Rintik hujan mulai turun membasahi kaca jendela kafe murah di pinggiran kampus. Wang Yuxiao menatap cangkir kopi hitam di depannya yang sudah mulai dingin.
Di seberang meja, Zhao Nuan duduk dengan wajah sangat datar. Gadis berambut sebahu itu melipat kedua lengannya di depan dada.
"Kita akhiri saja hubungan ini, Yuxiao."
Suara Zhao Nuan terdengar sangat tenang. Kalimat itu meluncur begitu saja tanpa ada keraguan sedikit pun.
"Kenapa mendadak seperti ini, Nuan?"
Wang Yuxiao mencondongkan tubuhnya ke depan. Dia menatap mata gadis yang sudah memacarinya selama satu tahun terakhir itu.
"Kamu masih berani tanya kenapa?"
Zhao Nuan mendengus pelan. Dia mengalihkan pandangannya ke arah kemeja Yuxiao yang warnanya sudah memudar.
"Aku lelah makan mie instan bersamamu setiap hari. Aku juga lelah harus selalu jalan kaki setiap kali kita keluar."
Wang Yuxiao menelan ludah. Tenggorokannya mendadak terasa sangat kering.
"Aku akan segera lulus dan mencari pekerjaan, Nuan. Aku janji akan mengubah nasib kita."
"Janji manismu itu tidak bisa dipakai untuk membayar sewa kamar."
Zhao Nuan mengambil tas tangan kecilnya dari atas meja. Dia mulai berdiri dari kursi kayu tersebut.
"Kamu anak yatim piatu dan uangmu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kamu bahkan menunggak uang kos bulan ini..."
"Tapi kita sudah berjanji untuk berjuang sama-sama dari bawah."
"Itu dulu saat aku masih naif," ucap Zhao Nuan.
Zhao Nuan menatap Yuxiao dengan pandangan kasihan bercampur muak.
"Sekarang aku sadar kalau cinta saja tidak bisa membuat perut kenyang."
Kring.
Lonceng di atas pintu kafe berbunyi. Seorang pemuda dengan jaket kulit mahal melangkah masuk ke dalam.
Pemuda itu mengedarkan pandangannya dan langsung tersenyum saat melihat Zhao Nuan. Dia berjalan menghampiri meja mereka.
"Kamu sudah selesai bicara dengannya, Sayang?"
Wang Yuxiao melebarkan matanya saat melihat pemuda itu. Dia sangat mengenal siapa pria yang baru saja datang tersebut.
"Li Jian? Apa maksudnya ini, Nuan?"
Li Jian adalah mahasiswa kaya di jurusan mereka yang sering sekali merendahkan mahasiswa lain. Pria itu langsung merangkul pinggang Zhao Nuan tanpa ragu.
"Maksudnya sudah sangat jelas, Yuxiao."
Li Jian tersenyum meremehkan ke arah Yuxiao. Dia menepuk pelan bahu Zhao Nuan.
"Nuan sekarang bersamaku. Dia pantas mendapatkan pria yang bisa membelikannya barang mewah, bukan pria miskin sepertimu."
"Kamu selama ini berselingkuh dariku, Nuan?"
"Jangan gunakan kata selingkuh itu kepadaku, itu terlalu kasar."
Zhao Nuan menyandarkan kepalanya di bahu Li Jian. Dia sama sekali tidak terlihat merasa bersalah.
"Aku hanya memilih pilihan yang paling masuk akal untuk masa depanku."
Li Jian tertawa keras mendengar jawaban tersebut. Dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang seratus yuan.
Brak.
Li Jian melempar uang tersebut ke atas meja tepat di depan wajah Yuxiao.
"Ambil uang ini untuk bayar kopinya. Sisanya bisa kamu pakai untuk makan enak hari ini."
Wang Yuxiao mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat di bawah meja. Napasnya memburu karena menahan amarah dan rasa malu.
"Aku tidak butuh uangmu itu."
"Jangan sok gengsi, Yuxiao. Ambil saja sebelum aku berubah pikiran."
Li Jian menarik tangan Zhao Nuan untuk berbalik. Mereka berdua berjalan keluar dari kafe menuju mobil sport merah yang terparkir di depan.
Wang Yuxiao hanya bisa diam menatap kepergian mereka. Dia benar-benar merasa tidak berdaya karena dirinya memang miskin.
'Uang. Semuanya memang selalu tentang uang.'
Yuxiao menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dia menatap pantulan wajahnya yang berantakan di genangan kopi yang sedikit tumpah.
Ding.
Suara mekanis yang aneh tiba-tiba terdengar bergema di dalam kepala Yuxiao.
[Memindai kondisi mental Host.]
[Kekecewaan mencapai batas maksimal. Hasrat akan kekayaan dan balas dendam terdeteksi.]
[Sistem Cashback Pemuas Hasrat mulai diikat ke jiwa Host.]
Wang Yuxiao mengangkat kepalanya dengan cepat. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sumber suara tersebut.
"Siapa yang bicara?"
Kafe itu sangat sepi dan hanya ada seorang pelayan wanita yang sedang membersihkan meja di sudut ruangan. Pelayan itu sama sekali tidak menatap ke arahnya.
[Pengikatan berhasil. Selamat datang, Host.]
Sebuah layar virtual transparan berwarna biru tiba-tiba muncul mengambang tepat di depan mata Yuxiao. Layar itu menampilkan beberapa baris teks bercahaya.
[Nama Host: Wang Yuxiao]
[Level Sistem: 1]
[Saldo Sistem: 100.000 Yuan]
[Saldo Pribadi: 45 Yuan]
[Poin Hasrat: 0]
Yuxiao mengucek matanya berulang kali. Layar biru itu tetap berada di sana dan mengikuti arah pandangannya.
'Apa ini? Sistem? Seperti di novel-novel yang sering aku baca?'
[Benar. Sistem ini akan memberikan Host kekayaan tanpa batas, dengan syarat tertentu.]
"Syarat apa?"
Yuxiao berbisik pelan agar tidak disangka orang gila oleh pelayan kafe.
[Saldo Sistem hanya bisa dibelanjakan untuk target wanita dengan skor kecantikan minimal 80.]
[Setiap pengeluaran untuk target akan memberikan cashback 10 hingga 50 persen yang langsung masuk ke Saldo Pribadi.]
[Saldo Pribadi bebas digunakan oleh Host untuk keperluan apa pun.]
Wang Yuxiao membaca penjelasan di layar itu dengan napas tertahan. Jantungnya mulai berdetak sangat kencang.
'Seratus ribu yuan? Dan aku akan dapat uang tunai jika membelanjakannya untuk wanita cantik?'
Dia masih merasa sulit mempercayai hal ini. Dia butuh bukti nyata untuk memastikan dia tidak sedang berhalusinasi akibat stres diputuskan pacar.
Yuxiao menoleh ke arah pelayan wanita yang sedang mengelap meja di sudut ruangan. Pelayan itu masih muda dan wajahnya lumayan manis.
Ding.
Sistem kembali berbunyi saat Yuxiao memfokuskan pandangannya pada pelayan tersebut.
[Target Ditemukan.]
[Nama: Chen Min]
[Usia: 20 Tahun]
[Skor Kecantikan: 82/100]
[Status: Jomblo]
[Target valid untuk menerima pengeluaran Saldo Sistem. Persentase cashback acak: 10 - 20 persen.]
Wang Yuxiao langsung berdiri dari kursinya. Dia berjalan menghampiri pelayan bernama Chen Min itu.
"Permisi."
Chen Min menoleh dan menatap Yuxiao dengan sedikit bingung. Dia menghentikan pekerjaannya.
"Ya, Kak? Ada yang bisa dibantu? Mau pesan lagi?"
"Kalian menjual kue tart utuh di etalase depan itu kan? Berapa harga yang paling mahal?"
Chen Min terlihat semakin bingung dengan pertanyaan mendadak tersebut. Dia melihat ke arah pakaian Yuxiao yang terlihat sangat sederhana.
"Kue tart cokelat impor di etalase itu harganya lima ratus yuan, Kak."
"Bagus. Aku beli itu satu."
Wang Yuxiao langsung menunjuk etalase kaca di dekat kasir.
"Kakak serius mau beli kue itu?"
"Tentu saja. Dan kue itu bukan untukku."
Yuxiao menatap mata Chen Min dengan serius.
"Kue itu untukmu. Tolong bungkus dan bawa pulang setelah jam kerjamu selesai."
Chen Min memundurkan langkahnya. Wajahnya menunjukkan keterkejutan yang sangat jelas.
"Untuk saya? Tapi kenapa, Kak? Kita bahkan tidak saling kenal."
"Anggap saja aku sedang ingin berbagi rezeki hari ini."
Yuxiao berjalan mendahului pelayan itu menuju meja kasir. Pemilik kafe yang menjaga kasir langsung melayani pesanan tersebut.
"Totalnya lima ratus yuan, Anak Muda."
Wang Yuxiao mengeluarkan ponsel bututnya. Dia membuka aplikasi pembayaran digitalnya.
"Aku akan scan barcode-nya."
Saat kamera ponselnya memindai barcode pembayaran, sebuah pilihan aneh muncul di layar ponsel Yuxiao. Pilihan itu bertuliskan 'Gunakan Saldo Sistem'.
Yuxiao menekan pilihan tersebut tanpa ragu.
Beep.
Suara mesin kasir berbunyi menandakan pembayaran telah berhasil diterima.
"Pembayaran sudah kami terima. Ini struknya."
Chen Min yang menyusul ke meja kasir menatap Yuxiao dengan mulut sedikit terbuka. Dia masih tidak percaya ada orang asing yang membelikannya kue semahal itu.
[Pengeluaran Saldo Sistem berhasil: 500 Yuan.]
[Target: Chen Min.]
[Menghitung persentase cashback acak...]
[Cashback didapatkan: 20 persen.]
[Uang sebesar 100 Yuan telah ditransfer ke rekening pribadi Host.]
Ponsel di tangan Yuxiao langsung bergetar. Sebuah notifikasi dari bank muncul di layar atas ponselnya.
[Transfer masuk sebesar 100.00 Yuan berhasil. Saldo akhir Anda: 145.00 Yuan.]
Wang Yuxiao menatap layar ponselnya tanpa berkedip. Tangannya mulai gemetar.
'Ini nyata. Uangnya benar-benar masuk ke rekeningku.'
Dia menatap Li Jian yang melempar uang ke wajahnya beberapa menit yang lalu. Dia juga mengingat senyum meremehkan dari Zhao Nuan.
"Terima kasih atas kuenya, Kak. Tapi ini terlalu berlebihan."
Suara Chen Min menyadarkan Yuxiao dari lamunannya. Gadis itu terlihat salah tingkah sambil memegang kotak kue.
[Target Chen Min merasakan kejutan bahagia.]
[Poin Hasrat +1 didapatkan.]
"Sama-sama. Nikmati saja kuenya."
Wang Yuxiao tersenyum tipis. Dia membalikkan badan dan berjalan keluar dari kafe tersebut menerobos rintik hujan.
Langkahnya kini tidak lagi terasa berat. Dadanya terasa penuh dengan keyakinan baru.
'Zhao Nuan, Li Jian. Kalian pikir uang adalah segalanya?'
Wang Yuxiao menengadah menatap langit yang mendung. Senyum dingin perlahan mengembang di wajahnya.
'Maka aku akan menggunakan uang yang kalian cintai itu untuk menghancurkan kalian berdua.'
Hujan mulai reda saat Wang Yuxiao berdiri di depan pintu masuk Central Plaza. Pusat perbelanjaan mewah di tengah kota itu adalah tempat yang selalu dia hindari sebelumnya.
Pakaiannya masih sedikit basah dan kusut. Beberapa pengunjung mall menatapnya dengan tatapan aneh.
'Aku butuh lebih banyak uang pribadi untuk mengubah penampilanku.'
Yuxiao menatap pantulan dirinya di kaca pintu masuk. Sepatunya sudah usang dan ujungnya sedikit mengelupas.
'Saldo pribadiku saat ini hanya seratus empat puluh lima yuan. Uang segitu bahkan tidak cukup untuk membeli kemeja yang layak.'
Dia harus mencari target baru untuk membelanjakan Saldo Sistem agar mendapatkan cashback. Dia melangkah masuk ke dalam mall dengan langkah pelan namun pasti.
Seorang satpam berseragam biru berjalan menghampirinya. Tatapan satpam itu terlihat penuh selidik dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Maaf, Dek. Anda mau mencari apa di sini?"
"Aku mau berbelanja."
Yuxiao menjawab dengan santai tanpa menghentikan langkahnya. Satpam itu hanya bisa terdiam melihat ketenangan Yuxiao.
Lantai dasar Central Plaza dipenuhi oleh deretan butik merek pakaian dan tas ternama. Yuxiao berjalan menyusuri lorong panjang sambil mengamati setiap wanita yang lewat.
Sistem di kepalanya terus bekerja memindai dalam diam.
[Skor Kecantikan: 65 dari 100. Target tidak valid.]
[Skor Kecantikan: 72 dari 100. Target tidak valid.]
Mencari wanita dengan skor di atas delapan puluh ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Yuxiao terus berjalan hingga langkahnya terhenti di depan sebuah butik tas mewah dari luar negeri.
Di dalam butik itu, ada seorang gadis berambut panjang bergelombang sedang menatap sebuah tas kulit berwarna putih. Gadis itu mengenakan gaun merah muda yang sangat pas menempel di tubuhnya.
Ding.
[Target Istimewa Ditemukan.]
[Nama: Lin Meng]
[Usia: 20 Tahun]
[Skor Kecantikan: 92 dari 100]
[Status: Berpacaran dengan Li Jian]
[Bonus Status Aktif: Target adalah kekasih dari musuh Host.]
[Persentase cashback ditingkatkan secara acak menjadi 30 sampai 50 persen.]
Mata Yuxiao langsung melebar saat membaca teks di layar virtualnya.
'Lin Meng? Bukankah dia mahasiswi tercantik di fakultas kita? Jadi dia pacar rahasia si brengsek Li Jian itu.'
Yuxiao tersenyum tipis. Ini adalah kebetulan yang sangat menguntungkan baginya.
Dia melangkah masuk ke dalam butik tersebut. Hawa dingin dari pendingin ruangan langsung menyapu wajahnya.
Seorang pramuniaga wanita yang sedang melayani Lin Meng menoleh ke arah pintu. Senyum pramuniaga itu langsung luntur saat melihat penampilan Yuxiao yang berantakan.
"Nona, tas yang ini harganya berapa?"
Lin Meng bertanya dengan suara lembut. Dia memegang tali rantai tas kulit putih itu dengan sangat hati-hati.
"Itu koleksi musim semi terbaru kami, Kak. Harganya lima puluh ribu yuan."
Pramuniaga itu menjawab pertanyaan Lin Meng, tapi matanya terus mengawasi gerak-gerik Yuxiao.
Lin Meng langsung melepaskan tangannya dari tas tersebut. Wajah cantiknya terlihat sedikit kecewa.
"Harganya lumayan mahal ya. Aku harus memikirkannya lagi."
'Li Jian memang kaya, tapi dia sangat pelit padaku. Uang sakuku bulan ini sama sekali tidak cukup untuk membeli tas ini.'
Yuxiao mendengar helaan napas pelan dari Lin Meng. Dia melihat peluang emas terbuka lebar di depan matanya.
Yuxiao berjalan mendekati etalase tempat Lin Meng berdiri.
"Permisi, Mas. Ada yang bisa saya bantu?"
Pramuniaga itu langsung melangkah maju dan menghadang langkah Yuxiao. Nada suaranya terdengar sangat meremehkan.
"Butik kami tidak menjual barang diskon. Anda mungkin salah masuk toko."
Yuxiao sama sekali tidak marah. Dia menatap langsung ke arah tas putih yang tadi dipegang oleh Lin Meng.
"Tolong bungkus tas putih itu. Aku akan membelinya sekarang."
Suara Yuxiao terdengar sangat jelas di dalam butik yang sepi itu. Lin Meng langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut.
"Mas yakin? Tas ini harganya lima puluh ribu yuan. Ini bukan barang tiruan pasar malam."
Pramuniaga itu melipat tangannya di depan dada. Dia menatap pakaian Yuxiao dari atas sampai bawah dengan tatapan merendahkan.
"Aku mendengarnya dengan sangat jelas tadi. Tolong segera dibungkus."
Yuxiao merogoh sakunya dan mengeluarkan ponsel bututnya. Dia membuka layar aplikasi pembayaran digitalnya.
"Kalian menerima pembayaran digital kan?"
Pramuniaga itu mendengus pelan. Dia berjalan mengambil tas tersebut dari rak dengan sangat enggan.
"Baiklah. Mari kita lihat apakah saldo Anda benar-benar mencukupi."
Lin Meng melangkah mundur sedikit memberi ruang. Dia memperhatikan pemuda berpenampilan lusuh di sebelahnya ini.
'Dia terlihat seumuran denganku. Apakah dia benar-benar punya uang sebanyak itu?'
Lin Meng merasa sangat penasaran. Dia tidak sengaja memperhatikan profil wajah Yuxiao dari samping.
'Wajahnya sebenarnya lumayan tampan jika dia memakai pakaian yang lebih layak.'
Yuxiao berjalan santai mengikuti pramuniaga itu ke meja kasir. Lin Meng tanpa sadar juga ikut berjalan di belakangnya karena rasa ingin tahunya.
"Totalnya lima puluh ribu yuan pas."
Pramuniaga itu menyodorkan mesin pemindai barcode berwarna hitam.
Yuxiao menempelkan layar ponselnya ke mesin tersebut. Dia menekan opsi Saldo Sistem di layar yang hanya bisa dilihat oleh matanya sendiri.
Beep.
[Pengeluaran Saldo Sistem gagal. Barang yang dibeli belum diserahkan atau diniatkan dengan jelas kepada target.]
Yuxiao mengerutkan keningnya sejenak. Dia baru menyadari satu aturan teknis dari sistem ini.
'Sistem, apakah aku harus menyatakan dengan jelas bahwa barang ini untuknya sebelum membayar?'
[Benar. Pengeluaran harus secara langsung dan eksplisit ditujukan untuk target wanita yang valid di dunia nyata.]
Yuxiao menarik kembali ponselnya perlahan. Pramuniaga itu langsung tersenyum sinis penuh kemenangan. "Kenapa ditarik, Mas? Saldonya tidak cukup ya? Sudah saya duga dari awal."
"Bukan begitu masalahnya."
Yuxiao membalikkan badannya. Dia menatap langsung ke mata Lin Meng yang sedang berdiri tidak jauh darinya.
"Nona, tas putih ini sangat cocok dengan gaun yang kamu pakai. Aku membelinya khusus untukmu."
Lin Meng menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya. Matanya membulat sempurna karena sangat terkejut.
"Untukku? Tapi kita sama sekali tidak saling mengenal satu sama lain."
"Sekarang kita sudah saling melihat. Anggap saja ini hadiah perkenalan kecil dariku."
Yuxiao kembali menyodorkan ponselnya ke mesin kasir di hadapan pramuniaga.
"Tolong pindai ulang. Tas ini dibeli atas nama nona cantik ini."
Pramuniaga itu menelan ludahnya dengan kasar. Dia memindai ulang barcode di ponsel Yuxiao dengan tangan yang sedikit gemetar.
Beep.
Sebuah struk bukti pembayaran yang panjang langsung keluar dari mesin kasir. Transaksi telah berhasil dilakukan tanpa ada kendala sedikit pun.
[Pengeluaran Saldo Sistem berhasil: 50.000 Yuan.]
[Target: Lin Meng.]
[Menghitung persentase cashback bonus NTR...]
[Cashback didapatkan: 40 persen.]
[Uang tunai sebesar 20.000 Yuan telah ditransfer ke rekening pribadi Host secara instan.]
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!