Indonesia
NovelToon NovelToon

TRANSMIGRASI KEPUTRI KAISAR

Sebentar

Hana sudah tak memiliki ibu dan ayah, Hana hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur tujuh tahun.

"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yuri dan terlempar sekitar sepuluh meter.

"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya, sedangkan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga.

"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri.

Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun.

"TIDAK.. HANA BANGUN... GEGE TIDAK MEMBIARKAN MU UNTUK MENINGGALKAN GEGE DIK, BANGUN HANA......

...----------------...

"Uh... dimana ini? kenapa tubuh ku lemas? tunggu? kenapa gelap? apa aku sudah mati? hiks... Gege maafkan aku, semoga Gege hidup bahagia" gumam Hana dia. dia pun ingin berdiri tapi tak bisa, dia melihat sekitar semua nya gelap tak ada cahaya sedikitpun.

"Aku dimana sih ini? masa iya neraka gelap gini? atau surga ya? ya kali mereka ngga bayar listrik jadi gelap gulita gini" gumam Hana.

"Hei manusia..." suara yang membuat Hana melirik kearah suara itu. tapi Hana tak melihat wujud yang memanggilnya

"Hei.. set** kau memanggilku tapi tak melihatkan dirimu" ucap Hana.

"Kau kurang aj**... aku ini dewa bukan setan" teriak suara itu dia kesal dengan ucapan Hana.

"Lah mana gue tau loe dewa apa setan? Laginya manggil orang dengan tanpa bersalah nya, Hei manusia... berasa mau nyanyi lagu Dangdut Rama Irawati saja, Hei manusia..... tetete" ucap Hana yang tak mau di salahkan.

"Sudahlah... aku tidak mau berbasa basi, itu anu aku akan mengabulkan mu untuk ber renkarnasi" ucap Suara yang mengaku dewa.

"Eh... benarkah? kau mau memberikan ku hidup kembali? kau tidak bohong kan Dew?" tanya Hana dengan antusias.

"Ya... sebagai permintaan maaf ku, aku akan memberikan mu hidup kembali" ucapnya dengan nada tegas.

"Boleh... aku ingin hidup kembali ayo cepat, jangan biarkan Gege ku menangis karena Adik nya yang paling cantik ini mati" ucap Hana.

"Eh... tunggu? sebagai permintaan maaf mu? maksud mu apa Dew? apa kau membuat kesalahan pada ku Dew?" tanya Hana.

"Eng... itu aku salah mencabut nyawa, harus nya yang mati itu Hana Kimi. bukan Hana Yori... jadi sebagai permintaan maaf ku kau bisa hidup kembali dan aku akan memberikan mu ruang Linggu, ruang itu memiliki semua yang kamu mau dan kamu juga memiliki tanaman obat dan sayur juga buah-buahan, untuk kau hidup disana... kau juga akan aku berikan kekuatan, agar bisa membantu keluarga mu" ucap nya dengan santai. Hana yang mendengar ucapan dewa itu pun melotot dan dada nya naik turun karena menahan emosi.

"Kau bilang apa.... kau salah cabut nyawa manusia?" teriak Hana menggema.

"Ya... sebagai gantinya, aku akan membuat mu lahir kembali, sebagai permintaan maaf ku manusia.... jadi kau tidak perlu sungkan lagi ya" jawab nya dengan tak bersalah.

"Dewa sialan kau... kau pikir nyawa ku ini, kutil haaa. dengan seenak nya kau bilang tak sengaja menyabut nyawa" teriak Hana. tanpa basa-basi Dewa itu pun langsung menghempaskan tubuh Hana dan membuat Hana teriak karena tersedot oleh cahaya.

"Dewa sialan... ku doakan kau tidak akan memiliki jodoh seumur hidup mu" teriak menggema suara Hana. sedangkan Dewa yang di kutuk Hana hanya membuang nafas panjang.

"Kau tidak tahu saja. kalau aku tak ingin menikah, huuu... tak usah kau kutuk juga aku tak berniat memiliki jodoh" gumam nya dan ikut menghilang dari ruang gelap itu.

***

"Ayo... sayang kamu pasti bisa, kamu istri ku yang paling kuat sayang" ucap suara lelaki yang menggema di kamar mewah. sedangkan para pelayan yang dekat ranjang membantu tabib wanita yang sedang melakukan proses kelahiran.

"Su suamiku... A aku tidak kuat lagi" ucap lirih wanita cantik yang sedang berusaha melahirkan bayi yang berada dalam perutnya itu.

"Kamu kuat sayang... buah cinta kita sudah tidak sabar untuk bertemu kita sayang ayo, tarik nafas mu... kalau kau menahannya nanti, kau dan buah cinta kita akan terluka ayo" bisiknya walau dalam hati dia juga ketakutan karena istri dan anak nya masih belum bisa keluar, sudah satu jam proses lahiran ini membuat dia terus meneteskan air matanya. wanita cantik yang dipelukan nya itu tak mendengar ucapan tabib

Permaisuri Ming. dia sudah tidak di perbolehkan untuk hamil kembali, karena dia sudah enam kali melahirkan, ke enam bayi yang dilahirkan Permaisuri Ming itu adalah laki-laki semua. Kaisar Ming juga sudah tidak ingin memiliki anak lagi, menurutnya sudah cukup keenam putranya yang berada di dalam hidupnya walaupun hatinya menginginkan putri cantik seperti sang istri tapi karena sang istri sudah tidak diperbolehkan untuk hamil kembali makanya Kaisar Ming pun tidak pernah menuntut atau pun memaksa istrinya untuk hamil kembali

Saat tahu istri nya hamil awal nya Kaisar Ming marah, dia sudah meminta sang istri untuk meminum ramuan pencegah kehamilan, tapi tanpa Kaisar Ming tahu kalau istrinya tak pernah meminum ramuan pencegah kehamilan itu semenjak putra bungsu nya berumur tujuh tahun.

Tapi karena keras kepala sang istri Kaisar pun tak bisa mencegah keinginan istrinya untuk hamil kembali dan dia pun menerima anak yang berada di dalam kandungan sang istri.

Kaisar Ming pun Ikut andil untuk merawat istri tercintanya itu selama kehamilan sang istri Kaisar Ming pun tak pernah absen untuk menemani istrinya.

"Ayo sayang... demi buah cinta kita yang kau perjuangkan ini" bisik Kaisar Ming. air mata nya terus mengalir, para pelayan pun ikut menangis.

"Sa sayang... ka kalau a aku pergi, jangan salahkan anak yang aku lahirkan ini ya...kau harus berjanji untuk terus merawat dan menyayanginya demi aku ya" ucap lirih Permaisuri Ming.

"Sudah berhenti berbicara omong kosong... kau akan tetap menemani kami, kau istri dan ibu yang luar biasa, jangan banyak berbicara simpan tenaga mu untuk mengeluarkan buah hati kita" ucap marah Kaisar Ming. dia sudah tidak kuat melihat wanita yang dia cintai semakin lemah seperti itu. Permaisuri Ming tersenyum miring dan dia mengusap air mata sang suami.

"A aku mencintaimu dan anak-anak kita sayang" ucap lirih Permaisuri Ming

"Hiks... aku juga mencintaimu mu sayang" ucap Kaisar Ming. dengan sisa tenaga Permaisuri Ming pun langsung mengejen.

OEK

OEK

"Ya dewa bayinya seorang putri" ucap bahagia tabib wanita. tapi dia buru-buru memberikan bayi itu pada pelayan dan segera melihat Permaisuri Ming.

"Yang mulia tolong jangan pejamkan mata anda... ya dewa Permaisuri mengalami pendarahan" teriak tabib wanita itu langsung mencoba menghentikan pendarahan Permaisuri Ming. Kaisar Ming yang tadinya tenang langsung pucat menatap sang istri kembali.

"Sa sayang....." teriak Kaisar Ming saat tabib wanita itu menggelengkan kepalanya. Kaisar Ming menangis di pelukan sang istri yang sudah tak bernafas.

OEK

Kaisar Ming pun langsung mendongak saat mendengar suara kecil dari sang putri. dia pun langsung mendekati putrinya dan mengambil dengan tangan bergetar.

"Ayah disini sayang..." bisik Kaisar Ming

"Wah... tampan nya?

Bersambung.....

Mata Hanna

Mata Hana mengedip-ngedip polos saat melihat wajah tampan yang menggendongnya itu

"Tunggu? aku terlahir kembali jadi bayi? Dewa brengsek... kau melemparkan ku kemana" teriak hati Hana. dan dia menangis kencang, Kaisar Ming pun terkejut putri nya menangis begitu kencang dan nyaring, dia berpikir kalau putrinya itu merasa kehilangan karena ibunya sedang pendarahan hebat karena setelah melahirkan dia

"Cup... cup... Sayang ayah disini ya, ibu pasti akan cepat sadar dan bisa berkumpul dengan kita ya sayang cup cup cup cup Putri Ayah yang manis jangan menangis terus sayang ya" ucap Kaisar Ming sambil tersenyum bahagia tapi suaranya terdengar bergetar. sekolah dia pun merasakan ketakutan kehilangan istri tercintanya

"Kamu lihat istriku... putri kita menangis ingin melihat dan mendengar suara lembut ibunya, kumohon sadarlah dan teruslah bersama kami" gumam hati Kaisar Ming. sambil memeluk erat tubuh mungil yang baru saja dilahirkan oleh istrinya itu

Sedangkan tabib wanita, sedang berusaha untuk mengobati dan memberhentikan pendarahan Permaisuri Ming

Tabib wanita sudah tak merasa nafas Permaisuri Ming, dia pun memutar tubuhnya dan langsung bersujud

"Ampuni hamba yang mulia, hiks... ya yang mulia Permaisuri su sudah tak bisa hamba selamatkan" ucap lirih tabib wanita sambil menangis dan bersujud. Kaisar Ming memejamkan mata dan melihat wajah mungil putrinya yang mengedip-ngedipkan mata karena basah bekas air mata

CUP

"Ibu meninggalkan kita putriku, tapi cinta dan perjuangan untuk kau hadir di dunia ini tak akan hilang selama nya... masih ada ayah dan keenam Gege mu, HM... Jangan sedih Ayah akan menjadi ibu sampai maut memisahkan kita nanti" ucap Kaisar Ming dengan nada gemetar, hati nya sakit melihat wajah putrinya yang begitu mirip dengan nya. hanya bibir dan hidung yang mirip dengan istrinya

Hana Yori yang terlahir kembali kedunia dinasti yang di pimpin Kaisar Ming sekaligus ayah nya itu akan seperti apa kehidupan nya nanti. di dunia modern dia hanya memiliki satu Gege dan di dunia dinasti dia memiliki ayah tampan dan keenam Gege tampan juga

***

Dua bulan Hana Yori tinggal di tubuh kecil bernama Mei Hui Ming. putri satu-satunya Kaisar Ming. yang di cintai oleh ayah dan keenam Gege nya

"Selamat pagi mei mei Gege yang cantik... aduh makin cantik saja adik Gege ini, hari ini Gege harus kembali ke perguruan. hmm... sedih sekali hati gege, tapi kata ayah Gege harus membuat bangga mei mei memiliki Gege yang pintar dan tampan" ucap Chen Ming putra bungsu Kaisar Ming. Chen Ming memiliki sifat yang ceria berbeda dengan ketiga Gege nya yang irit bicara dan datar

Mei Hui Ming kecil tersenyum. walau jiwa asli Hana ngadumel karena pipinya dari tadi cubit-cubit gemas oleh Chen Ming

"Chen'er jangan terus menyubit pipi mei mei kita, kau itu selalu meninggalkan bekas di pipinya... kau tak ingin bukan di hukum oleh ayah?" ucap datar Chun Ming. kakak ke dua nya itu, Chen Ming yang ditegur oleh gegenya pun langsung tersenyum kecil

"Singkirkan tangan mu itu bocah... kau berani-beraninya membuat pipiku sakit, lihat saja kalau aku sudah besar akan ku banting tubuh mu itu" ucap Hana sambil menendang-nendang angin pakai kakinya. seolah tahu keresahan adiknya Chun Ming pun menarik tubuh Chen Ming yang terus menyubit pipi Mei Hui Ming

"Uh... dia Gege yang baik, dia selalu membela ku dan menjauhkan aku dari bocah tengik itu" ucap Hana. sambil tersenyum ke arah Chun Ming. Chun Ming yang melihat senyum manis adiknya pun mengelus rambut dengan lembut

"Gege akan selalu menjaga mei mei, jadi kalau Gege Chen nakal bilang pada Gege ya" ucap nya dengan lembut. Chen Ming yang mendengar ucapan sang Gege pun menatap tajam

"Gege... aku tidak pernah nakal kepada mei mei, aku hanya gemas saja... rasanya ingin aku gigit pipi kenyalnya itu" ucap Chen Ming sambil tersenyum miring. mereka bisa tersenyum karena melihat Mei Hui Ming, semenjak kepergian ibunya mereka jarang tersenyum kepada orang lain hanya kepada adik bungsunya saja mereka bisa tersenyum, bahkan kepada Ayahnya saja mereka berbicara sepenting nya saja.

"Kau akan menjadi Gege terbaik ku kedepan nya Chun Ming gege... aku akan mengajarkan bela diri modern dan tinjuan tanpa nyawa" gumam Mei Hui Ming. walau belum bisa bicara tapi, Chun Ming mengelus lembut kepala sang adik.

"Iya... iya... Gege akan menjadi Gege yang baik buat Mei mei" ucap lembut Chun Ming. dia selalu mengerti dengan tatapan binar sang adik, Chen Ming yang mendengar itu pun langsung mendekati Mei Hui Ming.

"Tentu tidak lupa dengan Gege tampan mu yang ini kan mei mei.... Gege juga akan selalu melindungimu, jangan hanya kepada Chun Ming Gege saja ya.... masih ada Chen Ming Gege juga loh!" ucap nya sambil mencubit pipi adiknya. Mei Hui Ming pun menangis keras saat Chen Ming mencubit pipi nya, Chen Ming tergelagap melihat adik bungsu nya menangis.

"Chen Ming.... apa yang kau lakukan pada Adik ku" teriak Chan Ming. Yang baru masuk kedalam kamar adik bungsu nya, Chen Ming terkejut mendengar teriakkan kencang Gege kedua nya.

"Habis sudah hidup ku.... ampun Gege aku hanya mencubit gemas, tidak kencang kok hanya seperti ini" ucap Chen Ming. sambil memeragakan cubitannya kepada adik bungsu itu.

 Chan Ming mendelik saat merasakan cubitan adik lelaki nya itu, pantas saja adik perempuan nya menangis kencang. ternyata sakit.

"Chen Ming......" teriak geram. Chen Ming pun langsung berlari keluar kamar adiknya sebelum dia di hajar habis-habisan oleh Gege pertama.

"Ampun Gege......."

...----------------...

"Aku akan menjaga putri kita sayang.... walau aku berat harus kehilangan mu, aku tidak akan menyalahkan kelahiran putri kita hm.... kau juga tenang saja aku tidak akan pernah memiliki ibu tiri untuk ketujuh anak-anaknya kita" ucap lirih Kaisar Ming. para pelayan dan prajurit yang berjaga di aula leluhur kekaisaran, menunduk menahan sedih mereka. Mereka juga kehilangan Permaisuri yang baik juga tegas.

Kaisar Ming pun meninggalkan Aula leluhur Keluarga Kekaisaran, besok terakhir dia bisa memandang wajah istri. besok siang Permaisuri Ming pun akan di kremasi, Kaisar Ming pun kembali ke kediaman nya.

Kaisar Ming pun mengganti pakaiannya dan kembali ke kediaman nya untuk bertemu putri semata wayangnya, saat dia melihat kedalam kamar si kecil ternyata semua putranya duduk di ranjang tempat si kecil tidur. mereka seolah menjaga harta yang sangat berarti bagi mereka, Kaisar Ming tersenyum lembut.

"Kalau kau ada disini pasti kau bahagia lihat ke akuran anak-anak kita sayang, mereka begitu menjaga adiknya yang sedang tidur pulas" gumam Kaisar Ming. dan dia pun mendekati ketujuh anaknya.

"Kalian masih menemani adik kalian?" tanya Kaisar Ming. Chyen Ming melirik sekilas pada ayahnya dia kembali mengalihkan tatapannya kepada sang Adik. Chyen Ming putra pertama yang memiliki sifat dan sikap ayahnya yang dingin dan datar, Kaisar Ming menghela nafas panjang nya. putra mahkota nya masih marah karena kejadian beberapa hari lalu.

"Chyen'er" ucap Kaisar Ming. terpotong saat mendengar ucapan putranya.

"Gege kembali kekamar dulu... kalian juga istirahat lah kekamar kalian, biarkan Mei mei kalian istirahat" ucap tegas Chyen Ming. semua adiknya pun mengangguk, mereka tidak bisa membantah ucapan Gege pertama mereka.

Kaisar Ming, menatap sedih ke arah Putra pertamanya yang tidak ingin mendengar ucapannya itu. dan dia pun langsung melirik ke arah lima putranya, dia tersenyum meminta mereka untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing.

"Kami kembali ayah" ucap kelima nya. Kaisar Ming mengangguk mengiyakan ucapan kelimanya, dan dia pun mendekati ranjang putrinya.

"Maafkan ayah Putriku! harusnya kau tidak kehilangan ibumu saat pertama lahir ke dunia ini..... Ayah gagal untuk melindungi ibumu sayang, saat ini Ayah hanya bisa mengucapkan maaf kepadamu nak" ucap lirih Kaisar Ming. hatinya sakit dan bahagia, pertama dia harus kehilangan istrinya kedua dia juga harus didiamkan oleh Putra pertamanya.

"Kaisar Jang.... kau aku tidak akan melepaskan mu

BERSAMBUNG.......

Putri ku sayang

"Kaisar Jang.... aku akan membuat perhitungan kepadamu, kau salah sudah mengirim anak jalang mu kekaisaran ku Jang.... karena putrimu itu aku harus kehilangan wanita yang aku cintai selamanya, dan karena putrimu juga aku harus dibenci oleh Putra pertamaku. putrimu juga sudah membuat putriku kehilangan sosok ibunya" gumam Kaisar Ming. ya dia masih ingat bagaimana dengan tidak tahu malunya Putri kesayangan kaisar Jang.

FLASHBACK ON

Di umur kehamilan delapan bulan membuat Permaisuri Ming, sering kesulitan berjalan. saat itu Putri Kaisar Jang, sedang menginap di kekaisaran Ming. bukan karena tanpa alasan Putri kaisar Jang itu menginap,

"Salam Yang Mulia Permaisuri Ming..." Sapa Putri Kaisar Jang. Permaisuri Ming, yang sedang berdiri di dekat tangga pun berbalik.

"Oh salam juga Putri Jang, Apa Anda membutuhkan sesuatu?" tanya sopan Permaisuri Ming. putri Kaisar Jang, yang disambut baik oleh Permaisuri pun seolah mendapatkan angin segar.

"Boleh Putri ini berbicara dengan Yang Mulia?" tanya nya. permaisuri pun langsung memberikan kode kepada pelayan juga pengasuhnya, pelayan dan pengasuhnya pun langsung sedikit menjauh dari permaisuri Ming.

"Silahkan putri Jang ingin berbicara apa?" tanya nya dengan lembut. Putri kaisar Jang pun tersenyum bahagia saat mendengar pertanyaan lembut itu.

"HM... begini putri ini datang kesini bukan hanya untuk mengirimkan surat kerja sama saja, putri ini juga ingin mengajukan diri sebagai selir agung untuk Kaisar Ming... putri ini tahu Yang Mulia Permaisuri, akan segera melahirkan! di saat masa Nifas itu.... Permaisuri tidak bisa melayani yang mulia Kaisar Ming, jadi putri ini bisa menggantikan Permaisuri untuk melayani yang mulia Kaisar Ming" ucapnya dengan nada malu malu. mata permaisuri pun melotot saat mendengar ucapan tak senonoh dari seorang putri kekaisaran itu.

"Putri Jang.... jaga bicaramu, apa kedua orang tuamu tidak mengajarkan tentang etika kekaisaran? Apa pantas seorang putri Kaisar berbicara fulgar seperti itu? Permaisuri ini binggung bagaimana anda yang belum pernah memiliki suami bisa berbicara seperti itu!" ucap geram Permaisuri Ming. yang tadinya raut permaisuri lembut pun langsung berubah menjadi dingin saat mendengar ucapan Tak pantas dari seorang wanita yang belum pernah memiliki suami.

Putri Jang yang belum pernah di ajak bicara tinggi pun menatap kesal Permaisuri Ming.

"Jangan berteriak pada ku Yang Mulia Permaisuri Ming... ibu dan ayah ku pun tidak pernah berbicara dengan nada tinggi, berani-beraninya kau" ucap marah Putri Jang sambil mendorong tubuh Permaisuri Ming. putri Jang tidak berpikir kelakuan nya itu akan membuat hidup nya hancur.

"Ibu.... Yang Mulia.... istriku" teriak Chyen Ming putra mahkota yang berniat mendatangi ibunya, pelayan dan ibu asuh Permaisuri Ming yang berdiri sedikit jauh pun langsung berlari. terakhir Kaisar Ming yang baru saja keluar dari aula dan selesai rapat.

BUG

Permaisuri Ming terjatuh dari tangga, putri Jang yang melihat itu pun bergetar.

"BADJINGAN kau.... " teriak Chyen Ming. dan menendang tubuh wanita yang membuat ibu nya terjatuh, Kaisar Ming. Tidak memikirkan apa pun dia langsung mengangkat tubuh sang istri, tapi sebelum itu dia minta pengawalnya untuk menangkap putri Jang dan pelayan juga prajurit nya.

"Lepaskan aku brengsek... aku yang akan menggantikan Permaisuri itu, kalian akan menyesal sudah melakukan ini kepada Permaisuri masa depan kalian" teriak Putri Jang. prajurit yang tadi menangkapnya pun langsung geram, Mereka pun langsung melempar Putri Jang kedalam penjara istana.

BUG

"Mimpi kau.... bersiap saja kekaisaran Jang akan hancur di bawah kaki Yang Mulia Kaisar Ming, kau berdoa saja agar yang mulia Kaisar Ming tidak membuat ayah dan ibu mu mati" ucap pedas prajurit. dan dia pun langsung meninggalkan penjara, dia langsung kembali ke kediaman Permaisuri. sudah banyak para prajurit dan pelayan yang menunggu cemas di halaman kediaman Permaisuri Ming.

Kaisar Ming dan kejam putranya berdiri di depan pintu kamar Permaisuri, mereka harap-harap cemas dengan keadaan ibu dan istri mereka.

"Aku bersumpah.... kalau terjadi apa-apa kepada ibu ku, aku akan membenci ayah.... aku sudah bilang kepadamu bukan kedatangan mereka itu bukan untuk bekerja sama saja? tapi Mereka menginginkan sesuatu.. sekarang lihat apa yang terjadi kepada ibuku" teriak Chyen Ming. Kaisar Ming menunduk, dia juga merasa bersalah harusnya dia mendengarkan apa yang diucapkan oleh putranya, tapi dengan santai dia mempercayai keinginan orang-orang kekaisaran Jang itu.

"Gege..." tegur Chon Ming dan Chun Ming. Chyen Ming mendengus kepada kedua adiknya itu, dia benar-benar kesal kepada ayahnya. yang tidak mendengar ucapan, lihat sekarang hidup ibunda dan adiknya di ujung tanduk.

BUG

Semua orang terkejut saat melihat dan mendengar Chyen Ming menendang kursi yang berada di dekat nya. Mereka hanya bisa menunduk, mereka tidak berani menatap wajah Chyen Ming yang benar-benar memerah. Kaisar Ming hanya bisa menunduk sambil menahan air matanya, dia tidak ingin kejadian seperti ini.

Mereka mendongak saat mendengar pintu terbuka, pelayan pribadi Permaisuri Ming menunduk meminta Kaisar Ming masuk. itu karena keinginan Permaisuri Ming, Kaisar Ming pun segera berlari masuk kedalam kamar pribadi mereka. Kaisar Ming melihat wajah istri nya yang begitu pucat.

"Sayang" gumam Kaisar Ming. yang sudah mendekati ranjang tempat mereka berbagi senang dan sedih.

FLASHBACK OFF

...----------------...

Kaisar Ming pun berbaring di sisi sang putri, dia pun mengecup kening Mei Hui Ming dengan lembut.

"Selamat beristirahat putri kecil ayah... semoga besok pagi Ayah bisa meluluhkan hati Gege pertama mu ya, dia memiliki sifat yang sama dengan ayah nak... dia juga lembut seperti ibumu" ucap lirih Kaisar Ming.

Mei Hui Ming yang sedang tertidur pun terkejut melihat sekeliling,

"Dimana ini? apa dewa sialan itu menarik aku lagi? kalau benar ku pites tuh jidatnya... dan ku Jambak rambutnya, aku yakin dewa itu memiliki rambut panjang seperti Kaisar Ming." gumam Hana Yori yang terus berjalan, dia melihat seorang wanita yang begitu cantik sambil menggendong bayi mungil di tangan nya.

Wanita itu menatap Hana Yori dengan lembut, dia pun tersenyum manis dan cantik. Hana Yori yang seorang wanita pun terkesima melihat senyum manis yang diberikan oleh wanita di hadapannya itu.

"Kau sudah tiba? duduklah kemari" ucapnya dengan lembut, Hana Yori pun yang mendengar itu seperti sapi di cucuk. mengikuti ucapan wanita itu.

"Hana Yori... seorang wanita cantik yang mati karena menyelamatkan keponakan nya, dan harusnya kau tidak meninggal. tapi karena dewa kematian salah mencabut nyawa mu" ucap Lembut Wanita cantik.

"Kau mengenal ku?" tanya Hana. wanita itu pun mengangguk dan tersenyum kepada Hana.

"Ya.... aku yang meminta dan memohon kepada dewa kehidupan, agar mengirimkan seseorang dari dunia lain untuk menempati tubuh putriku... dia sudah meninggal saat di dalam kandunganku, aku minta maaf sudah membiarkanmu masuk ke dalam tubuh putriku. tapi aku ingin putri ku tumbuh dengan baik dan memiliki kepintaran di luar dunia kuno, aku tahu kau wanita yang pintar... dan seorang pemimpin yang di sayangi oleh bawahan" ucap Permaisuri Ming. ya itu Permaisuri Ming yang duduk manis sambil menggendong putrinya.

"Aku mohon... jadilah putri dan adik yang kuat dan bijaksana, aku tahu kehidupan mu di dunia modern... buat lah para rakyat tidak kelaparan dan buat lah para pengemis memiliki rumah dan kehidupan yang layak, aku hanya ingin para rakyat ku hidup makmur. dan keluarga ku bahagia, aku tidak masalah bila suamiku memiliki pasangan kembali. aku ikhlas dia memiliki istri baru" ucap lembut Permaisuri Ming. Hana menatap mata biru indah Permaisuri Ming, Hana mengangguk.

"Baiklah... tubuh Putri mu sudah menjadi milik ku ya? jadi kau tidak boleh protes dengan apa yang aku lakukan kedepan nya" ucap tegas Hana.

"Ya... aku tidak akan melarang nya, selama itu baik dan tidak melanggar hukum semesta" jawab Permaisuri Ming. Hana Yori tersenyum miring.

"Oke Deal.... aku tidak akan membuat keluarga kekaisaran malu, aku bahkan akan membuat keluarga mu bangga kepada aku nanti saat dewasa... boleh aku memanggil mu Jie jie? eh tunggu apa ibu saja?" ucap Hana dengan mata berbinar.

Permaisuri Ming tertawa kecil. dia melihat Hana Yori dengan tenang.

"Kembalilah" ucapnya sambil mendorong Hana Yori.

"Eh.... ngga gitu konsep nya......

BERSAMBUNG.....

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!