Di sebuah mansion mewah tepatnya di kamar seorang gadis terdengar teriakan yang melengking.
“Jeon jungkook cepat bangun atau mama sita seluruh kartu dan uang jajan kamu!!! “ Teriak nyonya jeon yg terlanjur emosi melihat sifat pemalas putri semata wayangnya itu.
Dengan setengah hati gadis manis itu membuka matanya perlahan.
"Ish mama kenapa pagi-pagi teriak sih, kayak ibu-ibu penjual sayur” gerutu kookie kesal karena waktu tidur panjangnya terganggu.
"Ga usah banyak bicara, cepet mandi sudah ditungguin taehyung di bawah” ucap nyonya jeon lalu keluar kamar putrinya.
Sementara itu di ruang tamu terlihat taehyung sahabat kookie yg sedang mengobrol dengan tuan jeon.
“Maaf ya tae, kookie susah bangunnya maklum saja ini weekend jadi dia tidur larut semalam" ucap nyonya jeon.
"Tidak apa-apa ma, tae paham kok” ucap taehyung sambil tersenyum.
Tak beberapa lama terlihat seorang gadis menuruni tangga dengan wajah ditekuk.
"Ngapain sih pagi-pagi main kerumah orang? Kurang kerjaan atau mau numpang sarapan” omel jungkook saat melihat atensi taehyung di depannya yang sedang tersenyum tampan.
Mendengar perkataan yg terlontar dari mulut si manis buru-buru nyonya jeon mencubit pelan pinggang putrinya.
"Aduuuh mamaaa, kenapa kookie dicubit sih” protes jungkook.
“Mulutmu itu loo, pengen mama jahit biar ga asal ngomong lagi" ucap nyonya jeon.
“Emang mulut kookie kain pakai dijahit segala" ucap jungkook cepat.
Tuan jeon hanya bisa memijat pangkal hidungnya karena melihat perdebatan beda generasi tersebut.
“Sudah-sudah, kookie tadi taehyung minta ijin sama papa mau ngajak kamu keluar" ,ucap tuan jeon.
Jungkook memandang pria didepannya.
“Kamu mau ngajak aku keluar?" Tanya jungkook memastikan dan taehyung pun mengangguk.
“Oke deh, tapi aku sarapan dulu ya" ucap jungkook cepat.
“Lihat itu jam berapa?" Tunjuk nyonya jeon ke arah jam dinding.
“Hah jam 1 siang?" Kaget jungkook.
“Ga usah kaget kamunya susah dibangunin padahal taehyung nungguin kamu dari jam 10 pagi" ucap nyonya jeon gemas.
“Kita sekalian makan siang di luar ayo” ajak taehyung mengakhiri perdebatan ibu dan anak tersebut.
"Oke deh kalau begitu, ayo buruan keburu lapar akunya" ucap jungkook lalu menarik tangan taehyung keluar mansion.
Sedangkan taehyung hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat kecilnya tersebut.
*****
“Kamu tumben ngajakin aku keluar weekend gini, biasanya juga di tongkrongan sama temen-temen kamu” tanya jungkook saat dalam perjalanan.
"Aku mau minta tolong sama kamu buat cariin hadiah” ucap taehyung sambil fokus menyetir.
“Hadiah? Emang siapa yg ulang tahun?" Tanya jungkook.
“Bukan hadiah ulang tahun tapi hadiah untuk hari jadi aku sama irene" ucap taehyung.
Deg.
Jungkook menoleh ke arah taehyung dengan pandangan yg sulit diartikan.
"Kamu jadian sama irene, Kapan? kok aku ga tau” tanya jungkook lirih.
"Kemarin malam, ini kamu sekarang tahu” ucap taehyung sambil tersenyum.
"Emang kamu secinta itu ya sama irene tae?” Tanya jungkook.
"Cinta lah, kamu tau kan aku dari kelas 10 sudah naksir dia” ucap taehyung.
Setelahnya hanya ada keheningan melanda hingga ponsel jungkook berdering.
"Ya halo, ada apa lis?” Ucap jungkook begitu sambungan panggilan tersambung.
"Kookie kamu dimana?" Tanya lisa
“Aku mau ke mall sama taehyung" jawab jungkook singkat.
“Oke, kita ketemu disana sama yang lain" ucap lisa lalu memutus panggilan secara sepihak.
Jungkook mengamati ponselnya sejenak.
"Ck ..dasar cewek aneh” gumam jungkook setelahnya memasukkan ponselnya ke dalam tas.
“Ada apa?" Tanya taehyung
“Lisa sama yang lain ngajak ketemuan di mall" jawab jungkook.
“Ya udah kita bisa jalan bareng mereka kan" kata taehyung.
“Ga usah, aku nemenin kamu cari hadiah buat irene dulu baru aku jalan sama mereka lagian mereka kan anaknya pada heboh nanti kamu ga nyaman lagi" ucap jungkook.
“Ga papa lagian teman kamu kan teman aku juga, kamu juga kenal sama temen tongkrongan aku" ucap taehyung.
“Itu sih beda karena di situ ada kak yoongi dan kak jimin pacar kak yoongi juga sering ikut nongkrong kan” ucap jungkook.
"Sama aza” ucap taehyung sambil mengusap rambut sahabat kecilnya itu.
"Ih tae rambutku nanti kusut” protes jungkook sedangkan taehyung hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu
*****
Tak beberapa lama mereka tiba di mall dan setelah memarkir mobilnya taehyung mengajak jungkook masuk ke dalam mall.
"Coba kamu hubungi teman kamu dulu mereka ada dimana sekarang” ucap taehyung dan jungkook pun mengangguk.
Tak beberapa lama.
“Mereka masih dalam perjalanan" kata jungkook.
“Ya udah kita beli makan dulu yuk, katanya tadi kamu lapar" ajak taehyung lalu menggandeng tangan jungkook
Memang sudah kebiasaan taehyung jika berjalan bersama jungkook maka dia akan menggandeng tangan sahabatnya itu.
“Tae kita mending beli hadiah dulu deh baru makan" saran jungkook.
“Tapi kamu belum makan kan? Ntar asam lambung kamu kambuh" ucap taehyung.
“Ga akan, ayo aku tahu kado apa yg cocok buat irene" ajak jungkook lalu berjalan duluan meninggalkan taehyung.
Setelah memilih kado untuk irene sekarang taehyung dan jungkook sedang makan siang di salah satu restoran yg ada di mall tersebut.
"Kookiiee" panggil seorang gadis yg berjalan mendekat ke arah jungkook bersama teman-temannya.
“Kalian baru datang" kata jungkook sambil mengunyah makanannya.
“Iya, habisnya jennie lama banget mandinya" kesal lisa.
“Yang lama itu dandannya si rose tuh" ucap jennie.
“Sudah ngapain sih berdebat hal ga penting" ucap jisoo.
Tak beberapa lama ponsel taehyung berdering.
“Sebentar ya aku angkat panggilan dulu" ucap taehyung lalu berjalan sedikit menjauh.
Saat taehyung menjauh tiba-tiba sorot mata lisa, jennie, jisoo dan rose menjadi sorot mata menyelidik.
“Ada apa dengan wajah kalian" tanya jungkook heran.
“Kamu kencan ya sama taehyung?" Tanya lisa langsung.
“Ck pemikiran macam apa itu, kami hanya sebatas sahabat” jelas jungkook.
Jennie mencondongkan wajahnya ke wajah jungkook lalu menunjuk dahi sahabatnya itu pelan.
"Tapi di jidatmu ada tulisan ‘aku cinta taehyung’, jelas banget lagi” ucap jennie sambil tersenyum konyol.
Plaaaakk…
“Aduh kenapa kepala aku dipukul" protes jennie.
“Makanya kalau ngomong di filter" ucap jungkook kesal.
Beberapa saat kemudian terlihat taehyung yang datang dengan ekspresi yg sulit ditebak.
"Apakah ada masalah tae?” Tanya jungkook penasaran.
"Irene menghubungiku, dia ingin aku menemaninya ke suatu tempat” ucap taehyung.
"Ya udah kamu pergi aja, kasihan irene kalau nungguin” kata jungkook sambil tersenyum.
“Lalu kamu gimana?" Tanya taehyung.
“Aku gampang, aku bisa pulang sama mereka atau nanti aku telepon sopir buat jemput" ucap jungkook.
“Nanti kalau ga ada yg nganter pulang kamu kabari aku ya" ucap taehyung.
“Iya..bawel sudah sana keburu irene nungguin, jangan lupa hadiahnya" ucap jungkook mengingatkan.
Setelah kepergian taehyung ke empat sahabatnya duduk mengelilingi jungkook.
“Jadi bisa kamu jelaskan sama kami apa yg terjadi" tanya rose.
“Taehyung jadian sama irene, dan tadi dia minta tolong sama aku buat nyariin hadiah yg cocok buat irene” jelas jungkook.
Punggung tangan lisa menempel ke kening jungkook dan ditepis si empu.
"Ngapain sih?” Tanya jungkook heran.
"Cuma ngecek kamu panas ga” ucap lisa cuek.
"Sialan” umpat jungkook.
"Kookie kamu oke?” Tanya jisoo yg memiliki pemikiran lebih dewasa dibanding yang lain.
“Aku oke, emang kenapa?" Tanya jungkook sambil menatap sahabatnya satu persatu.
“Kamu cinta sama taehyung kan" ucap jennie to the point.
Deg.
Jantung jungkook berdegup kencang bibirnya kelu.
Tangannya meremas ujung bajunya dan dirinya menunduk dan tanpa jungkook sadari setetes air mata jatuh membasahi pipi mulusnya.
Jennie menghapus air mata itu pelan.
“Jangan menangis kookie, kita paham apa yg kamu rasain sekarang"
“Lagian apa sih yg dilihat taehyung dari cewek jadi-jadian itu" ucap lisa kesal.
"Taehyung sudah naksir irene dari kelas 10 ” ucap jungkook lirih
"Lalu apa kabar kamu yg udah suka sama taehyung lebih dulu” ucap rose heran.
"Sudahlah lagian dia cuma anggap aku cuma sahabat dan aku ga mau merusak persahabatan ini demi rasa konyol yg aku punya buat dia” jelas jungkook.
"Tunggu irene yang kalian maksud irene anak 12 ips bukan sih?” Tanya jisoo dan keempat sahabatnya mengangguk.
"Setahuku minggu lalu dia habis jadian sama anak cowok namanya kai deh” ucap jisoo
"Kan dia emang suka gonta ganti cowok dan sering keluar masuk klub” ucap jennie enteng.
"Kok kamu tahu jen?” Tanya jungkook penasaran.
"Kebetulan aku sering liat dia di klub kakak aku” ucap jennie.
"Udah ah ngapain juga bahas orang lain, mending kita belanja” ajak rose.
"Kamu benar banget, siapa tahu dengan belanja kesedihan sahabat kita ini berkurang" ucap lisa sambil merangkul jungkook.
Setelahnya lima sekawan itu menghabiskan waktu sepanjang sore untuk berbelanja.
Sementara itu di lain tempat.
“Terima kasih ya tae, kamu mau datang" ucap irene dengan senyum manisnya.
“Tentu saja aku akan datang karena kamu kekasihku kalau kamu lupa" ucap taehyung sambil tersenyum.
“Apakah kamu akan selalu datang jika aku membutuhkanmu tae?" Tanya irene.
“Tentu saja kamu prioritasku sekarang" kata taehyung sambil mencubit pelan hidung kekasihnya.
Saat ini terlihat jungkook dan ke empat sahabatnya sedang menikmati makan malam di sebuah restoran setelah sepanjang sore mereka menghabiskan waktu untuk belanja.
Di saat semuanya sedang menikmati makanan mereka tiba-tiba jungkook merintih sambil memegang perutnya.
“Aahh sakit sekali" ringis jungkook dengan keringat dingin yang membasahi dahinya.
“Kokie kamu kenapa?” Panik lisa yang kebetulan duduk di sebelah jungkook.
"Perutku sakit sekali”, rintih jungkook dengan wajah pucatnya.
"Cepat hubungi taehyung” kata jennie panik.
Lisa dengan cepat mengambil ponsel jungkook dan mendial no taehyung.
"Halo tae cepat ke sini jungkook” perkataan lisa terpotong oleh suara diseberang.
“Taehyung sedang sibuk" jawab suara diseberang dan langsung menutup panggilannya.
“Halo tae…taehyung" panggil lisa dengan panik.
“Gimana lis?" Tanya jisoo dengan tangan yg mengelus perut jungkook.
“Yang ngangkat cewek terus langsung ditutup, aku tebak pasti ceweknya" ucap lisa kesal.
"Aku ga papa” kata jungkook lirih dengan wajah pucatnya.
"Ga papa gimana, asam lambung kambuh kayak gini masih bilang ga papa” omel jennie gemas.
Disaat keempat sahabatnya panik dari kejauhan terlihat yoongi yg sedang menikmati makan malam dengan kekasihnya jimin.
“Kak bukankah itu kokie" kata jimin dengan tangan yang menunjuk ke arah meja jungkook.
Yoongi menoleh ke arah yg dimaksud dan memang benar terlihat yoongi dan teman-temannya juga sedang menikmati makan malam mereka.
"Tunggu deh kayaknya ada yang aneh deh sama kokie” kata jimin dengan pandangan yang tak lepas dari jungkook.
"Ayo kita kesana” ajak yoongi dan diangguki oleh jimin.
Akhirnya yoongi dan jimin pun berjalan ke arah meja jungkook.
"Kokie, ada apa?” Tanya jimin tiba-tiba.
Semua orang menoleh dan bernafas lega.
"Akhirnya ada kakak” ucap lisa.
"Apa yg terjadi?” Tanya yoongi.
"Asam lambung kokie kambuh kak” ucap jisoo.
Pandangan jimin tertuju ke jungkook.
"Kak, jungkook pucat" ucap jimin panik
Yoongi dengan sekali angkat menggendong tubuh mungil jungkook ala bridal.
“Kita ke rumah sakit sekarang" kata yoongi dan diangguki oleh jimin.
*****
Yoongi, jimin dan keempat sahabat jungkook menunggu dengan cemas didepan ruang igd.
“Yoongiaa" panggil seseorang yg datang dengan wajah paniknya.
“Tante" panggil yoongi saat melihat kehadiran nyonya jeon.
“Bagaimana keadaan putri tante?" Tanya nyonya jeon dengan nada suara yg bergetar.
“Jungkook masih diperiksa dokter, tante tenang dulu ya” jimin berusaha menenangkan nyonya jeon.
"Gimana tante bisa tenang jiminah, kamu tahu sendiri bagaimana waktu asam lambung jungkook kambuh dan beberapa waktu yang lalu sudah divonis asam lambung akut” jelas nyonya jeon.
Semuanya hening hingga setelah beberapa saat seorang dokter keluar.
"Dengan keluarga pasien jeon jungkook” panggil dokter.
“Saya mamanya dok" kata nyonya jeon buru-buru mendekat.
“Putri anda perlu dirawat beberapa hari, karena asam lambungnya naik" jelas sang dokter.
“Tapi dia baik-baik saja kan dok?" Tanya nyonya jeon.
“Nyonya tenang saja, kami sudah memberikan obat lambung jadi keadaannya sekarang jauh lebih baik.
Setelahnya sang dokter meninggalkan nyonya jeon dan yang lainnya.
Jungkook sudah dipindahkan ke ruang vvip sesuai permintaan nyonya jeon dan sekarang di ruangan itu ada nyonya jeon, yoongi dan jimin yg ikut berjaga.
Tuan jeon sendiri sedang dalam perjalanan dari luar kota setelah tadi dikabari oleh sang istri jika putri kesayangan mereka masuk rumah sakit.
Sementara itu di lain tempat.
"Kenapa perasaaanku tidak enak ya" monolog taehyung.
“Tae kamu kenapa gelisah" tanya irene. Saat ini mereka berdua sedang di apartemen irene.
“Aku pulang dulu ya sayang" pamit taehyung.
“Kamu ninggalin aku sendirian tae?" Ucap irene dengan sedikit merajuk.
“Ini sudah malam irene lagipula kita belum punya hubungan resmi" bujuk taehyung.
“Tapi tae" perkataan irene terpotong.
"Besok pagi kita berangkat sekolah bersama oke” hibur taehyung lalu mengecup kening irene dan pergi begitu saja.
Tengah malam terlihat jungkook yg sadar perlahan dirinya membuka mata, dan bau disinfektan menyerang hidungnya.
"Di rumah sakit lagi” monolog jungkook dan netranya menatap kedua orang tuanya yang terlelap di sofa.
Dengan perlahan jungkook bangun karena dirinya ingin ke toilet, suara roda infus yg berderit membangunkan tuan jeon.
"Sayang kamu mau kemana?" Tanya tuan jeon bergegas menghampiri putrinya.
“Kokie mau ke toilet pa" kata jungkook.
“Papa antar" ucap tuan jeom lalu menuntun putrinya menuju toilet.
“Papa tunggu di depan pintu ya, jika sudah panggil papa" ucap tuan jeon.
Setelah selesai tuan jeon kembali merebahkan putrinya dan menyelimuti tubuh putrinya supaya tetap hangat.
“Terima kasih pa dan maaf ya pa, pasti kokie ngrepotin papa mama ya?" Kata jungkook lirih.
“Kamu anak papa dan mama ga ada kamus kata merepotkan mengerti, sekarang istirahat ya" kata tuan jeon.
“Usap rambut kokie pa" pinta kokie dan diangguki oleh tuan jeon.
*****
Pagi harinya terlihat taehyung yang sedang memakan sarapannya.
“Hari ini kamu jemput kokie kan tae?" Tanya nyonya kim.
“Ga ma, tae mau jemput kekasih tae" kata taehyung singkat.
“Kekasih? Sejak kapan kamu punya kekasih?" Tanya sang mama
“Sudah beberapa hari yang lalu, udah ya tae berangkat dulu" pamit taehyung lalu pergi begitu saja.
“Siapa kekasihnya ya? Aku penasaran" monolog nyonya kim.
“Ada apa ma?" Tanya seokjin kakak laki-laki taehyung.
“Ish kamu ini bikin mama kaget" ucap nyonya kim.
“Ck, gitu aja kaget, lagian mama ngelamunin apa sih?” Tanya seokjin penasaran.
"Itu adik kamu bilang punya kekasih, mama pikir dia jadian sama kokie ternyata bukan” jelas nyonya kim.
"Biarin aja deh ma, anak sudah besar ini” kata seokjin lalu mulai memakan sarapannya.
Skip.
Taehyung dan irene sudah sampai di sekolah, setelah mengantar irene ke kelasnya taehyung berjalan menuju kelasnya sendiri.
Dirinya terpaku saat mendapati bangku tempat jungkook duduk kosong.
"Tumben dia belum datang” monolog taehyung sambil melirik jam tangannya.
Dengan bergegas dirinya menghampiri keempat sahabat jungkook karena kebetulan jungkook, taehyung dan keempat sahabat jungkook berada di kelas yang sama.
"Lis, kamu tau kemana kokie?” Tanya taehyung
"Kenapa tanya aku, bukankah kamu punya no ponselnya" kata lisa dingin.
“Aku sudah hubungi tapi ga aktif" jawab taehyung.
"Kamu sudah ke mansionnya?” Tanya jennie kemudian dan taehyung pun menggeleng.
“Tadi aku berangkat bareng irene" kata taehyung.
“Ternyata berangkat sama ceweknya toh, ya udah sih sudah punya cewek ngapain ngurusin cewek lain mending fokus dengan cewekmu aja" ucap lisa ketus.
Disaat taehyung ingin bicara tiba-tiba guru datang dan pelajaran pun dimulai dan beberapa kali taehyung melirik ke bangku sahabat kecilnya itu.
"Kamu kemana kookie? Sepertinya nanti aku harus ke mansionnya” batin taehyung.
Jam istirahat terlihat lisa dan yang lainnya sedang makan di kantin dan tak sengaja matanya melihat pemandangan yg membuat dia muak.
“Lihatlah benar-benar pemain itu cewek, ditempat agresif banget" kesal lisa.
“Sudahlah ngapain juga kamu kesel sih, trus tadi di kelas juga apa maksudnya coba ngomong kayak gitu ke taehyung" kata jisoo.
“Aku tuh kesel karena kejadian kemarin, terus datang-datang nanya kookie dimana lagi" ketus lisa.
“Siapa tahu kan taehyung benar-benar ga tau soal kondisi kookie" ucap rose dan diangguki jennie dan jisoo.
“Oh iya, nanti pulang sekolah jadi jenguk kookie kan kita?" Tanya jennie.
“Jadi dong, tadi mamaku udah nitip camilan buat itu anak katanya biar perutnya ga kosong" jelas lisa.
“Mamaku juga tadi buatin kue buat kookie" ucap rose.
“Dia anak baik makanya mama kita sayang sama dia kan" kata lisa dan diangguki oleh yang lain.
Skip pulang sekolah.
"Ayo buruan keburu sore” ajak lisa dan saat dirinya hendak masuk ke mobil dirinya mendengar perdebatan kecil dibelakang.
"Ayolah irene lain waktu aku akan menemanimu, tapi sekarang aku harus tahu keadaan jungkook karena sejak semalam ponselnya tidak aktif” bujuk taehyung.
"Kamu tidak cinta aku kah tae?” Tanya irene merajuk dan itu terlihat menjijikkan di mata lisa
"Tentu saja aku mencintaimu, tapi jungkook adalah sahabatku jadi aku minta pengertianmu saat ini" bujuk taehyung.
“Ah.. " teriak irene tiba-tiba sambil memegang kepalanya
“Kamu kenapa?" Tanya taehyung panik
"Kepalaku tiba-tiba pusing tae, jadi apa kamu tega meninggalkan aku?” Tanya irene manja.
"Tidak aku akan menemanimu, ayo aku antar pulang” ucap taehyung lalu menuntun irene memasuki mobilnya dan meninggalkan halaman sekolah.
"Lihatlah ular itu, benar-benar ratu akting” kata lisa emosi.
“Biarkan saja, ayo kita berangkat" ajak jisoo dan diangguki oleh yang lain.
Hari ini jungkook sudah diperbolehkan pulang tapi dia harus istirahat di rumah untuk beberapa hari.
Selama dirinya di rumah sakit tidak pernah taehyung datang menjenguk bahkan menanyakan kabarnya pun tidak, jungkook tahu dari para sahabatnya jika taehyung sekarang sibuk dengan irene.
Ada perasaan sesak yg menghimpit dadanya tapi jungkook berusaha menepisnya, didepan semua orang jungkook terlihat biasa saja.
Saat ini hari libur dan taehyung sedang di basecamp dan dirinya mengajak irene.
“Dia siapa tae?" Tanya yoongi dingin.
“Ah kenalkan dia irene kekasih tae" ucap taehyung.
“Halo kak salam kenal" ucap irene
Semua orang memandang irene tanpa ada yg membuka suara.
“Kak, katanya mau ke mansion jungkook aku dengar dari lisa hari ini dia keluar dari rumah sakit" kata hoseok yg lebih sering dipanggil hobi.
“Habis ini kita kesana, nunggu jimin lagi beli kue sama buah untuk jungkook" kata yoongi.
“Kak emang kokie kenapa?" Tanya taehyung penasaran.
“Kamu gimana sih tae, sahabat sejak kecil tapi ga tau kalau sahabatnya sakit dan masuk rumah sakit" kata mingyu.
“Hah masuk rumah sakit? Kok ga ada yang ngasih tahu ke tae sih" kata taehyung.
"Ga ada yang ngasih tau apa pura-pura ga tahu tae?” Tanya bambam sinis.
"Maksud kamu apa sih bam? Aku benar-benar ga tahu sama sekali” kata taehyung dengan nada tinggi.
"Bagaimana dengan seseorang yg beberapa hari yg lalu bilang kamu ga bisa diganggu sama sekali?" Tanya bambam sambil melirik irene.
“Ada apa dengan beberapa hari yg lalu? Kasih tau aku” desak taehyung.
"Beberapa hari yang lalu saat asam lambung jungkook kambuh, lisa…" perkataan bambam terpotong oleh suara seseorang.
“Jangan diteruskan bam biarkan dia mencari tahu sendiri mana yang baik untuk dirinya dan mana yg ga baik untuknya, karena percuma kita menjelaskan sesuatu jika dirinya hanya terfokus kepada satu sudut pandang saja" kata lisa lalu meninggalkan basecamp kekasihnya.
Lisa adalah kekasih eunwoo teman taehyung juga tapi dirinya memang tidak pernah ikut ke basecamp beda dengan jungkook dan jimin yg sering main ke basecamp.
Satu persatu orang yang ada disitu pergi meninggalkan taehyung dan irene.
"Tae” panggil irene dan taehyung pun menoleh
"Sepertinya gadis yg bernama jungkook itu sangat disayang semua orang ya” gumam irene lirih.
"Kami sudah bersama lama jadi kami saling menyayangi, suatu saat pasti mereka juga akan menyayangimu sama seperti mereka menyayangi kookie” kata taehyung.
“Kak yoongi, apa kita ga sebaiknya tunggu taehyung dulu buat tanya apa dia mau ikut jenguk kookie atau tidak?" Tanya jimin saat sudah di depan basecamp.
Akhirnya mereka semua sepakat menunggu taehyung dan setelah beberapa saat tampak taehyung yg berjalan mendekat ke arah mereka.
“Tae kamu ikut kami jenguk jungkook ga?" Tanya jimin
“Ayo tae juga mau kesana sekarang" kata taehyung
Disaat semuanya akan masuk mobil masing-masing suara seseorang menghentikan mereka.
“Tae, aku sedikit pusing bisakah kamu mengantarku pulang terlebih dahulu" pinta irene lirih.
“Kamu pusing? Ayo aku antar pulang" kata taehyung lalu membuka pintu mobil untuk irene.
Sebelum taehyung masuk kedalam mobil dia berbicara.
“Maaf ya tae tidak bisa ikut jenguk jungkook" kata taehyung.
“Membuang waktu* umpat yoongi lalu masuk ke mobil dan membanting pintu mobil dan meninggalkan basecamp bersama yang lain.
*****
Setelah 1 minggu lebih jungkook tidak masuk hari ini dirinya mulai bersekolah lagi dan para sahabat yg melihatnya tentu sangat senang.
Untuk taehyung dirinya sama sekali belum ke mansion jeon sejak jungkook keluar dari rumah sakit bahkan menanyakan keadaan jungkook pun sama sekali tidak dilakukan oleh taehyung.
Taehyung lebih banyak menghabiskan waktu bersama irene, jika dikatakan kecewa jungkook kecewa tapi dia tidak ingin semua orang tahu apa yang dia rasakan saat ini.
Tapi para sahabat dan teman-teman jungkook maupun taehyung tidak buta untuk tidak melihat seberapa terluka jungkook dengan sikap taehyung.
“Kookie" panggil taehyung senang saat dirinya masuk ke kelas dan melihat sahabat kecilnya itu sudah kembali ke sekolah.
"Aku senang kamu sudah masuk sekolah lagi, maaf ya aku ga sempet jenguk kamu” kata taehyung lirih.
"Ga papa, aku tahu kamu sangat sibuk” kata jungkook sambil tersenyum tapi senyum yg menyiratkan kecewa
"Kamu kecewa sama aku? Aku bener-bener minta maaf karena kemarin irene juga ga enak badan jadi aku nemenin dia” jelas taehyung.
"Aku ga kecewa, memang seharusnya seperti ini kan kamu memperhatikan pacar kamu lebih. Kita hanya sahabat masa kecil tae jadi mulai sekarang tidak perlu memberikan perhatian berlebih padaku” jelas jungkook lalu meninggalkan taehyung yg masih memproses perkataan jungkook.
Setelah beberapa saat taehyung mengejar jungkook yg sudah lebih dulu keluar kelas.
"Kookie tunggu” panggil taehyung sambil mencekal pergelangan tangan jungkook.
"Kamu beneran marah sama aku?” Kata taehyung sambil menatap tepat di manik hitam legam jungkook.
"Aku marah karena alasan apa coba? Sudahlah tae lebih baik kamu fokus sama irene” kata jungkook.
"Kamu cemburu dengan irene? Karena kemarin aku ga nengok kamu dan nemenin irene maka kamu cemburu iya” kata taehyung.
"Jangan ngaco deh tae, siapa juga yg cemburu sih? Udahlah aku mau ke kantin" kata jungkook dan melepaskan genggaman tangan taehyung di pergelangan tangannya.
Tiba-tiba tanpa di duga taehyung menarik pinggang ramping jungkook dan menekan tengkuk sahabat kecilnya hingga sebuah ciuman mendarat di bibir cherry jungkook.
Jungkook syok bahkan para murid yg melihat itu terkejut, jungkook berusaha melepaskan ciuman tersebut tapi taehyung justru memperdalam ciuman mereka dengan menarik pinggang jungkook untuk lebih dekat.
Hingga akhirnya dengan sisa kekuatan yg ada jungkook berhasil mendorong tubuh taehyung menjauh.
Plaaaaakkk…
Sebuah tamparan menggema di koridor disaksikan oleh semua murid yg melihat kejadian itu.
Jungkook buru-buru menyeka bibirnya dan airmata sudah mengalir deras di pipinya.
Taehyung berusaha menggapai tangan sahabat kecilnya itu tapi jungkook mundur menghindari sentuhan taehyung.
"Kookie, aku minta maaf aku”, perkataan taehyung terhenti.
"Aku membencimu kim taehyung” kata jungkook pelan dan dingin dengan sorot mata penuh luka dirinya pergi meninggalkan taehyung yg masih terdiam di tempatnya.
Jungkook terisak sendirian di taman belakang, bahunya bergetar karena tangisnya.
Dia memang mencintai taehyung tapi cara taehyung memperlakukannya tadi benar-benar membuat harga dirinya terluka.
“Aku hiks membencimu kim taehyung" isak jungkook.
"Dasar berisik”
Jungkook menoleh dan mencari sumber suara tapi dirinya tidak melihat siapapun.
“Siang-siang ada hantukah" monolog jungkook sambil menyeka air matanya.
“Sialan emang orang ganteng gini dibilang hantu" ucap seseorang yg tiba-tiba melompat turun dari pohon besar di depan jungkook.
“Waaaahh mama ada hantu" teriak jungkook
Buru-buru pria tersebut membekap mulut jungkook.
“Sial dia imut sekali"
Dengan kejam jungkook menginjak kaki pria tersebut.
“Kamu mau membunuhku ya??!!" Teriak jungkook kesal.
“Kamu ini jadi cewek ga ada manis-manisnya"
“Bukan urusanmu" kata jungkook kesal.
"Jung jaehyun" kata pria itu sambil mengulurkan tangannya.
“Jeon jungkook" jawab jungkook malas.
*****
Di kantin.
“Kookie kemana sih? Keburu masuk kelas juga" kata lisa cemas.
Disaat keempat sahabat jungkook sedang menunggunya tiba-tiba seorang siswa datang menghampiri lisa dan yang lainnya
“Lisa gawat di lapangan basket eunwoo berantem sama taehyung"
Tanpa banyak bicara lisa dan yg lainnya berlari ke lapangan basket dan betapa terkejutnya dirinya saat dengan brutal eunwoo memukul taehyung.
Tidak ada yg bisa memisahkan mereka hingga sebuah suara menghentikan perkelahian mereka.
“BERHENTIIIII" sebuah teriakan menggelegar.
“Kookie" panggil taehyung dan eunwoo lirih.
Dengan perlahan jungkook berjalan mendekati kedua orang tersebut dan dibelakangnya ada jaehyun yg mengikutinya.
“Tidak perlu membelaku hingga sejauh ini nu" kata jungkook parau.
“Tapi dia melecehkan mu di depan murid lain" kata eunwoo penuh emosi.
“Anggap saja ini hari sialku" kata jungkook.
“Lisa, obati eunwoo" perintah jungkook dan diangguki oleh lisa.
“Kookie tunggu" panggil taehyung dan jungkook pun menoleh dapat dirinya lihat wajah sahabat kecilnya yg penuh luka lebam.
“Ya ampun tae, apa yang terjadi?" Tanya irene yg tiba-tiba datang.
Mendengar suara irene jungkook segera melepaskan genggaman tangan taehyung dan berlalu dari sana diikuti oleh jaehyun.
Setetes air mata jatuh dari mata bambi itu, dan tanpa peringatan jaehyun menggandeng tangan jungkook.
Jungkook yg terkejut menoleh ke arah jaehyun dan jaehyun tanpa mengatakan sepatah katapun hanya tersenyum dan membawa jungkook pergi dari sana.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!