Indonesia
NovelToon NovelToon

Sistem Gadis Kaya Raya

Mendapatkan Sistem

Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.

“Sial! Hanya gara-gara anak Bos ingin magang kerja, aku yang merupakan karyawan paling muda langsung dikorbankan!”

Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya~

[Ding!]

[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]

[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]

[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]

Melihat sekeliling, Karina memastikan tak ada orang lain di sekelilingnya, tapi suara yang dia dengar sangat jelas.

‘Suara siapa barusan?’ batinnya bingung.

“Ting!~”

Suara notifikasi dari ponselnya tiba-tiba terdengar.

Mendengar suara itu, Karina cepat memeriksa ponselnya, dan ternyata itu adalah notifikasi dari pihak Bank, memberitahunya uang senilai 10 Miliar baru saja masuk ke rekeningnya.

“Wah! Benar-benar sepuluh miliar seperti apa yang baru aku dengar.”

[Ding!]

[Host harap segera menyelesaikan tugas dari Sistem! Saat ini hanya tersisa waktu 55 menit sebelum tugas dinyatakan gagal, dan Host akan kehilangan Sistem serta uang 10 Miliar.]

Suara yang menyebut dirinya sebagai Sistem kembali terdengar, sementara Karina meyakinkan dirinya kalau tak ada orang lain yang mendengar suara itu.

“Aku nggak ingin kehilangan hal baik yang belum aku nikmati!”

Karina melihat sekelilingnya, dan untung saja gedung perusahaan tempatnya bekerja berada di pusat kota, dekat dengan sebuah tempat perbelanjaan terbesar, dan di dalamnya terdapat banyak toko barang bermerek dengan harga tinggi.

Dengan gaji UMR yang tak seberapa, biasanya Karina hanya melihat tempat perbelanjaan itu dari luar, tapi dengan uang miliaran yang harus dihabiskan kurang dari 1 jam, dia sudah membayangkan apa saja yang ingin dibeli.

“Diamond Palace Mall, aku datang untuk berbelanja!”

Karina tersenyum lebar, melupakan jika baru saja dia telah kehilangan pekerjaan, bahkan uang pesangon miliknya dipotong 50 persen.

Jam tangan mewah, tas mewah, perhiasan, ponsel keluaran terbaru, peralatan kosmetik terbaik, pakaian-pakaian bermerek yang selama ini hanya bisa dilihat dari layar ponsel retaknya, semuanya dibeli oleh Karina tanpa terkecuali.

Uang senilai sepuluh miliar rupiah akhirnya habis hanya dalam kurun waktu beberapa menit, dan di pembelian terakhir Karina membeli motor impiannya yang hanya seharga puluhan juta.

Awalnya dia tadi ingin membeli mobil, tapi ingat kalau mengemudikan mobil bukan keahliannya, cepat saja Karina beralih ke sepeda motor, kendaraan yang biasa dikendarainya, sebelum akhirnya motor tua miliknya rusak parah dan terpaksa dijual sebagai besi tua.

“Meski aku berpenampilan sederhana. Selama punya uang, nggak ada yang berani meremehkanku!”

[Ding!]

[Host telah menyelesaikan Tugas Sistem untuk pertama kalinya, yaitu Tugas menghabiskan uang tunai senilai 10.000.000.000 rupiah.]

[Hadiah berupa rabat 10 kali lipat dari uang yang telah dihabiskan segera ditransfer ke rekening Hos.]

[Dikarenakan ini adalah Tugas pertama yang berhasil diselesaikan dengan sempurna, Hos mendapatkan hadiah tambahan, sebuah Mansion nomor 01 di perumahan Skyline Royal Residence.]

Karina dibuat melongo oleh hadiah-hadiah yang didapatkannya, bahkan tubuhnya sempat oleng dan hampir terjatuh.

Bibirnya melengkung, dan dia terkekeh pelan, hingga tiba-tiba perhatiannya tertuju pada suara notifikasi, dimana itu adalah notifikasi dari pihak Bank, memberitahunya jika uang senilai 100.000.000.000 rupiah baru saja masuk ke rekeningnya.

“Auh!~”

Karina mencubit lengannya, dan itu rasanya sakit.

“Ini bukan mimpi di siang bolong.”

Sebenarnya dia sudah tau kalau apa yang dialaminya bukan mimpi, hanya saja saat ini Karina sedang terlihat linglung, tapi untungnya dia cepat mendapatkan kembali kesadaran dan ketenangannya.

“Ayah, Ibu, anakmu kaya raya, tapi sekarang aku bingung bagaimana cara menjelaskan pada mereka tentang kekayaan yang aku miliki!”

Dari senang, cepat perasaan Karina berubah menjadi bingung.

“Sudahlah, nanti saja itu aku pikirkan sambil jalan, lagipula kekayaan ini aku dapatkan bukan dari hasil pekerjaan yang melanggar hukum.”

[Ding!]

[Tugas Darurat terpicu!]

[Selamatkan seorang anak kecil yang akan jatuh dari lantai tiga Mall!]

[Hadiah: Dirahasiakan.]

“I-Inisih bukan tugas, tapi keharusan!”

Saat ini Karina berada di lantai dua, dimana sebelumnya dia berencana langsung pulang, tapi karena adanya Tugas Darurat, cepat dia berlari menuju lantai ketiga.

Larinya sangat cepat, tetapi sebisa mungkin dia tak mengganggu pengunjung lain, dan setelah beberapa menit berlalu, akhirnya dia tiba di lantai tiga.

“Sistem, dimana anak itu?”

[Ding!]

[Host lurus saja, dan nanti akan melihat keberadaan anak itu.]

“Wush!~”

Karina berlari cepat, dan di ujung dia akhirnya melihat keberadaan anak yang sedang dicari, tapi melihat anak itu menaiki pagar pembatas, kata Karina melotot dan sebisa mungkin dia menambah kecepatan larinya.

“Grep!~”

Cepat kedua tangan Karina menangkap kedua kaki anak laki-laki yang hampir jatuh, sementara orang-orang di sekeliling yang baru menyadari kalau ada anak laki-laki hampir jatuh, mereka teriak histeris, membuat banyak pasang mata mengarahkan pandangan ke arah unung lantai tiga.

Suasana baru kembali tenang setelah Karina berhasil menaikkan anak laki-laki yang kini berada di pelukannya.

“Mommy!” seru anak laki-laki begitu melihat wajah Karina.

“Anak kecil, dimana Mommy kamu?” tanya Karina, belum tau siapa yang dipanggil mommy oleh anak di pangkuannya.

“Mommy... Mommy... Mommy!”

“Grep!~”

Anak laki-laki itu tiba-tiba memeluk Karina sambil terus mengulang kata Mommy.

Di tengah kebingungan yang seketika melanda pikiran Karina, datang pria dengan wajah pucat pasi dari arah kerumunan orang-orang yang berkerumun di sekitar tempat Karina berada.

“Tuan Muda, syukurlah Tuan Muda baik-baik saja!”

Mendengar itu Karina tau kalau pria yang baru datang memiliki hubungan dengan anak laki-laki di pelukannya.

“Tuan, sepertinya Tuan Kecil ini ketiduran. Apa Tuan bisa membantuku mengangkat tubuhnya?”

Anak laki-laki itu berusia 4 atau lima tahun dengan tubuh tumbuh ideal, membuat Karina kesulitan bangun karena berat tubuh anak itu.

Begitu anak laki-laki berpindah ke tangan sosok pria yang wajahnya kembali berwarna, cepat saja Karina pergi, masuk ke tengah-tengah kerumunan orang, menghilangkan jejak keberadaannya.

“Kemana perginya wanita barusan?”

Pria yang sadar belum berterimakasih pada penyelamat Tuan Mudanya, dia kehilangan jejak wanita yang wajahnya sangat mirip dengan seseorang, tapi jelas mereka bukan orang yang sama, dikarenakan seseorang yang dia maksud adalah mendiang Ibu Tuan Mudanya, sosok yang tiada setelah berjuang melahirkan seorang putra untuk pria yang disayanginya.

Sayangnya pengorbanan itu tak berhasil menarik perhatian pria yang disayanginya, dimana pria itu justru membencinya, bahkan kematiannya berhubungan dengan perbuatan pria itu.

“Sebaiknya aku rahasiakan kejadian hari ini dari Tuan, termasuk keberadaan wanita yang mirip dengan mendiang Nyonya.”

Pria itu pergi sembari menggendong Tuan Mudanya yang tertidur pulas, membuat suasana Mall kembali berjalan seperti biasanya.

Di tempat berbeda. Karina yang akhirnya bisa membawa motor barunya pulang, dia sama sekali tak tau apa yang terjadi setelah kepergiannya dari Mall.

“Hei Sistem! Jangan dulu memberikan hadiah saat aku sedang mengendarai motor! Bisa-bisa ini terjadi kecelakaan tunggal kalau nanti aku terkejut mendengar hadiah yang kau berikan padaku!”

Mengerti keinginan Karina, sepanjang jalan pulang, Sistem diam membisu, membuat perjalanan pulang Karina berjalan lancar tanpa adanya hambatan.

Tetapi begitu tiba di rumah kontrakan yang ditempatinya bersama kedua orangtuanya. Karina dikejutkan dengan barang-barang miliknya juga milik orangtuanya yang sudah ada di luar.

Setelah memarkirkan motor, cepat Karina menghampiri orangtuanya, mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.

Dari ayahnya, akhirnya Karina tau kalau pemilik kontrakan mengusir keluarganya, padahal masih ada 10 hari lagi sebelum kontrak berakhir.

Hanya karena ada saudara jauhnya yang membutuhkan kontrakan, Karina dan keluarganya menjadi korban ketidak adilan pemilik kontrakan.

‘Kebetulan aku punya rumah baru. Jadi sekarang saja aku ajak Ayah dan Ibu pindah ke rumah baru!’

Karina tersenyum kecil, meski dia tau nanti akan dituntut banyak penjelasan dari orangtuanya tentang darimana uang yang digunakan untuk membeli rumah.

Tetapi sebuah alasan telah dipersiapkan, dan Karina yakin alasan itu cukup untuk menjawab seluruh pertanyaan orangtuanya.

Pindah Ke Rumah Baru

Hari ini juga Karina membawa kedua orang tuanya ke perumahan Skyline Royal Residence, untuk menempati tempat tinggal baru mereka.

Mansion Sky Palace 01 adalah Mansion paling mewah di perumahan Skyline Royal Residence.

Begitu motor Karina yang diikuti sebuah mobil box akan melintas di gerbang komplek perumahan, dia dihentikan salah satu security yang berjaga di sana.

Perumahan Skyline Royal Residence adalah tempat yang memiliki kemewahan nomor satu, dan tentunya memiliki tingkat keamanan yang tinggi, jadi Karina memutuskan mengikuti aturan yang berlaku.

“Mohon maaf, selain penghuni perumahan Skyline Royal Residence dilarang masuk, kecuali ada ijin dari mereka yang tinggal di tempat ini!” ucap security.

Karina yang mendengar itu membuka kaca helmnya, dan dia segera mengeluarkan bukti kepemilikan Mansion Sky Palace 01.

Sistem menempatkan bukti kepemilikan di tas Karina, dan mudah dikeluarkan saat dibutuhkan.

“Pak, nama saya Karina Lavendra Zephira, dan ini adalah sertifikat hak milik salah satu Mansion di perumahan ini, juga ini kartu Identitas saya. Silahkan Bapak cek kebenarannya!” ucap Karina sopan.

“Nona tunggu sebentar, saya akan mengeceknya!” balas Security.

Karina mengangguk, dan tak keberatan menunggu sebentar di atas motornya.

Kedua orangtuanya yang ada di sebelah supir mobil box, mereka hanya diam, menunggu pergerakan putri mereka.

Tak seberapa lama kemudian, Security kembali menghampiri Karina, dan tampak sekarang dia jauh lebih sopan dari sebelumnya.

“Maafkan saya yang tidak langsung mengenali Nona Karina! Anda bisa langsung masuk, dan apa anda perlu pendamping untuk mengenal seluk-beluk komplek perumahan ini? Jika perlu, saya siap mendampingi anda,” ucap Security.

“Tidak perlu!” ucap Karina singkat, dan setelahnya Security mulai mencatat siapa saja yang akan tinggal bersama Karina, dan untuk kendaraan, sekarang baru sebuah sepeda motor yang didaftarkan sebagai kendaraan milik gadis itu.

Saat Security bertanya apa ada kendaraan lain yang ingin didaftarkan, Karina hanya menjawab kalau itu akan dilakukan nanti.

Begitu selesai segala urusan dengan Security, Karina langsung saja masuk komplek perumahan, disusul mobil box yang terus saja mengikutinya.

Sistem membantu Karina mengarahkan ke tempat tinggal barunya, dan kabar baiknya, Sistem juga telah menyiapkan Kepala Pelayan, 15 Pelayan, 4 Juru masak, 5 Tukang kebun, 5 Security pribadi, dan 3 Supir.

Selain informasi yang telah disampaikan pada Karina. Sistem masih memiliki kekuatan di rumah baru Karina, dan kejutan itu tersimpan rapi di garasi mobil yang muat menampung lebih dari 10 mobil.

*

Gerbang Mansion Sky Palace 01 menjulang tinggi, dan gerbang secara otomatis terbuka begitu mendeteksi keberadaan Karina.

Kini pintu gerbang telah terbuka lebar, membuat sebuah motor dan mobil box tak kesulitan masuk ke halaman Mansion.

Mobil box berhenti, dan begitu orangtua Karina keluar mobil, keduanya ternganga tak percaya melihat tempat tinggal baru yang dimaksud putri mereka.

Tadi sebelum pergi, keduanya dijanjikan oleh putri mereka akan menempati tempat tinggal baru dan tak lagi mengontrak. Ternyata tempat tinggal itu bukanlah rumah sederhana, melainkan Mansion yang seumur hidup saja mereka tak pernah membayangkan bisa memasukinya.

Sejak awal sebenarnya mereka sudah terkejut saat motor yang dikendarai Karina menuju komplek perumahan mewah, tapi ternyata Mansion di depan mata mereka adalah puncak dari kejutan yang membuat keduanya hampir kehabisan napas karena terkejut.

“K-Karina, apa sebenarnya yang sudah terjadi?~” ujar Sophia, Ibu Karina.

“Klik~”

Belum sempat Karina bicara, pintu Mansion yang besar dan menjulang tinggi terbuka, lalu terlihat belasan pelayan dan kepala pelayan berjejer rapi, siap menyambut kedatangan Karina dan orang tuanya.

Adrian dan Sophia, pasangan orangtua Karina, mereka dibuat melongo oleh apa yang terlihat.

“Selamat datang Tuan, Nyonya, dan Nona!” ucap serempak para pelayan dan kepala pelayan sembari mereka membungkuk hormat.

“Terimakasih Paman Arthur dan yang lainnya, silahkan kalian bubar dan lanjut bekerja!” ucap Karina, dan cepat dia beralih ke kedua orang tuanya, “Ayah, Ibu, ayo masuk! Kalian jangan sungkan sungkan karena mulai saat ini, tempat ini akan menjadi rumah kita!”

Karina mengajak orang tuanya masuk ke dalam Mansion, tapi karena terkena efek terkejut, keduanya masih terbengong, terpana dengan apa yang mereka lihat.

“S-Sayang, bagaimana kamu bisa memiliki semua ini?” lirih Sophia bertanya pada putrinya.

“Bu, putrimu selama ini bukan hanya bekerja di perusahaan, tapi aku juga menekuni bidang lain, yaitu bermain di pasar saham, dan itu sudah aku lakukan sejak bertahun-tahun lalu, saat Ayah masih memiliki penghasilan tetap, dimana hidup kita sama sekali nggak kekurangan apapun!~”

Karina tak hanya bicara, tapi dia menunjukkan uang di rekeningnya pada orang tuanya, membuat mereka terkejut melihat nominal yang sangat besar.

“Ini belum seberapa, dimana ada banyak saham menguntungkan yang belum aku jual, dan jika semuanya aku jual, Ibu dan Ayah mungkin akan melihat jumlah uang di rekeningku bertambah dua nol di belakangnya.”

Mendengar semuanya, Sophia merasa putrinya sangatlah luar biasa, tapi dia tak lupa mengingatkan supaya putrinya tidak berubah menjadi sombong setelah mendapat apa yang kini dimilikinya.

Sementara itu, Adrian mengingatkan putrinya supaya tak salah langkah dan mengulang kesalahan yang sama dengannya, dimana dulu dia bangkrut karena sebuah kesalahan besar di pasar saham.

“Aku akan selalu mengingat pesan Ibu dan Ayah, dan ke depannya aku akan senantiasa berusaha membahagiakan kalian!” ucap Karina.

“Kamu ini memang putri kebanggaan kami!” ucap Adrian, bangga memiliki Karina, begitu juga dengan Sophia.

“Oh iya sampai lupa. Ayah, Ibu, kenalin ini Paman Arthur, kepala pelayan di rumah kita, dan jika Ayah dan Ibu butuh sesuatu, kalian bisa meminta bantuan pada Paman Arthur!” ucap Karina.

“Salam kenal Tuan dan Nyonya,” ucap Arthur sopan.

“Salam kenal juga Arthur,” ucap Adrian dan Sophia.

“Paman, tolong antarkan Ibu dan Ayahku ke kamar mereka, lalu ajak mereka berkeliling melihat-lihat tempat ini!” ucap Karina.

“Baik, Nona,” balas Arthur, “Tuan, Nyonya, mari saya antar ke kamar!” ucap Arthur.

Mereka bertiga pergi, meninggalkan Karina yang langsung saja pergi ke kamarnya di lantai tiga, sebuah kamar yang disiapkan oleh Sistem khusus untuknya, dimana di kamar itu selain ada tempat tidur kualitas terbaik, ada juga walk in closet dengan pakaian bermerek yang merupakan keluaran terbaru, ruang khusus yang dipenuhi aksesoris dan perhiasan, ruangan samping untuk menempatkan koleksi tas dan sepatu bermerek yang sudah terisi penuh, dan yang terpenting sebuah ruang kerja di dalam kamar, mempermudah Karina jika di masa depan harus bekerja lembur di rumah.

Puas melihat isi kamarnya, Karina masuk lift di sebelah kamarnya, dan tujuannya adalah basement yang dijadikan sebagai garasi kendaraan.

“Ting!”

Pintu lift terbuka, dan tepat di hadapan Karina saat ini adalah sebuah garasi kendaraan, yang mana di dalamnya terdapat lebih dari 10 mobil, dan ada juga 3 unit sepeda motor.

[Ding!]

[Host, semua mobil adalah edisi terbatas, dimana paling banyak hanya diproduksi enam puluhan unit di Dunia!]

[Untuk ketiga motor, itu adalah motor yang Host impikan selain motor yang tadi dibeli.]

[Ini semua adalah salah satu hadiah dari Sistem, dan semoga Host menyukainya.]

[Ding!]

[Sekedar mengingatkan, Host belum membuka hadiah Tugas terakhir yang telah diselesaikan.]

[Tugas menyelamatkan anak kecil yang akan jatuh dari lantai ketiga Mall terselesaikan.]

[Selamat, Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000 rupiah, mendapatkan keahlian mengemudikan segala jenis kendaraan beserta surat ijin mengemudi.]

“Lagi-lagi hadiah? Sitem, aku sekarang benar-benar kaya!” ucap Karina dengan senyuman lebar yang kini menghiasi wajah yang lumayan cantik.

Kecantikan yang dimiliki Karina bukanlah kecantikan yang bisa mengundang kekaguman, melainkan itu adalah kecantikan yang biasa-biasa saja, tapi sama sekali tak jelek.

“Sistem, apa kemampuan yang di dapat dari hadiah otomatis langsung aku miliki?”

[Ding!]

[Perlu dilakukan pemasangan. Apa Host ingin memasangkan keahlian mengemudi segala jenis kendaraan?]

“Ya, langsung pasang!”

[Ding!]

[Memulai proses pemasangan!]

Seketika kepala Karina terasa pusing, efek banyaknya ingatan tentang latihan mengemudikan banyak kendaraan, seolah dia sendiri yang melakukan semua itu, hingga akhirnya ingatan yang datang begitu cepat menyatu dengan ingatan lamanya, membuat rasa sakit yang sempat dirasakan perlahan lenyap.

[Ding!]

[Proses pemasangan terselesaikan!]

[Selamat! Host sudah bisa mengemudikan segala jenis kendaraan, dan untuk surat ijin mengemudikan kendaraan, semuanya telah tersimpan di laci dekat tempat tidur Host!]

Karma Datang Begitu Cepat

Karina baru saja pulih dari rasa sakit kepala yang dirasakannya ketika ponsel di sakunya bergetar.

“Tumben ada yang menghubungiku?” lirihnya.

Seketika Karina mengernyit begitu melihat nama yang tercantum di layar ponsel barunya.

Semua itu adalah nomor-nomor yang sebelumnya tersimpan di ponsel lamanya, termasuk nomor orang yang pernah dipanggilnya Bos.

Lama panggilan pertama berlangsung, tapi tak sedikitpun Karina ada keinginan menjawab panggilan telepon orang yang telah menjadi mantan bosnya, tetapi setelah panggilan pertama diabaikan, orang itu melakukan panggil yang kedua kalinya.

Karina melihat lagi ke arah ponselnya, dan kali ini dia memutuskan menjawab panggilan orang yang tak lagi bisa main suruh sesuka hati padanya.

“Ada apa?” tanya ketus Karina begitu menjawab panggilan telepon.

Di seberang sana, pria yang mendengar nada ketus Karina, dia merasa tak menyukainya.

Biasanya yang dia dengar adalah suara penuh kesopanan, jauh berbeda dengan apa yang baru dia dengar, membuat emosinya seketika meledak.

“Besok kau kembali bekerja seperti biasanya, dan karena sudah berani berbicara tidak sopan padaku, gaji dua bulan ke depan akan dipotong lima puluh persen!” teriaknya.

Di tempatnya berdiri, Karina hampir tak kuasa menahan tawa karena baru saja mendengar sesuatu yang baginya sangat lucu.

“Tuan Arman yang terhormat, aku sudah nggak lagi tertarik bekerja di tempatmu!” balas Karina.

“Udah gaji kecil, sering dipotong dengan alasan nggak jelas, bahkan hampir tiap hari lembur tapi nggak ada uang lembur. Tuan Arman, aku ini manusia, bukan robot yang bisa kau gunakan lalu begitu rusak lang kau buang!~”

“Jadi, mulai sekarang jangan pernah hubungi aku, dan suruh saja keponakanmu atau karyawan-karyawan manjamu itu untuk mengerjakan apa yang selama ini aku kerjakan seorang diri!”

“Tut... Tut...”

Karina memutus panggilan telepon, dan ada kepuasan tersendiri setelah dia memarahi balik Arman, orang yang hari-hari sebelumnya hampir setiap waktu memarahinya, meski dia tak melakukan kesalahan.

“Karina, kenapa kamu berteriak? Apa ada sesuatu yang terjadi di tempat i~”

Belum sempat Sophia menyelesaikan ucapannya, dia sudah lebih dulu dibuat terkejut begitu melihat pemandan di depannya.

“Ka-Karina, a-apa mobil-mobil itu semuanya milikmu?”

“Tentu saja itu semu milikku, dan kalau Ibu mau menggunakannya, ada supir yang siap bersedia mengantarkan Ibu dan Ayah pergi kemana saja!”

“A-Apa benar Ibu dan Ayah boleh naik mobil lalu pergi jalan-jalan?”

Mendengar itu Karina tersenyum dan pelan dia menganggukkan kepala, “tentu saja boleh. Bagaimanapun apa yang aku miliki juga milik kalian!”

Bagi Karina, kebahagiaan orangtuanya adalah hal terpenting dalam hidupnya.

Dulu dengan gaji yang tak seberapa, dia masih belum bisa membahagiakan orangtuanya.

Tetapi dengan adanya Sistem ada semua yang dimilikinya saat ini, rasanya dia bisa mewujudkan keinginan membahagiakan orangtuanya.

“Kebanyakan mobil yang ada di tempat ini adalah mobil sport. Nanti aku akan membelikan beberapa mobil yang lebih nyaman untuk kalian gunakan sehari-hari. Tetapi untuk sekarang gunakan yang ada dulu!”

“Seharusnya dalam waktu dua atau tiga hari ke depan, mobil yang aku maksud akan tiba di rumah, jadi Ibu dan Ayah nggak perlu menunggu lama untuk jalan-jalan menggunakan mobil yang jauh lebih nyaman!”

Jika dengan uang ratusan miliar yang dimilikinya dia nggak membelikan mobil yang nyaman untuk orangtuanya, rasanya uang itu akan menjadi sampah yang menumpuk di Bank.

“Putriku, apa itu tidak terlalu berlebihan?” tanya Adrian yang akhirnya tersadar dari keterkejutan setelah melihat isi parkiran bawah tanah di rumah putrinya.

“Ayah, nggak ada yang berlebihan kalau itu untuk membuat kalian berdua bahagia. Jadi, aku akan melakukan apapun yang membuat kalian bahagia, dan lagi kini kita sama sekali nggak kekurangan uang!”

Uang ratusan miliar tersimpan rapi di rekeningnya, dan dengan mengandalkan kemurahan hati Sistem, Karina yakin uang miliknya akan terus bertambah asalkan berhasil menyelesaikan Tugas yang diberikan Sistem.

“Kalau begitu, kami serahkan segala keputusan padamu!”

Karina menganggukkan kepala usai mendengar ucapan Ayahnya.

Setelahnya Sophia dan Adrian melihat lebih dekat mobil milik putri mereka, membuat keduanya semakin bangga memiliki sosok putri yang sangat luar biasa.

“Mas, apa ini sudah waktunya kita menceritakan rahasia itu pada putri kita?” lirih Sophia bertanya pada sang suami.

“Tunggu waktu yang tepat lalu kita akan menceritakan semua padanya. Sesungguhnya rahasia ini senantiasa membuatku tidak nyaman, takut kalau sewaktu-waktu dia mengetahui kebenarannya dari orang lain, dan pada akhirnya dia pergi meninggalkan kita.”

Sophia mengusap lembut lengan suaminya, mencoba meyakinkannya kalau semua akan baik-baik saja.

“Aku yakin putri kita nggak akan pernah pergi meninggalkan kita!”

Sophia sangat yakin dengan apa yang diucapkannya, membuat Adrian mengangguk dan mencoba meyakini apa yang menjadi keyakinan istrinya.

“Kalian ini sedang bicara apa? Aku lihat dari jauh ekspresi kalian sangat serius,” ujar Karina yang kembali ke sisi orangtuanya, setelah sebelumnya dia melihat mobil di sisi lain.

Mendengar apa yang diucapkan putri mereka, Adrian dan Sophia tersenyum.

“Kami sedang membicarakan pernikahanmu di masa depan. Dengan semua yang kini kamu miliki, seharusnya kamu bisa memiliki pria yang sangat luar biasa!” ucap Sophia.

“Ibu, aku ini masih dua puluh dua tahun dan belum ingin menikah!” seru Karina.

“Aku ingin sukses lebih dulu, dan yang lebih penting aku ingin membahagiakan kalian! Untuk menikah, itu urusan nati kalau aku sudah menginginkannya!~”

Adrian dan Sophia mengangguk kecil, dan untuk masalah pernikahan Karina, mereka tak akan ikut campur, hanya saja mereka berharap Karina mendapatkan sosok suami yang baik, bisa membuatnya bahagia sampai akhir hayatnya.

“Ayah, Ibu, ini sudah waktunya makan malam. Bagaimana kalau kita makan malam lebih dulu?”

Lama berkeliling, ternyata hari yang terang telah berganti gelapnya malam, dan sudah masuk waktu makan malam.

Ini adalah makan malam mereka di rumah baru, dan semua orang bersemangat pergi ke ruang makan.

“Astaga! Apa kita bisa menghabiskan semua makanan ini?”

Adrian terperangah melihat banyak dan mewahnya makanan yang tersaji di atas meja makan.

“Ayah, Ibu, bagaimana kalau kita ajak yang lainnya makan bersama dengan kita sebagai perayaan kita yang menempati rumah baru?” saran Karina.

Adrian dan Sophia sangat setuju, dan akhirnya semua orang malam ini makan bersama, kecuali para Security dan pekerja kebun yang makan di ruang makan luar, sebab di dalam sudah penuh.

Semua orang memakan hidangan yang sama, menikmati setiap suapan yang masuk ke mulut, hingga akhirnya semua orang merasa kenyang sampai sulit berjalan.

Suasana malam ini benar-benar meriah, tapi karena malam yang semakin larut, akhirnya kemeriahan cepat berganti dengan keheningan malam setelah penghuni rumah istirahat di kamar masing-masing, termasuk Karina yang langsung tertidur pulas begitu tubuhnya bersentuhan dengan tempat tidur mahalnya.

Karina sama sekali tak peduli pada keadaan perusahaan yang telah membuangnya, dimana perusahaan itu mendadak kacau sejak membuang sosok yang selama ini bisa dikatakan sebagai roda utama penggerak perusahaan.

Karma datang begitu cepat, dimana kini banyak orang menderita setelah sebelumnya mereka tertawa lepas saat melepas kepergian Karina.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!