Indonesia
NovelToon NovelToon

Bukan Madu Kakak Ku

Awal

"Lepas" pekik Aulia sembari mendorong tubuh Arya sang kakak ipar

"Ayo lah Aulia jangan sok jual mahal begini,kamu nurut sama mas nanti apapun yang kamu inginkan mas akan berikan" bujuk Arya

"Plak.....!" satu tamparan di layangkan Aulia untuk kakak ipar nya ini.

"Kami berani tampar aku, perempuan jalang" maki Arya marah sambil mencekik leher Aulia membuat perempuan muda ini kesulitan untuk bernafas.

"Ma-s lep-as" ucap Aulia terbata mencoba mendorong tubuh Arya yang sangat dekat dengan dirinya.

Arya mengecup pipi sang adik ipar penuh nafsu.

"Kamu tau siapa yang menghidupi kamu dan kakak mu,Aku! Jadi jangan macam-macam jika kamu berani melawan aku akan campakkan kakak mu di jalanan" ancam Arya

"Hari ini kamu harus melayani ku" lanjut Arya sedangkan Aulia hanya menangis sambil terus berontak.

"Mas.....Mas Arya"panggil Erika kakak Aulia yang merupakan istri Arya,Arya tersentak dan langsung melepaskan Aulia.

"Mas....." panggil nya lagi membuat Arya segera keluar dari kamar Aulia.

"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Arya dengan tersenyum manis.

"Mas kamu dari mana?" tanya balik Erika

"It-u itu sayang mas tadi pulang langsung cari kamu tapi kamu nggak ada mas coba tanya sama Aulia tapi dia bilang juga nggak lihat kamu,kamu dari mana sayang?"

"Aku pulang dari rapat sekolah Marsha mas,bukan nya semalam aku sudah bilang sama kamu kalau hari ini ada rapat kelulusan Marsha,kamu pasti lupa" tebak Erika

"Kamu tau sendiri kan suami mu ini pelupa sayang"Alasan Arya

"Kok kamu pulang cepet mas?" tanya Erika curiga

"Ini sayang kepala ku sakit, mungkin efek beberapa hari ini bergadang jadi sekarang jadi nggak enak badan" jawab Arya sambil menggenggam jari-jari tangan nya.

"Sakit semua badan ku sayang" lanjut Arya

"Mungkin masuk angin mas"

"Bisa jadi, makanya aku minta izin pulang cepet biar kamu bisa pijitin aku"

"Ya udah aku usap pake' minyak angin badan nya mas, nanti aku bikin jahe hangat biar nggak makin parah,ayuk ke kamar nggak enak kalau di luar" ajak Erika dan diangguki Arya patuh,dia mengekori istri nya masuk kedalam kamar.

****

"Aku nggak bisa terus begini,aku harus cari kerja biar bisa kost dan biaya kuliah sendiri" gumam Aulia

Aulia segera meraih ponselnya lalu menghubungi Amanda sahabat baik nya.

"Hallo Manda,aku mau minta tolong sama kamu" ucap Aulia cepat

"Kamu kenapa Li?"tanya Manda

"Aku mau kerja Manda kamu bisa bantu aku buat cari kerja?"

"Kenapa,kakak ipar kamu ganggu lagi?" tanya Manda yang memang sudah tau cerita nya

"Man, ak-u aku benar-benar nggak bisa tinggal di sini lagi Man,aku bisa gila kalau tinggal lebih lama di sini,hari ini dia berani cium aku Man,dia ingin aku tidur sama dia" jelas Aulia dengan nada jijik pada kakak ipar nya itu.

"Gila tuh orang,apa dia nggak waras ya Li sampai segitunya sama adik iparnya sendiri"kesal Manda

"Kamu harus tolongin aku Man,aku benar-benar harus pindah"

"Terus gimana sama mbak Erika?"

"Nanti aku cari alasan kalau sedang ada tugas kampus atau apa lah biar Mas Arya nggak marah sama mbak Erika, tolong aku Man"

"Oke-oke nanti aku coba cari kerja buat kamu ya"

"Makasih Man,aku tutup dulu" ujar Aulia lalu menutup ponselnya.

"Tok.....tok.....tok....." terdengar ketukan pintu dari luar membuat Aulia terkaget.

"Siapa?" tanya Aulia takut

"Dek,ini mbak, boleh mbak masuk?"

"Ya mbak" sahut Aulia mencoba bersikap tenang.

Erika membuka pintu kamar sang adik lalu berjalan dengan tersenyum manis.

"Dek,tadi mbak mampir beli ini buat kamu" ujar Erika memberikan makanan pada sang adik.

"Apa ini mbak?"

"Kue tradisional yang di simpang tiga itu loh,pas mbak mau ke sekolah Marsha lihat kue nya masih ada ya mbak mampir aja,kamu kata nya suka sama kue-kue di sana"

"Makasih ya mbak"ucap Aulia sambil menganggukkan kecil.

"Dek leher kamu kok merah gitu,kenapa?"

"O....itu mbak,kaya' nya alergi sama skincare baru aku deh, nggak cocok gitu, kemarin aku coba-coba beli skincare terus nggak enak di pake' mbak jadi nya merah gini leher nya" alasan Aulia

"Ibu ada telpon kamu dek?" tanya Erika lagi dan di jawab gelengan oleh Aulia

"Semalam ibu telpon mbak katanya Fariz butuh uang buat bayaran ujian akhir"cerita Erika pelan membuat Aulia terdiam.

"Tapi mbak udah bilang sama mas Arya dan dia udah transfer ke ibu,mbak cuma mau ingetin kamu dek kuliah yang rajin jangan sampai mas Arya yang sudah biayain kamu kecewa dek,mas Arya sama sekali nggak keberatan buat biayain kamu dan Fariz tapi kamu juga harus memberikan hasil yang baik biar mas Arya nggak kecewa" jelas Erika lagi

"Andai kamu tau mbak apa yang suami kamu inginkan dari aku,kamu pasti kecewa berat mbak" batin Aulia

"Dek.....kamu tersinggung dengan ucapan mbak?" tanya Erika dan di jawab gelengan oleh Aulia cepat.

"Nggak mbak,aku ngerti kok,aku pasti kuliah dengan baik" jawab Aulia

"Bagus,mbak berharap kamu lulus dengan nilai baik dan dapat kerja,mas Arya juga sudah bilang sama mbak kalau nanti kamu lulus dia akan bantu kamu buat kerja di perusahaan nya jadi kalian bisa pergi pulang bareng,mbak juga tenang dek kalau mas Arya bisa jaga kamu terus"

"Mbak percaya mas Arya bisa jaga aku?" tanya Aulia membuat Erika terkejut

Cari kerja

"Mbak percaya mas Arya dek,dia sangat menyayangi kamu seperti adik kandung nya sendiri" jawab Erika lembut

"Terkadang kita tidak bisa menilai seseorang dari luar nya saja mbak,apa yang di tampilkan belum tentu jati diri yang sebenarnya"

"Tapi mbak tau mas Arya dek,mbak istri nya kami tak punya rahasia satu sama lain,satu tahun berpacaran dengan mas Arya membuat mbak mengerti akan sifat nya,dia baik dek kamu lihat sendiri bukan dia memperbolehkan kamu tinggal di sini bahkan membiayai kamu untuk kuliah,mas Arya orang yang tulus jika dia sudah mencintai seseorang dia akan berusaha membuat orang tersebut bahagia" jelas Erika lagi

"Itu karena dia ada mau nya mbak,dia mau tubuh ku" batin Aulia

Aulia menghela nafas panjang sulit untuk menjelaskan pada kakak perempuan nya ini secara Arya memang pandai bermuka dua.

"Kamu mungkin risih dengan sikap mas Arya yang sangat overprotektif sama kamu dek tapi ini semua dia lakukan buat kebaikan kamu juga,dia ingin kamu menjadi orang sukses di kemudian hari"

"Tapi aku sudah dewasa mbak, sudah sewajarnya kencan dengan seorang lelaki sedang kan mas Arya selalu melarang aku berpacaran"

"Itu karena dia sayang kamu dek,dia ingin kamu lulus kuliah dulu terus kerja baru mikir lelaki,Mas Arya ingin dia yang mencarikan suami yang terbaik buat kamu nanti" ungkap Erika

"Bukan mbak,dia bukan ingin mencari kan ku suami tapi dia yang ingin jadi suami ku,mas Arya mu itu lelaki yang tidak baik mbak" lagi-lagi Aulia hanya bisa membatin,dia tak ingin rumah tangga kakak nya hancur hanya karena dia.

"Ya sudah mbak mau masak dulu sebentar lagi mau jemput Marsha sekolah"ujar Erika sembari melirik ke arah jam di dinding kamar Aulia

"Aku aja yang jemput Marsha mbak"

"Kamu nggak ada mata kuliah hari ini?" tanya Erika

"Aku kuliah siang nanti pulang dari jemput Marsha aku langsung berangkat ke kampus mbak"jawab Aulia cepat,hari ini Aulia tidak ada kelas tapi dia ingin mencari pekerjaan bersama Amanda.

"Ya udah kalau gitu mbak masak dulu ya,mas Arya juga lagi nggak enak badan mbak harus temenin dia di kamar" pamit Erika dan diangguki Aulia.

"Arggkkkkk, lelaki brengsek! Bisa-bisa nya dia berkelakuan baik di hadapan mbak Erika" kesal Aulia saat sang kakak sudah keluar dari kamar nya.

"Aku benar-benar nggak bisa di sini mbak,aku harus cari kerja agar bisa keluar" keluh nya

"Tapi aku juga nggak mau kamu di campakkan oleh mas Arya mbak" lanjut nya lagi memikirkan nasib kakak dan keponakan nya.

****

"Loe nggak mikir buat nikah Lan, sudah umur segini masih memikirkan pekerjaan yang nggak ada habis nya ini" ejek Bayu sahabat Arlan.

"Buat apa nikah kalau akhirnya cerai kaya' loe" ketus Arlan membuat Bayu menghela nafas panjang, sepupu yang merangkap sahabat nya ini kalau berbicara memang sering menyakitkan.

"Setidaknya gue udah ngerasain tidur dengan perempuan, nggak kaya' loe jomblo"

"Kalau gue mau perempuan mana saja bisa gue tidurin tapi gue bukan loe yang suka gonta-ganti perempuan"

"Enak aja,gue nggak pernah nidurin sembarang perempuan ya! dan perlu loe catat sama loe inget gue bukan gonta-ganti perempuan tapi gue sedang mencari yang pas buat di jadikan istri, nggak kaya' loe yang nggak mau sama sekali dengan perempuan" bantah Bayu.

"Alasan" ketus Arlan membuat Bayu kesal sendiri dengan sepupu nya ini.

Arlan hanya menghela nafas berat pernikahan orang tua nya membuat Arlan trauma berat,papa nya berselingkuh bahkan memiliki dua anak dengan perempuan lain membuat mama nya memilih untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri di tambah lagi dengan perceraian Bayu sang sepupu,Riana istri Bayu berselingkuh dengan sahabat baik mereka sendiri hingga sampai sekarang harus bermusuhan.

Arlan sama sekali tak percaya dengan cinta sejati,papa yang dia percaya sepenuh hati yang dia bangga kan justru merenggut kebahagiaan dia dan mama nya dalam sekejap mata.

Kedatangan ibu mertua

"Gila tu laki, brengsek!" umpat Manda sambil mengepalkan tangannya kesal.

"Kenapa mbak Erika bisa tergila-gila dengan lelaki seperti itu ya Lia, nggak ada menarik nya sama sekali dalam otak nya selalu berpikiran mesum"

"Mas Arya selalu bersikap baik dan manis pada mbak Erika bahkan di saat ibu nya memarahi mbak Erika mas Arya selalu membela hingga membuat mbak Erika merasa terlindungi Man,itu yang membuat Mbak Erika di buatkan oleh cinta mas Arya" jelas Aulia

"Jika ada pekerjaan aku mau Man, apapun itu akan aku lakukan asal bisa keluar dari rumah mas Arya, bantu aku Manda" pinta Aulia memohon.

"Nanti aku coba tanya sama papa ku Lia,kamu bisa batu apa di kantor papa biar kamu punya penghasilan sendiri"

"Makasih Man"

"Tenang aja selagi aku bisa bantu kamu aku bakalan bantu,kita sahabat Lia jangan sungkan begitu" ujar Manda menggenggam tangan sang sahabat membuat Aulia menjadi tenang.

*****

"Kalau seperti ini sama saja kamu memeras keringat anak saya Erika" marah bu Fatimah mama Arya

"Ma-"

"Saya membiarkan adik kamu tinggal di sini dan semua di biayai Arya sekarang malah kamu membantu orang tua dan adik lelaki mu di kampung!" lanjut nya lagi

"Ma ak-u tidak bermaksud memberatkan mas Arya tapi-"

"Tapi apa, karena kamu tidak bekerja jadi bisa minta-minta sama anak saya,kamu memanfaatkan Arya"

"Mulai sekarang tidak ada bantuan lagi,jika adik mu ingin tinggal di sini bayar biaya sewa nya pada saya" tegas bu Fatimah

"Siapa yang bayar uang sewa ma?"tanya Arya yang baru keluar dari kamar nya mendengar ada keributan di luar.

"Kamu kirim uang buat adik ipar mu di kampung Arya?"tanya balik bu Fatimah

"Mama salah paham ma"

"Salah paham bagaimana,mama dengar sendiri dia sedang menghubungi ibu nya di kampung dan mengatakan uang sudah kamu kirim,salah paham bagaimana Arya! Jelas kan pada mama jangan mentang-mentang dia istri mu jadi seenaknya dia minta terus sama kamu,suruh dia kerja kalau mau bantu keluarga nya"

"Begini ma-"

"Kamu sudah di buta kan dengan cinta Arya, perempuan ini hanya memanfaatkan kamu saja"

"Ma,aku cinta sama mas Arya nggak ada maksud manfaat kan mas Arya ma" potong Erika mencoba menjelaskan.

"Cih.....cinta kamu bilang, wajar saja kamu cinta sama anak saya karena Arya yang membiayai hidup kamu beserta keluarga mu di kampung, kalian semua nya benalu!"

"Ma, Erika istri ku jadi sudah sewajarnya aku membiayai hidup nya,mama hanya salah paham saja ma"

"Mama dari awal sudah tidak setuju dia masuk kedalam keluarga kita Arya,dia perempuan miskin, pembawa sial tapi kamu selalu saja tertipu oleh kepolosan nya"

"Ma!"bentak Arya yang ikut emosi

"Bahkan kamu berani bentak mama hanya karena perempuan ini Arya,dari awal pernikahan papa kamu meninggal gara-gara perempuan ini tapi kamu sama sekali nggak sadar juga"tunjuk bu Fatimah emosi pada Erika.

"Harus berapa kali aku jelaskan sama mama kalau papa meninggal karena serangan jantung bukan karena Erika ma,papa jatuh dari tangga karena dada nya sesak dan Erika nggak bisa bantu karena dia sedang hamil Marsha" jelas Arya tapi bu Fatimah malah menggeleng kan kepala nya tak terima dengan penjelasan Arya.

"Mulai hari ini mama mau tinggal di sini" ucap bu Fatimah.

"Ma, ini rumah ku dan Erika tidak seharusnya mama ada di sini"

"Lalu kenapa adik ipar mu bisa di sini,jika kamu tak menginginkan mama tinggal di sini,usir adik ipar mu juga" pinta bu Fatimah membuat Erika dan Arya benar-benar terkejut dengan permintaan sang mama.

Erika hanya bisa menangis mendengar ucapan sang mertua,dia sangat menyayangi Aulia dia tak bisa mengusir adik perempuan nya itu dari rumah.

"Ma-"

"Jika tidak bisa biar kan mama di sini sampai mama bosan" potong Bu Fatimah yang langsung berjalan ke arah kamar tamu di rumah tersebut.

"Ma-s Ma-af"

"Sttt.........bukan salah kamu sayang,kita cari solusi nya nanti ya" ujar Arya memeluk tubuh sang istri dan diangguki Erika sambil menangis.

"Mbak kenapa?" tanya Aulia yang baru pulang melihat sang kakak menangis di pelukan suami nya.

"Nggak papa dek,mbak lagi nggak enak badan,mas Arya coba bantu mbak" bohong Erika yang langsung menghapus air mata nya.

Aulia menatap ke arah Arya yang tersenyum manis pada nya.

"Kamu sudah pulang Lia,makan dulu tadi mbak mu sudah masak, nanti malam mas mau bicara" ucap Arya membuat Aulia takut.

"Dek, denger kata mas Arya" sahut Erika dan diangguki Aulia yang langsung berjalan cepat ke arah kamar nya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!