Indonesia
NovelToon NovelToon

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Bab 1: Akar Spiritual yang Patah dan Suara di Dalam Kepala

​Malam itu, Puncak Bukit Sabit di wilayah luar Sekte Awan Azure diguyur hujan badai yang tidak kenal ampun. Petir menyambar-nyambar, menerangi deretan gubuk kayu reot yang dihuni oleh puluhan ribu murid luar.

​Di dalam salah satu gubuk terkecil yang atapnya bocor, seorang pemuda berusia enam belas tahun duduk bersila dengan wajah pucat pasi. Napasnya putus-putus, dan setiap kali ia menarik napas dalam, rasa sakit yang menusuk menjalar dari dadanya.

​Pemuda itu bernama Lin Tian.

​Di atas dadanya, terdapat tiga bekas cakaran mengerikan yang menembus hingga ke tulang. Itu adalah "hadiah" yang ia dapatkan dari Serigala Angin Tingkat Rendah saat dipaksa menjalankan misi pemanenan Rumput Roh di pinggiran Hutan Binatang Buas siang tadi.

​"Hanya... sedikit lagi," gumam Lin Tian dengan gigi terkatup.

​Ia mencoba memusatkan pikirannya, menarik untaian energi spiritual dari udara yang lembap ke dalam tubuhnya. Namun, begitu energi itu menyentuh dantian di perut bagian bawahnya, energi tersebut langsung bocor dan menguap, seolah dituangkan ke dalam ember yang berlubang.

​Lin Tian membuka matanya dengan senyum pahit. "Akar Spiritual Kelas Kayu Busuk. Bakat terburuk di antara yang terburuk. Sudah tiga tahun di Sekte Awan Azure, dan aku masih terjebak di Tahap 1 Pengumpulan Qi. Di dunia kultivasi ini... tanpa bakat, kau bahkan lebih rendah dari babi dan anjing."

​BRAK!

​Pintu kayu gubuknya tiba-tiba ditendang hingga hancur berkeping-keping. Angin malam yang dingin dan percikan air hujan langsung menerobos masuk.

​Di ambang pintu, berdirilah seorang pemuda bertubuh besar dengan jubah abu-abu murid luar yang tampak jauh lebih mewah daripada milik Lin Tian. Aura di sekeliling pemuda itu beriak kuat, menandakan ia telah mencapai Tahap 3 Pengumpulan Qi.

​"Zhao Meng..." panggil Lin Tian dingin, menahan rasa sakit di dadanya.

​"Lin Tian, sampah klan Lin! Berani-beraninya kau tidak menyetor jatah Pil Pengumpul Qi bulananmu padaku hari ini?!" Zhao Meng melangkah masuk tanpa memedulikan lantai yang becek. Ia menatap Lin Tian dengan tatapan merendahkan, layaknya melihat serangga.

​"Pil itu... sudah direbut oleh kelompok Wang saat di Hutan Binatang Buas," jawab Lin Tian dengan nada datar, meski tangannya mengepal erat di balik selimut tipisnya.

​"Aku tidak peduli dengan alasanmu!" Zhao Meng mendengus sinis. Matanya kemudian tertuju pada sebuah batu seukuran ibu jari yang memancarkan cahaya redup di atas meja kayu Lin Tian. Itu adalah Batu Roh Tingkat Rendah yang sudah usang, satu-satunya harta berharga peninggalan orang tuanya.

​Dengan gerakan cepat, Zhao Meng menyambar batu tersebut.

​"Hei! Kembalikan itu!" Lin Tian mencoba bangkit, namun luka di dadanya seketika robek kembali. Ia terbatuk, memuntahkan seteguk darah hitam ke lantai.

​"Sebagai ganti rugi karena menunda pembayaranku, batu rongsokan ini akan kualihfungsikan," kekeh Zhao Meng sambil menimbang-nimbang batu itu di tangannya. Ia menatap Lin Tian yang terkapar lemah. "Ingat posisimu, sampah. Kau hidup di sekte ini hanya untuk menjadi batu pijakan bagi kami yang berbakat. Jika bulan depan kau tidak menyerahkan dua butir Pil Pengumpul Qi, aku akan mematahkan kedua kakimu dan melemparmu kembali ke Hutan Binatang Buas."

​Zhao Meng berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Lin Tian yang bergetar menahan amarah di tengah udara malam yang membekukan.

​Lin Tian memukul lantai kayu yang basah dengan kepalan tangannya hingga buku-buku jarinya berdarah. Ketidakberdayaan ini lebih menyakitkan daripada cakaran Serigala Angin. Di dunia ini, yang kuat memangsa yang lemah. Aturan besi yang tidak bisa ditawar.

​Tiba-tiba, saat keputusasaan Lin Tian mencapai puncaknya dan darah dari tangannya meresap ke dalam lantai kayu, sebuah suara mekanis yang aneh dan tanpa emosi bergema tepat di dalam tengkoraknya.

​[Ding!]

​[Mendeteksi fluktuasi emosi yang ekstrem dan kehendak bertahan hidup yang memenuhi kriteria.]

​[Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi sedang melakukan penyatuan dengan inang... 10%... 50%... 100%.]

​[Penyatuan berhasil.]

​Mata Lin Tian membelalak. Rasa sakit di dadanya sejenak terlupakan oleh keterkejutan. "S-siapa di sana? Teknik ilusi macam apa ini?!"

​Tidak ada yang menjawab dari dalam gubuk yang sepi. Hanya suara hujan yang masih menderu di luar. Namun, suara di kepalanya kembali terdengar, kali ini memproyeksikan sebuah panel cahaya transparan berwarna kebiruan yang melayang di depan matanya.

​[Inang: Lin Tian]

[Kultivasi: Tahap 1 Pengumpulan Qi]

[Akar Spiritual: Kelas Kayu Busuk (Cacat)]

[Poin Ekstraksi: 0]

[Fungsi Aktif: Ekstraksi Dasar (Level 1)]

​Lin Tian mengucek matanya, mengira ia sedang berhalusinasi akibat kehilangan banyak darah. Namun, panel itu tetap ada. Terlihat sangat nyata.

​"Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi?" gumamnya perlahan, mengeja kata-kata yang tertera di sana. "Apa ini benda warisan pusaka? Atau aku sudah gila?"

​[Sistem ini memungkinkan Inang untuk mengekstrak esensi murni (Qi, Bakat, Garis Keturunan, Pemahaman Dao) dari segala entitas dan benda di alam semesta, dengan memisahkan ampas dan menyerap inti kemurnian absolut.]

​Membaca penjelasan tersebut, napas Lin Tian tertahan. Mengekstrak esensi murni? Dari segala benda?

​Untuk mengujinya, pandangan Lin Tian jatuh pada sisa-sisa bubuk dari cangkang pil bekas yang ia kumpulkan di sudut ruangan. Itu adalah "sampah" sisa pil obat yang dibuang oleh murid dalam, yang sering dikumpulkan Lin Tian dengan harapan masih ada sisa khasiat di dalamnya. Selama ini, sisa-sisa itu tidak berguna karena dipenuhi kotoran beracun (Erysipelas) dari proses alkimia yang gagal.

​Dengan tangan gemetar, ia merangkak mendekati tumpukan debu pil tersebut dan menyentuhnya perlahan.

​"Ekstrak," batinnya memberikan perintah.

​Seketika, telapak tangannya memancarkan pendar cahaya keemasan yang sangat redup. Debu pil di bawah tangannya perlahan berubah menjadi abu putih tanpa kehidupan, hancur tersapu angin.

​Sebagai gantinya, suara mekanis itu kembali berbunyi.

​[Ding!]

[Ekstraksi berhasil.]

[Target: Sisa Pil Pengumpul Qi (Sangat Rendah, Tinggi Racun)]

[Mengekstrak: 0.5 Tetes Qi Murni Absolut.]

[Ampas dan racun telah disingkirkan.]

​Tiba-tiba, setitik energi yang luar biasa sejuk dan murni mengalir dari telapak tangannya, langsung menerobos masuk ke dalam saluran meridiannya yang kering, lalu menetap tepat di tengah dantian-nya.

​Berbeda dengan Qi dari udara alam yang selalu bocor, Qi murni dari sistem ini sangat padat dan tenang. Ia tidak menguap, melainkan secara perlahan mulai menutupi retakan kecil di dantian Lin Tian dan menenangkan luka di dadanya.

​Mata Lin Tian bergetar hebat. Tidak ada satupun pil di dunia ini yang tidak memiliki racun sisa. Namun sistem ini... mampu membuang racunnya dan memberikan 100% esensi yang sempurna!

​Meski jumlahnya hanya setengah tetes, bagi Lin Tian yang berada di dasar rantai makanan, ini adalah mukjizat dari surga.

​Ia menatap tangannya sendiri di tengah cahaya kilat yang menyambar di luar gubuk. Senyum yang awalnya pahit, kini berubah menjadi senyum yang menakutkan.

​"Zhao Meng... Kelompok Wang... Para tetua sekte yang membuangku..." gumam Lin Tian, matanya bersinar dengan ambisi yang baru saja menyala.

Bab 2: Pemurnian Tubuh dan Ambisi yang Terpendam

​Setengah tetes Qi murni itu mungkin terlihat sangat sedikit bagi kultivator di ranah tinggi, namun bagi Lin Tian yang memiliki Akar Spiritual cacat, itu bagaikan hujan di tengah padang pasir. Energi itu tidak hanya menetap di dantian, tetapi mulai merembes ke otot-otot dan tulang rusuknya yang patah.

​Srekk...

​Lin Tian meringis saat merasakan gatal yang luar biasa di dadanya. Itu adalah tanda bahwa jaringan tubuhnya sedang beregenerasi dengan kecepatan yang tidak wajar. Luka cakaran Serigala Angin yang seharusnya butuh waktu berminggu-minggu untuk sembuh, kini mulai menutup dan membentuk keropeng dalam hitungan menit.

​[Ding! Luka fisik ringan telah pulih 40%. Inang disarankan untuk mengekstrak lebih banyak energi untuk pemulihan total.]

​Lin Tian menarik napas panjang. Matanya kini tidak lagi menunjukkan keputusasaan, melainkan ketajaman yang dingin. Ia bangkit berdiri dengan perlahan, meskipun tubuhnya masih terasa lemas. Pandangannya menyapu seisi gubuk kecilnya yang malang.

​"Jika sistem ini bisa mengekstrak dari benda mati, apa lagi yang bisa kuambil?" gumamnya.

​Ia berjalan menuju tumpukan barang-barang di sudut ruangan. Ada beberapa senjata tumpul yang sudah berkarat, sisa-sisa jubah murid luar yang robek, dan sebuah kuali kecil yang sudah retak—alat yang dulu ia gunakan untuk mencoba membuat ramuan herbal sederhana secara otodidak.

​Lin Tian menyentuh kuali retak itu. "Ekstrak."

​[Ding!]

[Mengekstrak: 0.1 Tetes Esensi Logam Murni.]

[Peringatan: Objek target memiliki tingkat energi yang sangat rendah. Ekstraksi tidak memberikan Qi, namun memberikan material dasar.]

​Lin Tian sedikit kecewa, namun ia segera mengerti. Tidak semua benda mengandung Qi. Untuk naik tingkat, ia membutuhkan sumber daya yang lebih kaya akan energi spiritual.

​"Batu Roh," bisik Lin Tian. Ia teringat Batu Roh miliknya yang baru saja dirampas oleh Zhao Meng. Batu Roh itu, meskipun kualitas rendah, mengandung energi spiritual padat yang jika diekstrak, pasti akan memberikan hasil yang jauh lebih besar daripada sisa debu pil.

​Namun, ia tahu kondisinya saat ini belum cukup kuat untuk membalas dendam. Melawan Zhao Meng yang berada di Tahap 3 Pengumpulan Qi sama saja dengan bunuh diri. Ia butuh lebih banyak "bahan bakar".

​Lin Tian kemudian teringat satu tempat: Tumpukan Limbah Alkimia di belakang Paviliun Pengobatan. Di sana, para murid alkimia membuang ribuan kegagalan mereka setiap harinya. Bagi orang lain, itu adalah tumpukan sampah beracun. Tapi bagi Lin Tian, itu adalah tambang emas.

​Tanpa memedulikan hujan yang mulai mereda menjadi rintik-rintik, Lin Tian menyelinap keluar dari gubuknya. Ia bergerak seperti bayangan di antara barisan rumah murid luar, menghindari patroli penjaga malam.

​Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, ia sampai di sebuah area yang berbau tajam dan menyengat. Di depannya, terdapat gundukan hitam besar yang terdiri dari sisa-sisa tanaman obat yang terbakar dan pil-pil gagal yang hangus.

​"Mari kita lihat seberapa cepat aku bisa mendaki," Lin Tian menjulurkan kedua tangannya ke arah tumpukan limbah tersebut.

​[Mendeteksi material limbah dalam jumlah besar. Memulai Ekstraksi Massal...]

​[Ding! Berhasil mengekstrak 1 tetes Qi murni!]

[Ding! Berhasil mengekstrak 1.5 tetes Qi murni!]

[Ding! Berhasil mengekstrak Esensi Tanaman Hijau (Level Rendah)...]

​Untaian energi hangat mulai mengalir deras ke dalam tubuh Lin Tian. Dantian-nya yang bocor perlahan-lahan diperkuat oleh sistem, memaksa energi itu untuk tetap berada di dalam. Tekanan di dalam tubuhnya meningkat.

​BOOM!

​Sebuah getaran halus keluar dari pori-pori tubuhnya, membawa keluar cairan hitam berbau busuk. Itu adalah kotoran dari sumsum tulangnya yang dikeluarkan.

​[Selamat! Inang telah menerobos ke Tahap 2 Pengumpulan Qi!]

​Lin Tian membuka matanya yang kini bersinar terang di kegelapan malam. Hanya dalam satu malam, ia telah mencapai apa yang gagal ia lakukan selama satu tahun terakhir.

​Namun, kegembiraannya terhenti ketika ia mendengar suara langkah kaki mendekat dari arah Paviliun Pengobatan.

​"Siapa di sana? Siapa yang berani mencuri di area limbah malam-malam begini?" sebuah suara berat dan penuh wibawa terdengar.

​Lin Tian membeku. Itu bukan suara murid biasa. Itu adalah suara salah satu pengawas paviliun. Jika ia tertangkap memiliki "kekuatan aneh" ini, hidupnya akan berakhir di meja eksperimen para tetua sekte yang haus akan rahasia.

​Ia harus pergi, dan ia harus pergi sekarang. Namun, sebelum ia melompat ke balik semak-semak, sistem memberikan satu notifikasi terakhir yang membuatnya terpaku.

​[Ding! Mendeteksi keberadaan fragmen memori di dekat lokasi. Inang Lin Chen terdeteksi dalam catatan sejarah area ini. Apakah Anda ingin mengekstrak informasi?]

​Lin Chen? Sosok jenius legendaris itu pernah di sini?

​Lin Tian mengepalkan tangannya. Nama itu... nama yang selalu dibisikkan dengan rasa hormat dan ketakutan di klannya, sekaligus nama yang membuat ayahnya diasingkan. Tanpa ragu, Lin Tian memberikan perintah dalam hatinya:

​"Ekstrak!"

Bab 3: Bayangan Masa Lalu dan Teknik Sembilan Siklus

​"Ekstrak!" seru Lin Tian dalam hatinya.

​Seketika, seberkas cahaya keperakan yang tak kasat mata oleh orang biasa melesat dari salah satu pecahan batu pijakan kuno di dekat tumpukan limbah, langsung menembus dahi Lin Tian.

​[Ding! Mengekstrak Fragmen Memori...]

[Proses: 10%... 50%... 100%. Selesai!]

​Tepat pada detik sistem menyelesaikan tugasnya, sebuah bola cahaya api sebesar kepala manusia melayang ke udara, menerangi seluruh area pembuangan. Cahaya itu berasal dari telapak tangan seorang pria paruh baya berjubah hijau kusam—Pengawas area Paviliun Pengobatan.

​"Siapa tikus kecil yang berani mengais di sini?!" bentak pria itu, matanya memindai sekeliling bak elang mencari mangsa.

​Namun, berkat terobosan ke Tahap 2 Pengumpulan Qi dan pembersihan sumsum tulang yang baru saja ia alami, tubuh Lin Tian terasa seringan kapas. Otot-otot kakinya bereaksi sebelum otaknya sempat berpikir. Ia melesat ke dalam bayang-bayang pepohonan lebat di pinggir tebing, menyembunyikan napas dan detak jantungnya.

​Pengawas itu mendengus kasar saat tidak menemukan siapa pun. "Hmph, pasti hanya rakun roh liar." Ia mengibaskan tangannya, memadamkan bola api, lalu berbalik kembali ke paviliun.

​Di balik rimbunnya semak berduri, Lin Tian menghela napas panjang, membiarkan tubuhnya merosot ke tanah yang lembap. Jantungnya berdebar kencang. Perbedaan kekuatan antara dirinya dan pengawas itu terlalu jauh; satu tamparan saja bisa membuat kepalanya hancur.

​Setelah memastikan situasi benar-benar aman, Lin Tian tidak kembali ke gubuknya yang hancur. Ia menuju sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik air terjun kering di Puncak Belakang, tempat rahasia yang sering ia gunakan untuk berlatih dan menyembunyikan diri dari penindasan murid lain.

​Begitu duduk bersila di atas batu datar di dalam gua, Lin Tian menutup matanya dan memanggil sistem.

​"Sistem, tampilkan fragmen memori yang baru saja diekstrak."

​[Menampilkan Fragmen Memori: Jejak Lin Chen]

​Tiba-tiba, kesadaran Lin Tian ditarik ke dalam sebuah ilusi ruang yang hampa. Di depannya, pemandangan tumpukan limbah alkimia kembali muncul, namun suasananya terasa berbeda—lebih kuno, dan pepohonan di sekitarnya tampak belum tumbuh terlalu lebat. Ini adalah kejadian puluhan tahun yang lalu.

​Berdiri di tengah hujan lebat, sesosok pemuda tegap dengan jubah putih bersih yang sangat kontras dengan lingkungan kotor di sekitarnya. Wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup kabut spiritual, namun aura arogan dan dominan memancar kuat dari setiap inci tubuhnya.

​Lin Chen. Jantung Lin Tian berdegup kencang melihat legenda hidup klannya.

​"Teknik Pengumpulan Qi Sekte Awan Azure ini hanyalah sampah," suara pemuda dalam memori itu bergema, penuh dengan nada merendahkan. "Mengalirkan Qi melalui tiga meridian utama terlalu lambat dan membuang terlalu banyak esensi alam."

​Dalam ilusi itu, Lin Chen mengangkat satu jari, dan seketika pusaran angin kecil terbentuk di ujung jarinya.

​"Jika kau ingin menelan langit, kau tidak bisa mengunyahnya pelan-pelan. Kau harus merobeknya," lanjut bayangan itu, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri atau mungkin mencatat pencerahannya. "Sembilan meridian tersembunyi... buka secara paksa, putar arah alirannya. Sakitnya memang bisa menghancurkan tubuh fana, tapi inilah jalan sesungguhnya."

​Bayangan Lin Chen kemudian duduk bersila dan mulai mendemonstrasikan sebuah ritme pernapasan yang aneh. Setiap tarikan napas terdengar seperti auman pelan binatang buas, dan setiap hembusan melepaskan kabut putih yang sangat padat.

​[Ding!]

[Sistem telah menganalisis peragaan dalam memori.]

[Berhasil mengekstrak: 'Metode Pernapasan Sembilan Siklus Pemecah Surga' (Versi Tidak Lengkap)]

[Peringatan: Teknik ini sangat kejam terhadap tubuh Inang. Membutuhkan fisik yang kuat agar meridian tidak meledak.]

​Ilusi itu memudar, mengembalikan kesadaran Lin Tian ke dalam gua yang gelap dan dingin. Keringat dingin membasahi punggungnya. Hanya dengan melihat peragaan itu saja, ia bisa merasakan tekanan spiritual yang mengerikan.

​"Metode Pernapasan Sembilan Siklus..." gumam Lin Tian.

​Sekte Awan Azure, bahkan bagi murid inti sekalipun, hanya memberikan teknik pernapasan tingkat rendah yang lamban. Teknik yang ditinggalkan Lin Chen ini, meski tidak lengkap, jelas berada di tingkatan yang jauh lebih tinggi. Dan Lin Tian tahu persis mengapa Lin Chen repot-repot menyembunyikan jejak pencerahannya di tempat pembuangan sampah—untuk menghindari mata-mata dari para Tetua Puncak yang iri akan bakatnya.

​Lin Tian mengepalkan tangannya. Meskipun sistem memperingatkan bahwa teknik ini berbahaya bagi fisiknya, ia tidak peduli. Ia sudah terbiasa dengan rasa sakit. Akar spiritualnya yang cacat membuatnya harus mengambil jalan ekstrem jika ingin mengejar ketertinggalan. Terlebih lagi, ia baru saja melewati proses pembersihan sumsum tulang, membuat fisiknya sedikit lebih tangguh dari murid Tahap 2 biasa.

​Mengabaikan hawa dingin gua, Lin Tian mulai mencoba ritme pernapasan yang ia lihat dalam memori.

​Satu tarikan panjang... tahan... paksa masuk ke meridian tersembunyi di dada...

​"Urgh!"

​Baru pada siklus pertama, Lin Tian memuntahkan seteguk darah. Rasanya seolah ada ribuan jarum panas yang ditusukkan ke dalam pembuluh darahnya secara bersamaan. Meridian di dadanya menonjol keluar, berdenyut mengerikan di balik kulit pucatnya.

​[Peringatan! Kerusakan jaringan meridian terdeteksi!]

​"Diam!" geram Lin Tian di sela-sela gigi yang terkatup. "Jika aku mati di sini, aku memang hanya pantas menjadi sampah!"

​Ia memusatkan sisa Qi murni dari ekstraksi limbah alkimia tadi untuk melapisi meridiannya, melindunginya dari kehancuran total sembari terus memaksakan putaran kedua dari teknik pernapasan itu.

​Udara spiritual di dalam gua kecil itu tiba-tiba tersedot ke arah Lin Tian bagai air pusaran kecil. Berbeda dengan teknik biasa yang menyaring energi pelan-pelan, Teknik Sembilan Siklus menyedot segalanya secara brutal. Energi spiritual alam, udara dingin, kelembapan air—semuanya ditarik masuk.

​Dan di sinilah kehebatan Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi bersinar. Saat energi alam yang bercampur aduk dan kotor itu masuk ke dalam tubuhnya secara paksa, sistem secara otomatis mengekstrak ampasnya, menyisakan hanya untaian Qi murni keemasan yang langsung mengisi dantian-nya dengan kecepatan mengerikan.

​Satu jam berlalu. Tiga jam. Lima jam.

​Ketika fajar mulai menyingsing dan sinar matahari pagi menyelinap masuk ke dalam mulut gua, Lin Tian membuka matanya. Sebuah kilatan cahaya emas melintas di pupil hitamnya.

​Aura di sekujur tubuhnya meledak sesaat, menghancurkan bebatuan kecil di sekitarnya menjadi debu.

​Tahap 3 Pengumpulan Qi!

​Dalam satu malam, ia melompati dua tahap sekaligus. Sesuatu yang bahkan jenius sekte butuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapainya. Aroma darah kering yang menempel di bajunya tidak menutupi senyum dingin yang kini terukir di wajahnya.

​"Zhao Meng," Lin Tian berdiri, sendi-sendi tulangnya berderak nyaring seperti petasan kecil. "Batu Roh milikku tidak murah untuk disewa semalaman."

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!