Langit sudah mulai menguning, menandakan senja sudah datang dan malam akan segera tiba. Di sebuah gedung pencakar langit, semua orang sibuk membersihkan meja kerja dan bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.
Di salah satu meja, ada seorang wanita yang sejak tadi masih sibuk membaca sebuah novel digital tanpa menghiraukan orang berlalu-lalang.
"Jessy, hari ini Pak Direktur traktir kita makan malam di resto depan loh. Lo ikut kan?." Ucap seorang wanita berkacamata dengan rambut bob.
"Eh Mil kayaknya gue ngga ikut, have fun yaa." Jawab Jessy tidak minat.
"Serius ngga ikut lagi? sekali-kali ikut aja kali bareng yang lain. Kita jadi ngga enak kalo lo selalu ngga ikut, lagian cuma sebentar kok." Bujuk Mila.
"Gue bener-bener ngga bisa, mungkin lain waktu gue bisa ikut. Sorry ya gue pulang duluan, byee Mila." Jessy buru-buru mematikan komputer dan merapihkan meja untuk segera pulang.
Mila hanya menghela nafas melihat Jessy yang kabur begitu saja. Seorang wanita berambut coklat mendekat dengan wajah sinis melirik ke arah kepergian Jessy.
"Lagian ngapain sih ngajak dia, udah tau dia itu aneh. Setiap hari cuma sibuk ngumpulin sastra kuno, curiga dia tadi nya pengen jadi ilmuwan tapi gagal. Saking obsesi nya sampe jadi gila begitu." Cibirnya.
Mila hanya tersenyum tipis, dia sedikit menyayangkan karena Jessy yang selalu terlihat sendiri dan menjauh dari teman satu devisi nya. Meskipun terkadang terlihat aneh, tapi Jessy itu baik dan sopan.
Di sisi Jessy, saat ini dia sedang duduk di dalam mobil sambil menghela nafas panjang. Sebenarnya dia tau banyak orang yang tidak menyukai sikapnya, tapi dia sulit untuk basa-basi apalagi ikut kumpul-kumpul tidak jelas sampai larut malam.
"Ya lagian kalo cuma makan-makan si gue mau ikut, mereka aja suka nyindir dan ngatain gue gila. Apa salah nya sih suka sama sastra kuno? emang ngerugiin mereka kalo gue punya ketertarikan di bidang ini?." Gerutu Jessy merasa kesal.
Jessy mengendarai mobil nya keluar dari parkiran kantor, pergi menuju apartemen miliknya. Sudah sejak SMA Jessy hidup sendiri di apartemen, itu karena keluarga nya sudah tercerai berai dan sibuk dengan keluarga baru mereka tanpa memikirkan Jessy.
Saat ini Jessy berusia 28 tahun, masih lajang dan belum pernah berpacaran sama sekali. Meski begitu dia suka membaca novel romansa fantasi, dia tau cara merayu laki-laki hanya saja dia belum menemukan tipe laki-laki idaman nya.
Sampai di apartemen Jessy langsung membersihkan diri dan menyiapkan makan malam. Keseharian nya memang sangat monoton, pergi kantor lalu pulang untuk istirahat sambil membaca novel digital yang sudah dirinya simpan.
"Novel ini harga nya mahal banget, kalo ngga bagus awas aja. Gue tertarik karena disini di tulis pake aksara Mandarin kuno, semoga aja ini kisah nyata turun-temurun. Atau bisa aja ini artefact ajaib yang bisa membuka portal menuju dunia fantasi." Gumam Jessy sangat excited.
Halaman demi halaman sudah terbaca, ekspresi Jessy terus berubah-ubah setiap halaman bab berlalu. Hingga akhirnya dia berteriak seperti orang gila, entah apa yang dirinya baca sampai membuatnya seperti itu.
"AAAAARRGGHHHHHHH."
"Brengsek ngga suka bangettt!! benci, benci. Ngga wort it, gue beli ini aja harus nabung dan ngurangin jatah makan siang selama satu minggu. Bisa-bisa nya isinya sampah kaya gini, MUAAKKK!!!!." Teriak Jessy frustasi.
hoshh..
hoshh..
Jessy menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan kekecewaan dalam diri nya. Meksipun dia berhasil menerjemahkan semua bahasa Mandarin kuno dalam buku ini, tetap saja dia masih kecewa karena isinya terlalu sampah untuk harga semahal itu.
sraakk
"Sampai mati pun ngga akan gue maafin, oke gue harus masuk ke dalam buku ini dan hancurin alur nya. Bakal gue acak-acak karya ga jelas ini, dasar author sampah." Jessy menatap tajam buku novel fisik yang pertama kali dirinya beli (biasanya beli novel digital).
Brukkk
"MASUKK!!!."
Brukkk
"DUNIA FANTASI!!."
"PORTAL DIMENSI!!."
"SIHIR TELEPORT!!!."
Seperti orang gila Jessy memukul kan buku ke kepalanya sambil berteriak, dia berharap bisa masuk ke dalam buku secara magic seperti komik fantasi.
"Aarrgghhhhhhhh kok ngga bisa sih!! oh tadi ada tulisan mantra di akhir bab. Jangan-jangan itu kunci nya?." Dengan frustasi Jessy membuka halaman terakhir dalam buku.
srakk
sraakk
"HAHAHAHAHAHAHAH, ini dia mantra nya. Lihat aja, gue pasti bakal masuk ke dalam buku itu dan acak-acak cerita sampah lo ini sialan." Jessy tertawa seperti orang gila.
"Atas nama langit dan keagungan bumi menghadap sang surya matahari nan agung. Aku Jessy Pitarossa menjelma sebagai roh utusan Dewa, membawa dunia ke dalam perdamaian sebagai reinkarnasi masa depan yang jauh. Dengan kekuatan para roh dan kehebatan sihir, aku akan datang sebagai harapan bagi semua umat manusia."
...
...
kriikk..krikk..krikk..
Sunyi, tidak terjadi apapun. Jessy terduduk lesu, dengan kasar melempar buku ke ujung Sofa dan menangis sedih dengan kekanakan.
"Sialan, bodoamat lah." Jessy yang sudah lelah bekerja seharian, menangis sampai tertidur diatas sofa apartemen nya.
Di suatu tempat yang jauh, di sebuah hutan dengan pepohonan yang sangat tinggi dan rindang. Burung berkicau merdu bersamaan dengan turun nya sinar matahari dan embun yang sejuk.
Sesosok manusia tergeletak lemas di ujung tebing curam, tubuhnya tersangkut tanaman rambat dengan dar*h mengering di pakaian kusut nya.
"Ugh... pusing." Gumam nya lirih.
"Aduh ini dimana kok dingin banget, gue lupa matiin AC sampe masuk angin ya." Gumamnya lagi.
"Bau apa sih? bau amis banget___ AAKKKKKKHHHHHHHHHHHHH
Setelah membuka mata dengan benar, manusia itu berteriak nyaring. Suaranya melengking seperti perempuan, entah apa yang terjadi sampai dia berada di tebing curam seperti ini.
hoshh..
hoshh..
"I-ini mimpi kan? gue inget ketiduran di sofa masa tiba-tiba bangun di tebing begini? ini gue kalo gerak bakal mati kan? gue harus gimana?." Gumam nya ketakutan.
"Bentar, kalo mimpi mending terjun aja ngga sih? kan kalo kaget nanti bakal bangun." Ujar nya berpikir secara logika.
"Bener kan, ngga bakalan sakit orang cuma mim___ akhhh.. s-sakit?." Wanita itu terdiam saat merasakan sakit pada luka di tangan dan kepala nya.
"N-ngga mungkin, ini nyata? gue... transmigrasi?! atau jangan-jangan gue di culik dan di buang diem-diem waktu tidur?. Tapi emang ada tempat kaya gini di dunia? rindang banget tanpa polusi." Ucapan nya berpikir.
Benar, wanita yang tergantung di tebing curam saat ini adalah Jessy Pitarossa. Entah bagaimana cara nya dia berhasil transmigrasi namun pendaratan nya cukup ekstrem sekali.
Setelah syok sebentar, akhirnya Jessy berhasil menenangkan diri. Berpikir dengan kepala dingin bagaimana cara nya naik ke atas, meskipun dia saat ini ketakutan dan merinding melihat ketinggian di bawahnya. Dia berusaha tetap tenang dan percaya, dia akan selamat jika tidak menyerah di sini.
"Tenang-tenang... ayo pikirkan secara logika." Batin Jessy ketar-ketir.
"hupp!!."
srakkkk
brukkk
Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya Jessy berhasil naik ke permukaan dengan bantuan tanaman menjalar yang melilit tubuhnya. Dia langsung merangkak menjauh dan terduduk lemas di dahan pohon.
"Hahh... nyaris aja mati dua kali. Ehh gue di sana udah mati apa belum ya? apa gue beneran gila dan punya dua kepribadian?." Gumam Jessy hilang arah.
"Sakit banget, tapi untung ngga ada tulang yang patah. Ini dimana kok bisa gue nyasar di hutan, pakaian nya kuno tapi lusuh banget. Tapi seenggaknya gue seneng sih berhasil transmigrasi ke zaman kuno." Gumam Jessy tersenyum senang.
drap
drap
drap
"Shen Yue!!." Teriakan seseorang membuat Jessy terkejut dan reflek menoleh.
sraattt
"Aakhhhhh." Jessy merintih saat tiba-tiba di tarik kasar oleh wanita tua tidak di kenal.
"Lihat jalang gila ini, apa kau berani menentang perintah Kaisar?! Berani sekali kau kabur dan mencoreng nama baik keluarga Shen!!. Berhenti membangkang, seharusnya kau tahu malu untuk membalas budi." Ucapnya mengomel tiba-tiba.
"Hah?." Jessy memirigkan kepalanya dengan bodoh.
"Sudah lah dasar perempuan tidak berguna, kalau saja dulu kepala keluarga tidak kasihan pada mu pasti kau sudah mati di buang ke laut. Gara-gara menikahi Ibu mu, adik ku jadi mati sia-sia sebelum bisa membalas budi keluarga. Kau dan Ibu mu itu pembawa sial, sekarang saat nya kau menerima karma dan dosa orangtua mu lewat mahar pernikahan." Omel bibi gempal itu di sepanjang perjalanan. Jessy yang di seret dengan kasar hanya bisa pasrah mengikuti.
"Ngomong apa sih? maksudnya gue harus nikah paksa demi bisa dapet mahar buat mereka gitu?." Batin Jessy nyinyir.
Jessy di tarik dan di bawa ke kaki tebing, di sana ada sebuah pemukiman selayaknya sebuah desa pedalaman. Penduduk nya cukup banyak, semua orang menatap tajam ke arah Jessy seakan Jessy memang objek kebencian di desa ini.
Lihat itu, dia benar-benar kabur.
Dasar pembawa sial.
Desa kita juga sial karena dia.
Untunglah setelah ini dia akan pergi.
Cih, menatap wajahnya saja membuatku merinding jijik.
Kau lihat warna mata nya itu? seperti penyihir.
Persis seperti Ibu nya, menjijikan.
Jessy yang mendengar cibiran orang-orang hanya bisa menarik nafas diam-diam. Ternyata entah di zaman modern atau di zaman kuno dirinya memang selalu di kucilkan.
Bruukkkk
"Jangan berharap mendapatkan makan hari ini, ingat!! besok kau harus menikah dan pergi dari sini tanpa membawa nama keluarga Shen lagi." Ucap si bibi melempar Jessy ke sebuah gudang berdebu.
BRAKKKK
Pintu di tutup dengan kasar lalu di kunci dari luar, Jessy hanya bisa berdecak kesal karena pengap. Meraba sekitar dan menemukan lilin, setidaknya ada sedikit penerangan yang bisa membantu nya bernafas.
"Kayaknya tuhan benci banget deh sama gue." Lirih Jessy merasa pusing.
Jessy merasa kepala nya berkunang-kunang dan perutnya kelaparan. Perlahan matanya meredup dan kegelapan menelan nya dengan menyedihkan.
BRAAKKKKK
Deg.
Padahal rasanya baru pingsan beberapa detik lalu, tapi suara keras mengejutkan Jessy sampai terbangun dengan cepat. Jessy melihat ke arah jendela kecil, langit sudah gelap artinya dia sudah pingsan seharian.
"Bangun juga kau jalang." Suara seorang gadis terdengar dari balik pintu.
"Siapa?." Tanya Jessy.
"Hahahaha astaga Kakakku sayang, apa karena frustasi membuatmu jadi gila? siapa aku? tentu saja aku adik mu, adik yang akan merebut apapun yang akan menjadi milikmu." Ucap nya dengan nada penuh kemenangan.
"Ohh." Jawab Jessy singkat.
"Anjirr, muak banget gue." Batin Jessy memutar bola mata nya malas.
"Sialan!! Lihat aja setelah ini kak, apa kau masih bisa bersikap sombong seperti sekarang?!! Besok tepat sebelum fajar, kau akan di bawa menuju istana untuk di nikahkan paksa dengan Paman Kaisar yang seorang tirani. Apa kau dengar?!!." Teriaknya marah-marah.
"Takutnyaa." Ledek Jessy.
"SHEN YUE!!! AKU AKAN MENIKAH DENGAN YANG MULIA KAISAR DAN MENJADI PERMAISURI. TAPI KAU HANYA AKAN MENIKAH DENGAN PAMAN KAISAR YANG SEORANG JENDRAL TIRANI, DIA TELAH MELANGGAR ATURAN KAISAR DAN MENDAPATKAN HUKUMAN PENGASINGAN!!! Apa kau paham nasib mu sekarang? setelah menikah pun kau hanya akan ikut mati di pengasingan bersama suami mu itu." Ucap si gadis dengan menggebu-gebu.
"Melanggar apa memangnya?." Jessy tidak ambil pusing.
"Huhh dasar gila. Kau lupa jika beberapa waktu lalu Paman Kaisar melakukan kudeta besar-besaran saat Kaisar sebelumnya tewas? tapi sayang sekali yang naik tahta justru Pangeran ke 3 yang akan segera menikah dengan ku." Ucap nya pamer.
"Ngomong apa sih? ngga paham deh." Batin Jessy pusing.
"Aku tidak bisa memahami ucapan mu itu, bisa kah kau menjelaskan siapa Pengeran ke 3 atau Paman Kaisar itu?." Tanya Jessy.
"Hahaahahaha ternyata benar kata Ibu, kau jadi bodoh setelah gagal kabur ya?." Ucapnya tertawa merendahkan.
"Pergi saja jika tidak mau menjawab, aku lelah mendengar suara mu yang berisik." Usir Jessy.
"Dasar congkak. Kaisar terdahulu adalah Ayah dari Pangeran ke 3 yang saat ini sudah naik tahta menjadi Kaisar baru. Sedangkan Paman Kaisar pemberontak itu adalah adik dari Kaisar terdahulu alias Paman dari Kaisar saat ini. Apa kau paham gadis bodoh?." Ucapnya.
"Ya\~ya\~ ya sudah pergi sana." Usir Jessy dengan cuek.
"Lihat saja... aku pastikan kau akan menangis darah dan mati menyedihkan. Shen Yue, sejak dulu Kakek selalu saja memanjakan mu. Bahkan awalnya kau lah yang harus menikah dengan Pangeran ke 3 yang saat ini menjadi Kaisar, dan aku yang harus menikahi pemberontak. Tapi untung nya Ibu ku cepat-cepat membunuh Kakek, jadi pernikahan kita bisa di tukar. Kau yang akan menderita sampai akhir, karena sekarang tidak akan ada lagi yang membela mu." Ucap nya penuh iri dengki.
"Memangnya keluarga kita sepenting apa sampai bisa kenal dengan Kaisar? aku lihat rumah kita sempit dan sangat miskin seperti rakyat jelata. Bisa saja selama ini kita hanya di bohongi kan? mana mungkin sekelas keluarga kekaisaran mau menikah dengan rakyat jelata seperti kita." Ucap Jessy menohok.
"DIAM LAH DASAR JALANG!!! Kakek adalah keturunan bangsawan agung sekaligus Mentri kepercayaan Kaisar terdahulu. Keluarga kita miskin karena semua harta benda habis di berikan Kakek untuk pemakaman orangtua mu yang tidak penting itu. Sejak awal kau dan keluarga mu itu memang pembawa nasib buruk." Ucap nya penuh kemarahan.
"Ya sudah, maaf kalau begitu." Jessy sangat cuek.
"Aarrgghh sialan." Gadis yang mengaku adik dari Jessy itu berteriak seperti orang gila.
"Kau mengatakan jika kau itu adik ku kan? bukankah artinya orangtua ku itu orangtua mu juga?." Tanya Jessy merasa sedikit krisis identitas.
"Hahahaha mana mungkin. Kita hanya sepupu, Ibu ku adalah kakak dari Ayahmu. Ayah mu itu bungsu keluarga Shen, sedangkan Ayahku adalah pejabat pemerintahan yang dekat dengan Kakek semasa hidup nya. Artinya apa? artinya aku adalah bangsawan murni tidak sepertimu yang memiliki darah rakyat jelata yang begitu rendah dan menjijikan." Ucap nya dengan congkak.
"Baiklah, maaf ya bangsawan." Celetuk Jessy meledek.
"AARRGGHHHH INI LAH ALASAN KU TIDAK MAU BICARA DENGAN DARAH RENDAHAN. MEREKA SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI TATA KRAMA DAN TIDAK TAU DIRI." Teriaknya marah dan langsung menjauh pergi dari sana.
Jessy hanya menghela nafas lelah, berharap fajar segera datang dan dia akan cepat pergi dari sini. Setidaknya besok pasti dia akan di berikan makan, dia sungguh sangat kelaparan dan luka nya perlu di obati.
Jessy meringkuk kedinginan saat malam semakin larut, dengan perut kosong dan luka yang belum di obati membuatnya menggigil dengan menyedihkan.
klak
krieettt\~
Tiba-tiba pintu terbuka sangat pelan, lalu muncul seorang gadis mungil membawa nampan berisi makanan. Jessy hanya mendongak tidak berdaya, dia penasaran siapa lagi yang datang sekarang?.
"Nona.. saya datang membawakan sedikit sup hangat dan bakpao. Pakai selimut ini untuk menghangatkan tubuh anda, maaf karena saya tidak bisa menolong anda." Ucap nya berbisik dengan sedih.
"Kau siapa?." Heran Jessy.
"N-nona." Gadis itu memekik tertahan, lalu menutup mulutnya syok.
"Kenapa?." Jessy menatap bingung.
"A-apa kepala anda terbentur? saya Xio yang selama ini melayani nona Shen Yue. Namun setelah nona menikah, saya akan di kembalikan ke kota untuk mencari majikan baru. Saya benar-benar minta maaf karena tidak bisa membantu anda, saya harap anda masih bisa memiliki hadapan untuk hidup sehat dan panjang umur. Saya berharap.. anda akan menemukan kebahagiaan dan cinta tulus.. hiks." Gadis itu menangis sambil mengucapkan doa tulus.
Jessy yang mendengar itu tersenyum tipis merasa tersentuh, tangan nya terulur untuk mengusap rambut gadis mungil di depannya ini. Setidaknya masih ada orang baik yang menatapnya dengan tulus, itu lebih dari cukup.
"Terimakasih, aku akan baik-baik saja. Aku juga berdoa semoga kau mendapatkan majikan yang lebih baik, terimakasih banyak atas semua bantuan mu Xio." Ucap Jessy.
"Nonaa.." Xio menangis lagi.
"Sudahlah, tapi aku memerlukan sedikit bantuan mu sekarang." Ucap Jessy sambil makan sup, dia sangat lapar.
"Apa nona ingin kabur?." Tebak Xio.
"Tidak, aku sudah tidak memiliki tenaga untuk itu. Aku hanya ingin tau siapa pria yang akan menikah dengan ku, berapa usia nya, tinggi badan, wajahnya, wataknya, nama nya dan segala informasi mengenai dirinya selama ini." Ucap Jessy.
"Saya sering mendengar banyak informasi mengenai Tuan Jendral dari banyak orang. Banyak yang mengatakan jika tubuhnya sebesar beruang, wajahnya garang menakutkan, tahun ini berusia 25 tahun. Wataknya sangat menakutkan, tidak ada satu pun wanita yang mau menatapnya apalagi berani merayu, dia adalah malaikat maut yang di takuti semua orang." Ucap Xio dengan wajah pucat pasi.
"Sebenarnya dia itu siapa? Jendral atau Paman Kaisar?." Bingung Jessy.
"Pangkat nya seorang Jendral Agung, Paman Kaisar adalah sebutan keluarga kekaisaran karena beliau adalah Paman dari Kaisar saat ini." Ucap Xio.
"Ohh, lalu siapa nama nya?." Jessy menanyakan yang paling penting.
"Mo Ziang." Jawab Xio.
Deg.
"Siapa?!." Kaget Jessy.
"Mo Ziang, apa nona mengenal nya?." Kaget Xio.
"Apa maksudmu Mo Ziang Pangeran Kedua kekaisaran Mo yang hidup di Medan perang sejak usia 8 tahun?. Pangeran yang lahir dari rahim permaisuri namun gagal naik tahta?. Pangeran yang memiliki kutukan siapapun yang melakukan malam pertama bersama nya akan mati? apa Mo Ziang yang itu?." Jessy memberondong pertanyaan dengan syok.
"B-benar nona." Lirih Xio merasa prihatin.
"Hahahahahhaha akhirnya!!! Hahahahhahahahaha." Jessy tiba-tiba tertawa keras.
"N-nona hiks." Xio menangis karena berpikir Nona nya ketakutan sampai gila.
Sedangkan di sisi Jessy dia sedang sangat bahagia sekali. Kenapa demikian? karena saat ini dia benar-benar masuk ke dalam dunia di mana buku terakhir yang dirinya baca berjalan.
Buku sampah yang menceritakan tentang kisah cinta segitiga antara tabib dewa cantik dengan dua pangeran Mo. Pemeran utama pria dalam buku ini adalah Pangeran ke-3 Mo yang saat ini sudah naik tahta menjadi Kaisar, sedangakan Seconde male lead nya adalah Pangeran ke-2 Mo yang merupakan Paman dari pemeran utama pria (Mo Ziang).
Alasan Jessy sangat kecewa dan memberikan label "SAMPAH" adalah karena alur nya sangat jelek. Cinta segitiga dimana pemeran wanita nya sasimo ( sana sini mao), menjalin kasih dengan Pemeran utama pria hingga melakukan hubungan badan dengan alasan pengobatan.
Namun saat Second male lead mendatanginya pada malam hari si tabib ini menerima tanpa pikir panjang. Bahkan melakukan pengobatan yang sama dengan cara berhubungan badan, kisah cinta segitiga itu terus berlanjut sampai pemeran wanita mengandung.
Pemeran utama pria dan second male lead sama-sama protektif karena keduanya berpikir anak yang di kandung oleh pemeran wanita adalah anak mereka. Hingga saat anak itu lahir yang ternyata sama persis dengan pemeran utama pria, second male lead merasa kecewa dan iri. Dia mulai berani mendatangi pemeran utama saat malam hari untuk menghalamilinya, padahal pemeran wanita susah menikah dengan pemeran utama pria.
Tapi mereka tetap selingkuh dengan alasan cinta dan ketulusan. Hingga akhirnya pemeran wanita kembali hamil dan anak yang lahir sedikit mirip dengan second male lead. Pemeran utama pria sempat marah, namun dia tetap merestui saat istrinya meminta izin menikah lagi.
Artinya apa? artinya ending cerita ini hanya menceritakan tentang kisah seorang wanita yang menikahi dua pria. Bukan kah ini sangat sampah? namun masih ada plot twist di akhir bab.
Plot twist jika ternyata anak kedua pemeran wanita bukan lah anak dari second male lead, melainkan anak dari pengawal pribadi nya. Merasa terkhianati, Second male lead gelap mata dan hendak membunuh pemeran wanita dengan pedang nya.
Namun pemeran wanita memohon sambil menangis, dia berkata jika cinta nya pada second male lead itu tulus. Dia juga jujur jika setiap malam sebenarnya mereka tidak melakukan hubungan badan, itu hanya ilusi dari kekuatan pemeran wanita karena Second male lead memiliki kutukan (siapa pun yang melakukan hubungan badan dengan nya akan mati).
Sebenarnya dari mana dasar nya kutukan itu? itu karena ukuran pen*s second male lead terlalu besar untuk ukuran manusia. Sebenarnya normal saja karena tinggi badan nya 200cm, namun karena wanita di zaman ini semua stunting makanya tidak akan kuat melayani nya.
Akhir kisah, pemeran wanita menikah dengan tiga pria. Yaitu pemeran utama, second male lead dan pengawal pribadinya. Namun second male lead memilih pergi mengabdikan diri nya di Medan perang hingga mati membawa kekecewaan dalam hati nya.
Bagaimana, bukan kah ini kisah sampah? Jessy merasa marah dan ingin mengacak-acak alur cerita ini agar lebih waras dan manusiawi. Dia ingin mencari second male lead (Mo Ziang) agar tidak bertemu dengan pemeran wanita dan terjerumus lubang hitam kebodohan.
Lalu dia akan membangun keluarga bahagia bersama second male lead, mempermalukan pemeran wanita yang tidak setia dan gampangan. Lalu Jessy akan menjadi satu-satu nya wanita pintar yang memiliki harga diri tinggi.
"Hahahahaha bagus lah, untung saja semua berjalan dengan sangat baik meskipun aku tidak melakukan apa-apa. Hahahahahahah i'm coming baby." Jessy masih tertawa dengan bahagia sekali.
"N-nona." Xio mulai takut.
"Ohhh, aku baik-baik saja Xio. Pergi lah, aku sudah selesai makan. Terimakasih atas bantuan mu, berbahagia lah selalu karena setelah ini aku pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia." Ucap Jessy berseri-seri.
Xio bahkan tidak sanggup menjawab, dia hanya pergi sambil merasa prihatin. Andai saja dia memiliki sedikit kekuatan, pasti bisa membawa nona nya kabur menyelamatkan diri.
"Maaf nona." Batin Xio merasa bersalah.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!