Akhhhh....
Jerit Gita menggema di apartemennya dengan suara kencang.
Hah... Hah.....
Nafas Gita terengah engah, dia seperti bermimpi sesuatu yang sangat menyeramkan.
"Gu... gue hidup lagi!!" kaget Gita
Gita melirik ke kanan dan kek kiri, kamar yang sangat dia rindukan, sayangi dan penuh perjuangan untuk memiliki apartemen ini.
Gita perlahan bangkit dari ranjangnya, berjalan ke arah pintu apartemen nya dan membuka pintu apartemen, dan berjalan ke balkon.
apartemen Gita berada di lantai paling atas, jadi dia bisa memiliki balkon yang luas untuk dirinya sendiri, lantai apartemen ini hanya di miliki oleh Gita jadi tidak akan ada sembarang orang yang bisa masuk ke dalam apartemennya, karena harus memiliki card akses.
Dia melirik ke bawah di mana semua orang sudah melakukan aktivitas nya, ada yang bekerja, sekolah dan joging.
Melihat hiruk pikuk kota yang terlihat damai, namun Gita tau akan ada waktu di mana semua pemandangan yang dia lihat hari ini akan lenyap seketika.
Tanpa terasa Gita meneteskan air mata, dia sangat sangat merindukan suasana pagi hari seperti ini.
Di masa depan, tidak ada hari damai hanya ada hari dimana kita mempertahankan hidup.
Jika bukan kita yang membunuh kita yang akan terbunuh.
Saat Gita sedang melihat pemandangan kota yang damai, namun ada beberapa kali kebisingan klakson yang terdengar namun itu lah yang membuat dia sangat merindukan suasana pagi hari sebelum terjadinya bencana alam dan serangan zombie.
Kruk....
Tiba - tiba perut Gita berbunyi, Gita langsung melihat ke arah kulkas dia langsung berjalan menuju kulkas dan melihat tumpukan makanan Yang ada di lemari dan di lemari lain pun ada banyak mie instan yang sangat dia inginkan, di masa depan mie instan Akan menjadi primadona.
Wanita akan menawarkan diri untuk mendapatkan satu buah mie instan saja, di masa depan wanita sangat tidak punya harga diri karena para lelaki melihat jika wanita itu lemah, merepotkan dan pantas untuk di permainkan jadi di masa depan wanita sangat sangat di perlakukan buruk oleh para lelaki.
"Gue harus makan yang mana dulu ya?" bingung Gita
Dia melihat tumpukan makan, namun ada rasa sayang ingin memakan.
Di masa depan Gita mendedikasikan hidupnya kepada orang tua dan saudaranya, agar dia di terima di keluarganya.
Dia berani menerobos banjir untuk mencari makanan untuk kelurganya, dia juga berani melawan para zombie untuk mencari makanan untuk keluarganya namun pengorbanannya di bayar 0 oleh mereka.
Gita mati karena mereka mendorong nya saat para zombie masuk ke dalam ruang persembunyian mereka dan dengan tega mereka langsung mendorong Gita untuk menyelamatkan diri mereka dan melupakan pengorbanan Gita.
Karena itu lah Gita merasa mengingat dimasa dimana dia berjuang mencari makanan dengan susah payah, namun bukan dia yang menikmatinya tapi orang orang yang tidak tau diri yang malah menikmati nya.
Dengan tangan gemetar Gita membawa mie instan rasa daging sapi, dia langsung membukanya dan memasak nya dengan cepat.
"Ini tanggal berapa?" ucap Gita lupa melihat kalender
Gita pun langsung mencari kalender dan melihat tanggal berapa hari ini.
"Hari ini tanggal 13 April 2035!! 30 hari sebelum cuaca ekstrem datang!!" kaget Gita
"Oh iya kalung dari bibi" ujar Gita lupa
Gita langsung mencari kalung yang di berikan pembantunya dulu yang selalu menjaga Gita, dia adalah bi Imas. Dia yang selalu menjaga Gita sejak kecil, namun saat Gita berada di usia 12 tahun bi Imas meninggal saat dirinya pulang kampung namun sebelum pulang kampung bi Imas memberikan kalung mutiara hijau dan ini lah kalung keajaiban yang baru Gita tau.
Gita mencari kalung itu di semua laci kamarnya.
"Di mana ya, gue lupa lagi" gerutu Gita
"Ah iya. Di kamar mandi" ingat Gita
Gita langsung pergi ke kamar mandi untuk mencari kalung pemberian dari bibi kesayangannya itu.
Gita masuk ke kamar mandi dan dia melihat kalung itu ada di gantung di samping cermin.
"Syukurlah kalungnya masih ada" gumam Gita
Gita langsung membawa kalung ke dapur, dia langsung melukai telapak tangannya dengan pisau dan kalung itu langsung di simpan di atas luka yang digores sengaja oleh Gita.
Tangannya langsung dia kepalkan, dan tiba - tiba keluar cahaya dari sela sela jari tangannya.
"Berhasil berhasil" gumam Gita
Dengan cahaya kilat Gita langsung berada di sebuah Padang rumput kosong, hanya ada padang rumput membentang luas.
"Gue harus secepat nya nimbun Makanan, waktu gue gak lama lagi cuma 30 hari lagi" gumam Gita dengan wajah gembira.
"eh iya. Tapi ini gue gak tau gimana cara keluar dari sini?" ucap Gita
Dengan waktu per sekian detik tiba - tiba Gita sudah keluar dari dalam ruangan dimensi dan pindah ke kamarnya lagi..
"Oh. Gue ngerti, masuk!" mencobanya lagi
Gita pun langsung masuk lagi ke dalam ruang dimensi lagi.
Dan sebaliknya jika Gita mengucapkan keluar dia juga akan keluar dari ruang dimensi.
"Wah keren banget, makasih bi bibi udah bantu aku sampe sekarang. Maaf dulu kalung bibi aku gak jaga dengan baik" gumam Gita
Gita tau tentang kekuatan kalung ini karena Livy yang memberitahu kan keajaiban ini saat dirinya ada di ambang akhir hidupnya, membuat Gita tau semuanya dan di kehidupan ini dia yang akan memiliki ruang dimensi ini dan hidup dengan damai tanpa gangguan keluarga dan sahabatnya yang merepotkan itu.
Dulu dia dengan terpaksa memberikan kalung ini karena Livy sangat menginginkan nya walupun git tau jika Livy tidak suka dengan kalung milik nya.
Namun karena Gita sangat menyayangi kalinya jadi dia mau merebut semua yang dia punya dengan berakting sebagai teman sejati.
"Coba gue pindahin satu mie instan, jadi apa kalo di pindahin ke ruang dimensi" gumam Gita
Gita menyentuh mie instan itu dan dengan cepat mie instan pun langsung menghilang dengan sekejap.
Gita pun masuk ke dalam ruang dimensi dan alangkah terkejutnya, saat dirinya melihat rak dengan tumpukan mie instan yang banyak.
"Berarti apapun makanan yang gue bawa masuk ke ruang dimensi bisa dikalikan" gumam Gita
Gita pun tersenyum bahagia, dia keluar lagi dari ruang dimensi.
"Kalung ini kalo hilang berabe nih, coba aja kalo bisa nyatu gitu sama badan gue. Ngilang di badan gue gitu" ucap asal Gita
Dengan sekejap mata, tiba - tiba kalung menghilang tanpa jejek.
"Kalungnya mana?" kaget Gita
"Muncul" ucap asal Gita
Kalung itu pun terlihat kembali di leher Gita
"Wah emang ajaib. Semua yang gue mau di lakuin sama kalung ini, thanks banget bibi. Kalo bisa ilang kaya gini, gue yakin gak akan ada yang rebut" gumam Gita
"Menghilang" ucap Gita
Tiba - tiba ada suara yang terdengar.
Ding - Sistem Penguasa Di Aktifkan
Ding - Barang Apapun Yang Di Masukan Ke Dalam Ruang Dimensi Akan Di kalikan menjadi 100 barang, Jika Memasukan Barang Berharga Barang Antik Kami Akan Memberikan Hadiah Tambahan.
Ding - Dalam Waktu 3 Hari, Kamu Harus Menghabiskan 1 Miliar Untuk Menimbun Makanan.
Ding - Black Card Senilai 20 Miliar
Ucap sistem membuat Gita terkejut
Tiba - tiba black card itu muncul di saku Gita, membuat Gita semakin semangat.
"Wah kalo gini caranya, gue bisa hidup aman ratusan tahun" gerutu Gita
Gita dengan cekatan langsung memasukan beras, daging sapi, daging ayam, sosis, naget minuman manis, air mineral, beer, es cream, cemilan, perlengkapan mandi, baju santai, baju tidur, baju musim dingin, baju musim panas, laptop, dan alat masak ke dalam ruang dimensi dengan cepat.
Saat dirinya sedang sibuk memasukan barang - barang ke dalam ruang dimensi, tiba - tiba pintu di ketuk dengan keras dari luar apartemen nya.
Brak! Brak!
"Gita buka, ini gue Livy" teriak Livy dari luar apartemen.
"Gita buka, ini gue Livy" teriak Livy dari luar pintu.
Gita hanya melihat dari layar monitor kecil yang tertempel di dinding, jadi saat ada yang bertamu dan menekan ball Gita bisa akan tau siapa orang yang ingin masuk ke dalam apartemennya.
Walupun sebelum naik lift ada notifikasi ada tamu yang akan datang, namun tetap saja karena apartemen ini sangat menjaga privasi jadi di buat lah keamanan double.
Dengan tatapan yang dingin Gita membuka pintu.
Cklek
Brak..
Dengan tidak tau malunya Livy masuk ke dalam rumah Gita dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar Gita.
Gita hanya menatap dingin ke arah Livy.
"Ada apa sih liv?" tanya Gita
Livy terus mondar mandir, masuk ke dalam kamar Gita dan keluar lagi mencari barang di semua laci.
"Lo lagi ngapain si liv? Kenapa di berantakan, gila kali Lo ya" emosi Gita yang melihat baju dan barang - barang nya di acak - acak oleh Livy
Livy tidak mendengar ucapan Gita dia hanya terus mencari dan mencari barang yang terlihat sangat penting itu.
"LIVY!!" teriak Gita membuat Livy berhenti
"Lo lagi cari apa sih? kenapa Lo acak - acak rumah gue. Lo lagi mabok apa gimana?" maki Gita
"Gue mau cari barang gue, gue inget barang gue ketinggalan di sini" ujar Livy
"Lo nyari apa? gue bantu tapi jangan di acak - acak gini" bentak Gita
"Gue cari kalung mutiara hijau" jawab Livy
"Kalung mutiara hijau? sejak kapan Lo punya kalung kaya gitu, katanya Lo gak suka kalung" tanya bingung Gita
"Ya pokonya cariin kalung gue cepat!!" perintah Livy dengan tidak tau malunya.
"Lo cari kalung mutiara yang dulu pernah lo minta?" tanya Gita
"Iya. Di mana cepat di mana? apa Lo ambil lagi?" tanya balik Livy dengan mata yang melotot
Dengan kurang ajarnya Livy langsung menarik kerah baju Gita dan melihat apa kalungnya ada di leher Gita apa tidak.
"Apa sih, gak sopan banget" kesal Gita
"Kalung gue di mana? kasih ke gue, gue mau pake" pinta Livy
"Kan kalung itu udah ada sama Lo, ko Lo malah nanya sama gue sih" balas Gita
"Bohong!! pasti Lo kan yang ngumpetin kan" tak percaya Livy
"Bohong? ya cari aja kalo Lo gak percaya. Tapi inget Lo harus beresin baju sama barang - barang gue yang Lo acak - acak" kesal Gita melihat semua barang berhamburan.
Nafas Livy memburu tiba - tiba dia mengucapkan sesuatu yang membuat Gita kaget.
"Muncul!!" ucap livy tiba - tiba...
Deg!!
"Apa dia juga kembali ke 30 hari sebelum bencana!!" ucap dalam hati Gita
Beberapa Detik Kemudian
Suasana hening tak ada perubahan di sana.
"Lo kenapa sih? Muncul apa, Lo gila ya" Gita pura - pura bingung
"Akhh.. Si*lan, gue inget ko kalungnya masih ada di apartemen lo" frustasi Livy
"Yaudah cari kalo ada di sini" balas Gita kesal
Akh!!
Brak!!
Dengan emosi Livy berjalan keluar dari apartemen Gita tanpa membereskan barang dan baju Gita yang sudah dia acak - acak.
Gita diam di tempat tanpa berbicara apapun, dia melihat ke arah pintu yang sudah tertutup kembali.
"Jadi Lo juga hidup lagi!!" gumam sebari menyeringai.
"Untung aja ni kalung bisa hilang, jadi tuh temen gak tau diri gak tau malu, gak tau kalo kalung nya kembali ke pemilik aslinya yaitu gue. apa kalung ini sekarang cuma nurut sama gue ya, jadi pas dia bilang muncul ni kalung gak muncul!!" ucap Gita bingung
"Memang kalung ini tuh takdirnya buat gue Livy, jal*ng kaya Lo tuh gak pantes" maki Gita
Gita melihat ke ruang tamu dan kamar nya yang sudah di acak jal*ng si*lan kamp*et itu.
"Emang si*lan!!" gerutu Gita
Gita pun dengan malas membereskan semua barang - barang yang di acak - acak livy.
Beberapa Jam Kemudian
Gita sudah santai di sofa nya sembari membuka pintu jendela, angin sejuk masuk ke dalam apartemen Gita.
"Oh iya. Kalo gue mau tinggal di sini, berarti gue harus perkuat ni apartemen, soalnya gedung ini udah kokoh banget. Di masa depan gue keluar dari rumah ini karena atap apartemen ambruk. Tapi gedungnya masih kokoh, jadi gue perlu benerin unit gue aja" gumam Gita
Gita membeli apartemen ini memang cukup mahal, namun tidak semahal unit yang lain dikarenakan rumah Gita ada di lantai paling atas membuat semua orang tidak mau menempati apartemen ini, karena angin terlalu kencang dan siapa yang ingin tinggal di sana 1 unit lagi dan manajer apartment pun dengan baik menawarkan kepada Gita dengan harga yang sedikit murah dari unit yang lain.
"Berarti gue harus pindah dulu dari apartemen ini, cari orang buat rubah apartemen gue ini jadi tank tahan bom dan segala macamnya bencana" gumam Gita
"Lebih baik gue kerja sekarang, daripada gue tunda - tunda. gue tau kapan bencana alam sama wabah zombie muncul tapi bisa aja mereka muncul lebih dulu dari perkiraan gue" lanjut Gita.
Gita dengan cekatan memasukan semua barang - barangnya ke dalam ruang dimensi dengan cepat.
Beberapa Menit Kemudian
Unit Apartemen Gita sekarang sudah kosong tidak ada apa - apa di dalamnya.
Gita pun keluar dari dalam apartemen dengan membawa 2 koper besar, dia menyeret ke dua koper ke basement untuk memasukannya ke dalam mobil.
Setalah memasukan kopernya ke dalam bagasi, Gita kembali naik ke lobby untuk berbicara dengan manajer apartment, jika dirinya akan merenovasi apartemen karena banyak yang bocor dan juga panas jadi Gita memutuskan untuk merenovasi apartemen.
Untungnya manajer apartemen menyetujui untuk Gita merenovasi apartemen yang sudah lapuk itu.
"Mbak Gita" panggil penjaga lobby apartemen bernama windu
"Iya mbak windu, ada apa?" tanya Gita
"Ini card akses yang baru. kemarin kan lift rusak, jadi lift di ganti terus card aksesnya juga di ganti. tadi mbak Livy Dateng saya lupa titip ke mbak Livy, jadi baru saya kasih sekarang deh" jawab windu
"Oh iya mbak makasih. tapi tadi dia bisa masuk ke apartemen saya ko bisa?" tanya Gita
"Iya soalnya tadi saya bantu, kan sudah sering mbak Livy ke sini jadi saya bantu soalnya tadi kaya buru - buru banget gitu" jawab windu
"Oh iya gak papa mbak. Oh iya mbak, mulai besok kalo ada orang cari saya mau siapapun bilang aja kalo saya udah pindah ke luar kota ya jangan bilang kalo saya lagi renovasi apartemen" ucap Gita
"Baik mbak. Tapi maaf emang kenapa ya?" tanya Gita
"Ternyata saya baru tau kalo Livy dan keluarga saya mereka kerja sama mau rebut saham perusahaan ibu saya dengan atas nama saya, jadi mereka selalu paksa saya buat tanda tangan pengalihan saham. Tadi juga Livy datang karena itu, dia bilang saya gak pantes dapet saham itu jadi tadi dia marah - marah kan pas keluarga apartemen saya. Itu karena saya tidak mau" jawab bohong gita
"Astaga kejam sekali mereka mbak. pantesan tadi mbak Livy kaya mukanya kesel banget, karena itu ternyata. Tapi Tenang saja mbak, mulai besok saya akan tutup rahasia ini dengan rapat jadi mbak tenang saja. Besok saya akan bilang jika rumah mbak Sudah di beli dan sedang di renovasi oleh pemilik barunya" balas windu
"Terima kasih ya mbak. Mbak emang yang terbaik" ucap Gita
"Oh iya mbak. Saya ada rahasia tapi jangan bilang - bilang sama yang lain ya ini hanya kita" bisik Gita
"Apa mbak?" penasaran windu
"Saya dapat info dari teman saya yang seorang ahli Geofisika, jika akan ada badai yang sangat besar di awal bulan depan. Akan ada banjir besar mungkin akan setinggi 15 lantai, jadi saya sarankan tinggal lah di tempat lebih tinggi dan timbun makanan dengan jumlah yang sangat banyak, timbun makan yang tahan di suhu ruangan dan jangan sampai orang tau jika kamu menimbun Makanan" bisik Gita
"Baik mbak. Memang bener akhir - akhir ini cuaca sedikit aneh, 1 hari bisa 10 kali hujan dan di persekian detik tiba - tiba. panas lagi aneh kan. Saya pasti ingat saran dari mbak Gita, saya juga sudah tinggal di salah satu apartemen dan saya tinggal di lantai 20 jadi cukup aman kan" balas windu
Gita kembali ke apartemen untuk berdiskusi tentang apartemen nya yang akan di renovasi, Gita berdiri di tengah ruangan apartemen nya yang sudah kosong.
Matanya menelusuri setiap sudut. pak bumi, tukang renovasi berpengalaman, memperhatikan dengan rasa penasaran dan teliti.
"Jadi mbak Gita mau renovasinya seperi biasa saja? sepertinya harus perbaiki dinding, cat ulang, ada beberapa bagian plafon yang bocor juga. Apa mau di tambah furnitur?" tanya pak bumi
Gita tersenyum tipis, lalu menggeleng pelan.
"Bukan pak. Saya mau apartemen saya ini, jadi tempat paling aman" jawab Gita
"Aman? Maksudnya.. seperti cctv dan kunci digital?" tanya kembali pak bumi
Gita mengangguk mendekat, suaranya menurun serius.
"Lebih dari itu, saya ingin tempat ini tahan air, tahan panas, tahan dingin. Struktur yang kuat.
Bahkan kalau terjadi sesuatu di luar sana, tempat ini harus tetap berdiri dengan kokoh" jawab Gita
Pak bumi mulai terlihat ragu.
"Kalo itu.. Seperti bunker mbak" balas pak bumi
"Anggap saja seperti itu pak" ucap Gita
Pak bumi terdiam sejenak, lalu menghela nafas
"Kalau begitu harus pakai material khusus mungkin beton bertulang dengan lapisan insulasi, pipa air juga harus anti bocor total" penjelasan pak bumi
"Lakukan. Saya tidak mau ada celah sedikit pun, namun saya juga ingin memasang genset wat 1000 vol, AC heart pump yang kualitas paling bagus, kaca anti peluru dan ledakan. untuk atap apartemen saya ingin pasang dengan panel Surya yang paling berkualitas tinggi itu saja" balas Gita
"Untuk suhu. Kita bisa pasang sistem pengaturan suhu mandiri, tapi harganya cukup mahal mbak" ucap pak bima
"Uang tidak jadi masalah. Jadi lakukan saja sebaik mungkin" balas Gita tanpa ragu
"Jika pintu? Mau di ganti?' tanya pak bumi
"Justru itu yang paling penting, jika semuanya sudah di rombak se aman mungkin tapi pintu tidak kokoh, itu berarti sama saja cari matai. Jadi pintu saya ingin di ganti dengan pintu berangkas seperti yang ada di bank, pintu darurat pun ganti dengan pintu berangkas yang kokoh juga ya" jawab Gita
"Kalau begitu, apartemen ini akan menjadi bunker mbak, bahkan sulit ditembus dari luar" balas pak bumi
"Itu memang tujuannya" ucap Gita
"Baik kalau begitu mbak, besok saya akan memulai renovasi apartemen mbak dengan cepat. dalam waktu 2 bulan apartemen mbak akan selesai dan langsung bisa di tempati" balas pak bumi
"Tidak. Saya hanya beri memberi waktu 1 Minggu saja, biaya tidak masalah jadi lakukan dengan cepat rapih dan kokoh" telat Gita
"Jika seperti itu. Mungkin biayanya akan naik 2x lipat mbak, bagimana?" tanya pak bumi
"tidak masalah. Lakukan saja, saya akan membayar berapapun" jawab Gita tak ragu
"baik jika begitu mbak, saya akan memaksimalkan semuanya" balas pak bumi dengan yakin.
"Baik kalau begitu, pembayaran saya akan lakukan besok hari setelah pak bumi menghitung semua pembiayaan renovasi apartemen saya. saya akan mengirimkan setengah dan sisanya saya akan langsung bayar saat apartemen selesai di renovasi" ujar Gita
"Baik mbak" balas pak bumi
"Oh iya pak. saya mau renovasi apartemen saya ini tanpa ada orang yang tau jika saya yang merenovasi apartemen ini. jika ada yang tanya bilang saja rumah ini bukan atas nama saya, namun orang lain ya" ujar Gita
"Baik mbak kami mengerti. Kalau begitu saya permisi dulu mari" pamit pak bumi
"Ya silahkan pak" balas Gita
Pak bumi pun pergi, Gita melihat ke sekeliling unit apartemen nya.
Dia melihat ke balkon apartemen nya yang cukup luas, panjang balkon sekitar 10 meter lebar balkon sekitar 3 meter.
Sangat panjang dan cukup luas membuat Gita memikirkan apa dia harus membuat taman di balkon yang cukup luasnya ini, untuk menikmati hidupnya nanti.
"Besok gue Telpon pak bumi aja lah, buat urus balkon ini" gumam Gita
"Oke. sekarang gue harus jual aset gue dulu, karena nanti aset dan segala macam udah gak guna jadi gue harus secepatnya jual" ucap Gita
"Dan yang paling utama gue harus jual saham gue dulu. biar gue dapet duit buat nimbun Makanan" lanjut Gita
Gita pun langsung keluar dari dalam apartemennya, sebelumnya dia sudah menghubungi pak Irawan untuk menjual saham nya.
Gita akan menjual saham nya kepada pak Irawan karena tau jika ayahnya sangat benci dengan pak Irawan karena mereka adalah musuh bebuyutan.
Dulu mereka merebutkan Yani, ibu tiri Gita jadi lah sampai sekarang mereka masih menjadi musuh dari muda sampai sekarang.
Tin!
Gita berhenti di perusahan kakek Gita, ayah dari ibu kandung Gita. Perusahan ini sudah di rebut oleh ayah bejat nya itu, jadilah sekarang ayahnya yang memimpin perusahaan ini namun karena saham paling besar ada di tangan Gita jadi ayah Gita tidak bisa berbuat apa - apa.
Tanpa menyapa siapapun gita langsung naik ke lantai atas untuk meminta beberapa dokumen pengalihan saham, biasanya Gita akan berbasa - basi dengan para karyawan agar mereka suka kepadanya namun malah sebaliknya mereka terlihat benci kepada Gita, jadi di kehidupan sekarang dia tidak ada waktu untuk berbasa - basi dengan tikus tikus ini.
30 Menit Kemudian
Gita turun dari lantai atas dan langsung pergi dari perusahaan ayahnya itu, namun saat dirinya ingin keluar dari area perusahaan tiba - tiba salah satu karyawan menyindirnya.
"Liat tuh anak yang gak di anggep datang, kasian banget ya" sindir seli
"Iya udah gak di anggep juga masih Dateng ke sini, emang gak tau malu" lanjut Susi
"Sama kaya ibunya murahan" ucap Seli yang membuat Gita berhenti saat mendengar ibunya di hina.
Dengan tangan terkepal Gita membalikan badanya dan langsung melangkah menghampiri mereka berdua.
"Apa Lo bilang?" ucap Gita dengan tatapan tajam
"Gak gak bilang apa - apa" balas Seli dengan nada sinis
"Banyak orang kali di sini, kalo ke sindir sih bukan salah gue" ucap Susi
"Iya. Tapi pasti sih ke sindir soalnya kan itu kisah dia hahahah" tertawa Seli dan susi dengan kencang.
Srak!!
Akhh!!
"Ngomong apa Lo barusan!!" amuk Gita menjambak rambut Seli
"Lepas sakit, akh!" teriak Seli
Brak!!
Dengan kencang Gita melepaskan rambut Seli sembari di dorong dengan kuat.
Susi yang melihat Seli tersungkur langsung membantu Seli.
"Lo pikir selama ini gue diem aja karena gak ada power kan. liat sekarang ya jal*ng" amuk Gita
"SCURITY!!" teriak Gita memanggil security
Security langsung berlari ke hadapan Gita.
"Iya nona" ucap pak security di samping Gita
"panggil tim HRD sekarang! Kalo dalam waktu 2 menit dia belum ada gue pastiin Lo juga gue pecat!" perintah Gita dengan tatapan tajam membuat security itu ciut
"Ba-baik nona" dengan cepat security berlari ke ruang HRD
"Jangan so berkuasa deh, liat aja kalo tuan Reza Dateng pasti kamu yang habis" ucap Susi masih tidak tau diri
"Silahkan!!" singkat Gita
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!