...Wellcome guys jangan lupa subscribe 🙏...
Cerita ini dimulai ketika Alex yang baru kembali setelah hampir satu bulan diluar negeri menyelesaikan masalah perusahaan keluarga kini harus menghadapi masalah yang lebih berat lagi , yaitu diminta menikah oleh kedua orang tuanya.
" Ayah , aku bisa menuruti semua perintah Ayah tapi tidak untuk menikahi nya " pernyataan Alex menatap gadis pilihan Ayahnya .
" Mmmh, padahal tidak terlalu ganteng sok menolak aku lagi , Dia pikir aku mau dengan pria tua seperti Dia" ucap gadis itu dengan suara pelan namun masih bisa di dengar Alex .
" Lala" tegur Mami sampai membekap mulut putrinya itu.
" Lah emang dia tua , aku pikir Papi akan menikahkan aku dengan seorang pangeran ternyata tidak" kata Lala dengan ceplas-ceplos nya .
" Lala , Alex juga seorang pangeran hanya saja sekarang kamu melihatnya baru pulang kerja jadi style nya sedikit berantakan " ucap Ibu mengulum senyum melihat ekspresi putranya yang di katakan tua oleh Lala.
" Kalau jadi suamiku nggak boleh style begitu lagi , jelek" kata Lala dengan to the poin.
" Aku tidak akan menikahi wanita yang sama tidak kenal dengan ku" pernyataan Alex dengan wajah dinginnya .
Mungkin mereka tidak pernah bertemu , namun siapa yang tidak mengenal Pricilla Albert yang merupakan putri tunggal salah satu konglomerat ternama .
" Yaudah kita kenalan , nama aku Lala Om " kata Lala mengulurkan tangannya tanpa dosa seolah lupa barusan dia mengatakan Alex jelek .
" Ihhhhh, Om sombong banget ya pantas nggak laku-laku" julit Lala karena Alex tidak kunjung membalas uluran tangannya.
" mulut kamu itu" ucap Alex yang akhirnya membalas uluran tangan Lala karena sungkan dihadapan orang tua mereka.
" Alexander Graham" ucap nya memperkenalkan diri.
" Ayah sudah mengatur pesta pernikahan kalian yang akan dilaksanakan bulan depan " ucap Ayah .
" Ayah , Aku sudah dewasa bisa mencari calon istri sendiri Ayah tidak perlu mencarikan aku pasangan " ucap Alex , bagaimana mungkin dia menikahi wanita yang sama sekali tidak dia cintai .
" Mau sampai kapan Alex , Ibu ingin kamu segera menikah " ucap Ibu yang sebenarnya ingin putra nya menikah hanya agar memiliki teman hidup .
Alex terlalu dingin dan menutup diri!.
" Ibu aku,"
" Sekali lagi Om tolak, aku milih Kendrick " pernyataan Lala yang memotong ucapan Alex .
" Kendrick?" ulang Alex yang merasa familiar dengan nama itu .
" Iya , dia lebih ganteng dari Om" pernyataan Lala to the poin membayangkan wajah pria yang juga akan melamarnya.
" Jika dia lebih ganteng dariku mengapa masih mau menerima perjodohan ini? Apa karena aku lebih kaya darinya? " pernyataan Alex memangku kedua tangannya memandang gadis itu .
" Alah sombong, masih kaya Papi Lala " kata Lala yang membuat Alex langsung menunduk seperti kehilangan harga diri dihadapan putri konglomerat itu .
" Se, setidak nya hartaku bukan warisan kalau soal itu Ayah, ayahku juga kaya " kata Hans setelah beberapa saat.
" Berarti Om kaya banget lah " kata Lala dengan mata berbinar sampai bertepuk tangan karena kekayaan Alex double .
Alex menatap kedua orang tuanya secara bergantian meminta penjelasan " katakan apa maksud kalian yang sebenarnya?" pertanyaan Alex .
" Kami tidak punya maksud apa-apa selain ingin kalian bahagia , pernikahan kalian kami atur untuk memperkuat hubungan antara kita saja tidak untuk tujuan bisnis ataupun hal lain " jelas Papi .
" Om , bagaimana bisa kalian memastikan seolah-olah kami akan bahagia ? Bagaimana bisa dua orang yang bahkan tidak pernah bertemu bisa kalian jamin akan hidup bahagia saat bersama" ucap Alex karena walaupun kedua orang tua mereka berteman baik , faktanya mereka berdua tidaklah saling mengenal .
" Ya justru itu , setiap saat kalian akan menerima kejutan dari masing-masing setiap harinya nantinya" ucap Ibu yang tau kalau sifat mereka memang berlawanan sebab itulah akan mereka akan cocok .
Jika orang cuek dan sibuk bekerja seperti Alex menikah dengan wanita yang memiliki karakter yang sama bisa dibayangkan sedingin apa rumah tangga mereka, sebab itulah orang tuanya ingin Alex menikah dengan Lala yang periang .
" Kami ingin kalian berdua menikah murni hanya ingin kalian berdua bahagia , jadi jalani dulu ya nak " pinta Mami dengan tulus .
" Kalian bisa menikah dan menjalani nya dulu sebelum pesta pernikahan kalian di umumkan ke publik bulan depan " ucap Papi .
" Tapi ,"
.............
...( prolog )...
2 hari berlalu Alex menikah dengan Lala sesuai keinginan dan saran dari orang tua mereka dimana pernikahan mereka akan diumumkan ke publik bulan depan .
" Gila banget tiba-tiba nikah " gerutu Lala masuk kedalam mobil Alex setelah mengemasi barang-barangnya bersama pelayan .
" Apa?" pertanyaan Alex yang duduk didepan kemudi ketika Lala memandang nya terlalu menyorot .
" Mmmh, nggak ada , Om jelek " ucap Lala memangku tangan nya dengan bad mood begitu teringat Alex sama sekali tidak membantu mengemasi barang-barangnya, dia hanya sibuk mengobrol dengan Papi .
" Kamu gendut " ucap Alex dengan santai menyalakan mobil nya .
" Akhhhh" pekik Alex ketika Lala tiba-tiba menarik rambutnya tanpa terduga .
" Bocil nggak sopan ya , berani banget narik-narik rambut aku" marah Alex langsung menjitak kepala Lala , belum dua jam menikah sudah menguras emosinya saja .
" Hwaaaaa, Mami" tangisan Lala benar-benar keras sampai terdengar keluar karena kaca mobil tidak ditutup sepenuhnya.
" Hehhhh, Diam " cemas Alex langsung membekap mulut Lala.
" Lala , kenapa menangis nak " kedua orang tua Lala benar-benar keluar dari dalam rumah mendengar tangisan Lala .
" Lala, terlalu sedih, Pi, ini lagi , Alex tenangin " ucap Alex memeluk Lala erat dan membenamkan wajah Lala didadanya agar tidak bisa bicara sedikitpun.
" Loh perasaan tadi nggak nangis " heran Mami menengok kedalam mobil karena tadi Lala masih tertawa keluar rumah walaupun akan pindah ke rumah Alex tapikan dia bebas pulang setiap hari jadi tidak ada yang perlu disedihkan.
" Nangis Mi, dia menyembunyikan kesedihannya, pas nggak ada Mami nangisnya kenceng , cengeng , udah jangan nangis lagi " kata Alex mengelus-elus punggung Lala namun semakin menekan wajah Lala didada bahkan tak bisa bergerak .
" Lala jangan sedih dong , Papi jadi ikutan sedih nih " kata Papi yang sudah memasukkan tangan nya lewat kaca mobil akan menyentuh Lala namun di cegah Alex .
" Jangan Pi, makin sedih dia nya " ucap Alex secara dewasa .
" Iya, iya, tenangkan lah istri kamu itu " Papi mengulum senyum lalu mengajak istrinya masuk ke dalam rumah karena anak dan menantu nya akan pulang kerumah mereka.
Alex langsung menutup kaca mobilnya rapat-rapat begitu orang tua Lala pergi dan melepaskan pelukannya .
" Hwaaaa, Om benar-benar kurang ngajar " teriak Lala langsung memukul Alex .
" Mulut kamu kurang ngajar " ketus Alex memegang kedua tangan Lala agar berhenti memukul nya .
" Om yang kurang ngajar " ucap Lala dan mereka bertengkar lagi sampai saling jambak.
" Ihhhhh, dasar nyebelin " ketus Lala mencibir pada Alex .
" Benar-benar istri durhaka " ketus Alex merapikan rambut dan mulai menjalankan mobilnya .
" Om yang suami durhaka , jahat sama istri " ucap Lala memangku kedua tangannya.
.............
" Rumah Om dimana sih lama banget sampai nya " ucap Lala setelah hampir setengah jam mereka berkendara .
" Di hutan " ketus Alex menatap gadis nakal yang duduk nyaman tanpa rasa bersalah setelah menjambak nya setengah jam yang lalu .
" Ohhhh, jadi Om beneran tinggal di hutan pantes ada miripnya sama monyet " tawa keras Lala memegang perutnya yang sampai kram melihat ekspresi wajah Alex .
" Ya , ya , jangan kek serigala juga tatapan nya Om, aku kan jadi takut " kata Lala berhenti tertawa dengan senyum terpaksa nya melihat ekspresi Alex yang benar-benar menakutkan.
" Aku tidak mengerti mengapa dari sekian banyaknya wanita dimuka bumi , kenapa harus kamu yang dipilih Ayah untuk menjadi istriku " geleng kepala Alex yang benar-benar tidak cocok dengan Lala
" Sama Om, aku juga heran kenapa Papi ingin aku menikah dengan Om padahal kan banyak pria dimuka bumi yang lebih dari Om " pernyataan Lala yang langsung terdiam begitu mereka sampai dirumah Alex .
" Dengar gadis nakal , Aku adalah Alexander Graham jika kamu menemukan pria yang rasanya melebihi aku dari segi apapun bawa kehadapan ku " senyum penuh kemenangan Alex karena bagaimanapun dia punya segala-galanya.
" Dihhhh, sok ganteng " muak Lala melihat Alex yang sudah turun itu .
Lala ikutan keluar mobil begitu di bukakan pintu oleh bodyguard Alex .
" Selamat datang Pak Alex dan Nyonya " ucap Bodyguard dan seluruh pelayan menunduk menyambut mereka.
Alex langsung berjalan cepat melewati mereka dan balik lagi setelah masuk karena Lala masih berdiri diluar .
" Masuk " tegas Alex memegang sebelah tangan Lala dan menyeretnya masuk .
" Om terus barang-barang aku " ucap Lala menatap kearah mobil .
" Pelayan akan mengurus nya " ucap Alex berjalan lebih cepat lagi hingga Lala kesulitan mengimbangi langkah nya .
" Alex mengapa menyeret Lala seperti itu" tegur Ibu yang ternyata ada didalam rumah bersama Ayah .
" Ti, tidak Ibu , aku tidak menyeret langkah nya yang terlalu kecil " ucap Alex mendongak melihat Ibu dan Ayah yang berdiri di pagar lantai dua .
" Yaudah gendong Lala keatas biar cepat " kata Lala dengan suara manja rada merengek seolah benar-benar lelah ingin membalas Alex mumpung ada Ibunya .
" Hehhhh, gadis sialan beraninya ," Alex menyikut gadis nakal itu yang sengaja sekali .
" Cepat kemari nak , Ayah perlu bicara dengan kalian " ucap Ayah dari atas .
" Ayo Om , cepat gendong , aku dah capek banget mau naik tangga " kata Lala dengan senyum ceria nya .
" Benar-benar gadis sialan " ucap Alex yang tidak punya pilihan karena orang tua nya terus menatap dari atas .
Alex menggendong Lala dengan sebelah tangan saja layaknya anak kecil sampai Lala kaget karena tidak expect.
" Aku pikir dia akan menggendongku ala brider style rupanya malah seperti menggendong balita " batin Lala melingkarkan tangan nya dileher Alex yang berjalan menaiki tangga.
Sesampai diatas Alex menurunkan Lala " Maafkan Alex ya udah berjalan menyeret kamu " kata Ibu meminta maaf langsung pada Lala atas kesalahan anaknya .
" Tidak apa-apa Bu, kan udah di gendong sama Om" ucap Lala yang sangat cepat memaafkan orang.
" Nak jangan panggil Om dong sama suami" komplen Ayah .
" Mmmmh, terus panggil apa?" pertanyaan Lala dengan polos .
" Coba tanya Alex dia pengen dipanggil apa sama istrinya " senyum menggoda Ibu .
" Om mau di panggil apa?" pertanyaan Lala langsung.
" Sudahlah nanti saja" kata Alex ingin cepat-cepat menyelesaikan obrolan dengan orang tuanya dan menghakimi gadis nakal itu.
" Ayo duduk " kata Alex yang ingin menyelesaikan dengan cepat pembahasan dengan orang tuanya.
" Aku pikir Ayah dan Ibu sudah pulang kerumah utama " ucap Alex begitu duduk .
" Ibu sama Ayah nginap disini aja " saran Lala yang membuat Alex melotot .
" Nggak, nggak usah lagian ,"
" Om aneh banget , kenapa nggak bolehin orang tua nginap " ucap Lala dengan ekspresi tidak suka nya mungkin tidak paham inti dari apa yang Alex pikirkan.
Itu Artinya mereka akan tidur satu kamar!.
" Sebenarnya kami juga ingin nya begitu La , tapi kami harus berangkat keluar kota untuk perjalanan bisnis jadi lain kali ya Ibu nginap disini " kata Ibu .
" Oooo, iya Bu" kata Lala.
Ayah dan Ibu membicarakan serta memberi pengarahan akan beberapa hal pada Alex dan Lala , sebelum mereka berangkat keluar kota .
.............
Setelah Ayah dan Ibu pergi Lala berjalan mengikuti Alex menuju kamar utama dirumah mewah lantai 3 yang hampir mirip kastil .
" Pelayan akan menunjukkan dimana kamar kamu " ucap Alex pada Lala yang berjalan di belakang nya .
" Lah emang Om nggak tau dimana kamar Om?" pertanyaan Lala.
" Ini kamarku " ucap Alex membuka pintu begitu sampai .
" Wahhhhhh" Lala langsung berlari masuk dan mendarat diatas ranjang king size yang begitu empuk , ini benar-benar seperti kamar sultan dan Lala yakin ini adalah kamar terbaik dari semua kamar yang ada dirumah ini .
" Hehhhhh, keluar jangan berbaring diatas ranjangku " tegas Alex menarik Lala yang berbaring itu sampai duduk .
" Kok disuruh keluar?" pertanyaan polos Lala mendongak menatap Alex yang berdiri di hadapannya.
" Ka, kamu , tidur di kamar sebelah " gelagapan Alex tidak sanggup menatap mata Lala .
" Kenapa? Aku kan istri Om , kok nggak boleh tidur disini?" pertanyaan Lala lagi dengan wajah yang jauh lebih polos lagi sampai Alex merasa sangat berdosa untuk mengusirnya keluar , bagaimanapun dia memang istri Alex sekarang.
" Ja, jadi kamu tidak apa-apa tidur berdua dengan ku?" pertanyaan Alex seolah-olah sebelumnya dia berpikir bahwa Lala lah yang tidak ingin tidur bersamanya .
" Tidak apa-apa, asal Om jangan ngorok aja " kata Lala berbaring lagi menikmati empuknya ranjang yang sangat lebar berbeda dengan ranjang yang biasa dia tidur berukuran minimalis .
Alex kembali membuka pintu kamar dan meminta pelayan untuk membawa barang-barang Lala kedalam kamar nya .
" Duduklah dengan baik aku ingin bicara " ucap Alex menghentikan Lala yang berguling kesana kemari di atas ranjang .
" Bibi nanti bawain boneka Lala ya" ucap Lala duduk ditepi ranjang begitu empat pelayan masuk untuk menaruh barang-barang nya .
" Om mau bicara apa?" tanya Lala menatap Alex yang kini duduk disebelah nya .
" Kenapa kamu mau menerima pernikahan ini?" pertanyaan Alex .
" Karena orang tua Lala yang minta " jawab nya .
" Ya tapi atas dasar apa kamu mau saja menikah dengan ku, padahal kita sama sekali tidak kenal satu sama lain " pernyataan Alex .
" Siapa bilang aku nggak kenal Om?" senyum nakal Lala menahan tawa yang membuat Alex melotot .
" Jadi kamu sudah mengenal aku?" pertanyaan Alex
" Ya kenal , wanita bodoh mana yang nggak kenal sama suaminya " tawa Lala dengan senyum lebarnya namun itu membuat Alex semakin heran saja .
" Apa yang kamu tau tentang ku ?" pertanyaan Alex dengan serius.
" Jenis kelamin Om laki-laki " jawab Lala ditengah keseriusan Alex .
Brakkkk
Alex mengambil bantal dan langsung memukul kepala gadis nakal yang duduk itu sampai jatuh terbaring ditengah ranjang .
" Hwaaaa, Bibi lihatlah Om Alex dia melakukan KDRT terhadapku" rengek Lala ketika keempat pelayan Alex yang baru keluar ruang ganti setelah menyusun barang Lala berdiri terdiam menatap mereka.
" Kalian keluarlah " ketus Alex meminta mereka segera pergi .
" Non , Ini boneka nya " ucap pelayan itu dengan sopan mengantarkan yang diterima Lala dengan senang .
" Wahhhh, terimakasih Bibi " kata Lala memeluk boneka panda berukuran kecil yang sangat disayangi nya .
" Bubub lihatlah Daddy mu tidak terlalu baik" kata Lala mengelus kepala boneka nya .
" Daddy " melek Alex yang terdengar sangat menantang sekali di panggil Daddy oleh gadis itu .
" Hisssss, amit-amit punya Daddy pemarah ya kan Bub , ayo kita tidur " kata Lala melepas jepit rambut nya .
" Ganti baju kamu dulu sana " kata Alex yang diangguki Lala .
" Bubub tunggu aku disini ya " kata Lala meletakkan bonekanya di atas bantal dan masuk keruang ganti.
" Ternyata selain nakal dia juga gila bicara dengan boneka " Alex melirik boneka Lala disebelahnya dengan tatapan ngeri .
Setelah mengganti bajunya dengan piyama Lala naik keatas ranjang dan berbaring memeluk bonekanya.
" Apa Om lihat-lihat suka Bubub , nggak boleh dia cuma punya Lala" pernyataan Lala memeluk semakin erat boneka nya , karena tatapan Alex sama sekali tidak beralih dari bonekanya .
" Gadis aneh " ucap Alex turun dari ranjang untuk mengganti bajunya .
............
Setelah mengganti bajunya dengan piyama Alex tidak langsung tidur tapi masuk ruang kerja dan membawa laptop nya keatas ranjang.
" Om mau nonton ya , ikut dong " kata Lala yang awalnya berbaring kini duduk dengan excited.
" Nonton, nonton, aku mau kerja" geleng kepala Alex .
" Ohhhhh tuhan, semalam ini masih bekerja apa bos Om sekejam itu sampai tidak memberikan karyawan nya waktu istirahat " pernyataan Lala dengan sebelah matanya
" Karyawan, aku bos nya , aku presiden direktur" pernyataan Alex yang tidak terima dikatakan karyawan oleh gadis itu .
" Lah tetap aja karyawan itu kan pemilik perusahaan pemegang saham " jawab Lala mengatakan apa yang dia pelajari di kampus nya .
" Dengar gadis nakal, perusahaan ku adalah milik pribadi bukan berdiri atas beberapa golongan pemilik saham dan satu lagi Aku adalah pemiliknya" pernyataan Alex .
" Wahhhh, Om kaya banget berarti " kata Lala menutup mulutnya memandang Alex yang tersenyum penuh kemenangan .
" Tapi percuma aja kaya kalau kerjanya siang malam , fakir miskin aja malam masih istirahat" kata Lala dengan mulut ceplas-ceplos nya yang begitu kurang ngajar .
Alex yang duduk bersandar ke kepala ranjang itu langsung menutup laptopnya mendengar pernyataan Lala.
" Sekarang kamu tau kan kenapa mereka jadi fakir miskin, kerja itu harus totalitas bukan hanya sekedar " ucap Alex .
" Ya percuma aja kaya Om, kalau menjalani hidup melebihi fakir miskin " pernyataan Lala yang membuat Alex langsung bernafas kasar .
" Om kalau masih kerja aku panggil fakir miskin " kata Lala dengan senyum nakal nya .
" Hehhhh, kurang ngajar , awas berani manggil begitu " kata Alex mempelototi Lala .
" Hahahahah" Lala tertawa ngakak sampai memegang perutnya.
" Apa yang kamu tertawakan " kesal Alex sampai bad mood bahkan tidak ada niat lagi untuk bekerja jadinya .
" Aku nggak nyangka , orang sekaya Om takut dipanggil fakir miskin" tawa Lala berjalan keluar kamar .
" Mau kemana?" pertanyaan Alex ketika Lala akan membuka pintu .
" Ambil minum" jawab Lala .
" Bawakan aku sekalian " perintah Alex yang diangguki Lala .
" Iya juga , kenapa Aku malah tidak mau dipanggil fakir miskin padahal dengan harta yang aku punya nggak bakal ada yang percaya juga " kata Alex menatap boneka Lala di sebelahnya.
" Tapi aku benar-benar sudah tidak mood untuk bekerja" kata Alex menaruh laptop nya diatas nakas.
Beberapa menit berlalu Lala masuk lagi kedalam kamar , menari-nari kesenangan sampai Alex yang duduk main ponsel itu memijat pelipis dibuatnya.
" Ini Om " kata Lala memberikan Alex satu susu kotak yang sama dengan yang dia minum saat ini .
" Orang gila mana yang minum susu malam-malam begini?" pertanyaan Alex melirik Lala tanpa berniat mengambil susu kotak yang Lala berikan
" Lah, sejak kapan orang yang minum susu malam berarti gila" kata Lala berhenti menghisap susu kotak nya mendengar pernyataan Alex .
" Om aneh banget " kata Lala mendelik melihat Alex yang lebih memilih minum air putih dari pada susu kotak yang dia berikan .
" Berarti suami yang minum susu istri malam-malam itu juga gila dong " kata Lala dengan santainya naik keatas ranjang kembali .
Uhukk
Uhukk
Alex tidak hanya batuk namun tersedak mendengar ucapan Lala .
" Minum baik-baik lah Om, masa minum air putih aja tersedak " kata Lala mengelus punggung Alex yang batuk-batuk.
" Air putihnya udah habis , minum susu aja Om" kata Lala memberikan susu kotak yang belum habis diminum nya .
Alex yang merasa tenggorakan nya kering akhirnya meminum susu yang Lala berikan .
" Enakkan Om, susu nya rasa strawberry" kata Lala membuka satu lagi susu yang tadi dibawanya dan meminum nya .
" Sudahlah tidur " kata Alex dengan wajah coolnya merapikan bantal lalu berbaring.
" Jangan melewati batas ini " kata Alex menaruh guling di tengah mereka dan menarik selimut .
" Ihhhh, Om tidurnya sebentar lagi masih banyak yang mau aku tanya " kata Lala yang masih duduk itu mengganggu Alex yang sudah berbaring telentang memejamkan mata.
" Apa lagi ?" kata Alex membuka matanya .
" Om udah punya pacar?" tanya Lala ikut berbaring disebelah Alex memeluk boneka nya .
" Nggak " jawab Alex .
" Yahhhhh, kasihan udah tua nggak punya pacar " tawa jahat Lala .
Alex langsung menindih gadis nakal itu dan memegang kedua tangannya diatas kepala " kamu ingin aku punya pacar?" pertanyaan Alex .
" Ihhhhh, sekarang Om suami aku berani punya pacar aku jambak kalian " pernyataan Lala yang dari matanya saja terlihat bahwa dia tidak akan pernah ragu untuk menjambak .
" Jika memang aku tidak boleh punya pacar kenapa masih bertanya?" pertanyaan Alex .
" Ya maksud aku sebelum kita menikah " jelas Lala .
" Umurku 25 tahun sama sekali belum tua dan berhenti memanggil Om " tegas Alex yang jujur merasa tua dipanggil Om oleh Lala .
" Ohhhh, baru 25 kirain 40 " kata Lala tanpa ekspresi.
" Gadis sialan " geram Alex membuka mulutnya saking geramnya .
" Hwaaa, Om tega banget gigit aku " tangis Lala mengelus pipi nya .
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!