Indonesia
NovelToon NovelToon

Terbukanya Mata Batin Nathan

bab 1 kelahiran anak pertama

"tolong pak ,Bapak dimana !!!!"Teriak Dewi sambil terengah-engah nafasnya,Tangan nya memegang perut besarnya yang kini sudah memasuki usia 9 bulan.Pak Rama berlari dari luar rumah menuju istrinya.

"duh sepertinya mau melahirkan ini bu.air ketuban nya sudah pecah,ibu tahan sebentar bapak kerumah mbok Sum dulu"Bapak buru-buru keluar menuju rumah mbok Sum,dukun bayi dikampung nya.Karena Kampungnya jauh dari kota dan jauh dari rumah sakit maka ibu ibu dikampung hanya mengandalkan mbok Sum saja.

Ibunya Dewi terkapar lemah,tangan nya memegang perut sembari menahan sakit.Keringat dingin sudah mulai bercucuran,ditambah perut yang semakin lama semakin terasa mulas.

"Aduh kok lama sekali Bapak,padahal rumah mbok Sum dekat dari sini"gerutu Ibu Dewi.

Suara Langkah kaki berlari dari kejauhan menuju kediaman ibu Dewi.Ya itu adalah Bapak dan mbok Sum yang bergegas menuju ke kediaman nya.

"Akhirnya mbok Dateng juga"ucap ibu sambil menghela nafas.

Mbok Sum mengambil kain jarik dan ditutupkan ke kemaluan ibu Dewi.Pak Rama gelisah menanti kehadiran anak mereka.Teriakan ibu Dewi yang mengguncang malam waktu itu,dengan bertaruh nyawa dia mengejan kencang akhirnya bayi yang ditunggu-tunggu lahir juga.

"Selamat ya Bu Dewi,bayinya laki laki.Tampan sekali"Mbok Sum tersenyum bahagia.

Bapak bergegas mengadzani bayi nya.Mata nya berlinang air mata bahagia,begitu pula ibu Dewi yang sangat lega karena putranya lahir dengan selamat.

Malam itu menjadi malam paling bahagia untuk mereka berdua,sepasang suami istri yang 10 tahun lamanya baru dikarunia seorang anak.Selama itu mereka hanya tinggal berdua,suami istri itu bekerja di ladang milik orang lain.Terkadang mereka begitu iri melihat temannya bersenda gurau dengan anak-anak mereka namun mereka hanya bisa berdoa dan ikhlas semoga yang Kuasa mengabulkan doa-doa nya.Dan kini terjawab sudah keinginan mereka selama 10 tahun lama nya.

Tidak ada tanda-tanda apapun waktu kelahiran putra pertama nya itu.Hingga pada tengah malam,Ibu Dewi ditemani suaminya tidur dan bayinya ditaruh di keranjang bayi.Saat keduanya tertidur pulas,bayi mereka tertawa sendiri seperti ada yang mengajaknya bermain.Ibu Dewi pun mendengar nya dan segera bangun menoleh ke arah anaknya.Ternyata Bu Dewi melihat sesosok siluman harimau putih di dekat keranjang tidur bayi nya itu.Masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,ibu Dewi segera membangunkan suaminya.Anehnya siluman harimau itu telah menghilang.

"udah paling kamu kecapean jadi mengigau"ucap suaminya.Mereka berdua pun kembali tidur.Akan tetapi Bu Dewi masih sangat penasaran dengan apa yang dilihatnya tadi,dia tidak mungkin halusinasi.Dalam hatinya muncul seribu pertanyaan.Apakah anaknya mempunyai khodam sejak lahir ? Atau itu keturunan dari kakek buyutnya dahulu yang terkenal orang paling berwibawa di kampung?

Dewi rasa tidak ada tanda-tanda aneh saat dia hamil.Kakek buyut dari anaknya yang sudah lama meninggal pun tidak pernah datang dalam mimpinya.Atau selama ini kakeknya mendengarkan rintihan nya selama 10 tahun yang ingin sekali memiliki seorang anak.

Dewi melanjutkan tidur malam nya ditemani bayang bayang siluman macan putih yang di lihatnya tadi.Yang begitu akrab dengan putranya sampai putranya sama sekali tidak takut malah tertawa riang seolah dia adalah teman baik nya.

Acara syukuran

 Malam telah berlalu,bulan yang memancarkan cahaya indah telah tenggelam tergantikan oleh sinar cahaya matahari yang terbit dari ufuk timur.Sepasang suami istri yang tengah bahagia atas kehadiran putra mereka.

 Hari ini Pak Rama dan Bu Dewi akan mengadakan acara syukuran untuk memberi nama sang buah hati tercintanya itu.Saudara ibu Dewi yang rumahnya masih satu kampung dengan nya,Ibu Sari.Hari ini datang untuk membantu acara syukuran dirumah itu.

"Loh pagi sekali mbak Sari datang"celetuk Dewi kepada sang kakaknya itu.

"Tampan sekali anakmu Dewi,Bagaimana kalau kita kasih nama Nathan saja.Cocok dengan wajahnya yang tampan ini"gumam mbak Sari.

"ide bagus itu mbak,lagian aku belum kepikiran sama sekali dari semalem mau kasih nama siapa putraku ini.Nathan nama yang bagus.Nathan Dwi herlangga,iya akan aku kasih nama itu.Bagus kan mbak"Ucap Dewi sembari menggendong buah hati nya.

Pak Rama sebagai suami setuju saja dengan apa yang istrinya katakan."Yang penting mau kasih nama apa saja asal bayiku sehat"ucapnya.

Mbak Sari pun pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan acara syukuran,Dewi tidak ikut karena menjaga Nathan di rumah.Mbak Sari pun memberitahu para tetangga agar ikut membantu dalam acara syukuran dirumah adiknya itu.

Acara syukuran diadakan malam hari,para tetangga mulai berdatangan ke rumah pasangan suami istri itu.Acara berjalan dengan penuh khidmat.Ternyata semua orang baru sadar kalau ada yang aneh,Ya seorang Kakek tua yang memakai jubah putih duduk tersenyum ikut dalam acara syukuran.

Semua orang bertanya tanya"siapakah kakek itu, sepertinya kita baru melihatnya.Dia bukan warga kampung sini"bisik salah seorang tetangga.

"Ah paling itu masih saudaranya Ibu Dewi atau Pak Rama, sudahlah jangan mikir aneh-aneh"celetuk tetangga yang diajak bicara.

Semua orang yang hadir terheran -heran dengan sesosok kakek tua itu.Kecuali Ibu Dewi dan Pak Rama yang sama sekali tidak melihat kehadiran kakek tua yang memakai jubah putih itu.

Seusai acara syukuran,Pak Rama beristirahat sebentar dihalaman rumah nya.Dia mendengar bisik-bisik tetangga nya.

"Siapa ya kakek tua itu?"ucap salah satu tetangga.Lalu pak Rama dengan rasa penasaran nya menghampiri kerumunan orang-orang.

"Kakek tua siapa yang kamu maksud,bukankah saya dan istri sudah tidak mempunyai orang tua"ucap pak Rama.

"Anu pak tadi kami kira itu masih saudara Bapak atau istri Bapak, memangnya bapak tidak melihat kehadiran kakek tua yang memakai jubah putih itu?"Tanya seorang tetangga.

Pak Rama hanya bengong karena dia dan istri sama sekali tidak melihat kehadiran kakek tua itu,tapi semua tetangga yang hadir malah melihatnya.Ini sungguh aneh, Pak Rama memasuki rumah dengan badan merinding.

"Loh Bapak kenapa?"Tanya Dewi yang sedang berbaring disamping Nathan.

"Apa kamu mengundang kakek tua yang memakai jubah putih tadi di acara syukuran anak kita Dewi?"ujarnya.

"Kakek tua siapa,yang jelas aku mengundang semua tetangga mas"jawabnya .

"Loh kata tetangga tadi ada sesosok kakek tua yang memakai jubah putih ikut hadir di acara syukuran kita.Masa cuma kita berdua yang tidak melihatnya Wi"ujarnya.

Dewi merasa bingung lagi karena rasa penasaran dengan apa yang dilihatnya waktu pertama kali Nathan lahir,dia ditemani sesosok siluman harimau putih.Kini di acara syukuran malah katanya ada kakek tua memakai jubah putih yang ikut hadir.Dewi pun semakin yakin kalau anaknya punya keistimewaan semenjak lahir.Entah itu Nathan mempunyai khodam dari leluhur nya atau tidak.Tapi Dewi semakin yakin,kalau Nathan didampingi khodam baik yang menjaga nya.Dewi pun kini tidak merasa takut lagi karena sekarang dia sudah yakin kalau anaknya punya keistimewaan,namun dia tidak mau memberi tau hal ini kepada suaminya terlebih dahulu.

Bisikan Gaib

 Hari seperti biasanya,langit cerah.Suasana desa yang ramai dipagi hari, orang-orang berlomba-lomba pergi mencari nafkah.Mayoritasnya berkebun atau pergi ke sawah seperti Pak Rama,Kini pak Rama akan beraktivitas seperti biasa karena semenjak istrinya melahirkan beliau belum menginjakan kaki di sawah lagi.

"Aku berangkat dulu ya Bu,Ibu dan Nathan baik-baik dirumah"ucap Bapak sembari mencium kening Nathan.

"Iya pak,bekalnya jangan lupa dibawa"Ibu memandangi Bapak dari depan pintu sampai Bapak berjalan agak jauh baru dia masuk.

 "Huft,tinggal kita berdua nak dirumah"gerutunya pada Nathan.Nathan yang masih bayi tapi seperti mengerti perkataan ibu nya.Nathan tersenyum lebar,membuat hati ibu nya merasa bahagia.

Tiba-tiba perut ibu Dewi terasa mulas,dia pun menaruh Nathan di tempat tidurnya karena cuma dia seorang diri jadi tidak ada yang dimintai untuk menjaga bayi nya.

"baik-baik di sini ya sayang,ibu tinggal ke kamar mandi sebentar"sembari menaruh Nathan di tempat tidur.

 Selang beberapa saat Bu Dewi keluar dari kamar mandi,Nathan yang tadi nya diatas tempat tidur tiba-tiba sudah berada di bawah lantai.

Sontak Bu Dewi pun berteriak kencang"Aduh Nak,kenapa kamu bisa ada dibawah"Sambil membopong Nathan dan dipeluknya erat.

Namun anehnya,Nathan malah tersenyum lebar,padahal ibunya sangat khawatir takut ada luka ditubuhnya.Tapi tidak ada luka sedikitpun,yang membuat ibu Dewi merasa heran."kok bisa Nathan ada dibawah bagaimana dia bisa turun sendiri sementara tempat tidurnya ada pagar pengaman yang lumayan tinggi,aneh sekali"ujarnya merasa bingung.Kejadian yang dialami bayi nya juga terjadi pada pagi hari.

 Ibu Dewi memeluk Nathan kencang sembari merasakan detak jantung yang berdebar-debar.Rasanya dia tidak tega lagi meninggalkan Nathan sendirian,dia tidak berani menaruh Nathan sampai suaminya pulang,keinginan nya untuk makan atau sebagainya ia berusaha menahan sampai suami nya pulang.

Tiba-tiba saja angin berhembus kencang menembus pagar rumahnya.Bulu kuduk ditangan ibu Dewi seketika berdiri,dalam hatinya muncul rasa takut,namun dipikiran nya hanyalah keselamatan putra semata wayangnya.

Hari mulai sore,Bu Dewi masih memeluk Nathan erat-erat ditangan nya.Badan ibu Dewi merinding,seperti ada sesosok tak kasat mata yang duduk di samping nya.Entah itu mimpi atau bukan,nyata nya Dewi masih dengan keadaan sadar dia mendengar seseorang berbisik ditelinga nya.

"Jangan takut Dewi,anak mu ada yang melindungi dari bangsa gaib,dia adalah keturunanku !!!"

Ibu Dewi menoleh ke arah samping,namun tidak ada siapapun di sebelahnya.Hanya Nathan yang tertidur pulas di atas pangkuan nya.Ibu Dewi menjadi cemas campur gelisah,menunggu suaminya yang tak kunjung pulang.

(kreeeeeeekkkk)Suara pintu terbuka.

Dengan menghela nafas panjang Dewi sangat senang karena suaminya telah pulang dari sawah.

"Loh kenapa kamu Dewi,wajah kamu pucat sekali,kamu sakit,tau gitu tadi aku Ndak usah pergi ke sawah"tutur suaminya.

"enggak apa-apa mas,aku hanya sedikit penat maklum lah mengurus Nathan bayi kita seorang diri"jawabnya tak berani jujur.

Dewi masih terngiang-ngiang dengan bisikan gaib yang di dengar nya tadi.Pertanyaan yang selama ini terpendam di benaknya,terjawab sudah.Ternyata Nathan memang mempunyai keistimewaan yang di turunkan dari Kakek buyutnya dahulu.Dewi sedikit lega karena sekarang dia tidak takut lagi,anaknya mempunyai khodam sejak lahir.Dewi pikir itu ulah makhluk gaib lain,ternyata itu adalah warisan dari kakek buyut nya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!