Indonesia
NovelToon NovelToon

BERSINAR DI DUNIA BEASTMAN

DIPERKOSA

Ketika baru bangun, Selina merasa tubuhnya hancur lebur, seolah semua tulang yang ada di tubuhnya lenyap seketika, membuatnya lemas seperti jelly.

“Apa yang sebenarnya terjadi padaku? kenapa tubuhku bisa sesakit seperti ini?”, gumamnya sambil mengusap pinggangnya yang terasa hampir patah itu.

Sambil mengusap pinggangnya, Selina memacu ingatannya mengenai kejadian sebelumnya. Seorang gadis yang baru saja beranjak remaja dan belum pernah berpacaran tiba-tiba mengalami malam panas yang menggairahkan dengan seseorang pria asing yang tidak dikenalnya, membuat hatinya tenggelam dalam pusaran kebingungan yang dalam.

“Siapa pria itu? apa dia disuruh oleh seseorang untuk menculik dan memperkosaku? tapi siapa yang memiliki niat jahat seperti itu padahal seingatku aku sama sekali tak memiliki musuh”.

Selina terus bergumam pelan sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencoba mencermati situasi yang ada sekarang.

Sambil mengernyit menahan rasa sakit di bagian kewanitaannya dan pinggangnya yang terasa ngilu, Selina berusaha untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya di tembok yang ada di belakangnya.

“Dingin dan sedikit lembab. Dimana sebenarnya ini?”, guman Selina mulai merasa sedikit ngeri menyadari dirinya berada di sebuah tempat asing yang tampak seperti berada di alam liar dengan aroma tanah basah yang khas menyeruak masuk kedalam indera penciumannya.

Selina mengerjap beberapa kali ketika ada sebuah sinar menerobos masuk melalui celah-celah daun pohon yang tumbuh subur diluar. Begitu retina matanya sudah bisa mengkondisikan cahaya yang masuk, iapun mulai menyapu semua area disekitarnya, berusaha mencari sedikit petunjuk mengenai keberadaannya saat ini.

Begitu diamati, Selina sadar jika tempatnya berada sekarang bukanlah sebuah rumah tapi lebih mirip seperti sebuah gua dengan mulut gua lebar yang berada tak jauh dari tempatnya duduk sekarang.

Alas tempatnya tidur tadi hanyalah berupa jerami yang dilapisi oleh kulit binatang yang sedikit tebal dan halus, membuat rasa takut dan keterkejutan semakin besar dalam hatinya.

Dijamam modern yang padat penduduk, hampir tidak ada hutan lebat jadi keberadaan gua batu seperti ini bisa dipastikan sangat mustahil ada.

Seandainya ada pun itu merupakan obyek wisata alam dan tempatnya tak mungkin sekecil dan sesepi ini.

Ketika masih dilanda kebingungan, tiba-tiba datang seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahunan berambut hitam legam dan berbadan tegap.

Waja pria tersebut sangat tampan dengan aura dingin yang memikat, membuat Selina terpesona untuk sesaat.

Selina terus mengamati pemuda tampan yang baru saja masuk kedalam gua batu tersebut penuh selidik. Tubuh tegap dengan kulit sedikit kecoklatan akibat banyak melakukan aktivitas diluar ruangan tak membuat wajah tampannya luntur. Warna eksotis tersebut justru membuat penampilannya semakin maskulin

Tubuh bagian atas pria tersebut dibiarkan terbuka dan bagian bawah tubuhnya hanya ditutup menggunakan kulit binatang sebatas betis.

Melihat penampilan pria asing didepannya yang sangat aneh tersebut, kening Selina semakin berkerut dalam karena merasa sangat aneh ada seseorang dijaman modern ini menggunakan pakaian dari kulit binatang yang bahkan terlihat asli, bukan sebuah kulit binatang yang sudah diproses dan dijahit di pabrik pakaian.

Beastman ular yang melihat betina didepannya menatapnya dengan linglung, merasa sedikit aneh. Satu tangannya segera mengeluarkan sepotong besar daging binatang yang masih berlumuran darah dari ruang penyimpanannya dan melemparkan ke hadapan Selina yang langsung spontan bergerak mundur dengan ekspresi ketakutan.

“Apakah pria ini seorang pembunuh berdarah dingin? bagaimana ia bisa memberiku daging segar berlumuran darah seperti ini”, batin Selina ketakutan.

Saat ini yang ada dalam pikiran Selina adalah bahwa dirinya diculik dan dibuang kedalam hutan dan ditemukan oleh suku primitif pedalaman, meski ia sangsi dengan pemikirannya itu tapi hal ini yang paling masuk akal untuk diterima oleh akal sehatnya saat ini setelah melihat pria asing didepannya dan pakaian yang dikenakannya serta pola perilakunya yang jauh dari kata manusia normal yang beradab dijaman modern.

Semua yang melekat pada pria asing itu seperti pola hidup manusia jaman batu yang pernah ia baca di buku sejarah peradaban manusia.

Beastman ular yang melihat wajah betina didepannya tampak ketakutan melihat sepotong daging segar yang dibawanya mengerutkan kening semakin dalam dengan ekspresi rumit.

Sedetik kemudian, seolah teringat sesuatu, ia mengangkat sedikit tangannya dan seketika daging di hadapan Selina diselimuti oleh api, membuat Selina kembali terbelalak, dibuat terkejut oleh tindakan pria asing tersebut.

Selina tertegun, “ Apakah ini sulap?”, batinnya penasaran.

Masih belum menyadari situasi yang tengah menimpahnya ,Selina menatap bara api yang membakar daging dihadapannya. Ketika api padam, aroma daging panggang langsung menyebar.

Pada saat itu Selina yang sudah sangat lapar berusaha maju hendak mengambil daging tersebut, tetapi lupa bahwa daging itu baru saja selesai dipanggang dan seketika kulit jemarinya yang terkena panas melepuh.

Selina menjerit, air matanya langsung mengalir dengan derasnya. Mengingat nasibnya yang terdampar di tempat asing tanpa tahu kenapa ia berada disini padahal sebelumnya ia masih beristirahat diatas ranjang busanya yang empuk setelah selesai menonton drama di laptopnya, ketika terbangun ia langsung dihadapkan pada kenyataan pahit dimana seseorang tengah memperkosanya dan tak membiarkannya lepas hingga ia pingsan karena kelelahan. Dan sekarang ketika ia lapar dan ingin makan, justru ia mengalami kecelakaan yang membuat tiga jarinya melepuh terkena panas.

Memikirkan semua kejadian buruk yang terjadi sebelumnya dan kembali mengingat jika pemuda yang ada dihadapannya adalah pria dari suku primitif yang telah memperkosanya, rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya dan tangisannya pun semakin keras.

Bukan hanya dilecehkan dan dibuat kelaparan, kini bahkan makanan yang tersaji membuat jarinya terluka, membuat hati Selina semakin hancur.

Selina yang masih menangis tiba-tiba terdiam ketika ia merasa jika jarinya yang melepuh terkena panas tiba-tiba terasa dingin, iapun segera menunduk untuk melihat kearah jari tangannya.

Ketiga jari tangannya yang tadi memerah dan melepuh itu kini sudah diselimuti oleh lapisan es tipis dan rasa nyeri akibat luka bakar yang ia rasakan tadi perlahan mulai berkurang. Dengan mata berlinang, ia memandang pria asing yang ada dihadapannya itu dengan ekspresi penuh kesedihan.

Kembali melihat wajah linglung betina didepannya, Beastman ular itupun segera menggerakkan tangannya ke arah dimana daging yang baru terpanggang itu berada dan meletakkan dihadapan Selina, lalu berkata dengan nada dingin: "Betina yang sangat jelek dan bodoh. Ini dagingmu, sudah bisa dimakan".

Setelah berkata demikian, ia langsung berbalik dan keluar dari gua meninggalkan Selina yang masih terdiam ketakutan di ujung ranjang jeraminya.

Begitu pria itu pergi, Selina segera mengambil daging panggang yang sudah didinginkan didepannya dan segera memakannya karena perutnya terus berdemo minta diisi.

Baru saja suapan pertama, ia sudah langsung memuntahkannya. Memang daging itu sudah matang, tetapi rasanya sangat amis dan hambar.

Seumur hidup ini baru pertama kalinya Selina memakan daging yang sangat tidak enak seperti itu, membuat air mata kembali menggenang dipelupuk matanya.

krucukkkk…

Bunyi perutnya menyadarkan Selina jika ia tak bisa memilih. Demi mengisi perutnya dan memiliki tenaga untuk kabur dari tempat terkutuk ini, iapun memaksa dirinya untuk memakannya sampai kenyang sambil menangis.

Potongan daging itu sangat besar dan Selina terus memasukkannya kedalam mulutnya dengan cepat, tak terlalu lama mengunyah dan langsung ia telan sambil menahan rasa mual akibat amis daging yang masih tersisa.

Setelah ia kenyang, masih tersisa

bagian yang cukup besar, Selina segera merobek sebagian jerami dari sarang jerami besar yang dibuat alas tidurnya, kemudian meletakkan daging itu di atasnya.

Baru saja ia selesai meletakkan daging itu, kepalanya tiba-tiba terasa nyeri hebat dan ia kembali jatuh pingsan.

Yang tidak ia sangka, begitu kembali sadar, ia suah berada dalam pelukan panas yang membara, lalu rasa sakit hebat terasa kembali dari tubuh bagian bawah tubuhnya.

Selina terkejut menyadari apa yang sedang terjadi. la menangis dan berusaha melawan, tetapi semua itu sia-sia. Setelah itu. semuanya berlangsung sangat lama, seolah tenaga pria itu tiada habisnya.

Kembali diperkosa, Selina merasa sangat hancur karena tak menyangka setelah lulus kuliah dan baru saja diterima kerja disebuah perusahaan swasta tiba-tiba ia diculik dan dibawah ke tempat asing serta diperkosa berkali-kali.

Selina yang masih belum sadar jika ia sudah tak lagi ada di dunianya hanya bisa menangis sementara beastman ular tersebut terus memacu tubuhnya, menyalurkan birahinya tanpa perduli jika betina yang ada dibawa tubuhnya kembali pingsan akibat kelelahan dan tak kuat menahan rasa sakit yang mendera.

MELARIKAN DIRI

Setelah kembali terbangun dari pingsannya untuk kesekian kalinya, Selina tak lagi bisa menggerakkan badannya dan hanya bisa menangis dalam diam, meruntuki nasib sial yang menimpa dirinya saat ini.

Selina yang tengah menangis tiba-tiba merasa sangat pusing, kedua tangannya spontan mencengkeram kuat rambut hitam panjangnya dengan harapan rasa pusing yang ia rasakan segera reda.

Dikepala Selina tiba-tiba muncul berbagai macam ingatan asing melintas dengan cepat, membuat Selina tanpa sadar mengerang kesakitan sambil lebih menguatkan cengkeraman rambut dikepalanya.

Sejumlah ingatan asing muncul di kepalanya seperti kaset video yang terus diputar tanpa henti. Melalui ingatan tersebut, Selina akhirnya memahami jika sepertinya ia mengalami perpindahan jiwa seperti cerita dalam novel atau serial drama yang pernah ia tonton.

Dari ingatan sang pemilik tubuh Asli yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan dirinya, ia pun mengetahui jika dunia tempatnya sekarang merupakan dunia beastman.

Dunia beastman ini mirip dengan dunia primitif atau jaman batu dimana teknologi tak ada dan semua orang hidup dari alam serta mengandalkan kekuatan yang mereka miliki untuk bertahan hidup.

Tubuh yang Selina tempati saat ini tinggal di sebuah suku kecil yang ada di hutan Sylon bernama suku rubah, tempat dimana keluarga aslinya berada.

Dari ingatan yang didapatnya dapat Selina ketahui jika ia merupakan putri palsu yang selama ini dibesarkan oleh keluarga Sein di kota Raja.

Begitu putri asli mereka yang bernama Arumi datang ke kediaman Sein dan memberikan bukti akan identitasnya sebagai keturunan asli mereka maka dengan kejam Selina didepak dari kediaman keluarga Sein dan dikirim kembali ke suku rubah dimana putri asli mereka dibesarkan dan tumbuh menyedihkan disana.

Didunia para beastman tidak menyukai perempuan yang terlalu kurus. Perempuan yang terlalu kurus dianggap tidak memiliki kemampuan reproduksi. Dan para beastman jantan lebih menyukai perempuan yang berisi, karena itu dianggap sebagai lambang kesehatan dan kemampuan melahirkan yang kuat.

Tubuh yang Selina tempati ini baru saja dewasa ketika ia tiba tak lama di suku rubah dan sudah melalui upacara kedewasaan didalam suku tersebut.

Upacara kedewasaan pada dasarnya dipergunakam oleh para betina yang sudah dewasa untuk memilih suami beastman. Suami pertama sangat penting bagi para betina karena ia harus memiliki kekuatan yang besar agar mampu menekan para suami berikutnya di masa depan dan juga bisa melindunginya dari serangan hewan buas atau beastman pengembara yang ganas.

Sayangnya, tubuh pemilik aslinya terlalu kurus sehingga tidak satu pun beastman jantan tertarik dan mau meminangnya, membuatnya menjadi bahan olok-olokan anggota suku lainnya karena dalam upacara kedewasaan itu hanya Selina saja yang tak mendapatkan pasangan.

Tanpa pasangan dan anggota keluarga yang melindunginya karena begitu tiba di suku rubah, kedua orang tua kandung Selina ternyata sudah meninggal dunia akibat serangan hewan buas dalam acara perburuan suku beberapa waktu sebelumnya, membuatnya harus bergantung pada kebaikan suku yang hanya memberikan sedikit daging setiap hari kepadanya, yang hanya cukup untuk mengganjal perut agar ia tidak mati kelaparan saja tanpa bisa membuatnya merasa kenyang.

Jika ingin makanan lebih banyak maka Selina harus keluar mengumpulkan tumbuhan bersama para perempuan (betina) lain yang ada dalam suku.

Sayangnya, tubuh Selina terlalu lemah sehingga demi mengisi perutnya, iapun bersikeras ikut dalam rombongan pemetik demi bisa mendapatkan bahan makanan tambahan selain jatah daging yang di berikan oleh suku.

Karena kurang makan dan penyakit yang dideritanya sejak lahir, ia tertinggal jauh dan akhirnya tersesat didalam hutan. Tragisnya, tidak ada seorang pun yang menyadari jika dirinya menghilang. Bahkan beastman yang biasa mengirim jatah makanan untuknya atas perintah kepala suku juga tidak sadar bahwa ia tidak ada di rumah.

Sungguh tragis!

Gadis malang ini mati begitu saja, dan setelah itu Selina pun masuk ke dalam tubuhnya yang sayangnya bertepatan pada saat ia baru ditemukan dan dibawa pulang oleh beastman ular yang tengah memasuki masa birahi sehingga begitu Selina dari dunia modern masuk kedalam tubuh Selina yang ada di dunia beastman, adegan dewasa itupun terjadi, menjadi malam pertama yang menyakitkan dan tak bisa gadis itu lupakan begitu saja.

“Jadi aku bertransmigrasi ke dunia beastman ketika tengah tertidur, seperti yang ada dalam novel-novel yang aku baca itu”, guman Selina mulai menemukan benang merah atas kebingungan yang sempat melanda hatinya tersebut.

Tak ingin kembali diperkosa oleh beastman liar yang tadi sempat dilihatnya, Selina yang melihat sisa daging panggang yang sebelum tak habis ia makan masih ada disamping ranjang jeraminya segera mengulurkan tangan untuk mengambilnya.

Dengan penuh tekad Selina berusaha untuk mengunyah daging yang sangat tak enak dan berbau amis itu denga kedua mata berkaca-kaca. Rasa mual akibat rasa amis daging berusaha ia telan sekuat mungkin dan ia pun berusaha sekuat tenaga untuk menelannya karena saat ini ia membutuhkan tenaga untuk melarikan diri dari tempat terkutuk ini.

Begitu daging ditangannya telah habis, Selina yang merasa sudah sedikit bertenaga berusaha untuk bangun dari sarang jerami. Setelah memastikan jika beastman liar tersebut tidak ada, Selina diam-diam melarikan diri.

Berdasarkan ingatan dari sang pemilik tubuh, Selina mengambil jalan kecil tersembunyi untuk pulang.

Selina sama sekali tak mengurangi kecepatannya berlari tanpa sekalipun menoleh ke belakang, menggunakan semua tenaga yang dimilikinya untuk segera tiba di wilayah suku rubah.

Setelah berlari cukup lama, dengan nafas tersengal dan tubuh lemas kelelahan hingga nyaris pingsan, ia pada akhirnya berada di wilayah perbatasan suku rubah.

Melihat aliran sungai, Selina pun kembali berlari menuju pinggir sungai dan segera mengambil satu dauh lebar yang ada di tepi sungai, mengambil air dan segera meminumnya dalam sekali tegukan.

"sangat segar", gumamnya lega.

Setelah meminum beberapa teguk air sungai yang sangat jernih tersebut, tak membuang banyak waktu, Selina pun kembali berlari kecil menuju rumahnya sebelum hari menjadi gelap

Setelah berlari kecil kurang lebih sepuluh menit, Selina pun tiba di rumahnya. Begitu tiba di depan rumahnya, Selina terpaku sesaat.

Mana ada rumah?

Yang ada hanya sebuah gua rusak, dimana di dalamnya hanya terdapat sebuah sarang jerami besar, tidak ada apa pun lainnya.

Air mata Selina tanpa sadar mulai jatuh tanpa henti. la menangis meratapi kemalangan hidupnya dan juga pemilik tubuh asli ini. Hidupnya terlalu menyedihkan dan kini kehidupan menyedihkan itu menjadi miliknya.

Karena terlalu kurus, ia tidak bisa mendapatkan seorang suami beastman, sehingga tidak ada yang melindungi dan memberikan perawatan yang layak untuknya.

Tanpa adanya makanan, bagaimana tubuhnya bisa menjadi gemuk dan sehat? Namun pemilik tubuh ini tak pantang menyerah dan berusaha keras untuk bertahan hidup. Jika tidak,gadis ini tidak akan memaksa dirinya yang lemah untuk ikut kelompok pemetik. Sayangnya, nasib mempermainkannya, dan ia tidak mampu bertahan dan malah tersesat didalam hutan hingga mengalami nasib yang tragis.

“Karena sekarang aku yang menempati tubuh ini maka aku yang akan merubah nasib malang yang melekat di tubuh gadis ini”, guman Selina penuh tekad.

Begitu tekad dibuatnya, Selina pun segera masuk kedalam gua untuk menata tempat tersebut agar layak untuk ia huni dengan menggunakan bahan-bahan yang dimiliki si pemilik tubuh dan beberapa bahan lainnya ia ambil apa yang ada disekitar gua batunya.

Untungnya di dunia aslinya, Selina yang selama kuliah pernah beberapa kali ikut kelompok pecinta alam mendaki gunung dan berkemah di alam liar sehingga mendapati kondisi seperti ini ia tak terlalu kikuk dan dengan cekatan segera merapikan gua batu yang mulai sekarang akan menjadi tempat tinggalnya itu

MENCAPAI BAHAN MAKANAN

Keesokan harinya, Selina yang terbangun dengan perut lapar perlahan bangkit dari ranjang jeraminya dan keluar dari dalam gua.

Begitu tiba diluar gua, Selina meregangkan kedua tangannya dan menghirup nafas dalam-dalam, "Segarnya..", gumamnya dengan kedua mata berbinar cerah.

Selina menarik nafas panjang beberapa kali, berusaha memasukkan udara bersih dan murni kedalam paru-parunya, rasa lelah yang kemarin ia rasakan seolah hilang seketika digantikan oleh rasa segar dan bersemangat.

Didunia modern yang padat penduduk dan penuh polusi, mendapatkan udara sesegar dan pemurnian ini merupakan hal yang sangat langkah sehingga Selina tanpa sadar mulai menghirup udara pagi yang masih terdapat titik-titik embun pagi dengan rakus.

"Baiklah, karena sudah bangun maka sekarang sudah waktunya untuk mencari bahan makanan", ucapnya bersemangat.

Mengingat aliran sungai yang kemarin ia lewati, Selina pun segera berjalan menuju kesana. Sambil berjalan menuju sungai, melihat ada pohon bambu, ia pun segera mengeluarkan pisau batu yang tadi sengaja ia bawa dan memotong satu dan meruncingkan ujungnya agar bisa ia jadikan tombak untuk menangkap ikan di sungai.

Begitu tiba di tepi sungai, kedua mata Selina terbelalak dengan mulut terbuka lebar melihat ikan yang berukuran besar dan gemuk di dalam air yang mengalir, membuat Selina tanpa sadar meneguk ludahnya beberapa kali, membayangkan bagaimana enaknya ikan bakar yang akan dibuatnya nanti.

Ikan-ikan di dunia beastman semuanya berukuran besar dan gemuk. Seekor ikan saja sudah cukup untuk ia makan sepanjang hari.

Melihat bayangannya yang terpantul di permukaan air, Selina menghela napas berat. Meski fitur wajahnya mirip dengan wajah aslinya di dunia modern, tapi kondisinya sangat buruk.

Bukan hanya terlihat kusam, permukaan wajahnya juga sangat kasar karena tak pernah dirawat serta pipinya yang sangat tirus hingga ia terlihat lebih tua dari usianya.

Tubuhnya sangat kurus, hanya menyisakan tulang dan kulit tanpa ada daging, sehingga penampilannya mirip anak yang mengalami gizi buruk.

Krucukkkk...

Perut Selina kembali berbunyi nyaring membuat gadis itu pun segera mengangkat tombak bambu yang baru dibuatnya dan berusaha untuk menghunuskannya ke ikan yang ada didalam sungai.

Beberapa kali Selina berusaha menghunus tubuh ikan tapi gagal, membuatnya sedikit frustasi tapi karena sangat lapar dan ingin memakan ikan yang besar dan gemuk itu, ia pun mengabaikan pakaian dan tubuhnya yang telah basah kuyup, terus menghunuskan tombak bambu ke arah Ikan-ikan yang ada didalam sungai.

Setelah berjuang sangat lama pada akhirnya tombak bambu Selina berhasil menembus tubuh satu ikan yang langsung ia angkat dan jatuhkan ke bebatuan di tepi sungai.

Selina pun segera memukul-mukul tubuh ikan yang masih mengelepar ke batu beberapa kali hingga tubuh ikan tak lagi bergerak. Selanjutnya, Selina pun segera berbaring di atas rerumputan di samping sungai karena kelelahan.

"Uu.. uu... uu...", Selina tidak sanggup menahan tangisnya. Dunia beastman sangat keras, ia yang hanya manusia biasa tanpa kemampuan apapun entah akan bertahan berapa lama didunia yang masih menganut hukum rimba ini.

Melihat bentuk tubuh dan wajah yang sangat mirip, ia sempat berpikir apakah orang dengan nama yang sama dengan dirinya ini adalah leluhurnya atau mungkin salah satu kehidupan masa lalunya sebelum ia berenkarnasi di dunia modern.

Semakin dipikir semakin membuat Selina merasa sedih. Selama ini, dari cerita dan drama yang ia tonton, seseorang akan mengalami transmigrasi setelah mati di dunia asalnya sehingga jiwanya di tarik masuk kedunia lain secara acak dan rata-rata mereka yang mengalami transmigrasi akan mendapatkan cheat atau biasa disebut sistem dan kemampuan ajaib yang tidak dimiliki oleh orang lain. Tapi dirinya, bukan hanya tak memiliki cheat curang itu, Selina juga tak mengetahui apapun mengenai dunia beastman ini karena ingatan dari si pemilik tubuh asli juga sangat minim.

Sebagai betina yang sejak lahir sudah sakit-sakitan, Selina tak mendapatkan perlakuan baik di keluarga Sein karena dianggap sampah yang tak berguna yang tak memiliki nilai untuk keluarga besarnya sehingga ia sama sekali tak pernah keluar dari kediaman, sehingga tak banyak ingatan mengenai interaksi di dunia beastman ini dalam ingatannya.

Karena minim informasi, Selina terpaksa harus mencari tahu sendiri agar ia bisa mendapatkan gambaran untuk bertahan hidup didunia yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup.

krucukkkk…

Bunyi perut menyadarkan Selina dari lamunannya. Ia sekarang sudah berada disini dan mau tak mau ia harus bertahan agar tetap hidup.

Dengan pemikiran seperti itu, Selina pun segera mengusap kasar bekas air mata yang menetes di pipi dan segera bangkit, mengambil seekor ikan yang berhasil ditangkapnya hari ini dan mulai membersihkan sisiknya dan mengeluarkan isi perutnya dan kemudian ia cuci disungai sebelum ikan itu ia bawa pulang untuk dibakar.

Tak lupa Selina mengisi air dalam tabung bambu sebagai persediaan air untuk minum sebelum ia melangkah pergi menuju rumahnya.

Dalam perjalanan pulang, Selina yang berjalan sambil mengamati kondisi lingkungan sekitarnya menemukan sebuah pohon lemon.

"Apakah ini pohon lemon?", gumamnya terkejut.

Setelah satu buah berwarna kuning sebesar telapak tangannya diambil dan ia gigit, kedua matanya menyipit karena rasa asam yang familiar. Sedetik kemudian kedua matanya pun berbinar cerah karena dengan adanya lemon maka ia bisa membuat ikan yang baru didapatkannya tak lagi amis dan juga bisa dipergunakan untuk memarinasi daging agar bau amisnya tak membuat perut mual.

Selina yang sangat gembira mendapatkan buah lemon pun segera memetik beberapa buah dan memasukkannya kedalam kantong kain yang dibawanya.

Ketika mengambil buah lemon yang terjatuh di tanah, tanpa sengaja ia melihat ada daun bawang tumbuh rimbun tak jauh dari ia berdiri.

Melihat rumput yang tumbuh disekitar daun bawang, Selina menduga jika tak ada yang memetik tumbuhan tersebut karena mereka mengira itu hanyalah rumput merasa sangat senang sehingga iapun mengambil semua daun bawang yang ada hingga ke akar-akarnya karena ia berencana untuk menanamnya dihalaman samping rumahnya agar jika memerlukan tanaman tersebut ia tak harus keluar terlalu jauh untuk mencarinya.

Selina mengamati lingkungan sekitarnya lagi, berharap ia bisa menemukan bahan makanan lain yang mungkin bisa ia jadikan bahan makanan.

Krucukkkk...

Mendapatkan kembali alarm dari perutnya, Selina pun bergegas kembali kerumah untuk membakar ikan dan makan, berencana akan melanjutkan pencarian bahan makanan nanti setelah perutnya sudah terisi agar memiliki tenaga lebih untuk berjalan.

Begitu tiba didepan gua batu miliknya, iapun segera membuat api dan menancapkan ikan yang sudah ia tusuk dengan dua bambu di dua sisi dan tubuh ikan sudah ia lumuri lemon dan taburi potongan daun bawang agar rasa amis ikan hilang dan rasanya lebih gurih.

“Sayang aku belum menemukan garam. Jika ada garam, maka rasa makanan akan lebih nikmat lagi", guman Selina bermonolog.

Akhirnya, siang ini Selina bisa memakan makanan normal, membuat ia merasa puas. Setelah menghabiskan satu ikan dan perutnya membuncit, Selina yang kelelahan setelah berjuang keras menangkap ikan di sungai tak menunggu lama segera terlelap begitu tubuhnya berbaring diatas ranjang.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!