Indonesia
NovelToon NovelToon

My Queen

01

" Meera... awas..."

Brugh....

" Aw..."

Plak....." Aduh...mampus deh, bakalan perang dunia ini"

" Aduh....siapa sih naruh tembok di tengah jalan" Ucapan Meera membuat seseorang sekuat tenaga harus membekap mulutnya untuk menahan tawa.

" UPS...kakak pangeran, sorry...Meera ga sengaja" Nymera menundukkan wajahnya menghindari menatap wajah dingin yang berada di hadapannya,siapa yang berani menatap langsung tatapan mata tajam itu, padahal ia tengah berada dalam dekapan pria itu.

" Apakah kau tidak bisa tidak membuat kekacauan se hari saja Hem?" Rafael bertanya dengan nada dingin,khas dirinya.

" Maaf" Dengan wajah menunduk gadis yang di kenal sebagai gadis manja yang hidup dalam gelimang harta, diperlakukan bak putri raja,ia adalah Nymera Elvaretta Lennox, putri dari seorang pengusaha terkemuka di negara tersebut.

Tak memberikan respon apapun dari permintaan maaf Meera,pria yang ia panggil kakak pengeran melepaskan dekapannya dan melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu,di ikuti dua orang laki-laki yang di kenal sebagai sahabat nya.

" Hugh.....Meera...ya Tuhan..kamu itu bikin deg-degan tau ngak sih,sumpah jantung ku serasa mau copot" omel seorang gadis manis bernama Cecilia.

Nymera menatap jengah wajah sahabatnya, menurutnya semua orang terlihat begitu lebay yang terlalu sungkan dan bahkan takut pada pria yang memiliki wajah tampan itu,siapa lagi kalau bukan prince Rafael Benitez,pria yang telah di ketahui oleh semua orang bahwa ia adalah seorang putra mahkota,calon pewaris dan penerus tahta kerajaan di negara tersebut.

" Apasih? sampai segitu nya,kak El aja ga marah" itulah nama yang selalu ia sebutkan untuk memanggil pria yang begitu di segani orang-orang itu.

Nymera memang sangat jarang menyematkan sebutan pangeran saat memanggil atau menyapa pangeran Rafael,hanya saat dalam jamuan resmi atau di depan keluarga besar ia akan menyertakan sebutan pangeran saat berbicara atau memanggil Rafael, selebihnya ia selalu memanggil dengan sebutan kak El atau kakak pangeran, itu karena mereka dekat sejak kecil.

" Tapi kamu sendiri tau kalau pengeran itu adalah orang yang sangat kejam dan arogan" keluh Cecilia.

" Udah deh,ayo buruan ke kantin,aku lapar banget" tak peduli sekitar,itulah sikap asli Nymera,ia hanya terfokus pada dunia nya,di mata orang ia adalah gadis yang sangat beruntung terlahir dari keluarga kaya raya dan seorang anak tunggal, terlebih orang - orang mulai sedikit mendengar desas desusnya tentang ia adalah calon istri pangeran Rafael.

Yang tak pernah orang tau,pada kenyataannya ia adalah anak yang sering merasa kesepian karena orang tuanya yang sibuk dengan urusan bisnis mereka, hampir selalu melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara, walaupun ia tau kedua orang tuanya memang sangat menyayangi nya,dan juga ia yang harus merelakan sebagian waktunya untuk belajar tentang menjadi seorang ratu.

Nymera sudah di haruskan belajar tentang kehidupan istana, bagiamana sikap seorang ratu menghadapi tamu negara, bagaimana cara menghadapi rakyatnya dan masih banyak lagi lainnya yang harus ia pelajari, namun gadis muda itu tak pernah mengeluh, baginya asalkan pada akhirnya ia akan bersama kakak pengeran nya,maka semua itu tidak akan berat untuk nya.

" Meera... bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita jalan,aku lihat di media sosial ada beberapa model dress terbaru lagi di brand langganan kita" Cecilia juga berasal dari keluarga kaya, kehidupan mereka benar-benar di kelilingi oleh uang.

Tak langsung menjawab,Meera terdiam sejenak " tapi aku akan ada les sore ini, seperti nya aku ga bisa deh,besok aja gimana?" Wajah cantik nya terlihat begitu menyesal karena tak bisa ikut ajakan sahabat nya.

" Tapi, bukan nya doi lagi di luar negeri Ya? "

Meera mengangguk " Udah balik,ke sana kan cuma buat urusan bisnis aja"

" Wah...ada yang bahagia banget dong ya, belahan jiwa nya udah kembali,ga LDR lagi" Cecilia selalu suka menggoda Nymera, sahabatnya itu terlalu pemalu untuk seorang gadis yang kesehariannya selalu terlihat bar-bar dan manja.

Hampir seluruh isi sekolah itu tau tentang perasaan Meera terhadap prince Rafael, Meera secara terang-terangan menunjukkan perasaan nya.

Seperti biasa, Meera akan langsung tersipu dengan wajah yang terlihat memerah,ia akan selalu tersipu saat seseorang menggodanya tentang Rafael, entah mengapa ia merasa begitu sangat menyukai dan mengagumi sosok tampan, dingin nan tegas itu,namun padanya Rafael selalu bersikap dan berucap lembut,belum pernah sekalipun pria yang terkenal minim ekspresi itu memperlakukan nya secara kasar, walaupun di luar Rafael terlihat begitu cuek padanya.

Rafael bahkan tak pernah menegurnya saat ia memanggil nya kakak pangeran atau kak El, bahkan sang pangeran itu akan menegur pengawal nya jika mereka menegur Meera karena panggilan nya yang menurut garis keturunan kerajaan itu kurang menghormati nya.

" Jangan pernah kalian berani menegur nya tentang panggilannya pada ku, terlebih kalian memperlakukan nya secara kasar,maka aku sendiri yang akan memberikan hukuman untuk kalian,dia adalah wanita yang telah dipilih untuk menjadi ratu negara ini di masa depan"

Itulah teguran keras yang pernah Rafael lontarkan pada pengawal kepercayaan nya, bahkan Rafael juga mengatakan pada kedua orang tuanya bahwa ia merasa nyaman dan suka saat Meera memanggil begitu,ia bisa merasakan bahwa mereka telah begitu dekat.

" Biarkan seperti mau nya dia, agar hubungan kami seperti hubungan pasangan lainnya di luar sana, bukan seperti hubungan pasangan di kerajaan yang terlalu banyak batasan"

Itulah yang Rafael sampaikan pada kedua orang tuanya,hal itu membuat kedua orang tuanya semakin merasa yakin dengan keputusan yang mereka ambil,yaitu tentang perjodohan sang putra dengan putri sahabat sekaligus rekan bisnis mereka.

**

" Jemputan ku sudah datang,aku duluan ya,kamu tidak mau bareng dengan ku?" Meera melihat mobil jemputan nya sudah menunggu nya di depan lobby sekolah nya.

Cecilia menggeleng" itu mobil ku juga sudah datang " tunjuk Cecilia ke arah mobil berwarna putih yang tengah memasuki gerbang sekolah.

Meera mengangguk sambil melambaikan tangannya sebelum memasuki mobilnya" By...aku duluan ya" .

" By... jumpa lagi besok" Cecilia membalas lambaian tangan Meera dengan wajah cerianya, keduanya adalah siswi favorit di sekolah menengah pertama milik yayasan kerajaan itu,namun tak banyak yang berani mendekati mereka,dan banyak juga yang merasa tak menyukai dua gadis cantik itu, mereka menganggap keduanya adalah gadis manja dan angkuh.

Terlebih mereka mulai mendengar tentang desas desus Meera yang telah di pilih oleh raja dan permaisuri sebagai calon menantu mereka,yaitu calon istri dari putra mahkota.

prince Rafael Benitez.

02

" Meera semakin lama semakin cantik ya,kau tak merindukan nya? sudah hampir satu bulan kalian tidak pernah bertemu" Damares bertanya pada pangeran Rafael, Damares adalah calon asisten pribadi nya sekaligus sahabat nya,ia adalah putra dari salah satu pejabat penting kerajaan, sedangkan Alexander memilih diam,ia tak terlalu suka mencari masalah dengan sahabatnya itu.

" Kalau kau berani menatap nya lagi lebih dari lima detik akan ku pastikan bola mata mu itu akan berpindah dari tempatnya" bukan nya menjawab, Rafael justru memberikan sebuah ancaman yang bahkan sahabatnya itu tak pernah menduganya, Alexander mengulum senyum, sedangkan Damares memutar bola matanya.

Damares menatap cengo wajah dingin sahabat sekaligus pangeran nya " maafkan saya pangeran,saya salah" dengan cepat Damares mengubah nada bicaranya ke mode resmi,belum tau apa yang membuat mood tuan muda nya buruk, yang pasti ia tau tuan mudanya itu sedang tak bisa di ajak mengobrol santai, terlebih bercanda.

" Siapkan kuda,aku ingin berkuda dan aku ingin sendiri" Rafael memberikan perintah.

" Baik yang mulia " dengan patuh Damares menjalankan perintah sang pangeran,sejak kepulangan mereka dari luar negeri, pangeran nya itu terlihat gelisah dan tertekan,dan ia akan mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Sedangkan di Bandara internasional negara tersebut, wartawan terlihat begitu antusias tengah meliput sebuah berita tentang kepulangan putri dari salah satu pengurus kerajaan, seorang wanita anggun yang di kenal pintar dan berprestasi di bidang seni.

Dia Camelia,gadis yang terlihat begitu anggun,lembut dan dewasa, pembawaan nya begitu tenang sehingga membuat banyak mata yang menatapnya kagum dan memujinya, terlebih di ketahui ia dekat dengan pangeran Rafael,putra satu-satunya raja negara tersebut.

Hampir semua stasiun televisi menayangkan tentang kepulangan nya dan mengaitkan nya dengan sang calon raja negara itu, bagaimana tidak, kepulangan keduanya hanya terpaut dua hari saja, terlebih banyak foto-foto yang menampilkan kedekatan mereka saat sang pangeran berada di luar negeri.

Semua berita itu tak luput dari perhatian Nymera,gadis belia itu merasa tidak nyaman,hatinya merasa sangat tidak terima, dengan hati kesal ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

📱"- Halo..kakak apakah semua berita di televisi dan media sosial itu benar?" tanya Meera to the point,ia gadis yang tak pandai berbasa-basi, sikapnya memang terlihat begitu kekanakan dan manja.

📱" - Kau menghubungi ku hanya untuk menanyakan hal itu? " bukan nya menjawab, yang di tanya justru bertanya balik.

📱-" Tapi...." belum selesai Meera bicara.

Tut..Tut..Tut..

panggilan terputus, dan dari pihak seberang sana lah yang memutuskan nya,hal itu membuat Meera terdiam seraya menatap ponselnya, matanya berkaca-kaca di sertai wajah sendu.

" Kamu jahat kak,selalu jahat padaku" gumam nya lirih dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipi mulusnya.

lamunan Meera buyar saat suara sang mama memanggilnya" Meera.. sayang,mobil mu sudah siap" sesuai jadwalnya,sore ini ia di haruskan mengikuti kursus di aula kerajaan.

Meera mengusap kasar wajahnya" ma,boleh ngak Meera izin tidak masuk hari ini? Meera capek " hatinya tengah tidak baik-baik saja,ia merasa tidak mampu untuk melakukan aktifitas apapun dan berharap sang mama memakluminya.

Bagaimana pun,ia masih gadis remaja, usianya baru 15 tahun, pemikiran nya masih labil, walaupun faktanya ia di paksa dewasa dengan berbagai pendidikan di kerajaan yang wajib ia ikuti dan ia merasa mampu melakukan semua itu hanya karena satu alasan,yaitu karena ia merasa mencintai pangeran Rafael dan ia ingin memperjuangkan nya,di luar fakta bahwa mereka memang telah di jodohkan.

Cek lek.... mendengar jawaban sang putri, nyonya Vanessa Lennox membuka pintu kamar sang putri dan melangkah masuk, terlihat Meera yang tengah tidur miring di atas ranjang nya, menatap ke luar jendela.

" Sayang...guru privat kerajaan mengatakan bahwa hari ini kamu akan belajar tata cara menyambut tamu kerajaan, sekaligus belajar bahasa Jerman, bukankah kamu baru menguasai tiga bahasa dan masih harus mempelajari dua bahasa asing lagi" .

nyonya Vanessa terus berbicara seraya berjalan menghampiri ranjang sang Putri" tubuh mu tidak panas,mama akan siapkan pakaian mu,kau bersihkan wajah mu " jika sudah seperti itu,maka artinya Meera tidak di izinkan untuk menolak, terlebih sang mama sudah meraba keningnya untuk memastikan suhu tubuh nya.

Nyonya Vanessa memang sudah sangat hafal cara mengetahui kondisi tubuh sang putri, karena setiap kali tubuhnya merasa tidak nyaman,maka suhu tubuhnya akan naik, maka itu Meera akan sangat sulit membohongi orang-orang terdekatnya tentang kondisi tubuh nya.

" Meera memang tidak sakit ma,tapi lelah, Meera merasa sangat lelah" jawab Meera.

mendengar jawaban sang putri, nyonya Vanessa kembali mendekat dan duduk di pinggir ranjang,di hadapan sang putri.

" Kenapa Hem? apakah karena berita yang tengah viral itu? pangeran Rafael itu calon penerus tahta,maka sudah pasti akan banyak berita tentang nya,kamu tidak perlu memikirkan tentang semua itu,kamu tetap yang akan menjadi ratu nya" bujuk nyonya Vanessa pada sang Putri.

wanita paruh baya itu percaya pada keputusan raja, mereka adalah teman sejak sama-sama menempuh pendidikan di yayasan kerajaan dan di luar negeri, terlebih keluarganya juga selalu menjalin kerjasama dengan pihak kerajaan,dan hubungan mereka juga sangat baik, keluarga nya adalah keluarga pengusaha paling di segani di negara itu setelah keluarga kerajaan, walaupun mereka bukan berasal dari keluarga kerajaan,namun sudah sejak turun temurun keluarga mereka adalah keluarga kaya raya.

" Ayo...cepat,mobil mu sudah menunggu,kamu harus kuat menghadapi berita-berita seperti itu, kedepannya akan di pastikan akan lebih banyak lagi, bukankah kamu sangat ingin bersama pangeran Rafael? maka lebih dewasa lah " nasehat nya tegas.

Akhirnya, walaupun dengan sangat berat hati, Meera mengikuti perkataan sang mama,ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sedangkan sang mama bersiap mempersiapkan segala keperluan nya, mulai dari pakaian sampai hal sedetail mungkin.

" Your beautiful baby...kamu putri mama,wanita yang paling pantas menjadi pendamping pangeran Rafael" puji nyonya Vanessa untuk sang putri.

Tak pernah ada yang mengatakan putrinya tidak cantik,semua mata yang menatapnya akan mengakui kecantikan gadis remaja itu,begitu banyak para pengusaha dan rekan bisnis sang papa meminta izin untuk meminang nya menjadi calon menantu mereka.

Sang mama memilihnya untuk mengenakan dress berwarna hitam,semakin memperjelas kulitnya yang putih bersih bak susu, Meera hampir tak pernah memilih sendiri segala pakaian nya saat bepergian,jika bukan sang mama maka akan ada pelayan khusus yang akan menyiapkan segala keperluan nya.

03

" Mari nona"seperti biasanya, kedatangan Meera selalu di sambut oleh sang guru pengajar.

Meera mengangguk sambil tersenyum tipis " maafkan saya membuat madam menunggu" Meera memang di kenal sebagai gadis yang manja,dan itu memang benar adanya,ia bahkan mungkin tak akan bisa merapikan ranjang nya, terlebih merebus air, Meera tak pernah melakukan semua itu, yang ia lakukan hanya belajar dan belajar,ia di tuntut harus menjadi wanita yang cerdas dan pintar.

setelah meletakkan tasnya,Meera memulai belajarnya hingga selesai,dan seperti biasa nya,ia akan mendapatkan nilai baik, karena ia memang gadis yang pintar.

" Nona...ibu Ratu mengundang anda untuk minum teh" seorang pelayan ratu datang menghampiri menyampaikan perintah ratunya, sebelum Meera meninggalkan aula.

Tak mungkin menolak,dengan patuh Meera mengangguk dan segera melangkah mengikuti pelayan wanita utusan sang Ratu.

Meera melewati lorong panjang dan taman, matanya tak sengaja melihat seorang wanita cantik tengah berbicara dengan Damares, asisten sekaligus sahabat pangeran Rafael,dan Meera masih mengingat wajah itu adalah wajah wanita yang tengah menjadi berita di semua media.

" Nymera..." sapa Damares ramah, sedangkan wanita cantik di sampingnya tersenyum menatap Meera.

" Ya kak Ares,selamat sore " hanya itu jawaban yang Meera berikan, selebihnya ia hanya membalas senyuman wanita di samping Damares.

Meera melanjutkan langkahnya meninggalkan Damares dan wanita itu,wanita yang ia tau bernama Camelia.

" Ares..mengapa kau membiarkan pangeran berkuda sendiri? kau tau? dia tak mengangkat panggilan telepon dari ku" .

Sekilas Meera masih bisa mendengar kelanjutan pembicaraan dua orang tersebut" ternyata mereka memang benar-benar sangat dekat" batin Meera seraya terus melanjutkan langkahnya memasuki taman khusus ibu Ratu,tempat biasanya wanita paruh baya itu menikmati teh sore nya jika tidak dalam agenda menyambut tamu atau agenda kerajaan lainnya.

" Selamat sore ibu Ratu" sapa Meera saat ia sudah berada di hadapan sang Ratu.

" Selamat sore Nymera,duduk lah sayang, bagaimana kabarmu Hem? kamu selalu cantik" puji Ratu Ambar tulus,wanita bangsawan bergelar Ratu itu memang benar-benar sangat menyayangi Meera,andai Meera dan keluarga nya menolak perjodohan itu,maka akan di pastikan beliau akan meminta pada raja untuk mengangkat Meera menjadi putri mereka.

" Terimakasih ibu Ratu,kabar Meera cukup baik, bagaimana dengan ibu Ratu? " Meera balas bertanya kabar,ia memang gadis manja,namun ia memiliki adab dan sopan santun yang tak perlu diragukan,Meera memang pandai membawa diri,hal itu jugalah yang membuat Ratu Ambar begitu menyukainya,bukan hanya karena paras cantik nya atau hanya karena ia yang dari keluarga kaya raya saja.

" Seperti yang kamu lihat, silahkan minum teh mu, tiba-tiba aku merasa sangat merindukan mu" Meera mengangguk patuh,ia meraih cangkir teh nya dan menyesapnya perlahan,ia sudah cukup paham tentang tatakrama kerajaan.

" Sayang....kamu masih belum melupakan apa yang pernah saya katakan pada mu kan? tentang para pembuat berita,maka saya berharap kamu tak terpengaruh dengan semua itu, yang menentukan semuanya adalah kita" Ratu Ambar memang di akui sebagai wanita yang begitu bijaksana dan lembut, di kenal memiliki sifat penyayang dan penyabar.

" Meera tak akan pernah melupakan semua yang ibu Ratu pesankan dan Meera akan berusaha bisa menjadi sekuat ibu Ratu, walaupun meera tak akan mampu menjadi seperti ibu Ratu" Meera memang mengagumi sosok wanita anggun di hadapannya itu.

mendengar jawaban Meera, Ratu Ambar tersenyum seraya menggeleng" kamu bahkan akan menjadi Ratu terhebat sepanjang sejarah negara ini,saya percaya itu,kamu punya segalanya,maka itu saya sangat berharap kamulah yang akan menjadi pendamping pangeran Rafael,dengan keberadaan mu di sisi nya,ia akan menjadi orang yang berbeda, akan menjadi orang yang dapat memanusiakan manusia lain nya" .

Ratu Ambar mengucapkan semua itu bukan hanya sebagai bualan belaka,beliau benar-benar sangat mengenal karakter putri sahabat sekaligus rekan bisnis nya itu,beliau menyaksikan secara langsung seperti apa tumbuh kembang nya gadis cantik bernama lengkap Nymera Elvaretta Lennox.

mendengar ucapakan kepercayaan dan harapan sang Ratu terhadap nya,membuat Meera menundukkan wajahnya,ia merasa malu sekaligus terharu,ia takut dirinya tak akan mampu menjadi seperti yang Ratu Ambar harapkan" Yang mulia terlalu memuji saya,saya merasa khawatir akan membuat yang mulia kecewa" .

Obrolan dua wanita beda generasi ini berlanjut ke berbagai pembahasan,mulai dari masalah tentang berita viral, beralih ke pendidikan yang akan Meera pilih selanjutnya hingga ke circle pertemanan gadis cantik itu,obrolan mereka berakhir santai.

" Terimakasih atas jamuan yang mulia,Meera izin kembali" Meera berpamitan pada Ratu Ambar,tak lupa ia memberikan salam penuh hormat sebagai tanda perpisahan.

" Silahkan, hati-hatilah di perjalanan,semoga kebaikan akan selalu menyertaimu, sampaikan salam saya pada kedua orang tua mu" Ratu Ambar membalas hangat salam perpisahan dari Meera.

" Akan Meera sampaikan" Meera memasuki mobilnya, sedangkan Ratu Ambar menatap kepergian nya dengan tatapan yang begitu banyak menyimpan arti.

" Harapan ku begitu besar pada gadis itu Tuhan, berikan ia kekuatan yang lebih" .batin Ratu Ambar dalam hati,matanya menatap kepergian Meera dengan mobil khusus kerajaan, sampai punggung mobil itu tak lagi terlihat.

Wanita anggun itu membalikkan badannya, di dampingi dua orang pelayan setia nya.

Ratu Ambar melangkah kan kakinya menuju kediaman pribadinya,namun langkahnya terhenti saat dari kejauhan matanya melihat tiga orang yang terlihat begitu akrab mengobrol.

" Semoga semua berita itu tidak benar,kamu akan sangat mengecewakan ibu jika sampai semua itu fakta " batin nya seraya kembali melanjutkan langkahnya.

Beliau tak menyadari bahwa sang putra mengetahui tentang keberadaan nya,bahkan Rafael melihat kepergian Meera,gadis itu terlihat begitu cantik,namun entah mengapa ia tak ingin menghampiri sekedar untuk menyapanya.

" aku seperti melihat bidadari" bisik Damares sengaja menggoda Rafael,ia tak peduli dengan tatapan tajam Rafael yang menatap nya.

" Aku sedikit familiar dengan gadis itu, apakah aku pernah mengenalnya ya" Ucap Camelia yang merasa tak asing dengan wajah Meera.

" Dia Nymera, mungkin kamu melihatnya saat ia ikut bersama kedua orang tuanya menghadiri beberapa jamuan kerajaan,orang tuanya salah satu pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaan milik istana, bahkan orang tuanya selalu menjadi sponsor terbesar setiap kali kerajaan mengadakan kegiatan " Bukan Rafael yang menjawab dan menjelaskan, tapi Damares lah yang menjelaskan tentang identitas Meera.

Camelia mengangguk mengisyaratkan bahwa ia mengerti, waktunya lebih banyak di luar negeri,saat ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan nya ke luar negeri dan meninggalkan negaranya itu,namun bukan berarti ia tertinggal berbagai informasi tentang pria pujaan nya,ia tau bahwa Rafael telah di jodohkan dengan seorang wanita yang berasal dari keluarga pembisnis.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!