Indonesia
NovelToon NovelToon

Bangkit Nya Putri Yang Di Abaikan

prolog

Fangyi, seorang gadis yang usia nya paling muda harus melakukan pekerjaan yang berbahaya demi mendapatkan komisi yang besar. Fangyi sudah bersiap dengan pakaian seksi nya, ia menatap bangunan klub malam dengan datar, tempat itu sudah sering ia datangi.

Fangyi menyalakan sebatang rokok, suara dering ponsel nya membuat fangyi menatap sejenak ke ponsel tersebut. Nomor sang ayah tertera di sana, fangyi mengangkat panggilan tersebut .

"Cepat kau kirim uang nya sekarang juga, jika kau tidak mendapatkan uang kau tidak perlu pulang ke rumah !" teriak sang ayah.

Fangyi menatap datar layar ponsel nya, ia sudah menduga nya, ayah nya yang patriarki sudah pasti menghubunginya hanya karna uang. Fangyi tumbuh menjadi gadis tanpa perasaan, hatinya membeku tidak ada cinta di dalam nya.

Keluarga yang seharusnya menjadi cinta pertama malah menorehkan luka dengan cukup dalam di ingatan dan juga hatinya. Fangyi membuang puntung rokok nya, ia bejalan masuk ke dalam club malam saat melihat target nya yang sudah bergerak maju.

"Nak berikan nenek makanan, nenek lapar sekali " ucap seorang nenek - nenek tua yang nampak kotor dan kumuh.

Fangyi membuka tas nya, ia mengeluarkan beberapa bungkus biskuit dan memberikan nya ke nenek tersebut.

"Terimakasih nak, ambil lah cincin ini sebagai imbalan ". fangyi menerima cincin itu dengan terburu-buru, ia memakai cincin itu di jari telunjuk nya.

Kemudian fangyi masuk ke dalam club, ke sebuah kamar yang sudah di pesan terlebih dahulu. Seorang pria paruh baya sudah menunggu nya di dalam.

"Oh sayang mengapa kau lama sekali " ucap pria itu sambil mencium leher fangyi. Fangyi mengepalkan tangan nya, ia bersikap professional menyangkut pekerjaan nya.

"Maaf kan aku tuan baskara, tadi aku mencari pakaian yang sesuai untuk bertemu dengan tuan. Coba lihat pakaian baru ku ini apakah sesuai dengan selera tuan ? " bisik fangyi menggoda membuat tuan baskara semakin mabuk kepayang.

Diam - diam fangyi memasukkan racun ke dalam minuman tuan baskara, tuan baskara meminum nya lalu tidak berapa lama tuan baskara memuntahkan darah segar dari mulut nya.

"Kau ... Kau .... " tunjuk tuan baskara yang kemudian jatuh tidak sadarkan diri.

"Racun ini terlalu cepat efek nya " gumam fangyi.

Fangyi mengambil ponsel tuan baskara lalu meretasnya, beberapa file penting telah fangyi kirim ke atasan nya. Beberapa bodyguard telah datang membereskan kekacauan yang telah terjadi, kamar tersebut telah bersih dari barang bukti seperti sebelum nya.

Tuan baskara merupakan seorang pengusaha terkenal yang bermain dengan cara kotor, tuan baskara selalu melecehkan anak dari para klien nya yang terutama perusahaan yang berada dalam ambang kehancuran.

"Kerja bagus fangyi, tapi aku tidak suka kau terlalu pintar ".

Dor .

Dor.

Dor.

"Kapten .. Kau ! " fangyi merasa di khianati, ia memuntahkan beberapa teguk darah.

"Aku tidak suka kau terlalu pintar, bos besar selalu memuji mu dan aku tidak ingin posisi ku sebagai komandan pasukan terganti oleh gadis ingusan seperti mu. " ucap sang kapten membuat fangyi tidak percaya.

Selama ini ia bekerja dengan sebaik mungkin agar rekan kerja nya tidak merasa terbebani dengan adanya dia. Namun siapa sangka sang kapten malah berpikir sebaliknya.

"Yuzha " gumam fangyi kepada sosok pemuda yang menatap nya dengan tersenyum mengejek. Yuzha merupakan orang yang paling di percayai oleh fangyi.

"Aku memang menyukai mu, tapi aku tidak suka performa mu lebih bagus dari pada aku, kau lebih pantas mati "ucap yuzha lalu menembak kepala fangyi dengan kejam.

Fangyi kehilangan kesadaran nya, semua nya terasa begitu cepat merenggut nyawa nya.

...----------------...

Fangyi membuka matanya, ia memegang kepala nya yang terasa sangat sakit. Beberapa ingatan asing mulai memenuhi kepala nya.

'Kau gadis pembawa sial ! Kau hanya bisa membuat ayah malu ! '.

'Kau itu monster ! Sadarlah itu ! '.

'Kau tidak sebanding dengan Xinya ! '.

'Lihatlah si bodoh itu, dia tampak aneh dengan rambut nya yang putih itu '.

'Hahaha sial nya dia harus terkahir di keluarga jenderal su, keluarga jenderal su memiliki anak yang berbakat kecuali si sampah itu'.

Fangyi menatap sekeliling nya, pemilik tubuh yang asli Su Fangyi mati karena terjatuh di sungai saat mengambil kayu bakar. Su Fangyi memiliki kepribadian yang pendiam namun penakut, tubuh nya lemah dari ia masih kecil.

Su Fangyi terlahir dengan mata biru dan rambut berwarna putih seperti orang yang sudah lanjut usia. Di dunia dimana yang paling kuat yang akan di hargai membuat su fangyi merasa berkecil hati.

Di antara saudara nya hanya Su Fangyi yang tidak memiliki akar roh jiwa kultivasi. Hanya karena itu Su fangyi di anggap sebagai pembawa sial dan aib bagi keluarga su. Sedangkan saudari nya su Xinya, ia gadis jenius yang memiliki akar roh jiwa kultivasi bahkan kultivasi nya sudah berada di tahap transformasi tingkat lima.

Di dalam kultivasi ada beberapa tahap yang harus di lalui sebelum mereka menjadi abadi hingga puncak nirwana. -Tahap pertama adalah tahap pemurnian, setiap tahap terdiri dari sepuluh tingkat.

- Tahap kedua adalah tahap pondasi.

- Tahap ketiga, tahap transformasi, di tahap ini seharusnya setiap kultivator sudah bisa memiliki hewan kontrak.

- Tahap ke empat, tahap kaisar.

- Tahap ke lima, tahap inti emas .

- Tahap ke tujuh, tahap jiwa murni.

- Tahap ke delapan ,tahap keabadian.

- Tahap ke sembilan merupakan tahap yang terakhir, tahap alam dewa puncak nirwana.

Fangyi menatap pantulan dirinya di cermin perunggu, Fangyi tinggal bersama sang nenek, sang nenek datang sambil membawa semangkuk bubur.

"Akhirnya Fangyi sadar juga, makan lah bubur ini untuk tambah tenaga " ucap sang nenek.

Karena Fangyi di anggap sebagai aib, ia di ungsikan ke rumah nenek, orang tua dari sang ibu. Fangyi hanya diam, ia tidak tahu harus berbuat apa.

"Terimakasih " hanya kata itu yang terlontar dari mulut nya.

Setelah makan bubur fangyi kembali menatap pantulan dirinya di cermin, wajahnya penuh dengan bintik merah bernanah. Wajar jika semua orang menganggap nya sebagai monster.

Fangyi berjalan keluar dari kamar nya ia menatap sang nenek yang sedang menyusun kayu bakar untuk memasak. Fangyi dengan sigap membantu tanpa berbicara.

"Tidak usah fangyi lebih baik kau beristirahat saja, biar nenek yang Melakukan nya "ucap nenek sambil tersenyum.

"Biar aku yang melakukan nya "ucap fangyi dengan tatapan datar tanpa ekspresi membuat sang nenek pun akhirnya mengalah.

Malam harinya, fangyi menatap langit malam yang di taburi dengan bintang fangyi berpikir ia akan menemui adik laki - lakinya yang sudah meninggal terlebih dahulu. Fangyi memiliki seorang adik laki - laki, adik laki - laki fangyi di paksa harus belajar oleh kedua orang tuanya sampai stres. Adik nya tidak boleh bermain - main jika adik nya mendapatkan nilai di bawah seratus maka adik nya tidak akan di beri makan oleh sang ayah. Fangyi secara diam - diam memberikan adik nya makanan, adik laki - laki yang paling menyayangi fangyi.

Semenjak adik nya tiada dunia fangyi terasa runtuh, tidak ada senyuman di wajah nya nya. Perasaan yang terasa hampa dan kehidupan yang terasa hambar untuk di nikmati.

'Aku tidak mengerti dengan takdir ku yang harus membawa jiwa ku ke dunia aneh ini'batin fangyi sambil memeluk erat lutut nya sambil menikmati udara malam yang dingin.

Fangyi

Su Fangyi.

bagian 1

Fangyi masuk ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar, nenek sudah melarang nya namun fangyi tidak bisa berdiam diri melihat sang nenek yang sibuk demi mengurusnya. Di sepanjang jalan warga desa membicarakan dirinya, mereka menatap nya seperti seorang monster.

Rambut putih yang kasar, mata biru yang kadang menyala terang ketika malam, wajah yang penuh dengan bintik merah bernanah dan racun yang terperangkap di dalam tubuh mengeluarkan bau yang tidak sedap.

"Hei kau ! pergi dari sini jangan mengganggu kami dengan bau di tubuh mu itu ! "bentak salah satu gadis desa yang sedang mencari tanaman liar untuk di makan.

Mereka mendorong tubuh Fangyi sampai fangyi terjatuh dan terluka karena terkena ranting kayu. Para gadis desa itu tertawa lalu pergi meninggalkan fangyi, fangyi mengepalkan tangan nya ia ingin membalas namun dengan tubuh lemah nya ia benar - benar tidak berdaya. Lagi pula ia tidak ingin semakin menyusahkan sang nenek.

"Aku akan membalas kalian ! " mata fangyi berkilat tajam hingga berubah menjadi warna merah menyala. Darah yang mengalir dari lengan tangan nya mengenai cincin yang ia kenakan di jari telunjuk nya.

Kilauan cahaya menusuk penglihatan nya seiring dengan tempat yang berubah.

"Aku dimana ? " gumam fangyi lalu melihat sekeliling nya.

Seekor burung hantu yang hinggap di dahan pohon kokoh membuka matanya, ia bermeditasi selama ribuan tahun demi menjaga tempat tersebut.

"Selamat datang tuan yang terpilih " burung itu terbang menghampiri fangyi.

Fangyi menatap burung hantu itu dengan aneh, burung hantu berwarna putih dengan aksesoris emas di tubuh nya dan mata biru yang menyala dengan tajam.

"Perkenalkan nama ku adalah Yin, aku penjaga ruang alam dimensi " ucap yin membuat fangyi masih terdiam di tempat.

"Anda berhasil membuka segel dari cincin yang anda gunakan itu tuan, tuan adalah orang yang terpilih sebagai pemilik dari ruang alam dimensi " ucap yin.

"Biar hamba ajak tuan berkeliling " ucap yin lalu mengepak kan sayap nya.

Yin mengajak Fangyi menuju air terjun nestapa, tempat yang paling banyak di incar oleh para kultivator untuk meningkatkan tahap kultivasi mereka dengan cepat. Energi alam di air terjun nestapa sangat melimpah hanya dengan hitungan Minggu seseorang bisa naik 1 atau dua tingkat jika dia benar - benar jenius kultivasi.

Tempat yang di datangi selanjut nya adalah kolam mata air surgawi yang juga sangat di incar oleh para kultivator dan alkemis.

Di dalam ruangan alam dimensi terdapat bangunan mewah nan megah layaknya kerajaan, ada begitu banyak pakaian, uang bahkan kebun yang tanaman nya tumbuh subur dan super besar.

Tanaman obat herbal langka yang tumbuh ribuan tahun juga ada disana, perpustakaan besar yang mencakup buku - buku berharga tentang kultivasi, tentang pengobatan yang sudah langka tentang mengendalikan elemen, jurus - jurus ilmu beladiri yang sudah lama hilang juga ada di perpustakaan tersebut.

"Tuan bisa membersihkan diri tuan dengan berendam di bawah air terjun nestapa " ucap Yin.

Fangyi berjalan menuju air terjun nestapa, ia duduk bersila di bawah air terjun tersebut, air yang mengguyur nya terasa sangat dingin bagai sebuah jarum yang menusuk hingga tulang nya.

"Tuan bertahanlah jangan sampai gagal " seru yin yang terbang mendekati fangyi.

Fangyi tetap tenang walaupun tubuh nya terasa sakit dan perih, wajahnya terasa amat perih, darah nya yang mengalir terasa mendidih. Fangyi dapat merasakan sesuatu yang menyumbat aliran darah nya telah berkumpul membentuk sebuah gumpalan.

Fangyi memuntahkan beberapa teguk darah hitam, perlahan tubuh nya terasa lebih ringan. Air yang mengguyur terasa lebih sejuk tidak sedingin sebelumnya, wajahnya sembuh, bau di tubuh nya telah hilang. Rambut putih nya berubah menjadi lembut dan sangat halus.

Fangyi bangkit dari duduk nya, yin memberikan air surgawi dan fangyi meminumnya. Tubuh Fangyi di selimuti oleh cahaya putih yang sangat menyilaukan. Fangyi merasa tubuh nya lebih plong, sesuatu yang menahan di dalam tubuh nya telah menghilang. Energi nya kembali berpuluh kali lipat dari sebelumnya.

"Akar roh jiwa spiritual anda tersegel sebelumnya tuan "ucap yin.

Fangyi hanya diam, pantas saja fangyi pemilik tubuh asli tidak memiliki akar roh jiwa spiritual ternyata tersegel.

"Setelah ini tuan bisa kultivasi dan belajar ilmu beladiri dan ilmu - ilmu lain nya " ucap yin dan fangyi tetap masih diam.

"Aku harus kembali sepertinya aku sudah lama disini ".

"Tuan tidak perlu khawatir, waktu di ruang alam dimensi berbeda dengan waktu di luar sana, satu menit di luar sana sama dengan satu jam di ruang alam dimensi " ucap yin.

"Aku tetap harus keluar ".

"Mudah sekali, nona hanya perlu memusatkan pikiran nona menuju dunia luar "jelas yin.

Sebelum itu fangyi melihat wajah nya di cermin perunggu, wajah nya sudah sembuh. Fangyi mengganti pakaian nya yang basah dan ia memakai sebuah penutup wajah untuk menutupi wajah nya.

...----------------...

Sampai nya di rumah nenek, nenek yang melihat fangyi yang menutup wajah nya menjadi iba.

"Fangyi beristirahat lah dan makan lah terlebih dulu, nenek sudah memasak " Fangyi mengangguk sebagai jawaban.

Fangyi meletakkan kayu bakar yang ia kumpul, setelah makan ia memilih untuk masuk kamar dan mengunci nya. Tidak ada yang ia katakan kepada sang nenek, fangyi merasa tidak biasa, sejak dulu ia sudah menjadi sosok pendiam akibat sikap keluarga nya.

Fangyi masuk ke dalam ruang alam dimensi, ia masuk ke dalam perpustakaan lalu memilih beberapa buku bagaimana caranya untuk melakukan kultivasi, bagaimana caranya untuk mengetahui elemen apa yang dimiliki. Di dunia nya hanya beberapa orang saja yang memiliki lebih dari dua elemen dan di anggap jenius.

Fangyi meletakkan tangan nya di atas batu uji elemen, tidak lama ada begitu banyak warna yang menyinari batu tersebut. Yin tidak percaya bahwa tuan nya adalah sang master jenius yang langka. Tuan nya memiliki semua elemen spiritual.

Fangyi menarik tangan nya, ia mencoba lagi dan dengan tiga kali percobaan membenarkan bahwa fangyi adalah sang master jenius. Fangyi duduk bersila di air terjun nestapa, ia menyerap seluruh energi yang ada di dekat nya untuk melakukan kultivasi.

Bomm.

Bomm.

Bomm.

Suara ledakan mengagetkan yin yang sedang hinggap di ranting pohon, ia terbang mengikuti fangyi. Jati diri fangyi yang sesungguhnya telah terbentuk.

"Luar biasa ! Tahap pondasi ! Luar biasa, tuan master jenius ! ".

Jika orang luar akan membutuhkan waktu satu bulan untuk mencapai tahap pondasi, tapi dengan mudah nya Fangyi sampai ke dalam tahap pondasi tingkat 5 dengan waktu yang singkat. Fangyi keluar dari air terjun, yin menatap fangyi tidak berkedip. Fangyi sangat cantik bagaikan seorang dewi.

Wajahnya putih bercahaya dengan rona kemerahan di pipi nya, bibir nya sangat merah seperti ceri, rambut putih nya berkilau layak nya sebuah emas yang berkilau indah.

Fangyi menatap pantulan dirinya dengan tidak percaya, dirinya sangat cantik ketika kolam air surgawi memantulkan wajah nya di permukaan air.

Fangyi ketika marahh mata merah.

Fangyi ketika malah hari mata biru menyala.

Yin sang burung suci

Visual fangyi yang sebenarnya.

bagian 2

Fangyi masih setia duduk di gazebo sambil membaca buku, fangyi sangat suka membaca sayang sekali ia tidak melanjutkan sekolah nya. Tangan fangyi mulai bergerak mengikuti pola yang ada di buku, ia melatih setiap elemen nya. Ia melatih kekuatan fisiknya, indra pendengaran nya jauh lebih tajam begitu pula dengan indra pengelihatan nya.

Ia mempelajari bagaimana cara menjadi alkemis, ia mempelajari ilmu beladiri kuno yang di gabung dengan ilmu bela diri modern. Fangyi cukup tangkas dalam bela diri, setiap harinya ia selalu bertemu dengan bos - bos mafia kejam yang tangguh. Fangyi sudah di latih bagaimana menjadi kuat, bagaimana menahan rasa sakit dan emosi semuanya sudah ia pelajari di kehidupan sebelumnya.

Kehidupan keras nya membuat ia tidak punya hati, fangyi tidak pernah tersenyum kepada orang - orang di sekitarnya selain musuh. Sementara pemilik tubuh sebelumya adalah orang yang sangat lemah, ia mudah di tindas meskipun keluarga nya selalu bersikap kasar, su fangyi tidak menyerah untuk menyenangkan mereka. Su Fangyi tidak pernah berbicara dengan sang ayah, melihat wajah sang jendral saja mampu membuat Su fangyi menunduk ketakutan.

Hal tersebut membuat jenderal su tidak menyukai fangyi, baginya fangyi sangat lemah dan merepotkan. Terlebih di tidak memiliki akar roh spiritual seperti kakak - kakak dan adik nya.

Jenderal su memiliki enam orang anak, anak pertama dan kedua anak laki - laki anak ketiga perempuan, anak keempat si fangyi, anak kelima su Xinya yang selalu dimanja oleh keluarga dan yang terakhir laki - laki berumur tujuh tahun namun mendapatkan perlakukan yang tidak baik juga karena bertubuh gemuk membuat jendral su malu.

Fangyi keluar dari ruang dimensi setelah berhasil menerobos tahap pondasi tingkat 9 sebentar lagi ia bisa mencapai tahap transformasi. Fangyi memakai hanfu putih dengan penutup wajah nya.

"Aku akan mencari kayu bakar " ucap fangyi izin kepada sang nenek.

Sang nenek menatap fangyi dengan tidak biasa, seperti ada aura yang berbeda dan tidak biasa dari sang cucu. Tatapan yang dulunya sendu kini berubah tajam, bahkan sang nenek merasa terintimidasi ketika bertatapan dengan fangyi secara langsung.

Melihat fangyi yang memakai penutup wajah membuat nenek merasa iba, di benaknya ia selalu berdoa yang terbaik untuk fangyi.

"Jangan pulang terlalu siang, oh iya nenek juga akan ke pasar nanti siang akan nenek buatkan sup untuk kamu ".ucap nenek, fangyi merasa bahwa firasat nya tidak enak ada perasaan yang sulit di artikan.

"Hati - hati di jalan nek ".

"Fangyi jika suatu hari nenek telah tiada, buka lah lemari nenek pilih lah laci kedua ya ". ucap nenek yang merasa aneh di telinga nya.

Fangyi menepis pikiran buruknya, semuanya akan baik - baik saja. Fangyi berjalan menuju hutan, setiap orang yang bertemu dengan nya hanya berdiam dan seperti biasa menggunjing dari belakang.

Fangyi menulikan pendengaran nya, sesampainya di hutan fangyi bertemu dengan gadis - gadis desa yang sedang mencari jamur liar. Seperti biasa mereka mentertawakan fangyi, fangyi menatap gadis itu namun aura yang di keluarkan terasa menyesakkan buat mereka dan akhirnya mereka memilih untuk pergi.

Sementara di pasar sang nenek membeli beberapa sayuran dan daging, sekelompok bandit yang terdiri dari lima orang dan terbiasa mencari huru hara datang merampok setiap pedagang dan pembeli.

"Cepat ! Berikan uang kalian atau kami akan membunuh kalian ! " ucap mereka membuat para pedagang takut.

Siapa yang berani mencari masalah dengan bandit - bandit itu, kekuatan mereka sangat besar para warga hanya berharap para bandit itu cepat mati. Bandit itu menarik tangan nenek fangyi lalu menjadikan nenek sebagai sandera.

"Cepat serahkan uang kalian atau aku akan membunuh wanita tua ini ". para warga tidak bergeming.

"Lepaskan aku ! " nenek meronta untuk di lepaskan.

Bahkan kepala desa yang ada disana hanya diam berdiri

mereka yang tahu nenek di acuhkan oleh keluarganya memilih acuh dan mempertahankan uang mereka. Padahal selama ini nenek sudah baik dan banyak membantu para warga tetapi para warga malah bertindak sebaliknya sekarang.

"Oh jadi kalian tidak mau memberikan uang kalian ya , baik lah ! " kepala bandit itu menggorok leher nenek membuat sang nenek mati di tempat.

Para bandit itu tertawa, ia mengambil uang nenek lalu pergi. Fangyi yang baru saja pulang dari hutan mendapati tubuh nenek nya yang terbaring di tanah dengan kondisi yang mengenaskan, seorang gadis penakut diam - diam memberi tahu penyebab dari kematian sang nenek.

Mata fangyi menajam, lensa mata nya berubah menjadi merah menyala, tangan nya mengepal kuat ia akan membalaskan kematian sang nenek. Kematian sang nenek telah sampai ke telinga nyonya su, nenek adalah ibu kandung dari nyonya su.

Tuan dan nyonya su memilih tidak hadir di acara kematian sang nenek, justru tuan dan nyonya su memilih putra - putra tertuanya untuk datang sekaligus menjemput fangyi pulang. Namun kedua nya enggan, justru mereka malah saling beradu mulut untuk siapa yang akan menjemput fangyi.

"Sudahlah biar aku saja yang menjemput kakak " ucap anak bungsu di keluarga su.

Semua orang lebih memilih untuk menonton pertunjukan yang dimainkan oleh su xinya. Su Feiyang bersiap menjemput fangyi dengan di temani pelayan pribadinya.

Fangyi mulai mengkremasi jasad dari sang nenek, tidak ada air mata kesedihan mungkin karna hatinya memang membeku. Namun rasa dendam dan kemarahan begitu sangat jelas di sorot matanya yang tajam. Para warga melihat dari kejauhan, tidak ada rasa bersalah di mata mereka. Mereka menganggap hal itu hanya sekedar hal kecil.

Cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi awan gelap yang berkumpul, fangyi menatap tajam ke arah balik pohon yang dimana kepala desa berada di sana.

"Kau ... " fangyi menunjuk kepala desa dengan jarinya, mata nya yang merah begitu terasa menakutkan, aura nya begitu kuat membuat mereka merasa tercekik.

'Tuan adalah perpaduan antara iblis dan dewi ' batin Yin yang memantau dari ruang alam dimensi.

"Kau tak layak menjadi seorang kepala desa " nada bicaranya pelan namun kalimat itu mampu menggetarkan mereka yang ada di sana.

Fangyi berbalik arah membakar jasad nenek nya seorang diri, setelah itu ia balik badan menatap sekumpulan orang yang ada disana.

"Aku bersumpah ! Tiada hari dimana desa ini merasa aman ! sumpah ku akan abadi mengikuti mereka yang begitu tega ! " teriak fangyi lalu tiga kali petir menyambar seakan sumpah fangyi di terima.

Semua orang merasa takut dan merasa bersalah, namun mereka tidak bisa berbuat apa pun karna semuanya sudah terjadi.

"Bersiaplah untuk kematian kalian semua " ucap fangyi begitu membuat mereka berdebar.

Semua orang yang merasa takut memilih untuk kembali ke rumah mereka masing - masing.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!