Indonesia
NovelToon NovelToon

Malantara

Mulai

Namaku Raka seorang yang biasa saja, tidak ada yang spesial dan ya itu aja perkenalanya, kenapa apa perkenalannya terlalu pendek, ya sayang sekali aku belum punya apa-apa untuk di tonjolkan, yah mungkin hobiku berpetualang atau lebih tepatnya selalu penasaran ke suatu tempat yang belum ku lihat, tapi itu karna temanku mengajakku terlebih lagi aku belum berpetualang terlalu banyak.

"Raka bagaimana menurut mu?" Pria di sebelahku menunjukan ku topi aneh berbentuk kodok

Pria itu bernama yaga walaupun dia suka beladiri tapi didalam dirinya dia pencinta anime, sebuah kombinasi yang aneh bukan.Saat aku menanyakan hal itu , dia hanya bilang bahwa sebuah perbedaan itu merupakan sebuah ciri khas tersendiri. Yah aku yakin dia hanya membual, hanya karna tidak mau disebut aneh.

“ itu akan berhasil, aku  yakin dia akan bisa mengusir beberapa Binatang dengan mengenakan itu “

“ aku serius raka “

“ akupun sama “ jawabku dengan tegas “ lagian tanpa kau mebelikannya barang tak berguna itu, mungkin lebih bijak membelikannya makanan bukan, kau tau sendiri dia rakus kalau soal makanan “

“ apa yang kamu katakan, lilia tidak rakus dia hanya suka ngemil, dia juga suka makan makanan  yang baru, di bahkan di undang menjadi salah satu kritikus makanan di sebuah event di tambah…”

Yah Yaga tak akan berhenti disitu, lagian aku percaya dia hanya rakus tentang makanan, mana ada orang yang akan menghabiskan satu toples penuh kerupuk dan malah “ apakah ada lagi “ dia bilang?, nah aku yakin dia hanya seorang yang rakus.

Ngomong-ngomong orang yang rakus itu adalah Lilia, dia seorang primadona sekolah, cantik,berbakat,pintar,dan terlebih lagi dia kaya. Kalau orang melihat dia , lilia seperti orang yang berada di ranah yang sama sekali berbeda dari kebanyakan orang.

lilia seorang anak dari sebuah keluarga yang mempunyai Perusahaan terkemuka baru baru ini, yang membuat dia menjadi incaran di sekolah, bahkan Yaga pernah mencoba melamarnya tapi dia..dia

“pffttt” sebuah ingatan yang kocak mengalir di kepalaku dan aku mencoba menahan tawa karnanya

“ apa yang kamu tertawakan ?” tanya raka

“ haha tidak – tidak ada, hanya saja saya sedang mengingat kembali kenangan lama Ketika ksatria kita sedang melamar seseorang” dengan itu wajahnya menjadi cemberut

“ ahhhh tak mau dengar! Tak mau dengar! “ dia berteriak sambil menutup telinganya “ lagian yang harus kita pikirkan itu hasilnya kau tau, ha-sil-nya.”

Yah karna hal itu juga ntah kenapa dia menempel Bersama kita berdua, sungguh aneh rasannya memiliki primadona di sirkel ku tapi ya aku tidak terlalu memikirkannya toh dia kaya, dan tentu saja dia baik walaupun dia kaya.

“ lihat Raka aku membeli jubah yang keren ini” dia menunjukkan sebuah jubah dengan ukuran over, itu mirip jubah seorang dengan penganut kepercayaan aneh dan melemparkannya kepadaku satu

“ dengan ini kita bertiga akan melingkari api unggun sambil menggunakan pakaian ini dan kita saling berbagi cerita mistis kita sendiri sampai subuh”

Walaupun tampilannya agak aneh tapi itu ide yang bagus “ yah itu akan berhasil kali ini, kau hebat membuat rencana seperti ini”

“ kan ! setelah kita menceritakan kisah horror ada kemungkinan lilia akan ketakutan dan aku akan menenangkannya , ah aku tidak sabar menunggu malam tidak” yah aku sudah menduga ini akan terjadi.

Ngomong-ngomong kita berdua sedang ada di acara liburan sekolah bertepatan di sebuah hutan nasional yang luas, didalamnya terdapat berbagain tenpat yang bagus, ada sebuah danau, air terjun,hutan tropis, beragam Binatang, dan sebuah gua besar.

Sebenarnya aku sudah pernah berkunjung kesini dengan yaga dan lilia, biasanya aku suka menjelajah ke berbagai tempat tanpa mengikuti arahan sekolah yang hanya akan menjelajahi sedikit dari apa yang ada disini. Aku suka sekali dengan menjelajah tapi untuk hal baru, tempat yang sudah aku kunjungi akan sangat hambar setelah ku kunjungi lebih dari sekali. Tapi untungnya ada yang belum aku susur di area hutan ini yaitu gua besar, waktu itu aku terlalu memakan banyak waktu di hutan tropis jadi aku tidak dapat melihat guanya.

Jadi kali ini aku akan menjadi anak baik yang mengikuti acara yang telah disiapkan sekolah.

Semua orang berkumpul di depan gua, setelah itu selesai guru akan menjelaskan acara yang akan terjadi selanjutnya, guru menjelaskan bahwa kita akan menjelajahi gua hanya dengan dua orang dan akan di beri sebuah senter setiap orang yang akan masuk.

Hmm mereka akan menggunakan rumor tentang gua ini sebagai acara kali ini? Yang aku dengar dari gua bahwa orang yang menyusuri gua ini sampai ujung hanya dengan berpasangan dia akan menjadi pasangan sejati atau begitulah yang kudengar. Jelas sekali itu hanya strategi marketing agar gua ini popular, apa mereka akan menjadi mak comblang kali ini?.

Aku mengambil sebuah brosur yang di tunjukkan untuk para siswa.

“ apa itu” tanya Yaga

“ ini adalah peta untuk gua ini dan ya ada sedikit deskripsi tentang guanya juga,tapi yah aku agak kecewa tentang rute gua ini” aku memberikannya ke Yaga

Rute kali ini bahkan tidak asik, hanya akan beberapa persimpangan jalan, bahkan itu tidak bisa di sebut persimpangan karna di satu sisi hanyalah jalan buntu yang tidak terlalu dalam, jadi perjalanan nanti merupakan perjalanan lurus tanpa harus memikirkan jalan.

Saat ini semua orang berbondong-bondong pergi ke arah Lilia, mereka meminta hal yang sama kepadanya yaitu mengajaknya menjelajahi gua Bersama, aku melihat satu persatu orang pergi dengan cemberut, yah dari wajahnya sudah ketebak hasilnya gimana.

Untuk ku? Tentu saja aku akan mengambil opsi yang simple,lagian kalau aku mengajak seorang cewe di kelas, Yaga dan Lilia akan membullyku sampai mampus selama dua bulan lebih,aku yakin, tidak itu pasti terjadi karna aku akan melakukan hal yang sama kalau mereka berdua melakukan hal yang sama.

Lagian di kelasku mereka sudah tau aku sudah berteman dekat dengan Yaga jadi itu tidak masalah kalau aku bersamanya kali ini.

“ jadi begitulah Yaga, apakau ingin menyusuri gua seka..rang?” aku perlahan menoleh dan tidak lagi melihat yaga disampingku

“ maaf Raka aku tidak bisa ikut, Lilia sepertinya memanggilku” teriaknya menjauh

Tidak-tidak itu jelas hanya keinginannya saja, dengan begitu dia berlari dengan kecepatan penuh meninggalkan aku sendirian.

Aku menatap dengan mata kosong melihat seberapa megahnya sebuah gua yang membentang ini, para siswa yang berkumpul tadi sudah menghilang hanya ada beberapa orang saja yang sedang menunggu dirinya di panggil.

“ apakah si Yaga sudah masuk belum ya? Aku ingin tau kalau aku meledakan gua itu apakah dia akan jadi ayam geprek” jawabku masih dengan tatapan kosong

“ ayam geprek ? Dimana kamu membelinya”seorang Perempuan memotongku, itu Adalah Lilia yang sedang bersama Yaga.Si sialan itu dia sangat Bahagia sekarang.

“ si yaga ayam gepreknya, lagian kenapa kalian kesini, apa kalian ingin sekali melihatku pergi bersama salah satu guru karna tidak kebagian teman sekelas?” yah aku sudah berkeliling mencari pasangan kesana kemari tapi tidak ada yang mau, aku sampai kesal sendiri mencari jadi aku memutuskan untuk menyerah dengan itu.

“ hm..hm.. itu akan terlihat lucu sih tapi sangat disayangkan itu tidak terjadi” dia terseyum menggoda

“lihat bukannya masih ada seseorang disana?”

Aku melihat kearah yang dia tunjuk, oh aku hampir melupakannya, orang itu bernama selena dia sekelas dengan ku tapi aku tidak terlalu sering menyapanya karna dia sepertinya sangat pendiam. Saat pulang dan saat istirahat pun aku tidak pernah melihatnya berkumpul bersama orang lain, dia Adalah orang yang mudah di lupakan  di kelas.

Tapi untuk Yaga dan Lilia berbeda, ntah kenapa mereka tidak berpikir begitu, yaga pernah menceritakan betapa hebatnya selena dalam beladiri tapi dia ntah kenapa keluar dalam beberapa bulan. Dan bagi Lilia sepertinya dia mengenal dia dari saat kecil, bahkan kadang dia menceritakan persahabatannya. Tentu saja aku percaya mereka tapi masih ada keraguan di diriku, apakah dia benar benar selena yang mereka ceritakan?.

Eh tunggu ada yang aneh terjadi disini bukan? Dari Yaga yang di panggil Lilia, semua orang yang menolakku, mereka menemuiku di saat terakhir, dan mereka berdua yang mengenal Selena. Setelah aku menggambungkan semua itu aku menemukan sebuah jawaban dari semua yang terjadi.

Melihat mereka tersenyum nakal kepadaku sudah menjadi clue terakhir untuk menyakinkanku bahwa ini sudah di rencanakan. Sialan mereka ini, dan akupun mendapatkan sebuah ide dari sana.

“ jadi raka kapan kamu akan pergi”

“ hmm? Apa yang kamu maksud” jawabku tersenyum

“ Selena disana dan dia masih belum punya pasangan apakah menurutmu tidak kasihan meninggalkan dirinya sendiri,kan?”

“ yang Lilia katakana itu benar raka, dan mungkin ada baiknya kamu bisa mendapatkan pasangan seperti Selena” dia ini bukannya dia terlalu gampang di hasut

Tapi aku tidak akan mengikuti rencana mereka dengan jelas, biarkan mereka mengatakan aku berdampingan bersama guru, dari pada harus mengikuti rencana mereka.

Aku membuat wajah kemenangan ku, tapi alih alih terguncang Lilia tersenyum tipis.

Aku tau, dia sedang merencanakan sesuatu yang lain, tapi aku tidak akan gentar dengan apapun yang terjadi, sebagai seorang pria kehormatanku tetap harus aku jaga sampai akhir.

“ pantai,terumbu karang,dan diving”

“ i-itu tidak mungkin..”

“ kalau kau dapat mengajak dia pergi aku akan membayarkan semua fasilitas disana nanti, minimal suruh dia untuk berbicara denganku setelah ini selesai”

Hm sungguh itu saja yang bisa di pikirkan oleh orang kaya? Menggunakan hartanya untuk memainkan kehormatan semua orang, tapi dia tidak tau bahwa tidak semua orang akan tergoda dengan uang.

“ jadi begitulah” dia pikir aku adalah orang yang bisa di permainkan begitu saja?

“ Selena maukah kau pergi bersamaku ke gua” tapi tentu saja dia benar

“ y-ya” selena menjawab ragu bukan karna aku tapi untuk kedua orang di belakangku yang sedang menahan tawa.

Ngantuk

Suasana di gua itu sangat sunyi,sangat lembab, dan juga sangat canggung.

Sungguh.. apa apaan dengan orang ini, dia sama sekali belum bicara dari saat masuk sampai sekarang, dia bahkan tidak ketakutan atau menjerit seperti seorang Perempuan biasa Ketika ada kelelawar ke arahnya, dan lagian kenapa dia sampai memukul kelelawar itu, apakah dia beneran Perempuan? Kalau seperti ini terus tidak akan ada kesempatan bagiku untuk mengajaknya kepantai, dan diving ku juga.

Aku melihat Selena sekilas dia masih tidak bisa kumengerti, dan saat dia hendak mengambil jalan ke kiri aku menghentikannya.

"Oh Selena itu jalan buntu"

" Apakah begitu?" Tanyanya

" Yah aku percaya itu merupakan jalan yang salah,aku mengingat arah gua ini sebelumnya jadi seharusnya kita harus mengambil jalan ke kanan" aku menunjuk jalan ke kanan. Selena sepertinya setuju karna dia langsung menuju arah yang aku tunjuk. Tunggu dia baru saja berbicara kan?

" Kamu sepertinya hafal tempat ini ya Raka"

" E-eh ya" jawabku terkejut

" Ada apa?" Tanyanya

" Yah aku agak terkejut melihatmu mengobrol seperti biasa seperti ini, karna yang ku tau kamu itu seorang yang pendiam di kelas"

" Apakah begitu, yah aku tidak terlalu memikirkannya, apa kamu lebih suka aku diam "

" Tidak tolong berbicara seperti ini saja" jawabku cepat

Aku melirik ke Selena yang masih tidak berbicara, sepertinya dia tidak akan mengeluarkan topik apapun untuk sekarang, menurutku aku yang harus memulai pembicaraan sekarang.

“ Selena apa kamu punya hobi?”

“tidak” jawabnya langsung menolakku

“ y-yah bagaimana dengan kesibukan mu hari ini?”

“ sama seperti sebelumnya” selena tidak lagi menoleh kepadaku

Oh tidak dia sekarang sudah kehilangan minat dengan ku, aku harus memikirkan topik yang akan dilirik selena, Tapi apa?, Aku bahkan mengenalnya hanya dari orang lain, oh tunggu.

“ selena ku dengar kau bersaudara dengan lilia"

Selena menegang saat mendengar itu, dan terus berbalik.

" Dari mana kamu mendapatkan informasi itu" dia akhirnya melirikku tapi ntah kenapa ada kemarahan di dalamnya,apa aku melakukan hal yang salah, sepertinya aku harus mengganti topiknya dari pada harus melanjutkan pembicaraan yang akan membuatnya marah.

"I-itu temanku menceritakannya, oh dan apa kamu tau dia juga suka jalan-jalan juga jadi"

"Siapa?" Potongnya

Dia bahkan tidak menghiraukan ucapanku sepertinya ada baiknya juga memberitahunya.

"Yang memberitahuku tentang itu adalah Lilia "

" Dia itu, apa lagi yang dia katakan tentangku"

" Dia hanya menceritakan tentang masa kecilmu bersamanya, sepertinya kamu dan lilia berteman baik waktu itu, lantas kenapa kamu"

" Itu merupakan kisah lama,dan itu hanya tugas ku untuk bersamanya bukan hanya ingin berteman saja. Jadi lupakan semuanya tentangku yang dia ceritakan" jawabnya dan dia langsung berbalik dan melanjutkan perjalannya.

"Tunggu" aku menghentikannya " kalau begitu cobalah berbicara dengannya kali ini saja setelah keluar dari gua"

" Kenapa aku harus melakukannya" jawabnya yang masih membelakangiku

" Di saat dia menceritakan kisah itu, dia terlihat senang tapi ada kesedihan di matanya, sepertinya hubungan mu dan dia cukup rumit sekarang. Dan lilia bilang kamu sekarang seorang diri jadi lilia ingin mengajakmu alih alih meninggalkan mu sendiri"

Selena berhenti

" Sepertinya dia berbicara terlalu banyak, dia mengajakku bersamanya, keluarga dari orang yang memimpin perusahaan itu? Omong kosong"

"S-selena?"

Selena berbalik menatapku tajam " Raka apa lilia memerintahkan mu untuk menceritakan omong kosong ini?"

Selena menatapku walaupun keadaan sekarang sangat gelap sampai aku tidak dapat melihat ekspresi Selena dengan jelas, tapi aku tau apa yang ia rasakan, kemarahan.

"Tidak, itu hanya inisiatif ku sendiri setelah mengetahui hal itu,itu membuatku ingin membantumu dan lilia, dan sepertinya lilia juga sangat ingin berbincang denganmu sekarang"

" Hah.. baiklah aku akan berbicara dengannya kali ini, dan Raka lupakan apa yang kamu bahas dengan lilia tentangku" akhirnya diapun menyerah dan kembali berjalan.

Dia menghentikan jalannya seperti ada yang di lupakan.

" Raka aku tau kau baik ingin membantuku tapi" dia menoleh ke arahku sekilas " kau terlalu ikut campur, kau bahkan tidak tau apakah orang yang kamu selamatkan ingin dia selamat" dan akupun mundur mendengar perkataannya.

Selena berjalan meninggalkan aku yang mematung.

" Terlalu ikut campur kah?" Aku menghela nafas

Aku tau bahwa aku terlalu ikut campur dengannya, siapalah aku

Tapi ketika aku mengingat ekspresi sedih yang lilia tunjukan waktu menceritakan nya,melihat ekspresi yang sedih itu membuat hatiku hancur , jadi apapun yang terjadi aku akan membantunya bukan untuk lilia saja tapi itu juga untuk ku juga.

Di saat aku melamun sebentar Selena sudah menghilang dari pandangan dan dengan itu aku berlari menyusulnya.

Aku akhirnya berhasil menyusulnya dan suasana kembali menjadi canggung.

Di saat kita berjalan, aku melihat cabang dan terlihat cahaya di jalur kanan itu, ketika Selena ingin mengambil jalur itu aku menghentikannya.

" Tunggu"

" Ada apa Raka?"

" Itu seharusnya bukan jalur yang benar"

" Apa kamu yakin? Ada cahaya di arah sana jadi bukannya itu jalan keluar" Selena masih memperhatikan arah cahaya itu

" Aku tau ini aneh tapi itu harusnya jalan yang salah dan harus ada 2 cabang lagi yang harus kita lewati"

yang aku tau kita masih harus menempuh seperempat jalan lagi jadi tidak masuk akal kalau kita langsung bisa keluar.

Di saat aku memikirkan apa yang salah sebuah dorongan mendorong ku ke belakang.

" Eh"

" Cepat hindari cahaya itu" teriak Selena

Cahaya? Saat aku melihat ke belakang Selena, cahaya itu menyebar ke arah kita sekejap mata ,menelan aku dan selena.

Aku tidak bisa melihat Selena sekarang yang ada hanya cahaya putih dan rasa seperti melayang.

Mataku semakin berat untuk terus terbuka.

Apa Selena baik baik saja? Dia mencoba menyelamatkanku walaupun aku masih tertelan cahaya itu.

Sungguh apa-apa cahaya itu, itu bukan flashbang kan. Apa itu nuklir? Tidak itu berasal dari gua bukan dan juga aku tidak merasakan getaran apapun.

Kesadaran ku terasa semakin memudar

Yaga dan juga lilia apa dia baik baik saja? Aku harap dia tidak apa-apa. Aku menyesal tidak dapat mengikuti acara pembicaraan hantumu itu yaga padahal aku ingin sekali menceritakan sosok gagahmu menjadi Romeo alih alih menceritakan mistis.

Untuk lilia aku menepati tugasku untuk setidaknya membawa Selena untuk berbincang dengannya ,yah walaupun aku tidak tau bagaimana nasib selana karna aku dan dia sama sama tertelan.

Ahh.. diving ku yang indah sekarang sirna,sungguh menyebalkan.

Dan setelah itu aku tidak dapat lagi menahan

kesadaran ku lebih lama, warna putih di sekeliling ku sekarang menjadi hitam ketika mataku menutup karna rasa kantuk yang berat.

pertemuan

Sebuah cahaya menyilaukan membuat mataku secara perlahan terbuka.

Aku menatap ke atasku yang hanya terdiri dari pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Tekstur rumput membuatku terasa nyaman untuk bangkit.

Sampai ingatan sebelumnya mengalir kepadaku, aku langsung bangkit dari tidur dan melihat sekitar.

Apa yang terjadi? Dan dimana Selena?

aku melihat di sekeliling ku dan tidak ada siapapun di sana.

Aku memeriksa badan ku dan aku tidak merasakan hal yang sakit bahkan aku merasa segar seperti baru bangun tidur.

Aku mengecek barang barangku yang masih ada di dalam kantong dan mengeceknya, di dalamnya ada senter makanan instan dan minuman botol dalam jumlah besar, terimakasih untuk ibuku yang berkontribusi terhadap bekal ku, walaupun aku hanya menginap 1 hari tapi dia seakan aku akan tinggal selama seminggu saja.

"eh kenapa handphone ku tidak menyala? padahal aku sudah mengisinya sampai penuh"

Sayangnya handphone ku tidak dapat dinyalakan, apa itu karna terbentur atau yang lain aku tidak tau, tapi itu merupakan hal yang sangat di sesalkan karna aku tidak bisa menelpon seseorang dalam keadaan seperti ini.

apa yang sebenarnya terjadi ya?

Aku mengingat sebuah cahaya menelan ku dan Selena terus aku tiba tiba terbangun di hutan?

hmm yang aku bisa pikirkan ialah aku telah selamat dari cahaya itu dan seseorang menyelamatkan ku.

Tapi kenapa aku di tinggal sendiri? Apa ini perlakuan mereka terhadap seseorang yang telah mengalami musibah?.

Setelah menunggu beberapa saat dan tidak ada seorangpun yang datang akupun berdiri dan mencoba melihat lihat sekitar.

Aku menelusuri hutan itu , aku mencoba mengelilingi area dimana aku terbangun dan mencoba tidak terlalu dalam masuk ke hutan karna aku tidak ingin tersesat.

setelah penelusuran ku aku menyadari beberapa hal.

Hutan ini sangat besar, aku tidak menemukan jalan khusus pejalan kaki,dan yang paling penting dimana ini?.

Sungguh sebenarnya di mana aku? Aku tidak mengenal hutan ini sama sekali, Udara di hutan ini terasa lebih berat. Bau tanah basah dan dedaunan memenuhi hidungku, dan suara serangga terdengar jauh lebih jelas dibanding hutan yang pernah kukunjungi.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya aku menemukan seseorang saat aku ingin menyapanya tapi aku mengurungkan diri.

Dari kejauhan dia sepertinya seorang gadis yang sedang bersembunyi dari sesuatu.

Dia menundukkan kepala dan seperti bersembunyi di semak semak sambil dengan fokus melihat kedepan, sebenarnya apa yang sedang dia lihat.

Aku menyelinap pelan-pelan agar aku tidak menakutinya dan aku menyentuh pundaknya pelan, tapi..

“Terran vox… frang.” dia berbalik dan mengucapkan sebuah kata aneh dan meninjuku di perut.

Sebuah tinjuan yang sangat kuat datang dan membuatku merasakan sakit dan lemas yang membuatku duduk dan memegang perutku.

" a da da da da, apa yang kamu lakukan, sakit tau uhhh.." jawabku yang masih memegang perut ku.

" anjoeun garerawauese!!!" teriaknya

Hah..apa yang dia katakan tadi, Apa dia menggunakan bahasa asing? Dan lagian kekuatan gadis ini sangat tak masuk akal, aku sering kali mencoba beberapa hal dengan yaga saat berlatih beladiri bahkan mencoba menahan serangannya dengan perut, tapi kekuatan gadis ini di atas yaga.

Aku melihat sekilas wajahnya yang masih marah dan suara ledakan terjadi.

DUUUAR.

" TEUR ELIRA!! " teriakan gadis di kejauhan

Saat mendengar suara itu gadis di sampingku menoleh kearah sebrang dengan membuat wajah panik, dan mencoba melihatnya juga dan yang kutemukan ialah seorang gadis lain yang sedang di kejar babi hutan yang seukuran denganku.

Oh tidak gadis itu dalam bahaya..

" Mira!!" di saat bersamaan dengan teriakannya aku langsung melompat menuruni tebing yang tidak terlalu tinggi dan langsung berlari kearahnya.

Aku mengambil batu di sekitarku saat menuruni tebing dan bersiap mengarahkannya ke babi itu.

aku melempar batunya dengan sekuat tenaga, batu itu terbang ke arah babi yang sedang mengejar gadis itu, dan.. Tuk suara batu yang tadi ku lempar.

Sepertinya damegnya tidak sesuai dengan harapaku, tapi babi itu menoleh ke arahku.

Y-yah yang penting rencanaku mengalihkannya berhasil, tapi apa yang harus aku lakukan?.

Di saat babi itu menoleh kepadaku aku merasakan seluruh tubuhku menegang dan tak bisa bergerak aku mencoba menghindari kontak dengannya tapi tak berhasil.

Tanganku terus bergetar tanpa sadar dan aku menyadari apakah aku takut? Kenapa tiba-tiba.

Babi itu menerjang ke arahku yang masih tidak dapat bergerak.

Ini buruk.

" louncet!! " teriakan seseorang membuatku tersadar dan aku langsung melompat kesamping ketika jarak babi itu denganku hanya berjarak sekitar 2 meter

Tak menyangka aku bisa menghindar babi itu tidak dapat berhenti begitu saja dia akhirnya menabrak pohon yang berada di belakang ku.

DUARR!! Babi pun roboh

akupun bangkit dan melihat kearah babi yang terkapar tadi dan melihat pohon yang setengah hancur karna sundulannya.

Aku akan mati kalau aku terkena itu bukan?

Tidak berlangsung lama ada pergerakan dari babi hutan ini yang menunjukkan dia masih hidup.

" mustahil, kenapa kamu tidak tidur saja lebih lama?"

Di saat babi hutan itu hendak berdiri tanpa basa basi aku menjauh dari babi itu.

" Terra rupta venis!” teriakan gadis dari seseorang yang sebelumnya.

Dia melompat kearah babi itu sambil memegang sebuah tombak tanah, tunggu itu melayang? kok bisa.

tombak itu menembus babi hutan dan babi hutan itu berteriak kemudian melemas.

" wow sihir... Bukannya itu sihir... Keren!!" mataku bersinar melihat gadis itu.

Adu du, perutku kembali sakit dan aku memegang perutku dengan erat.

Gadis itu mendekati ku dengan wajah menyeramkan jadi aku agak mundur setelah melihatnya, tapi saat dia mendekat gadis lain menghalanginya.

" Teur elira gouesa"

" niha"

Mereka seperti berdebat tentangku tapi aku tidak mengerti sama sekali apa yang mereka katakan.

" anu..apakah kalian bisa bahasa yang kumengerti, aku sama sekali tidak mengerti maksud percakapan kalian" aku mencoba masuk dalam percakapan sambil menahan perutku, berharap mereka akan menggunakan bahasa yang lain,

" Babel?" wajah kedua itu bingung

" Babel?" aku memasang wajah yang sama

" kamu siapa ? " gadis yang sempat dikejar babi itu akhirnya bicara

" kau bisa memahami ku, akhirnya ada yang dapat berkomunikasi" wajahku menjadi lega dan memperkenalkan diri dengan semangat

" perkenalkan namaku Raka siswa sma, aku awalnya sedang ada dalam liburan di taman nasional ibu kota tapi sebenarnya dimana ini, dan yang lebih penting apa yang dilakukan gadis itu, itu sihir kan?" mataku bersinar saat berbicara dengannya.

" jadi nama mu Raka bukan" gadis itu menjawab

" iya dan tentang sihir itu"

"sihir ?" gadis itu membuat wajah bingung " ah aku tidak mengerti Babel penuh"

" Babel ? Apa itu Babel?"

sepertinya dia tidak terlalu paham dengan bahasaku jadi aku mewajarkannya yang penting aku dapat berkomunikasi terlebih dahulu, dan lagian apa itu Babel? Itu kata yang sama dengan yang dia ucapkan sebelumnya.

" tidak tau Babel, kamu bukan orang Babel?"

" tidak, lagian apa itu"

gadis itu membuat wajah berpikir sejenak dan akhirnya berkata.

" negara,besar,dan melayang" dia memperagakan gerakan itu dengan agak lucu tapi aku tetap tak paham.

Negara besar yang melayang kah, sebenarnya dimana aku ini.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!