Bugh...
Bugh...
Suara pukulan terdengar menggema di gang sempit itu, di iringi suara erangan si korban yang sudah jatuh tersungkur tak berdaya akibat serangan yang mereka terima.
Terlihat seorang pria yang memakai jaket juga celana abu-abu, sedang menghajar 3 orang preman yang mengganggu seorang wanita kesayangannya
"berani kalian nyentuh rambutnya habis kalian sama gw..." ancam nya dengan nada penuh penekanan di seriap katanya, setelah membuat orang ke 3 babak belur karena bogem nya dengan tatapan tajam
"ampun..ampun..." rintih pria yang diinjak nya, merasakan sakit pada tangan yang di injak si pria namun sudah tak kuasa untuk melawan ataupun menghindar dari serangan
"pergi kalian jangan sampai gw liat kalian lagi" bentaknya setelah melepaskan injakan kakinya sambil mengibaskan tangannya karena sedikit kotor
"ba..baik..." mereka pun saling memapah dan pergi dari sana
Ctakkk...
Sebuat sentilan mendarat di kening wanita mungil yang sedari tadi diam memperhatikan perkelahian mereka di salah satu sudut bahkan sambil mengunyah permen karet kesukaan nya.
"aduh... Sakit kak.." keluhnya sambil mengusap keningnya dengan bibir yang mengerucut lucu
"ngapain ngga ngelawan..?" tanyanya penasaran, karna tau ke tiga preman itu bisa dengan mudah di lumpuhkan
"baru mau lawan kakak udah nongol, ya udah aru terima bantuan kakak aja dari pada aru turun tangan, mereka akan lebih parah dari yang kakak buat" elaknya dengan dagu terangkat melihat pria tampan di depannya dengan wajah lucunya
"alasan aja kamu... Lagian ngapain kamu lewat sini, kalo bukan ada yang lapor liat kamu, kakak ngga tau kamu lewat sini" tanyanya menyelidiki
"2 hari ini aru ngga sengaja liat mereka selalu mengganggu perempuan yang lewat kak, setelah aru tanya-tanya ternyata kalau mereka ngga di kasih uang, mereka akan berbuat tak senonoh... Mangkanya aru mau kasih pelajaran sama mereka" jelas aruna
"tapi ngga sendirian juga dek... Bahaya, kalau mereka pakai senjata tajam gimana.,? mau kamu, kakak di marahi mami, papi kalo kamu kenapa-kenapa..?" kesal nya saat tau alasan sang adik
"hehe... Maaf kak, aru ngga pikir ke sana" aruna menggaruk kepalanya yang tak gatal
Pria besar nan tampan itu merangkul bahu wanita mungil itu dan membawanya pergi dari sana, takut kalau-kalau akan ada serangan mendadak lagi.
"kamu tuh kebiasaan, lain kali ajak salah satu dari kita minimal kakak buat pantau kamu walau dari jauh. Jangan bertindak tanpa persiapan begini" nada suara nya sudah berubah lembut tetap khawatir pada wanita imut di sampingnya
"iya kak, aru akan inget hehe... Oiya, nebeng ya, tadi motor aru masuk bengkel, kayanya ada yang jahil kempesin ban motor nya, sekalian service lah"
"ya udah ayo..." ajak nya tanpa membantah "terus kamu naik apa tadi?"
"abang ojol kak" jawabnya
"kenapa ngga ngabarin"
"takut ganggu kakak, kan lagi rapat tadi"
"ngga jadi, pak yanto ada urusan jadi di undur rapat nya" jelasnya
" Aaaa...... Baiknya kakakku ini, kak, nanti kalo cari istri yang baik ya, jangan yang bikin kita jadi jauh. Kakak tau kan kita udah dari dalam kandungan bareng, aru ngga tau gimana jadinya kalo aru jauh dari kakak" tiba-tiba saja aru berkata lirih sambil memeluk pinggang sang kakak
"iya, kalau perlu kamu yang cari kakak ipar kamu ya" jawabnya enteng untuk menenangkan adik nya
"siap.... Laksanakan..." kekehnya senang mendengar apa yang dikatakan saudaranya
Ethan si kakak yang tak lain adalah anak sulung hito juga leana sekaligus kakak kembar aruna melepaskan rangkulannya saat mereka sudah sampai di parkiran di mana motor sport ethan terparkir. Ethan menyodorkan tangannya untuk membantu aruna naik setelah aruna memakai helm nya.
"heran deh sama kalian seneng banget naik motor raksasa kaya gini" keluh aruna yang selalu kesusahan naik motor kakak juga para saudaranya yang di dominasi para lelaki
"kaki kamu aja yang mini dek... Tapi kamu emang cocok nya naik vio kesayangan kamu" ledek ethan
"iya.. Kalo kakak naik vio yang ada kaki kakak ngga muat..." kesal aru saat mengingat kakak nya yang terpaksa naik motor kesayangannya dan kakinya tak bisa menekuk di motor kesayangannya.
"ngga lagi-lagi deh kakak naik motor kamu" keluh ethan saat ingat insiden yang memaksanya membawa motor sang adik
"hahaha... Lagian kenapa sih cuma aru yang kecil padahal aru juga kan paling tua di antara mereka tapi tetep aja aru yang paling kecil, zayyan yang paling muda aja malah udah hampir sama tingginya sama kakak"
"ga apa-apa.. Malah lucu kamu kecil kaya gini tau..." puji ethan yang memang sangat menyukai tubuh imut adik kembar nya
"huh..." aruna tak lagi bisa membalas jika kakak kembarnya sudah memujinya seperti itu
"kak.. Mampir ke toko bakery ya... Aru mau beli kue buat mami" pinta aruna di tengah perjalanan
"dalam rangka apa..?" tanya ethan
"ngga ada, cuma mau makasih aja sama mami karena sudah menjadi mami hebat versi mami sendiri" ujar aruna dengan mata besarnya yang berbinar
"ada-ada aja kamu..." jawab ethan namun tetap mengiyakan permintaan adiknya
"hehe... Eh itu ada kak, kayanya baru buka, mampir di sana aja yuk sekalian nyobain" aruna menunjuk 1 bangunan dan ethan pun mengiyakan
Aruna langsung berlari ke dalam toko bakery tanpa membuka helm nya membuat ethan tersenyum tipis melihat kelakuan adik kembarnya yang terkadang di luar prediksi BMKG
Ethan langsung menyusul adiknya setelah memarkirkan motornya, matanya mencari sosok kecil di dalam toko yang lumayan ramai saat itu. Tak butuh waktu lama ethan sudah menemukan apa yang ia cari. Ethan berjalan menuju tempat di mana aruna sedang mencoba tester berbagai macam kue yang di jual disana.
"hey.. Ini Tester jangan di habiskan..." ethan langsung mengingatkan saudaranya
"eh.. Hehe... Enak kak, nih coba..." aruna menyodorkan potongan kecil kue yang memang di sediakan untuk di coba, ethan tanpa ragu pun memakannya
"emmm... Iya enak, kakak mau dek ini dua ya..." ujar aruna langsung tersenyum
"siap... ini sama ini juga ya... Buat bunda, mama juga ibu" ucap aruna mengingat ke 3 ibu nya yang lain
"boleh... Masing-masing 2 ya" jawab ethan tanpa ragu pada apa yang diminta adiknya
Aruna langsung semangat mengambil kue baru dan memasukkan ke keranjang yang ia bawa tadi. 6 untuk ke 3 ibu nya dan 3 untuk di rumah nya
"tanggung 1 lagi dek" ethan memasukan 1 kotak kue lagi ke dalam keranjang... " banyak saudara ngga akan ke buang apalagi kue nya enak" lanjut ethan saat di tatap aruna
aruna mengiyakan saja
"wah... Banyak sekali belinya nak" ucap tante cantik tersenyum, yang kebetulan berjaga di kasir nya
"hehe... Aru punya banyak ibu tante, kebetulan kue nya juga enak biar sekalian promosi'in toko nya" ucap aruna asal
"wah.. Senang sekali tante dapet pujian dari kamu... Sebagai ucapan terima kasih tante kasih bonus 1 box lagi buat wanita cantik seperti kamu" ujar tante yang ternyata adalah pemilik juga pembuat kue di sana
"eh.. Ngga usah tante, nanti tante malah rugi loh... Atau aru bayar aja lah ya..." ucap aruna tak enak hati
"engga, tante senang loh dapet pembeli seperti kamu, semoga jadi langganan toko tante ya... Oiya ini kartu nama tante siapa tau kamu mau pesan kue mendadak" tante cantik yang ternyata bernama cantika itu pun menyodorkan kartu nama nya pada aruna
"wah... Namanya secantik orangnya, nama aku aruna tante, panggil aja aru..." aruna memperkenalkan dirinya
"salam kenal cantik.. Ini kue nya terima kasih ya sudah berbelanja dan borong kue tante... Jangan lupa mampir lagi" ucap tante cantika ramah pada aruna
"pasti tante, aru pasti jadi langganan toko tante., aru pamit ya tante.. bye bye..." pamit aruna dan langsung pergi menyusul ethan yang sudah duluan ke parkiran setelah memberikan kartu untuk membayar.
Namun langkah aruna seketika berhenti saat melihat kakak nya sedang mengobrol dengan wanita yang tak ia kenal, dari tatapan ethan, aruna tau kalau ethan tak senang berdekatan dengan wanita itu. Dan muncul lah ide aneh. Dengan senyum licik aruna berjalan ke arah dimana ethan berada
"sayang... Udah lama ya..?" ucap aruna sambil mengapit lengan ethan "ini siapa" lanjut aruna membuat ethan yang sempat kaget dengan tingkah saudarinya pun tersadar
"ngga tau..." jawab ethan singkat
"kamu siapa..?" tanya aruna tegas melotot pada wanita yang menggunakan rok mini juga baju ketat, entah dari mana kenyamanannya ia dapatkan memakai baju kurang bahan seperti itu.
"gw temennya ethan... Loe siapa..?" tanya si wanita kesal melihat ke dekatan ethan dengan aruna, apalagi melihat tangan aruna yang mengapit lengan ethan daan bersiri berdekatan dengan erhan, hal yang ia inginkan namun tak pernah ia dapatkan karena ethan sangan menjaga jarak dengan lawan jenis
"gw itu pacarnya ethan, jauh-jauh deh dari pacar gw kalo loe ngga mau babak belur" ancam aruna dengan mata tajam nya
"ethan... loe udah punya pacar. ? Sejak kapan..?" tanya si wanita dengan nada di tinggikan karena kesal
"apa urusan loe... Loe ngga penting buat tau apa yang terjadi dalam hidup gw..." sentak ethan kasar
Ucapan dengan nada kasar itu membuat si wanita langsung pergi meninggalkan ethan juga aruna dengan menghentakan kakinya kesal
"kamu tuh ada aja akal nya.." ujar ethan sambil bersiap menyalakan motornya
"hehe... Kita udah bareng semenjak dalam kandungan kak, masa hal kaya gini aja aru ngga faham. Lagian bisa-bisanya kakak kenal cewe modelan kaya gitu. Kalo mami tau bisa abis kakak di omelin mami" aruna mengingatkan
"itu sepupunya bimo, pernah ketemu pas kakak ke rumah bimo. Kakak aja ngga inget kalo dia ngga bilang tadi."
"ow.. Kirain...." aruna menjawab dengan cuek dan naik ke atas motor saudara nya
Aruna adalah anak kedua dari hito juga leana, Dengan nama lengkap Aruna queen Atmaja Brata dia mempunyai saudara kembar bernama Ethan king Atmaja brata mereka berusia 17 tahun. Mereka juga mempunyai 1 adik laki-laki bernama Satria putra atmaja brata berusia 14 tahun.
Jiana dan bima mempunyai 2 anak laki-laki yang diberi nama Arden bumi satya 16 tahun dan Arion narendra satya 13 tahun
Alya dan devan juga mempunyai 2 anak laki-laki yang diberi nama Danish prabu chandra 16 tahun dan keenan ivander chandra 14 tahun
Sedangkan Rora mempunyai 1 anak karena dulu ada kecelakaan yang membuat rora harus mengangkat rahimnya dan anak itu diberi nama Eka ghaly wijaya 16 tahun
Tak ketinggalan Rachel yang juga akhirnya menikah dengan kevin dan di karuniai 1 anak laki-laki bernama Aditya zayyan william 13 tahun
Di antara semuanya hanya aruna yang berbadan mungil, karena itu walau ia dan ethan kembar tapi terlihat seperti adik bungsu bagi mereka semua, bahkan badan aruna lebih kecil dari zayyan yang memang keturunan orang luar negri.
Karena badan mungilnya semua nya memperlakukan aruna layaknya adik yang harus di lindungi walau mereka tau aruna bisa semua hal dari boxing, taekwondo, bahkan balapan. karena setiap mereka pergi, mereka akan mengajak aruna yang suka akan hal baru karena itu aruna bisa segala hal.
.
DOK....
DOK...
DOK...
"Aru.... Ayo bangun... Udah hampir telat ke sekolah loh..." kesekian kalinya leana membangunkan anak perempuan nya kali ini dengan tangan mengepal ia menggedor pintu
Tak ada sahutan dari dalam membuat leana menghela nafasnya dan berlalu dari sana, kalau sudah begini suaminya yang harus turun tangan
"pi... Aru belum bangun..." keluh leana sambil duduk di samping suaminya yang sudah rapi untuk bekerja tinggal sarapan dan memakai jas saja.
"maaf ya sayang, biar papi yang bangun kan..., boleh papi masuk ke kamar aru..?" tanya hito meminta izin sang istri bukan takut leana cemburu hanya saja hito sadar kalau anak nya sudah menginjak usia remaja dan aruna adalah seorang perempuan yang harus selalu di jaga kehormatannya
"mami temenin sampe pintu..." ucap leana bersungut-sungut. Anak gadisnya memang selalu memberikan shock terapi buatnya apalagi pagi-pagi seperti ini
Leana dan hito berjalan menuju kamar anak perempuan mereka satu-satunya, leana membuka pintu dengan kunci cadangan dan menyingkir dari pintu setelah pintu terbuka agar suaminya bisa masuk. Leana memperhatikan suaminya yang berjalan ke ranjang di mana ada seorang wanita yang sedang nyenyak dalam tidur dalam posisi tengkurap lengkap dengan selimut yang masih membalut tubuh kecil nya.
Hito duduk di tepi ranjang, mengusap rambut hitam anaknya dan membangunkan nya
"aru.. Sayang, bangun yuk... Udah hampir telat loh... Kamu mau kena hukum karena telat...?" suara hito terdengar di telinga aruna dan mengusik tidurnya
"5 menit lagi pi..." rengek aruna tanpa membuka matanya
"coba kamu liat dulu sekarang jam berapa..?" ucap hito lagi...
Aruna mau tak mau membuka matanya sebelah dan menyapu dinding kamarnya dimana jam dinding terletak disana. Aruna membuka kedua matanya sempurna untuk melihat lebih baik dan langsung bangun terduduk memastikan penglihatannya. Tak percaya ia langsung mengambil ponselnya yang sedang di isi daya sejak semalam
"mampus... Bisa telat lagi deh..." umpat aruna tak sadar ada 2 pasang mata yang menatap horor ke arahnya
"Aruna..." hito mengingatkan dengan nada penuh penekanan
"hehe... Maaf pi.. Aru keceplosan... Aru mandi dulu ya.. Mi... Tolong sarapannya di bungkus ya, kayanya Aru ngga bisa sarapan di rumah..." setelah mengatakan itu aruna langsung menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi yang memang ada di dalam kamar nya
Hito beranjak dan terkekeh memandang istrinya yang tersungut kesal dengan kelakuan anak perempuan nya
"maaf ya sayang, kamu jadi harus super sabar sama anak kita yang satu ini..." hito merangkul leana dan mengajaknya ke luar
"kenapa sih aru sama ethan beda banget pi... Padahal mereka kembar loh.. Bahkan satria lebih bisa di andalkan dari pada kakak nya..." kesal leana
"ngga boleh gitu... Bagaimana pun aruna, dia tetap anak kita, buah hati kita. Kamu lupa kalau dia selalu menjadi juara di setiap lomba yang ia ikuti, dia juga langganan membawa peringkat 2 setelah ethan. Jangan sampai karena sikap aru yang seperti ini membuat kamu menutupi kelebihan lain aruna.."
"mami cuma kesal aja pi karena setiap pagi harus jadi singa betina buat bangunin aru, Liat ethan sama satria mereka bahkan sudah berangkat sejak tadi"
"tapi singa berina nya cantik koq. Sudah ah... Nanti cantiknya mami hilang kalau marah-marah terus, temenin papi sarapan yuk, aru minta bawa bekal juga kan tadi" rayu hito agar istrinya tak lagi kesal
Leana pun menyiapkan bekal untuk dibawa aru dan menemani sang suami sarapan setelah itu terlihat aruna yang berlari dari lantai atas
"sayang pelan-pelan" hito mengingatkan
"hehe... Maaf pi... " kekeh aruna sambil mencium pipi papi juga maminya, bahkan aruna memeluk leana dari belakang "maaf ya mamiku sayang, kalau anak cantik mu ini selalu bikin kesal" rayu aruna membuat hati leana meleleh
"sudah berangkat sana, jangan sampai telat , ini sarapannya jangan lupa" leana mengingatkan, walau kesal ia tetap tak melupakan kalau dia masih di. Utuhkan oleh anak-anak nya terutama anak perempuan nya.
"makasih mamiku sayang..." aru kembali memeluk leana dengan erat dan kembali mencium pipi wanita yang sudah melahirkan dan merawatnya dengan penuh cinta
"mau bareng papi..?" ajak hito sambil memakai jas nya
"ngga usah pi, Vio udah beres kemarin jadi aru bareng vio aja ke sekolahnya" ujar aruna. Vio adalah nama motor matic aruna yang berwarna violet sehingga ia panggil vio
"ya sudah hati-hati ya..." ujar hito sambil mengacak rambut anaknya setelah mencium kening wanita cantik yang punya wajah tak kalah cantik dengan istrinya
"siap.. aru duluan ya... Assalamualaikum" pamit aruna pada kedua orang tuanya.
Hito menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadis semata wayang nya itu, tingkahnya berbanding terbalik dengan sang kakak kembar nya yang terlihat lebih kalem.
"papi juga berangkat ya mi..." pamit hito pada istrinya sambil mencium dahi leana dan memeluk wanita yang sudah hampir 18 tahun bersama nya
"hati-hati ya pi... " jawab leana
"mami juga kalau mau pergi bilang papi dulu ya..." ujar hito mengingatkan sang istri dan leana mengangguk " assalamualaikum"
"waalaikumussalam"
"hampir aja...." aruna bernafas lega saat ia sudah memarkirkan motor kesayangannya di parkiran.
Satpam yang melihat kelakuan aruna pun terkekeh.
"hampir saja mamang kunci gerbangnya neng" teriak mang diman satpam sekolah aruna sambil mengangkat tangannya yang memegang kunci gerbang sekolah
"ih.. Mang diman ngga cs sama aru, masa tega liat aru di kunciin" protes aruna sambil mengerucutkan bibirnya lucu
"ya neng aru juga. Kenapa ngga bareng sama Aa ethan?" tanya mang diman, yang biasanya melihat aruna bersama ethan
"aru kesiangan mang, udah ya mang, bisa telat masuk kelas nanti aru... Dadah mang diman..." aruna langsung berlari meninggalkan parkiran juga mang diman yang tersenyum melihat tingkah random siswi seperti aruna.
Aduh semoga pak tri sakit perut biar telat masuk kelasnya Gumam aruna sambil berlari menyelusuri lorong yang sudah sepi dengan cepat namun tak meninggalkan suara
"Hah... Hah... Hah..." nafas aruna naik turun dan langsung tersenyum saat melihat kelasnya yang masih tak ada guru di depan sana
" tega banget kakak ninggalin aru" kesal aru saat sudah duduk di kursinya yang bersebelahan dengan ethan saudara kembar nya
"tadi pagi kakak udah bangunin kamu ya, bahkan satria misscall kamu supaya bangun tapi apa, kamu malah ngga gubris semua, ya udah rasakan aja..." jawab ethan dengan wajah datarnya tanpa memalingkan wajahnya dari buku yang ia baca
"ya paling ngga gedor-gedor terus lah sampai aru bangun.. Untung pak tri belum masuk" aruna masih misuh-misuh kesal pada sang kakak sambil meletakkan tas nya
"iya lain kali kakak tunggu kamu sampai bangun" ethan pun mengalah pada wanita kesayangan nya ini setelah mami nya
Aruna langsung menyenderkan kepalanya ke bahu ethan sambil tersenyum senang
"makasih sayangnya aku...." ucap aruna asal membuat ethan geleng-geleng dengan tingkah saudari kembarnya yang masih saja manja di usia nya yang beranjak dewasa
Di sekolah selain saudara mereka juga para guru, tak ada yang tau kalau ethan juga aruna adalah saudara kembar, karena mereka bukan kembar identik. Bahkan karena kedekatan mereka banyak yang mengira kalau mereka pacaran. Dan di dukung dengan sikap ethan yang selalu dingin pada semua wanita kecuali aruna. Aruna yang memang sangat dimanja oleh kakak juga para saudaranya pun menjadi senang dan terus bermanja jika dekat mereka.
"dasar cewe gatel, pagi-pagi udah nempel aja sama ethan" Bisik salah satu teman kelas mereka yang iri melihat kedekatan ethan juga aruna
"iya, koq ethan mau aja ya di tempelin cewe model aru"
"ya pasti aru udah kasih sesuatu yang berharga lah, mangkanya ethan mau" jawab yang lain asal karena ia juga kesal melihat kedekatan aruna dengan ethan
"masa sih, kayanya aru bukan cewe kaya gitu deh"
"tau apa loe tentang cewe itu..." kesalnya yang tak di dukung menjelekkan aruna
Selamat pagi anak-anak
Suara barito datang dari arah luar yang ternyata adalah pak tri guru bahasa inggris sekaligus wali kelas mereka
Selamat pagi pak....
Jawab mereka kompak, namun atensi mereka semua langsung beralih pada siswa yang berada di belakang pak tri
"sebelum mulai pelajaran, bapak mau kenalkan teman baru kalian. Mulai hari ini dia resmi jadi bagian dari kelas kita, silahkan perkenalkan diri kamu" pinta pak tri pada siswa pindahan
"halo teman-teman perkenalkan nama saya arjuna aditama, kalian bisa panggil saya juna" ujar pria yang bernama arjuna
"panggil sayang boleh?" celetukan salah satu siswi di sana dengan wajah berbinar
"sudah-sudah.... Juna kamu bisa duduk di belakang dengan bagas, kalau ada yang perlu di tanyakan bisa langsung tanya pada ketua kelas ethan" ujar pak tri sambil memberitahukan letak duduk arjuna juga ethan selaku ketua kelas
"baik terima kasih pak..." ucap arjuna. Arjuna berjalan ke arah di mana kursi nya berada dan melewati kursi yang di duduki oleh ethan juga aruna.
Arjuna melihat ke arah aruna dengan ujung matanya namun aruna malah sibuk memainkan jari ethan dan itu sedikit mengusik arjuna, karena hampir semua siswi yang ada di kelas memperhatikan arjuna.
"baik... Anak-anak, kita mulai pelajaran hari ini..." pak tri pun memulai pelajarannya
Pelajaran dimulai dengan baik seperti biasa, kelas mereka adalah salah satu kelas unggulan apalagi di tambah ethan juga aruna yang sudah bolak balik membawa piala bagi sekolah maupun perorangan
Kring... Kring...
Bel istirahat pun berbunyi membuat sebagian siswa langsung menghambur ke luar kelas namun tidak dengan ethan juga aruna. Ethan selalu memastikan bahwa guru nya keluar kelas terlebih dahulu, sedangkan aruna ia selalu menunggu ethan untuk ke kantin bersama.
"kak, aru mau makan mie ayam boleh..?" tanya aruna sambil berjalan di sebelah ethan
"boleh, asal jangan pedas ya..." jawab ethan dengan senyum tipis nya
"makasih kak.." ucap aruna senang sambil mengapit lengan ethan yang sudah terlebih dahulu di selipkan di saku celana nya
"hei... Ketua kelas... Boleh bareng ke kantin" tiba-tiba ada seseorang yang sudah berdiri di samping ethan
"gw ethan... " ujar ethan yang agak risih di panggil ketua kelas dan tetap melanjutkan langkahnya. Sementara aruna hanya melihat sebentar lalu kembali berjalan mengikuti langkah sang kakak
"oh.. Iya ethan.. Dan cewe di sebelah loe.." tanya arjuna sambil melirik ke arah aruna
"aruna" jawab aruna datar tanpa melihat ke arah arjuna
Mereka bertiga memasuki kantin sekolah mereka dan berhenti sejenak untuk.melihat ke sekeliling dan berhenti pada 3 pria yang salah satu nya melambaikan tangan ke arah mereka
"kamu ke sana duluan ya.. Kakak mau pesan makan dulu" bisik ethan pada aruna
"ok.. Minumnya es jeruk ya..." ucap aruna sambil mengangkat ibu jarinya dan ethan mengangguk
"ayo pesen makan bareng gw" ajak ethan pada arjuna
Arjuna pun mau tak mau mengikuti langkah ethan yang berbelok ke sebelah kanan sedangkan aruna ke sebelah kiri
"halo kesayangan akuuu...." sapa aruna saat sudah sampai di bangku para adik kelas yang tak lain adalah saudaranya, anak sulung dari rora, jiana juga alya
"kak aru sini duduk deket ghaly aja" ajak pria tampan berbadan tegap kopian sang papa rafael sambil menggeser duduk nya, yang memang sangat dekat dengan kakak sepupunya ini
"kakak udah pesan..? Kak ethan mana..?" tanya bumi anak sulung jiana sambil matanya mencari 1 orang lagi
"udah, tuh kak ethan lagi pesen" jawab aruna sambil menunjuk ethan yang sedang mengantri
"kak, coba deh dimsum nya enak, menu baru di lapak bu nia" Danish sang putra sulung alya menyodorkan dimsum baru pada aruna.
Aruna tanpa menolak langsung membuka mulutnya menerima dimsum yang akan di suapkan padanya, hal yang sering terjadi saat mereka berkumpul dan duduk bersama seperti ini.
"eh.. Enyakk.... " ucapnya rancu karena masih mengunyah
"jangan banyak-banyak, nanti mie ayam nya ngga abis" ucap ethan yang sudah kembali dengan membawa nampan berisikan 1 mangkuk bakso komplit, 1 mangkuk mie ayam pesanan aruna dan 2 es jeruk...
"hehe... Cuma 1 koq, tuh danish yang nawarin..." adu aruna menunjuk pada danish yang senyum-senyum melihat tatapan ethan padanya
"hehe... Maaf kak, abis nya dimsum nya enak mangkanya danish tawarin kak aru..." danish membela diri melihat tatapan ethan
"kalau suka pesan aja lagi buat pulang sekolah " ethan mengalah pada adik-adik nya ini.
"kak ethan terbaik..." aruna juga danish yang memang selalu kompak soal makanan pun sama-sama mengangkat jempolnya
"eh... Ini siapa kak..?" tanya bumi melihat ke arah arjuna
"oh, hai kenalin gw juna murid baru di kelas ethan juga aruna" arjuna memperkenalkan diri
"ow... Murid baru. Gw bumi, ini ghaly dan danish, kita bertiga dari kelas 11." bumi memperkenalkan dirinya berserta saudaranya yang lain
"udah ayo makan, keburu habis jam istirahatnya" ethan memperingatkan semuanya
Dan mereka semua tenggelam pada makanannya masing-masing
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!