Indonesia
NovelToon NovelToon

Ku Gapai Cintamu

Tara

"Hoamm."

Aku terbangun begitu alarm menggema dari ponselku yang berada di atas nakas,waktu menunjukkan pukul 5 pagi dan di luar masih begitu gelap.

   Aku sudah terbiasa bangun sepagi ini semenjak bunda meninggal 10 tahun yang lalu ketika aku masih berusia 7 tahun dan baru Beberapa bulan masuk SD.

   Setelah bunda meninggal,Ayah selalu mengajarkan aku bangun pagi dan mengajar Aku untuk membersihkan kamar dan tempat tidurku.

  Awalnya semuanya berjalan begitu baik,Aku tetap merasa bahagia hidup berdua dengan Ayahku, namun semuanya berubah semenjak tiga tahun lalu,Ketika Ayah membawa seorang perempuan dan anaknya masuk ke dalam rumah.

   Ayah sempat meminta izin untuk menikah lagi,Aku setuju,di samping karena ingin melihat Ayah ada yang ngurus,calon ibu tiri dan adik tiriku juga bersikap baik padaku.

  Namun ternyata kebaikan mereka berdua palsu, mereka hanya baik untuk mendapatkan restuku,dan mereka hanya baik ketika di depan Ayah saja.

   Ketika pernikahan sudah selesai dan Ayah bertugas di luar kota,ibu tiriku yang bernama Helena dan juga putrinya yang bernama zahra selalu memperlakukan aku semena mena di rumahku sendiri.

  Mereka hidup seperti seorang bos,sedangkan aku di jadikan pembantu mereka,bahkan mereka tega memecat bibik yang sudah lama bekerja di rumahku hanya karena ingin agar Aku yang mengerjakan semua pekerjaan rumah.

  Helena dan Zahra sangat kejam, ketika aku tidak sengaja bangun sedikit kesiangan, maka mereka akan marah marah, bahkan tidak segan untuk memukulku.

   Aku sering menangis diam diam ketika capek dengan keadaan yang menimpaku,ingin mengadu,Aku tidak punya bukti karena Helena sangat licik sehingga Ayah selalu lebih percaya padanya di banding aku.

   Aku pernah mengadu,tapi Ayah malah lebih percaya perkataan Helena yang mengatakan aku suka malas belajar sehingga membuatnya marah, setelah itu,Aku tidak pernah lagi mengadu pada Ayah,Aku hanya bisa berdoa semoga penderitaan ini lekas berakhir.

  Baiklah sudah cukup berceritanya,sekarang aku harus bergegas bangun untuk membereskan semua pekerjaan rumah,atau si lampir Helena itu tidak akan membiarkanku sarapan dengan tenang.

   Aku mengikat tinggi rambutku dan segera keluar kamar,pertama tama,Aku menuju kamar mandi untuk mencuci pakaian,semua pakaian kotor aku masukkan ke dalam mesin cuci,setelah itu,Aku segera menuju dapur untuk memasak sarapan.

   Hari ini bahan makanan sudah banyal yang habis,sepertinya Helena lupa membeli atau mungkin sengaja tidak membeli dan akan menyuruh aku nanti,entahlah.

   Karena di kulkas hanya tersisa telur,sawi dan daun bawang,Aku akhirnya memutuskan untuk membuat nasi goreng sederhana saja.

   Aku mulai memotong beberapa bahan yang aku butuhkan,karena sudah terbiasa,tanganku begitu lihai memainkan pisau.

   Setelah semua bahan siap,Aku segera mulai menggoreng nasi,tidak butuh waktu lama,kini nasi goreng buatanku sudah jadi,setelah itu,Aku membuat telur dadar sebagai pelengkap nasi goreng.

   Setelah semuanya siap,Aku bergegas sarapan terlebih dahulu,dan segera mencuci piring dan peralatan dapur yang sudah aku pakai.

  Aku memang sengaja selalu sarapan sebelum mereka turun, karena kalau tidak begitu mereka tidak akan mengizinkanku sarapan sebelum mereka selesai,dan itu akan membuat ku terlambat datang ke sekolah.

   Kebetulan hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah sebagai murid baru di SMA Nusantara,Aku sangat bersemangat sehingga sengaja bangun lebih pagi agar tidak telat.

   Setelah selesai di dapur,Aku kembali menuju kamar mandi khusus laundry dan untungnya mesin cuci sudah berhenti,Aku segera mengeluarkan semua pakaian dan segera menjemurnya walaupun matahari belum menampakkan diri.

   Tepat pukul 06:00,Aku akhirnya selesai menjemur semua pakaian,setelah itu,Aku bergegas menyapu seluruh rumah dan selesai pukul 07:00,setelah semuanya beres,Aku langsung bergegas mandi karena mengejar waktu yang semakin mepet.

  Hanya butuh waktu 10 menit, kini aku sudah selesai mandi dan bergegas memakai seragam sekolah,tidak butuh waktu lama kini aku sudah siap dengan tas bertengger di bahuku.

   "Semoga hari ini berjalan dengan baik." Aku menatap pantulan diriku di depan cermin sambil tersenyum untuk menguatkan hatiku menghadapi ujian hidupku.

    Ketika aku sampai di lantai bawah,Aku melihat Helena dan Zahra sudah selesai sarapan,Aku tidak berniat menyapa mereka seperti biasa,Aku memilih terus berjalan menuju pintu keluar.

    Begitu sampai di garasi,Aku segera mengeluarkan motorku dan segera melaju menuju sekolah baruku.

   Aku hampir saja terlambat,tapi untungnya takdir masih berpihak padaku sehingga aku bisa datang tepat waktu sebelum gerbang di tutup.

  "Astaga Ra lo baru datang."

  Baru saja turun dari motor,suara cempreng Salma tiba tiba menyapa telingaku.

  Aku menoleh dan tersenyum lebar menatap Salma. "Iya Sal, lo taulah gue gimana."

  Salma tampak membuang napas dengan kasar mendengar perkataanku.

  "Ya udah,Ayo kita ke lapangan." Salma menarik tanganku menuju lapangan tempat murid baru berkumpul.

  Oh iya,Salma itu sahabatku sejak kecil,dan hanya dia yang tau bagaimana jungkir baliknya kehidupanku setelah ayah menikah lagi.

    "Wahh kalian sudah datang ternyata,tumben ontime."

  Begitu sampai di lapangan,Aku langsung menyapa beberapa sahabatku yang lain, tumben sekali mereka datang tepat waktu,biasanya juga pada bodo amat mau datang sesuka hati mereka.

   "Hari pertama Ra,harus baek baek dulu." Adit menatapku dengan tatapan khasnya yang terlihat tengil dan ya menyebalkan.

  Adit ini kekasih Salma,dan Dia orangnya Humoris dan humble,awalnya Aku tidak akrab dengannya,tapi karena sering ketemu dan juga karena sikapnya yang suka bercanda,lama lama Aku akrab dengannya dan juga beberapa sahabatnya yang kini menjadi sahabatku ku juga.

   "Ayo duduk sini." Adit menepuk tempat kosong yang berada di sampingnya,Aku kemudian duduk dengan Salma berada di dekat Adit,sedangkan Aku berada di samping Salma.

    "PERHATIANN!!! SEMUA SISWA DAN SISWI BARU DI HARAPKAN SEGERA BERKUMPUL DI LAPANGAN."

   Suara seorang laki laki tiba tiba bergema dari pengeras suara,entah dimana orang yang bicara karena yang terdengar hanya suaranya.

   "Eyyy,kayak suara abang gue." Adit tiba tiba nyeletuk sehingga membuat Aku dan Salma menoleh.

   "Emang abang kamu anggota osis ya." Salma bertanya kepada Adit.

  Adit yang di tanya menoleh dan tersenyum sambil mengangguk." Iya,ketua osis dianya." Jawab Adit dengan ekpresi yang begitu bangga.

   "Wahh kren tuh." Aku tersenyum lebar menanggapi cerita Adit yang begitu membanggakan abangnya.

   "Iya dong," Jawab Adit di sertai dengan senyum tengil yang membuat aku memutar bola mataku dengan malas.

   Para murid baru berbondong bondong menuju lapangan,karena ini sekolah elit, ada banyak anak anak yang masuk ke sekolah ini.

   Setelah semunya berkumpul,beberapa orang datang dan berdiri di depan kami semua,mungkin mereka anggota osis yang akan meng ospek kami.

   Aku memperhatikan mereka satu persatu,dan tatapanku terpaku kepada seorang laki laki bertubuh tinggi dan tegap,tatapan matanya tajam dari balik kacamatanya begitu menawan dan wajahnya yang terlihat begitu datar sangat memikat.

Tara

 "Itu abang gue."

  Aku langsung menoleh ke arah telunjuk Adit,bibirku refleks tersenyum begitu melihat orang yang di tunjuk oleh Adit. Aku berpikir mungkin tidak akan sulit mendekatinya jika dia juga dekat dengan Adit.

    "Yang makek kacamata itu." Aku bertanya dengan antusias,dan hatiku semakin senang begitu melihat Adit mengangguk.

   "Iya, namanya bang Andre." Jawab Adit tanpa menoleh ke arahku,karena saat ini,Adit masih fokus menatap ke depan dimana kak Andre berada.

   "Baiklah Adek adek, hari ini kita hanya akan perkenalan lingkungan sekolah,oleh karena itu kami mohon kesidaann kalian untuk segera berbaris dengan rapi."

  Kak Andre dengan suara tegas namun tetap terdengar lembut memberi intruksi kepada kami semua selaku murid baru untuk segera berbaris.

   Semuanya akhirnya segera berbaris, kami berpisah antara laki laki dan perempuan,Aku memgajak Salma berbaris di barisan yang sama.

    "Kita disini aja Sal, jangan terlalu depan." Aku dan Salma berbaris pada barisan tengah tengah,Salma berada di depan sedangkan aku di belakangnya,kebetulan Aku lebih tinggi dari pada Salma.

     "Baiklah,sebelum memulai kegiatan, kita berdoa dulu menurut kepercayaan masing masing."

   Kami semua kini berdoa setelah mendengar kembali perintah kak Andre selaku ketua osis yang akan memimpin kegiatan selama 2 hari ke depan.

    Setelah selesai berdoa,para anggota Osis membagi anggota untuk memandu setiap barisan,Aku sungguh berharap kak Andre akan memandu barisanku,namun harapanku pupus karena kak Andre ternyata memandu barisan Adit dan Dika.

   Kami mulai di bawa dan di perkenalkan dengan lingkungan sekolah yang begitu luas,mulai dari taman belakang yang sejuk,beralih ke tempat gudang dan tempat tempat yang lainnya seperti kantin, perpustakaan,ruang komputer dan beberapa ruangan lainnya.

   Kami berkeliling hampir satu jam,setelah itu kami kembali di bawa ke lapangan untuk beristirahat, untuk sekarang kami hanya tour sampai di sini saja,sisanya akan kami lanjutkan besok.

   Setelah beristirahat 20 menit, kami semua di ajak bersenang senang oleh kakak kakak anggota osis, kami di suruh membentuk kelompok dan di suruh lomba membuat yel yel dan gerakan yang lucu,pemenangnya akan di kasih hadiah oleh anggota Osis.

   Aku satu kelompok dengan Salma dan beberapa anak perempuan lainnya,kami berdiskusi tentang yel yel yang akan kami persembahkan di depan bersama kakak pembimbing kami.

   Setelah hampir 30 menit, kini satu persatu kelompok mulai maju ke depan untuk menunjukkan yel yel mereka, kami semua tertawa melihat betapa hebohnya setiap gerakan yang di lakukan oleh anak anak yang ada di depan, apa lagi ketika bagian laki laki,gerakan mereka sungguh heboh sehingga memancing rasa geli yang membuat semua orang tertawa.

   Hingga tiba saatnya kelompokku yang mendapat giliran,Aku tidak mengalihkan sedikitpun tatapanku dari kak Andre begitu berada di depan.

   Kami dengan malu malu mulai menyanyikan yel yel kami sambil melakukan beberapa gerakan yang di ajarkan oleh kakak pembimbing kami.

   Suara riuh tawa terdengar dari teman teman yang lain sehingga membuat kami ikut tertawa,setelah selesai kami langsung berlari ke tempat duduk kami masih dengan tawa yang begitu riang.

   Aku bersyukur setidaknya hari ini,Aku bisa tertawa dengan riang tanpa memikirkan apapun lagi,walaupun hanya sementara,tapi momen ini begitu berharga untukku,karena tawaku tidak akan pernah muncul ketika berada di rumah.

   Hampir satu jam kami bersenang senang,kini saatnya anggota osis mengumumkan pemenang lomba yel yel.

   Kak Andre dengan langkah tegas maju ke depan sambil membawa mikropon di tangannya,Dia tampak tersenyum kecil sebelum mulai berbicara.

   "Ah senyumnya manis banget." Aku bergumam sambil tersenyum lebar melihat betapa tampannya kak Andre walaupun hanya tersenyum kecil.

    "Baiklah sebelumnya terima kasih atas partisipasi kalian semua, mari kita tepuk tangan sebagai apresiasi atas keberanian kalian tampil di depan."

   Prok....prok...prok...

Suara tepuk tangan menggema di lapangan begitu kak Andre selesai memberi intruksi, tidak ada yang berani membantah,bahkan anggota osis yang lainpun ikut tepuk tangan dengan heboh sehingga membuat suasana begitu menyenangkan.

   "Oke, disini saya akan mengumumkan pemenang lomba yel yel menurut penilaian para kakak kakak osis."

Kak Andre melanjutkan berbicara begitu suara tepuk tangan sudah tidak terdengar lagi.Dan kami semua fokus mendengarkan kak Andre berbicara di depan.

   "Baiklah, tanpa berlama lama, untuk juara pertama jatuh kepada kelompok Lion yang di ketuai oleh Adit,berikan tepuk tangan untuk kelompok yang begitu heboh ini."

  Suara tepuk tangan kembali menggema begitu juara pertama di umumkan, semua yang berada dalam kelompok Adit maju ke depan sambil melambaikan tangan mereka seperti seorang selebriti yang sedang menyapa fens mereka.

  Kemudian juara 2 di menangkan oleh kelompok Rabbit yang di ketuai oleh Erlang,btw Erlang itu salah satu tetangga di komplek rumah dan kami cukup dekat sejak dulu.

  Dan juara 3 jatuh kepada kelompok Jeruk yaitu kelompokku yang di ketuai oleh Salma, kami bersorak senang walaupun cuma dapat juara 3.

   Hadiah di ambil oleh para ketua,setelah itu,kami melakukan sesi foto bersama,barulah setelah itu acara di tutup dan kami di perbolehkan untuk pulang.

   "Sal, gue ke rumah lo dulu ya,nanti sore gue pulang,males banget gue di rumah." Aku saat ini sedang berjalan bersisihan dengan Salma menuju parkiran.

   Salma menoleh ke arahku dengan mata terlihat berbinar sambil tersenyum lebar "Kuylah, gue juga hari ini gak kemana mana." Ucap Salma dengan antusias.

   Aku dengan tak kalah antusias mengangguk,kamipun segera naik ke motor masing masing dan melaju menuju rumah Salma.

   Adit masih sibuk berbincang bincang bersama Dika dan beberapa anak laki laki yang lain sehingga Aku dan Salma memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.

   Andai saja Ayah sedang berada di rumah,mungkin pulang cepat akan sangat begitu menyenangkan untukku karena bisa me time dengan Ayah.

  Namun untuk sekarang,Aku lebih memilih pulang ke rumah Salma demi menjaga kewarasanku, setidaknya di rumah Salma aku tidak pernah stress,karena orang tua Salma begitu baik kepadaku.

   Jika orang lain mengatakan rumah adalah surga mereka,maka aku mengatakan rumah adalah neraka semenjak Helena dan Zahra datang.

   Aku tinggal di rumahku dan mereka yang numpang,tapi justru aku yang tertindas oleh kedua orang licik itu.

   Aku di perlakukan seperti babu oleh mereka, dan aku hanya bisa pasrah tidak bisa melawan.Aku bukan lemah,hanya saja Aku tidak mau membuat Ayah marah lagi,cukup satu kali aku mengadu dan Ayah lebih percaya kepada Helena.

  Untuk sekarang aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan segera membuka mata Ayah untuk melihat betapa busuknya Helena dan Zahra selama ini.

Tara

Waktu berjalan begitu cepat,kemarin Salma mengajakku bersenang senang, mulai dari perawatan ke salon,hingga jalan jalan di mall sampai puas, Aku sangat menikmati waktu bebasku apa lagi di tambah kemarin Aku tidak mengeluarkan uang sedikitpun ketika ke salon dan belanja di mall, karena semua itu di bayar oleh Salma hehe.

Sekarang hari sudah kembali pagi,dan Aku harus kembali menjalankan aktifitasku,yaitu melayani Ratu dan anaknya, hufttt,sejujurnya aku sangat capek dan malas, tapi takdir belum ingin berpihak kepadaku.

Setelah membereskan kamar,kini aku melangkah keluar dengan langkah gontai. "Andai saja bunda masih ada,pasti aku gak akan seperti ini."

Aku berguman di sela langkahku, Mataku terasa memanas,dan aku dengan cepat menghapus air mataku yang keluar, entah kenapa hari ini aku merasa lebih sensitif, sepertinya sebentar lagi aku akan kedatangan tamu bulanan sehingga membuat moodku anjlok seperti sekarang.

"Sayang,kamu sudah bangun?."

Begitu tiba di lantai bawah,Aku di sambut oleh suara yang begitu familiar, Aku segera mendongak dan air mataku kembali berjatuhan bahkan lebih deras dari yang sebelumnya begitu aku melihat sosok laki laki yang begitu aku rindukan kehadirannya kini sedang berdiri di ruang tamu sambil menatapku dengan senyum lebarnya.

"Ayah..." Aku memanggil beliau dengan suara parau untuk memastikan apakah pengelihatanku sekarang tidak salah, karena beberapa hari yang lalu, beliau bilang tidak bisa pulang bulan ini karena banyak pekerjaan.

"Iya nak, ini ayah." Beliau tersenyum sambil membuka kedua tangannya sebagai isyarat agar aku segera memeluk beliau.

Aku yang sedang dalam mood tidak baik segera berlari dan memeluk Ayahku dengan erat. "Ayah...hikss..Tara kangen sama Ayah." Tangis yang coba aku tahan akhirnya pecah begitu Ayah mendekap tubuhku dalam pelukannya.

"Cup..cup..cupp.. Anak ayah, sudah jangan nangis ya."

Ayah membelai dan mengecup kepalaku dengan lembut untuk menenangkanku, namun bukannya mereda,tangisku malah semakin kencang sehingga membuat Ayah kalang kabut.

"Loh kok makin kenceng nangisnya, kenapa hmmm."

Ayah menangkup wajahku dengan kedua telapak tangannya, beliau dengan lembut mengusap pipiku yang basah.

"Mungkin Tara sudah begitu merindukanmu mas."

Baru saja ingin mengatakan kalau aku capek tanpa Ayah, tiba tiba Helena datang dari atas bersama Zahra sehingga membuat Aku urung berbicara.

Dalam hati aku mengutuk kedua perempuan licik itu,karena nanti pasti mereka akan cosplay menjadi ibu peri yang begitu baik dan lembut agar terlihat baik di hadapan Ayah.

"Haha, sudah besar tapi masih cengeng aja kamu sayang."

Ayah kembali memelukku sambil tertawa kecil, Aku memilih membalas pelukan Ayah tanpa ingin berbicara sedikitpun.

Aku malas berbasa basi dengan kedua mahluk licik itu, Dua perempuan penjilat yang wajahnya terlihat begitu baik di luar, tapi dalamnya lebih busuk dari pada Tai.

"Sudah sudah, sekarang kalian duduk aja dulu, mama mau masak sarapan dulu."

Helena dengan senyum penuh kepalsuannya berjalan menuju dapur, sedangkan Zahra duduk bersamaku dan Ayah di ruang tamu.

Apakah kalian tahu alasan anak setan ini duduk di antara aku dan Ayah?, tentu saja alasannya untuk mengawasiku agar tidak ngomong yang tidak tidak selama Helena berada di dapur.

Aku memilih tidak memperdulikan kehadiran Zahra, lebih baik aku berbicara dengan Ayah sebelum sarapan, yahh setidaknya,hari ini aku bebas dari semua pekerjaan rumah dan bisa berangkat lebih pagi ke sekolah agar tidak terlambat.

"Berapa hari Ayah cuti." Aku menatap Ayah dengan senyum mengembang. Dan ayah bukannya membalas pertanyaanku malah mencubit pipiku dengan gemas.

"Gemes banget ayah sama pipi kamu." Ucap Ayah sambil menguyel pipiku yang mungkin sekarang sudah memerah.

"Ayahhh ihhhh, jawab pertanyaan Tara." Aku merenggut kesal sehingga membuat Ayah terkekeh geli.

"Baiklah princes jangan ngambek oke."

Ayah mengacak rambutku dengan lembut, setelah itu barulah beliau menjawab pertanyaan ku.

"Ayah dapat cuti seminggu bulan ini." Ucap Ayah dengan antusias.

Aku yang mendengar perkataan ayah tidak kalah Antusias, itu artinya Aku akan bebas selama seminggu ini melakukan apapun yang aku inginkan tanpa harus memikirkan pekerjaan rumah.

"Wahhh benarkah." Aku menatap Ayah dengan mata berbinar,dan aku langsung berhambur memeluk ayah begitu mendapat anggukan dari beliau.

Aku dan Ayah berpelukan sambil tertawa, dari ekor mata, Aku melirih ke arah Zahra yang kini berwajah sedikit masam dan aku tidak peduli, yang penting sekarang Aku bisa bersama ayah selama seminggu penuh.

Setelah puas memeluk Ayah, kami akhirnya bercerita banyak hal selama menunggu Helena selesai memasak,sesekali Zahra mencoba ikut bergabung dalam percakapanku bersama ayah, tapi aku tentu saja tidak akan membiarkan Ayah memperhatikan Zahra, Ayahku hanya milikku dan tidak akan pernah sudi aku bagi dengan Zahra yang begitu licik seperti ibunya.

Beberapa menit kemudian, kami akhirnya sarapan bersama, Aku terus berceloteh mengajak Ayah berbicara agar beliau tidak sempat memperhatikan Helena maupun Zahra.

Setelah selesai sarapan,Aku akhirnya berpamitan untuk segera bersiap berangkat sekolah. Untuk sementara,biarlah Ayah bersama Helena selama aku ke sekolah, yang penting sekarang aku merasa merdeka.

Setelah siap siap selama 1 jam, kini aku kembali ke lantai bawah dan merengek agar Ayah mengantarku ke sekolah, dan tentu saja Ayah tidak akan pernah menolak permintaanku.

Di dalam mobil, Aku mengajak Ayah bercanda sehingga membuat tawa kami bergema, saking bahagianya,tidak terasa kini mobil yang di kendarai Ayah sudah sampai di depan gerbang sekolah.

"Belajar yang rajin sayang."

Ayah menepuk kepalaku dengan lembut ketika aku mencium tangannya sebelum keluar dari mobil.

"Siap Ayah.." Aku menjawab perkataan ayah sambil hormat seperti seorang tentara sehingga membuat ayah terkekeh.

Setelah itu,Aku segera keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam sekolah.

Begitu sampai di dalam gerbang,Aku berhenti berlari dan memilih berjalam dengan normal, Aku berjalan sambil menunduk sehingga tidak memperhatikan jalan di depan.

Ketika aku ingin berbelok menuju lapangan,tanpa sengaja aku menabrak seseorang yang datang dari arah berlawanan denganku.

"Eh...ehhh..." Aku refleks berteriak karena hampir terjungkal ke belakang, namun sebuah tangan kekar berhasil menahan pinggangku sehingga aku tidak jadi terjungkal.

Untuk seperkian detik, Aku menahan napas begitu melihat wajah orang yang aku tabrak sekaligus yang sekarang sedang menahan pinggangku dengan tangannya.

Mata tajam yang kemarin aku kagumi kini menatapku denga jarak yang cukup dekat, aroma maskulin dari tubuhnya membuat aku lupa dimana tempat kami berada sekarang.

Aku menatap wajah yang begitu datar itu tanpa berkedip, untuk saat ini waktu seolah berhenti berputar dan suara tiba tiba hening,hanya suara deru napasnya yang terdengar dan detak jantungku yang sekarang sedang berdisko di dalam sana.

"Kamu tidak papa."

Ohh good,suaranya begitu seksi terdengar di telingaku, Aku segara mengatur mimik wajahku begitu tangannya sudah berpindah dari pinggangku.

"Ehhh...iya kak, Aku gak papa, maaf dan terima kasih sudah menolongku." Aku menunduk tidak berani menatapnya karena saat ini pasti wajahku sudah memerah karena salting sekaligus malu.

"Tidak papa, lain kali hati hati." Ucapnya dengan nada datar tanpa ada senyum sedikitpun.

"I-iya kak." Aku menjawan dengan suara terbata.

Setelah itu dia kembali melanjutkan langkahnya menuju gerbang tanpa sepatah katapun, Aku memperhatikan punggungnya yang terlihat begitu tegap.

Setelah punggung itu tidak terlihat lagi,barulah aku Kembali melangkah menuju lapangan sambil tersenyum sendiri seperti orang gila hehe...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!