyol putranya
"Kau ini jangan sembarang bicara.. nanti ibu Annchi mu mendengar dia marah" tegur nya
"Eh.. maaf ayah aku lupa" jawab Bai sambil menggaruk kepalanya itu
...****************...
Sedangkan Annchi yang melihat beberapa tanaman obat dan sayur liar pun segera memetiknya
"Orang-orang disini apa ngga tau ini obat dan bisa buat rempah makanan? segini banyak tumbuhnya, tidak ada satu pun yang bekas mengali" gumam Annchi. dia menggali kunyit jahe merah lengkuas dan beberapa temulawak herbal alami lain nya
Saat sedang fokus Annchi tak sengaja melihat Bunga ester tingkat tinggi dan di sebelah nya ada ginseng hitam lima puluh tahun, mata nya pun melotot
"Wo wo wo.... Daebak.... ini luar binasa kawan, lihat ini bisa ku taman di tanah pemilik tubuh ini nanti, rezeki anak Bi Soleh mah ada aja jalan nya" ucap Annchi dengan hati-hati menggali tanah itu agar tak merusak akar bunga ester dan ginseng hitam nya
Saat menengok ke arah timur dia melihat pohon lengkeng dan pohon jeruk.
Annchi pun segera berlari mendekati pohon itu, tak hanya dua pohon tapi ada sekitar delapan pohon masing-masing
"Huu... andai aku memiliki ruang untuk bertanam, aku akan pindah kan mereka kembali. agar saat aku ingin tinggal memetik di ruang dimensi ku" ucap Annchi sambil memanjat pohon jeruk itu terlebih dahulu
SREK
Akkkkhhhh
Tiba-tiba duri pohon jeruk menusuk pergelangan kaki nya. Annchi mengerutkan alisnya saat melihat tato Keluarga nya terdapat di tangan kirinya
"Ta tato Keluarga ku nempel di tubuh ini? tunggu warna lebih cerah ada hijau dan putih? kenapa pemilik tubuh ini bisa memiliki tato Keluarga ku?" gumam hati Annchi sambil menatap tato itu dengan rasa penasaran
SLING
"Ahkkkkk lontong... eh salah tolong...." teriak Annchi saat cahaya terang menutupi tubuhnya
BRUK
Annchi terjatuh di lahan kosong, dia meringis dan terkejut "Sial... memang aku yakin tadi ada demit yang mau culik aku, eh demit keluar kau... maju sini, seenak nya saja kau culik wanita cantik seperti ku haaa... keluar kau demit" teriak Annchi sambil bangun dari duduk nya
"Eh... dimana ini? serius ini demit culik aku?" tanya Annchi dan melihat Kanan dan kiri lahan kosong, juga terdapat kolam kosong. ada gubuk yang berdiri kokoh tak lupa ada mata air di sebelah gubuk itu
"Ini serius aku di sekap demit? kurang ajar kau demit, keluar kau... hais beraninya kau bersembunyi" teriak Annchi
Annchi pun berkeliling di tempat itu dia tak menemukan kehidupan sedikit pun dsini, dia merasa tempat ini seperti sudah lama tak di tempati oleh orang
Gubuk satu-satunya tempat yang belum Annchi datangin dia pun pun langsung membuka pintu itu dan dia terkejut melihat tumpukan bibit di dalam gubuk itu
Annchi pun segera memeriksakan semua bibit yang berada di dalam karung tersebut, bukan hanya satu bibit saja. tapi semua bibit buah sayur padi gandum jagung semua tersimpan rapih di dalam karung itu
Dengan penuh kekuatan dari bulan Annchi pun mengangkat karung-karung itu keluar dari gubuk. setelah di luar gubuk dia pun langsung menyiramkan air di sebelah gubuk agar tanah nya basah
"Dari pada aku mati kelaparan karna demit itu mening aku tanam mereka biar perut ku ada isinya nanti" gumam Annchi. dengan semangat dia pun langsung menggali lubang dan menutup saat benih sudah dia masuk kan tak hanya sayur Annchi pun menanam padi dan jagung gandum sekitar lima jam dia berkebun langsung duduk dekat pohon yang entah dia pikir pohon apa
"Aku lapar... enak kayanya makan ayam bakar" ucap Annchi sambil bersandar di pohon itu, tak lama satu daun di pohon itu pun jatuh
CLING
Mata Annchi melotot saat melihat daun yang jatuh berubah jadi ayam bakar
"Eh... kok daun berubah jadi ayam bakar?
TBC
Karena merasa tak percaya dia pun segera menyebutkan keinginan nya kembali
"Andai ada nasi" ucap Annchi. daun itu jatuh dan benar berubah menjadi nasi
"Wah.... luar biasa ini pohon ajaib? hahaha.... aku punya pohon ajaib" teriak Annchi sambil tersenyum bahagia dia melihat mata air dan mengambil nya untuk minum
"Eh... kok rasanya ada manis-manis nya gini? beh.. berasa minum Le-minelar oy" ucap Annchi sambil memakan Nasi dan ayam bakar. setelah selesai dia pun langsung membuang bekas makan nya ke dalam tong besi yang untuk membakar sampah
"Bagaimana aku keluar ya? aku yakin di tempat tadi aku menghilang sudah malam, eh... kalau aku pergi sia-sia dong tanaman ku? hais... binggung Neneng Haryati ini" gumam hati Annchi. saat dia bersandar di pohon tiba-tiba dia merasakan hangat dan ringan di tubuhnya, rasa kantuk nya pun tiba
SLING
Pohon lengkeng dan jeruk tiba-tiba berdiri di lahan yang masih kosong, Annchi tidak tahu pohon yang dia maksud itu masuk ke ruang dimensi, sekarang pohon itu berdiri disana. Annchi masih tertidur pulas, sekitar tiga jam Annchi terbangun saat merasakan goyangan tubuhnya
"Eh... bumi gempa, eh maksudnya gempa bumi? tolong... hais baru melek ini mata kenapa langsung di sambut bumi bergoyang" teriak Annchi
"Hahahaha..... hei tuan apa kau bodoh?" tanya suara yang membuat Annchi berhenti berteriak dan berdiri
"Siapa disana? wah kau demit itu ya... keluar kau demit ayo kita ribut, jangan bersembunyi seperti setan kau... tunggu demit kan setan ya? astaga Annchi... kau benar-benar bodoh" ucap nya sambil menepuk jidatnya sendiri
"Hahaha... kau mengakui bila kau bodoh tuan" ucap suara itu
"Diam... kau demit, keluar kau jangan hanya bisa diem aja disitu" teriak Annchi
"Aku sudah keluar dan ada di belakang mu tuan" ucap suara itu. Annchi sadar kalau di belakang dia pohon ajaib itu dia pun mendongak mencari sosok yang berbicara dengan nya
"Dimana kau? katamu kau di belakang ku?" tanya Annchi
"Hais... aku pohon yang berdiri di depan mu, apa kau tak melihat aku sebesar ini" ucap pohon ajaib itu
"APA?.... kau pohon ajaib ini? eh kau tidak di kutuk kan? karena berbuat kesalahan dan kau di kutuk jadi pohon?" tanya Annchi sambil mengelus dagunya
"Tuan bodoh... kau berbicara sembarangan, aku ini pohon kehidupan.. masa iya aku di kutuk, tapi benar seperti nya aku di kutuk, karena memiliki tuan bodoh seperti mu" ucap pohon kehidupan itu. mata Annchi melotot mendengar ucapan itu
"Kau.... dasar pohon tua... pohon tak memiliki hati... pohon yang hanya bisa berdiri tegak tanpa bisa bergoyang seperti ku, lihat aku bisa duduk. aku bisa loncat. aku bisa goyang oplosan, dan kau berdiri tegak seperti patung Pancoran" teriak Annchi
"Ha...ha... ha... sudahlah aku lelah menggataimu, sekarang kau jelaskan kenapa aku dsini? demit mana yang sudah menculik aku kesini?" ucap Annchi
"HM... ku kira kau akan terus mengatai ku, baiklah... aku sudah ada di dalam tubuhmu saat kau di berikan tato Keluarga, aku ikut kemana kau berada, ini ruang pertanian tuan. ruang ini bisa memasukkan apa pun dan membawa siapa pun yang tuan izinkan" ucap pohon kehidupan
"Oya tidak lupa daun ku ini bukan hanya bisa menyembuh berbagai penyakit, tapi juga bisa jadi makanan lezat juga saat tuan meminta nya" ucapnya lagi
"Benarkah? luar biasa sekali. tapi apa aku bisa keluar, kasihan pada suami dan anak-anak ku bila aku terlalu lama dsini" ucap Annchi
"Tuan tenang saja... ruang pertanian ini, bila di luar ruang satu jam disini satu hari" ucap pohon kehidupan
"Luar biasa.... jadi tanaman yang ku tanam itu akan tumbuh lebih cepat?" Annchi
"Ha... sukur deh klo begitu, aku boleh keluar kan? aku harus melanjutkan berburu di luar" ucap Annchi
"Tuan minta apa saja biar aku yang kabulkan" ucap pohon kehidupan
"Tidak... dihutan itu banyak sekali bahan makanan yang belum mereka petik, aku bisa menaman dsini. jadi ngga masalah bila aku berburu, kebetulan ada kolam aku akan mencari ikan di sungai dan membawanya kesini" ucap Annchi
"Baiklah... oya tuan kalau mau menaman apa pun tinggal Lempar saja kesini nanti aku yang akan menaman nya" ucap nya
"Baiklah... kalau begitu terima kasih Aci" ucap Annchi
"Aci? siapa tuan" tanya pohon kehidupan
"Aci itu nama mu, tidak mungkin aku selalu memanggil mu pohon bukan" jawab Annchi
"Ah... jadi aku memiliki nama? terima kasih tuan aku suka nama nya simpel" jawab Aci
"Sama-sama aku keluar dulu ya Aci... nanti aku cari kelinci untuk menemani mu disini" ucap Annchi sambil keluar dari ruang pertanian dan kembali ke hutan tempat dia tadi hilang
Sedangkan An dan Bai menunggu Annchi di depan rumah mereka "Gege apa ibu Annchi akan kembali? An'er takut dia tak kembali seperti ibu kita" ucap lirih An. Bai pun menatap sang adik
"Kau tenang saja... kalau ibu Annchi tak kembali kita cari kehutan, mungkin ibu Annchi sedang menikmati makanan enak" jawab Bai
"Talau benal belalti ibu tat ingin belbagi dengan tita?" tanya An
"Bai'er kau jangan memitnah ibu seperti itu, ibu kembali kok membawakan makanan untuk kalian juga" ucap Annchi. yang baru saja tiba, saat mendengar ucapan kedua anak tiri nya dia terkekeh. tidak lupa dia pun membawa bunga untuk mengobati Bao-yo
"Dimana ayah kalian?" tanya Annchi
"Aku disini
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!