Song Xinglan mahasiswi berprestasi di fakultas kedokteran, ia menyelesaikan perkuliahan dengan cepat dengan umur masih muda ia sudah menjadi dokter spesialis bedah terkenal.
Song Xinglan juga mengambil spesialis khusus penyakit dalam dan ia lulus ujian dengan nilai sempurna. Sekarang ia hanya menunggu surat izin praktek, karena ia ingin membuka klinik khusus penyakit dalam dekat rumah pribadi nya.
Song Xinglan menguasai semua pelajaran tentang pengobatan baik modern maupun secara tradisional. Selain dokter bedah ia juga dikenal dengan dokter serba bisa yang disebut dengan dokter ajaib.
karena dia mengobati pasien dengan sungguh-sungguh sepenuh hati bila tidak bisa mengobati secara modern ia bisa mengobati pasien secara tradisional dengan menggunakan jarum akupuntur.
▪︎▪︎▪︎
Suatu hari Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi di ladang tanaman obat miliknya. Karena terpesona dengan batu tersebut tanpa waspada sedikitpun Song Xinglan langsung mengambil batu Giok itu dengan tangan kosong tanpa pakai sarung tangan.
Karena batu Giok itu belum di poles masih kasar, jadi bentuknya yang tidak rata masih ada sanding yang tajam, saat Song Xinglan menyentuh batu itu jari tangannya terluka oleh sanding tajam tersebut.
sehingga melukai jarinya mengeluarkan sedikit darah segar lalu menetes ke atas Giok yang baru saja dia pegang. Ia tidak menyadari jarinya mengeluarkan darah ia masih terpesona dengan keindahan batu Giok permata Rubi itu, karena baru kali ia melihat Giok yang indah meski belum di poles.
Tanpa ia sadari darahnya diserap oleh batu Giok tersebut sampai habis, hal tak terduga batu Giok yang indah mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata, Song Xinglan menyepitkan matanya karena perih.
Tiba-tiba dalam cahaya mengeluarkan pusaran sedotan yang kuat menarik apapun yang ada disana termasuk tubuh Song Xinglan sendiri, ia ketakutan mencari sesuatu dekat dirinya untuk ia pegangi supaya tidak terbawa arus.
Aaakkkkhhh...
"Ya tuhan apa yang terjadi! Mengapa hal aneh ini terjadi begitu saja, fenomena apa ini?." Gumamnya dalam kecemasan, tangannya memegang batang pohon dekat sana dengan pegangan kuat dan erat supaya tidak lepas, gaya tarik sedotan sedotan pusaran tersebut sangatlah kuat.
"Ini semua karena batu giok itu, meski indah ternyata sangat berbahaya." Tambahnya lagi dengan nada menyesal karena telah menyentuh batu giok yang menipu nya dengan bentuk keindahannya teryata membahayakan dirinya sendiri.
"Benar kata orang keindahan dan kecantikan sangat berbahaya!." Gumamnya sambil memejamkan mata.
"aku gak kuat lagi, ya tuhan aku belum siap mati seperti ini dan pasienku masih banyak menunggu untuk pengobatan dari ku!"
Pegangan Song Xinglan melemah, energi nya sudah habis tubuhnya terasa lemas tidak kuat lagi untuk memegang apapun.
"Papa... Mama aku datang menemui kalian!." Ucapnya sambil memejamkan mata ia pasrah dengan kehidupannya sekarang karena ia tidak kuat lagi, lalu pegangannya terlepas.
"Paman bibi, maafkan aku belum sempat membahagiakan kalian, aku pergi menyusul kedua orang tuaku." Ucapnya pelan.
tidak lama setelah itu cahaya terang yang menyilaukan menghilang, begitu pula tubuhnya sendiri ikut menghilang di sana bersama cahaya tersebut.
Tempat itu kembali seperti semula tidak terlihat telah terjadi sesuatu yang mengerikan sama sekali semuanya kembali normal kecuali tubuh Song Xinglan yang menghilang entah dimana seperti di telan bumi.
•••
Di tempat lain seorang gadis baru saja tersadar dari pingsannya, ia memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Ugh! Aku dimana." Ucapnya sambil memijit kepalanya yang masih pusing, kemudian dia memandang di disekitarnya.
Aaaakkkhhhh....!!!
Ia terkejut sambil menutup mulutnya, karena ia melihat sesuatu yang mengerikan, yaitu mayat perempuan yang tidak terlalu jauh darinya.
Sebenarnya tidak sengeri itu dia saja yang berlebihan karena ia sudah melalui banyak fenomena aneh, jadi dia sangat ketakutan sekarang dan kebingungan.
"Hiks...!! Hiks...!! Mengapa hidupku seperti ini, hiks..!! hiks..! Sekarang aku ada dimana? Mengapa aku terlempar kesini?"
Gadis itu menangis sambil menahan suaranya ia menutup mulutnya takut mengeluarkan suara, ia tidak mau sesuatu hal aneh lagi menimpa dirinya.
Meski dia gadis pemberani dan kuat tapi yang namanya perempuan pasti ada cengengnya di saat benar-benar terpuruk, begitulah yang dirasakan oleh gadis ini.
Dia sekarang merasa terpuruk dan cemas tidak ada tempat mengadu, hanya bisa menangis untuk melepaskan kegelisahan, kesedihan dan ketakutannya.
Setelah puas menangis ia sedikit tenang, ia menghapus air matanya, lalu ia tidak sengaja memandang wajah mayat itu.
Deg!
"Bukankah ini aku! Apakah aku sudah meninggal." Ucapnya sambil menyentuh wajah dan tubuhnya sendiri dengan telapak tangannya.
"Lalu dimana ini, apakah disurga? Kalau begitu aku bisa bertemu dengan mama dan papa disini dong." Gumamnya, ada sedikit senyuman di bibirnya, karena bisa bertemu dengan kedua orang tua yang ia rindukan selama ini.
"Eh! Tunggu dulu, mengapa pakaian gadis ini berbeda denganku, seperti ini pakaian di zaman kuno dan terlihat lusuh." Matanya tidak sengaja melihat pakaian mayat si gadis itu.
Tidak lama setelah itu sebuah cahaya masuk kedalam kepala gadis tersebut cahaya tersebut berasal dari si gadis yang meninggal, ia kembali memegang kepalanya karena pusing dan sakit.
Beberapa menit kemudian rasa sakitnya berkurang, ia melihat kenangan bukan kenangan dirinya tetapi gadis yang telah meninggal itu.
"Hah..hah.." nafas gadis itu terengah-engah karena lelah saat ingatan itu berputar dalam benaknya " apakah ini kenangan gadis ini, mengapa aku melihat kenangannya, aneh!" Ucapnya bingung.
Tak lama setelah itu ia mengingat semua kenangan tentang si gadis yang wajah mirip dengannya, bernama Song Xinglan berada di zaman kuno, zaman yang miskin tentang sumber daya juga serba kekurangan.
"Jadi namanya juga Song Xinglan sama denganku, bukan wajah saja sama tapi nama juga sama, ini bukanlah kebetulan semata!." gumamnya sudah mengerti apa yang terjadi pada dirinya ia telah berpindah dimensi ke zaman yang tidak ada dalam sejarah.
Song Xinglan memandang tubuh sigadis yang sudah meninggal yang tiba-tiba menjadi kunang-kunang lalu menghilang di pandangannya.
"Selamat jalan! Kamu tenang aja aku akan menggantikan dirimu untuk membahagiakan keluarga Song kita, itu janjiku! Karena kamu adalah aku dan kita sama." Ucapnya sambil mengadah keatas langit sambil tersenyum damai.
"Bagaimana bentuk wajahku sekarang ya." Ucapnya sambil memegang wajahnya, " aku ingat dalam kantung celanaku ada cermin kecil." Ucapnya sambil mengambil cermin di saku celananya.
"Hah... ya tuhan apa tidak salah aku kembali berumur 15 tahun, ini tidak salah lagi bentuk wajahku seperti ini saat aku berumur 15 tahun." Ucapnya sedikit terkejut karena umurnya menyusut menjadi kecil begitu pula perubahan tubuhnya.
"Jangan-jangan Umurku menurut Xinglan di dunia ini, yah benar begitu, tidak salah!." Ucapnya dia sudah mengerti jadi dia tidak lagi terkejut.
Tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya...
"Song Xinglan...!"
"Song Xinglan...!"
.
.
.
Bersambung...
《Mohon dukungannya dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
Terdengar suara memanggil namanya dari berbagai arah, Song Xinglan kalang kabut, apa yang harus dia lakukan karena sekarang dia bukan song xinglan dari dunia ini tapi dunia lain.
"Aduh!! Bagaimana ini itu pasti keluarga xinglan yang mencarinya, aku harus mencari alasan apa!"
" hah, pakaianku juga bermasalah bukan di dunia ini, bagaimana ini!, apa yang harus aku lakukan untuk menutupinya?." Ia cemas lalu ia melihat kubangan lumpur, ia mendapatkan ide kemudian ia mengambil lumpur itu lalu ia usap kewajahnya sampai menjadi hitam, begitu pula di tangannya ia usap dengan lumpur.
"Sempurna! Saatnya berubah jadi song Xinglan yang lemah." Ucapnya lalu ia duduk di atas tanah sambil pura-pura menangis.
"Hiks...hiks..!!! Aku disini siapa itu? Tolong aku? Aku takut!" Ucapnya sedikit keras sambil menangis sangat keras supaya orang disekitar mendengar suaranya dan segera menemukannya.
Sekarang dia harus menjadi Song Xinglan yang lemah lembut murah senyum. Karena sifat Song Xinglan di dunia ini berbeda dengan sifatnya yang lugas selalu mengungkapkan apa yang dia rasakan tanpa menutupinya, dan dia langsung membalas jika ada orang yang menyakitinya.
berbeda dengan Xinglan asli ia selalu menutupi perasaannya. ia selalu tersenyum meski hatinya sedih, selalu menunjukan kebahagiaan di depan keluarganya.
Tidak lama setelah itu muncul lah wanita paruhbaya dari salah satu arah lalu menghampirinya dengan raut wajah cemas.
"Lan Lan, putriku yang malang!" Ucapnya sambil memberikan selimut kepada Song Xinglan.
saat ia tiba hatinya sakit melihat Song Xinglan dengan pakaian basah yang sudah dikotori dengan lumpur. Untung dia membawa kain saat ini jadi ia langsung menyelimuti keseluruh tubuh song Xinglan.
Berbeda dengan Song Xinglan saat dia melihat wanita paruhbaya itu tubuhnya membeku, sambil berkata " mama!" Wanita yang menyelimutinya dengan kasih sayang sangat mirip dengan ibunya di dunia modern yang sudah lama meninggal dunia.
"Mama, aku merindukanmu." Ucap Song Xinglan dia memeluk wanita itu, dengan erat untuk melepaskan kerinduannya, wanita itu hanya menepuk punggungnya dengan sayang sambil tersenyum.
"Mama, panggilan baru ya?." Ucap wanita itu kepada song xinglan dengan lembut ia mengusap rambut song xinglan dengan sayang.
Baru song xinglan sadar karena ucapan wanita itu, dia terlalu terbawa emosi karena merindukan ibu kandung nya di dunia modern, dalam ingatannya wanita ini adalah ibu kandungnya di dunia ini.
"Ah iya, maksud aku ibu...! Akhirnya ibu datang juga, aku takut ibu ada seseorang yang ingin menyakitiku!." Adu song xinglan kepada ibunya dengan lemah air matanya menetes, tangisan ini bukan lagi pura-pura, ini air mata bahagia karena bertemu lagi dengan ibunya.
akhirnya dia bisa bersama ibunya lagi meski sekarang di dunia yang berbeda baginya tidak masalah asalkan kedua orang tuanya ada bersamanya.
Dalam ingatan song Xinglan ayahnya juga sama dengan ayah kandungnya di dunia modern, dan dia juga memiliki beberapa saudara laki-laki sedangkan dirinya putri satu-satunya di keluarga Song.
Dia selalu di sayang dan dimanja oleh keluarganya, karena satu-satunya anak perempuan di keluarga Song.
Meskipun begitu tidak membuat dia sombong, disini song xinglan dikenal ramah dan mudah senyum, sangat lah baik sehingga mudah di tipu dan di manfaatkan oleh seseorang yang berniat jahat.
Kerena kebaikannya ini lah berakhirnya kehidupannya dan di gantikan oleh Song Xinglan baru yang jenius, pintar, cerdas, dan banyak akal.
"Xinglan kamu terlalu baik dan polos sehingga dengan mudah dimanfaatkan oleh orang lain dengan kedok teman baik!
Karena aku disini yang menggantikanmu aku akan membahagiakan keluarga Song, dan juga membalaskan dendammu! Itu janjiku padamu juga pada diriku sendiri!" Gumam Song Xinglan dalam hati ia sudah bertekad.
"Lan Lan jangan takut ada ibu! Coba ceritakan apa terjadi." Ucap Ibunya yang mengejutkan lamunan song Xinglan.
"Ibu lebih baik kita pulang lebih dahulu, aku kedinginan karena aku terjatuh kedalam lumpur." Jawab Song xinglan dengan pelan.
"Ah, maaf ibu lupa ayok ibu bantu kamu berdiri!." Ucap ibu nya sambil memapahnya untuk berdiri.
"Agh..! Kakiku terkilir ini terlalu sakit, aku tidak bisa berjalan!" Ucapnya kembali duduk di atas tanah.
Tidak lama setelah itu datanglah beberapa rombongan, termasuk keluarga Song di dalam rombongan tersebut.
"Ibu..." panggil seorang laki-laki yang tampan ada kemiripan dengan dirinya, karena laki-laki ini kakak laki-laki pertamanya.
"Apakah ibu menemukan mèimei, lalu dimana dia?." Ucap pria itu sambil melihat Song Xinglan dengan wajah berlumpur dahinya mengernyit karena heran, ini bukan adik perempuan pikirnya.
"Xinghe cepat gendong adikmu kakinya terkilir, dia juga kedinginan, cepatlah jangan sampai adikmu sakit!." Ibu nya tidak menjawab pertanyaan putranya justru memintanya untuk mengendong song xinglan.
"Dia.. mèimei..." ucapnya kurang yakin sambil menunjuk song xinglan, sedangkan keluarga yang lainnya hanya menahan tawa melihat song xinglan yang berlumur lumpur.
Mereka tidak berani tertawa lebar takut membuat song xinglan marah. Tetapi sudah melihatnya dia hanya memutar bola matanya malas melihat saudara barunya.
Sedangkan ayah song xinglan karena sudah menemukan putrinya, dia meminta kepada warga lain yang telah membantu mencari putrinya untuk kembali, sambil mengucapkan terimakasih karena telah membantu mencari putrinya.
Setelah warga lain bubar baru dia menghampiri putrinya dan istrinya, sambil memukul pundak putra pertamanya, dengan jengkel.
"Mengapa kamu begitu banyak tanya, kasihan adikmu!." Ucapnya lalu ia mengendong Song Xinglan, "Lan Lan ayah yang menggendongmu jangan takut!." Ucapnya sambil mengangkat tubuh song Xinglan.
Sedangkan song xinglan sudah menahan air matanya, melihat ayah lagi dia sangat senang, dia juga bersyukur karena datang didunia ini.
"Papa..!" Ucapnya keceplosan "eh... maksudku ayah, apakah kamu kuat mengendongku!." Ucapnya lembut sambil tersenyum.
"Kamu meremehkan ayahmu, meski sudah berumur ayah masih bisa mengangkatmu beserta ibumu." Canda ayahnya sambil mengedipkan mata kepada istrinya, ibu song xinglan mencubit pinggang suaminya.
"Jangan berbicara aneh-aneh kepada putri kita, cepatlah gendong putrimu sudah kedinginan." Ucapnya dengan kesal kepada suaminya.
Sedangkan saudaranya yang lain sambil berbisik satu sama lain.
" dia benar adik perempuan buktinya suaranya masih sama!." Ucapnya sambil berbisik.
"Apa yang terjadi dengannya, apakah ada yang menyakitinya!." Balas kakak pertama, karena ia merasa heran juga bingung dengan kejadian yang menimpa adiknya menghilang tiba-tiba setelah ditemukan malah dilumuri oleh lumpur.
Setelah itu mereka kembali kerumah sambil membawa song xinglan yang berada dalam gendongan ayahnya. Song xinglan sendiri memeluk ayahnya dengan erat untuk melepas rindu.
°°°°
Bersambung...!!!
.
.
.
《Mohon dukungannya dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
Setelah membersihkan diri, Song Xinglan menemui seluruh anggota keluarga yang sudah menunggu dirinya dari tadi untuk menjelaskan apa yang terjadi pada diri nya.
Mengapa malah sampai ke tempat hutan terpencil itu, padahal tempat itu jarang di datangi oleh warga sekitar desa, karena tempat itu berada dalam hutan paling dalam.
Saat ia keluar dari kamarnya ia langsung menuju ke tempat berkumpulnya semuanya anggota keluarganya, dia menunduk saat semua mata melihat kearahnya, sekarang dia merasa gugup untuk menghadapi semua anggota keluarga barunya.
Setelah menenangkan diri dia memberanikan diri memandang seluruh anggota keluarga Song.
Keluarga Song adalah keluarga besar yang belum berpisah, mereka masih serumah satu atap dengan anak-anak beserta cucu-cucu mereka.
Meski begitu keluarga Song tetap tentram dan damai, tidak ada perselisihan untuk memperebutkan harta warisan dan hal lainnya.
Mereka selalu damai, selalu saling menjaga, selalu mengikuti dan mendengarkan arahan dari orang tertua di keluarga song, yaitu kakek Song dan nenek Song.
Keluarga song masih di pimpin oleh kakek dan nenek song mereka berdua masih kuat walau sudah lanjut umur, mereka sangat disiplin dalam menertibkan seluruh keluarganya.
Buktinya anak-anak dan cucu-cucunya hidup damai dengan tentram tanpa pertengkaran sesuatu yang tidak pasti. Karena kakek song beserta nenek song selalu mendidik anak-anak dengan baik dan bijaksana.
Mari kita berkenalan dengan keluarga song supaya kita tidak ragu!
• Kakek song bernama Song Ming Zhe dan istrinya Jing Meiru (nenek song), mereka memiliki dua putra Song Heng putra pertama dan Song Weimin putra kedua.
Song Heng menikah dengan Li Roulan sekarang memiliki dua putra dan satu putri yang cantik.
Putra pertamanya bernama Song Xinghe berumur 20 tahun sudah waktunya menikah di tahun ini, tetapi belum memiliki calon istri,
karena keluarga Song termasuk miskin jadi belum menemukan gadis yang cocok untuk menerima kondisi keluarga song saat ini.
Putra kedua bernama Song Xingfeng tahun ini baru berumur 18 tahun sedang aktif-aktifnya karena baru beranjak dewasa.
Putri Bungsu Song Xinglan baru berumur 15 tahun dan beberapa bulan lagi ia berulang tahun ke 16 tahun, dan juga sudah memasuki usia untuk menikah.
Para tetua juga memikirkan hal ini tidak rela melepaskan putri kesayangan keluarga Song, bila sudah memiliki pendamping hidup. Mereka harus hati-hati memilih calon suami untuk song xinglan.
Sedangkan Song Weimin putra kedua kakek song dan nenek song, telah menikah dengan Ning Qingru (bibi song xinglan), mereka di karunia tiga orang anak laki-laki.
Putra pertama Song Xingwei 19 tahun, putra kedua Song Xingming 16 tahun dan putra ketiga baru berumur 10 tahun Song Xinghui atau bisa di panggil Xiaohui.
Singkat cerita!
Song Xinglan duduk dekat ibunya, sambil menghela nafas kasarnya untuk menenangkan dari kegugupannya.
Lalu ia menyapa seluruh anggota keluarganya pertama kali ia menyapa kakek ( zŭ fù ) dan nenek (năi nai)
"Zufu, nanai" sapa song Xinglan menyapa kakek neneknya dengan lembut lalu ia tersenyum.
Nenek menghampirinya lalu di sampingnya sambil memegang tangannya dengan lembut, sambil mengelusnya.
"Cucuku kamu telah menderita, ayo ceritakan apa yang terjadi, jika nainai tahu terjadi sesuatu denganmu nainai tidak mengizinkanmu ikut kedua orang tuamu ke pegunungan untuk berburu, di sana hutannya sangat lebat." Ucap nenek Jing Meiru dengan sayang.
"Aku juga tidak apa-apa nainai tuhan masih menyayangiku." Ucap Song Xinglan dengan lembut ia juga tersenyum kepada neneknya.
"Saat itu, aku melihat jamur dekat tebing karena tertarik aku mengambil jamur tersebut, tapi tiba-tiba saja aku mendengar suara dua orang wanita mendekat ke arahku, lalu mereka mendorong saat aku tidak siap, aku juga belum sempat melihat wajah mereka." Ucap song Xinglan sambil memejamkan mata, tujuan untuk melihat kenangan song Xinglan dia dengan fokus melihat kenangan itu.
Tapi beda dengan pikiran orang sekitar mereka kira song xinglan memejamkan mata karena ketakutan, bila mengingat kejadian itu.
"Jangan takut sayang, nainai ada disini." Ucap nenek Jing Meiru sambil memeluk Song Xingrai.
Sedangkan anggota keluarga lainnya diliputi dengan kemarahan setelah mendengar cerita dari song Xinglan, ada yang sengaja menyakiti anggota keluarga song.
"Jadi, Meimei dengan sengaja dicelakai oleh seseorang!." Ucap Song Xinghe dengan mengepalkan tangannya dia juga marah, ingin sekali memukul jika dia tahu siapa yang mencelai adik perempuan kesayangannya.
"Kakek, ayah, paman! Bagaimana menurut kalian, kita tidak bisa tinggal diam saja?." Song Xinghe bertanya kepada para tetua disana untuk meminta pendapat mereka.
"Kita harus mencari pelakunya secara diam-diam, karena adikmu tidak tahu siapa yang mencelakainya, dia hanya mendengar suaranya tidak mengenali wajahnya." Ucap kakek song Mingzhe
"Lan lan apa kamu mengingat suara siapa itu? Apakah kamu mengenalnya?." Tanya ayah nya Song Heng kepada dirinya dengan lembut.
"Hmm...!!! Aku mengenal suaranya dan aku masih mengingatnya dengan jelas, sepertinya suara Li Yunru dan wanita satu lagi seperti wanita telah berumur mungkin sepangkatan dengan umur bibi atau ibu." Ucap Song Xinglan sambil mengingat.
"Apakah kamu yakin, Li Yunru bukankah teman baikmu, mèimei!." Tanya Song Xingfeng, yang lainnya juga memandang Song Xinglan untuk memastikan.
Karena mereka tahu bahwa Li Yunru teman baik song xinglan, dia sering bermain kerumah song untuk bermain Xinglan, juga sering makan disana.
"Kakak ketiga, apa kamu tidak mempercayaiku! Aku tidak mungkin salah mengingat Yunru selalu bermain denganku mana mungkin aku lupa suaranya." Ucap Song Xinglan kepada Song Xingfeng.
"Meimei jangan marah, bukan aku tidak mempercayaimu, Li Yunru dia wanita lembut dan selalu baik padamu, mana mungkin dia mencelakaimu." Bela song Xinfeng.
"Baik, lembut, ck!" Song Xinglan mendecak lidah sambil tersenyum meremehkan, seluruh anggota keluarga juga heran melihat perubahan Song Xinglan.
Karena putri mereka sangat lembut tidak pernah kata kasar dan mendecakan lidah seperti itu, apalagi bentuk senyuman seperti itu sedikit menyeramkan menurut mereka.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungannya dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komenter dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!