Indonesia
NovelToon NovelToon

Suara Hatiku Mengubah Jalan Cerita Tragis

Part 1.

"Menjengkelkan! pemeran antagonis bodoh! seharusnya dia terima saja bercerai, dan menerima uang perceraian itu, lalu hidup bebas dengan uang perceraian itu! dasar bodoh!!"

Nadia Rebecca Marshall, gadis berusia dua puluh satu tahun, mengeluh sendirian melampiaskan rasa kesalnya.

Nadia baru saja selesai membaca sebuah novel, di mana pemeran antagonisnya mati dengan tragis.

"Kalau aku yang jadi perempuan itu, aku pasti langsung tanda tangani surat perceraian itu!!"

Ia sangat tidak suka dengan sikap antagonis, yang terlalu memaksakan diri untuk mendapatkan cinta protagonis pria.

Antagonis akhirnya mati dibunuh protagonis pria.

"Awas!!!"

Tiba-tiba Nadia mendengar suara kencang seseorang memperingatinya.

Mata Nadia terbelalak melihat sebuah mobil melaju ke arahnya.

Terlalu fokus melihat buku yang ia pegang, Nadia yang tengah menyeberang jalan tidak menyadari ia telah berada ditengah jalan.

Lampu hijau pejalan kaki, telah berganti berwarna merah.

Brakkkk!!!

Tidak dapat dihindari, tubuh Nadia pun ditabrak mobil tersebut.

Tubuhnya terpental dengan kencang menghantam aspal jalan.

Brukkk!!!

Tubuh Nadia seketika tidak bergerak begitu tubuhnya jatuh menghantam jalan.

Buku novel yang terlempar ke udara, melayang jatuh tepat menutupi wajahnya.

Nadia tidak merasakan apa pun lagi, hening dan gelap!

*****

.

.

.

"Cepat tandatangani!!"

Plak!!

Sebuah berkas dengan kasar terlempar tepat menghantam wajah Nadia.

Nadia tersentak.

Ia membuka matanya.

Dan kemudian mengedipkan mata.

Matanya terbuka dan sontak melihat sekelilingnya.

Ia baru saja ditabrak sebuah mobil, tapi kenapa ia berada disini?

( Dimana ini? bukankah aku baru saja ditabrak mobil? ) pikir Nadia bingung.

Nadia kembali mengedipkan matanya, begitu bingung dengan dirinya yang terlihat baik-baik saja.

"Nadia! jangan berpura-pura terlihat seperti orang bodoh!!"

Nadia kembali tersentak mendengar suara pria yang berdiri tepat di depannya.

Saat ini ia tengah berlutut dihadapan pria itu.

Ia menengadahkan wajahnya, dan melihat seorang pria berwajah tampan tengah memandangnya dengan tatapan tajam, tapi dingin.

Tiba-tiba kepala Nadia terasa begitu sakit, hingga ia memegang kepalanya yang terasa begitu sakit.

Sekelebat bayangan peristiwa terlintas dalam kepalanya.

Sebuah konflik yang pernah ia alami.

Tapi ia merasa tidak pernah mengalami kejadian itu, karena ia belum menikah, dan bahkan belum mempunyai seorang pacar pun.

Disaat bayangan itu jelas sekali terlintas dalam pikirannya, ia pun menyadari, kalau ia telah masuk ke dalam novel yang baru saja selesai ia baca.

"Apa?! a.. aku masuk ke novel tragis yang baru selesai kubaca?! a.. aku Nadia sibodoh, yang akhirnya mati tragis?!!"

Ia tidak menyangka telah masuk ke dalam tubuh istri protagonis pria, si antagonis yang mati dengan tragis.

"NADIA!!!"

"I.. iya!!!" jawab Nadia kencang.

"Cepat tandatangani!!" sentak pria yang berdiri di depannya, dengan aura yang terasa semakin dingin.

Nadia pun mengingat siapa pria tampan, yang tengah memandangnya dengan tajam itu.

Pemeran utama pria, James Hector, suami Nadia Rebecca, yang nama istrinya sama dengannya.

Nadia melihat ke arah berkas yang terjatuh di lantai, lalu memungutnya.

Dan begitu ia melihat berkas apa yang diberikan James padanya, ia pun ingat jalan cerita novel tragis yang telah ia baca.

Saat ini mengingat jalan cerita novel tragis itu, James menggugat cerai istrinya Nadia, karena sudah muak pada istrinya itu.

Istrinya sangat pencemburu.

Menggunakan cara bunuh diri untuk menarik perhatian James, setiap kali melihat James bersama dengan pemeran utama wanita.

Nadia memeriksa pergelangan tangannya, benar saja!

Pergelangan tangan Nadia dibalut perban, dan ia pun seketika merasakan sakit.

Istri James telah mati, dan sekarang ia yang mati di dunia nyata menggantikan tubuh istri James yang telah mati.

"Apa lagi alasan yang ingin kau katakan?! cepat tandatangani surat perceraian itu!!" sentak James.

Nadia melihat berkas yang ia pegang, lalu membuka berkas.

Mengingat jalan cerita novel, James memberikan kompensasi perceraian pada Nadia, kalau Nadia bersedia menandatangani surat perceraian yang telah ditandatangani James.

Mata Nadia terbelalak setelah melihat kompensasi yang diberikan James padanya.

"Apa?! du.. dua miliar? vila dipinggir kota? satu unit mobil mewah?!!"

Nadia tidak percaya melihat banyaknya kompensasi, yang diberikan James padanya.

James Hector memang Ceo terkaya nomor satu di ibukota, karena itulah pemeran utama wanita tidak ingin melepaskan James.

Mata Nadia bolak-balik membaca berkas perjanjian perceraian, "Baik! aku tanda tangani!!" jawab Nadia dengan suara yang terdengar bersemangat.

Ia pun kemudian bangkit berdiri dari berlututnya.

Raut wajah James seketika berubah mendengar nada bersemangat Nadia, yang begitu saja setuju bercerai dengannya.

Ada apa dengannya? bukankah dia biasanya akan menangis, dan merengek tidak ingin bercerai denganku? bisik hati James mengerutkan keningnya melihat Nadia dengan cepat menandatangani surat cerai yang ia berikan.

"Nah!!"

Nadia yang telah menandatangani berkas perjanjian cerai itu, memberikan berkas itu kembali pada James, dan James membuka berkas untuk memastikan lagi tanda tangan Nadia.

Memang nyata! Nadia tanpa ragu telah menandatanganinya.

"Mana?" Nadia mengulurkan tangannya ke hadapan James.

"Apanya mana?" James bingung dengan pertanyaan Nadia.

"Tentu saja uang dua miliar ku!" jawab Nadia.

Ia harus segera menjauh dari kehidupan James, kalau ia ingin hidup lebih lama dalam dunia kertas ini.

Ia bukan Nadia Rebecca Marshall, istri bodoh James yang gila cinta.

( Aku tidak ingin mati konyol tinggal dekat denganmu ) bisik hati Nadia.

Ia lebih menghargai hidupnya, dan menjalani hidup bebas menikmati kekayaan yang diberikan James sebagai kompensasi.

"Baik! aku akan berikan!!" jawab nada dingin James.

James mengambil ponselnya, dan jemarinya mulai mengetik transfer kompensasi ke rekening Nadia.

( James, kamu lumayan tampan juga! tapi sayang hidupmu hanya tinggal dua bulan lagi! ) bisik hati Nadia mengamati penampilan James dari atas kepala sampai bawah kaki.

Jemari James yang akan mengetik nominal kompensasi, seketika menghentikan jemarinya.

"Siapa? siapa yang bicara?!!" sentak James melihat sekeliling.

James tidak melihat siapa pun di dalam kamar, hanya ia dan Nadia saja.

Suara barusan terdengar jelas suara Nadia! tapi dia tidak membuka mulutnya bicara! bisik hati James merasa bingung.

( Mati diracun perempuan yang dia cintai, lalu di buang ke dalam hutan, dan dibiarkan di makan binatang liar! ihhh.. seram! untung aku sudah bercerai darinya! ) bisik hati Nadia meletakkan tubuhnya duduk di tepi tempat tidur.

James sontak terkejut mendengar lagi suara Nadia, dan membuatnya pun seketika marah.

Tangan James dengan cepat mencengkram pergelangan tangan Nadia, "Apa katamu? siapa yang mati?! katakan sekali lagi!!!" bentaknya.

"Akh!!" Nadia kesakitan, dan tangannya reflek memukul tangan James, "Lepaskan! sakit!!!"

James tersadar melihat tangannya, yang tiba-tiba mencengkram pergelangan tangan Nadia dengan kuat, ia pun melepaskan cengkraman tangannya.

"Apa yang barusan kamu katakan?!"

"Apa? aku tidak mengatakan apa pun!!" jawab Nadia dengan kesal.

Ia mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit.

Bersambung.......

Part 2.

( Tuan James! cepat berikan kompensasi ku, aku tidak ingin berlama-lama lagi berada di dekat mu! ) bisik hati Nadia sudah tidak sabaran melihat James, yang belum juga mengirimkan kompensasi dua miliar untuknya.

Aku mendengar suara Nadia, tapi aku tidak melihat mulutnya terbuka saat bicara! apakah aku sedang berhalusinasi, bisa mendengarkan suara hati Nadia?! bisik hati James mengamati Nadia.

Dia mengatakan pemeran utama pria, dan pemeran utama wanita! siapa yang dia maksud? pikir James lagi merasa bingung.

"Kak James!"

Dua orang wanita masuk ke dalam kamar, dan Nadia yang belum mengenal siapa mereka, memandang ke duanya mengamati dengan seksama.

"Kamu harus menceraikan perempuan jahat ini, kak!!" salah satu wanita itu dengan suara ketus memandang Nadia dengan tatapan bermusuhan.

( Apakah dia adik pemeran utama pria? ) bisik hati Nadia mengamati adik James dari atas kepala sampai bawah kaki.

"Siapa! siapa yang bicara?!!" Emily, adik James Hector, seketika memutar lehernya melihat sekeliling kamar.

Pemeran utama pria? apakah aku yang dimaksud Nadia si pemeran utama pria? bisik hati James lagi, setelah mendengar suara dalam hati Nadia.

( Lumayan cantik! tapi sayang, sebelum kakaknya yang buta ini mati, dia lebih dahulu mati terkena penyakit HIV! ck ck ck.. tunangan yang dia pikir sangat mencintainya itu, sebenarnya sedang merancang rencana yang tepat, untuk menjualnya pada lelaki hidung belang di pelelangan! ) bisik hati Nadia lagi menggelengkan kepalanya.

Mata Emily membulat memandang Nadia, "Apa katamu! siapa yang mati! perempuan jahat! kamu mengutuki ku biar mati, ya?!" mata Emily melotot memandang Nadia.

"Mengutukimu? sedari kamu masuk ke dalam kamar, aku diam saja tidak mengatakan apa pun sama kamu! kenapa kamu marah samaku?!" tanya Nadia bingung.

Ternyata Emily juga mendengarkan suara dalam hati Nadia! bisik hati James, lalu menarik tangan adiknya itu untuk berdiri di sampingnya.

"Emily, aku tahu kamu tidak suka sama Nadia! baru saja dia tidak mengatakan apa pun!" suara lembut perempuan yang datang bersama Emily melangkah mendekati Nadia.

"Kak, aku baru saja mendengar suara istrimu yang jahat itu mengatakan aku mati terkena penyakit HIV" bisik Emily pada James.

"Kamu juga mendengarnya?" tanya James berbisik.

"Iya" jawab Emily menganggukkan kepalanya.

"Berarti kita berdua saja yang dapat mendengar suara dalam hati Nadia, baru saja Iriana mengatakan Nadia tidak mengatakan apa pun"

"Kenapa kita bisa mendengar suara dalam hati Nadia?" tanya Emily tidak percaya.

James menggelengkan kepalanya tidak mengerti juga, kenapa mereka berdua bisa mendengar suara dalam hati Nadia.

"Kamu jangan asal bicara sebelum kita tahu, apa maksud dari perkataannya tadi! dia mengatakan kita berdua akan mati" bisik James.

"Kak, aku percaya sama Brian! dia tidak mungkin jahat sama aku" bisik Emily, walau dalam hatinya ada sedikit keraguan.

( Ternyata perempuan ini pemeran utama wanita, kekasih yang sangat dicintai pemeran utama pria, terlihat baik di luar, tapi penuh kelicikan dalam hatinya! aku harus berhati-hati dekat dengannya, kalau tidak si pemeran utama pria bodoh itu membunuhku! ) bisik hati Nadia mengamati Iriana yang melangkah mendekatinya.

Pemeran utama wanita? apa maksudnya? bisik hati Emily bingung.

Kekasih? sangat dicintai? sejak kapan aku mencintai Iriana? aku baik padanya karena dia pernah menolong ku! Pikir James mendengar suara dalam hati Nadia.

"Nadia, aku membawa bubur untukmu, aku dengar dari Emily, kamu mencoba bunuh diri karena James ingin menceraikan kamu!"

"Mau apa kamu? aku tidak mau! kasih saja sama James!" tolak Nadia.

( Jangan mendekat! aku tahu kamu berpura-pura baik samaku! padahal kamu mau menjatuhkan bubur itu ke tanganmu sendiri, agar aku semakin dibenci si James Hector buta itu! ) mata Nadia waspada melihat langkah Iriana yang semakin dekat padanya.

"Apa? tidak mungkin!" James dan Emily sontak mengeluarkan suara tidak percaya mereka mendengar suara dalam hati Nadia.

Bersambung.........

Part 3.

Emily berbisik pada James, "Kak, istri jahatmu ini kenapa menjadi aneh! kak Iriana itu perempuan yang paling lembut, dia tidak mungkin menyiramkan bubur itu pada istrimu yang jahat itu! otak istri jahatmu sudah tidak beres, kak"

James yang sedari tadi bingung dapat mendengar suara hati Nadia, hanya bisa ingin melihat bukti dari setiap perkataan dalam hati Nadia.

"Ssttt! coba kita lihat apa benar yang dia bilang" bisik James.

Emily yang tidak percaya sama sekali apa yang dikatakan suara dalam hati Nadia, hanya bisa menuruti apa yang dibisikan James.

Sementara Nadia yang tahu Iriana akan menumpahkan bubur panas itu, bersiap siaga di tempatnya melihat bagaimana caranya Iriana, menumpahkan bubur panas itu ke tangannya sendiri.

Iriana melangkah semakin dekat padanya, sembari memegang wadah bubur dalam pegangan tangannya.

"Bubur ini aku sendiri yang masak, aku tulus membuatnya khusus untukmu, aku berharap kamu jangan lagi melakukan hal konyol dengan cara bunuh diri, kamu tidak seharusnya memaksakan James mencintai mu!"

Nadia yang sudah waspada berdiri di tempatnya mulai menghitung, karena Iriana tampak mulai bersiap menjebaknya.

( Aku akan hitung sampai tiga, dia sepertinya sudah mulai menumpahkan bubur itu, satu.. dua.. tiga )

"Aaaa... !!!"

Begitu suara hati Nadia menghitung sampai tiga, Iriana seketika itu juga menumpahkan bubur itu ke tangannya sendiri, saat mengulurkan wadah bubur itu kepada Nadia.

( Astaga! sudah gila sepertinya dia, sampai berani melukai diri sendiri! ) bisik hati Nadia dengan mata membulat, melihat Iriana yang meringis kepanasan.

James dan Emily terpaku di tempat mereka.

Mereka melihat dengan jelas, bagaimana Iriana menumpahkan sendiri bubur panas itu ke tangannya sendiri.

"Tidak mungkin! suara dalam hati istri jahatmu itu ternyata benar, kak!" Emily tidak percaya.

Emily sangat mengenal seperti apa Iriana itu, Iriana selalu bersikap baik dan lembut.

Dan Iriana tidak pernah terlihat jahat, atau pun melakukan hal licik seperti itu, untuk mendapatkan perhatian kakaknya.

Emily menggelengkan kepalanya tidak percaya, Iriana sepertinya memiliki kepribadian bermuka dua.

"Akh!" wajah Iriana mengerut menahan panas pada tangannya, "James, kamu jangan salahkan Nadia, aku sendiri yang tidak hati-hati sampai bubur itu tertumpah ke tanganku!" dengan suara yang lembut seperti biasanya, ia melangkah mendekati James.

James tiba-tiba merasa asing dengan Iriana, membuatnya seketika menghindari tubuh Iriana yang ingin menempel padanya.

"Memang kamu yang sengaja menumpahkannya ke tanganmu!" jawab Nadia sembari melipat lengannya ke dada.

"Nadia! jadi maksudmu aku sendiri yang menumpahkan bubur panas itu ke tanganku sendiri?" suara Iriana terdengar sedih, dan seperti ingin menangis mendengar apa yang dikatakan Nadia.

( Memang benar kamu sendiri yang menumpahkannya! agar si James buta itu semakin membenciku, dan kamu mendapatkan perhatiannya! ) bisik hati Nadia melirik dingin pada James.

"Ehem!" James terbatuk mendengar suara hati Nadia, dan lirikan mata Nadia yang terasa dingin padanya.

Sementara Emily diam ditempatnya, tidak berani buka suara untuk memarahi Nadia seperti biasanya.

"Nadia aku tahu kamu sangat membenciku, dan sangat dendam padaku, karena James menceraikanmu!" suara Iriana terdengar semakin sedih.

Nadia memutar bola matanya mendengar nada sedih Iriana, yang dapat ia rasakan hanya dibuat-buat.

"Kamu harus menerima kenyataan Nadia, aku dan James saling mencintai! kamu seharusnya senang sudah mendapatkan kompensasi perceraian dari James!"

James seketika merasa tidak suka mendengar apa yang baru saja dikatakan Iriana.

"Iriana! kamu jangan sembarang bicara! aku sama kamu tidak punya hubungan apa pun!!" sentak James dengan suara yang terdengar dingin.

( Cih! tidak punya hubungan? Tuan Hector! kamu jangan menipu dirimu! kalian itu sepasang cinta masa kecil! siapa pun dapat melihat, kalau kamu itu sangat perhatian pada Iriana! ) Nadia memutar bola matanya mendengar nada dingin James pada Iriana.

Raut wajah James berubah mendengar suara hati Nadia.

Aku dekat dengan Iriana, hanya sebatas karena dia itu penolongku! bisik hati James merasa tidak nyaman mendengar suara hati Nadia.

Ia tidak ingin mengatakan langsung pada Nadia, karena Iriana nantinya akan merasa berbangga diri, dan semakin menempel padanya.

Bersambung........

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!