'' Tak ada yang benar-benar siap menghadapi kejutan takdir ,
semua orang tengah berlomba-lomba untuk meraih takdir terbaik-Nya ''
..._ Rohati nur humaira _...
Rayhan Malik Arsyad tak pernah menyangka orangtuanya akan menjodohkannya dengan Nashwa Akila cinta pertamanya semasa kuliah dimesir
Semua terasa seperti mimpi indah .
Sehari Sebelum pernikahannya , ia masih yakin bahwa hidupnya akan sempurna bersama nashwa akila , cinta pertamanya ,
Namun dihari yang seharusnya penuh bahagia , nashwa memilih pergi meninggalkan pelaminan demi menjemput mimpinya dinegeri jiran .
Ditengah kehancuran itu , Yumna arumia khalisa hadir bukan sebagai tamu biasa, melainkan sebagai pengganti , dipaksa keadaan dan dipaksa takdir .
Dengan satu Lafaz ijab qabul , segalanya berubah .
'' Mereka tak saling memilih takdir namun dalam 365 hari ,
Cinta , luka , dan kehilangan akan menuliskan kisahnya tersendiri '' .
Langit siang itu nampak muram , seolah ikut menyaksikan sebuah pernikahan yang tidak pernah direncanakan ,
Aula besar yang semula dihias megah untuk menyambut kebahagiaan , kini dipenuhi bisik-bisik penuh tanda tanya ,
Rayhan duduk kaku dihadapan penghulu , wajahnya pucat , tatapan matanya kosong ,
Nama nashwa masih terngiang didalam kepalanya , cinta pertamanya yang seharusnya kini duduk disisinya , namun kursi pengantin perempuan itu kosong , kosong seperti hatinya saat ini .
''Rayhan ''suara ayahnya dengan tegas menekan yang bernama hamzah ar-rasyid sedangkan ibunya bernama salma hanan .
''Acara harus tetap berjalan Nashwa sudah memilih jalannya , dan kau tak boleh mempermalukan keluarga '' ucap pa hamzah
'' tapi abi , aku gak bisa menikah dengan yumna'' suara rahyan dengan sendu
'' kami mohon nak , Menikahlah dengan yumna , tidak ada pilihan lain , mungkin ini semua sudah takdir , para tamu pun sudah banyak yang hadir , abi mohon nak .'' titah sang ayah tersebut
Rayhan menunduk , kata-kata itu seperti belati yang menusuk jantungnya , bagaimana mungkin ia melupakan nashwa begitu saja , gadis yang ia cintai sejak dahulu , bahkan ia masih berharap nashwa kembali lagi suatu saat nanti .
Lalu pandangannya menoleh menatap sosok perempuan yang kini duduk dikursi pengantin ,
Gadis itu terlihat kaku , matanya memandang rayhan dengan ragu , bahkan nyaris ketakutan ,,
ia tak pernah membayangkan akan berada diposisi ini , dijadikan pengganti hanya karena kebetulan hadir sebagai tamu ,
'' Sejauh manapun kamu melangkah garis akhirnya adalah takdir ,
sebab jika itu takdirmu , ia kan menemui jalannya menemukanmu ,
meski ratusan kalipun kamu menolak , takdir tetaplah pemenangnya . ''
_ Rohati nur humaira _
Penghulu membuka dokumennya , suasana kian hening ,
Semua mata tertuju pada rayhan menanti kata-kata yang akan saling mengikat keduanya .
Rahyan menarik Nafas dalam hatinya kian berat , jantungnya berdetak cepat , ia tahu sekali kata itu terucap , maka tak ada jalan kembali .
kini tangan rayhan sedang berjabatan dengan ayah dari yumna yaitu bernama Hafidz Ramzi dan ibunya bernama Rania safiyah disampingnya
suasana hening sejenak dan penuh haru, Rayhan menggenggam tangannya erat , berusaha menahan gemetar , dengan suara bergetar dan lantang ia akhirnya mengucapkan ,
'' Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur waradhiitu bihi , wallahu waliyyu taufiq''. ucap rayhan dengan lantang .
Detik itu juga , yumna resmi menjadi istrinya bukan nashwa , bukan cinta pertamanya melainkan teman yang bahkan tak pernah ia bayangkan menjadi pendamping hidupnya ,
Yumna menunduk semakin dalam , hatinya bergetar hebat , ia tak pernah membayangkanakan menikah dengan cara seperti ini , tanpa persiapan dan keadaan yang memaksa , ia memang jatuh cinta pada sosok rayhan sedari dulu hingga saat ini , ia selalu mendoakan kebaikan untuk rayhan bahkan meminta pada sepertiga malamnya , setiap sujudnya ia menyebut nama rayhan ,
Namun ketika allah swt mengabulkannya , Rayhan kini telah sah menjadi suaminya , tetapi semua tidak berjalan seperti harapannya , menikah dengan keadaan terpaksa dan menjadi sebagai pengganti ,
Abi rayhan menepuk bahunya pelan , '' ingat nak , kamu telah resmi menjadi suaminya , belajarlah mencintainya dan bahagiakanlah dia , jangan membuat kami bahkan allah swt kecewa ''
Rayhan menunduk diam, tatapannya kosong menatap jemari sendiri,
Kini cincin itu telah melingkar dijarinya, sampai detik ini ia masih merasa seperti mimpi, mimpi yang bahkan tak pernah terbayangkan sedikitpun,
Menikah dengan laki-laki yang sempat ia kagumi dalam diam namun dengan cara yang tak pernah terpikirkan dan tak ia sangka,
Dan Menjadi seorang pengantin pengganti,
Rayhan tak pernah mengerti bahwa nashwa meninggalkannya begitu saja tepat dihari pernikahan mereka,
Bisikan demi bisikan membuat suasana semakin memanas
Sesi foto dimulai, rayhan dan yumna berdiri berdampingan didepan pelaminan itu, Namun suasana diantara keduanya terasa begitu asing,
"tolong lebih dekat lagi mas mba" titah fotografer yang mengarahkan
Rayhan terdiam sesaat dan bergeser pelan, jarak mereka kian dekat, arahan demi arahan telah mereka tunaikan seperti fotografer yang mengarahkan .
Sesaat setelah sesi foto selesai, rayhan memilih keluar dari aula,
Ia berdiri dibalkon sambil menatap langit mendung, angin sore menerpa wajahnya pelan,
Mencoba menenangkan hatinya yang sudah sangat kacau
Rayhan fokus dengan lamunannya hingga tak Ia sadari sudah ada sosok disampingnya yang ia sangat hormati yaitu uminya
"Han, kenpa disini, yumna sendirian dipelaminan, masih banyak tamu juga nak" ucap uminya dengan mengusap pelan pundaknya sedangkan rayhan tersentak kaget
Rayhan menghela nafasnya kasar,
"Umi, kenapa semua bisa begini, kenapa nashwa ninggalin aku dan pernikahan ini?" lirih rayhan dengan memeluk uminya
"Nak setiap takdir allah itu baik, mungkin memang yumna jodoh dunia akhiratmu, biarkan nashwa pergi ikhlaskan dia dan bahagiakanlah yumna nak" ucap uminya
"bagaimana aku bisa mencintai yumna umi sedangkan aku sangat mencintai nashwa, umi tahu betul bagaimana perjuanganku dahulu dan ternyata umi dan abi menjodohkan kami, umi tak ada terlintas sedikitpun dihatiku untuk mencintai yumna umi" rintih rayhan
Dan Perjalanan mereka dimulai dari sini...
Malam itu kediaman keluarga rayhan masih ramai dengan tamu yang berdatangan memberikan selamat bahkan doa-doa pun mereka panjatkan ,
Kini rayhan berdiri disamping yumna wajahnya datar bahkan sekedar senyum tipis pun tak ia berikan , setiap kali orang menyalami ia akan menjawab dengan sesingkat-singkatnya .
Beberapa jam kemudian tamu-tamu mulai berkurang ,rumah yang tadinya ramai kini berubah sepi dan kini tersisa keluarga inti saja .
''Rayhan , Yumna '' ucap seorang yang berkata lembut yang tak lain adalah ibunya rayhan
'' mulai malam ini belajarlah untuk saling memahami meskipun semua ini terjadi begitu cepat , namun jodoh,rezeki, maut itu kuasa-Nya , belajarlah untuk saling menerima bukan sebagai teman lagi melainkan sebagai suami istri '' jelas salma hanan
'' Nak rayhan , selama ini hubungan kita baik , bahkan om menganggap kamu seperti anak om sendiri , yumna sangatlah berharga dikeluarga kami yang sederhana ini , dan kamupun tahu itu , nak rayhan saya mohon , jika suatu saat nanti kamu belum bisa menerimanya juga , maka pulangkanlah yumna dengan cara baik-baik , meski pernikahan kalian terjadi karena terpaksa , kami dengan senang hati bahkan penuh cinta akan menerima yumna kembali , karena suatu hal yang berharga akan tetap berharga dihati kami '' jelas ayah Hafidz
'' Om saya gak tau kedepannya seperti apa , tapi saya akan berusaha semampu saya '' tutur rayhan dan ayah hafidz pun mengangguk
'' mulai sekarang jangan panggil kami om tante lagi , tapi ayah dan bunda '' titah rania safiyah dan rayhan pun mengangguk
Setelah semua usai akhirnya mereka kembali ke kamarnya masing-masing ,
Rayhan dan yumna kini memasuki ruangan yang telah dihias menjadi kamar pengantin ,
rayhan melangkah memasuki ruangan yang hening namun sunyi itu, diikuti yumna dibelakangnya ,
Rayhan duduk ditepi ranjang , melepas jasnya dengan gerakan perlahan , sedangkan yumna berdiri kikuk didekat pintu dengan menggenggam erat kerudungnya ,
Keheningan itu pecah ketika rayhan berkata lirih '' Yumna kita harus bicara '' ungkap rayhan dan yumna pun mengangguk sambil tersenyum
'' pernikahan kita memang terpaksa , namun yumna saya tidak mau bermain-main dalam pernikahan ini , kita bisa saling berusaha menerima pernikahan ini seperti pasangan suami istri pada umumnya , tapi yumna ada yang harus kamu ketahui '' jelas rayhan
'' apa itu ray ? '' tanya yumna dengan gelisah
'' aku masih mencintai nashwa dan masih berharap ia kembali padaku entah kapanpun itu , aku berharap jika nashwa kembali nanti maka kembalikanlah nashwa ke posisi yang kamu miliki saat ini yaitu menjadi istriku , mungkin ini terkesan egois tapi yumna kau tahu dari dulu nashwa adalah alasanku meraih segala mimpiku ''. jelas rayhan panjang lebar dengan mata yang berkaca-kaca
'' Ray memang ini menyakitiku tapi saat ini aku sudah menjadi istrimu, sudah tugasku menjalankan perintahmu , jika keputusanmu seperti itu maka aku akan berusaha ridho , tapi satu hal yang harus kamu tahu ray , aku tak ingin dipoligami , jika saat itu tiba maka lepaskan dan ikhlaskanlah aku dengan keridhoanmu tanpa penyesalanmu sama seperti aku meridhoi keputusanmu itu '' . ucap yumna dengan mata yang berkaca-kaca juga
'' baiklah yumna , kita jalani pernikahan ini sesuai semestinya , maap mungkin aku banyak kekurangan , tapi aku akan berusaha semampuku , dan aku harap kamupun begitu '' lirih rayhan
'' terimakasih ray , kamu sudah menerimaku dan keluargaku meski tak ada cinta darimu untukku , kalau gitu aku izin kekamar mandi untuk membersihkan diri ''kata yumna dan rayhanpun mengangguk ,
Yumna melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi ketika ia tiba dikamar mandi ia menutup pintunya dan menangis sejadi-jadinya .
Sedangkan rayhan tampak mengusap wajahnya dengan gusar ia pun menangis meratapi semua yang telah terjadi ..
'' maaf yumna , tapi inilah kenyataannya aku tahu sebenarnya kau mencintaiku tapi aku sangat mencintai nashwa '' lirih rayhan dengan sendu
Dan dibalik semua luka itu , tanpa mereka sadari 365 hari kebersamaan mereka dimulai .
'' Tak ada yang lebih indah dari sebuah takdir ,
kecuali bersanding dengan seseorang yang kita cintai dan
allah swt pun meridhoinya '' .
_ Rohati nur humaira _
Hari-hari pertama pernikahan mereka dimulai dengan suasana yang jauh dari kata hangat , keluarga besar sudah berkumpul diruang makan untuk menyantap sarapan , abi dan uminya rayhan duduk dikursi utama , begitupun dengan yumna dan rayhan beserta orangtuanya yumna ,
'' Allhamdulillah wa syukurillah akhirnya keluarga kita semakin lengkap ya bi '' ucap uminya rayhan pada suaminya
'' iya mi allhamdulillah , berarti tinggal cucu mi , mudah-mudahan allah swt menyegerakan dengan secepat mungkin '' tutur abi hamzah
'' aamiin , mudah-mudahan cucu kita otw ya '' tutur ayah hafidz
'' kalian tidak menundanya kan nak ? '' tanya bunda rania
'' tidak , kami tidak menundanya , in syaa allah kami akan berikhtiar semampu kami ''. jelas rayhan
'' Allhamdulillah '' serentak
Suasana pun tampak canggung setelah pembahasan itu , sedangkan rayhan dan yumna hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar ,
pernikahan mereka memanglah terpaksa tapi mereka tetap menjalankannya seperti pasangan suami istri lainnya .
saling menjalankan kewajibannya .
Setelah sarapan usai , keluarga satu persatu meninggakan meja , tinggallah rayhan dan yumna yang masih duduk bersebelahan , sunyi dan terasa menyesakkan .
yumnapun akhirnya memberanikan diri berkata pelan '' Aku tahu ini sulit untukmu ray , tapi aku juga tidak meminta lebih , aku hanya ingin kita bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain , apalagi dihadapan keluarga kita , aku gak mau mereka kecewa atas apa yang terjadi sebenarnya '' tutur yumna dengan lantang dan tegas
'' aku akan berusaha semampuku yumna'' . ucap rayhan
'' baik aku akan berusaha mempercayai ucapanmu '' ucap yumna
Setelah percakapan itu , Rayhan mulai terdiam , ia tak menyangka yumna berani bicara setegas itu , ia biasanya hanya melihat yumna yang lembut dan penurut , ada sesuatu yang berbeda kali ini , sesuatu yang membuat dadanya bergetar ,
yumna adalah seorang gadis lembut namun tegas dan berani , ia anak kedua dari dua bersaudara , abangnya yumna tengah bekerja sebagai seorang mutawwif di madinah , mereka terlahir dari keluarga sederhana namun cukup , usia yumna saat ini 28 tahun sedangkan rayhan berusia 29 tahun dan abangnya yumna bernama Ridwan Ar-Rafiq berusia 31 tahun .
Setelah percakapan itu dan seusai melaksanakan sholat berjamaah , malamnya rayhan terbaring dikamarnya namun matanya menolak terpejam , sedangkan disudut lain , yumna masih berada di mushola , ia memilih menghabiskan waktunya lebih lama sebelum kembali ke kamar mereka ,
Lampu sudah dipadamkan tapi pikiran rayhan justru berputar , ucapan yumna masih terngiang dan membuat dadanya sesak .
Rayhan menarik nafas panjang menutup mata rapat-rapat , ''tidak mudah bagi perempuan seperti yumna menerima keadaan ini'' batinnya , '' dipaksa menikah dengan lelaki yang hatinya masih terikat pada masalalu ,, kalau bukan keberanian , mungkin ia tidak akan menerima pernikahan ini dan menyerah sejak awal'' batinnya kembali
Sedangkan di mushola yumna menengadahkan tangan , suaranya terdengar lirih dibalut untaian sebuah do'a
'' ya allah , jika memang ini sebagian dari takdirmu, maka kuatkanlah aku , ajari aku tentang ikhlas sebagaimana surah al-ikhlas yang tak ada kata ikhlas didalamnya , yaallah sungguh ujian darimu kali ini berat , aku tak tahu kedepannya akan seperti apa , namun ku mohon mampukan aku , jika engkau meridhoi rayhan bersamaku , maka eratkanlah kami hingga jannahmu terasa mudah kami genggam
''. lirih yumna
'' Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ''. (Qs Al-Baqarah [286] )
Beberapa menit setelah yumna selesai dengan segala doanya , ia pun bergegas kedalam kamar
Sedangkan disudut kamar rayhan pun ikut bermunajat berdoa kepada allah swt
'' ya allah sungguh aku memohon petunjukmu , jika naswa bukanlah tulang rusukku , maka jalan mana yang harus aku lalui , sungguh aku sangatlah mencintainya , ia sumber dari segala semangatku meraih impianku , namun jika memang ia tulang rusukku ,maka persatukan kami dalam ikatan halal yang engkau ridhoi meski entah kapanpun itu , aku masih berharap ialah tulang rusukku '' lirih rayhan
''Sudah menjadi sebuah resiko jika kita terlalu berharap kepada manusia yang berakhir sebuah duka ,
Maka untuk menggantikannya
Gantungkanlah harapanmu hanya kepada allah swt pemilik semesta alam ''.
_ Rohati nur humaira _
" Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup,
dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia " .
_Ali bin abi thalib_
Yumna yang mendengar untaian do'a rayhan pun meteskan air matanya dan dadanyapun terasa sesak
'' aku berjanji akan membawa nashwa kembali ray , mengembalikan ia ke tempat semestinya yaitu sebagai tulang rusukmu ''. lirih yumna dalam hatinya yang penuh luka
..."Puncak tertinggi mencintai adalah mengikhlaskan ,...
...Dan puncak tertinggi mengikhlaskan adalah tawakal ,...
...Maka Jadikanlah bentuk cintamu sebagai salah satu bentuk tirakat kepada allah swt"....
..._ Rohati nur humaira _...
Sejak saat itu yumna berusaha mencari kabarnya nashwa melalui temannya yang sedang berkuliah dinegeri jiran tersebut juga meski berbeda universitas bahkan kota dengan nashwa akila
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!