Dunia tidak berakhir dengan ledakan megah, melainkan dengan bunyi beep digital yang sangat menjengkelkan di dalam tempurung kepala.
Charlotte tersedak. Paru-parunya terasa seperti diisi oleh serpihan kaca dan debu semen. Cairan hangat—yang ia asumsikan sebagai darah, karena baunya yang karat dan amis—mengalir dari pelipisnya, melewati kelopak mata kiri yang bengkak, dan menetes ke reruntuhan besi yang menjepit kakinya.
Pandangannya kabur. Di atas sana, langit Sektor 13 tidak lagi berwarna biru. Asap hitam pekat mengepul dari gedung-gedung pencakar langit yang runtuh seperti susunan kartu domino. Suara raungan mesin Mecha tempur di kejauhan terdengar seperti erangan monster kelaparan, diselingi oleh dentuman artileri yang menggetarkan tanah di bawah punggungnya.
"Sial..." Charlotte mencoba bersuara, tapi yang keluar hanyalah batuk kering yang menyakitkan.
Ia ingat sedang berada di bengkel bawah tanah, mencoba memperbaiki unit sirkuit daya untuk salah satu Ksatria faksi Radiant. Lalu, sebuah serangan udara menghantam blok tersebut. Sekarang, ia terkubur di bawah tiga ton beton dan rongsokan logam.
Tepat saat kesadarannya mulai meredup, sebuah jendela semi-transparan berwarna biru pucat berkedip di depan matanya.
[Inisialisasi Sistem Mekanik Terpadu...]
[Memindai kondisi subjek...]
[Peringatan: Deteksi tingkat harapan hidup: 0.02%]
[Kondisi: Pendarahan internal, patah tulang femur dekstra, trauma kepala ringan, dan martabat yang hancur total.]
Charlotte mengerjapkan mata. "Halusinasi... sebelum mati? Bagus sekali."
[Menyarankan Protokol Darurat: "Optimalisasi Penderitaan".]
[Apakah Anda ingin menukarkan sisa rasa sakit dan penderitaan Anda menjadi Poin Mekanik (MP)?]
[Ya / Tidak]
"Apa-apaan..." Charlotte merintih. Setiap kali ia mencoba bergerak, rasa sakit yang menusuk dari kakinya yang terjepit mengirimkan gelombang kejutan ke otaknya.
BIP!
[Peringatan: Durasi penderitaan meningkat. Akumulasi poin potensial: 150 MP.]
[Catatan: Semakin menderita Anda, semakin jenius Anda akan menjadi. Kehidupan adalah variabel yang bisa dikalkulasi, dan Anda saat ini adalah aset yang sangat terdepresiasi.]
Charlotte tertawa kecil, yang segera berubah menjadi rintihan kesakitan. Logika sistem ini sangat gila. Ia diperintahkan untuk menikmati rasa sakitnya agar bisa mendapatkan poin? Itu adalah definisi dari humor paling gelap yang pernah ia dengar. Namun, ketika ia melihat bayangan Mecha musuh—sebuah unit Scavenger dari faksi pemberontak—mendekat ke arah reruntuhannya dengan sensor pemindai merah yang mencari tanda-tanda kehidupan untuk dihabisi, Charlotte tidak punya pilihan.
"Ya," bisik Charlotte. "Ambil... ambil semua rasa sakit sialan ini."
[Protokol "Optimalisasi Penderitaan" Diaktifkan.]
[Mengonversi trauma fisik menjadi Data Mekanik...]
[Selamat! Anda mendapatkan 200 MP. Rasa sakit Anda telah dikapitalisasi dengan sukses.]
Seketika, rasa sakit yang tadinya membuat Charlotte ingin pingsan mulai berubah. Rasa sakit itu tidak hilang, tapi persepsinya bergeser. Seolah-olah otaknya memisahkan "rasa sakit" ke dalam folder terpisah di komputer dan menempatkannya di latar belakang. Ia masih tahu kakinya hancur, tapi ia bisa berpikir jernih. Sangat jernih.
[Membuka Skill Dasar: "Analisis Struktur Rongsokan".]
[Membuka Skill Dasar: "Perbaikan Darurat Tanpa Alat".]
Pandangan Charlotte terhadap reruntuhan di sekitarnya berubah total. Beton dan besi tua yang tadinya hanya tumpukan sampah kini memiliki garis-garis skematik. Ia melihat titik beban, tekanan hidrolik yang bocor, dan kabel sisa yang masih dialiri listrik statis.
"Kaki kananku terjepit oleh balok H-Beam seberat 400 kilogram," gumam Charlotte, matanya bergerak cepat memindai lingkungan. "Sudut kemiringan 35 derajat. Jika aku memicu ledakan kecil pada sisa tangki bahan bakar drone di sebelah kiri, tekanan udaranya akan mengangkat balok ini selama 0,5 detik. Cukup untuk menarik kakiku keluar."
Ia melihat bangkai drone pengintai yang hancur tak jauh dari tangannya. Tangannya yang gemetar merayap, merobek paksa penutup kabelnya.
[Analisis Selesai: Drone Pengintai Mark IV (Rusak Total).]
[Saran: Gunakan 50 MP untuk memicu "Kelebihan Beban Kapasitor".]
"Lakukan," perintah Charlotte dalam hati.
ZAP!
Sebuah percikan listrik meloncat dari ujung jarinya ke arah kapasitor drone. Charlotte memejamkan mata erat-erat.
BOOM!
Ledakan kecil itu menghantam balok besi di atas kakinya. Dalam sepersekian detik yang sangat krusial, Charlotte menarik kakinya dengan paksa. Suara gesekan tulang dan daging yang robek terdengar mengerikan, tapi berkat sistem, ia hanya melihatnya sebagai [Pengurangan HP: 15. Akumulasi Penderitaan: +40 MP].
Ia berguling keluar tepat saat balok itu jatuh kembali dengan dentuman keras yang menggetarkan tanah. Charlotte terengah-engah, berbaring di atas debu dan oli. Kakinya hancur, tak bisa digunakan untuk berjalan, tapi ia masih hidup.
Namun, keberuntungannya hanya bertahan beberapa detik.
Langkah kaki logam yang berat mendekat. Klang. Klang. Klang.
Unit Scavenger musuh—sebuah robot bipedal setinggi tiga meter dengan lengan berupa gergaji industri—berdiri tepat di depannya. Sensor merahnya terkunci pada sosok Charlotte yang malang.
[Deteksi Ancaman: Unit Scavenger-XP.]
[Peluang Menang dalam pertarungan langsung: 0.000001%.]
[Saran: Menyerah bukan pilihan karena unit ini diprogram untuk melakukan 'Recycle' pada materi organik menjadi pupuk.]
"Sistem," Charlotte menatap gergaji yang mulai berputar dengan suara bising yang memekakkan telinga. "Berikan aku sesuatu yang lebih berguna daripada statistik kematianku sendiri."
[Gunakan 100 MP untuk mengaktifkan "Overdrive Mekanik: Peretasan Sentuhan".]
[Catatan: Anda harus menyentuh sasis musuh. Risiko kematian: Sangat Tinggi. Kepuasan sistem: Maksimal.]
Charlotte mengumpat. "Tentu saja kau menyukai ini, dasar mesin gila."
Robot itu mengangkat lengannya. Gergaji besar itu turun dengan kecepatan tinggi, siap membelah Charlotte menjadi dua bagian simetris. Dengan sisa tenaga di tangan kirinya, Charlotte melemparkan sebuah baut besar yang ia ambil dari lantai ke arah sensor optik robot tersebut.
Hantaman kecil itu tidak merusak apa pun, tapi cukup untuk membuat algoritma pemrosesan robot terganggu selama 0,2 detik. Charlotte menggunakan momentum itu untuk menyeret tubuhnya ke depan, tepat di bawah selangkangan robot yang penuh dengan kabel hidrolik terbuka.
Tangannya menyentuh bagian sasis yang panas.
"Peretasan... aktif!"
[Mengalirkan Poin Mekanik ke dalam sistem musuh...]
[Mengoptimalkan kesalahan logika pada protokol keamanan...]
[Perintah diterima: Ubah target 'Organik' menjadi 'Diri Sendiri'.]
Gergaji yang hanya berjarak beberapa inci dari kepala Charlotte tiba-tiba berhenti. Motor penggeraknya meraung protes. Lengan robot itu mulai gemetar hebat, seolah-olah ada dua kepribadian yang sedang memperebutkan kendali.
BZZT! CRACK!
Robot itu tiba-tiba memutar lengannya sendiri ke arah tubuh bajanya. Gergaji yang berputar kencang itu menghantam mesin intinya sendiri dengan suara gesekan logam yang memilukan. Bunga api memuncrat ke mana-mana, membakar wajah Charlotte, tapi ia hanya menatapnya dengan pandangan kosong yang dingin.
[Unit Musuh Berhasil Melakukan 'Self-Optimization' (Bunuh Diri).]
[Selamat! Anda mendapatkan: 500 XP, 300 MP, dan satu tumpukan sampah berkualitas tinggi.]
[Level Up! Level 1 -> Level 2.]
Robot itu tumbang ke samping, mengeluarkan asap hitam. Charlotte bersandar pada bangkai robot yang masih panas itu, paru-parunya masih terasa terbakar.
Di sekelilingnya, Sektor 13 terus hancur. Ia sendirian, cacat, dan berada di tengah zona perang faksi-faksi gila yang memperebutkan reruntuhan dunia. Namun, saat ia melihat layar statusnya, sebuah senyum miring—yang lebih terlihat seperti seringai predator daripada senyum manusia—muncul di wajahnya yang penuh darah.
"Optimalisasi penderitaan, ya?" Charlotte melihat kakinya yang hancur, lalu melihat bangkai robot di sebelahnya. "Aku bisa bekerja dengan ini."
[Misi Tutorial Selesai.]
[Misi Baru Terdeteksi: Cari suku cadang untuk mengganti kaki Anda yang tidak efisien.]
[Saran Sistem: Kaki manusia sangat lemah. Mengapa tidak mencoba model Hidrolik Mark II?]
"Diamlah," bisik Charlotte, matanya mulai memindai area untuk mencari rongsokan lain yang bisa ia manipulasi. "Kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan."
Di kejauhan, para Ksatria Radiant dengan baju zirah emas mereka yang berkilau tampak terbang melewati langit, mengejar musuh dengan gagah berani. Charlotte menatap mereka bukan dengan kekaguman, tapi dengan perhitungan.
Zirah itu... pikir Charlotte. Jika aku meretas sirkuit sendinya, aku bisa membuat mereka berlutut dan memaksanya membayar jutaan gold hanya untuk bisa berdiri kembali.
Ini adalah hari pertama Charlotte di dunia yang baru. Ia berada di titik nol, di tempat paling bawah dalam hierarki kehidupan. Tapi dengan sistem yang memuja penderitaan di kepalanya, ia tahu bahwa tak lama lagi, dunia inilah yang akan menderita di bawah tangannya.
[Akumulasi Penderitaan saat ini: Tinggi.]
[Status: Bahagia secara matematis.]
Charlotte memejamkan mata sejenak, mengumpulkan tenaga sebelum menyeret tubuhnya ke arah tumpukan besi berikutnya. Perjalanan menjadi dalang mekanik baru saja dimulai.
Debu mesiu dan aroma logam terbakar adalah sarapan pagi yang buruk, namun bagi Charlotte, itu adalah data mentah.
Ia menyeret tubuhnya dengan satu kaki yang berfungsi, meninggalkan jejak darah memanjang di atas puing-puing beton Sektor 13. Setiap inci pergerakan adalah siksaan. Gesekan antara otot paha yang robek dengan fragmen tulang yang mencuat mengirimkan sinyal elektrik yang meledak-ledak di saraf pusatnya. Namun, alih-alih berteriak, Charlotte justru menatap antarmuka sistem yang melayang di depan hidungnya dengan tatapan lapar.
[Peringatan: Aktivitas fisik intensif memperburuk trauma femoralis.]
[Akumulasi Penderitaan Terdeteksi: +15 MP, +15 MP, +20 MP...]
[Status: Ambang batas pingsan mendekat. Menyarankan optimalisasi segera.]
"Diam," desis Charlotte. Suaranya serak, nyaris tenggelam oleh deru angin yang membawa sisa-sisa jeritan dari zona tempur utama. "Aku sedang... menabung."
Logika sistem ini benar-benar sakit, tapi Charlotte mulai memahaminya. Ini adalah ekonomi penderitaan. Di dunia ini, rasa sakit bukan sekadar sinyal bahaya bagi tubuh; itu adalah mata uang. Dan saat ini, Charlotte adalah orang paling 'kaya' di reruntuhan ini karena ia berada di ambang kematian yang paling estetik secara matematis.
Ia berhenti di depan tumpukan besi tua yang dulunya mungkin merupakan unit transportasi logistik. Tangannya yang gemetar mulai meraba-raba tumpukan tersebut. Mata kirinya yang masih berfungsi melakukan pemindaian liar.
[Skill Aktif: Analisis Struktur Rongsokan.]
[Memindai... 3%... 45%... 100%.]
[Objek: Sasis Truk Transportasi Type-C (70% Hancur).]
[Komponen Tersisa: Pegas suspensi baja-karbon, motor hidrolik mikro (rusak ringan), kabel serat optik (terpotong).]
"Ini dia," gumamnya.
Charlotte mulai membongkar paksa panel penutup motor hidrolik dengan tangan kosong. Kuku jarinya robek saat ia mencoba mencongkel baut yang macet, mengirimkan denyut rasa sakit baru yang langsung dikonversi menjadi poin oleh sistem. Ia tidak merasa keberatan. Baginya, kuku yang lepas adalah harga yang murah untuk 10 poin mekanik tambahan.
[Tutorial Penderitaan - Tugas 1: Kumpulkan Scrap Pertama.]
[Kemajuan: 1/5 Komponen Berkualitas.]
"Sistem, berikan aku skema dasar untuk fiksasi eksternal," perintah Charlotte.
[Membuka Database: Skema Medis-Mekanik Tingkat Rendah.]
[Biaya: 50 MP. Sisa Saldo: 425 MP.]
Sebuah cetak biru hologram muncul di atas kakinya yang hancur. Garis-garis kuning menunjukkan di mana ia harus menanamkan sekrup baja dan bagaimana ia harus menghubungkan motor hidrolik mikro ke sistem sarafnya yang terbuka untuk memberikan daya gerak buatan. Itu adalah prosedur yang jika dilakukan oleh dokter waras, akan membutuhkan anestesi total dan ruang steril. Charlotte akan melakukannya di atas gundukan sampah dengan sebilah pisau berkarat yang baru saja ia temukan.
"Mari kita lihat seberapa 'pintar' kau membuatku, dasar mesin sialan," Charlotte menggigit sepotong kabel tebal agar ia tidak menggigit lidahnya sendiri hingga putus.
Ia mulai memasukkan pegas baja ke posisi yang seharusnya ditempati oleh tulang femurnya.
CRAAAK.
Suara itu lebih buruk daripada suara ledakan tadi. Charlotte merasakan dunianya memutih. Keringat dingin mengucur deras, membasahi luka-lukanya.
[Penderitaan Luar Biasa Terdeteksi! Bonus Pengganda Aktif: x2!]
[Anda mendapatkan 150 MP dalam satu detik. Rekor baru!]
[Pesan Sistem: Anda benar-benar berbakat dalam menyakiti diri sendiri. Melanjutkan optimalisasi...]
Melalui kabut rasa sakit yang membutakan, Charlotte melihat dunianya dalam kode hex dan diagram vektor. Ia tidak lagi melihat daging yang terkoyak; ia melihat "Kapasitas Beban Biologis". Ia tidak lagi melihat pendarahan; ia melihat "Kebocoran Fluida Hidrolik".
Tangannya bergerak dengan presisi yang menakutkan, melampaui kemampuan manusia biasa yang sedang sekarat. Ia melilitkan kabel serat optik ke saraf motoriknya, menyambungkannya ke sirkuit motor mikro yang ia ambil dari truk tadi. Dengan satu sentakan terakhir, ia mengunci baut fiksasi ke tulang pinggulnya.
BZZZZT—KLIK!
Kaki kanan Charlotte sekarang adalah perpaduan mengerikan antara daging manusia yang membiru dan logam rongsokan yang berlumuran oli. Ia mencoba menggerakkan jarinya. Motor mikro di pahanya berdengung, memberikan tenaga mekanik yang menggantikan fungsi otot yang hilang.
[Suku Cadang Pertama Berhasil Dipasang: Kaki Prostetik Darurat (Grade: Sampah).]
[Atribut Bertambah: Kekuatan +2, Kelincahan -1 (Karena berat logam yang tidak seimbang).]
[Evaluasi: Estetika 0/10, Fungsionalitas 4/10. Menyarankan untuk tidak pamer di depan umum kecuali Anda ingin dikira zombie mekanik.]
Charlotte terengah-engah, melepaskan kabel dari mulutnya yang sekarang berdarah. Ia mencoba berdiri. Kakinya bergetar, motor hidroliknya mengeluarkan suara derit yang menyedihkan, tapi ia berdiri. Ia tidak lagi merayap seperti cacing di tanah.
"Estetika tidak memberiku poin, Sistem," balas Charlotte dengan sinis. Ia mulai berjalan tertatih-tatih, menyisir area reruntuhan dengan lebih efektif.
Kini ia berada di tahap kedua dari tutorialnya: Memahami Mekanika Poin.
Charlotte menyadari bahwa sistem tidak hanya memberikan poin dari rasa sakit fisiknya, tetapi juga dari penderitaan emosional atau kekacauan yang terjadi di sekitarnya yang ia manipulasi. Ia melihat sekelompok drone pemulung milik faksi lawan yang sedang menggeledah mayat-mayat tentara beberapa puluh meter di depannya.
Analisis Data... [Drone Scavenger Mk-I (x3).]
[Kelemahan: Sensor inframerah buta terhadap emisi panas dari rongsokan terbakar.]
Charlotte merunduk di balik sisa dinding beton. Sebuah ide jahat muncul. Jika ia menghancurkan drone itu satu per satu, ia hanya mendapat poin kecil. Tapi jika ia membuat mereka saling menghancurkan karena kesalahan logika?
"Sistem, bisakah aku menggunakan MP untuk memicu gangguan sinyal jarak pendek?"
[Fungsi 'Jamming Data' Tersedia.]
[Biaya: 100 MP per 10 detik.]
[Catatan: Ini adalah investasi yang berisiko. Lakukan dengan penuh kebencian.]
Charlotte menunggu hingga ketiga drone itu berada dalam posisi sejajar di atas sebuah tangki oksigen yang bocor. "Aktifkan."
Udara di sekitar Charlotte seolah bergetar. Sinyal kendali drone tersebut terputus, digantikan oleh algoritma kacau yang disuntikkan Charlotte melalui sistemnya. Dalam sekejap, drone pertama mengidentifikasi drone kedua sebagai "Ancaman Level Tinggi".
RATATATATA!
Senapan mesin ringan pada drone pertama memuntahkan peluru, menghancurkan rekannya sendiri dalam rentetan ledakan kecil. Drone ketiga, yang bingung karena protokol keamanannya tumpang tindih, mulai menembak secara acak ke segala arah, termasuk ke arah tangki oksigen di bawah mereka.
BOOOOOM!
Ledakan itu mengirimkan gelombang kejut yang meruntuhkan sisa-sisa tembok di atas mereka, mengubur ketiga drone tersebut di bawah berton-ton beton.
[Kekacauan Berhasil Diciptakan.]
[Analisis: Menghancurkan aset musuh tanpa menyentuhnya. Efisiensi: Sangat Tinggi.]
[Anda mendapatkan 250 MP. Bonus: Penderitaan AI terdeteksi saat logika mereka hancur (+50 MP).]
Charlotte berjalan mendekati puing-puing drone yang masih terbakar. Ia mulai memunguti komponen-komponen penting: lensa sensor, baterai inti, dan modul transmisi. Ini adalah "Scrap" berkualitas yang ia butuhkan untuk memperkuat dirinya.
"Hanya 300 MP untuk penderitaan robot?" Charlotte mendengus sambil memasukkan baterai inti ke dalam kantong daruratnya. "Dunia ini benar-benar pelit."
[Pesan Sistem: Jangan serakah. Penderitaan organik tetap memiliki nilai tukar tertinggi. Menyarankan untuk mencari makhluk hidup yang sedang dalam kesulitan.]
Charlotte terdiam sejenak. Ia melihat ke arah cakrawala Sektor 13. Jauh di sana, ia bisa melihat kilatan cahaya dari sihir atau senjata energi tingkat tinggi. Para Pahlawan faksi Radiant sedang bertempur. Dan di mana ada pertempuran heroik, di sana pasti ada banyak penderitaan yang bisa dipanen.
Ia melihat ke bawah, ke arah kakinya yang berlumuran oli dan darah, lalu ke tangannya yang penuh luka robek. Penampilannya saat ini benar-benar mengerikan—seorang gadis muda dengan pakaian mekanik yang compang-camping, kaki logam buatan sendiri yang kasar, dan tatapan mata yang terlalu tajam untuk orang yang baru saja lolos dari maut.
"Tutorial ini hampir selesai, bukan?" tanya Charlotte pada kekosongan.
[Tugas Tutorial Terakhir: Kumpulkan 1000 MP untuk membuka 'Interface Manufaktur'.]
[Kemajuan: 820/1000 MP.]
"Hanya butuh sedikit lagi," gumamnya.
Charlotte mulai mengemasi rongsokan berharga yang ia temukan. Ia tidak lagi merasa seperti korban perang. Ia merasa seperti seorang penambang di tengah tambang emas yang tak terbatas. Setiap rongsokan adalah kesempatan, setiap luka adalah modal, dan setiap kekacauan adalah tangga untuk naik ke atas.
Ia mulai melangkah keluar dari zona reruntuhan aman, menuju area pemukiman yang hancur di mana suara tembakan terdengar lebih sering. Logika sistemnya berbisik di telinganya, memandu setiap langkah kakinya yang berat dan berdenting.
"Mari kita cari penderitaan yang lebih besar," bisik Charlotte, senyum tipisnya kembali muncul di balik debu yang menutupi wajahnya. "Aku butuh poin yang lebih banyak jika ingin memperbaiki dunia ini... atau setidaknya, memperbaikinya sampai aku bisa menguasainya."
[Tutorial Penderitaan: Berlanjut...]
[Status Mental: Teroptimasi untuk kekejaman.]
Charlotte menghilang di balik kepulan asap hitam, meninggalkan jejak kaki manusia di sebelah kiri dan jejak mesin yang dingin di sebelah kanan. Permainan baru saja dimulai, dan ia adalah satu-satunya pemain yang tahu cara mencurangi sistem dengan cara yang paling menyakitkan.
Sektor 13 bukan lagi sebuah kota; itu adalah bangkai raksasa yang sedang diperebutkan oleh burung-burung nasar berbaju zirah. Charlotte bergerak seperti bayangan di antara kerangka gedung yang menghitam. Kaki prostetik buatannya, meski kasar dan berderit pelan, memberikan ritme ganjil pada langkahnya—tap, klang, tap, klang.
Ia tidak lagi merasakan sakit yang melumpuhkan, hanya sensasi dingin yang konstan di saraf pahanya, sebuah pengingat bahwa sistem sedang bekerja keras memisahkan kesadarannya dari trauma fisik. Namun, kesadaran itu datang dengan harga: kewaspadaan yang berlebihan.
[Peringatan: Deteksi Gelombang Akustik.]
[Frekuensi: 440Hz – Suara logam beradu dengan perisai energi.]
[Jarak: 150 meter ke arah Barat Daya.]
[Saran: Jangan menjadi pahlawan. Menjadi pahlawan memiliki rasio kematian 98,4% di zona ini.]
"Aku tahu," bisik Charlotte, tubuhnya merapat ke dinding beton yang penuh lubang peluru. "Aku hanya butuh data. Dan mungkin sedikit barang jarahan jika mereka cukup bodoh untuk mati di tempat yang mudah dijangkau."
Ia mengintip dari balik reruntuhan. Di persimpangan jalan yang hancur, sebuah pemandangan yang kontras tersaji. Tiga orang Ksatria dari Faksi Radiant—para 'Pahlawan' yang dipuja-puji dalam propaganda—sedang dikepung oleh sekawanan Automaton pencakar milik pemberontak. Para Ksatria itu mengenakan zirah putih mengkilap dengan aksen emas yang memantulkan cahaya api di sekitarnya. Mereka terlihat agung, heroik, dan dalam hitungan matematis Charlotte, mereka sangat tidak efisien.
[Memulai Analisis Data Pahlawan...]
[Target 1: Ksatria Penjaga (Tipe Tanker).]
[Status Zirah: Pelat Dada Polikarbonat dengan integritas 62%.]
[Kelemahan: Sendi lutut kiri mengalami mikrotrauma. Satu hantaman lagi dan dia akan berlutut seperti pengemis.]
[Target 2: Penyihir Pendukung (Tipe Buffer).]
[Status Energi: 12% tersisa. Denyut jantung: 140 bpm. Terdeteksi kepanikan tingkat menengah.]
Charlotte memperhatikan bagaimana sang Ksatria Penjaga mengayunkan pedang energinya dengan gagah berani. Setiap ayunan membuang energi yang seharusnya bisa digunakan untuk memperkuat perisai statisnya. Di mata Charlotte, mereka bukan pahlawan yang sedang berjuang; mereka adalah mesin yang dipelihara dengan buruk dan sedang menuju kegagalan total.
"Sistem, berikan proyeksi kerugian mereka," perintah Charlotte.
[Kalkulasi Selesai: Dalam 180 detik, Ksatria Penjaga akan mengalami malfungsi zirah sendi. Penyihir akan kehabisan mana. Kemungkinan mereka selamat tanpa intervensi eksternal: 4%.]
"Bagus," Charlotte menyeringai, debu di wajahnya retak saat otot pipinya tertarik. "Penderitaan mereka adalah peluangku."
Namun, Charlotte tidak bodoh. Ia tidak akan melompat ke tengah medan tempur dengan kaki rongsokannya. Ia harus menyelinap. Insting bertahan hidupnya yang telah terasah selama bertahun-tahun sebagai mekanik kelas bawah di permukiman kumuh kini diperkuat oleh algoritma sistem. Ia melihat jalur-jalur yang tidak terlihat oleh mata biasa: jalur bayangan di bawah jembatan runtuh, celah sempit di antara pipa gas yang bocor, dan tumpukan puing yang bisa menutupi tanda panas tubuhnya.
Ia mulai merayap. Setiap gerakan dilakukan dengan perhitungan presisi. Ia menunggu suara dentuman artileri di kejauhan untuk menutupi bunyi derit kaki logamnya. Klang—saat meriam meledak. Klang—saat gedung di seberang runtuh.
[Skill Pasif Aktif: Kamuflase Lingkungan Rongsokan.]
[Efek: Mengurangi deteksi sensor musuh sebesar 35% selama Anda tetap berada di antara objek logam mati.]
"Kenapa kau sangat mendukungku untuk bersembunyi, Sistem?" tanya Charlotte dalam hati sambil merangkak melewati genangan oli hitam. "Bukankah kau ingin aku menderita?"
[Jawaban: Penderitaan yang singkat karena kematian instan tidak menguntungkan secara poin. Subjek yang hidup lebih lama memiliki potensi akumulasi penderitaan jangka panjang yang lebih tinggi. Saya berinvestasi pada masa depan Anda yang penuh kesengsaraan.]
"Kau benar-benar optimis dengan cara yang menjijikkan," balas Charlotte.
Ia berhasil mencapai posisi hanya sepuluh meter dari medan pertempuran, bersembunyi di dalam bangkai bus sekolah yang terbalik. Dari sini, ia bisa melihat detail teknis yang lebih intim. Sang Ksatria Penjaga baru saja menerima hantaman keras dari cakar mekanik Automaton. Perisai energinya berkedip, mengeluarkan suara mendesis yang familiar bagi telinga mekanik Charlotte.
Zzzzt—pop!
"Kapasitor daya di pundak kirinya terbakar," gumam Charlotte. Ia bisa melihat asap tipis keluar dari celah zirah emas itu. "Dia mencoba melakukan bypass manual, tapi dia melakukannya dengan urutan yang salah. Bodoh. Dia akan meledakkan tangki oksigennya sendiri dalam tiga menit."
Charlotte membuka antarmuka sistemnya, matanya bergerak cepat memindai setiap inci zirah sang pahlawan. Ia sedang mengumpulkan 'Data Teknis Zirah Radiant'. Ini adalah informasi berharga. Jika ia tahu cara kerja zirah para pahlawan terkuat, ia bisa menciptakan "kunci" untuk membukanya—atau menghancurkannya—kapan pun ia mau di masa depan.
[Data Dikumpulkan: 15%... 30%... 55%...]
[Peringatan! Deteksi Ancaman Tak Terduga.]
[Unit 'Interceptor' Musuh mendekat dari arah belakang Anda!]
Jantung Charlotte berdegup kencang. Ia menoleh perlahan dan melihat sebuah drone pengintai kecil berbentuk laba-laba sedang merayap di langit-langit bus sekolah tempatnya bersembunyi. Lensa merah drone itu berputar, mencoba memfokuskan pandangan pada sosok gadis yang berlumuran oli di bawahnya.
Jika drone ini mengirimkan sinyal, para Automaton di luar akan mengabaikan para Ksatria dan beralih menghancurkannya dalam hitungan detik. Charlotte tidak memiliki senjata. Ia hanya memiliki kunci inggris tua yang bengkok dan sistem yang haus akan penderitaan.
"Sistem, berikan aku opsi. Sekarang!"
[Opsi 1: Lari. Peluang selamat: 12%.]
[Opsi 2: Gunakan 'Poin Mekanik' (200 MP) untuk melakukan 'Overload Elektromagnetik' pada bus ini. Risiko: Anda akan tersengat listrik. Keuntungan: Poin Penderitaan Tambahan.]
"Aku benci pilihan kedua, tapi sepertinya itu spesialisasi kita," Charlotte meraih kabel besar yang menjuntai dari panel kontrol bus di dekatnya. "Lakukan!"
[Mengaktifkan Overload Elektromagnetik...]
[Mengonversi 200 MP menjadi kejutan statis...]
BZZZZZZZT!
Seluruh kerangka logam bus itu tiba-tiba dialiri listrik bertegangan tinggi. Drone laba-laba di langit-langit bus langsung meledak, sirkuitnya hangus seketika. Namun, Charlotte juga terkena dampaknya. Tubuhnya bergetar hebat saat arus listrik merambat melalui kaki logamnya dan membakar saraf-saraf di sepanjang tulang belakangnya.
"Aaaagghhh!" Charlotte menahan teriakannya dengan menggigit lengan bajunya sendiri.
[Penderitaan Akut Terdeteksi: +300 MP!]
[Status: Rambut Anda sekarang berdiri tegak, tapi Anda masih hidup. Selamat.]
Charlotte jatuh terduduk, napasnya pendek dan berbau ozon. Tangannya gemetar, tapi ia melihat drone itu jatuh ke lantai bus, hancur menjadi serpihan berharga. Ia segera merayap dan memunguti inti prosesor drone tersebut.
"Dua ratus poin terpakai, tiga ratus poin kembali. Profit bersih seratus poin," Charlotte terengah-engah, mencoba menemukan sisi positif dari penyiksaan dirinya sendiri. "Dan aku mendapatkan modul sensor inframerah gratis."
Di luar, situasi para Ksatria semakin memburuk. Sang Ksatria Penjaga akhirnya jatuh berlutut tepat seperti prediksi sistem. Kaki lutut kirinya benar-benar hancur, bukan karena serangan musuh, tapi karena kegagalan mekanik zirahnya sendiri yang tidak mampu menahan beban torsi dari gerakannya yang ceroboh.
"Tolong! Siapa pun!" teriak sang Penyihir Pendukung, wajahnya pucat pasi saat melihat para Automaton mendekat untuk serangan terakhir.
Charlotte memperhatikan dari balik jendela bus yang pecah. Ia bisa saja pergi sekarang. Ia sudah mendapatkan data zirah, ia sudah mendapatkan MP, dan ia memiliki suku cadang baru. Namun, insting oportunisnya berbisik lain.
Jika pahlawan itu mati sekarang, mereka hanya akan jadi mayat. Tapi jika mereka berutang nyawa pada seorang mekanik rongsokan di tengah zona perang... utang budi itu akan menjadi modal politik dan finansial yang jauh lebih besar di masa depan.
"Sistem, berapa MP yang kubutuhkan untuk membuat 'Granat Gangguan Frekuensi' dari bangkai drone ini?"
[Kalkulasi: Membutuhkan modul inti drone, sisa baterai bus, dan 150 MP untuk proses manufaktur instan.]
[Catatan: Anda akan mengekspos posisi Anda kepada para Ksatria.]
"Biarkan saja mereka melihat," Charlotte mulai merakit komponen-komponen itu dengan kecepatan yang tidak masuk akal, tangannya bergerak seperti mesin otomatis. "Biarkan mereka melihat siapa yang menyelamatkan pantat mereka yang berlapis emas itu. Tapi sebelum itu, biarkan mereka menderita sedikit lagi. Poinnya belum maksimal."
Ia menunggu sepuluh detik lagi. Ia menunggu sampai bilah pedang Automaton berada hanya beberapa senti dari leher sang Ksatria Penjaga. Saat itulah, penderitaan dan ketakutan para pahlawan itu mencapai puncaknya.
[Akumulasi Penderitaan Area Terdeteksi: +200 MP (Bonus Empati Negatif).]
"Sekarang," desis Charlotte.
Ia melemparkan bola logam rakitan itu ke tengah-tengah kerumunan robot.
VREEEEEEEE—!
Suara lengkingan frekuensi tinggi meledak, mematikan sistem navigasi para Automaton seketika. Robot-robot itu mulai berputar di tempat, menyerang udara kosong.
Charlotte berdiri dari balik reruntuhan bus, tertatih-tatih dengan kaki logamnya yang berdenting, wajahnya setengah gelap tertutup oli dan debu, namun matanya bersinar dengan kedinginan yang membuat sang Penyihir Pendukung terpaku ketakutan.
"Kalian terlihat sangat menyedihkan," suara Charlotte terdengar datar di antara suara bising mesin yang rusak. "Ingin kontrak servis darurat? Harganya tidak murah, tapi aku menerima pembayaran dalam bentuk emas atau akses ke gudang senjata faksi kalian."
[Target Terpaku. Negosiasi Dimulai.]
[Insting Bertahan: Berhasil. Tahap Manipulasi: Aktif.]
Di titik ini, Charlotte bukan lagi seorang penyintas yang ketakutan. Di mata para pahlawan yang gemetar itu, ia terlihat seperti iblis yang merayap keluar dari neraka mekanik hanya untuk menagih utang yang belum mereka pinjam. Dan bagi Charlotte, itu adalah posisi negosiasi yang paling menguntungkan.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!